Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 14130

Dishub Batam Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penamparan Kernet Trans Batam

0
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji, Kamis (17/3) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji, Kamis (17/3) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam harapkan polisi tindak tegas penampar kernet Trans Batam koridor Batamcenter-Tanjung Uncang, Sandro Pahala Parhusip beberapa waktu lalu.

“Kalau dibiarkan ini tak bagus, kami harap ada tindakan yang tegas,” kata Kepala UPT Trans Batam, Abdul Madian, kemarin (13/4).

Informasi yang didapatnya, kasus tersebut tiga hari yang lalu baru masuk ke unit II Polresta Barelang. “Prosesnya sampai mana kami belum tahu,” tambah Madian.

Kini korban, kata Madian, sudah kembali masuk kerja setelah istirahat tiga hari setelah kejadian yang juga melukai tangan korban tersebut.

Menurut Madian, pihaknya berharap tindakan tegas atas pelaku insiden tersebut agar ada efek jera. “Apalagi sampai mengancam penumpang,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kernet Trans Batam koridor Batamcenter-Tanjung Uncang, Sandro Pahala Parhusip ditampar pipi bagian kiri.

Kejadian tersebut terjadi di halte samping masjid Raya Batam oleh salah satu diantara sekelompok orang yang menghadang Bus Trans Batam. Ironisnya aksi tersebut dilakukan di depan para penumpang yang didominasi perempuan.

Penganiayaan sempat dihadang penumpang, namun penumpang yang didominasi perempuan tak berhasil meredam aksi pelaku. Akibat kejadian tersebut salah satu penumpang juga menyampaikan keluhan ke Wali Kota Batam, Rudi via SMS. (cr13)

Baca juga:

Bus Trans Batam Dipukul Besi, Sopirnya Diancam

Rayakan HUT ke-30, KKKS Kobarkan Semangat Tingkatkan Kesejahteraan Sosial

0
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS), Sri Soedarsono dan Rekaveni Soerya bersama anggota lainnya meniup lilin ulang tahun bersama-sama di aula RSBK, Batuampar, Rabu (13/4). Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS), Sri Soedarsono dan Rekaveni Soerya bersama anggota lainnya meniup lilin ulang tahun bersama-sama di aula RSBK, Batuampar, Rabu (13/4). Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) genap berumur 30 tahun, Rabu (6/4). KKKS dengan jiwa dan semangat kerelawanan akan meningkatkan pengabdian untuk kesejahteraan sosial.

Bertempat di aula serbaguna Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), perayaan HUT KKKS ini dihadiri perwakilan wali kota Batam, Pemko Batam, Dinas Sosial, Yayasan dan Organisasi terkait kesejahteraan sosial.

Ketua KKKS Batam, Sri Soedarsono hadir dan acara ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan perlunya meningkatkan kegiatan sosial. ”Jiwa kerelawanan dan kemanusiaan harus terus kita pupuk untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” ucap Bu Dar, sapaan akrabnya.

Diskusi Panel lebih mendominasi acara ini. Dihadiri tiga nara sumber yakni, Suranto selaku pakar bidang sosial, Rahman Usman bidang CSR, dan Yosa Trisna Dwipayana selaku staf bagian anggaran keuangan Pemko Batam.

Suranto menyampaikan pada 2025 masalah kesejahteraan sosial harus turun 25 persen. ”Selama ini sudah berjalan tapi belum terkoordinir secara rapi, inilah fungsi KKKS,” ucapnya.

Salah satu program kesejahteraan sosial adalah CSR. CSR merupakan kewajiban perusahaan untuk menyisihkan dua persen dari penghasilannya untuk kegiatan sosial. ”Ketentuan hukumnya ada, tapi ini juga menyangkut moral perusahaan,” kata Rahman.

Sekadar informasi, kematian Rachel Carson dijadikan hari lahirnya CSR. Rachel meninggal dunia 22 April 1970 akibat kanker, karena makan ikan dari sungai yang dipenuhi limbah pestisida.

