Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 14067

Polisi Batam Tembak Mati Gembong Narkotika

0
Tersangka dimandikan di ruang jenazah RSOB foto: dalil harahap / batampos
Tersangka dimandikan di ruang jenazah RSOB
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Satnarkoba Polresta Barelang menembak mati bandar narkoba internasional‎ di Aviari, Batuaji, Sabtu (21/5) dini hari 01.30 Wib di bagian dada pelaku dengan dua tembakan. Tewas.

Penembakan dilakukan karena pelaku Syawaluddin, 30, melakukan perlawanan dengan melukai anggota polisi berpangkat Bripka, RB.

Pelaku ini sudah lama jadi target operasi (TO) oleh Satnarkoba Polresta Barelang dari hasil pengambangan dan laporan masyiarakat.

Dari pelaku, polisi mengamankan 300 gram narkoba jenis sabu-sabu kualitas nomor satu.

Selain itu polisi mengamankan dompet dan sebilah pisau yang dibawa oleh pelaku.

“Saat itu petugas melakukan penyamaran menjadi pembeli, saat tersangka mengambil sabu tersebut. Didalam hutan Aviari, Batuaji di situlah petugas menggrebek pelaku dan meringkusnya,” ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Suhardi Hery di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, di Sekupang, Sabtu (21/5).

Masih kata Suhardi, tersangka mengambil sabu- sabu tersebut di dalam tanah yang ditanam di daerah hutan Aviari, Batuaji.

“Saat penggerebekan tersebut ‎tersangka melawan petugas dengan cara menusuk di  di bagian dada anggota saya. Anggota saya mengalami lima luka tusukan di tangan kiri dan dada,” ujarnya.

Mayat pelaku tiba di Rumah Sakit Badan Pengawasan  (RSBP) Batam sekitar pukul 05.00 Wib.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian nampak hadir di Rumah sakit mendamping Tim Satnarkoba.

Diketahuinya pelaku melakukan aksinya atas laporan masyarakat.

Bripka RB, anggota Satnarkoba Polresta Barelang yang terluka mengaku saat itu bergumul dengan tersangka‎ saat penggrebekan, saat itu tersangka mengambil pisaunya dari tanah bersama barang bukti sabu-sabu.

“Tersangka mengambil pisau dari lubang persembunyian sabu sabu langsung menusukkan ke saya,” kisahnya.

Polisi pun meletuskan pistolnya.

Pelaku beralamat menurut KTP di Dudun II, Kelurahan MINUTES Teungoh LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. (ali)

Enam Penerbangan Lion Air di Batam Stop Terbang Sementara

0

lion airbatampos.co.id – Pembatalan beberapa penerbangan selama sebulan terhitung sejak 16 Mei hingga 16 Juni juga terjadi di Batam. Namun pihak Lion Air Batam menegaskan pembatalan tersebut tak ada hubungannya dengan pembekuan Ground Handling.

“Bukan karena pembekuan, cancel flight ini kami lakukan memang rutin setiap tahunnya untuk menyambut peak season hari raya,” kata Manajer Lion Air Batam, M Zaine Bire.

Dia menambahkan setiap Ramadan, penerbangan terbilang sepi maka pesawat-pesawat Lion Air akan dimasukkan ke dalam hanggar untuk perawatan.

“Setiap puasa (ramadan) sedikit flight karena memang sepi. Nah kami juga ada maintenance, kita masukkan dulu ( ke hanggar) baru tanggal 16 juni jalan semua,” bebernya.

Sementara itu pembatalan penerbangan di Batam , kata Zaine, meliputi enam rute dengan frekuensi penerbangan enam penerbangan dari 40 penerbangan yang biasa dilayani Lion Air. Diantaranya, tujuan Solo, Denpasar, Aceh, Pekanbaru (penerbangan pukul 14.35 WIB), Jakarta (penerbangan pukul 11.55), Surabaya (penerbangan pukul 17.00 WIB).

“Lion, 34 flight masih normal beroperasi. Begitu juga Batik Air, Wings Air, juga Malindo Air,” tuturnya.

Terkait pembatalan tersebut, pihaknya mengklaim tak berpengaruh secara umum ke pelayanan.

“Nggak ada pengaruh, yang dari Jakarta pun normal saja,”katanya. (cr13)

Belajar Tatakelola Arsip, Siswa SMK Negeri 1 Tanjung Pinang Kunjungi BP Batam

0

batampos.co.id – Sebanyak 31 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjung Pinang bidang kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, Batam Center, Jum’at (20/5).

