Kamis, 26 Februari 2026
Beranda blog Halaman 1570

 Pencuri Tinggalkan Motor Curian di Gang Sempit

0
Warga menemukan motor curian di kawasan Kampung Bulang Tanjungpinang, Senin (14/4). F. Yusnadi Nazar

batampos– Aksi pencurian motor di Jalan Abadi Batu 8 Tanjungpinang terungkap. Pencurian itu terungkap setelah warga Kampung Bulang Batu 5 Tanjungpinang, menemukan motor curian tersebut.

Awalnya pencuri membawa kabur motor Honda Beat milik warga Jalan Abadi Tanjungpinang yakni Sulaiman, Minggu (13/4) dinihari. Pemilik motor menyadari bahwa motor miliknya raib saat pagi hari.

BACA JUGA: Pencuri Spesialis Tabung Gas Ditangakap Polisi

“Saya sadar motor hilang paginya. Sempat cari di sekitar rumah, tapi nggak ketemu. Akhirnya saya posting di media sosial,” kata Sulaiman, Senin (14/4).

Pada malam hari setelah memberi kabar di media sosial, Sulaiman mendapatkan kabar dari seorang warga bahwa motor miliknya telah ditemukan di gang sempit kawasan Kampung Bulang Tanjungpinang. Motor tersebut ditemukan dalam kondisi kehabisan bahan bakar dalam kondisi kabel kontak yang telah dirusak.

“Ada warga yang lihat motor saya. Pas saya cek, benar itu motor saya. Ciri-cirinya cocok semua,” jelasnya.

Ketua RT di Kampung Bulang Firdaus, membenarkan penemuan motor tersebut. Firdaus mengatakan motor tersebut ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi ditinggalkan di dekat rumah warga.

“Warga awalnya curiga karena motornya ditinggal begitu saja. Jadi kami langsung amankan kunci motor,” katanya.

Setelah itu, lanjut Firdaus, pihaknya segera menghubungi dan mengkonfirmasi pemilik motor yang merasa kehilangan, agar segera datang melihat dan mengecek motor tersebut.

“Alhamdulillah, pemiliknya datang dan memastikan itu benar motornya. Senang kami bisa membantu,” tutupnya. (*)

Reporter: Yusnadi

Artikel  Pencuri Tinggalkan Motor Curian di Gang Sempit pertama kali tampil pada Kepri.

Ujian CAT PPPK Tahap 2 akan Diikuti Ratusan Tenaga Honorer Bintan

0
Sekda Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Ratusan tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan mengikuti ujian Computer Asisted Test (CAT) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2.

Sekda Bintan, Ronny Kartika mengatakan, informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bahwa ujian CAT PPPK tahap 2 akan digelar bulan April.

Namun Pemkab Bintan masih menunggu petunjuk dari BKN terkait pelaksanaan ujian tahap 2.

BACA JUGA: Sebanyak 24 Siswa Kelas XII MA Al-Barakah Singkep Melaksanakan Ujian Madrasah Tahun 2025

Meski lokasi ujian CAT PPPK sebelummya pernah dilaksanakan di Batam.

Namun, peralatan yang dimiliki Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Bintan di Bintan Buyu juga sudah memadai untuk pelaksanaan ujian CAT PPPK.

“Peralatan di kantor BKPSDM sudah memadai, kalau pun di Bintan, tinggal dipersiapkan agar pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa gangguan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Ujian CAT PPPK Tahap 2 akan Diikuti Ratusan Tenaga Honorer Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Dilengkapi Tombol Berhenti dan TV, Dishub Batam Tambah 13 Unit Armada Trans Batam

0
Ilustrasi. Bus Trans Batam yang terparkir di Kantor Dishub. (Foto: Arjuna)

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menambah 13 unit armada Trans Batam. Armada yang berkapasitas 40 kursi ini akan beroperasi pada awal Mei nanti.

“Armadanya sedang proses pengiriman dari Malang. Minggu depan sampai di Batam,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, Selasa (15/4).

Salim menjelaskan armada ini akan beroperasi dengan rute Batuaji, Marina dan Sekupang. Kemudian beberapa unit rute Nongsa-Jodoh.

“Dengan penambahan ini, total armada ada 50-an unit. Yang kurang laik nanti akan kita tarik,” katanya.

