Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 14149

Pimpin Pemakaman, Mendagri Sebut Sani Pejabat Teladan

0
Prosesi pemakaman Gubernur Kepri HM Sani secara militer di Taman Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).Foto: eggi/batampos.co.id
Prosesi pemakaman Gubernur Kepri HM Sani secara militer di Taman Makam Pahlawan Kota Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memimpin upacara militer pemakaman  Guberbur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Sabtu (9/4/2016).

Meski diwarnai hujan lebat, proses pemakaman berjalan lancar.

Tjahjo Kumolo mengatakan atas nama Presiden RI, Pemerintah, dan seluruh masyarakat menyampaikan ucapan bela sungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Gubernur Kepri Muhammad Sani.

“Kami bertemu dengan beliau tiga kali, dua kali kami undang rapat di Jakarta dan satu kali membahas perkembangan Kepri ke depannya,” Kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo menilai Sani adalah sebagai pejabat karir sejati. Mulai dari tingkat kecamatan hingga saat ini sampai ketingkat provinsi termasuk mendapatkan penghargaan endang maha putra dari negara.

“Lima puluh tahun lebih beliau berjuang, punya dedikasi yang membanggakan sebagai aparatur sipil pemerintah,” lanjutnya.

Tjahjo berjanji tidak akan pernah melupakan Jasa, pengabdian, dedikiasi, dan loyalitas alamrhum. Karena menurutnya Sani merupakan sosok yang selalu siap ketika mendapatkan instruksi dan masukan dari dirinya.

“Beliau tidak pernah mengatakan tidak. Selalu jawabannya, iya pak saya laksanakan dan saya coba menjalankannya dengan baik,” kenangnya.

“Dalam jabatannya sebagai aparatur beliau sangat menjiwai. Dan tentunya harus di tiru oleh adek-adek IPDN, karena almarhum alumni IPDN. Hingga semangat ini menjadi revolusi mental,” pungkasnya.

Sani lahir pada 11 Mei 1942 di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun dan meninggal dunia pada usia 74 tahun.

Sani adalah Gubenur Kepulauan Riau periode 2010 – 2015 dan 2016 – 2021. Ia terpilih menjadi gubernur Kepri pertama kali menggantikan Ismeth Abdullah pada pilgub 2010.

Sebelumnya, Sani juga pernah menjabat sebagai Walikota Tanjungpinang periode 1985 – 1993, Bupati Karimun periode 2001 – 2005, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau periode 2005 – 2010.

Sani menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (8/4/2016) di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. (eggi)

Spesialis Pembobol Rumah Ditangkap

0
Spsialis pembobol rumah. foto:ahmad yani/batampos
Spsialis pembobol rumah bersama barang bukti. foto:ahmat yani/batampos

batampos.co.id – Romanto Marulitua Hutagaol, 33, spesialis pembobol rumah tertangkap tanggan Polsek Sagulung saat beraksi di Perumahan Grya Permata, Blok C nomor 35, Rabu (6/4).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat biru BP 2396 CM, dua unit laptop merek Asus. Juga dua unit tablet merek Samsung dan Asus, empat handphone, satu jarum, dan satu gunting modifikasi sebagai alat untuk membuka kunci rumah.

Berdasarkan informasi, pelaku beraksi sekitar pukul 13.00 WIB, di rumah milik Tonggo Pandepotan Sinangal, 47. Korban saat itu tidak berada di rumah. Pelaku masuk dengan membuka paksa gembok pintu lalu menggasak barang-barang berharga di dalamnya.

Saat dimintai keterangan, Romanto mengaku mencuri lantaran tidak memiliki uang karena sudah satu tahun berhenti bekerja. ”Sebelumnya saya kerja di Mukakuning,” kata Romanto.

Dia mengaku sudah dua kali membobol rumah warga. Sebelumnya dia mencuri di rumah liar (ruli) di wilayah Batuaji.
Barang hasil curian kemudian dijual untuk biaya hidup sehari-hari. ”Saya belum nikah, cuma untuk beli makan dan rokok,” bebernya.

Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan, mengatakan pelaku ditangkap saat keluar dari rumah korban. Kemudian ditangkap warga dan polisi yang sedang patroli rutin di wilayah Sagulung.
”Warga sudah curiga. Saat ditangkap dia mengaku telah mencuri,” ujar Chrisman, Jumat (8/4).

