Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda blog Halaman 14446

KABAR GEMBIRA: Besok Listrik Batam Tak Jadi Padam

0

TJK-POWER2batampos.co.id – PLN Batam merilis sebuah kabar gembira, besok Rabu (4/5) tak jadi dilakukan pemadaman listrik di Batam. Jadwal semula 4 Mei akan dilakukan pemadaman listrik bergilir selama rata-rata 3 jam.

Mengapa tak jadi padam? Rudi Antono , Corporate Communication PLN Batam kepada batampos.co.id menuturkan hal ini dikarena jadwal lepas daya di PLTU Tanjung Kasam diundur.

“Semestinya mesin di PLTU Tanjung Kasam tidak beroperasi pada tanggal 4 Mei pukul nol nol, tetapi rupanya masih bisa diundur hingga pukul sepuluh malam,” terang Rudi.

Artinya pada jam itu beban puncak PLN Batam telah terlampaui. Mesin pembangkit berbahan gas dan diesel masih bisa mencukupi kebutuhan listrik Batam.

Nah, untuk tanggal 5,6,7 dan 8 Mei diperkirakan akan terjadi pemadaman, tetapi tidak lama. Sebelumnya dijadwalkan akan padam selama 2 jam.

“Bergiliran sekira satu jam saja,” ucap Rudi. “Itupun kami tetap mengambil pilihan tidak terjadi pemadaman jika memungkinkan.”

Pada tanggal libur panjang itu, PLN Batam mengalami defisit daya 10 MW saja. (ptt)

 

Tiap Minggu Kios Liar Ditertibkan, Pedagang Akan Direlokasi dan Ditata

0
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Kios liar di Simpang Frengky sudah rata dengan tanah. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Setiap minggu, Pemerintah Kota Batam akan menjadwalkan penertiban Pedagang kakilima (PKL) serta kios liar yang ada di seluruh Kota Batam. Targetnya, tahun ini bebas PKL dan Kios liar.

“Idealnya tiap minggu ada pembongkaran. Bila tahun ini tak tercapai, kita lanjutkan tahun depan,” kata Ketua Tim Terpadu Penegakan peraturan daerah (Perda) Kota Batam, Syuzairi, Senin (2/5).

Pemerintah sambung Syuzairi akan memprioritaskan lahan yang berada di jalur jaringan PGN, ATB, Telkom, serta PLN. Selain membahayakan, juga menyangkut investasi yang cukup besar.

“Itu kita amankan dulu, kita fokus kios liar,” ungkapnya lagi. Setelah itu, tim terpadu baru menyasar PKL dan kios liar lainnya.

Penertiban lanjut Asisten I Bidang Pemerintahan Pemko Batam ini tak boleh terhenti. Bila dibiarkan terlalu lama, khawatir akan tumbuh dan menjamur lagi.

Nenurutnya, keberadan PKL terutama kios liar merusak estetika kota Batam. Dibangun dan didirikan diatas lahan yang salah, untuk row jalan maupun bufferzone. “Kita semua harus taat hukum, ada Perda yang mengatur. Bangunan diatas lahan buferzone dan row jalan tak diperbolehkan,” ungkapnya.

Jalan menjadi sempit, mengganggu jalur kendaraan umum. Seperti halnya kios liar yang ada di kawasan Seipanas, Tanjungriau, serta Nagoya. “Nanti kita tata,” katanya. Bukan sekedar menertibkan, pemerintah lanjut Syuzairi akan memikirkan relokasi pedagang setelah penertiban berlangsung.

Direktur Humas dan Promosi, Purnomo Andiantono mengatakan, pihaknya belum menerima pengajuan lahan untuk relokasi PKL dan kios liar dari Pemko Batam.

“Saya tanya bagian lahan belum masuk, sebenernya kalau mau di pasar induk, kan belum dipakai,” ungkapnya. Namun pasar yang berada di wilayah Jodoh tersebut takkan mampu menampung puluhan ribu pedagang yang ada di Batam.

