Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 14113

Dewan Klaim Bantuan Pusat Bidang Olahraga Terkendala Lahan

0
Ilustrasi stadion olahraga mini. Foto: istimewa
Ilustrasi stadion olahraga mini. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Pusat tak mau memberikan bantuan pembangunan, terutama sarana dan prasarana olahraga. Hanya karena status lahan yang belum jelas.

“Permintaan yang kita minta selalu ditolak,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak, Kamis (28/4/2016).

Padahal, anggaran yang disediakan pusat cukup besar, Rp 12 miliar hingga Rp 15 miliar untuk satu stadion mini. “Minimal kita butuh 10 hingga 12 stadion di Seluruh Kecamatan, daerah takan mampu membiayai ini,” kata Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurut Jefri, syarat penerima bantuan pembangunan dari pusat, minimal dengan pengurusan sertifikat.

“Ini yang tak kita miliki, akhirnya bantuan dialihkan ke daerah lain,” bebernya lagi.

Selain itu, permasalahan lahan juga menghambat pembangunan fasilitas umum serta fasilitas sosial. Pembangunan sekolah maupun puskesmas sering gagal, karena tak ada lahan.

“Anggaran yang dialokasikan pun tak bisa direalisasikan,” katanya lagi.

Melalui struktur pimpinan baru, Badan Pengusahaan (BP) Batam diharapkan bersedia mengalokasikan lahan untuk kepentingan publik.

“Sehingga pembangunan di Batam bisa berjalan maksimal,” harapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda mengatakan, selama ini pengalokasian dan pengurusan lahan di Batam dikuasai oknum dan mafia.

Carut marut, serta buruknya pengurusan lahan menyebabkan masyarakat maupun investor sulit untuk mendapatkan legalitas maupun kepemilikan lahan.

Menurutnya BP Batam sering mengatakan lahan habis dialokasikan untuk pihak ketiga. Padahal secara fisik, banyak lahan tidur yang belum dibangun.

“Mengatasnamakan perusahaan yang tak jelas,” beber Yunus. Meskipun tak ada tanda akan adanya pembangunan dan lama dibiarkan. BP batam tak berani menarik kembali.

“Karena mafia dan oknum yang bermain,” kata politisi Golongan Karya (Golkar) Kota Batam ini.  (hgt/bp)

Siap-Siap, Ruli di Lahan Investor Segera Digusur

0
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id
kepala BP Batam Hatanto. Foto: Iman W./batampos.co.id

batampos.co.id -Keluhan pengusaha soal lahan mereka banyak ditempati perumahan liar (ruli) sehingga sulit untuk membangun, mulai direspon oleh pejabat baru Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Setelah audit lahan selesai, ruli yang menempati lahan invesor akan segera digusur.

“Apindo dan Kadin sudah mengadukan ini sama saya. Ini memang harus diperhatikan. Seperti yang saya katakan penegakan hukum akan dilakukan,” kata Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro.

Hatanto mengatakan saat ini ada beberapa titik kios liar yang memang mengganggu, bahkan ketertiban umum. Misalnya ruli yang masih banyak menyebar di sekitar bandara Hang Nadim. Termasuk ruli yang ada di kawasan hutan lindung dan yang ada di sekitar kawasan industri.

“Selama ini memang seolah-olah ada pembiaran. Tetapi tegas kita sampaikan akan dilakukan penegakan hukum.Yang di bandara itu sudah sangat mengganggu,” katanya.

Tetapi ia meminta agar semua penegak hukum untuk bisa bersatu. “Kita harus konsisten dan jangan setengah hati. Tetapi ingat penertiban ini harus ada jalan keluarnya,” katanya.

Dalam penertiban ini nantinya, spesifikasi satu ruli dengan ruli yang lain harus dibedakan. Demikian halnya dengan bangunan dan letaknya juga harus dibedakan.

“Jadi tidak semua sama. Harus dibedakan satu dengan yang lain,” katanya.

Jannes Sibuea, wakil ketua Kadin Batam bidang Industri mengakui bahwa keberadaan ruli di sekitar kawasan industri ini memang sangat mengganggu. Menurutnya, calon investor dari luar sudah ada yang membatalkan investasinya karena melihat banyak ruli di kawasan industri.

“Ketika jalan-jalan ke kawasan industri di Sekupang, di sana sudah banyak rumah liar. Itu sangat mengganggu, selama ini terkesan ada pembiaran,” katanya.

