Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 8973

1 Juta Warga Kepri Sudah Divaksinasi

0

batampos.co.id – Provinsi Kepri terus menggesa pencapaian vaksinasi 100 persen. Sampai saat ini sudah sekitar satu jutaan warga Kepri yang telah divaksin. Untuk mencapai 100 persen, masih ada sekitar 300 ribuan orang yang belum mendapatkan vaksinasi.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi terus (Pemprov) Kepri mendorong kabupaten dan kota di Kepri untuk menuntaskan vaksinasi di daerahnya masing-masing. ”Target vaksinasi dosis pertama masih ada ratusan ribu orang. Sedangkan target pemberian dosis kedua sekitar 800 ribuan orang lagi,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri, Lamidi, Kamis (9/9).

Demi menyukseskan program vaksinasi ini, Pemprov Kepri segera mendistribusikan vaksin yang datang dari Jakarta. Diharapkan pemerintah kota dan kabupaten dapat segera melaksanakan vaksinasi. Saat ini, di Kepri ada tiga jenis vaksin yang beredar, yakni; Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna.

Data vaksinasi per kabupaten dan kota saat ini, di Kota Tanjungpinang untuk pemberian dosis pertama bagi kelompok usia 18 tahun ke atas sebanyak 81,10 persen. Usia 12 hingga 17 tahun sebanyak 81,57 persen. Sedangkan pemberian dosis kedua untuk usia 18 tahun ke atas sebanyak 57,05 persen, dan usia 12 hingga 17 tahun 39,05 persen.

Kota Batam, dosis pertama usia 18 tahun ke atas 77,2 persen, dan usia 12 hingga 17 sebanyak 71,13 persen. Pemberian dosis kedua, usia 18 tahun ke atas telah mencapai 34,42 persen, dan usia 12 hingga 17 tahun 23,59 persen.

Kabupaten Bintan untuk dosis pertama kelompok usia 18 tahun ke atas sebanyak 76,75 persen dan usia 12 hingga 17 tahun 85,01 persen. Sementara pemberian dosis kedua, usia 18 tahun ke atas telah mencapai 48,88 dan rentang usia 12 hingga 17 tahun 43,66 persen.

Kabupaten Karimun, pemberian dosis pertama kelompok usia di atas 18 tahun maupun 12 hingga 17 tahun, sudah mencapai di atas 70 persen. Sedangkan dosis kedua, usia 18 tahun ke atas baru mencapai 39,2 persen, dan usia 12 hingga 17 tahun baru 24,46 persen.

Sedangkan di Kabupaten Lingga untuk pemberian dosis pertama usia 18 tahun ke atas, telah mencapai 70,25 persen. Sementara usia 12 hingga 17 tahun 58,60 persen. Pemberian dosis kedua untuk usia 18 tahun ke atas telah mencapai 24,73 persen dan usia 12 hingga 17 tahun 22,88 persen.

Kemudian, di Kabupaten Natuna untuk dosis pertama usia 18 tahun ke atas 81,20 persen, usia 12 hingga 17 tahun 77,16 persen. Pemberian dosis kedua, usia 18 tahun ke atas baru sebanyak 36,67 persen dan usia 12 hingga 17 tahun 48 persen.

Di Kabupaten Anambas vaksinasi dosis pertama usia 18 tahun ke atas, sudah mencapai 74,97 persen. Usia 12 hingga 17 tahun, 71,93 persen. Vaksinasi untuk dosis kedua, usia 18 tahun ke atas 38,57 persen dan usia 12 hingga 17 tahun 33,7 persen. (*/jpg)

Wapres: Hampir 100 Persen Siswa Mau Pembelajaran Tatap Muka

0

batampos.co.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMP Negeri 1 Citeureup dan vaksinasi masyarakat umum di SMK Swasta Kesehatan Annisa, Kabupaten Bogor.

Untuk itu dalam kunjungan kerjanya, ia menyampaikan dukungannya dalam mendorong PTM terbatas. “Saya mendukung upaya Mendikbudristek mendorong bagi sekolah di daerah yang memang PPKM level 1-3 agar melaksanakan PTM terbatas supaya tidak tertinggal,” ungkap dia melalui keterangannya, Jumat (10/9).

“PJJ (pembelajaran jarak jauh) tidak maksimal. Maka, PTM terbatas terus kita dorong supaya ketertinggalan pembelajaran bisa dikejar,” sambungnya.