Penanganan masalah kesejahteraan sosial tidak lagi tanggung jawab Pemerintah, namun juga masyarakat dan perusahaan. Akhir acara, HUT KKKS diakhiri dengan pemotongan tumpeng, sebagai tanda syukur. (cr18)

Mahasiswa FH Unrika Bagikan Sembako ke Dua Panti Asuhan di Sagulung

0
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iwan Nopriawan memberikan sembako kepada Rusmala Dewi disaksikan Rustam Efendi (tiga dari kiri) dan Isfandir Hutasoit (dua dari kiri), Rabu (14/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iwan Nopriawan memberikan sembako kepada Rusmala Dewi disaksikan Rustam Efendi (tiga dari kiri) dan Isfandir Hutasoit (dua dari kiri), Rabu (14/3). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrika) yang berkampus di Batamcenter bersama jajaran Polsek Sagulung yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Iwan Nopriawan menggelar bakti sosial, Rabu (13/04).

Bakti sosial dengan membagikan sembako di Panti Asuhan Insanul Madani, Kavling Nato, Kelurahan Sungai Langkai, dan Panti Asuhan Elzion Grace di Kavling Abadi Jaya Blok C2 No.19-20,RT-001 dan RW-03, Sagulung. Bantuan berupa 100 karung beras, puluhan kotak mi instan, dan makanan siap saji.

Kegiatan ini dampingi dekan, dosen Fakultas Hukum Unrika serta anggota Polsek Sagulung. Dekan Fakultas Hukum Unrika, Rustam Efendi menyebutkan bantuan ini sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bantuan sekaligus rangkaian dies natalis ke-7 Fakultas Hukum Unrika yang akan digelar Mei mendatang. ”Bantuan ini akan rutin dilakukan ke sejumlah tempat panti asuhan dan rumah singgah di Batam,” paparnya.

Donatur sekaligus dosen Fakultas Hukum Unrika, Isfandir mengatakan kegiatan sosial ini harus dilanjutkan untuk membantu anak-anak kurang mampu. Dia meminta para donatur meluangkan waktu berbagi kasih pada anak-anak panti asuhan di kota ini. ”Rencananya dalam waktu dekat ini, para mahasiswa kita akan membagikan obat-obatan pada setiap panti asuhan,” ujarnya.

Rusmala Dewi sebagai penanggung jawab Insanul Madani mengaku terharu dengan kedatangan mahasiswa, dosen, personel Polsek Sagulung. ”Kami bersyukur atas bantuan ini,” ujarnya. (ali)

Curi Ikan di Selat Malaka, Empat Kapal Asing Diamankan

0
Kepala Satker PSDKP Batam, Akhmadon. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kepala Satker PSDKP Batam, Akhmadon. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Satuan kerja (Satker) PSDKP Batam di Barelang, kembali mengamankan empat unit kapal ikan asing yang kedapatan sedang mencuri ikan di Selat Malaka, Minggu (10/4) pagi. Satu dari empat kapal ikan itu diamankan ke Mako PSDKP Batam di Jembatan II Barelang, dan tiga lainnya diamankan ke Satker PSDKP Pontianak.

Kepala Satker PSDKP Batam, Akhmadon mengatakan, empat kapal yang diamankan KP HIU 04 itu terdiri dari tiga kapal berbendera Thailand dan satu berbendera Malaysia. ”Yang dibawa ke sini yang punya Malaysia itu,” kata Akhmadon di Sagulung, kemarin.

Tiga kapal Thailand yang dibawa ke Pontianak itu karena memang lokasi penangkapan sudah masuk ke wilayah kerja PSDKP Pontianak. ”Yang dibawa sini hanya satu kapal. Tiga lainnya ke Pontianak karena lebih dekat ke sana. Yang pentingkan proses hukumnya tetap sama,” ujarnya.