Selain itu, banyak juga ruli itu yang tidak tertata dengan baik. Ketika pemilik lahan hendak menggunakan lahan, maka akan ada perlawanan.

“Artinya investor atau pengusaha akan mengeluarkan cost yang lebih mahal lagi,” katanya. (ian)

Erick Thohir: Potensi Batam Luar Biasa, Tapi Tak Dikelola dengan Baik

0
Erick Thohir. Foto: istimewa
Erick Thohir. Foto: istimewa

batampos.co.id -Pengusaha kelas kakap yang juga pemilik klup sepakbola Inter Milan Erick Thohir menilai, potensi Batam untuk menjadi pusat perdagangan, industri, alih kapal, dan basis perekonomian potensinya sangat besar. Namun sayang, Batam belum dikelola dengan baik sehingga masih tertinggal jauh dari daerah lain.

“Untuk mendongkrak daya saing Batam, maka yang paling diperlukan adalah mempermudah perizinan di Batam,” Kata Erick Thohir, saat hadir sebagai pembicara di acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam di Ballroom Haris Hotel, Kamis (28/4/2016).

Ia mengaku bahwa pengusa punya peranan penting dalam pengembangan negara Indonesia. Menurutnya, untuk bisa bersaing dalam dunia global, maka pengusaha harus bisa melihat peluang yang ada.

“Batam diuntungkan karena dekat dengan negara lain yang potensial. Ini yang masih kurang maksimal dimanfaatkan. Kalau perizinan dipercepat akan makin banyak investor ke Batam,” katanya.

Menurutnya, salah satu langkah untuk meningkatkan daya saing Batam adalah mensinergikan visi di antara semua pengusaha dan pemerintah di Batam.

Selain itu, semua infrastruktur harus dilengkapi dan berstandar internasional, sehingga saat investor datang, mereka tak ragu. Tak hanya itu, semua lini birokrasi juga harus mudah, cepat, berbiaya kecil alias tidak ada pungli.

Insentif juga sangat diperlukan bagi investor yang menanamkan modalnya di Batam. Dengan status FTZ maupun KEK, Batam sejatinya bisa bergerak cepat dan lebih maju dari daerah lainnya, namun faktanya tidak.

Hal inilah menurut Erick Thohir harus dicari akar persoalannya, kemudian dipecahkan sehingga semua hambatan investasi bisa diatasi. “Sinergi semua lini juga sangat diperlukan,” katanya.

Hadir juga dalam acara ini dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro, Ketua Apindo Kepri Cahya, kedutaan Indonesia untuk Singapura, Wakil ketua II DPRD Kota Batam Iman Sutiawan, dan sejumlah asosiasi pengusaha yang tergabung dalam Kadin Batam.

Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, mengatakan daya saing Batam ini tidak terlepas dari sinergi dari pengusaha dan pemerintah. “Pengusaha semua harus bersatu, dengan semangat energi yang baru maka mari kita tingkatkan daya saing Batam,” katanya.

Menurutnya, pemerintah dan pengusaha harus sinergis untuk membangun Batam. “Pemerintah dan pengusaha harus bersinergi,” katanya.

Sementara Wakil WaliKota Batam Amsakar Achmad dalam sambutannya juga mengaku senang melihat pengusaha sudah mulai bersatu. Menurutnya, selama ini pengusaha di Batam terlihat kurang harmonis.

“Jadi di antara pengusaha sudah mulai harmonis. Dan memang acara ini memang sangat penting,” katanya.

Kata Amsakar, persoalan kontraproduktif yang pernah muncul di masa lalu, seharusnya tidak lagi muncul di masa mendatang. Di mana menurutnya, selama ini hubungan kelembagaan di Batam ini yang perlu dibenahi.

“Batam ini sama dengan daerah lain. Tetapi yang buat Batam luar biasa adalah gontok-gontokan,” katanya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Batam ini melaju sangat lambat dibanding dengan daerah lain sejenis di asia Tenggara.

“Kalau kita ini lari Marathon, kalau daerah asing itu lari sprint. Makanya dengan pimpina BP Batam yang baru akan ada semangat baru. Dan akan tetap sinergis,” katanya. (ian/bp)

Pelaku Curanmor di 16 TKP Dibekuk Polisi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Anggota Reskrim Polsek Batamkota berhasil meringkus satu orang pelaku pencurian sepeda motor yang telah beraksi di 16 Tempat Kejadian perkara (TKP) sebanyak 16 kali. Pelaku yang berhasil diamankan adalah Baginda Denny Hasibuan (35) warga Tiban Mc Dermott, Sekupang.