Chrisman mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap pelaku. ”Kita belum tahu apakah dia komplotan atau tidak,” ungkapnya. (cr14/bpos)

Ujian Nasional Berbasis Komputer Dilanjutkan Senin

0
Ujian Nasional Berbasis Komputer.
Ujian Nasional Berbasis Komputer.

batampos.co.id – Siswa SMA sederajat baru saja menyelesaikan ujian nasional (UN). Hanya saja ada beberapa siswa masih harus menunggu untuk menyelesaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

”Mereka masih lanjut Senin (11/4) besok,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung, Jumat (8/4) di kantornya.

Mengingat sudah selesainya UN yang menggunakan kertas, tidak ada kemungkinan siswa mendapatkan bocoran soal maupun jawaban.

Andi menjelaskan Kemendikbud telah mengantisipasi hal tersebut, salah satunya dengan menyajikan soal berbeda-beda. Untuk ujian tahun ini ada lima paket soal yang disediakan.

”Mungkin ada, tapi presentasenya sangat kecil, karena tidak mungkin juga siswa mengingat semua soal. Belum lagi paket soal yang berbeda,” ujarnya.

Untuk persiapan pelaksanaan UNBK Senin nanti, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak PLN. Karena hari ini ada pemadaman yang dilakukan PLN dibeberapa daerah.

”Kita takutkan ujian terganggu nantinya. Yang UNBK hanya SMAN 1 dan SMAN 3 saja, sedangkan tujuh sekolah lain sudah selesai,” tutupnya. (cr17/bpos)

Pegawai BP Batam Diminta Tetap Layani Masyarakat

0
Demo pegawai BP Batam.
Demo pegawai BP Batam.

batampos.co.id – Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam yang baru mengakui saat ini pihak kementerian atau pun Dewan Kawasan (DK) belum menyampaikan secara resmi mengenai nasib para pegawai BP Batam. Jadi ia meminta pegawai PB Batam tetap melayani masyarakat.

”Jadi pegawai diminta tenang. Belum ada dibicarakan masalah keberadaan pegawai. Biar saja nanti Pak Menko yang menyampaikannya,” katanya.

Robert mengatakan, pegawai BP Batam harus tetap tenang, tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Kita berharap semuanya harus bekerja profesional. Tetap tenang. Kita juga nanti akan berdialog dengan mereka,” ucapnya.

Terkait serah terima jabatan, rencananya akan dilakukan pekan depan di Batam. Saat ini Mustofa Widjaja (Ketua BP Batam sebelumnya) masih ada urusan. ”Harus tunggu datang Pak Mustofa. Makanya kita rencanakan digelar minggu depan. Mungkin hari Rabu mendatang,” ungkapnya.

Saat ini, Robert dan pimpinan lain sudah mulai bekerja, menggelar rapat intens di pusat. Mereka sudah berkantor di kantor perwakilan BP Batam di Jakarta. ”Kita rapat terus di sini. Minggu depan kita sudah ke Batam. Kita tidak bisa menunda-nunda pembangunan. Harus gerak cepat,” tegasnya. (ian/bpos)

Angkot di Batuaji Kian Berulah, Masyarakat Makin Tak Respek

0
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga pengguna jasa Bus Trans Batam di Batuaji mengecam penganiayaan yang dilakukan sekelompok oknum sopir angkutan kota (angkot) terhadap salah satu petugas Bus Trans Batam di Batamcenter. Bahkan makin tak respek dengan ulah sejumlah sopir angkot di Batuaji.

Warga menilai penganiayaan itu sudah keterlaluan dan berharap aparat kepolisian mengusut pelaku.

”Polisi harus tangkap dan adili mereka yang berbuat onar itu. Kami merasa nyaman dengan Trans Batam. Tidak seperti sopir bimbar dan carry yang ugal-ugalan,” kata Kuaniawati, salah satu warga pelanggan Bus Trans Batam.

Selama ini sambung pekerja perusahaan di Batamcenter ini, pelayanan yang diberikan Trans Batam sangat nyaman. Keberadaan penumpang di dalam bus sangat dihargai. Tidak seperti angkutan kota (angkot) lainnya seperti bimbar dan carry yang suka ugal-ugalan dan lama ngetem menunggu penumpang.