Bila pemerintah Kota Batam berencana menempatkan PKL di setiap Kecamatan, hal ini lanjutnya menjadi masukan BP Batam. “Kalau per Kecamatan mungkin ada (pegajuannya), Nanti saya cek ke bagian lahan,” pungkasnya. (hgt)

Mengenang Almarhum Sani, GSM Gelar Tahlilan ke-40

0
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist
HM Sani semasa hidup. Foto: Ist

batampos.co.id – Gerakan Sejuta Melayu (GSM) Kepri akan menyelenggarakan tahlilan ke-40 meningalnya almarhum HM Sani, Selasa (17/5) mendatang. Acara doa bersama itu digelar serentak di seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri. “Bersama-sama mendoakan mendiang,” kata Penggagas GSM Kepri, Oktavio Bintana, Senin (2/5).

Hal ini, Sambung Oktavio sebagai bentuk tanggung jawab, penghormatan, serta penghargaan GSM atas jasa-jasa almarhum. Hal tersebut diharapkannya menjadi semangat melanjutkan perjuangan HM Sani yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat Kepri. “Kita mengucapkan terimakasih kepada pihak yang ikut Andil dalam kegiatan ini, seperti Gerak Keris,” ungkap Oktavio.

Sekretaris Gerakan Rakyat Kepulauan Riau Sukses (Gerak Keris) Kota Batam, Nurmantiaz menyampaikan, pihaknya akan menyelanggarakan di Tanjungpiayu, Kota Batam. Bersama pengurus pesantren, panti asuhan, dan pengurus masjid. “Semoga Almarhum di tempatkan Allah di surga yang penuh kemuliaan,” kata Nurmantiaz.

Nurmantiaz menyampaikan, gerak keris menghargai mendiang HM Sani tak sebatas sebagai seorang pemimpin. Lebih kepada jasa-jasa beliau, yang sukses mengayomi masyarakat kepri yang terdiri dari berbagi suku, ras, dan agama. “Menjadi sosok guru, pemimpin yang pluralis,” ungkapnya.

Pihaknya lanjut Nurmantiaz akan berada di barisan terdepan untuk melanjutkan pemikiran almarhum HM Sani. Kedepan, ia berharap tak ada lagi benturan antar kelompok, semua pihak bersatu untuk membangun Kepri. “Beliau pahlawan, jasanya harus selalu dikenang,” ungkapnya. (hgt)

Baca juga:

Mengenang Sani dalam Larik Puisi

GSM Kepri Gelar Doa Bersama untuk Sani, Dihadiri Wagub Kepri

Hari Ini, GSM Kepri Gelar Doa Bersama untuk Sani

Lagi Mendoakan Sani, Dua Pejabat Pemprov Malah Bertengkar

Kevinsius Pembunuh Zandra Dikenal Tertutup

0
Kapolsek Sekupang Ferry Aprizon SE (Baju Polisi) menginterogasi Kevinsius Kanis, pembunuh Sandra di Mapolsek Sekupang, Minggu (1/5/2016). Foto: istimewa
Kapolsek Sekupang Ferry Aprizon SE (Baju Polisi) menginterogasi Kevinsius Kanis, pembunuh Sandra di Mapolsek Sekupang, Minggu (1/5/2016). Foto: istimewa

batampos.co.id – Warga yang berdiam di ruli Bintang RT 03/RW16, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji tak menyangkah jika Kevinsius Kanis, salah satu warga mereka adalah pelaku pembunuhan terhadap Neltji Trentje Zandra Jawar, 38 yang jasadnya ditemukan membusuk di lahan kosong depan gedung Balai Kesehatan, Marina, Sabtu (1/5) lalu.

Beberapa warga di sana yang mengaku kenal dengan Kevin menuturkan sosok pemuda 27 tahun itu dikenal pribadi yang pendiam. “Belum sebulan dia tinggal di sini. Dia kerja bangunan,” kata Ferdi salah satu warga di sana.

Di ruli tersebut Kevin adalah orang baru yang menempati salah satu kamar kos-kosan. Kevin tinggal sendirian dan jarang bergaul. “Baru kenal sekilas karena baru juga dia pindah ke sini. Tapi memang orangnya tertutup. Mungkin orang baru kali,” kata Meri warga lainnya.