Salim menanbahkan armada baru ini akan lebih memberikan kenyamanan kepada para penumpangnya. Armada ini dilengkapi tombol berhenti dan televisi (TV).

“Ada tombol di dalam, di setiap tiang. Jadi penumpang tidak perlu teriak-teriak. Ada TV juga, lebih nyaman,” ungkapnya.

Menurut Salim, jumlah penumpang Trans Batan masih fluktuatif. Oleh karena itu, dengan armada baru ini diharapkan dapat mempersingkat masa tunggu penumpang.

“Kendalanya masa tunggu yang lama. Sekarang masyarakat inginnya yang lebih cepat. Semoga penambahan bus ini, masa tunggu menjadi singkat, dan animo masyarakat jadi tinggi,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel Dilengkapi Tombol Berhenti dan TV, Dishub Batam Tambah 13 Unit Armada Trans Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

MV Seven Star Island Terlambat Tiba di Anambas

0
Sejumlah penumpang MV Seven Star Island keluar dari kapal setelah tiba di Pelabuhan Tarempa. f.ihsan

batampos– Kapal cepat MV Seven Star Island yang berlayar dari Tanjungpinang mengalami keterlambatan sampai di Tarempa, Selasa, (15/4).

Seharusnya kapal cepat ini sudah tiba di Pelabuhan Tarempa pada pukul 17.30 WIB. Namun, kali ini tiba pukul 19.30 WIB.

Salah satu penumpang, Wahyudi mengatakan keterlambatan kali ini bukan dikarenakan faktor alam atau cuaca. Melainkan, kapal milik Santoni ini harus mengantri bersandar di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

BACA JUGA: Alasan Jumlah Penumpang Sedikit, Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak

“Cuaca bagus bang. Cuma tadi antri sandar di Batam lama sekali. Kami tiba di Batam jam 08.00 WIB, baru bisa bersandar jam 09.05 WIB. Karena ponton disana ramai kapal juga,” kata Wahyudi.

Menurutnya kondisi ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah sering. Petugas Syahbandar, kata dia, tidak bisa mengatur jadwal bersandar kapal dengan baik.

“Seharusnya begitu kapal mau sandar, sudah disediakan tempat. Misalnya kalau masih ada kapal di ponton, disuruh cepat berangkat. Tentu kapal yang bersandar sudah ada jadwalnya, kita ikuti saja jadwal yang ada,” pinta Wahyudi.

Akibat dari lambatnya bersandar di Batam, membuat jadwal keberangkatan MV Seven Star Island ke Anambas menjadi molor.

“Mudah-mudahan ada perubahan kedepannya. Karena kami ini berlayar melewati perairan laut lepas. Tentu keselamatan yang harus diutamakan, kalau lambat berangkat mungkin bisa terjadi sesuatu bagi kami di perjalanan,” pungkas Wahyudi. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel MV Seven Star Island Terlambat Tiba di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Anambas Dorong Pemkab Anambas Lengkapi Data Indikator Kinerja Utama Pada Ranwal RPJMD 2025-2030

0
Ketua DPRD Anambas, Rian Kurniawan menerima Ranwal RPJMD 2025-2030 dari Wakil Bupati, Raja Bayu. DPRD mendorong agar ranwal ini dilengkapi dengan data Indikator Kinerja Utama. f. ihsan

batampos– DPRD Anambas telah menyepakati Rancangan awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Anambas periode 2025-2030.

Meski telah sepakat, DPRD meminta Bupati Anambas melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melengkapi dokumen ranwal sebelum nanti di sahkan melalui rapat paripurna.

“Ada kelemahan dari Ranwal ini yang harus di lengkapi yakni dari data Indikator Kinerja Utama (IKU) yang belum ada. Bahkan dari tahun 2005, data ini tidak ada,” ujar Wakil Ketua II DPRD Anambas, Rocky H Sinaga, Selasa, (15/4).

BACA JUGA: Ketua Komisi III DPRD Anambas Jantan Ngaku Salah

IKU ini, kata dia, ada 9 yang ditetapkan oleh Kementrian Dalam Negeri meliputi Indeks Reformasi Birokrasi, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Smart City, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, Indeks Gini, tingkat kemiskinan, Indeks Kerukunan Antar-Umat Beragama, serta indeks Kota Layak Huni.