”Pokoknya kalau bisa dihentikan saja operasional bimbar dan carry itu. Sopirnya tak ada sopan santun sama sekali. Ngebut-ngebutan, langgar aturan lalu lintas, berhenti di tengah jalan semaunya. Sudah begitu merokok, itu bikin sesak napas penumpang di dalamnya,” kata warga Puskopkar Batuaji itu.

Keberadaan angkot di Batam diakui Kuaniawati tak nyaman lagi. Selain ugal-ugalan dan melanggar aturan lalu lintas, oknum sopir angkot juga kerap bertindak kasar.

Warga mendukung pemerintah memperbanyak bus Trans Batam. Warga berharap agar jam operasional bus Trans Batam tak dibatasi.

Keluhaan warga akan kebrutalan angkot di Batam itu bukan isapan jempol. Kamis (7/4) sore, Ismail, 30, salah satu pengendara sepeda motor nyaris menjadi korban keganasan salah satu angkot Bimbar di Batuaji, tepatnya di jalan simpang Perumnas Sagulung.

Sepeda motor Ismail disenggol Bimbar yang disopiri Hotman, 28 saat melaju ke arah Simpang Basecamp. Ismail sempat menegur sang sopir, bukannya minta maaf, Ismail malah diancam Hotman menggunakan pisau. (opi/eja/cr13/rna)

Kapolres Janji Usut Tuntas Penganiaya Awak Trans Batam

0
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kombes Pol Helmy Santika menegaskan akan mengusut tuntas sopir angkutan umum (angkot) yang menganiaya kernet bus Trans Batam. Menurutnya, sopir angkot tersebut telah menyalahi aturan dengan menghakimi korban tak bersalah.

“Kita akan mengusut dan memproses siapa pelakunya. Siapapun melakukan aksi penghakiman terhadap orang lain akan ditindak,” ujar Helmy di Mapolresta Barelang, Jumat (8/4) siang.

Menurutnya para pelaku tak berhak melakukan penganiayaan maupun intimidasi terhadap kernet bus Trans Batam. Apalagi, mengatasnamakan pemerintah.

“Tidak boleh dikatakan alasan pemerintah belum tegas. Perbuatan pelaku salah,” tuturnya.

Helmy juga menghimbau kepada pihak Trans Batam maupun penumpang untuk segera melaporkan kepada polisi jika mengalami perlakuan tak menyenangkan dari para sopir angkot.
“Segera laporkan. Biar cepat kami proses. Dan saya harap ke depannya tak ada perlakuan seperti ini (penganiayaan dan pengancaman penumpang, red),” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sandro Pahala Parhusip, ticketing Trans Batam jurusan Batamcentre-Batuaji dipukul di kawasan Dataran Engku Putri, Rabu (6/7) sore.

Pria 20 tahun ini mengalami lebam di bagian kepala dan luka-luka di tangan. Bahkan, ia mengalami trauma akibat diancam belasan orang yang mengaku sebagai sopir angkot. Selain menganiaya sopir, pelaku juga mengancam penumpang yang tengah berada di bus.

Desak Polisi Usut Pemukulan Petugas Dishub
Pemko Batam meradang setelah mengetahui salah seorang petugas pelayanan Bus Trans Batam dari Dinas Perhubungan (Dishub) Batam dipukul sekelompok orang saat menjalankan tugasnya. Pemko Batam mendesak polisi mengusut kasus tersebut hingga tuntas agar kejadian serupa tak terulang kembali.

”Polisi harus segera merespon laporan itu, sehingga tak ada lagi bentuk-bentuk arogansi terhadap petugas yang melayani masyarakat,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemko Batam, Ardiwinata, Jumat (8/4).

Ke depan, Pemko Batam juga akan meminta bantuan polisi memantau dan melindungi kinerja petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Pasalnya, kata Ardi, petugas tersebut bekerja melayani masyarakat dalam penyediaan moda transportasi umum.

”Kita akan bahas ini secara serius dan akan kita bawa ke tingkat Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah),” paparnya.