Kunjungan para siswa SMK tersebut didampingi oleh 5 guru pembimbing antara lain Dra. Restarini, Mardiyana, S.Pd., Mehrunisa, S.Pd., Drs. Sarimin., dan Irma Anwaruddin, M.Pd.

Kujungan para siswa klas X dan XI dan para guru SMK Negeri 1 Tanjung Pinang ini disambut oleh Ka. Subbag. Perpustakaan selaku Pelaksana harian Ka. Bag. Sekretariat Arsip dan Perpustakaan BP Batam, Yudi Hari Purdaya bersama para arsiparis BP Batam di ruang Balairungsari lantai 3 BP Batam, Batam Centre, Batam.

Dalam kunjungan tersebut Ketua Rombongan SMK Negeri 1 Tanjung Pinang, Restarini mengatakan, bahwa kunjungan ke BP Batam adalah dalam rangka belajar mengenai penataan dan pengelolaan arsip di lingkungan BP Batam sebagai lembaga pengelola kawasan Batam,

“Pelajaran mengenai tatakelola arsip menjadi salah satu yang dipelajari dalam bidang kompetensi keahlian Administrasi Perkantoran, sehingga kami ingin mengajak para siswa untuk belajar langsung tentang penataan arsip di BP Batam, jadi tidak hanya belajar tentang teorinya saja,” kata Restarini.

Sementara itu Yudi Hari Purdaya menyambut baik kunjungan para guru dan siswa SMK Negeri 1 Tanjung Pinang untuk belajar penataan arsip di BP Batam.

“Bagi BP Batam, arsip memiliki peran penting, yaitu sebagai rekam jejak suatu peristiwa dan merupakan alat pertanggungjawaban, baik untuk pembuktian secara hukum maupun otentik,” kata Yudi dalam sambutannya, mengutip pengarahan pimpinan BP Batam saat penandatanganan naskah kerjasama pembinaan arsip antara BP Batam dengan ANRI dua tahun silam.

Arsip juga merupakan salah satu sumber informasi terekam yang sangat penting dalam menunjang proses kegiatan administrasi, memudahkan pencarian data apabila diperlukan dalam waktu yang singkat, tepat dan akurat. BP Batam saat ini sedang membangun Gedung Record Center di Sekupang, kelak semua arsip BP Batam, sejak berdirinya Otorita Batam hingga menjadi BP Batam akan disimpan di Gedung Record Centre.

SMK Negeri 1 Tanjung Pinang yang sudah berdiri sejak tahun 1956 tersebut kini memiliki beberapa program kompetensi keahlian antara lain Teknik Komputer Jaringan, Multimedia, Usaha Perjalanan Pariwisata, Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan.

Dalam kunjungan tersebut para siswa berkesempatan mendapatkan sharing ilmu penataan arsip yang dipaparkan oleh arsiparis BP Batam, Yitno Priyadi, dan peninjauan pengelolaan arsip yang dipandu oleh para arsiparis Yitno Priyadi, Safawi dan Marsaulina. (rilis)

Belum Ada Kesepakatan, Warga Ruli Kampung Harapan Ngotot Tak Mau Pindah

0
Alat berat dikerahkan oleh Tim Terpadu untuk merobohkan rumah liar di Kampung Harapan, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (17/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Alat berat dikerahkan oleh Tim Terpadu untuk merobohkan rumah liar di Kampung Harapan, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (17/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Aparatur pemerintah di wilayah kecamatan Batuaji masih terus berupaya mencari kesepakatan dengan warga ruli Kampung Harapan RT03/RW03 kelurahan Tanjunguncang agar proses penggusuran lokasi ruli tersebut berjalan lancar nantinya.

Camat Batuaji, Rinaldi M Pane mengatakan, sejak upaya penggusuran dari tim Terpadu kota Batam pada Selasa (17/5) lalu dibatalkan karena warga melakukan perlawanan, pihaknya terus melakukan dialog dengan masyarakat setempat. “Masih terus kami dekati, agar masyarakat terima dan tidak melakukan perlawanan lagi saat digusur nanti,” kata Rinaldi, kemarin (20/5).

Untuk mencari solusi yang tepat, pihak kecamatan bersama perangkat RT/RW setempat sudah beberapa kali mendatangi warga. “Tapi itu tadi, belum ada kesepakatan. Makanya sore ini akan rapat lagi di Pemko,” kata Rinaldi.