“Indikator kinerja utama ini menjadi alat ukur Pemkab Anambas untuk dapat terus memacu kinerjanya dan memutuskan ke sektor mana yang perlu menjadi prioritas berdasarkan data,” tegas Rocky.

Meski demikian, pihaknya sebagai legislatif, mengapresiasi langkah cepat Bupati Anambas yang memasukkan seluruh program kerja dan janji kampanye ke dalam ranwal RPJMD.

“Dengan dimasukkan program kerja, mereka bisa langsung tancap gas. Karena saat ini kan masih program dari Bupati lama. Saya rasa akan cepat mereka jalankan program, salah satunya seragam sekolah gratis untuk pelajar,” tutur Rocky.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Anambas, Yusli YS mengapresiasi kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam percepatan pembahasan ranwal RPJMD.

Sesuai aturan, pembahasan ini harus segera dilakukan sebelum 40 hari masa kerja Kepala Daerah terpilih pasca Pilkada.

“Kita bersama-sama agar apa yang telah disusun bisa berjalan maksimal. Semua program kerja ataupun janji-janji kampanye terlaksana dengan baik,” kata Yusli.

Ia berharap pembahasan ranwal ini dapat segera dituntaskan sehingga pada pertengahan tahun ini sudah bisa ditetapkan oleh DPRD.

“Cepat selesai pembahasan, cepat juga dilaksanakan,” tutupnya. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel DPRD Anambas Dorong Pemkab Anambas Lengkapi Data Indikator Kinerja Utama Pada Ranwal RPJMD 2025-2030 pertama kali tampil pada Kepri.

Nelayan Kembali Melaut, Pasokan Ikan Segar di Anambas Terpenuhi Pascalebaran

0
Kondisi Pasar Ikan Tarempa Barat. Pasokan ikan di Pasar ini kembali terpenuhi usai nelayan kembali melaut pasca Lebaran Idul Fitri 2025. f.ihsan

batampos– Pasokan ikan segar di Anambas kembali terpenuhi pasca lebaran Idul Fitri 2025. Meski jumlahnya belum signifikan, tetapi masih bisa mengakomodir permintaan pasar.

Sebelumnya, pasokan ikan menipis hampir sepekan disebabkan nelayan tidak pergi melaut karena masih suasana lebaran.

“Sudah mulai datang (pasokan) ikan, nelayan langsung antar kesini. Kami hanya menjual saja hasil tangkapan mereka (nelayan),” ujar pedagang ikan di Pasar Ikan Tarempa Barat, Hasan, Senin, (14/4).

BACA JUGA: Pompong Nelayan di Bintan Meledak, Korban Alami Luka Bakar

Hasan menjelaskan jenis ikan yang tersedia saat ini didominasi oleh ikan karang seperti Kakap, Kerisi dan Kerapu. Sedangkan untuk ikan rumpun seperti Selar, Putih Bulat atau biasa disebut Manyuk dan Tongkol masih jarang tersedia di pasar.

“Biasa kalau ikan yang rumpun itu nelayan langsung antar ke toke ikan. Kalau ada lebih pasokan baru antar ke pasar,” jelas Hasan.

Sedangkan untuk aneka seafood lainnya seperti kepiting dan udang saat ini tidak tersedia di pasar.

“Kalau udang dan kepiting memang ditempat kita tidak ada. Karena tempat kita tak ada lumpur. Biasa di pesan dari luar Batam, Bintan dan Pontianak,” terang Hasan.

Kemudian untuk harga ikan saat ini mengalami penurunan dibandingkan sebelum lebaran.

“Harga Selar ukuran sedang kita jual 8 ekor hanya Rp 25 ribu saja. Terus ikan Manyuk Rp 50 ribu untuk tiga ekor. Kalau kakap dan kerapu cuma Rp 20 ribu untuk 5 ekor,” tutur Hasan.

Hasan memastikan untuk beberapa hari kedepan pasokan ikan di Pasar Tarempa terus melimpah meski saat ini kondisi bulan sedang terang.