Dari kapal ikan bertuliskan SLFA 693 berbendera Malaysia itu, petugas mengamankan sekitar 500 kilogram ikan campuran. Ironisnya, ikan-ikan yang menjadi barang bukti illegal fishing itu sudah dicampur bahan pengawet formalin. ”Ikannya akan kami musnahkan dengan cara dikuburkan,” kata Akhmadon lagi.

Dari kapal ikan yang diamankan PSDKP Batam itu, sambung Akhmadon, pihaknya menahan tiga orang awak kapal. ”Nakhoda dan ABK-nya semua ada tiga orang. Mereka orang Myanmar dan pemilik kapal orang Malaysia,” kata Akhmadon.

Sampai saat ini, kapal dan tiga awak kapalnya itu masih ditahan dan diproses di Mako Satker PSDKP Batam. ”Untuk tiga ABK tetap kami tahan untuk diproses sambil mencari tahu pemilik kapal itu,” kata Akhmadon.

Pengakuan dari tiga awak kapal yang diamankan itu, mereka baru tiga hari turun melaut ke perairan Indonesia. Dua hari pertama sudah berhasil menangkap 50 kg ikan campuran, namun memasuki hari ketiga kapal mereka ditangkap.

Penangkapan kapal ikan yang terakhir itu menambah panjang jumlah kapal ikan yang diamankan selama ini. Tiga bulan pertama di tahun 2016 ini, sedikitnya ada 12 kapal ikan ditangkap. Kapal-kapal bersama puluhan awak kapal itu tertangkap basah tengah mencuri ikan di perairan Kepri. ”Perairan kita masih menjadi incaran serius dari pelaku illegal fishing,” kata Akhmadon.

Padahal sejak tahun 2015 hingga Maret 2016 ini, pemerintah sudah menenggelamkan sedikitnya 25 kapal ikan khusus di Kepri. ”12 unit berbendera Vietnam, 11 unit Malaysia, dan dua Thailand,” sebut Akhmadon.

Namun sanksi tegas itu sepertinya belum membuat pelaku illegal fishing jera. Berbagai cara terus dilakukan pelaku menjarah kekayaan laut Kepri. ”Ini tantangan buat kita semua. Petugas tidak bisa bekerja sendiri,” kata Akhmadon.

Untuk itu Akhmadon tak henti mengimbau masyarakat di Kepri khususnya para nelayan, cepat melapor ke petugas keamanan jika melihat pencurian ikan dari orang luar. ”Ini tanggung jawab bersama,” ujar Akhmadon. (eja)

Kadistako Ngaku Tertekan, Bakal Buat Perhitungan dengan Bobi

0
Asril, Kepala Dinas Tatakota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
Asril, Kepala Dinas Tatakota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Batam, Asril, rupanya tak terima penerimaan tenaga harian lepas (THL) dibongkar oleh anak buahnya, Bobi Rian. Pasalnya, setelah video Bobi menyebar di jejaring sosial, Asril mengaku sangat tertekan.

Saking tertekannya, Asril tak hadir, Rabu sore (13/4/2016), saat Komisi I DPRD Batam memanggilnya untuk memberikan klarifikasi terkait perlakukan diskriminasi yang ia dan jajarannya berikan ke THL lama dan penerimaan THL baru padahal sudah dilarang Pemko Batam.

“Saya minta tolong (tak bisa hadir), saya tertekan,” kata Asril kepadaa Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husen, melalui sambungan telepon.

Harmidi mengungkapkan, Asril mengaku setiap hari ia dikuntit media massa, meminta penjelasan atas kicauan anak buahnya itu. Ia juga beberapakali dipanggil Wali Kota untuk menjelaskan permalasahan itu.

Karena tekanan itu, kata Harmid, Asril kini mencari keberadaan Bobi. “Saya buxxh, saya orang sini (Batam). Lahir di Nongsa,” ungkap Asril kepada Harmidi.