Sesuai yang disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sebelumnya, kata Rinaldi bahwa pemerintah hanya bisa memenuhi tuntutan warga dengan menyediakan rusun sebagai tempat relokasi dan sifatnya sementara. “Warga memang tuntut kavling atau rusun permanen tapi belum ada kesepakatan. Makanya rapat lagi kami sore ini,” ujar Rinaldi.

Sementara dari warga ruli Kampung Harapan sendiri mengaku masih tetap keras pada tuntutan relokasi ke tempat yang permanen. Warga memintah ganti kavling atau rusun yang sifatnya permanen. “Itu saja tuntutan kami. Kami tak minta uang ganti rugi yang banyak. Kami minta tempat tinggal itu saja,” kata Antonius salah satu warga di Kampung Harapan.

Jika pemerintah tetap tak mau memenuhi tuntutan itu, masyarakat akan tetap mempertahankan pemukiman mereka. “Kami butuh tempat tinggal. Kalai digusur tanpa ada pengganti tempat tinggal kami ya kami akan pertahankan,” ujar Nia warga lainnya.

Warga ruli Kampung Harapan saat ini terus bersiaga agar kediaman mereka tak digusur sebelum ada kesepakatan bersama dengan warga setempat.

Pantauan di lapangan, pemukiman liar yang berada tak jauh dari Mapolsek Batuaji itu masih ada seperti biasanya. Warga di dalamnya tetap beraktifitas seperti biasa. Namun beberapa orang lainnya tetap disiagakan di lokasi pemukiman itu untuk berjaga-jaga agar petugas penertiban tidak datang merobohkan bangunan rumah tanpa sepengetahuan mereka.

Erni salah seorang warga lainnya mengaku bersedia ditempatkan di rusun Fanindo milik Pemko Batam yang tak jauh dari lokasi ruli tersebut, namun dia meminta agar ditempatkan secara permanen. “Suami kerja di Tanjunguncang, jadi tak apa kalau ditempatkan di rusun di belakang ini asalkan permanen,” ujarnya.

Erni sendiri mengaku keberatan jika dipindahkan ke rusun yang sifatnya sementara, sebab keluarganya tergolong orang yang kurang mampu dan akan membebankan jika harus bayar sewa rusun nantinya. “Cuma buruh bangunan kerjaan suami. Jadi kalau harus sewa rumah, gimana biaya makan minum dan sekolah anak kami nanti,” ujarnya.

Untuk itu Erni sangat berharap kebijakan Pemko Batam agar merelokasi mereka ke kavling atau rusun yang sifatnya permanen. (eja)

Baca juga:

Pemerintah Akan Relokasi Warga Ruli Kampung Harapan ke Rusunawa

Pemko Tetap Akan Robohkan Seluruh Bangunan Ilegal di Kampung Harapan

Pemko Tolak Permintaan Warga Ruli Kampung Harapan

Pengusuran Ruli Kampung Harapan Batam Berlangsung Tegang

Listrik dan Air Belum Terpasang, Rusunawa Kampung Salak Belum Bisa Ditempati

0
Rusunawa Kampung Salak. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Rusunawa Kampung Salak. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Asril mengatakan rusunawa yang berada di kawasan Kampung Salak, Mukakuning belum bisa ditempati. Hal itu dikarenakan fasilitas dari rusun tersebut belum sepenuhnya terpasang.

“Belum beroperasi, sarana pendukung seperti air dan listrik belum sepenuhnya terpasang,” kata Asril yang dihubungi koran Batam Pos (grup batampos.co.id), kemarin (19/5).

Menurut dia, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk pemenuhan fasilitas rusunawa. Sebab, semua pengerjaan rusunawa berada dibawah naungan Kemenpera.

“Pembangunan rusun kegiatan dari Kemenpera, jadi kita menunggu keputusan Kemenpera untuk sarana pendukung,” terang Asril.

Meski begitu, Asril berharap agar rusunawa yang diperuntukan bagi keluarga itu bisa beroperasi secepatnya. Apalagi jaringan untuk air dan listrik sudah ada disana, tinggal pemasangan saja.

“Rusun untuk orang yang sudah berkeluarga. Dan proses sarana pendukung itu masih dalam tahap pelaksaanaan lelang. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa ditempati,” jelas Asril.

