Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 14114

Pak Walikota, Kita Tiru Surabaya Yuk, Punya Pasar Ikan Khusus

0

setraikanbulak

batampos.co.id – Surabaya membangun Sentra Ikan Bulak (SIB) di pantai Kenjeran Kota Surabaya, tujuannya menyejahterakan masyarakat sekitar.

Pasar ikan ini tak sekadar pasar, ia digadang menjadi salah satu jujukan destinasi wisata yang dikenal dunia internasional.

“Apabila SIB tidak lekas ditempati, maka selamanya akan sepi seperti yang terjadi selama beberapa tahun terakhir ini,” kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat membuka Festival Bulak 2016 di Sentra Ikan Bulak, Kenjeran, Minggu.

Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan sinergi antara seluruh warga Bulak dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Jika seluruh pedagang ikan di kawasan Bulak mau berkumpul, maka pembeli akan terpusat di SIB. Mari kita bersama-sama memanfaatkan SIB, kelak jika Jembatan Kenjeran dibuka, seluruh wisatawan dipastikan akan ke sini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Risma memberi tenggat waktu kepada tokoh masyarakat mulai dari pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW untuk mengajak warganya menempati kios-kios di SIB.

Bahkan, Risma meminta semua pedagang yang ada di sekitar pesisir Bulak untuk pindah berjualan di stand SIB itu. “Saya berikan waktu kepada Pak Camat dan Pak Lurah sampai 30 hari ke depan. Jika tidak kunjung menemapati SIB, maka akan ditempati pedagang dari Pabean,” ujarnya.

Menurutnya, sudah selama dua tahun pedagang Pasar Pabean mengirimkan surat kepada wali kota. Namun ia belum dapat menanggapinya, karena fokus utama pembangunan SIB adalah untuk mensejahterahkan warga Bulak.

Risma memastikan bahwa pada Bulan Juli 2016, kawasan pesisir Bulak itu akan menjadi kawasan internasional karena akan ada agenda UN Habitat yang akan dihadiri oleh warga dari berbagai negara di dunia ini.

“Tapi kalau masyarakatnya tidak siap, saya kan yang malu nanti. Saya ingin membuktikan bahwa Surabaya itu bisa karena itu mari kita bersama-sama mengubah nasib kita,” katanya.

Risma pun berkali-kali mengajak kepada warga dan tokoh masyarakat untuk meramaikan gedung SIB itu, karena kawasan itu diyakini oleh Risma akan menjadi jujukan wisata baru di Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Risma menyempatkan untuk berkomunikasi langsung dengan dua nelayan Bulak yang menyampaikan keluh kesah. Bahwa, selama bertahun-tahun menjadi nelayan, mereka mencoba bertahan dengan kondisi yang masih pas-pasan.

Kepala Dinas Pertanian Surabaya Djoestamadji menambahkan dari 260 kios di SIB sekitar 20 persen yang telah diisi dan sudah ada pemiliknya.

“Ibu wali kota telah memberikan batas waktu hingga 30 hari kedepan untuk para pedagang yang mengisi kios. Kami terus berkomunikasi dengan kecamatan dan kelurahan dalam hal ini,” katanya.

Camat Bulak Suprayitno menjelasakan Festival Bulak 2016 yang rencananya akan digelar selama 7 hari, mulai dari 3-10 April ini diharap mampu menyedot antusias warga dari penjuru Kota Pahlawan.

Pada pembukaan kali ini ada pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang mendatangkan tim laboratorium, P3K, dan tim obat, dengan sasaran sekitar 500 warga. (peh)

DPRD Batam Berharap PKL Direlokasi dan Ditata

0
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Baru saja ditertibkan pedagang kakilima kembali berjualan di Simpang Panbil, Seibeduk. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam berharap Pedagang Kakilima (PKL) di Batam tak hanya ditertibkan. Namun juga butuh kepastian relokasi, penataan, dan pembinaan.

”Sesuai dengan Perpes Nomor 125 tahun 2012, dan Kemendagri nomor 41 tahun 2012 pemerintah wajib melakukan pembinaan PKL, bukan malah membinasakan,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husen.

Menurutnya, keberadaan PKL dipersepsikan negatif, mengganggu ketertiban dan melanggar undang-undang. Karena berjualan di lahan yang salah, row jalan, dan bufferzone. Sehingga keberadaannya dipandang sebelah mata dan tidak diperhitungkan.

