Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 14072

Romantisnya Pernikahan Ini, Robin Jemput ‘Cinderella’ Pakai Kereta Kuda

0
Robin, pengantin pria menjemput mempelai wanita dengan kereta kuda. foto:istimewa
Robin, pengantin pria menjemput mempelai wanita dengan kereta kuda. foto:chachay/batampos

batampos.co.id – Kisah klasik dongeng Cinderella masih saja jadi inspirasi di era teknologi sekarang ini. Kalau dongeng mengisahkan Cinderella yang pergi ke pesta kerajaan, tapi di 2016 ini, Robin sang mempelai pria-lah yang pergi menjemput Cinderella-nya, Riyanti menggunakan kereta kuda dari blok 4 di Nagoya menuju perumahan Sakura Garden di Seipanas, Rabu (20/4) malam lalu.

Pintu masuk Blok 4 Nagoya tampak ramai oleh warga. Mereka terlihat antusias melihat hal unik di depan mereka, dimana ada satu kereta kuda yang dihias penuh bunga. Di depan kereta kuda itu, dengan kokoh dua kuda lainnya berdiri dipegang dua pengawal berpakaian tuksedo dan topi khas koboi, lengkap bersarung tangan.

“Pak Robin pake ini (kereta kuda, red) menjemput pengantin perempuan di rumahnya di Seipanas,” ujar salah seorang tamu undangan, Kevin ketika ditemui di sela-sela acara.

Di dalam rumah berlantai tiga itu, keluarga mempelai pria sudah ramai. Ruang tamu dihias dengan dinding merah khas perayaan cik sing nang atau cik sinyo alias seremoni detik-detik mempelai pria menjemput mempelai wanita untuk dibawa kembali ke rumah bersama.

Naik ke lantai dua, belok kiri. Disitulah kamar mempelai berada. Tempat tidur berbalut sprei merah khas pengantin baru umumnya warga Tionghoa langsung menjadi pemandangan. Mengapa tidak, di atasnya sudah terletak seserahan bernilai lebih dari ratusan juta. Seserahannya sangat mewah. Apa saja? ada beberapa set tas merek Michael Kors, LV, Guess, beberapa jam tangan merek Esprit, Guess, dan juga beberapa set perhiasan emas, beberapa pasang sepatu merek terkenal, perlengkapan dapur seperti ember, gayung, selimut, koper, semua berwarna merah.

“Ada artinya semua. Kalau barang itu saya beli sendiri untuk istri saya karena saya cinta dan punya kerinduan dia menjadi pasangan saya sehidup semati hingga maut memisahkan. Sementara kalau warna merah itu, itu menjadi simbol kemakmuran dan semangat menyala-nyala untuk memulai hidup yang baru sebagai pasangan suami istri,” ujar Robin ketika dihubungi kemarin.

Di kamar pengantin tersebut, 10 rekan dan sahabat Robin didaulat menjadi pendamping. Mereka pun berpakaian sama dengan sang pengantin pria. Mengenakan jas dan celan hitam dengan bunga tersemat di kantong jas masing-masing.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, itu artinya saatnya menjemput mempelai perempuan ke Sei Panas. Robin beserta para pendamping prianya turun ke bawah. Dua pendamping menaiki kuda, dan Robin sendiri masuk ke kereta Cinderella yang digerakkan oleh kuda.

Tiba di rumah mempelai perempuan. Ia harus melewati berbagai ujian dulu dari tujuh pendamping wanita yang sudah menunggu di pekarangan perempuan. Bersama pendamping pria, ia turut menjalani ujian yang diberikan tersebut mulai memberikan angpao, menggigit jeruk asam, minum bir, hingga makan pisang. Sangat sulit melewati tahapan itu. “Itu sudah tradisi kami yang berarti untuk mendapatkan hal yang kita tuju, kita harus berusaha dan berjuang. Sama juga untuk memenangkan hati perempuan yang kita cintai,” ujar Robin.

Ia mengungkapkan, lewat tradisi itu, ia ingin seumur hidup selalu bahagia dalam berkeluarga bersama Riyanti.