“Bulan terang sekarang ini, kalau tempat lain kalau terang ikan susah. Alhamdulillah tempat kita tidak begitu. Ada saja nelayan yang mengantar ikan. Pasti melimpah dan semua jenis ikan ada,” pungkas Hasan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Nelayan Kembali Melaut, Pasokan Ikan Segar di Anambas Terpenuhi Pascalebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Tegaskan Pengawasan Jalur Masuk Sudah Atensi Kapolri Sejak Lama

0
Kasubbid Penmas Humas Polda Kepri, AKP Tigor Dabariba. F Yofi Yuhendri.

batampos – Polda Kepri menyebutkan pengawasan terhadap jalur keluar dan masuk wilayah Kepri, terutama di Batam, bukanlah arahan baru Kapolri. Bahkan Polda Kepri sudah melakukan pengawasan melekad.

Kasubbid Penmas Humas Polda Kepri, AKP Tigor Dabariba, menegaskan sebelum pernyataan resmi dari Kapolri kemarin, PoldaKepri sudah terlebih dahulu memberikan arahan secara internal. Untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di lapangan.

“Jauh sebelum ada pernyataan Kapolri kemarin, sudah ada arahan dari Kapolri. Ini bukan sesuatu yang baru. Bukan kemarin saja kami bergerak,” ujar AKP Tigor saat dihubungi, Selasa (15/4/2025).

Menurutnya, Polda Kepri selama ini telah menerapkan sistem pengawasan melekat atau waskad, yakni pola pengawasan berlapis yang melibatkan tanggung jawab langsung dari para komandan terhadap anak buahnya, serta sesama anggota yang saling memantau.

“Kami sudah jalankan pengawasan melekat. Komandan mengecek anggota, dan anggota pun turut memastikan rekan-rekannya bekerja sesuai prosedur. Tidak boleh ada yang lepas dari pengawasan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tigor menyebut bahwa struktur pengawasan di Polda Kepri sudah dibidangi dan dibagi tugasnya secara spesifik. Penempatan personel telah difokuskan pada titik-titik rawan, termasuk pelabuhan tidak resmi yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

“Semua sudah terfloting, sudah dibidang. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di pelabuhan resmi, tapi juga titik-titik perlintasan yang rawan digunakan untuk penyelundupan PMI dan narkoba,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Syafruddin, bersikap sangat tegas terhadap segala bentuk pelanggaran, baik dari pihak luar maupun dari internal kepolisian sendiri. Menurutnya, tidak ada ruang untuk toleransi.

“Pak Kapolda tidak main-main. Terbukti, tak ada toleransi terhadap siapa pun yang bermain. Termasuk pengawasan di pelabuhan tidak resmi yang selama ini menjadi perhatian khusus,” kata Tigor.

Dalam beberapa waktu terakhir, lanjutnya, Polda Kepri bahkan telah menambahkan atensi terhadap pengawasan di lapangan.

“Ada penambahan atensi. Jangan coba-coba bermain. Apalagi sampai ‘menembak di atas kuda’. Kalau terbukti, akan langsung ditindak,” ujarnya tegas, menggunakan istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan tindakan sembarangan yang melanggar aturan.

Tigor juga memastikan bahwa pengawasan internal berjalan ketat. Semua jajaran, mulai dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda), Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), hingga unit-unit operasional, sudah diarahkan dan diperintahkan langsung oleh Kapolda untuk menjalankan tugas pengawasan dan penindakan secara maksimal.

Seperti diketahui, sebelumnya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serius terhadap maraknya praktik penyelundupan PMI ilegal dan peredaran narkotika di wilayah Kepri. Dalam kunjungannya ke Batam, Kapolri menyampaikan bahwa praktik tersebut tidak hanya berlangsung di pelabuhan tidak resmi, tetapi juga menyusup melalui pelabuhan resmi, baik domestik maupun internasional. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Tegaskan Pengawasan Jalur Masuk Sudah Atensi Kapolri Sejak Lama pertama kali tampil pada Metropolis.

Gencarkan Patroli di Batam Centre dan Nagoya

0
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim. (Foto: Arjuna)

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mulai meningkatkan patoli ke kawasan Batam Centre. Hal ini untuk menindak kendaraan yang parkir di trotoar dan jalur pedestrian.