”Namun sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, sudah selayaknya memperhatikan nasib PKL,” harap politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Karena menurutnya, keberadaan PKL menjadi solusi penyediaan harga yang lebih murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain PKL membantu mengurangi pengangguran. ”Karena menciptakan lapangan kerja,” terangnya.

Apalagi menurutnya, mayoritas PKL adalah sosok pedagang yang ulet yang telah berjuang untuk menghidupi keluarganya.

Menurutnya, PKL bukan pilihan, namun keterbatasan pendidikan, serta minimnya kesempatan kerja membuat mereka berjualan di lahan yang salah. ”Ketimbang berbuat pidana,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) 21 Maret 2016 lalu, pemerintah mengintensifkan pengawasan antisipasi menjamurnya PKL. Bila ada penggusuran harus dipaparkan terlebih dahulu dengan berbagai pihak, termasuk DPRD.

Menurutnya ada tiga faktor keberadaan PKL bisa digusur. Pertama, negara membutuhkan lahan, misalnya untuk pelebaran jalan dan drainase.

Kedua, pihak developer dengan tidak menyetujui adanya PKL tersebut. Ketiga RT, RW dan masyarakat setempat tidak menyetujui keberadaan PKL karena dianggap mengganggu kenyamanan. “Pemerintah harusnya mencarikan solusi,” pungkasnya. (hgt)

Baca juga:

Baru Ditertibkan, PKL Simpang Panbil Kembali Buka Lapak

Satpol PP Batam Tertibkan Kios Simpang Panbil

Padagang Kakilima Simpang Panbil Mengancam, Tetap Berjualan Hingga Ada Solusi

Cegah Pedagang Kakilima Kembali, Satpol PP Batam Jaga Lokasi Yang Ditertibkan Selama 24 Jam

Usai Ditertibkan, Sampai Saat Ini Satpol PP Masih Jaga Simpang Panbil

Minggu Ini, Kios Liar di Pasir Putih Akan Dibongkar

0
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos
Warga membangun kios liar di sepanjang jalan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (24/3). Foto: Rezza Herdiyanto/Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu sepakat membongkar semua kios liar di Batam. ”Minggu ini akan kita bongkar yang di Pasir Putih. Mungkin setelah itu kios liar yang ada di Batamcenter lainnya,” kata Hendri, Kasatpol PP Kota Batam, Minggu (3/4).

Sebelumnya, untuk tahap awal pemilik kios sudah diberikan surat peringatan (SP). Di mana untuk pembongkaran awal akan dilakukan di Pasir Putih yang sudah masuk SP Bongkar.

”Semua akan kita berikan SP. Tidak ada satu kios pun yang akan terlewatkan. Semua akan diberikan SP. Tetapi pembongkarannya akan dilakukan bertahap,” ujar Hendri.

Hendri mengatakan pemberian SP ini sesuai dengan pertemuan dengan para pemilik kios liar beberapa waktu lalu. Di mana dituntut agar semua kios liar ini dibongkar.

”Kita tidak boleh tebang pilih. Makanya minggu ini sudah semua kios akan dikirimkan SP. Tetapi ada yang SP 1, ada yang SP-2, mungkin ada juga yang SP-3. Saya tidak hafal,” katanya.

Sementara itu, Tumbur M Sihaloho, anggota komisi I DPRD Kota Batam mengapresiasi Pemko Batam jika memang konsisten membongkar semua kios liar. Ini penting untuk menghindari kecemburuan sosial.

”Tapi harus konsisten. Jangan hanya diberikan surat peringatan tetapi tidak ada penertiban. Harus adil,” katanya.

Menurut Tumbur, kios liar ini tidak diperkenankan karena berada di kawasan yang tidak sesuai peruntukannya. Di mana keberadaannya mempersempit ruang terbuka hijau di Batam. Termasuk taman kota.

“Tetapi kita beraharap ada solusi dari pemerintah kepada pedagang yang ada di kios. Jangan sampai mereka dibiarkan begitus saja. Harus dibina, dan dicarikan tempat untuk berusaha,” katanya. (ian)

Baca juga:

Pak Walikota, Pemilik Kios Liar Tetap Membandel Nih . . .