Waktu yang ditunggu pun tiba. Pendamping perempuan mempersilakannya masuk ke rumah mempelai perempuan. Dia harus melewati pintu dengan pita untuk bisa bertemu dengan istrinya tersebut. Di rumah mempelai perempuan itu, ia menjalani sejumlah kegiatan adat seperti minum teh, dan juga memberi angpao dan menerima jeruk hoki dari keluarga. (cha/bpos)

Create Your Self, Panggung Akbar Musisi Batam

0
Bazar Create Your Self di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kali ini ajang yang sama akan digelar di Batam 23-24 April mendatang di Lapangan Welcome To Batam, Batam Center dengan menghadirkan Steven Jam. foto:istimewa
Bazar Create Your Self di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kali ini ajang yang sama akan digelar di Batam 23-24 April mendatang di Lapangan Welcome To Batam, Batam Center dengan menghadirkan Steven Jam. foto:istimewa

batampos.co.id – Cakra Elang Interactive bakal menghadirkan panggung musik akbar bagi musisi Batam. Panggung yang bakal didirikan 23-24 April mendatang di Lapangan Welcome To Batam, Batam Center, ini bakal jadi ajang unjuk kebolehan musisi-musisi lokal Batam dari pelbagai komunitas musik yang ada. Mengusung tema ‘Create Your Self’, panitia penyelenggara menginginkan sesuatu yang berbeda.

“Kami ingin memberikan sebuah suguhan panggung musik yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Karena gelaran sebelumnya di Tanjungpinang juga luar biasa,” kata Oktoberi Surbakti dari Cakra Elang Interactive, kemarin.

Dalam balutan ajang sarat kreativitas anak muda ini juga akan menampilkan kolaborasi musisi muda Batam lintas genre. Mereka bakal berada di satu panggung membawakan lagu-lagu hits legendaris Indonesia. Tidak berhenti di sini. Setiap pengunjung yang datang juga bakal diajak mengikuti sejumlah kegiatan kreatif. Semisal melukis kaos dan mendesai tas. Lalu bakal ada stan foto bagi pengunjung yang mengusung kreasi 3D Trick Art.

Dan setelah itu semua, baru masuk pada suguhan utama. Cakra Elang Interactive mengajak Steven Jam. Band reggae fenomenal dari Yogyakarta ini sebenarnya sudah tidak asing lagi di jagat musik Indonesia. Oktoberi mengatakan, Steven Jam adalah nama baru dari Steven and Coconut Tress. Kehadiran band reggae nomor satu di Indonesia ini diharapkan bisa memberikan stimulus positif bagi musisi-musisi muda Batam untuk tetap terus berkarya.

“Semuanya mulai dari nol. Kami ingin musisi-musisi muda Batam bisa melihat kreativitas Steven Jam lebih dekat sehingga bisa memberi mereka semangat,” ujar Oktoberi.

Karena itu, Oktoberi mengajak seluruh kawula muda Batam berkumpul di Lapangan Welcome To Batam di Batam Center. Selain digelar secara terbuka dan gratis, acara ini bakal berlangsung semarak dari petang hingga ke tengah malam. “Semuanya bisa ikut berkespresi dan berkreasi pada ajang akhir pekan ini,” pungkasnya. (muf/bpos)

Fasilitas Mendukung, RSAB Siap Gelar Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

0
Orang tua bayi kembar siam, Warmin Bahrudin melihat kondisi anaknya Rahma-Rahmi di ruang perawatan khusus Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Lubukbaja, Rabu (20/4/2016). Kondisi bayi kembar siam normal dan mengalami peningkatan setiap harinya. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
Orang tua bayi kembar siam, Warmin Bahrudin melihat kondisi anaknya Rahma-Rahmi di ruang perawatan khusus Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Lubukbaja, Rabu (20/4/2016). Kondisi bayi kembar siam normal dan mengalami peningkatan setiap harinya. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) dipastikan siap menggelar operasi pemisahan bayi kembar siam Rahma-Rahmi, bulan Mei mendatang. Tim Kembar Siam (TKS) RSUD dr Soetomo Surabaya telah melakukan pengecekan fasilitas kesehatan dan peralatan operasi, Rabu (20/4) lalu.

“Bagus. Semuanya lengkap,” kata Wakil Ketua TKS RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi, SpB SpBA usai meninjau ruang operasi RSAB.