Ketika disinggung mengenai jumlah dan harga yang akan diterapkan untuk satu rusunawa, Asril mengaku lupa. “Mungkin bisa ditanya kebagian PU nya, karena kegiatan dari mereka,” pungkas Asril. (she)

Hingga Juni, Hujan Masih Melanda Wilayah Kepri

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Musim hujan masih melanda Kepri mulai Mei sampai Juni Mendatang. Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Philip Mustamu mengatakan, hampir di seluruh wilayah Kepri terutama Batam diprediksi akan terus diguyur hujan selama periode tersebut.

Ia menyatakan, ada dua periode musim hujan di Kepri. “Yaitu bulan Mei sampai Juni dan Desember sampai Januari,” ujarnya, Kamis (19/5).

Philip menjelaskan, saat ini hujan akan turun merata di semua daerah Batam dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dan disertai petir.

“Kalau sebelumnya hujan hanya mengguyur beberapa daerah saja di Batam atau bersifat lokal, sekarang hujan merata di semua daerah Kepri khususnya di Batam,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu membersihkan saluran-saluran air di lingkungan masing-masing. “Terjadinya banjir disebabkan saluran air yang tidak mengalir dengan baik,” tutur Philip.

Sementara itu, untuk rata-rata kecepatan angin di Kepri berkisar 4-32 km/jam dan suhu udara berkisar 24-33 derajat celcius. “Namun, kondisi ini masih kondusif untuk aktivitas transportasi darat, laut dan udara,” pungkas Philip. (cr16)

Tarif Sewa Murah, Rusunawa Mukakuning Banyak Peminat

0
Rusunawa Mukakuning. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos
Rusunawa Mukakuning. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah susun menjadi salah satu alternatif hunian murah. Tak heran jika banyak warga yang berminat, misalnya saja Rusunawa Pemda I Mukakuning, Seibeduk semua unit penuh.

“Dari 585 yang disewakan semua terisi,” ungkap Koordinator Administrasi Rusun Pemda I Mukakuning, Asman, Kamis (19/5).

Dia mengatakan sejatinya jumlah unit kamar di rusun yang terdiri dari tujuh twin blok itu sebanyak 592 unit namun tujuh unit di antaranya memang dibiarkan kosong sebagai cadangan. “Misalkan ada kamar yang bocor, bisa pindah dulu (ke kamar cadangan),” katanya.

Selain unit cadangan, di lantai dasar twin F dan G, ada masing-masing tiga kamar khusus jompo yang hingga kini tak ada yang menempati karena rusak. “Ada yang bocor,” terangnya.

Menurutnya minat masyarakat tinggal di rusun itu cukup tinggi. Bahkan menurut catatannya sejak awal tahun 2016 hingga kini daftar tunggu mencapai angka 119 pendaftar. “Sebulan kalau pun ada paling satu yang keluar, yang daftar ada sampai sepuluh orang,” ungkapnya.

Dia mengira selain kebutuhan akan tempat tinggal mendesak, biaya sewa rusun empat lantai itu cukup murah per bulannya yakni Rp 195 ribu untuk unit yang lokasinya di lantai empat hingga 240 ribu di lantai satu.

“Awalnya saja bayar dengan uang jaminan. Biaya ini sejak 2005 tak ada perubahan,” ujarnya. Berdasarkan data biaya yang disodorkan Asman, jumlah uang jaminan sebesar biaya sewa. “Uang itu (jaminan) akan dikembalikan kalau mereka keluar,” tuturnya.

Sementara itu tiga twin blok rusun yang berlokasi di dekat Ruli Kampung Salak, Seibeduk malah belum ada yang menempati. Bahkan akses jalan menuju rusun empat tingkat itu masih tanah.

“Dihitung-hitung ada satu ini (twin blok) ada 96 kamar, kalau tiga, bisalah dihitung,” kata Penjaga Rusunawa, Mauli. Dari keterangannya jika dihitung jumlah unit kamar di rusun itu sebanyak 288 unit. (cr13)

Pemko Dukung Perusahaan di Batam Bentuk Tempat Pelatihan Untuk Pekerja

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berfoto dengan Presiden Direktur Citra Tubindo, Kris Wiluan , Presiden Comissioner PT SMOE, Hoo Nee Sin dan tamu undangan pada acara peresmian Pusat dan pelatihan PT SMOE di kawasan Industri Citra Tubindo Kabil, Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berfoto dengan Presiden Direktur Citra Tubindo, Kris Wiluan , Presiden Comissioner PT SMOE, Hoo Nee Sin dan tamu undangan pada acara peresmian Pusat dan pelatihan PT SMOE di kawasan Industri Citra Tubindo Kabil, Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam mengapresiasi ketersediaan pelatihan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan swasta. Sehingga, Pemko Batam berencana memberi insentif khusus bagi perusahaan yang berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pekerja.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyambut baik adanya upaya perusahaan swasta dalam meningkatkan kualitas SDM pekerjanya dengan menyediakan tempat pelatihan.