Bobi Rian, THL Distako Batam. Foto: youtube
Bobi Rian, THL Distako Batam. Foto: youtube

Namun Harmidi tak mau tau dengan persoalan yang dihadapi Asril, ia tetap meminta pimpinan Distako itu datang ke RDP (rapat dengar pendapat) Komisi I.  Menurutnya, permasalahan itu konsekuensi dari jabatan.

Hal tersebut membuat Asril emosi dan mengancam akan mendatangkan orang. “Saya kan sudah minta tolong, berarti saya sudah down. Saya juga sudah sampaikan ke pimpinan DPRD,” ujar Asril, seperti dituturkan Harmidi.

“Percuma mengancam DPRD,” jawab Harmidi.

Asril kemudian meluruskan kalau ancaman tersebut bukan ditunjukan kepada Harmidi, tapi orang yang membuat ia tertekan.  Ia meminta waktu satu atau dua hari, ia akan menghadap langsung Komisi I.

“Kalau di pemko sudah selesai, masalahnya sudah diambil alih inspektorat,” tutupnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura meminta pemerintah terbuka terkait pengangkatan tenaga honor.

“Malu sama daerah lain, ini harusnya menjadi masalah internal dan rahasia,” kata nyanyang saat memimpin RDP. (hgt/bpos)

Baca Juga:
> Seluruh Honorer Baru di Batam Akan Dirumahkan
> Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

Seluruh Honorer Baru di Batam Akan Dirumahkan

0
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan  Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sejumlah pegawai Honorer Badan Kominfo Pemko Batam saat melakukan aktifitas kerja di ruangan Media Center. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id -Keberanaian Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) Dinas Tatakota (Distako) Batam membongkar permainan penerimaan honorer atau THL di tempat ia bekerja lewat surat dan video di Youtube, Pemko Batam akhirnya mengambil langkah serius. Pemko akan merumahkan seluruh honorer baru.

Asisten Pemerintahan Pemko Batam, Firman menyebutkan, pemerintah akan membentuk tim untuk melakukan investigasi, dugaan adanya penggelembungan, serta penambahan tenaga honor baru.

“Bukan hanya di Distako saja, di SKPD lain juga distelusuri. Kami akan segera membentuk tim,” ungkap mantan Kepala BKD Kota Batam ini, saat RDP dengan Komisi DPRD Kota Batam, Rabu (13/4/2016) sore.

Kepala Inspektorat Kota Batam, Heriman mengatakan, menyangkut permasalahan tenaga honor, Wako dan Wawako memintanya untuk melakukan pemeriksaan. Memeriksa semua pihak yang terkait, setelah itu baru diputuskan sanksinya.

“Tim baru mulai, belum ada yang kita periksa,” ungkapnya.

Kepada Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Sahir menyampaikan puluhan honor Dinas Tata Kota (Distako) yang disebut Bobi di videonya yang diunggah di Yotube belum dilaporkan dan tercatat di BKD. “Ini menjadi temuan,” ungkapnya.

Dugaan adanya penggelembungan tenaga honorer memang terjadi di seluruh SKPD. Buktinya, hasil verifikasi BKD sambung Sahir, jumlah tenaga honor di Batam mencapai 6.988 orang. Sebanyak 3.176 orang bekerja sebagai guru, TU, penjaga sekolah, serta perpustakaan. “Sisanya tersebar di seluruh SKPD,” kata Sahir.

Mantan Kadinsos ini juga membenarkan kalau seluruh tenaga honor yang baru diangkat akan dirumahkan.  (hgt/bpos)

Baca Juga:
> Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

DPRD Batam Ingin Agar Pimpinan BP Batam Sudi Datang bila Diundang DPRD

0
Wakil Ketua DPRD Batam Iman Sutiawan memberikan sambutana saat pertemuan DPRD Kota Batam dengan Kepala BP Batam Hatanto bersama Wakil Ketua dan sejumlah Deputi BP Batam di Gedung DPRD Batam, Selasa (12/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Suasana dialog pimpinan DPRD Batam dengan Pimpinan BP Batam. di Gedung DPRD Batam, Selasa (12/4). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam bertandang ke DPRD Batam. Kesempatan ini digunakan DPRD untuk curhat.