Ruang operasi itu salah satunya. RSAB telah menyiapkan ruang operasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruang perawatan. Sehingga, ketika operasi selesai nanti, kedua bayi pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin itu dapat segera kembali ke ruang perawatan.

Mengenai kompetensi dokter, dr Poerwadi menyatakan, TKS RSUD dr Soetomo siap mendampingi. TKS yang diketuai dr Agus Harianto, SpAK itu sudah terbentuk sejak tahun 1975. Tim itu kini beranggotakan hingga 125 dokter. Mereka telah menangani hingga 80 kasus bayi kembar siam.

“Bukan hanya yang ada di Surabaya. Di luar Surabaya juga sudah kami lakukan,” ujar dokter spesialis bedah anak itu lagi.

Tim dokter kini tengah menunggu berat badan bayi mencapai angka yang diinginkan. Yakni, sebesar 10 kilogram. Namun, mereka tetap siaga 24 jam. Sebab, salah satu bayi mengalami kelainan jantung.

Sambil menunggu berat badan terpenuhi, tim kembar siam daerah akan menggalang dana untuk operasi si kecil. Tim akan membuka rekening khusus untuk menampung sumbangan yang masuk. Rekening itu nantinya akan dikelola oleh tim.

“Pembukaan rekening itu sedang dalam proses. Secepatnya setelah jadi, kami akan mengumumkannya,” kata Koordinator Pos Penggalangan Dana, Usep RS.

Hingga saat ini, belum ada bantuan dana untuk operasi si kecil. Terutama yang masuk langsung masuk ke ayah bayi Junaidi Bakri Ratu Loli. Mereka masih mengandalkan uang gaji Warmin Bahrudin untuk membiayai kebutuhan Rahma-Rahmi. Biaya yang terbesar datang dari kebutuhan susu. Bayi kembar yang lahir 29 Maret lalu itu harus mengonsumsi susu khusus supaya berat badannya bertambah.

“Susu itu harganya cukup mahal lah. Tapi mau bagaimana lagi,” ujar Junaidi Bakri. (ceu)

Baca juga:

Bayi Kembar Siam Lengket Lahir di Batam, Butuh Bantuan Biaya Operasi Pemisahan

Bayi Kembar Dempet Perut Ini Harus Dioperasi, Mereka Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

Operasi Pemisahan Rahma dan Rahmi Menunggu Berat Ideal

Operasi Pemisahan Rahma-Rahmi Dipimpin Dokter dari RSUD Dr Soetomo

Rahma-Rahmi Butuh Biaya Besar, Yuk Bantu!

Kapal Bermuatan Puluhan Ton Beras dan Gula Ilegal Ditangkap TNI AL di Perairan Pulau Nipah

0
Kapal bermuatan puluhan ton beras dan gula ilegal yang diamankan TNI AL di perairan Pulau Nipah. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Kapal bermuatan puluhan ton beras dan gula ilegal yang diamankan TNI AL di perairan Pulau Nipah. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Tim WFQR IV, Lanal Batam, Posal Nipah, dan dibantu oleh Posal Tolop berhasil menggagalkan penyelundupan beras dan gula yang diangkut oleh dua kapal kayu menuju Tanjungbalai Karimun, Rabu (20/4) lalu.

Adapun beras dan gula yang berhasil diamankan dari dua kapal berbendera Indonesia dengan nama KM Sejahtera III dan KM Aripin Jaya seberat 75 ton dengan perincian 1.000 karung di kapal KM Sejahtera III dan 1000 karung beras dan 500 karung gula dari KM Aripin Jaya.

“Pada hari Rabu sekitar jam 18.30 WIB, Lanal telah berhasil menangkap dua kapal tanpa nama dan tiada surat di perairan Pulau Nipah,” ungkap Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana pertama (Laksma) TNI S Irawan, Kamis (21/4).

Irawan menjelaskan penangkapan bermula dari Posal Pulau Nipah melakukan patroli di sekitar Perairan Selat Singapura. Lalu mencurigai adanya dua kapal yang berlayar tanpa adanya lampu penerangan atau navigasi.