Bikin Semrawut, Tahun Ini Seluruh Kios Liar di Batam Akan Ditertibkan

Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

DPRD Batam Minta Kejati Tidak Tebang Pilih Terkait Kasus Bansos Senilai Rp 66 Miliar

0
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris
Aris Hardy Halim. Foto: dok Aris

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mempertanyakan lambannya pengusutan kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) Kota Batam 2011-2012 sebesar Rp 66 miliar.

Banyak yang sudah diperiksa, namun hanya sebagian kecil dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

”Lucunya, Aris Hardi Halim yang mengaku tak pernah diperiksa, justru dijadikan tersangka. Yang diperiksa berkali-kali justru tak jadi tersangka,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai.

Padahal dari awal, Kejati membeberkan modus penyalahgunaan dana bansos ini di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Batam. Ditargetkan Maret, namun hinggga kini baru beberapa orang tersangka saja.

Itupun, lanjut politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) kerugian di persatuan sepakbola (PS) Batam hanya Rp 500 juta saja. ”Sisanya Rp 61,5 miliar lagi, siapa yang menyalahgunakannya?” tanya Lik Khai.

Ia meminta Korps Adhyaksa bisa mengusut tuntas kasus yang ditunggu masyarakat umum ini. ”Kami berharap penegak hukum tidak tebang pilih, kita mendukung pengusutan kasus ini,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain menyampaikan, akibat banyaknya program bansos tersangkut masalah hukum, pimpinan SKPD banyak menolak program ini. Karena desakan politik, mereka tak bisa berbuat banyak.

”Sebetulnya SKPD keberatan,” tutur Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Menurut Yudi, selama ini Bansos digunakan untuk membangun kekuatan politik dan sosial. ”Ini yang keliru, harus diubah,” katanya.

Sementara itu Kasisdik Kejati Kepri, Zainur, mengatakan pihaknya sudah dua kali melayangkan panggilan ke Aris untuk diperiksa sebagai saksi selaku mantan Ketua PS Batam, namun Aris selalu mangkir.

Menurut Zainur, pemanggilan Aris penting untuk mengetahui lebih jauh seluk beluk penyalahgunaan dana bansos tahun anggaran 2011-2012 ini. “Perkembangan penyidikan selalu mengarah adanya tersangka baru,” kata Zainur, Selasa (29/3/2016) lalu. (hgt)

Baca juga:

> Disebut Jadi Tersangka Kasus Bansos Batam, Aris: Diperiksa Saja Tak Pernah

Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Aris Hardy Halim Tersangka Bansos Batam

> Mantan Petinggi DPRD Batam Terseret Kasus Bansos
> Penetapan Tersangka Bansos Batam Molor Lagi
> Kajati Sebut Tersangka Kasus Bansos Batam Bakal Banyak
> Agussahiman Siap Diperiksa Kejati Terkait Bansos
> Pengurus PS Batam Diperiksa Jaksa Terkait Bansos
> Diduga Banyak Dikorupsi, Pemko Batam Tetap Anggarkan Rp 4 M untuk Bansos
> DPRD Minta Kejati Usus Tuntas Dugaan Korupsi Dana Bansos Pemko Batam
> Kejati Periksa Pejabat Pemko, Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos
> Divonis Ringan, Koruptor Kebun Raya Batam Sujud Syukur
> Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

Sore Ini, Warga Binaan Lapas Klas IIA Batam Ikuti UN Paket C

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 18 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam, Tembesi akan mengikuti UN paket C yang setara SMA, hari ini. Kepala Lapas Klas II A Barelang, Farhan Hidayat melalui Kasi Binadik Lapas Barelang, Luthfi Maulana mengatakan, dari 18 orang yang mengikuti ujian, dua di antaranya baru saja bebas.

”Tetapi mereka terdaftar mengikuti ujian di dalam (Lapas),” kata Luthfi, kemarin (3/4).

Luthfi mengatakan, peserta UN warga binaan ini, terdiri dari berbagai kasus yang sudah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

”Mereka tidak ingin tertinggal dan untuk masa depannya. Mereka memiliki kemauan dan semangat untuk bisa ujian dan juga sudah terdaftar UN,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pelaksanaan UN di Lapas tidak jauh berbeda dengan di sekolah-sekolah. Di Lapas para peserta yang ujian juga mendapat pengawal ketat dari Disdik Kota Batam, polisi, dan pihak Lapas sendiri.