Pada prinsipnya pemerintah menganggap penting untuk memulai PTM terbatas. Peraturan juga sudah dibuat agar pelaksanaan PTM dapat berlangsung dengan aman. “Saya tahu dari berdialog dengan para siswa, hampir 100 persen ingin tatap muka terbatas,” ujar dia.

Sementara itu, Nadiem pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bogor yang mayoritas pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi, serta telah mendorong dilaksanakannya PTM terbatas sesuai SKB Empat Menteri yang diterbitkan Maret 2021.

’’Apabila sekolah di wilayah PPKM level 1-3 yang pendidik dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi secara lengkap, sekolah wajib memberikan opsi PTM terbatas dan juga PJJ (pembelajaran jarak jauh),” tuturnya.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong memastikan keselamatan, keamanan dan kesehatan warga sekolah. “Menekan laju virus Covid-19 dan memastikan anak-anak Indonesia tetap mendapatkan pembelajaran yang berkualitas adalah tanggung jawab kita bersama,” tutur Nadiem. (*/jpg)

Angka Stunting di Provinsi Kepri Nomor Dua Terendah se-Indonesia

0

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat angka stunting di Provinsi Kepri nomor dua terendah se-Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Mediheryanto, mengatakan, pada 2019 angka stunting di Provinsi Kepri sekitar 16,82 persen.

“Jadi kita termasuk rendah. Tapi kita tidak boleh terlena. Kalau kita terlena bisa saja terjadi ledakan angka stunting,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Karena itu kata dia, pihaknya fokus untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting.

Beberapa waktu lalu lanjut, Gubernur Kepri, Ansar Achmad, sudah mencanangkan 2024 Provinsi Kepri tidak ada lagi stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Mediheryanto. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

“Itu disampaikankan bapak gubernur pada Juni kemarin, 2024 Kepri zero stunting,” jelasnya.

Ia menjelaskan ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar stunting tidak terjadi.

Salah satunya ibu hamil harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Ibu hamil lanjutnya harus melakukan pemeriksaan minimal empat kali. Kemudian, ibu hamil harus mengkonsumsi nutrisi yang cukup.

“artinya makanan yang dikonsumsi meliki kandungan gizi yang cukup. Karena apabila tidak akan memiliki potensi yang menyebabkan stunting pada anak,” tuturnya.

Selain itu, ibu menyusui juga harus mengkonsumsi nutrisi yang cukup agar kandungan gizi di dalam Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain itu juga harus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Terakhir yang harus diperhatikan kebutuhan gizi dari anak Balita.

“Yang paling intensif yang harus dikawal adalah anak di bawah usia dua tahun. Karena dari nol hingga masa lahir adalah masa-masa sensitif bagi si anak,” jelasnya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah pola asuh yang benar. Apabila pola asuh salah lanjutnya akan sangat berpotensi terjadi stunting terhadap anak.(esa)

Harga Sayur di Kota Batam Masih Mahal

0

batampos.co.id – Harga sayur mayur di Kota Batam masih tinggi, penyebabnya adalah faktor cuaca dan mengakibatkan pasokan sayuran di pasar berkurang.

Saat ini harga sayur kacang panjang, bayam putih, sawi hujau dan kangkung Rp15 ribu per kilogramnya.

Salah satu pendagang sayur di Pasar Mega Legenda 2, Amir, mengatakan, harga sayuran saat ini naik 75 persen.

“Harga normal biasanya Rp8 hingga Rp10 ribu per kilogramnya. Harga sayuran naik sudah dari dua minggu ini,” ujarnya Jumat(10/9/2021).

Kata dia, penyebab utama kenaikan harga sayur adda cuaca. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan petani sayur gagal panen.

Harga sayur di beberapa pasar di Kota Batam mengalami kenaikan. Kenaikan disebabkan faktor cuaca yang mengakibatkan petani sayur gagal panen. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Selain itu lanjutnya tomat juga naik menjadi Rp16 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp10 ribu per kilogram.

Tomat dan kol jenis sawi putih, masih dipasok dari Medan dan Jawa. Itupun harganya juga naik dari harga normal,’ tambahnya.

Dini warga Legenda Hang Lekir, mengatakan, dirinya sangat merasakan damapk dari kenaikan harga sayur.

“Saya biasa beli sayur 1 kilo untuk kebutuhan rumah dan saya masukan ke kulkas untuk 2 hari. Tapi karena harga sayur naik saya hanya beli setengah kilo saja,” tuturnya.

