Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 14104

Polisi Tembak Perampok Uang Gaji Rp 654 Juta

0
Jong Meng Cs saat diamankan di Mapolresta Barelang, Rabu (27/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Jong Meng Cs saat diamankan di Mapolresta Barelang, Rabu (27/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Buser Satuan Reskrim Polresta Barelang berhasil membekuk 4 orang yang terlibat dalam perampokan uang gaji karyawan PT China Trading Contraction di Tanjung Uncang sebanyak Rp 654 juta. Satu orang ditembak karena mencoba melarikan diri.

Keempat pelaku yang dibekuk itu adalah Jong Meng (44) yang merupakan supir sekaligus pelaku utama (ditembak). Kemudian Andika Lambong (20), Ferdinan Hasibuan (21), dan Toni Wijaya (20). Ketiganya berstatus penadah hasil rampokan.

“Sebelumnya kita mendapat laporan ada perampokan di simpang Basecamp. Kemudian kita lakukan penyelidikan, kemudian diketahui terduga pelaku,” ungkap Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Dasta Analis, Rabu (27/4/2016) di Mapolsekta Barelang.

Perampokan ini berawal saat Jong Meng yang juga karyawan PT Chna Trading Contraction  menemani salah satu karyawan perusahaan yang merupakan warga negara Hongkong untuk mencairkan uang perusahaan di Bank Mandiri Batuaji, Selasa (26/4/2016). Jong Meng menyetir mobil.

Setelah dana tersebut dicairkan, Jong Meng bersama karyawan tadi kembali ke perusahaan. Namun, sebelum sampai, tepatnya di Simpang Basecamp, Jong Meng memberhentikan mobilnya dengan alasan mobil rusak.

“Karena alasan mobil rusak, kemudian pelaku meminta korban turun dari mobil. Uang tadi dalam mobil. Setelah korban turun, kemudian pelaku langsung melarikan mobilnya ke arah top 100 Tembesi,” lanjut Dasta.

Sesampainya di Top 100 Tembesi, pelaku pun meninggalkan mobil yang digunakan di sana dan langsung menaiki taksi menuju arah Nagoya untuk menukarkan uang perusahaan berbentuk ke Money Changer di Nagoya.

“Dia menukarkan uangnya dari rupiah ke dolar sebesar 35 ribu dollar Singapura,” terang Dasta.

Setelah dari money changer, pelaku pun kemudian menelepon menemui teman-temannya meminta dicarikan mobil rental. Setelah itu, ia membagikan uang kepada rekannya, antara lain: Andika Lambong (20), Ferdinan Hasibuan (21) dan Toni Wijaya (20), masing-masing Rp 20 juta dengan alasan kasihan.

“Dia memberikan karena sudah menganggap mereka seperti adik sendiri,” kata Dasta.

Jong Meng  berhasil dibekuk di Batuaji, sedangkan temannya yang ia berikan uang hasil rampokan ditangkap di Batam Centre.

Jong Meng mengaku nekad merampok uang perusahaan untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya di rumah.

“Karena tak ada duit, anak saya mau sekolah, dan kontrakan rumah mau dibayar,” terang Jong Meng.

Atas perbuatannya pelaku Jong Meng di kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara itu, ketiga pelaku lainnya dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.  (eggi)

Peringati Hari Kartini, Srikandi Pemuda Pancasila Batam Santuni Anak Panti Asuhan

0
Ketua MPC PP Kota Batam, Syafrizal Ganti Sitorus dan Pengurus Srikandi MPC PP Kota Batam bersama anak-anak panti asuhan As Syamil, Nongsa. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Ketua MPC PP Kota Batam, Syafrizal Ganti Sitorus dan Pengurus Srikandi MPC PP Kota Batam bersama anak-anak panti asuhan As Syamil, Nongsa. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Pengurus Srikandi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam menggelar kegiatan lomba memasak dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan As Syamil, Rabu (27/4). Lomba yang diikuti oleh seluruh pengurus Srikandi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Se Kota Batam ini diadakan dalam rangka memperingati hari Kartini.