“Berawal dari sering terjadinya kasus tindak pidana curanmor di Alun-alun Engku Putri, sehingga anggota Opsnal Polsek Batamkota melakukan pengintaian di tempat tersebut, sehingga mendapatkan pelaku yang saat itu gerak geriknya mencurigakan,” ungkap Kapolsek Batamkota, Kompol Arif Budi, Kamis (28/4).

Setelah melakukan penggeledahan terhadap pelaku, anggota opsnal menemukan kunci, STNK sepeda motor serta kunci L. “Kemudian pelaku kita bawa ke Polsek Batam Kota untuk dilakukan pengembangan,” kata Arif.

Hasil pengembangan yang dilakukan polisi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian sebanyak 16 kali, yang diantaranya di wilayah hukum Batamkota sebanyak 7 kali, wilayah hukum Bengkong 2 kali, wilayah hukum Batuaji 2 kali, wilayah hukum Lubukbaja 2 kali, wilayah hukum Batuampar 1 kali, wilayah hukum Sekupang 1 kali dan wilayah hukum Sagulung sebanyak 1 kali.

Lebih lanjut Arif menjelaskan modus yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksinya hanya seorang diri. Lalu pelaku menuju ketempat sasaran dengan menggunakan angkot.

“Pelaku biasanya pergi menggunakan transportasi umum menuju tempat sasarannya. Selain itu, pelaku juga sudah menyiapkan kunci L yang telah dimodifikasi untuk menghidupkan sepeda motor,” terang Arif.

Dari hasil penangkapan ini, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 5 unit sepeda motor, 1 buah tas selempang, 2 buah nomor polisi, 1 buah kunci L yang telah di modifikasi, 4 buah STNK, dan 1 unit handphone. (eggi)

Lagi Main Futsal Kaca Mobil Dipecah

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di tempat parkir kembali terjadi. Kali ini mobil Daihatsu Xenia BP 1587 HJ milik Febrain, warga Grenland Blok A1 No 1 Batamcentre dipecah saat sedang bermain futsal di Ikan Daun, Batamcentre.

“Lagi main futsal, tetapi tiba-tiba dapat kabar jika kaca mobil dipecahin orang,” ujar Febrain, saat membuat laporan di Mapolsek Batamkota, Rabu (27/4).

Dalam kejadian itu, kaca belakang bagian kanan mobil pecah. Tas berisi seragam sekuriti, uang dan dompet berhasil dibawa kabur pelaku.
“Itu mobil perusahaan. Yang hilang juga tas karyawan saya yang kebetulan ikut main futsal,” ujarnya memberi keterangan.

Namun begitu, lanjutnya, tas tersebut sudah ditemukan oleh seseorang yang mengaku tukang ojek di kawasan Seipanas. Ia mengaku menemukan di tepi jalan dan mengantar ke perusahaan tak lama setelah kejadian. Untuk uangnya sudah tidak ditemukan lagi.

“Uangnya gak banyak kok pak, ada ratusan ribu sama 5 Dolar Singapura,” tuturnya.

Terkait pelaku, Febrain mengaku tak mengetahui. Pasalnya di lokasi kejadian tidak disediakan kamera pengawas (CCTv).

“Saya tanya sekuriti Ikan Daun, ia mengaku melihat orang mencurigakan di dekat mobil saya. Tapi kok bisa enggak dicegatnya,” herannya.

Kepada polisi ia juga mengaku melihat ada banyak bercak darah di tas tersebut. “Mungkin tangan pelaku terluka saat pecahin kaca mobil. Barangkali bekas darah ini bisa melacak pelaku,” harapnya. (rng)

Untungkan Pekerja, Pemerintah Dorong Perusahaan Bentuk Koperasi

0
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong perusahaan memiliki koperasi bagi karyawannya. Dengan adanya koperasi itu, Pemko Batam, siap memfasilitasi pendistribusian barang khususnya sembako dari Perum Bulog bagi para pekerja dengan harga layaknya di tingkat distributor. Sehingga, pekerja diuntungkan.