Menurutnya meski harga naik, namun harga cabe, telur, bawang merah dan bawang putih masih normal.

“Untung saat ini masih sayur saja yang naik, kalau sempat cabe dan bawang ikutan naik, jadi repot juga,” tutupnya.(nto)

Kunjungan Turis Singapura Tetap Dominan Selama 2021

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri selama bulan Juli 2021 sebanyak 161 kunjungan atau mengalami penurunan 40,59 persen dibanding kunjungan wisman selama Juni 2021 yang mencapai 271 kunjungan.

”Jika dibandingkan Juli 2020 jumlah kunjungan wisman ke daerah itu naik sebesar 93,98 persen sebagai akibat masih merebaknya wabah COVID-19, sehingga berdampak pada industri pariwisata,” ujar Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo belum lama ini.

Dijelaskannya, penurunan jumlah kunjungan wisman selama bulan Juli 2021, sebagai akibat turunnya jumlah kunjungan wisman yang berasal dari satu pintu masuk utama yang ada di Kepri, yaitu Kota Batam sebesar 35,86 persen. Sedangkan Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun tidak terdapat kunjungan wisman.

Sementara secara kumulatif Januari-Juli 2021 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1.807 kunjungan atau turun 99,55 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut katanya, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada Januari hingga Juli 2021 menurut pintu masuk, yaitu di Kota Batam sebanyak 1.637 kunjungan (90,59 persen), Kabupaten Bintan sebanyak 155 kunjungan (8,58 persen), dan Kabupaten Karimun sebanyak 15 kunjungan (0,83 persen). Sedangkan Kota Tanjungpinang tidak terdapat kunjungan wisman.

Masih kata Agus, wisman berkebangsaan Singapura merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri pada periode Januari hingga Juli 2021. Wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi sebesar 11,95 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kepri.

Selama periode Januari hingga Juli 2021, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 216 kunjungan. Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebesar 96 kunjungan atau 5,31 persen dari total kunjungan ke Kepri selama Januari-Juli 2021.

Kunjungan terbanyak ketiga adalah wisman berkebangsaan India, yaitu sebanyak 21 kunjungan atau 1,16 persen dari total kunjungan ke Kepri selama periode yang sama.

Secara berturut-turut, jumlah kunjungan terbanyak setelah wisman berkebangsaan Singapura, Malaysia, dan India pada rentang bulan Januari hingga Juli 2021 adalah Australia 0,94 persen, Tiongkok 0,89 persen, Filipina 0,89 persen, Inggris 0,83 persen, Rusia 0,44 persen, Amerika Serikat 0,28 persen, dan Jepang 0,28 persen.

”Kontribusi dari wisman sepuluh negara tersebut yaitu 22,97 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari-Juli 2021,” jelasnya.(*/jpg)

55 Persen Anggota DPR Belum Laporkan LHKPN

0

batampos.co.id – Sebanyak 55 persen anggota DPR RI belum menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Jumlah persis yang belum melapor mencapai 239 orang. Pimpinan DPR memerintahkan setiap fraksi memastikan kepatuhan anggotanya.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan, pimpinan dewan telah mengimbau secara umum agar anggota segera memenuhi kewajiban LHKPN. ”Kita sudah sampaikan ke fraksinya juga,” tegasnya di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Dasco, lambatnya pelaporan dari anggota ini salah satunya dikarenakan kebijakan work from home (WFH). Karena banyak anggota yang hanya sesekali muncul di gedung parlemen, maka proses sosialiasi LHKPN juga ikut terganggu.

Namun, dia meyakinkan bahwa ini hanya masalah teknis dan bukan menandakan kepatuhan wakil rakyat menurun. Tahun lalu, LHKPN tetap terlaporkan dengan baik walaupun kondisinya sudah mulai pandemi. Saat itu kebijakan WFH lebih longgar.

Para staf dan tenaga ahli masih berkantor. ”Mereka (anggota legislatif ) biasanya dibantu tenaga ahli dan oleh staf. Sekarang kita WFH semua, sehingga staf yang membantu pun rata-rata pada WFH,’’ kata Ketua Harian Partai Gerindra itu.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai, pandemi atau WFH tidak bisa menjadi alasan lambannya pelaporan LHKPN. Pelaporan itu seharusnya bukan sesuatu yang sulit. Karena sudah ada patokan LHKPN sebelumnya, maka cukup diperbarui saja.