“Saat diundang, yang datang perwakilannya, bukan pengambil keputusan,” kata ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto saat menerima kunjungan pimpinan BP Batam, Selasa (12/4).

Dengan struktur baru, Nuryanto berharap pimpinan ataupun pengambil kebijakan di BP Batam bisa menghadiri setiap undangan rapat dengar pendapat (RDP).

“Membantu kepentingan masyarakat dan pemerintah, kami (DPRD) hanya menjembatani saja,” ungkap Nuryanto.

Nuryanto berharap, keberadannya mampu menjawab harapan dan persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Pemko dan BP Batam bisa bersinergi. Kalau itu terjadi, kecil kemungkinan masyarakat ada masalah,” katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan menyebutkan, 65 persen persoalan masyarakat yang diadukan ke DPRD berkaitan dengan BP Batam.

RDP menyangkut rumah liar (Ruli) serta persoalan lahan sering molor, karena BP Batam tak mau hadir, menjelaskan duduk permsalahannya.

“Kami (DPRD) hanya mendapat permasalahannya saja. Kami hanya jadi wasit, tak tahu kebijakan yang akan diambil, sering rancu,” ungkap Iman.

Dalam pertemuan itu, Nuryanto curhat kepada pimpinan baru BP Batam, tak dimasukannya DPRD Kota Batam dalam struktur Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK) Batam. Malah Pemprov Kepri dan DPRD Kepri yang dimasukan dalam keanggotaan DK.

Padahal keberadaannya menyangkut dan membahas persoalan Kota Batam. Bila Pemko Batam masuk struktur, idealnya DPRD juga demikian. Karena Pemerintahan tak bisa lepas dari peran eksekutif dan legislatif.

“DPRD tak pernah mengetahui, dan diajak bicara,” kata politisi PDI Perjuangan itu. Meskipun tak dimasukkan dalam keanggotaan DK, Nuryanto menghormati dan mengikuti setiap perkembangan yang terjadi.

Sementara itu, Hartanto Reksodiputro menyampaikan, DPRD Kota Batam bukan mitra BP Batam. Karena mitra kerjanya hanya Komisi VI DPR RI.

“Tak apa bukan mitra, kita menganggap DPRD mewakili aspirasi masyarakat,” kata Hatanto.

BP Batam, sambung Hatanto ingin membuka diri, siap menerima setiap  masukan. “Orang baru kulonuwun (permisi), datang tampak muka,” katanya lagi.(hgt/ray/jpnn)

Warga Batam Jangan Parkir di Jembatan Satu Ya, Kabelnya Karatan dan Ada yang Putus

0
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerja sama dengan Koica dan Kistec dari Korea Selatan mengecek konstruksi Jembatan Fisabillilah, Rabu (23/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI bekerja sama dengan Koica dan Kistec dari Korea Selatan mengecek konstruksi Jembatan Fisabillilah.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Teknisi Korea terus memantau Jembatan Fisabilillah atau yang dikenal Jembatan Satu Barelang, Batam.

Korea International Cooperation Agency (KOICA) yang dipercaya oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendeteksi kerusakan jembatan di Indonesia.

KOICA melalui Korea Infrastruktur of Safety and Technology Corporation (KISTEC), yang mendapat proyek pengembangan kapasitas manajemen keselamatan infrastruktur Indonesia, itu tengah melakukan kajian di Jembatan Satu Barelang.

Hasil dari pengamatan dan penelitian tiga bulan belakangan ini, jembatan yang menghubungkan pulau Batam dan Galang itu memang sudah mulai rusak dan rapuh.

“Terutama pada bagian kabel-kabel penyangganya mulai banyak yang karatan bahkan ada beberapa yang putus,” kata salah satu petugas dari KRISTEC di lokasi Jembatan, Rabu (13/4).