“Kegiatan ini masih dalam rangka memperingati hari Kartini. Selain itu sebagai ajang silaturahmi ke sesama kader dan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dengan memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan As Syamil. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Untuk hadiahnya sendiri berupa bingkisan dari ketua Ucok Cantik,” kata Ketua Srikandi MPC PP Kota Batam, Lina Candra Dipakar.

Menurut Lina Chandra, Srikandi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya sebagai program kerja Srikandi. “Kami selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya sebagai program kerja kami,” kata Lina.

Kegiatan yang dilaksanakan di kantor MPC PP Kota Batam di Anggrek Sari Commercial Centre Nomor 6, Batamcentre itu di mulai pukul 09.00 WIB – 13.00 WIB dengan mengambil tema “Dengan semangat Kartini kita jadikan Srikandi MPC PP Kota Batam, mandiri, tangguh dan bermartabat.” `

Sementara itu Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam, Syafrizal Ganti Sitorus atau yang lebih dikenal dengan Ucok Cantik menyambut baik kegiatan ini. Dia bersyukur, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat bantuan semua pihak baik dari anggota maupun kader-kader Srikandi Pemuda Pancasila yang dengan gigih bergerak membuat kegiatan tersebut.

“Saya bangga sekaligus bersyukur, karena dengan persiapan yang hanya dua hari saja acara ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Ini artinya Srikandi Pemuda Pancasila siap melaksanakan kegiatan apa saja dan siap kapan saja,” kata Ucok Cantik.

Ucok menjelaskan, tujuan kegiatan ini dilakukan selain sebagai ajang silaturahmi sesama kader dan masyarakat juga sebagai bentuk memberikan kasih sayang dan rasa simpati yang dalam kepada saudara-saudara kita anak-anak yatim piatu dari panti asuhan. “Saya bangga Srikandi Pemuda Pancasila bisa mengadakan kegiatan yang sungguh mulia ini,” tuturnya.

“Jangan lihat besar kecilnya jumlah santunannya. Apa yang kalian lakukan sudah membuka pintu dengan para anak yatim. Kedepannya kita tingkatkan terus program kepedulian sosial ini,” harapnya.

Hadir dalam acara tersebut Pembina Srikandi MPC PP Kota Batam, Ernawati Tanjung, Ketua Bidang Peranan Wanita dan Pekerjaan Perempuan MPC Kota Batam, Finny Anggraini, S,Ikom, Sekretaris MPC PP Kota Batam, Sutarnianto, Wakil Ketua MPC PP Kota Batam, Saiful Hasibuan dan para kader Pemuda Pancasila Kota Batam. (iwa)

5.000 Buruh Demo May Day, Begini Persiapan Polisi di Batam

0
Pasukan Brimob Polda Kepri berusaha mengamankan salah seorang pendemo di depan Kantor Pemko Batam, Selasa (26/4/2016). Kegiatan tersebut merupakan simulasi dalam rangka pengamanan demo yang anarkis . Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Pasukan Brimob Polda Kepri berusaha mengamankan salah seorang pendemo di depan Kantor Pemko Batam, Selasa (26/4/2016). Kegiatan tersebut merupakan simulasi dalam rangka pengamanan demo yang anarkis . Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sekitar 600 polisi gabungan dari Polda Kepri dan Polresta Barelang menggelar latihan simulasi antisipasi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Batam, Selasa dan Rabu (26-27/4/2016).

Simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi demo buruh yang kemungkinan besar akan berlangsung pada Hari Buruh Sedunia, 1 Mei mendatang.

“Simulasi ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi kericuhan sewaktu unjuk rasa dilakukan, bahkan sampai melakukan tindakan yang anarkis dan melanggar hukum,” ujar Kabag Ops Polresta Barelang, Kompol Deden Nurdiyatullah.

Simulasi ini rutin dilakukan oleh kepolisian untuk membentuk kepercayaan diri dan menjadi lebih kompak dan tangguh.