“Mereka masuk perairan dari pinggir untuk mengelabui petugas. Dalam perjalanannya mereka juga pada malam hari bergeraknya,” jelas Irawan.

Selain bergerak pada malam hari, para penyeludup juga mencoba mengelabui petugas dengan membawa karung beras dan gula bermerek Indonesia.

“Selain bergerak pada malam hari, modus yang mereka gunakan adalah dengan membawa karung kosong dengan merek gula dan beras indonesia. Lalu dibawa ke Singapura,” jelasnya.

“Nanti setelah sampai di Karimun, mereka belum tau mau diturunkan dimana, menurut pengakuan mereka, mereka hanya membawa beras dan gula tersebut. Kemudian sesampainya di Karimun, nanti ada oknum yang akan mengarahkan mereka untuk menurunkan beras dan gula tersebut di tempat yang aman,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk pemilik dari dua kapal tersebut telah diketahui. Dari keterangan yang didapatkan dari 8 orang ABK dan Kapten kapal, kedua kapal itu mengatakan pemiliknya berinisial AD dan saat ini dalam tahap pengejaran.

Selanjutnya Irawan mengatakan beras dan gula hasil tangkapan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Bea dan Cukai.

“Pemiliknya saat ini sudah diketahui dan sedang dalam pengejaran. Sementara beras dan gula ini akan kita serahkan kepada Bea dan Cukai,” pungkas Irawan. (eggi)

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Perdagangan Manusia di Tanjung Uncang

0
Mawar (tengah) saat di Polresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Mawar (tengah) saat di Polresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang telah menetapkan tiga orang sebagai pelaku tindak pidana Perdagangan Manusia (Human Trafficking) dengan korban Mawar (19).

Dari ketiga orang tersebut diantaranya Lis yang merupakan orang yang mempekerjakan Mawar, kemudian Febrianus yang merupakan suami dari Lis dan Adrian yang merupakan pemakai jasa dan orang yang menebus Mawar dari Lis seharga Rp 4 juta.

Sementara itu, Ririn yang merupakan adik dari Lis dan juga orang yang membawa Mawar ke Batam status hanya dijadikan sebagai saksi. Karena Ririn juga merupakan korban dari kakaknya Lis untuk dipekerjakan sebagai pemuas nafsu laki-laki hidung belang.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan, kita telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perdagangan manusia,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Kamis (21/4).

Atas perbuatannya, Lis dan Ardian dikenakan pasal 2 jo pasal 7 UU Trafficking dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara. Sementara itu, suami Lis Febrianus dikenakan pasal 55 KUHP karena turut serta dalam perbuatan tindak pidana.

Sebelumnya diberitakan jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang langsung bergerak untuk mengamankan pelaku setelah mendapatkan laporan perdagangan manusia dengan korban Mawar (nama samaran).

Tim buser yang dipimpin langsung oleh Kanit IV Polresta Barelang, Ipda Afuza Edmond langsung mendatangi lokasi yang terletak di Bundaran Hyundai Tanjung Uncang, sekira pukul 17.30 WIB. (eggi)

Baca juga:

Bergerak Cepat, Polisi Ringkus Pelaku Perdagangan Manusia di Tanjung Uncang

Komisi VI Dukung BP Batam untuk Kembangkan Batam

0

batampos.co.id – Hafisz Tohir, Ketua Komisi VI DPR RI berharap BP Batam bisa lebih maju. Ia ingin BP Batam tidak tertinggal jauh dari Singapura.

Mantan Pacar Anggita Sari Pasrah Menanti Eksekusi Mati

0
Freddy Budiman (paling kiri) di sela-sela tes urine di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Foto: Radar Banyumas/JPG
Freddy Budiman (paling kiri) di sela-sela tes urine di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (20/4/2016). Foto: Radar Banyumas/JPG

batampos.co.id – Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba, kini menjalani sisa hidupnya di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Ia tak begitu mempersoalkan lagi vonis mati yang dijatuhkan kepadanya.

Ya, mantan kekasih Anggita Sari ini bahkan kini pasrah menanti eksekusi mati. “Ini konsekuensi dari kasus yang menimpa saya. Jadi tidak mengeluh akan hal itu,” ujarnya Rabu (20/4/2016), di sela-sela tes urine yang dilakukan BNN Kabupaten Cilacap.