“Sehingga barang yang diterima karyawan merupakan barang dengan harga distributor. Artinya lebih murah dari harga pasaran,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Bahkan, Pemko juga siap menyalurkan dana bergulir dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) untuk koperasi karyawan tersebut.

“Dalam Perda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam, juga langsung dibunyikan tentang (anjuran pembentukan) koperasi pekerja ini,” ujarnya.

Wakil Wali Kota mengatakan sejauh ini pihaknya sudah membicarakan hal ini dengan Anggota Komisi IV DPRD Batam. Tujuannya, agar wakil rakyat di parlemen itu juga membantu untuk turut mendesak perusahaan segera membentuk koperasi tersebut.

“Bahkan, setiap pembahasan dengan dewan pengupahan ataupun serikat pekerja, kita senantiasa mengusulkan perusahaan untuk membuat koperasi karyawan,” kata dia.

Sejauh ini, dari seluruh perusahaan di Batam, hanya 29 persen yang memiliki koperasi karyawan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari mengatakan pihaknya sudah mendesak agar semua perusahaan di Batam memiliki koperasi. Nantinya, koperasi tersebut bisa menyalurkan sembako murah untuk pekerja.

“Hal ini untuk meningkatkan daya beli pekerja,” katanya.

Selain koperasi karyawan, ia juga menyikapi banyaknya keluhan dari perusahaan khususnya perusahaan multinasional terhadap tata kelola ketenagakerjaan di Batam. Sehingga perlu pembenahan lebih baik lagi untuk Batam.

“Perusahaan-perusahaan tersebut antusias untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Batam,” paparnya. (rna)

Gara-gara Pungli, Satpam dan Ditpam BP Batam Nyaris Baku Hantam di Pelabuhan Ferry Internasional

0
Bukti cap yang terdapat di belakang boarding pass penumpang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Bukti cap yang terdapat di belakang boarding pass penumpang. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Sekuriti PT Sinergi Trada, selaku pihak pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre nyaris baku hantam dengan anggota Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.

Adapun keributan ini dipicu oleh adanya laporan pungli terhadap penumpang di pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre. Karena alasan itu lah, pihak pengelola pelabuhan memasang kaca dengan tujuan menjadi pembatas antara penumpang dengan petugas Ditpam Batam.

“Keluhanan dari penumpang sudah lama saya dengar, lalu saya lakukan pengecekan, ditemukan yang bermain selama ini pihak Ditpam,” ungkap Manager Oprasional PT Sinergi Trada, Nika Astaga, Kamis (28/4).

Saat itu Nika mendapatkan keluhan dari penumpang bahwa yang melakukan pungli itu adalah petugas yang memakai baju dinas berwarna biru.

“Awalnya dikira orang imigrasi, namun ternyata orang Ditpam yang memakai baju biru tua. Karena bajunya sama-sama biru,” lanjut Nika.

Lebih lanjut Nika menjelaskan modus pungli yang dilakukan oleh oknum tersebut dengan cara scanner tiket. Adapun yang menjadi calon korban oleh oknum tersebut adalah para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Mereka biasanya meminta sebesar 20 ribu. Jika tidak diberikan, mereka langsung menahan paspor penumpang,” pungkas Nika.

Sementara itu, Kordinator Pengamanan Pelabuhan Batamcentre, Genduk Afreini membantah bahwa pihaknya telah melakukan pungli terhadap calon Tenaga Kerja Indonesia di pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre.

“Kalau memang Ditpam melakukan pungli, apakah mereka ada buktinya. Ini pelabuhan abu-abu semuanya bermain di sini. Kami sama sekali tidak pernah bermain,” kata Genduk.

Genduk menjelaskan keributan yang terjadi siang ini bukanlah karena masalah pungli. Akan tetapi masalah ini berawal dari pihak pengelola yang ingin memasang kaca, tapi tidak pernah meminta ijin kepada BP Batam.

“Kami tidak melarang kalau mereka sudah meminta ijin. Pelabuhan ini kan milik BP Batam, seharusnya mereka harus meminta izin kepada pemiliknya. Masak mau merenovasi rumah tidak meminta izin sama pemiliknya,” terang Genduk.

Lebih lanjut Genduk menjelaskan selama ini pihak pengelola dan imigrasi lah yang selalu melakukan pungli terhadap para calon Tenaga Kerja Indonesia.