“Jujur hari ini saya sangat gembira. Sebab, semakin banyak tempat pelatihan pekerja,” ujar Amsakar usai menghadiri Opening Ceremony Of PT SMOE Training dan Learning Center di Kawasan Kabil, kemarin.

Dukungan pemerintah bisa dengan memberi insentif kepada perusahaan. Sehingga mendorong semakin banyak perusahaan yang membangun pusat pelatihan tenaga kerja sendiri.

“Prinsipnya kalau swasta berkontribusi pada pengembangan SDM, kita bisa latih tenaga kerja, kita dukung sebagian dananya dari pemerintah, tidak ada yang tidak mungkin, kita bisa memberikan insentif tertentu,” jelas Amsakar.

Menurut dia, pendirian pusat pelatihan tenaga kerja oleh perusahaan tidak hanya berguna bagi meningkatkan kapasitas pekerja. Namun juga membuat standar khusus bagi industri di kawasan tersebut. Yang mana, setiap pusat pelatihan bisa berkomunikasi menentukan standar bersama. Serta mengeluarkan sertifikat bersama, sehingga pekerja di Batam memiliki kapasitas sesuai dengan yang dibutuhkan industri di kawasan.

“Ini salah satu peran dari pihak swasta meningkatkan kapasitas SDM pekerja kita, ini yang kita tunggu,” imbuh Amsakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi menjelaskan PT SMOE telah membantu pemerintah meningkatkan kemampuan pekerja dengan membuat “training center” sendiri. Dimana tahap awal, pelatihan dikhususkan bagi pekerja SMOE. Namun kedepannya bisa untuk melatih tenaga kerja lain, baik lokal, nasional hingga internasional.

“Pemerintah mendorong agar semakin banyak perusahaan yang membangun pusat pelatihan. Dan saat ini ada sekitar dua perusahaan yang memiliki tempat pelatihan sendiri,” pungkas Zaref. (she)

Indahnya Mencium Tangan

0

Di era globalisasi saat ini, pendekatan dengan nilai-nilai tauladan dan takriman (kemulian) seperti mencium tangan sering dilupakan dan dianggap sesuatu yang ‘aneh” dan “tidak pantas” serta berbagai label lainnya. Bahkan dinilai menyimpang dari nilai syariat yang dibawa Rasululah SAW dengan slogan bid’ah dengan asumsi mengkultuskan seseorang.

Padahal mencium tangan merupakan sebuah bentuk penghormatan dan ketakdhiman terhadap orang yang mulia baik dari segi ilmu, umur dan lainnya. Mencium tangan merupakan salah satu sunah Rasulullah dan para sahabat. Mereka melakukannya dalam setiap kesempatan dan waktu untuk saling mendahului mencium tangan sebagai bentuk penghormatan dan kemuliaan.

Tradisi orang timur termasuk Indonesia juga mencium tangan. Budaya tersebut sudah lama menjadi tradisi umat Islam di negeri ini. Itu sebagai salah satu bentuk simbol penghormatan kepada mereka yang lebih tua, baik dalam kedudukan, keilmuan maupun dalam nasabnya. Mencium tangan para ulama, orangtua dan lainnya merupakan perbuatan yang dianjurkan dalam perspektif agama. Sudah sewajar dan sepatutnya kita sebagai orang tua membiasakan dan mendidik anak-anak untuk membiasakan mencium tangan sebagai bentuk ta’lim kepada mereka. Sehingga ketika dewasa nilai etika yang telah kita didik sejak dini menjadi perkara yang tidak terpisahkan dalam keseharian.