Dalam simulasi ini, polisi menurunkan mobil Water Cannon dan gulungan kawat anti huru-hara. Sejumlah polisi tampak menjadi pendemo yang akan membuat kegaduhan. Dan sebagian polisi lainnya berperan menjadi polisi anti huru-hara dengan pakaian tempur yang lengkap dan anjing penggertak.

Tak lama kemudian, para polisi yang berperan sebagai pengunjuk rasa mulai melakukan aksinya dengan anarkis. Namun, dengan sigap, polisi yang berperan sebagai polisi anti huru-hara menghalau mereka dengan berbagai cara.

“Namun jika ada tindak pidana yang terjadi, kami tidak segan-segan akan melakukan penembakan,” tambah Deden lagi.

Dengan demikian, Deden yakin para polisi tidak akan grogi lagi ketika demo terjadi.

Rencananya, buruh di Batam dari berbagai serikat akan turun di peringatan May day 1 Mei mendatang sebanyak 5.000 buruh. (leo)

Pengawasan Kurang, Banyak Rumah Berubah Jadi Ruko & Hotel tanpa IMB

0
Kota Batam. Foto: batampos
Kota Batam. Foto: batampos

batampos.co.id – Tim terpadu yang terdiri Pemko Batam, TNI, dan Polri melakukan razia penyalahgunaan izin mendirikan bangunan (IMB) di Kecamatan Batam Kota dan Lubukbaja, Selasa (26/4/2016). Petugas banyak menemukan bangunan yang menyalahi aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Umumnya tak mengurus IMB (izin mendirikan bangunan) serta bayar PBB,” kata Kepala Bidang Sumberdaya Aparatur (Kabid SDA) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Hendra Felani

Padahal bangunan berubah fungsi, tak sesuai peruntukan. Seharusnya dibangun rumah, malah jadi hotel, ruko serta perkantoran. IMB untuk satu lantai, dijadikan dua hingga empat lantai.

“Setidaknya ada delapan pemilik bangunan yang kita berikan surat peringatan (SP),” kata Hendra.

Pemilik diminta petugas membuat surat pernyataan untuk segera mengurus IMB serta membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) yang belum mereka laksanakan. “Ini bisa menambah PAD Kota Batam,” ungkap Hendra.

Bila tak dilaksanakan, pihaknya akan terus memperingatkan pemilik hingga SP3. Bila bandel, petugas akan membongkar paksa bangunan. “Ini upaya terakhir,” ungkapnya lagi.

Pegawai lulusan STPDN ini menuturkan, razia tersebut digelar berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 02 tahun 2011 tentang bangunan gedung. Serta Perda Nomor 04 tahun 2011 tentang retribusi IMB.

Dua minggu sebelum razia, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada masyarakat agar mengurus perizinan. Namun tidak diindahkan, banyak bangunan yang melanggar izin.

“Razia ini akan kita lanjutkan ke wilayah lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menambah masukan PAD Kota Batam. “Seiring banyaknya masyarakat yang mengurus izin,” tutupnya. (hgt/bp).

Waspada Tabung Melon Ilegal, Berbahaya!

0
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup
Gas melon 3 kg. Foto: riaupos/jpgrup

batampos.co.id – Pemain gas melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Setelah aktivitas penyulingan mulai redup karena terus dipantau aparat kemanan, kini pemain mendatangkan tabung gas LPG 3 kilogram atau gas melon yang tak standar dari luar kota.

“Sebulan bisa satu kontainer,” kata Kepala Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral Disperindag Kota Batam, Amirudin, Selasa (26/4/2016).

Tabung ilegal itu sudah beredar dan dijual bebas di pasaran Batam. Hal tersebut tentu saja membahayakan masyarakat, karena tak ada jaminan mutu dan kemanan. “Yang tau ilegal atau tidaknya, ya Pertamina,” kata Pegawai berbadan langsing ini.

Kini, lanjut Amirudin kasus yang dilaporkan salah satu organisasi kemasyarakatan itu sedang ditelusuri petugas Polda Kepri. “Kita (Disperindag) gak misa masuk lagi,” beber Amirudin.