Selama berada di pemukiman itu, Kevin kata warga tak menunjukan perilaku yang menonjol sehingga warga mengaku cukup terkejut dengan penangkapannya itu. “Kaget baca koran ternyata wanita yang ditemukan di Marina itu katanya dibunuh anak itu (Kevin),” kata Meri.

Sebelum berita penangkapan Kevin tersiar, warga setempat mengaku memang ada sejumlah orang yang mengaku polisi datang ke pemukiman mereka dan mengambil sepeda motor Suzuki Nex yang parkir di depan kos-kosan Kevin. “Rupanya itu motor korban. Memang sudah tiga hari motor itu parkir saja di luar, padahal dia (Kevin) tak ada di rumah,” kata Ferdi.

Sepeda motor yang diambil polisi itu diakui warga memang bukan sepeda motor warga setempat. Sepeda motor itu sudah sejak Selasa (26/4) parkir begitu saja di depan kos-kosan Kevin.”Heran juga padahal dia tak punya motor selama ini,” kata Ferdi.

Dengan kejadian itu warga setempat mengaku akan lebih waspada lagi kedepannya untuk menerima penghuni baru agar tidak terjadi kejadian serupa. “Setidaknya harus tahu dulu seluk beluknya. Takutnya buat onar di luar kami-kami di sini yang dibawa-bawa nantinya. Kalau memang dia pelakunya ya dihukum setimpal, karena sudah keterlaluan sampai membunuh,” kata Ferdi.

Senada disampaikan oleh Haintje Jawar, adik kandung Zandra yang mewakili keluarga korban. Siapapun pelaku pembunuhan Zandra keluarga berharap dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku. “Kalau bisa hukumnya seperti apa yang dia perbuat,” ujar Haintje.

Jika masih ada pelaku lain, keluarga tetap berharap agar polisi mengusut tuntas dan menangkap semuanya. “Kami percaya polisi agar usut tuntas jika pelakunya lebih dari satu,” kata Haintje.

Seperti yang diketahui jenazah Zandra ditemukan membusuk di lahan kosong depan gedung Balai Kesehatan, Marina. Polisi yang menyelidikan kasus tersebut mengetahui jika Janda empat anak itu korban pembunuhan. Tak memakan waktu lama polisi pun membekuk Kevin di Tanjungpinang. Kelvin sempat dihadiahi timah panas ke betisnya oleh polisi.

Zandra meninggalkan rumah mereka di kavling Sagulung Baru blok V/97, Sagulung pada Senin (25/4) lalu. Sempat hilang empat hari sebelum jasadnya ditemukan. Jenazah Zandra dimakamkan di TPU Seitamiang pada Minggu (2/5). (eja)

Baca juga:

Sandra Dimakamkan di TPU Seitamiang

Pembunuh Sandera Ternyata Sang Kekasih, Ini Alasannya

Tersangka Pembunuh Sandra Dibekuk di Tanjungpinang

Sebelum Ditemukan Tewas, Sandra Pergi Mau Pinjam Uang

Hilang Lima Hari, Janda Beranak Empat Ditemukan Tewas

Saat di SMKN 1 Batam, Feby Kurnia Dijuluki Titisan Einstein

0
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta asal Batam, Feby Kurnia Nuraisyah, yang ditemukan tewas di toilet kampus tersebut, Senin (2/5/2016) ternyata memiliki segudang prestasi. Bahkan ia diterima di UGM kerena prestasinya di berbagai bidang.

Ya, Feby merupakan alumni SMKN 1 Batam. Selama sekolah di SMKN 1 Batam, ia mengambil Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Setelah lulus pada 2015, Feby mendaftar ke UGM melalui jalur prestasi sekolah untuk Fakultas MIPA, jurusan Geofisika.

Selama sekolah, warga Komplek Nusa Jaya Blok A14 Nomor 13, Seipanas, Batam, ini memang berprestasi. Sehingga tak heran jika dia sangat dikenal oleh para guru dan keluarga besar SMKN 1 Batam.