Lebih lanjut, Ardi juga mengatakan Pemko Batam tengah meninjau ulang jadwal operasional bus Trans Batam. Menurut dia, ada peluang untuk mengembalikan jadwal operasional bus Trans Batam seperti sebelumnya.
”Iya, rencananya begitu, dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB,” katanya. (opi/eja/cr13/rna)

Rabu, Sertijab Kepala BP Batam, Pegawai Cemas

0
Pimpinan BP Batam saat dilantik Ketua DK Darmin Nasution, Selasa (5/4/2016) malam. Foto: istimewa
Pimpinan BP Batam saat dilantik Ketua DK Darmin Nasution, Selasa (5/4/2016) malam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Isu perampingan pegawai di tubuh Badan Pengusahaan (BP) Batam membuat sekitar 2.700 pegawai BP Batam cemas. Apalagi, isu tersebut mengenai ditariknya sejumlah pegawai ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Mereka meminta agar pegawai tetap dipertahankan dan bekerja di BP Batam.

”Isu yang meresahkan ini sudah berkembang. Katanya ada yang mau ditarik ke Pemko Batam, ada juga ditarik ke Pemprov. Itulah yang mereka tuntut,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (8/4).

Dari sekitar 2.700 pegawai Pemko Batam, sekitar 80 persen atau 2.160 berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 20 persen lagi atau sekitar 540 orang status honorer. PNS ini berasal dari berbagai instansi di pusat. Ada yang dari kementerian keuangan, kementerian ekonomi, dari pekerjaan umum, dan sebagainya.

”Saya tidak paham betul detailnya. Itu ada di bagian kepegawaian, dan itu tidak bisa saya dapatkan sekarang,” ujarnya.

Menurut Andi, terjadinya unjuk rasa beberapa waktu lalu oleh pegawai BP Batam didasari isu-isu yang berkembang. ”Jadi yang dituntut adalah pegawai BP Batam minta tetap bekerja di BP Batam. Karena semuanya sudah seperti keluarga sendiri,” sebutnya.

Seorang pegawai tidak tetap di BP Batam, kemarin mengakui resah adanya isu-isu yang berkembang tentang tidak akan diperpanjangnya lagi masa kerja mereka. Ia meminta agar pemerintah pusat bisa megambil kebijakan tanpa mengurangi hak-hak dari semua pegawai. ”Jangan sampai diputus. Kita semua di sini sudah bekerja profesional. Jangan hak-hak kita diputuslah,” katanya.

Untuk itu, Andi berharap karyawan tetap tenang, bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh isu-isu yang berkembang. Apabila ada isu yang berkembang, maka perlu dicermati. Apa landasan hukumnya, siapa dan kapasitas apa yang menghembuskan isu tersebut. ”Tetap bekerja profesional. Intinya tetap tenang jangan terpengaruh isu-isu dari pihak-pihak asing,” jelasnya.

Purba Robert Sianipar, Deputi IV BP Batam yang baru mengakui saat ini pihak kementerian atau pun Dewan Kawasan (DK) belum menyampaikan secara resmi mengenai nasib para pegawai Pemko Batam. ”Jadi pegawai diminta tenang. Belum ada dibicarakan masalah keberadaan pegawai. Biar saja nanti Pak Menko yang menyampaikannya,” katanya.

Robert mengatakan, pegawai BP Batam harus tetap tenang, tetap bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. ”Kita tetap berharap semuanya harus bekerja profesional. Tetap tenang. Kita juga nanti akan berdialog dengan mereka,” ucapnya.

Terkait serah terima jabatan, kata dia, rencananya akan dilakukan pekan depan di Batam. Saat ini Mustofa Widjaja (Ketua BP Batam sebelumnya) masih ada urusan. ”Harus tunggu datang Pak Mustofa. Makanya kita rencanakan digelar minggu depan. Mungkin hari Rabu mendatang,” ungkapnya.

Saat ini, Robert dan kawan-kawan sudah mulai bekerja, menggelar rapat intens di pusat. Mereka sudah berkantor di kantor perwakilan BP Batam di Jakarta. ”Kita rapat terus di sini. Minggu depan kita sudah ke Batam. Kita tidak bisa menunda-nunda pembangunan. Kita harus gerak cepat,” tegasnya. (ian/bpos)

Jaksa Kembali Panggil Ratusan Guru TPQ terkait Kasus Dana Bansos

0
ilustrasi dana bansos.
ilustrasi dana bansos.

batampos.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri kembali meminta keterangan ratusan guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Aula lantai 3 Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Kali ini, giliran guru TPQ di Kecamatan Batamkota yang dipanggil untuk dimintai keterangannya terkait dana bansos Batam.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Kejati Kepri, kemarin (8/4), hampir sama dengan proses pemeriksaan guru TPQ sebelumnya. Dimana, para guru diberi form yang berisi delapan pertanyaan.