Terkait informasi tersebut, Marketing Branch Manager Pertamina Kepri, Doni Indrawan menyarakan masyarakat membeli langsung di pangkalan resmi. Selain harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang diatur Peraturan Wali Kota (Perwako), kualitasnya juga terjamin. “Pangkalan resmi disuplai resmi oleh Pertamina,” ungkap Doni.

Pihaknya tidak bisa menjamin gas melon yang dijual di pangkalan ilegal yang tersebar di seluruh titik Kota Batam. Pertamina juga tak mengatahui persis pemasok gas di pangkalan tak resmi itu.

Bila suplainya didapatkan dari agen atau pangkalan resmi, pihaknya akan memberikan sanksi. “Bisa kena sanksi,” ungkapnya lagi.

Pertamina tambah Doni terus melakukan pengawasan melalui Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 kilogram (Simolek). Program tersebut untuk memantau distribusi, mulai dari agen resmi hingga tingkat pangkalan. (hgt/bp)

Lapas Barelang Batam Kelebihan 950 Tahanan

0
Lapas kelas II A Barelang Batam. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos
Lapas kelas II A Barelang Batam. Foto: Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah narapidana (Napi) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Barelang Batam melebih kapasitas daya tampung. Saat ini jumlah napi sudah mencapai 1.350 an orang. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari daya tampung ideal lapas yang seharusnya hanya menampung 400 an orang.

Kasi binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, memang ada ketakutan tersendiri bagi petugas lapas dengan kondisi tersebut. Apalagi belakangan ini muncul pemberitaan mengenai gejolak napi yang mengamuk dan berontak di sejumlah lapas lainnya.

“Tapi alhamdulilah sejauh ini Lapas Batam masih aman. Dan harapan kami agar tetap aman kedepannya,” kata Luthfi.

Situasi yang aman dan kondusif dalam Lapas itu, kata Luthfi tak lepas dari kerja keras petugas lapas untuk tetap mengawasi dan memberikan perhatian yang lebih kepada para napi agar tetap tenang menjalani masa hukuman.

“Kami membina warga binaan dengan hati. Sistem kedekatan sebagai sahabat dan keluarga. Dan alhamdulilah sampai saat ini sikap saling menghargai(antara napi dan petugas sipir) tetap terjaga dengan baik,” kata Luthfi.

Kedekatan yang dimaksud adalah sikap petugas lapas atau sipir untuk mengedepankan nilai sopan santun dan kemanusiaan dalam menghadapi beragam kelakukan dari para napi. “Kadang mereka berulah, tapi ya tak bisa kita langsung main kasar, tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Nasehati secara baik-baik,” ujarnya.

Selain itu untuk menekan berbagai gejolak dari para napi baik itu terkait kebijakan baru ataupun tekanan dengan masa hukuman mereka, pihak lapas juga rutin menggelar berbagai kegiatan yang positif seperti workshop, perlombaan karya seni, pembuatan kerajinan tangan dan lainnya sebagainya sebagai bentuk pengalihan emosi dan gejolak batin dari warga binaan. “Kalau perbanyak kegiatan positif dalam lapas, jelas mereka akan terhibur dan lupa akan gejolak yang ada dalam pikiran mereka,” kata Lutfhi.

Tindakan kekerasan untuk membina para napi diakui Lutfhi itu adalah langkah akhir jika segalah cara pendekatan sudah dilakukan dan warga binaan yang bersangkutan sudah benar-benar mengancam keamanan dan ketenangan lapas. “Tapi yang seperti itu jarang terjadi, kalaupun ada yang tetap koordinasi dengan kepolisian,” tuturnya.

Alhasil dari langkah-langkah pembinaan yang diterapkan tersebut, diakui Lutfhi sejauh ini situasi dan keamanan di Lapas Barelang aman dan terkendali.