”Sesuai arahan pemerintah UN dimulai Senin sampai Kamis mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lutfhi menuturkan pelaksanaan UN di Lapas tak bersamaan ujian di sekolah reguler, yang mengambil waktu pagi. Di Lapas ujian UN berlangsung pukul 17.00 WIB. Namun tetap objektif, terhindar dari kecurangan.

Lutfhi berharap agar anak binaan Lapas bisa sama dengan di luar (sekolah, red), serta bisa bermafaat bagi kelangsungan hidup mereka nantinya. ”Kita harap mereka lulus dengan nilai yang memuaskan,” tutup Luthfi. (cr14)

Baca juga:

Ujian Nasional Dikawal, Satu Sekolah Satu Personil Polisi

Ujian Nasional Dikawal, Satu Sekolah Satu Personil Polisi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran kepolisian akan menempatkan satu personelnya di setiap satu sekolah untuk mengawal dan memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang digelar serentak mulai hari ini, Senin (4/4).

Selain itu, sejak Sabtu (2/4) lalu, kepolisian juga sudah menerima penitipan lembar-lembar soal UN dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Penitipan soal-soal UN itu, disesuaikan domisili masing-masing sekolah. Misalnya, wilayah Polsek Batuaji yang terdapat delapan SMA/SMK.

”Soalnya (UN) akan diserahkan per mata pelajaran. Pihak sekolah yang menjemput dan anggota akan kawal sampai ke sekolah hingga pelaksanaan UN,” kata salah satu anggota SPK Polsek Batuaji, kemarin (3/4).

Soal UN yang diamankan itu ada delapan paket sesuai dengan jumlah sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek Batuaji. Soal-soal itu diamankan di ruangan khusus dan selalu dalam pengawasan hingga didistribusikan ke masing-masing sekolah sesuai jadwal mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN.

Menurut sumber di kepolisian itu, pengamanan dan pengawal dari kepolisian bertujuan untuk mencegah terjadi kecurangan ataupun keributan saat UN berlangsung. ”Semoga semuanya berjalan lancar dan tertib tanpa ada hambatan,” harapnya. (eja)

BBM Turun, Organda Batam Minta Tarif Angkutan Umum Turun di Bawah Tiga Persen

0
Karyawan SPBU Pasir putih saat mengisi BBM ke kenderaan warga. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos.
Karyawan SPBU Pasir putih saat mengisi BBM ke kenderaan warga. Foto: Immanuel Sebayang/Batam Pos.

batampos.co.id – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan pihak terkait lainnya hari ini, Senin (4/4) mulai membahas penurunan tarif angkutan umum di Batam. Organda meminta agar tarif angkutan umum turun di bawah tiga persen.

”Mungkin Senin (hari ini, red) sudah mulai dilakukan pembahasan. Kita pada dasarnya tetap sepakat agar tarif ini memang harus turun,” kata Ketua Organda Batam, Hardi Sam Harun.

Hardi mengatakan banyak hal akan dibicarakan dengan Pemko Batam, termasuk membahas beberapa tarif angkutan umum yang saat ini sudah hampir sama dengan tarif di Jakarta. Bahkan ada yang lebih rendah dari Jakarta.

”Misalnya taksi, lebih rendah tarifnya dari Jakarta. Padahal selama ini acuan kita Jakarta. Kalau menurut saya ini tak usah turun tarifnya, cukup surcharge-nya saja yang turun,” ujarnya.

Selain itu, kata Hardi, terkait kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar tarif angkutan umum turun tiga persen, juga akan menjadi pembahasan. Sebab, merujuk besaran tarif saat ini maka tidak akan mendapatkan angka genap. Misalnya, bila tarif angkot saat ini Rp 5 ribu, maka turunnya sekitar Rp 150.

”Ini kan ganjil, maka harus dibicarakan, apakah pembulatannya ke atas atau ke bawah,” jelasnya.

Hardi menambahkan, pada prinsipnya Organda Batam sepakat tarif angkutan diturunkan, tetapi harus diikuti dengan penurunan harga-harga kebutuhan pokok dan spare part kendaraan.

”Memang BBM (bahan bakar minyak) sudah turun, tapi tidak signifikan. Jadi, dampaknya tetap sangat besar kalau tidak disertai penurunan harga barang,” ungkapnya.