Kasi Penyidikan (Kasidik) Tipidsus Kejati Kepri, Zainur Arifin Syah mengatakan proses pemeriksaan para saksi tersebut serupa dengan saksi-saksi sebelumnya. Para saksi hanya memberikan jawaban di form yang telah disediakan penyidik.

”Pertanyaan sama, namun giliran guru TPQ untuk Kecamatan Batamkota yang kita periksa,” jelasnya.

Menurut dia, dari 300 guru TPQ yang dijadwalkan hadir untuk pemeriksaan, hanya 100 orang lebih yang hadir. ”Jumlah pastinya saya belum dapat laporan. Yang jelas ada 100 lebih. Dan proses pemeriksaan ini tetap berlangsung seminggu ke depan, namun dengan kecamatan berbeda,” terang Zainur.

Dikatakannya, hingga kemarin pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) tahun 2011-2014.

Begitu juga dengan nilai kerugian negara dalam pagu anggaran Rp 66 miliar tersebut.

”Belum ada tersangka. Kita sedang memperkuat bukti untuk penetapan tersangka. Begitu juga dengan nilai kerugian, belum ada,” ujarnya. (she/bpos)

PLN Gilir Pemadaman hingga Dua Jam

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit I Tanjungkasam rusak lagi, Jumat (8/1) sekitar pukul 01.31 WIB dini hari. Akibatnya, PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena defisit daya kurang lebih mencapai 30-37 Mega Watt (MW).

Bright PLN Batam melalui Corporate Communication, Rudi Antono menjelaskan, saat ini sedang terjadi gangguan pada unit 1 PLTU Tanjungkasam. Gangguan telah diidentifikasi terjadi pada sistem proteksi pembangkit, sehingga berdampak terjadinya defisit daya yang mengakibatkan terjadinya pemadaman kepada pelanggan secara bergantian dengan durasi kurang lebih dua jam per periode per pelanggan.

”Gangguan tersebut merupakan gangguan vital yang memerlukan tindakan preventif dan harus segera diperbaiki mengingat PLTU Tanjungkasam merupakan backbone sistem di Batam sementara ini. Takutnya jika dibiarkan akan terjadi black out (padam total) nantinya,” ujar Rudi.

Dia menuturkan, perbaikan kerusakan yang dilakukan antara lain perbaikan pada sistem proteksi dan melakukan beberapa inspeksi pada komponen PLTU. Waktu yang diperlukan untuk perbaikan di perkirakan dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (7-8/4). Untuk hari Minggu tidak ada pemadaman karena beban tidak terlalu tinggi.

”Gangguan ini termasuk gangguan yang mendadak dan bisa terjadi sewaktu-waktu karena mesin beroperasi terus dan memasok daya yang besar untuk sistem di Batam,” sebut Rudi.

Namun demikian, lanjutnya, PLN akan berupaya semaksimal mungkin agar perbaikan dapat selesai tepat waktu, agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang mengakibatkan terganggunya pasokan listrik ke pelanggan.

”Untuk mengurangi dampak terjadinya pemadaman, kami mengimbau para pelanggan dapat melakukan penghematan penggunaan tenaga listrik selama dilakukannya perbaikan. Misalnya dengan mematikan lampu dan alat-alat elektronik apabila tidak dipergunakan dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas terjanya gangguan ini,” tutup Rudi.

Traffic Light Mati, Lalu Lintas Macet

Sementara itu, pemadaman aliran listrik menyebabkan sejumlah traffic light tidak berfungsi. Akibatnya, sejumlah persimpangan menjadi sumber kemacetan. Aksi main terobos pengguna jalan pun tak terhindari.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id) di Simpang Lampu Merah Kallista, Batamkota, kemacetan terjadi hingga ratusan meter dari arah Simpang Kara. Kondisi tersebut tentunya sangat membahayakan para pengendara jalan yang melintas di ruas jalan perempatan tersebut.