Sementara untuk pengamanan Lapas dari kunjungan orang luar, pihak Lapas juga tetap mengedepankan sistem pemeriksaan dan pengawalan yang ketat. Ini bertujuan untuk menghindari barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.”Pengunjung (harian) harus melalui tiga tahap pemeriksaan dan waktunya hanya 15 menit,” ujar Luthfi.

Begitu juga dengan kunjungan dari instansi atau kelompok tertentu juga diterima namun tetap dengan prosedur dan alasan yang bisa diterima. “Misalkan sosialisasi narkoba atau apalah, boleh saja, tapi tetap dalam pengawasan anggota kami,” kata Luthfi. (eja)

Lapas Barelang Over Kapasitas, Ini yang Dilakukan Petugas Supaya Aman

0
Kabid Bimdik Lapas Kelas II A Batam, Luthfi. Foto: dok.batampos
Kabid Bimdik Lapas Kelas II A Batam, Luthfi Maulana. Foto: dok.batampos

batampos.co.id – Lapas Kelas II A Barelangyang kapasitasnya hanya 400-an nara pidana (napi) kini berisi 1.350 napi.

Dengan kapasitas berlebih itu, potensi konflikj antar napi dan napi dengan sipir sangat mungkin terjadi. Namun sejauh ini tidak pernah terjadi konflik seperti di daerah lain.

Baca Juga: Kapasitas Lapas Barelang 400-an, Dihuni 1.350 Napi

Ternyata, petugas lapas punya cara tersendiri. Kasi binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, situasi yang aman dan kondusif dalam Lapas itu, tak lepas dari kerja keras petugas lapas untuk tetap mengawasi dan memberikan perhatian yang lebih kepada para napi agar tetap tenang menjalani masa hukuman.

“Kami membina warga binaan dengan hati. Sistem kedekatan sebagai sahabat dan keluarga. Alhamdulilah sampai saat ini sikap saling menghargai (antara napi dan petugas sipir) tetap terjaga dengan baik,” kata Luthfi.

Kedekatan yang dimaksud adalah sikap petugas lapas atau sipir untuk mengedepankan nilai sopan santun dan kemanusiaan dalam menghadapi beragam kelakukan dari para napi.

“Kadang mereka berulah, tapi ya tak bisa kita langsung main kasar, tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Nasehati secara baik-baik,” ujarnya.

Selain itu untuk menekan berbagai gejolak dari para napi baik itu terkait kebijakan baru ataupun tekanan dengan masa hukuman mereka, pihak lapas juga rutin menggelar berbagai kegiatan yang positif seperti workshop, perlombaan karya seni, pembuatan kerajinan tangan dan lainnya sebagainya sebagai bentuk pengalihan emosi dan gejolak batin dari warga binaan.

“Kalau perbanyak kegiatan positif dalam lapas, jelas mereka akan terhibur dan lupa akan gejolak yang ada dalam pikiran mereka,” kata Lutfhi.

Tindakan kekerasan untuk membina para napi diakui Lutfhi itu adalah langkah akhir jika segala cara pendekatan sudah dilakukan dan warga binaan yang bersangkutan sudah benar-benar mengancam keamanan dan ketenangan lapas.

“Tapi yang seperti itu jarang terjadi, kalaupun ada yang tetap koordinasi dengan kepolisian,” tuturnya.

Alhasil dari langkah-langkah pembinaan yang diterapkan tersebut, diakui Lutfhi sejauh ini situasi dan keamanan di Lapas Barelang aman dan terkendali.

Sementara untuk pengamanan Lapas dari kunjungan orang luar, pihak Lapas juga tetap mengedepankan sistem pemeriksaan dan pengawalan yang ketat. Ini bertujuan untuk menghindari barang-barang yang dilarang masuk ke dalam lapas.

“Pengunjung (harian) harus melalui tiga tahap pemeriksaan dan waktunya hanya 15 menit,” ujar Luthfi.

Begitu juga dengan kunjungan dari instansi atau kelompok tertentu juga diterima namun tetap dengan prosedur dan alasan yang bisa diterima.