Siang kemarin, puluhan petugas tersebut melakukan loading test pada sisi jembatan sebelah kanan dari arah Tembesi. Loading test berupa penempatan alat ukur kekuatan jembatan yang efektif dengan situasi kerusakan yang ada.

“Nanti kami analisa hasilnya agar warga dan pemerintah tahu, bahwa dengan kerusakan yang sudah ditemui ini, kapasitas jembatan hanya mampu muat sekian ton,” ujar petugas yang tak mau namanya disebutkan itu.

Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya over load beban di atas jembatan. “Selama inikan banyak orang belum tahu kalau jembatan mulai rapuh, kapasitasnyapun tak terbatas. Ini bisa berbahaya kalau tak segera dideteksi kemampaun daya tahan beban jembatan ini,” katanya.

Proses loading test ini, berlangsung sekitar 10 menit dan isi jembatan dikosongkan dari kendaraan apapun. “Makanya jalan ini sempat kami blokir tadi, tapi hanya 10 menit kok,” kata petugas itu.(eja/ray/jpnn)

Mei, Operasi Kembar Siam Rahma – Rahmi Dilakukan di Batam Dibantu Dokter Surabaya

0
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi, Rabu (14/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Pihak Rumah Sakit RS Camatha Sahidya Panbil memindahkan bayi dempet atas nama Rahma dan Rahmi ke dalam mobil ambulan untuk dipindahkan ke RS Awal Bros untuk diproses operasi.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Empat dokter dari Surabaya dilibatkan untuk melakukan operasi memisahkan bayi kembar siam, Rahma dan Rahmi.

Anak pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin ini akan dioperasi di Batam.

Bayi kembari itu akan dipisahkan awal Mei mendatang di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam. Ini akan menjadi operasi pemisahan kembar siam pertama yang berlangsung di Batam.

“Soalnya, selama ini kalau ada kasus kembar siam dari sini kan selalu dirujuk dan dirujuk,” kata Dokter Spesialis Anak RS Camatha Sahidya, dr Sarita Miguna, usai mengiringi perpindahan bayi kembar siam tersebut ke RS Awal Bros, Rabu (13/4).

Operasi ini akan melibatkan tim dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya. Setidaknya, akan ada empat dokter Surabaya yang akan terbang ke Batam. Yakni, dokter anak, bedah anak, anestesi, dan jantung. Ditambah lagi tenaga farmasi.

Sementara di Batam, dokter anak di RS Awal Bros akan berkolaborasi dengan dokter di RS Camatha Sahidya. Dr Sarita mengatakan, operasi ini akan melibatkan tim dokter yang sangat besar.

“Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Pak Tjetjep (Yudiana) juga akan masuk sebagai Ketua Tim Kembar Siam,” ujarnya, Selasa.

Bayi kembar yang lahir 29 Maret lalu itu kini sudah mulai dirawat inap di ruang anak RSAB. Keduanya dipindahkan dari RS Camatha Sahidya, Rabu (13/4) pukul 15.00 WIB. Tim dokter melakukan screening jantung ketika keduanya tiba.

Dr Sagita menduga ada kelainan jantung pada salah satu bayi. Denyut jantung bayi bernama lengkap Rahma Fairuz Maknuniyyah itu lemah. Sementara jantung saudara kembarnya, Rahmi Fahira Nahlannisa, terpantau normal.