Mencium tangan ulama, orang tua dan sejenisnya merupakan salaman syar’i serta sangat dianjurkan dalam Islam. Budaya ini harus dilestariakan juga sebagai sunnah Rasulullah SAW. Bentuk penghormatan itu banyak, maqasid (tujuannya) adalah ikraman (memuliakan). Sedangkan wasail (perantaraan) bentuknya disesuaikan dengan tempat, dan waktu. Contohnya seperti mencium tangan, berdiri, dan lainnya. Corak wasail itupun selama tidak dilarang dalam qanun syara’. Hal ini disebutkan dalam sebuah qaidah yang berbunyi “Lil wasail hukmu al-maqasid” (perantaraan itu merupakan sebagai hukum untuk sebuah tujuan).

Pencetus qaidah ini secara kontekstualnya adalah Imam Syafi’i (Imam Syafi’I, kitab al-Umm:4:49). Secara tekstualnya pertama kali disinggung Syekh Izuddin bin Abdissalam (Kitab Qawaid ahkam: 1: 46). Namun dewasa ini ada sekelompok ulama pembaharuan membantah kaidah di atas dengan ungkapan yang popular “al-Ghayah la tubarriru al-washilah” (tujuan itu tidak membenarkan perantaran). Slogan tersebut terbantahkan dalam perkataann Syekh Abu Bakar al-Andalusi yang berbunyi: ”Setiap tindakan hamba akan didapati, adakalanya wasilah adakalanya maksud (maqasid)”. (Syekh Abu Bakar bin Ashim Al-Andalusi, Nazam Murtaqa al-Wushul).

Mencium Tangan dalam Persfektif Agama Islam

Mencium tangan merupakan salah satu hal yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW. Banyak literatur hadist disebutkan sunat mencium tangan. Pernah suatu ketika rasululla barusan tiba di Madinah. Para sahabat termasuk masyarakat di sana berebut mencium tangan beliau, seperti disebutkan dalam sebuah hadist:

”Sewaktu kami tiba di Madinah, kami berlomba-lomba mencium tangan nabi SAW.” (HR Imam Bukhari dan Abu Daud no. 5225). Dalam hadist lainnya diungkapkan, dari Ka’ab bin Malik:
”Sesungguhnya sewaktu beliau ditimpa keuzuran, nabi tiba, maka beliau terus mengambil tangan nabi kemudian menciumnya.” (HR. Imam Tabarani di dalam kitabnya Mu’jam al-Kabir, no. 186).

Syekh Nawawi menyebutkan sunat hukumnya mencium tangan seseorang yang disebabkan faktor zuhud, kebaikan, ilmu, atau karena kedudukannya dalam agama. (Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Kitab Fathul Bari, Syekh Ibrahim al-Bajuri: 2: 116). Tradisi mencium tangan di antara satu sama lainnya telah menjadi sebuah kebiasaan di kalangan sahabat. Tentu saja indikatornya semata-mata hanyalah untuk memuliakannya.

Kondisi ini telah dipraktekkan Abu Ubaidah yang mencium tangan Umar Bin Khattab. Begitu juga Ka’ab radhiaullahu ‘anhu mencium tangan nabi. Di samping itu salah seorang penulis ayat Alquran pun pernah mencium tangan Ibnu Abbas ketika Ibnu Abbas. (Syekh Said Abdurrahman,Bughyah Al-Murtasyidin, hal 296).

Diceritakan salah seorang dari kalangan sahabat yang masih muda ketika rasulullah meninggal yakni Abdullah ibn Abbas pergi kepada sebagian sahabat rasulullah lainnya untuk menuntut ilmu dari mereka. Suatu ketika dia pergi kepada Zaid ibn Tsabit, salah seorang sahabat senior yang paling banyak menulis wahyu.

Saat itu Zaid ibn Tsabit sedang keluar dari rumahnya. Melihat itu, dengan cepat Abdullah ibn Abbas memegang tempat pijakan kaki dari pelana hewan tunggangan Zaid ibn Tsabit. Abdullah ibn Abbas menyongsong Zaid untuk menaiki hewan tunggangannya tersebut. Namun tiba-tiba Zaid ibn Tsabit mencium tangan Abdullah ibn Abbas, karena dia adalah keluarga rasulullah.