“Patroli sekaranf kita tingkatkan. Jika kedapatan kendaraan yang parkir (trotoar dan jalur pedestrian) akan langsung kita tindak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim.

Salim menjelaskan patroli dilakukan siang dan malam hari. Kemudian, penindakan ditingkatkan dengan kegiatan razia bersama Tim Gabungan di seluruh wilayah.

“Bukan hanya patroli saja, razia juga. Sehingga penindakannya maksimal,” katanya.

Salim mengaku pihaknya sudah mengingatkan seluruh juru parkir (jukir) untuk tidak menggunakan area trotoar dan jalur pedestrian sebagai tempat parkir.

“Sudah kita ingatkan langsung. Kalau kedapatan akan ada sanksi,” tegasnya.

Ia berharap dengan gencarnya patroli dan razia nanti, kendaraan yang parkir di Kota Batam ini akan lebih tertib. Sehingga, arus tetap lancar, dan para pengguna jalan akan tetap merasa nyaman.

“Karena memang area itu tidak boleh parkir. Itu bisa menganggu pengguna jalan lainnya,” tutupnya.

Diketahui, area trotoar dan jalur pedestrian di Kota Batam hingga saat ini masih dijadikan lokasi parkir kendaraan. Bahkan, praktik tersebut melibatkan jukir berseragam yang secara terbuka memungut biaya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

Artikel Gencarkan Patroli di Batam Centre dan Nagoya pertama kali tampil pada Metropolis.

Dokter Obgyn Diduga Lakukan Pelecehan ke Pasien Saat Jalani USG Viral di Medsos

0
Dokter diduga melecehkan pasiennya di Garut, Jawa Barat. (Instagram drg. Mirza).

batampos – Citra kedokteran di Indonesia tercoreng lagi. Usai dokter yang juga merupakan residen PPDS RS Hasan Sadikin Bandung melakukan pemerkosaan terhadap keluarga pasien, kini viral di media sosial (medsos), seorang dokter obgyn di Garut diduga lecehkan pasiennya.

Video rekaman kamera CCTV dokter obgyn yang melecehkan pasien tersebut viral di media sosial. Dalam video yang beredar di media sosial seperti X dan Instagram, tampak seorang dokter laki- laki diduga melakukan pelecehan.

Dalam video berdurasi 53 detik tersebut si dokter melakukan Ultrasonografi (USG) kepada seorang pasien perempuan. Namun di tengah proses USG tersebut, terlihat si dokter menyentuh bagian payudara pasien perempuan tersebut.

Sembari menggerakkan alat USG dengan tangan kanannya, si dokter berkemeja batik lengan panjang itu terlihat meraba bagian payudara pasien menggunakan tangan kirinya.

Video tersebut banyak mendapatkan reaksi dan kecaman dari warganet, dari netizen pengguna media sosial. Warganet yang geram buru-buru mencadi identitas oknum dokter tersebut.

Disebutkan kalau oknum dokter obgyn yang melakukan tindakan pelecehan tersebut berinisial MSF dan praktik di salah satu klinik swasta di Garut.

Melansir Radar Solo (Grup JawaPos), Kepala Dinkes Garut Leli Yuliani mengamini terjadinya kasus tersebut. Perbuatan asusila tersebut diperkirakan terjadi pada 2024.

“Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah,” ungkap Leli kepada wartawan.

Menurut Leli, kejadian tersebut diduga kuat terjadi di sebuah klinik swasta. MSF pernah bekerja sama dengan Pemkab Garut dan berdinas di RS Malangbong. “Yang bersangkutan bukan orang sini (Garut),” ujar Leli. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Dokter Obgyn Diduga Lakukan Pelecehan ke Pasien Saat Jalani USG Viral di Medsos pertama kali tampil pada News.

Pelajar SMA Negeri 1 Singkep Takut Gunakan Halte untuk Tunggu Bus

0
Bangunan Halte di depan SMA Negeri 1 Singkep. f.vatawari

batampos– Pembangunan Fasilitas Umum Halte yang bertujuan untuk memfasilitasi Siswa-siswi Sekolah untuk menunggu jemputan Bus saat pulang sekolah semakin mencuat. Hal ini dikarenakan banyak yang menilai pembangunan Halte tersebut tidak berguna dan menyalahi aturan.