Selain cerdas, Feby juga merupakan sosok yang sopan dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

“Ikut klub Bahasa Inggris di sekolah. Anaknya rajin ibadah,” ujar seorang guru di SMKN 1 Batam.

Baca Juga:
> Feby Kurnia: I’m fine here mam…
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Selain mahir berbahasa Inggris, Feby juga dikenal menguasai ilmu Fisika di atas rata-rata siswa lainnya.

“Dia merupakan murid terbaik di sekolah dan juga menjadi utusan dalam lomba Bahasa Inggris baik nasional maupun internasional,” beber gurunya.

Atas prestasi yang dimilikinya, Feby pernah dikirim menjadi utusan lomba debat Bahasa Inggris tingkat nasional di Yogyakarta pada tahun 2013. Saat itu Feby berhasil meraih juara dua.

Kemudian pada tahun 2014, Feby kembali mewakili Provinsi Kepri pada ajang perlombaan Fisika tingkat nasional. Namun saat itu dirinya hanya berhasil meraih peringkat delapan besar.

Tidak hanya itu, pada 2015 Feby dikirm ke Cina dalam kegiatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Youth Camp atau ajang bertemunya anak-anak berprestasi di kawasan Asia Pasifik.

“Prestasi di sekolah dia selalu juara kelas,” ungkapnya.

Selain Bahasa Inggris dan Fisika, Feby juga jago dalam mata pelajaran Kimia. Bahkan, karena kecerdasannya itu, guru dan teman-teman di sekolahnya menyematkan julukan ‘Titisan Einstein’ kepada Feby.

Menurutnya, pihak sekolah sudah mendengar kabar hilangnya Feby sejak pekan lalu. Namun mereka tak pernah menyangka jika akhirnya Feby ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Senin (2/5/2016).

Koran Batam Pos (grup batampos.co.id) pernah memuat profil Feby dalam rubrik X-Presi yang terbit pada edisi 5 Mei 2015. Setahun yang lalu. Saat itu, Feby mengutarakan keinginannya untuk mendalami ilmu Kimia-Fisika dan menciptakan formula yang berguna untuk masyarakat luas.

“Misalnya sebuah ramuan atau sejenisnya yang bermanfaat untuk kesehatan manusia,” kata Feby, kala itu.

Namun kini, gadis berhijab itu tak bisa lagi mengejar mimpi dan cita-cita mulia tersebut. (gas/cr14)

Wakil Komisi II DPR RI Minta Wilayah BP Batam-Pemko Dipisah

0

Lukman-Edybatampos.co.id – Pemerintah diminta membuat zonasi yang memisahkan kewenangan antara Pemko Batam dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pembagian wilayah kerja ini diharapkan mampu menghilangkan dualisme kewenangan serta konflik antara BP-Pemko yang terus terjadi selama ini.

”Karena kalau tidak ada pembagian yang jelas, akan terus menyimpan potensi konflik yang tidak berkesudahan,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Lukman Edy, saat berkunjung ke kantor Wali Kota Batam, Senin (2/5).

Selain bersama jajaran anggota Komisi II DPR, dalam kunjungan kemarin Lukman juga membawa serta Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono, Plh Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Budi Situmorang, dan anggota Ombudsman RI Laode Ida.

Menurut Lukman, jika nanti nomenklatur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) benar-benar diterapkan dan BP Batam yang diproyeksikan untuk mengurusi KEK, maka pemerintah pusat mesti memisahkan wilayahnya. Misalnya, kata dia, memindahkan wilayah KEK ke pulau lain dan bukan berada di pulau utama (mainland) Batam. Seperti, misalnya, di Pulau Rempang dan Galang (Relang).

”Atau sebaliknya, ibukota pemerintahan Batam yang dipindahkan sehingga ada kepastian zonasi,” papar mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Tak hanya itu, politikus PKB itu juga mengatakan pihaknya sengaja mengajak Ombudsman RI dalam pertemuan tersebut agar dapat membantu mengaudit layanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Dalam hal ini BP dan Pemko Batam.

”Kita mau lihat, apakah sudah sesuai prinsip layanan publik yang prima,” ujar dia.