Freddy mengaku tenang di lingkungan barunya itu.  Selain itu, dia juga mengaku semakin memperdalam ajaran agama. Sejak beberapa tahun lalu,  Freddy memang sudah memeluk Islam.

Meski mengakui menerima hukuman mati, namun Freddy tetap menempuh peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Kini ia pun sedang berharap-harap permohonan PK yang diajukannya bakal terkabul.

Freddy juga mengharapkan agar pemerintah lebih manusiawi menangani  napi narkoba. Menurutnya, banyak napi narkoba yang hanya terjebak.

Meski demikian ia memuji kebijakan Pemerintahan Joko Widodo yang tegas dalam pemberantasna narkoba.

“Secara pribadi saya salut dengan program pemberantasan narkoba yang dicanangkan Presiden Jokowi,” kata dia.

Menurut pandangannya, kini Indonesia sudah bukan pangsa pasar yang menjanjikan bagi bandar asal luar negeri.

“Saya banyak mendengar keluhan dari teman-teman luar negeri, sekarang Indonesia sudah bukan tempat yang nyaman dan menguntungkan sebagai pangsa pasar narkoba,” imbuhnya.(rez/jpg/ara/jpnn)

Tak Kunjung Ditertibkan, Kios Liar di Seibeduk Terus Bertambah

0
Tim terpadu saat membongkar kios liar yang berada di Pasir Putih, Bengkong, Jumat (8/4) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Tim terpadu saat membongkar kios liar yang berada di Pasir Putih, Bengkong, Jumat (8/4) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kios liar yang berada di sepanjang Jalan di depan Perumnas Seibeduk terus bertambah, aktivitasnya terus berjalan, meskipun beberapa kios liar sudah ada yang ditertibkan namun warga terus mendirikan maupun membeli kios yang berada di atas lahan Buffer zone tersebut.

“Saya kira keberadaan kios ini legal, karena administrasinya resmi atas nama RT dan RW,” ujar salah satu pemilik kios, Anton kepada koran Batam pos (grup batampos.co.id), Rabu (20/4).

Meskipun demikian, ia mengaku lahan tempat usahanya, berdiri di atas tanah Pemerintah.

“Kenapa mereka gak dari dulu masang plang larangan, kenapa baru sekarang mereka koar-koar untuk menggusur kami,” ungkap pria berambut gondrong ini.

Tidak hanya itu, pria asal Jakarta ini juga mengaku nantinya pasokan air dari ATB akan masuk ke kawasan mereka.

“Proposal sudah masuk ke ATB, kita tunggu beberapa waktu lagi,” katanya.

Sementara itu, Ida salah satu penyewa kios liar mengaku, ia terpaksa menyewa kios liar tersebut dikarenakan, tidak mampu untuk menyewa ruko.

“Kalau kios begini kan kami mampu, harganya pun terjangkau, perbulannya hanya Rp 700 ribu,” paparnya. (cr19)

Baca juga:

Tak Ada Kepastian, Penyewa Kios Liar Pilih Bertahan

Pemko Batam Umbar Janji Lagi, Dua Hari Lagi Kios Liar Dibabat Habis

Umbar Janji, Pemko Batam Tak Serius Tertibkan Kios Liar

Minggu Ini, Kios Liar di Pasir Putih Akan Dibongkar

Senin Depan Tim Terpadu Tertibkan Kios Liar di Pasir Putih

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

Pekan Ini Kios Liar di Pasir Putih Ditertibkan

Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

Jalan Bukit Kemuning Terputus, S Parman Kerap Macet

0
Jalan Bukit Kemuning yang rusak akibat longsor. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Jalan Bukit Kemuning yang rusak akibat longsor. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Ruas jalan S Parman Seibeduk kerap macet di waktu pagi juga sore hari. Hal tersebut terjadi lantaran jalan di Bukit Kemuning yang terputus akibat longsor awal Januari lalu hingga kini belum diperbaiki.

Seorang warga, Hartanti mengatakan macet kerap terjadi di pagi hari. Waktu tersebut menurutnya memang banyak pekerja yang berangkat maupun pulang kerja.