Pembangunan fasilitas umum yang seharusnya tidak menggunakan lahan untuk fasilitas umum lainnya dalam hal ini trotoar, namun pada aplikasinya malah memakan bahu jalan yang nantinya akan dijadikan sebagai trotoar.

Pantauan Batampos di lapangan, terlihat halte yang sudah di bangun itu tidak digunakan samasekali oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Singkep, mereka lebih memilih menunggu jemputan di samping pagar sekolah dan berpanas-panasan dari pada menunggu di halte yang sudah dibangun.

BACA JUGA: Proyek Halte yang Dinilai Bermasalah, Dishub Lingga Dilaporkan ke Kejati

Kendati demikian, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga masih menyangkal hal ini karena merasa proses pembangunan halte sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Bangunan (RAB) dan tepat guna.

Namun yang jadi permasalahan saat ini, pembangunan Halte tersebut menyalahi aturan perundang-undangan yang menyatakan tidak boleh membangun fasilitas umum apapun di bahu jalan yang nantinya akan dijadikan trotoar lagi pejalan kaki dan sepeda.

Jika hal ini biarkan begitu saja, maka kedepannya akan banyak bahu jalan yang berfungsi sebagai trotoar untuk para pejalan kaki dan pengendara sepeda digunakan untuk fasilitas lainnya dengan dalih sesuai dengan RAB.

Selanjutnya, jika dikatakan pembangunan halte ini tepat guna, hal ini juga merupakan kekeliruan, karena pantauan Batampos di lapangan halte yang telah di bangun ini malah tidak memberikan manfaat sama sekali bagi para siswa-siswi di SMA Negeri 1 Singkep.

Terlihat saat jam pulang sekolah, Halte yang sudah dibangun tersebut tidak ditempati oleh siswa-siswi yang menunggu jemputan Bus saat pulang sekolah.

Salah satu Siswa SMA Negeri 1 Singkep yang sempat diwawancarai oleh Batampos mengatakan dirinya enggan untuk berteduh di halte tersebut menunggu jemputan Bus karena posisi Halte yang persisi di bibir jalan memberikan rasa takut pada dirinya

“Saya takut untuk duduk dihalte itu, karena posisi bangunan halte itu berada persis di bibir jalan. Jika nanti ada motor atau mobil yang lepas kendali saat melintasi Halte itu, maka yang duduk berteduh di Halte itu akan terancam keselamatannya,” ungkap Siswa SMA Negeri 1 yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (14/4).

Selanjutnya warga setempat juga menyayangkan kepada Pihak Dishub Lingga yang terkesan memaksa untuk tetap membangun Halte di lokasi tersebut. Padahal sebelumnya sempat dilakukan penggalian pondasidi titik lokasi yang lain untuk pembangunan halte tersebut, namun karene kondisi terlalu mepet ke jalan, posisinya dipindahkan.

Ketika pemindahan posisi tersebut, bukan malah memiliki jarak dari jalan malah dibangun persis dibibir jalan dan memakan bahu jalan sebagai lokasi pembangunannya.

“Sayang sekali halte ini dibangun di bahu jalan dan posisinya persis di bahu jalan. Padahal di seberang halte tersebut masih ada lahan kosong yang memiliki jarak agak jauh dari bibir jalan dan tidak memakan bahu jalan,” ungkap Kartika

Tidak hanya melanggar aturan, pembangunan Halte di SMA Negeri 1 Singkep ini dinilai tidak tepat guna dan bahkan keberadaannya dapat membahayakan baik Siswa-Siswi yang berteduh di Halte tersebut maupun para pengendara yang melintasi jalan di dekat Halte itu karene posisi Bangunan Halte persis berada di bibir jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal saat dikonfirmasi Batampos beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa sampai hari ini belum ada masalah yang ditimbulkan dari pembangunan Halte tersebut.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah tolak ukur sebuah proyek pembangunan dikatakan menyalahi aturan harus menimbulkan masalah terlebih dahulu atau hari memakan korban terlebih dahulu. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel Pelajar SMA Negeri 1 Singkep Takut Gunakan Halte untuk Tunggu Bus pertama kali tampil pada Kepri.