”Kalau tak dilaporkan, masyarakat jadi bertanya bertanya tingkat kepatuhan para wakil rakyat di Senayan. Pekerjaannya tidak mulai dari titik nol,” kata Lucius. (*/jpg)

Animo Masyarakat Tinggi, Vaksinasi di Polda Kepri hingga Hari Minggu

0

batampos.co.id – Vaksinasi tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah provinsi atau kabupaten dan kota. Instansi vertikal seperti Polda Kepri, juga ikut membantu capaian vaksinasi di Kepri. Kabiddokes Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris, mengatakan sudah menyiapkan 20 ribu dosis vaksin Sinovac maupun AstraZeneca.

”Kami targetkan vaksin ini habis dari Kamis (9/9) hingga Minggu (12/9),” ujarnya.

Animo masyarakat cukup tinggi untuk mengikuti vaksinasi. Hingga Kamis (9/9) siang, sudah 3.500 orang mendaftar untuk ikut vaksinasi di Mapolda Kepri. ”Agar proses vaksinasi ini berjalan cepat, ada ratusan personel yang kami libatkan. Vaksinatornya ada sekitar 100-an orang,” sebutnya.

Vaksinasi di Mapolda Kepri, bisa untuk dosis pertama maupun kedua. Ini demi meningkatkan capaian vaksinasi dosis pertama maupun kedua. ”Jika belum sama sekali dosis pertama, jika sudah ya dosis kedua. Mau mereka vaksin di manapun, kami akan berikan vaksin dosis kedua,” tuturnya.

Pendaftarannya bisa secara online maupun manual. Agar memutus kerumunan, Haris mengaku membagi dalam empat waktu vaksinasi. ”Kami bagi waktunya, masyarakat mau vaksin yang pukul berapa. Ini memudahkan masyarakat dan meminimalisir keramaian,” ucapnya.

Haris berharap masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, bisa datang ke Mapolda Kepri. ”Datang saja, jika tidak bisa online, manual aja. Datang bawa KTP, lalu diproses dan menjalani screening. Setelah itu, bisa mendapatkan vaksin,” ungkapnya.

Jajaran Polresta Barelang juga mulai membuka layanan vaksinasi massal termin kedua di masing-masing polsek. Layanan vaksinasi ini dikemas dalam kegiatan vaksinasi Merdeka Lancang Kuning dengan sasaran pelajar, dewasa, dan lanjut usia (lansia) untuk dosis satu dan kedua dengan jenis vaksin Sinovac.

Polsek Sagulung contohnya. Di sana menerima 20 vial atau sekitar 200 dosis vaksin Sinovac, Kamis (9/9). Warga pun antusias mengikuti vaksinasi tersebut, sehingga pada siang hari semua sudah divaksin.

”Antusias masyarakat masih sangat tinggi. Sudah habis semua. Besok dan selanjutnya masih ada lagi dengan kuota jumlah vaksin yang sama,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu M Darma Ardiyaniki, kemarin.

Vaksinasi dalam program Lancang Kuning ini sasarannya semua warga yang sudah dinyatakan bisa menerima vaksin mulai dari remaja atau kaum pelajar, dewasa sampai lansia. Dosis yang diberikan dosis pertama dan kedua. (*/jpg)

Ada Situs Palsu Mirip PeduliLindungi Beredar Lewat WhatsApp

0

batampos.co.id – Beredar situs mirip Pedulilindungi.id di pesan berantai WhatsApp dan media sosial (medsos) lainnya. Situs palsu mirip PeduliLindungi bernama pedulilindungia.com.

Gerak cepat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) langsung ambil tindakan dengan memblokir dan memutus akses ke situs tersebut. “Situs pedulilindungia.com adalah situs palsu dan bukan situs yang digunakan oleh Pemerintah untuk melakukan penanganan Covid-19,” ujar Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi melalui keterangan persnya.

Dia melanjutkan, seluruh isi dan informasi dalam situs pedulilindungia.com tidak terkait dengan situs PeduliLindungi.id. Dia menambahkan, situs palsu replika PeduliLindungi.id itu tidak berhubungan dengan upaya Pemerintah melakukan penanganan Covid-19 dalam bentuk apapun.

“Kemenkominfo telah memutus akses terhadap situs pedulindungia.com yang menggunakan atribut logo, gambar, dan tampilan menyerupai situs PeduliLindungi.id,” sambung Dedy.