Untuk itu, apabila tarif angkutan umum nanti disepakati turun, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam harus bisa mengontrol dan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok. Sehingga penurunan tarif angkutan ini, ada manfaatnya untuk warga.

”Kalau harga barang tak turun, maka kurang terasa manfaatnya. Sopir juga harus hidup. Makanya pemerintah harus aktif untuk mengontrol harga,” jelasnya lagi. (ian)

Baca juga:

DPRD Batam Desak Pemerintah Segera Turunkan Tarif Angkutan Umum

Pemko Batam Siap Turunkan Tarif Transportasi Umum

Organda Batam Sepakat Turunkan Tarif Angkutan Umum

Harga BBM Turun Rp 500, Tarif Angkutan Masih Tetap

Pemko Batam Tunggu Surat Edaran Kementerian Perhubungan Terkait Tarif BBM

Siswi SD Trauma selepas Dicabuli Supir Truk

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Seorang sopir berinisial Ar tega mencabuli Mawar (bukan nama sebenarnya, red) bocah sekolah dasar. Pencabulan itu, membuat Mawar trauma. Sementara Ar babakbelur dihajar warga sebelum diserahkan ke Polsek Bengkong, Batam.

Menurut informasi, pencabulan yang dialami Mawar terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan kos-kosan, Bengkong.

Mawar saat itu tengah berada di dalam kamar lantai 3. Ia menunggu rekan sepermainan yang sedang mandi. Disaat bersamaan, Ar yang baru keluar dari toilet masuk ke kamar yang tengah ditunggui Mawar.

Ar membuka celananya dan menarik tangan Mawar. Meski Mawar terus menangis, Ar tetap memaksa bocah itu memegang kemaluannya.

Tak hanya Mawar, Ar juga mengerayangi tubuh bocah lainnya. Setelah beberapa saat, kedua bocah tersebut berhasil melarikan diri.

Sembari menangis, mereka melaporkan kejadian itu kepada warga. Mendengar pengakuan polos Mawar, wargapun naik pitam. Belasan warga mengepung Ar dan menghajarnya hingga babak belur. Meski begitu, pria berusia sekitar 25 tahun ini sempat membantah pengakuan kedua bocah tersebut.

Kapolsek Bengkong AKP Syamsurizal membenarkan kejadian pencabulan itu. Menurut dia, pihaknya telah mengamankan Ar. Ar juga telah dimintai keterangan, beserta para saksi. Jika terbukti bersalah, Ar terancam pidana 15 tahun karena melanggar undang-undang perlindungan anak.

“Sudah kami amankan. Saat ini masih di proses. Kami juga sudah meminta keterangan beberapa saksi, termasuk korban,” pungkas Rizal yang dihubungi, kemarin.(she)

Pacar Polisi yang Ditembak Itu Pilih Pulang Kampung

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Penembakan yang dilakukan Brigadir Ys terhadap kekasihnya MS diawali keributan di dalam kosan Ruko Penuin Blok Y nomor 11. Sebelum melepaskan tembakan, anggota Direktorat Narkoba Polda Kepri tersebut mengancam membunuh kekasihnya. Bahkan Ys berniat membuang MS dari jendela kamar lantai III.

Eti, pemilik binatu (laundry) di lantai dasar Ruko mengaku sempat bertemu korban setelah penembakan terjadi. Kepadanya, MS yang biasa disapa Lina itu mengaku tak bisa berteriak karena Ys membekap wajahnya menggunakan bantal.

“Sudah lemas Bu. Gak bisa teriak lagi. Mau dilempar dari jendela,” ujar Eti menirukan ucapan MS di lokasi kejadian, kemarin (3/4) siang.

Eti mengaku bertemu MS setelah menjalani perawatan Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB). Saat keributan itu terjadi, Yondrialis melepaskan tembakan yang mengenai tangan kanan Lina. Namun, MS enggan menceritakan penyebab keributan tersebut.

“Yang bawa dia turun dan mengantar ke rumah sakit, pacarnya yang menembak dia itu,” tutur Eti.

Dia menjelaskan, beberapa jam meninggalkan rumah sakit, MS bergegas mengemas barangnya dari dalam kamar kos. Wanita 23 tahun itu terlihat dijemput beberapa keluarga menggunakan taksi.