Selain itu, sambung Lukman, Komisi II juga menghendaki agar dilakukan audit terkait lahan di Batam. Sehingga akan diketahui berapa persen lahan di Batam yang bernilai ekonomis dan berapa persen sisanya yang dinyatakan tidur tapi dinyatakan ada hak kepemilikan.

”Informasi yang saya terima, baru separuh yang sudah bernilai, sisanya baru berupa klaim-klaim yang tidak berdasar,” terangnya.

Karena itu, Komisi II meminta Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri agar segera menyelesaikan kesimpangsiuran kewenangan dua lembaga di Batam itu.

”Akhir tahun ini juga harus rampung,” katanya.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono mengatakan pengembangan Batam telah salah sejak awal. Padahal, mengacu pada teori pengembangan wilayah, mestinya daerah dikembangkan berlandaskan pada problem area (masalah daerah) dan problem focus (masalah kekhususan).

”Nah, yang terjadi di Batam itu kan tidak, ada focus (kekhususan) yang overlapping (menyalip) dengan kota pada akhirnya,” jelas Soni.

Alhasil, semua konflik yang muncul merupakan efek dari pengembangan teori yang keliru tersebut.

”Selama (persoalan) areanya overlap, tidak akan terselesaikan. Maka begitu muncul solusi, (yaitu) dipisahkan,” papar mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Utara tersebut.

Di kesempatan itu, Soni juga melemparkan gagasan agar Batam menerapkan konsep otonomi daerah dengan bentuk desentralisasi asimetris urusan pemerintahan dengan menjadi Pemerintah Khusus Batam.

”Kalau di beberapa daerah lain, yang khusus itu urusan daerahnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Aceh dan Papua, kalau di sini urusan pemerintahannya,” kata dia.

Namun, kata dia, karena pemerintah pusat telah sepakat untuk membentuk KEK di Batam, maka konsep itu sepertinya akan dimentahkan.

”Kalau lebih condong ke KEK, ya arahnya ke sana,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Plh Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Budi Situmorang mengatakan kawasan seperti Batam, Bintan dan Karimun masuk dalam rencana tata ruang strategis nasional.

”Nah, Batam itu kawasan strategis untuk menggerakkan ekonomi kawasan,” kata dia.

Karena itu, kata dia, pengembangan kawasan Batam ke depan baik itu yang masuk cakupan KEK atau tidak mesti diberi fasilitas khusus agar sesuai dengan rencana pengembangan kawasan yang telah ditetapkan oleh pusat.

”Kalau memang mau dikembangkan ke KEK, bisa saja nanti diberi fasilitas khusus. Atau Pemko Batam yang ngurusi di luar itu, juga bisa dapat fasilitas lain yang mungkin bisa saja sama, kan belum fix (pasti),” kata dia. ***

Feby Kurnia dalam Kenangan Batam Pos

0
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta asal Batam, Feby Kurnia, ditemukan tewas di toilet kampus tersebut, Senin (2/5). Sebelumnya, Feby dikabarkan hilang sejak Kamis (28/3) lalu.

Feby merupakan alumni SMKN 1 Batam. Selama sekolah di SMKN 1 Batam, ia mengambil Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Setelah lulus pada 2015, Feby mendaftar ke UGM melalui jalur prestasi sekolah untuk Gakultas MIPA, jurusan Geofisika.

Selama sekolah, warga Komplek Nusa Jaya Blok A14 Nomor 13, Seipanas, Batam, ini memang cukup berprestasi. Sehingga tak heran jika dia sangat dikenal oleh para guru dan keluarga besar SMKN 1 Batam. Selain cerdas, Feby juga merupakan sosok yang sopan dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

”Ikut klub Bahasa Inggris di sekolah. Anaknya rajin ibadah,” ujar seorang guru di SMKN 1 Batam, kemarin.

Selain mahir berbahasa Inggris, Feby juga dikenal menguasai ilmu Fisika di atas rata-rata siswa lainnya. ”Dia merupakan murid terbaik di sekolah dan juga menjadi utusan dalam lomba Bahasa Inggris baik nasional maupun internasional,” bebernya.