“Dulu tak terlalu seperti sekarang. Sebagian orang kan lewat jalan Bukit Kemuning yang kini terputus,” ungkap Hartanti.

Warga lain, Sahlan keluhkan keadaan tersebut. Menurutnya, akibat macet tersebut pekerja yang akan berangkat kerja sering terlambat tiba di kantor, sebaliknya pekerja yang pulang karena masuk kerja semalaman, tak bisa istirahat dengan cepat.

“Tak banyak yang tahu mungkin, tapi kami warga Seibeduk merasakan sulitnya. Ada juga kecelakaan, walau setahu aku tak terlalu parah,” kata Satpam yang bekerja di galangan kapal Tanjunguncang ini.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam, Yumasnur mengatakan Pemko Batam akan tetap fokus melakukan perbaikan jalan tersebut, namun kini pihaknya tengah merencanakan pembangunan jalan alternatif di sekitar jalan yang longsor.

“Ada jalan tanah di sekitar lokasi. Nanti kita lebarin, kita kasih gorong-gorong, kasih bauksit sehingga mobil dan sepeda motor bisa menggunakannya,” ungkap Yumasnur.

Walau demikian, pihaknya tengah menunggu hasil koordinasi pemilik lahan dengan pihak kecamatan Seibeduk. “Kalau udah ok, secepatnya bisa kita turunkan alat berat,”tutupnya. (cr13)

Baca juga:

Longsor Susulan, Jalan ke Bukit Kemuning Ditutup

Korban Longsor Bukit Kemuning Batam Masih Butuh Bantuan

Sudah 44 Rumah Rusak Akibat Longsor

Longsor Susulan Kembali Rusak Rumah, Warga Perumahan Nusa Indah Pilih Pindah

Longsor Bukit Kemuning Rusak 21 Rumah, Jalan Putus

Khawatir Longsor Susulan Lagi, Warga Pilih Mengungsi

Rekonstruksi Pembunuhan di Bukit Dangas, Pelaku Peragakan 14 Adegan

0
Jimmy Nababan pelaku pembunuhan  Chandra Gunawan saat saat rekonstruksi pembunuhan yang digelar Polsek Sekupang di Bukit Dangas, Tanjungpinggir, Sekupang. Foto: Yulitvia/ Batam Pos
Jimmy Nababan pelaku pembunuhan Chandra Gunawan saat saat rekonstruksi pembunuhan yang digelar Polsek Sekupang di Bukit Dangas, Tanjungpinggir, Sekupang. Foto: Yulitvia/ Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Polisi Sektor Sekupang gelar rekonstruksi pembunuhan Candra Gunawan, 31, di Kebun Bibit Bukit Dangas, Tanjungpinggir, Sekupang, Rabu (16/3) lalu. Dalam reka ulang tersebut tersangka Jimmy Nababan memperagakan sebanyak 14 adegan yang menewaskan Candra.

Sebelumnya Candra Gunawan ditemukan tewas bersimpah darah, karena pukulan linggis yang dilakukan oleh tersangka Jimmy. Penyebabnya tak lain karena tersangka merasa sakit hati kepada korban.

Dari 14 adegan tersebut terlihat korban tak berdaya saat dipukul menggunakan linggis oleh Jimmy Nababan. Pada adegan ke enam merupakan puncak emosi tersangka, dengan menggunakan kedua tangannya tersangka memukul kepala korban, sebelum akhirnya ditemukan tewas oleh anak korban Ri,7.

Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Aprizon melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Buhedi Sinaga mengatakan, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP ayat 3 junto 338 tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

Sementara itu, Jimmy mengaku menyesali perbuatan yang dilakukan terhadap Chandra. Diakuinya, karena rasa sakit hati dan emosi yang sudah tidak tertahan, sehingga membuat dirinya memukul Chandra hingga tewas.

Jimmy mengungkapkan hingga saat ini keluarganya di kampung tidak mengetahui perbuatan yang dilakukannya terhadap Chandra. “Saya menyesal telah melakukan semua ini,” sesal Jimmy. (cr17)

Baca juga:

Ini Kronologi Pembunuhan Chandra Gunawan