“Di dalam tiket pekerja tenaga kerja yang dari tekong itu sudah ada cap stempelnya di belakang boarding pass. Nanti ketika boarding pass itu di sobek oleh oknum imigrasi, barulah tekongnya datang untuk menukarkan boarding pass yang sudah ada cap itu,” jelas Genduk.

Adapun cap stempel logo yang tercantum di belakang boarding pass itu berasal dari tekong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan menuju Malaysia.

“Logo pungli itu yang punya banyak orang. Biasanya yang ada capnya itu TKI, mereka mendapatkan dari tekongnya masing-masing. Kita disini cuma cek spotek saja, karena spotek ini berasal dari BP Batam,” terang Genduk.

Berdasarkan pantauan batampos.co.id di lapangan, terdapat berbagai cap maupun tandatangan yang terdapat di belakang Boarding Pass penumpang. Adapun cap tersebut diantaranya berlambang bunga, bintang, ikan, hingga tanda tangan dari tekongnya.

Sementara itu, Irwan yang merupakan salah satu petugas Imigrasi mengatakan saat ini pihaknya baru mengetahui adanya tuduhan tersebut. Ia mengatakan akan segera melaporkan masalah ini kepada pimpinannya terlebih dahulu. “Nanti saya laporkan dulu. Biar sama pimpinan saya saja nanti,” ungkapnya. (eggi)

Awal Mei PLN Batam Defisit Daya 40 MW, Ssst.. akan Ada Pemadaman Bergilir

0
Di sini 110 MW listrik batam diproduksi. foto: putut ariyotejo / batampos.co.id
Di sini 110 MW listrik Batam diproduksi.
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

batampos.co.id – Mei sudah di depan mata. Pada minggu pertama ada libur panjang pada akhir pekan. Tanggal merah jatuh pada tanggal 5 dan 6. Itu ialah hari Kamis dan Jumat. Nah bagi Anda yang kerjac uma lima hari maka saat itu ialah libur panjang. Sudah ada rencana liburan?!

Pembaca batampos.co.id yang budiman ketahuilah pada tanggal 4 hingga 8 Mei PLN Batam berencana untuk melakukan pemadaman listrik bergilir. Bukan karena gangguan tapi karena pemeliharaan rutin. Demikian keterangan yang kami terima.

“Pemadaman akan dilakukan secara bergilir masing-masing selama satu setengah hingga dua jam,” ujar Rudi Antono , Corporate Communication PLN Batam.

I Made Suardana, Wakil Direktur Utama PT TJK Power yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam menjelaskan pemadaman tidak bisa dihindari sebab PLTU harus melakukan inspeksi rutin.

PLTU Tanjung Kasam terdiri dari dua unit. Layaknya satu mesin di inspeksi mesin lain masih produksi listrik. Nah, kali ini kedua unit pembangkit harus dilakukan pemeliharaan. Bersamaan.

“Ada common facilities yang harus diinspeksi,” terang Made.

Common facilities yang dimaksud ialah sistem inlet air laut.

Jadi begini, PLTU ialah pembangkit yang memanfaatkan batu bara sebagai energi pendorong turbin untuk memroduksi listrik. Batubara akan “merebus” air hingga 500 – 800 derejat celcius, hingga menjadi uap. Uap inilah yang akan menggerakkan turbin.

Itu makanya PLTU Tanjung Kasam dibangun dekat dengan laut. Secara sederhana, air laut disedot untuk kemudian dijernihkan (desalinasi). Air desalinasi inilah yang kemudian “direbus”.

PLTU Tanjung Kasam memiliki kapasitas produksi 2 X 55 MegaWatt atau 110 MW atau 30 persen dari sistem kelistrikan Batam. Kapasitas sebesar itu langsung habis dikonsumsi oleh warga Batam. Secara strategi PLTU menjadi baseload (pemikul beban dasar) kelistrikan di Batam. Tidak heran begitu kehilangan daya dari PLTU sistem kelistrikan di Batam pun goyah.

Pada rencana pemadaman Mei mendatang, diperkirakan PLN Batam akan mengalami defisit sebanyak 40 MW saja. 110 MW yang hilang itu akan ditutupi dari Pembangkit Listrik tenaga Gas (PLTG) Panaran dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang kini kembali diaktifkan oleh PLN Batam.