Zaid ibn Tsabit berkata: ”Seperti inilah kami memperlakukan keluarga Rasulullah”. (HR. Ibnu Sa’dan dalam Tabaqat: 2: 360). Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bahri mengomentari hadist ini dengan isnadnya jayyid. Melihat fenomena ini seharusnya Ibnu Abbas yang harus mencium tangan Zaid, sebab Zaid ibn Tsabit jauh lebih tua dari Abdullah ibn Abbas. Namun tujuan Zaid Bin Tsabit tiada lain selain untuk menghimpun diantara kemuliaan dan kebaikan dari beliau. Hal sama juga dilakukan oleh salah seorang sahabat bernama Abdullah bin Umar juga pernah mencium tangan rasulullah seperti disebutkan dalam hadist: ”Kami telah mengahmpiri kepada nabi saw,kemudian terus mencium tangannya.(HR. Imam Abu Daud no.5223).

Namun tidak selamanya mencium tangan itu disunatkan. Apabila mencium tangan seseorang dengan tujuan duniawiyah seperti karena kekayaan atau lainnya, hukumnya dimakruhkan. Haditsnya adalah: Barangsiapa merendahkan hati pada orang kaya karena kekayaannya hilanglah dua pertiga agamanya”. (Asna al-Mathalib: 3: 114, Ibnu Hajar, Fathul Bari:11:57).

Salah seorang tokoh ulama berpengaruh dalam mazhab Hambali yakni Syekh As-Sifaraini mengisahkan bahwa syekh Al-Marwazi menyebutkan beliau pernah bertanya kepada Abu Abdillah (Imam Ahmad Bin Hambal) menyangkut ciuman tangan. Beliau menjawab jika menciuman tangan karena faktor keagamaan dibolehkan, tetapi sebaliknya jika disebabkan faktor keduniawinya, maka hak itu dilarang dalam agama.(Syekh As-Firaini, Ghidza’ Al-Albab).

Argumen ini seolah-olah kontradiksi dengan Imam Malik. Beliau berpendapat makruh mencium tangan orang lain, baik itu orang alim, ayah, suami atau lainnya.(Abu Hasan Al-Maliky, Kifayah At-Thalib). Menalaah komentar Imam Malik tersebut bukan berarti dilarang secara mutlak, namun yang dilarang itu mencium tangan orang sombong dan bodoh.

Sedangkan di kalangan ulama mazhab Hambali juga membolehkan mencium tangan, kaki, kepala, jidat, dan di antara dua mata dengan maqasid (tujuannya) untuk takriman (memuliakan). Namun dilarang mencium dan sebagainya dengan syahwat kecuali suami terhadap istrinya. (Syekh abu Jakfar At-Thawi, Hasyiah Maraqil Falah:1:216).

Bahkan disebutkan tidak mengapa mencium tangan hakim yang baik agamanya dan pemimpin yang adil. Juga disunatkan mencium kepala orang alim. (Imam Muhammad bin Ali al-Hambali, Durr Al-Mukhtar: 6 :383). Berdasarkan pembahasan di atas, mencium tangan, berjabat tangan dan sejenisnya dalam lintas mazhab merupakan sebuah perbuatan yang dianjurkan dengan niat yang dibenarkan dalam syariat, seperti untuk kemulian, penghormatan, kealiman dan lainnya.

Di sebutkan dalam kitab ‘Sarim al-Maslul’ oleh ibn Taimiyyah apa yang dikeluarkan oleh ibn al-A’rabi dan al-Bazzar:“Sesungguhnya seorang lelaki menyaksikan berkenaan mukjizat sebatang pokok yang datang kepada rasulullah, kemudian kembali ke tempatnya semula. Lelaki itu berkata sambil berdiri kemudian terus mencium kepala, tangan, dan kaki rasulullah.

Menurut riwayat Ibnu al-A’rabi: “Lelaki tersebut meminta izin nabi untuk menciumnya, maka nabi pun mengizinkan. Maka lelaki tersebut mencium kepala dan kaki nabi”. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam hal ini juga berkata: “Sesungguhnya kedua lelaki ini mencium tangan nabi dan juga kaki beliau. Dan beliau-pun membiarkannya praktik tersebut (iqrar).”