Atas prestasi yang dimilikinya, Feby pernah dikirim menjadi utusan lomba debat Bahasa Inggris tingkat nasional di Yogyakarta pada tahun 2013. Saat itu Feby berhasil meraih juara dua. Kemudian pada tahun 2014, Feby kembali mewakili Provinsi Kepri pada ajang perlombaan Fisika tingkat nasional. Namun saat itu dirinya hanya berhasil meraih peringkat delapan besar.

febyxpresiTidak hanya itu, pada 2015 Feby dikirm ke China dalam kegiatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Youth Camp atau ajang bertemunya anak-anak berprestasi di kawasan Asia Pasifik.

”Prestasi di sekolah dia selalu juara kelas,” ungkapnya.

Selain Bahasa Inggris dan Fisika, Feby juga jago dalam mata pelajaran Kimia. Bahkan, karena kecerdasannya itu, guru dan teman-teman di sekolahnya menyematkan julukan ‘Titisan Einstein’ kepada Feby.

Menurutnya, pihak sekolah sudah mendengar kabar hilangnya Feby sejak pekan lalu. Namun mereka tak pernah menyangka jika akhirnya Feby ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, kemarin.

Kabar hilangnya Feby ini juga pernah disampaikan oleh guru SMKN1 Batam, Nuraini, di dinding Facebook-nya yang ditautkan ke facebook Feby Kurnia.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos, Feby minta izin keluar kepada ibu kosnya pada Kamis (28/4). Namun sejak saat itu, Feby tak pernah kembali hingga akhirnya ditemukan meninggal, kemarin.

Batam Pos sendiri pernah memuat profil Feby dalam rubrik X-Presi yang terbit pada edisi 5 Mei 2015. Setahun yang lalu. Saat itu, Feby mengutarakan keinginannya menjadi ilmuwan Fisika yang berguna bagi masyarakat luas.

”Kalau ilmu atom sudah bisa dikuasai, dipastikan jalan untuk menjadi ilmuwan sudah terbuka lebar,” kata Feby, kala itu.

Namun kini, gadis berhijab itu tak bisa lagi mengejar mimpi dan cita-cita mulia tersebut. (gas/cr14)

Feby Kurnia: I’m fine here mam…

0
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram
Feby Kurnia bersama sang bunda. Foto: instagram

batampos.co.id – Feby Kurnia, mahasiswi Geofisika FMIPA UGM asal Batam yang ditemukan meninggal di toilet lantai 5 kampusnya, Senin (2/5/2016) adalah alumni SMKN 1 Batam.

Feby mulai kuliah di UGM sejak Agustus 2015 lalu. Tak lama setelah ia masuk UGM, Feby melalui akun Facebooknya masih sempat merespon sapaan guru dan teman-temannya dari SMKN1 Batam.

Pada 27 Agustus 2015 pukul 08.16, guru SMKN1 Batam, Mia Asmiati sempat menyapa Feby. “how are dear?” tulis sang guru.

Feby meresponnya dengan menjawab: “I’m fine here mam…”

Di hari yang sama, Jasmar Rafli juga sempat menyapa Feby. “Selamat ya febi ….JS mhs UGM semoga sukses selalu,” tulis Jasmar.

Feby membalasnya, ” Iya terimakasih pak jasmar…

Di akun facebooknya, Feby terakhir kali mengunggah foto pada 25 Agustus 2015. Di foto itu ia tampak sedang berada di suatu acara. Ia berfoto bersama seorang temannya.

Beberapa temannya yang lain di facebook juga mengucapkan selamat karena telah berhasil masuk di UGM.

Baca Juga:
> Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Feby memang dikenal anak yang cukup cerdas selama di SMKN 1 Batam. Ia juga dikenal baik dan mudah bergaul.

Begitupun di kampusnya di UGM. Dekanan Fakultan MIPA UGM melalui Humas UGM Dr Iva Ariani, juga mengenal Feby sebagai sosok mahasiswi yang baik. “Dia anak yang baik,” ujarnya.