”Kalau antre tidak apa-apa. Ini kendaraan roda empat semaunya saja,” keluh Andi, salah seorang pengendara motor.

Menurut Andi, kondisi seperti ini sering terjadi khususnya ketika aliran listrik padam. Lampu jalan tak berfungsi yang menyebabkan kondisi jalanan macet total. ”Kalau sudah mati, ya beginilah. Apalagi tak ada polisi yang menertibkan,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Andri. Ia mengaku, setiap kali ada gangguan listrik, akan berimbas kepada traffic light di Simpang Kallista. ”Listrik mati, imbasnya traffic light tak berfungsi. Lalu lintas pun amburadul,” keluhnya. (hgt/rng/bpos)

32 Kios Liar Pasir Putih Digusur

0
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos
Penertiban Kios Liar di Pasir Putih, Batam, Jumat (8/4/2016). Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Sekitar 32 kios liar semi permanen di sekitar Bundaran Tropicana, kawasan Pasir Putih ke arah Bengkong dirobohkan oleh tim terpadu, Jumat (8/4). Tim terpadu yang berjumlah 300 orang terdiri itu, dari Satpol PP, Ditpam BP Batam, TNI dan Polri. Sayangnya, penertiban yang dilakukan tim terpadu tersebut terkesan tebang pilih. Pasalnya, kios-kios liar permanen yang berada di seberang Bundaran Tropicana tidak dirobohkan.

Kepala Satpol PP Pemko Batam, Hendri berdalih baru akan merobohkannya minggu depan. Menurutnya, pengembang kios liar ini memiliki izin untuk membangun taman dari BP Batam, namun dalam praktiknya malah disalahgunakan untuk membangun kios liar. ”Penertiban ini sebagai shock therapy bagi pengembang kios liar lain agar berhenti membangun kios liar,” ujarnya.

Menurutnya, penertiban itu sempat mendapatkan penolakan dari pemilik kios. Pemilik kios berdalih telah membeli kios seharga Rp 40-60 juta dan dibangun di atas lahan Yayasan. ”Mereka (pemilik kios) menolak untuk dibongkar. Karena kios itu dibeli,” paparnya.

Dalam penertiban ini, tim terpadu tidak menurunkan alat berat dan hanya membawa dua lori untuk merobohkan kios-kios liar semi permanen tersebut. Sangat mudah merobohkannya, karena semuanya dibangun menggunakan batako putih yang gampang dihancurkan.

Tim terpadu mendapat target enam bulan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) untuk meratakan seluruh kios liar yang ada di Batam. Namun praktiknya tidak semua kios liar mendapat level surat peringatan yang sama. Dari delapan titik kawasan kios liar di Batam, ada kios liar yang baru mendapat surat peringatan satu sampai tiga atau SP bongkar, sehingga terkesan tim terpadu tebang pilih dalam penertibannya.

Risma, salah seorang pemilik kios mengaku kecewa dengan penertiban kios miliknya. Ia mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah tanpa adanya ganti rugi. ”Saya gak tahu kalau tidak boleh berjualan di sini. Kalau tidak boleh, kenapa pemerintah memperbolehkan dibangun,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melakukan tebang pilih dalam penertiban tersebut. Dimana kios liar yang berjarak 50 meter dari kios miliknya tak di tertibkan. ”Kalau memang salah. Kenapa masih ada yang berdiri? Ini namanya pengrusakan,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Hendra, pemilik kios di Pasir Putih. ”Kami minta jangan pilih kasih. Pemerintah harus adil. Jangan hanya penertiban dilakukan pada satu lokasi saja sedangkan lokasi lain dibiarkan tanpa adanya penertiban,” ujarnya.

Namun, hal itu dibantah Hendri. Dia mengatakan, penertiban kios liar di kawasan Pasir Putih akan dilakukan secara bertahap. ”Kita harus melakukan tindakan persuasif dulu sebelum bertindak tegas,” kilah Hendri.

Dia pun berjanji, Selasa (12/4) pekan depan, tim terpadu akan merobohkan 63 rumah liar yang ada di dekat Mesjid Agung, Tanjunguncang. Selanjutnya, Jumat (15/4) depan dilanjutkan eksekusi kios liar permanen di seberang Bundaran Tropicana. (leo/opi/rng/hgt/bpos)