Oleh sebab itu diperbolehkannya mencium tangan dan kaki orang tua karna kemulian dan ilmunya. Begitu juga mencium tangan dan kaki nya ayah, ibu dan orang yang menyerupainya, karena kedua orang tersebut berhak mendapatkan respek seperti itu. Dan hal ini termasuk bagian dari sifat tawadhu’’’(Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syarah Riayadhus Shalihin:4:451)

Orang Tua Mencium Tangan Anaknya

Menciumi tangan orang tua suatu perintah dan keharusan yang harus dilakukan seorang anak dan ini lazim terjadi dalam masyarakat. Puteri rasulullah, Fatimah ketika masuk mendapati dan bertemu rasulullah, beliau berdiri dan terus mencium tangan rasulullah. (HR. Abu Daud, no. 5217). Namun sesuatu hal yang jarang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya dengan menciumi sang buah hati. Hal ini pernah dilakukan rasulullah terhadap anaknya Fatimah. Disebutkan bahwa apabila Fatimah masuk bertemu rasulullah, rasululla terus berdiri dan mengambil tangan puterinya dan menciumnya serta duduk bersamanya di dalam satu majlis. (HR. Imam Turmudzi, no. 3872).

Bayangkan bagaimana mulianya akhlak rasulullah mencium tangan anaknya Ketika hal itu dipraktekkan rasulullah dalam membangun rumah tangganya, adakah terlintas dalam pikiran kita untuk meneladani beliau dalam mewujudkan keluarga baiti Jannati?.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa Abu Bakar Ash-Siddiq ketika mendapati puterinya Aisyah RA demam, lantas beliau mencium puterinya. Itu menandakan ciuman tersebut bukan hanya kepada sang puteranya saja. (HR. Abu Daud, no. 5222). Fenomena di atas merupakan salah satu bentuk metode untuk membangun komunikasi dalam keluarga dengan pendekatan psikologi yang harus diteladani orang tua. Itu untuk memberi semangat dalam penyembuhan sambil berobat.

Salah satu ibrah lainya yang dapat dipetik dari keangungan akhlakul karimah nabi dan sahabat beliau Abu Bakar di atas adalah anak mencium tangan orang tua sebagai wujud realisasi birrul walidain kepada mereka. Sedangkan ciuman orang tua kepada putera dan puterinya sebagai wujud aplikasi rasa kasih sayang dan belaian mahabbah (kecintaan). Sayangnya selama ini praktik itu sedkit demi sedikit telah hilang dan terkikis oleh gemuruh riuh “tsunami” akhlak di era globalisai. ***

Helmi
Helmi Abu Bakar El-langkawi, Staf Pengajar di Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Bireun

Harga Beras di Batam Masih Stabil Jelang Ramadan

0
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) saat  sidak di Kawasan Industri Tunas, Batamcenter. Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Batam saat sidak di Kawasan Industri Tunas, Batamcenter. Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan gudang distributor di Batam, kemarin (19/5) dalam rangka menghadapi datangnya bulan suci Ramadan.

TPID mendatangi sejumlah lokasi seperti Pasar Botania Batamcentre, gudang beras PT Sri Jaya Raya di Kawasan Industri Tunas Batamcentre, Pasar Penuin Baloi, dan gudang PT Japindo Batuampar.

Di Pasar Botania, TPID meninjau seluruh pedagang yang ada disana, termasuk pedagang sayur, gula pasir, beras, ikan, daging, dan lainnya.

“Kita sama-sama melihat tidak ada peningkatan harga yang signifikan di pasar. Yang meningkat hanyalah gula pasir,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Kepri, Gusti Raizal Eka Putra saat mendampingi TPID melakukan sidak.

Gula pasir saat ini perkilogramnya mencapai Rp 16 ribu dari seminggu yang lalu dengan harga Rp 14 ribu.

Gusti kemudian mengatakan kenaikan gula memang terjadi karena pasokan gula dari Jawa agak berkurang.”Namun distributor seperti dari PT Sri Jaya Raya berjanji tetap akan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah harus siap dengan opsi baru jika terjadi kenaikan harga di pasar menjelang Ramadan nanti.”Mungkin bisa buat program pasar murah, kerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog),” katanya lagi.

Distributor juga diimbau agar membeli gula pasir langsung dari pabrik gula daripada membeli dari agen besar dengan harapan memperoleh harga yang lebih murah.

“Distributor juga jangan sampai menimbun barangnya, segera langsung dijual, kalau tidak akan kena sanksi,” tegasnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Botania, Putri Sarah mengatakan memang hanya gula pasir yang merangkak naik.”Kadang seminggu bisa dua kali naik,” ujarnya.

Sedangkan barang komoditi yang diperkirakan akan melonjak harganya seperti cabai merah malah turun dari Rp 35 ribu perkilogram pada minggu lalu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

“Intinya kalau beras aman, sedangkan gula menjadi langka,” pungkasnya. (leo)