Feby dilaporkan hilang sejak Jumat (29/4/2016). Seblumnya ia pamit pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016), namun tidak kunjung kembali.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan dilihat dari kondisi mayat, Feby diperkirakan meninggal sejak 3-4 hari lalu. “Kondisi jenazah sudah rusak,” ujar Hudit.

Jenazah mahasiswi yang mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM angkatan 2015 itu masih berada di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Sardjito untuk diautopsi.

“Kita masih telusuri, namun dugaan sementara memang dibunuh karena ada bekas jeratan tali di leher,” ujar Hudit di lokasi kejadian, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (nur/jpgrup)

Telepon Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Sempat Diangkat Seorang Pria

0
Feby Kurnia (kir) saat foto bareng dengan temannya. Foto: facebook
Feby Kurnia (kir) saat foto bareng dengan temannya. Foto: facebook

batampos.co.id -Kecurigaan kalau Feby Kurnia (19), mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan meninggal dunia di Gedung Fakultas MIPA UGM, Senin sore (2/5/2016) dibunuh tak hanya dari adanya bekas jeratan tali di lehernya, tapi juga adanya sosok pria yang mengangkat telepon Feby saat teman-temannya mencarinya sejak Jumat (29/4/2016) lalu.

Beritasatu.com melansir, menurut beberapa mahasiswa jurusan Geofisika fakultas MIPA UGM, yang ikut melacak keberadaan Feby mengungkapkan bahwa mahasiswi asal Riau tersebut sudah tidak kelihatan di kampus sejak Jumat (29/3/2016). Feby bahkan tidak bisa ditelpon maupun di-SMS.

Baca Juga:
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher
> Feby Kurnia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Kampus UGM
> Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Dikabarkan Hilang

Menurut salah satu rekan Feby, saat ponsel korban masih bisa dihubungi, si penjawab telepon ternyata laki-laki. Berdasarkan pelacakan polisi, posisi koordinat dari nomor korban,berada di Jalan Parangtritis, Bantul.

Sementara kendaraan roda dua korban ditemukan di parkiran UGM.

Feby dilaporkan hilang sejak Jumat (29/4/2016). Seblumnya ia pamit pada ibu kosnya pada Kamis (28/4/2016), namun tidak kunjung kembali.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi mengatakan dilihat dari kondisi mayat, Feby diperkirakan meninggal sejak 3-4 hari lalu. “Kondisi jenazah sudah rusak,” ujar Hudit.

Jenazah mahasiswi yang mengambil program studi Geofisika Fakultas MIPA UGM angkatan 2015 itu masih berada di Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr Sardjito untuk diautopsi.

“Kita masih telusuri, namun dugaan sementara memang dibunuh karena ada bekas jeratan tali di leher,” ujar Hudit di lokasi kejadian, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (nur/jpgrup)

Feby Kurnia, Mahasiswi UGM Asal Batam Ternyata Dibunuh, Ada Bekas Jeratan Tali di Leher

0
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram
Feby Kurnia, mahasiswi UGM asal Batam yang ditemukan tewas di toilet perempuan lantai 5 FMIPA, Senin (2/5/2016). Foto: instagram

batampos.co.id – Feby Kurnia, Mahsiswi UGM asal Batam, Kepulauan Riau, yang ditemukan meninggal di dalam toilet, lantai 5 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), diduga korban pembunuhan. Sebab, di leher korban ditemukan bekas jeratan tali.

“Iya, dugaan sementara dibunuh, ada jeratan di leher. Kami masih selidiki lagi. Tunggu hasil penyelidikannya,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan di lokasi, Sekip Utara, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, Senin (2/6/2016).

Feby diduga dibunuh empat hari lalu karena kondisi jenazah telah rusak. Jenazah Feby dibawa ke RSUP Dr Sardjito untuk diautopsi.

Jenazah Feby ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan kampus, Senin petang (2/5/2016) di dalam toilet wanita lantai 5 dalam kondisi terkunci.

Feby terdaftar sebagai mahasiswi semester 2 Fakultas Geofisika MIPA UGM angkatan 2015.

Sehari-hari, Feby kos di daerah Pogung Lor Blok D/29 Sinduadi, Melati Sleman, Jogjakarta. (nur/jpgrup)