“Misalkan sosialisasi narkoba atau apalah, boleh saja, tapi tetap dalam pengawasan anggota kami,” kata Luthfi. (eja/bp)

Kapasitas Lapas Barelang 400-an, Dihuni 1.350 Napi

0
Lapas Barelang di Tembesi, Batam. foto:dok
Lapas Barelang di Tembesi, Batam. foto:dok

batampos.co.id – Kerusuhan yang terjadi di sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) tak terlepas dari kapasitas lapas yang melebihi kuota.

Nah, di Batam, kondisinya serupa dengan lapas di daerah lain. Jumlah napi di Lapas kelas II A Barelang Batam, juga sudah melebihi daya tampung.

Saat ini jumlah napi sudah mencapai 1.350 an orang, sementara daya tampung sebenranya hanya 400-an orang.

Kasi binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, memang ada ketakutan tersendiri bagi petugas lapas dengan kondisi tersebut. Apalagi belakangan ini muncul pemberitaan mengenai gejolak napi yang mengamuk dan berontak di sejumlah lapas lainnya.

“Tapi Alhamdulilah sejauh ini Lapas Batam masih aman. Harapan kami agar tetap aman ke depannya,” kata Luthfi. (eja/bp)

Penderita HIV/AIDS di Batam Tinggi, Menkes Minta Ada Perda

0
Kampanye stop penularan HIV/AIDS. Foto: istimewa
Kampanye stop penularan HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Setiap tahun jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Batam terus meningkat. Triwulan pertama 2016 ini saja tercatat ada 113 penderita HIV/AIDS.

Meski penderita HIV/AIDS di Kota Batam tinggi, namun hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang berfungsi sebagai payung hukum serta perlindungan kepada penderitanya.

Padahal, sesuai dengan arahan dari Kementrian Kesehatan, jika disuatu daerah memiliki endemik HIV/AIDS tinggi maka wajib memiliki perda sebagai payung hukum.

“Kami telah mengajukan pembuatan perda tersebut pada 2015 lalu. Tapi hingga saat ini belum ada kelanjutannya,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kota Batam, Sri Rupiati, belum lama ini.

Perda HIV/AIDS berisikan beberapa poin seperti, berhak menerima pelayanan kesehatan seperti masyarakat pada umumnya, melindungi hak penderita seperti mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal.

Sri mengungkapkan, sebelumnya penderita HIV/AIDS merasa kesulitan walaupun telah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkemnas) maupun BPJS.

“Alhamdulillah berkat perjuangan bersama, sekitar enam bulan yang lalu mereka sudah bisa berobat dengan menggunakan dua kartu tersebut,” kata Sri.

Berdasarkan data Dinkes hingga 2015 penderita HIV/AIDS datang dari kalangan pekerja dengan jumlah penderita 163 orang, yang kedua ibu rumah tangga sebanyak 114 orang, ketiga wanita pekerja seks 87 orang, pekerja salon atau pijit 50 orang tenaga kerja indonesi (TKI) tiga orang dan mahasiswa dua orang. (cr17/nur)

Baca Juga:
> 114 Ibu Rumah Tangga di Batam Menderita HIV/AIDS, PSK Cuma 87 Orang
> Pengelola Prostitusi Online Batam Gandeng Terapis Panti Pijat
> 6 Pejabat Pelanggan PSK Online di Batam Akan Diperiksa
> Ada Nama Oknum Pengusaha dan Pejabat Pemprov Kepri di Daftar Pelanggan Prostitusi Online di Batam
> Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka Terkait Prostitusi Online di Batam
> Siap-Siap, Pelanggan PSK Online di Batam Dicari Polisi
> Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Batam

Selamat Pagi Batam

0
Suasana pagi di Pantai Turi Beach Nongsa. Batam. Ini salah satu tempat istirahat yang banyak didatangi wisatawan asal Singapura. Foto: Yuliana Dewi/ batampos.co.id
Suasana pagi di Pantai Turi Beach Nongsa. Batam. Ini salah satu tempat istirahat yang banyak didatangi wisatawan asal Singapura. Foto: Yuliana Dewi/ batampos.co.id