“”Tadi MS datang bersama keluarganya. Katanya mereka mau pulang kampung,” terangnya.

Hal senada dikatakan Wiwin, penghuni kosan lainnya. Ia mengaku sempat mendengar keributan dari arah kamar korban. Selang beberapa menit terdengar suara tembakan.

“Kalau ribut sering dengar. Sebelum suara tembakan juga dengar ribut-ribut,” ujar Wiwin.

Sementara itu, salah seorang rekan kerja korban mengaku tidak mengetahui penyebab keributan dan penembakan itu. Karyawan De Best Hotel itu hanya mengetahui hubungan MS dan pelaku sebagai kekasih.

“Iya pacarnya polisi. Permasalahannya tak tahu, dia gak pernah cerita hal pribadinya,” ujarnya yang enggan menyebutkan nama.

Salah seorang perawat RSHB mengatakan Lina menjalani perawatan selama 12 jam. Ia dirawat di ruang Melati nomor 10 lantai IV.

“Pasiennya sudah ke luar. Semalam memang dirawat di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono belum memberikan keterangan terkait penembakan ini. Ponsel miliknya yang dihubungi tak mendapatkan jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir Ys nekad menembak kekasihnya MS, Jumat (1/4). Pasangan kekasih ini terlibat cek-cok. Dimana sebelumnya, pelaku masuk ke dalam kamar kos korban menggunakan kunci duplikat.

Lina yang menghindar dari keributan itu berusaha meninggalkan pelaku di dalam kamar. Namun. pelaku tak terima menarik tangan korban hingga tertidur, kemudian membekapnya menggunakan bantal. Lantas Ys mengeluarkan senjata api (senpi) melepaskan tembakan dibagian samping kepala korban. Namun, tembakan itu mengenai tangan MS saat mencoba menggapai senpi tersebut. (opi)

Terserang DBD, 1 Warga Batam Kembali Meninggal

0

batampos.co.id – Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban di Batam, Minggu (3/4). Kali ini korbannya Eduard Manurung, warga Bida Ayu, Mangsang. Bocah berusia 6 tahun ini meninggal setelah satu minggu terjangkit DBD.

“Meninggalnya tadi malam di rumah sakit Elisabeth, Batam Center, sekitar pukul 00.20 WIB,” ujar ketua RT setempat, Firman Purba kepada koran Batam Pos.

Ia mengatakan sebelumnya, anak dari pasangan J Manurung dan Br Pardede ini dirawat intensif dirumah sakit Elisabeth selama satu minggu.

“Dia dibawa ke rumah sekitar Sabtu (26/3) lalu,” katanya.

Lanjut ia mengatakan, kondisi terakhir yang dialami bocah laki-laki enam tahun ini begitu buruk dan mengkhawatirkan hingga ia meninggal.

“Pembuluh darahnya pecah, dan seminggu dia dirawat ada sembilan kantong darah yang ditranfusikan,” jelasnya.

Sebelumnya, ia menyebutkan ada dua warganya yang terkena penyakit yang sama dan sempat dilarikan ke Rumah sakit.

“Dua bulan terakhir ini ada tiga warga saya yang terkena DBD,”imbuhnya.

Di Daerah setempat, Firman mengaku sudah tiga tahun terakhir ini pihak Dinkes maupun Puskesmas yang turun melakukan penyemrotan (fooging) atau pun sosialisasi mengenai hidup bersih.

“Seharusnya enam bulan sekali ada penyemrotan, tapi sampai sekarang mereka gak turun, meskipun kami sudah meminta dan beberapa kali mengirim surat ke Puskesmas,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa gotong royong yang mesti dilakukan setiap Minggu memang jarang dilaksanakan.

“Mulai besok kami akan melakukan gotong royong ataupun membeli obat penyemprotan meskipun kami harus ngutip dari warga,” paparnya.

Sementara itu, Manurung salah satu warga mengatakan untuk kesedian pemerintah terkait untuk melakukan sosialisasi mengenai kebersihan lingkungan agar tidak ada lagi korban yang jatuh.

“Gotong royong memang jarang, tapi kami juga minta dukungan dari pemerintah seperti obat-obat semprot,” pungkasnya.

Ratusan pelayat hadir di rumah duka sejak pagi tadi. Sedangkan jenazah dikebumikan di TPU sei Temiang, Sekupang. (cr19)