Sebagai informasi, pemerintah menggunakan aplikasi dan sutus Pedulilindungi untuk melakukan upaya surveilans kesehatan sesuai Keputusan Menteri Kominfo No. 171 Tahun 2020 Tentang Penetapan Aplikasi Pedulilindungi Dalam Rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) beserta perubahannya.

“Kemenkominfo mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap segala disinformasi terkait situs dan aplikasi palsu yang mengatasnamakan PeduliLindungi dalam bentuk apapun. Masyarakat diminta untuk hanya mengakses situs resmi PeduliLindungi.id serta mengunduh aplikasi resmi PeduliLindungi di App Store dan Google Play Store,” tandas Dedy. (jpg)

Beredar Kabar Megawati Sakit dan Dirawat, Ini Penjelasan RSPP

0

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dikabarkan sedang sakit dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakut Pusat Pertamina (RSPP).

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas RSPP Agus W Susetyo membantah Presiden RI ke-5 sedang dirawat di RSPP. Sehingga dia membantah rumor yang beredar tersebut. “Enggak ada, sampai saat ini kami tidak merawat Ibu Megawati di RSPP,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Jumat (10/9).

Oleh sebab itu, Agus menegaskan kabar yang menyebutkan Megawati sedang dirawat di RSPP adalah tidak benar atau hoaks. “Yang jelas kalau di RSPP hoaks ya. Tapi kalu di tempat lain enggak tahu saya,” katanya.

Agus mengaku sejak Kamis (9/9) kemarin dirinya terus ditanya oleh awak media mengenai kebenaran Megawati mendapatkan perawatan di RSPP. Dia binggung karena ketua umum PDIP ini tidak dirawat di rumah sakit ini. “Dari kemarin Bu Mega dicariin banyak orang. Jadi di mana sih ngumpetnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa ketua umumnya Megawati Soekarnoputri dalam keadaan sehat, energik, dan selalu bersemangat.

Hal ini dikatakan Hasto menyusul adanya hoaks yang menyebutkan bahwa ketua umumnya Megawati Soekarnoputri dikabarkan sedang sakit.

“Kemarin malam pukul 21.00 WIB Ibu Mega masih memberikan arahan terkait program kerakyatan Partai. Pagi ini pun ketika saya menghadap beliau, Ibu Mega juga terus mencermati situasional terkait pandemi dan juga politik internasional,” ujar Hasto.

Hasto mengatakan, seluruh kader PDIP selalu siap menghadapi serangan firnah dan hoaks yang ditujukan ke partai dan Megawati Soekarnoputri dengan penuh kesabaran, keyakinan dan tidak akan menggoyahkan karakter berpolitik yang mengedepankan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan sosial.(jpg)

Kebakaran Ruli Baloi Mas, 25 Rumah Hangus

0

batampos.co.id – Kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah liar (ruli) di RT 04/RW 09 Baloi Mas Indah, Lubukbaja, diduga akibat ledakan elpiji dari salah satu rumah kos yang berada di blok F. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah lainnya.

”Dari pemeriksaan dan keterangan saksi, memang ada suara ledakan yang diduga berasal dari elpiji,” ujar Kapolsek Lubukbaja, AKP Budi Hartono, Kamis (9/9) pagi.

Budi menjelaskan, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Diperkirakan, api menghanguskan 25 rumah ruli di kawasan tersebut. ”Sekarang kita fokus untuk membantu korban dulu. Nanti akan dilakukan olah TKP,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Samsudin, mengatakan, untuk memadamkan kebakaran ini, pihaknya mengerahkan 11 unit mobil damkar. Di antaranya, 6 unit dari Pemko Batam dan 5 unit damkar BP Batam.

”Api berhasil dipadamkan 5 jam setelah kita menerima laporan kejadian,” katanya.

Sementara itu, Camat Lubukbaja, Novi Harmadyastuti, mengatakan, untuk membantu korban, pihaknya bersama Dinas Sosial (Dinsos) membangun posko pengungsian. Pantauan di lokasi, terdapat dua tenda yang dibangun untuk korban. ”Sudah ada bantuan, termasuk makanan,” katanya.

Novi menambahkan, dari pendataan, terdapat puluhan anak yang terdampak kebakaran ini. Yakni, usia 2-7 tahun 12 orang, 8-11 tahun 6 orang dan 12 -16 tahun tujuh orang. ”Untuk sekarang belum ada laporan untuk kebutuhan anak-anak ini. Nanti jika ada laporan akan langsung kita upayakan,” tutupnya. (jpg)