Pada tanggal 4 Mei pemadaman akan dilakukan secara bergilir rata-rata 3 jam setiap pelanggan. Pada tanggal 5 – 8 diperkirakan hanya 2 jam saja. Kok bisa begitu? Sebab, ya, itu tadi, tanggal 5 – 8 Mei ialah libur panjang. Diharapkan pada saat itu beban yang harus dipanggul PLN Batam lebih rendah daripada hari kerja.

“Bahkan kami usakan untuk tidak ada pemadaman,” ucap Rudi.

Bukan tanpa alasan pemadaman dilakukan saat libur panjang. Bukan, bukan karena ingin menganggu liburan warga Batam tetapi semata saat itu dianggap paling pas sebab setelah itu siswa SMP akan menghadapi ujian nasional. Tempo berikutnya akan hadir Ramadan dan agenda besar lainnya.

“Kami berharap saat libur, beban listrik akan turun sehingga tak perlu ada pemadaman,” imbuh Rudi. (ptt)

Dilindas Bus Trans Batam, Antoni Tewas

0
Jenazah Antony di RSOB Sekupang, Rabu (27/4/2016) malam. Foto: eggi/batampos.co.id
Jenazah Antoni di RSOB Sekupang, Rabu (27/4/2016) malam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sepeda motor barang yang dikemudikan Antoni Sitorus (35) mengalami kecelakaan di jalan lintas dari arah Simpang Jam menuju Tiban, Rabu (27/4/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah jatuh dan terseret, Antoni kemudian di tabrak bus Trans Batam hingga sekujur tubuhnya remuk dan meninggal dunia.
“Itu ada grobak yang dikemudikan korban, dia berjalan di sisi kiri sedangkan saya di sisi kanan. Kemudian ada motor di depan saya menyalip grobak. Lalu grobaknya mengerem mendadak, dan jatuh ke kanan,” ungkap Wildan, sopir bus Trans Batam.
Lebih lanjut Wildan menjelaskan setelah melihat korban jatuh, ia tidak sempat langi mengeram hingga menabrak Antoni.
“Saya gak sempat ngelak lagi. Dia langsung terlindas tadi,” lanjutnya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun batampos.co.id, korban merupakan salah satu pedagang pakaian di pasar kaget Tiban Lama. Saat itu ia mau berangkat menuju tiban lama untuk berdagang.
Sementara itu, bus Trans Batam yang dikemudikan Wildan dan sepeda motor yang digunakan korban saat ini telah dibawa ke Mapolresta Barelang.
Sementara korban dibawa ke RSOB Sekupang, tadi malam. (eggi)

Bawa Sabu, WN Malaysia Ditangkap di Pelabuhan Batam Centre

0
Tersangkan WN Malaysia saat menunjukkan barang bukti sabu yang ia bawa (dua dari kiri) di Mapolsek Kawasan Pelabuhan, Kamis (28/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Radha Krishnan (2 dari kiri), WN Malaysia saat menunjukkan barang bukti sabu yang ia bawa dari Malaysia di Mapolsek Kawasan Pelabuhan, Kamis (28/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Jajaran Kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan berhasil menggagalkan penyulundupan narkoba jenis sabu sebanyak 2 paket seberat 0,95 gram di pelabuhan internasional Batam Centre, Rabu (27/4/2016) lalu.

Sabu itu dibawa Radha Krishnan (51) yang merupakan salah seorang warga negara Malaysia.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan, AKP Wahyu Norman menjelaskan kronologi penangkapan berawal dari kecurigaan pihaknya atas gerak gerik pelaku yang mencurigakan.
“Kemudian kita lakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan kita menemukan dua paket sabu,” ungkap Norman, Kamis (28/4/2016).
Modus pelaku dalam melakukan penyelundupan yaitu dengan cara menyelipkan dua paket sabu tersebut ke dalam kotak rokok yang di simpan di dalam saku baju pelaku.
“Untuk menghindari terlacak melalui x ray, pelaku menyimpannya ke dalam sebuah kotak rokok,” jelas Norman.
Lebih lanjut Norman mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku sebelum diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Saat ini pelaku masih kita amankan untuk lakukan pengembangan, apakah motif dia membawa dua paket sabu ini dia hanya membawa sampel atau untuk di pakai,” lanjut Norman.
Dengan banyaknya masuk narkoba dari Malaysia, Norman mengatakan pihaknya akan terus memperketat masuknya narkoba menuju Batam dari Malaysia.
“Ke depannya akan kita perketat lagi pengawasan terhadap penumpang yang masuk ke Batam,” pungkasnya. (eggi)