“Nah, keduanya biar di sini (RSAB) dulu. Sampai gendut dulu baru bisa dioperasi,” pesan dr Sarita Miguna pada keluarga.(ceu/ray/jpnn)

Kompol Memo Ardian Resmi Jabat Kasat Reskrim Polresta Barelang

0
Suasana upacara serah terima jabatan sejumlah perwira di Mapolresta Barelang yng dipimpin langsung Kapolresta Kombes Pol Helmy Santika, Rabu (13/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Suasana upacara serah terima jabatan sejumlah perwira di Mapolresta Barelang yng dipimpin langsung Kapolresta Kombes Pol Helmy Santika, Rabu (13/4/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id -Gerbong mutasi kembali bergerak di jajaran Polda Kepri. Kasat Reskrim Polresta Barelang yang awalnya dijabat oleh Kompol Yoga Buanadipta, kini dijabat oleh Kompol Memo Ardian dari Dit Propam Polda Kepri. Posisi  baru Yoga di Direktorat Polair Polda Kepri.

Tak hanya Yoga, Kasat Intel yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Eko Wahyu Fregian, digantikan Kompol Irham Halid dari Dit Res Narkoba Polda Kepri. Eko Wahyu Fregian bertugas di Kors Pripim Polda Kepri.

“Ada 6 komisaris dan 3 AKP yang sertijab hari ini. Ini dalam rangka penyegaran dan ini sudah biasa dalam organisasi kepolisian,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, yang memimpin langsung sertijab tersebut, Rabu (13/4/2016) pukul 15.00 WIB.

Berikut daftar lengkap pejabat di Polresta Barelang yang berganti:
1. Kabag Sumda yang sebelumnya dijabat oleh Kompol M Tahang Aka akan diganti oleh Kompol Helpy dari Dit Krimum Polda Kepri. Sedangkan Kompol Tahang sendiri akan menjabat jabatan baru sebagai Biro SDM Polda Kepri.
2. Kasat Reskrim yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Yoga Buanadipta, akan diganti oleh Kompol Memo Ardian dari Dit Propam Polda Kepri. Sedangkan Kompol Yoga Buanadipta akan menjabat jabatan baru di Dit Polair Polda Kepri.
3. Kasat Intel yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Eko Wahyu Fregian, akan digantikan oleh Kompol Irham Halid dari Dit Res Narkoba Polda Kepri. Sedangkan Kompol Eko Wahyu Fregian akan menjabat jabatan baru di Kors Pripim Polda Kepri.
4. Kapolsek Batuampar yang sebelumnya dijabat oleh Kompol Ary Baroto akan digantikan oleh Kompol Arwin Wientama dari Dit Krimsus Polda Kepri. Sedangkan Kompol Ary Baroto akan menjabat jabatan bari di Dit Reskrimum Polda Kepri.
5. Kapolsek Lubukbaja yang sebelumnya dijabat oleh Kompol I Dewa Nyoman akan digantikan oleh AKP I Putu Bayu Pati dari Kasat Lantas Polres Karimun. Sedangkan Kompol I Dewa Nyoman akan menjabat jabatan baru di Ditres Narkoba Polda Kepri.
6. Kapolsek Nongsa yang sebelumnya dijabat oleh Kompol C Bambang Harleyanto akan digantikan oleh Kompol Syarifudin dari Kabag Ops Polres Natuna. Sedangkan Kompol C Bambang Harleyanto akan menjabat jabatan baru di Dit Lantas Polda Kepri.
7. Kapolsek Bengkong yang sebelumnya dijabat oleh AKP Syamsurizal akan digantikan oleh AKP Hendriyanto dari Kasat Narkoba Polres Karimun. Sedangkan AKP Syamsurizal akan menjabat jabatan baru sebagai Kasat Lantas Polres Karimun.
8. Kapolsek Belakang Padang yang sebelumnya dijabat oleh AKP Edi Wiyanto akan digantikan oleh AKP Sumerdi dari Biro SDM Polda Kepri. Sedangkan AKP Edi Wiyanto akan menjabat jabatan baru sebagai Bidkum Polda Kepri.
9. Polsek KKP yang sebelumnya dijabat oleh AKP John Rakuta Sitepu akan digantikan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat dari Kapolsek Tanjungpinang Timur. Sedangkan AKP John Rakuta Sitepu akan ke Dit Krimsus Polda Kepri. (eggi/nur)