Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9335

Vaksinasi Dua Dosis Sekaligus, Warga Batam Meninggal

0

batampos.co.id – Kasus miskomunikasi saat vaksinasi berdampak pada seorang peserta bernama Harjito. Warga Batam berusia 49 tahun itu meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19, Rabu (28/7) lalu.

Namun, 17 hari sebelum meninggal dunia, Harjito diketahui mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac dua dosis dalam satu hari. Kondisi ini membuat pihak keluarga mencurigai Harjito tidak murni meninggal akibat Covid-19.

”Kami mempertanyakan hal ini. Kami mau meminta penjelasan tim Gugus Tugas. Sejauh ini, pak Harjito tidak pernah ada memiliki penyakit berat atau komorbid,” kata perwakilan pihak keluarga, Erry Syahrial, Kamis (29/7).

Erry yang menjabat sebagai Ketua RT 01 RW 04 Perumahan BPD Batam Centre membeberkan kronologis kejadian sebelum Harjito meninggal dunia. Harjito sebelum meninggal dunia bercerita kepada Erry dan keluarganya, bahwa ia menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan pada 9 Juli. Ia dinyatakan sehat dan dapat menjalani vaksinasi Covid-19.

Lalu, 11 Juli, Harjito, ikut dalam program vaksinasi dosis pertama bersama yang digelar salah satu asosiasi pengusaha. Di hari itu, Harjito mengaku tidak merasakan ada masalah dengan badannya, sehingga ia siap divaksin.

Masih berdasarkan penuturan Harjito ke Erry, ia lalu ikut antre. Selang tak berapa lama, Harjito dipanggil untuk mendapatkan vaksinasi. ”Kepada saya dan beberapa teman, almarhum (Harjito) sebelum meninggal mengatakan, saat divaksin hanya merasa diusap-usap saja bagian pangkal lengannya. Tidak merasakan suntikan saat itu sehingga mengira belum divaksin,” ucap Erry.

Harjito pun kembali disuruh duduk. Tak berapa lama kemudian, Harjito kembali dipanggil vaksinator yang lain. Ia pun kembali maju dan menuju ke kursi tempat vaksinasi dan kembali mendapatkan suntikan vaksin.

”Bapak Harjito ini tidak sadar, sudah dua kali mendapatkan suntikan vaksin. Baru tahunya, setelah disodorkan secarik surat oleh dokter yang berjaga di sana,” ungkap Erry.

Isi surat itu, pada 11 Juli telah dilakukan vaksinasi Sinovac dosis pertama sebanyak dua kali, dengan dosis 0,5 mili dan 0,5 mili oleh vaksinator berbeda. Hal ini terjadi dikarenakan miskomunikasi antara peserta vaksin dan vaksinator.

Dokter Calvin Martin yang membuat surat itu meminta jika ada keluhan bisa menghubunginya di nomor ponsel yang ia berikan di secarik surat tersebut. Sang dokter juga meresepkan dua jenis obat yakni Paracetamol dan Asam Mefenamat.

”Malamnya Pak Harjito masih ikut rapat soal Iduladha. Tapi karena tidak enak badan, beliau pulang terlebih dahulu,” ucapnya.

Esok harinya, hingga 14 Juli, Harjito mengalami beberapa gejala seperti mual, muntah, meriang, demam hingga intensitas batuk yang bertambah setiap harinya. Akibat hal ini, Harjito lalu memutuskan mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke dr Calvin.

”Isinya soal keluhan almarhum. Tapi, tidak ada balasan dari dokternya saat itu,” ungkap Erry.

Akibat tidak ada respons tersebut, Harjito memutuskan kembali beraktivitas seperti biasa. Tapi, kian hari gejala dialaminya semakin meningkat. Hingga akhirnya, Harjito dirawat di rumah sakit pada 22 Juli.

”24 Juli, Pak Harjito menjalani tes swab. Lalu, 28 Juli pagi meninggal dunia. Pihak rumah sakit menyerahkan ke saya surat bahwa almarhum positif Covid-19 dan dimakamkan secara protokol kesehatan,” ucap Erry.

Erry mengatakan, hingga kini pihak keluarga tidak percaya bahwa Harjito meninggal akibat Covid-19. Sebab, sebelum meninggal dunia, ada kejadian-kejadian yang tidak
terduga.

”Baru dikabari positif Covid-19 setelah meninggal dunia. Sebelumnya tidak terpantau. Kami bertanya-tanya, apakah akibat vaksin dua kali jadi positif. Karena ada yang bilang, vaksin itu bisa bikin positif. Kami mau ada kejelasan,”
pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin yang juga bagian dari Tim Gugas Penanganan Covid-19 Batam yang dikonfirmasi tadi malam, mengatakan baru mengetahui kasus tersebut. ”Karena saya baru tahu, jadi belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Sementara Kapala Dinas Kesehatan Kota Batam yang juga Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, yang dihubungi tadi malam ponselnya tidak aktif. Sedangkan Sekretaris Dinkes Batam, Adrial, juga belum mengangkat telepon selularnya saat dihubungi tadi malam. (*/jpg)

Kasus Covid-19 Meningkat, Amerika Kembali Wajibkan Pemakaian Masker

0

batampos.co.id – Sejumlah badan federal AS pada Rabu (28/7) memerintahkan pemakaian masker di gedung-gedung federal di tempat-tempat rawan Covid-19. Itu sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (OMB).

Langkah ini mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Selasa (27/7) bahwa orang yang divaksin harus memakai masker di dalam ruangan di daerah dengan transmisi komunitas Covid-19 yang substansial atau tinggi.

Gedung Putih mengatakan masker diperlukan di dalam ruangan di gedung federal untuk semua karyawan dan pengunjung, baik yang divaksin atau tidak, di area tersebut. Pada Rabu (28/7), CDC mengatakan hampir 67 persen wilayah AS berada pada tingkat penularan yang substansial atau tinggi, naik dari 63,4 persen pada Selasa.

Pemerintah federal berlomba untuk menahan pandemi dengan harapan menghindari penutupan nasional di masa depan, karena varian Delta yang ganas dari virus Korona merajalela di beberapa bagian Amerika Serikat dan keterlambatan imunisasi.

Presiden Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan mandat lebih lanjut untuk badan-badan federal pada Kamis (29/7). Dalam email yang dikirim ke semua badan federal Selasa malam, Jason Miller, wakil direktur manajemen OMB, mengatakan sejalan dengan pedoman CDC, di area transmisi komunitas yang substansial atau tinggi, badan-badan itu harus mewajibkan semua karyawan federal, kontraktor di tempat, dan pengunjung, terlepas dari status vaksinasi, untuk mengenakan masker di dalam gedung federal.

Dia menambahkan bahwa orang-orang yang belum sepenuhnya divaksin juga perlu terus menjaga jarak secara fisik sesuai dengan panduan CDC. Pentagon mengatakan segera mewajibkan penutupan dalam ruangan di semua properti Departemen Pertahanan di daerah dengan tingkat penularan yang besar atau tinggi.

Pemerintahan Biden mengharuskan semua staf Urusan Veteran menerima vaksinasi dan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah unggahan Twitter semua 240.000 karyawannya, perlu memakai masker di dalam ruangan dan jarak fisik, yang berlaku segera dan terlepas dari status vaksinasi mereka.

Biden pertama kali mengeluarkan perintah eksekutif pada Januari yang mewajibkan semua orang memakai masker di gedung-gedung federal tetapi kebijakan itu dilonggarkan pada Mei ketika CDC mengatakan orang Amerika yang divaksin sepenuhnya tidak perlu memakai masker di sebagian besar pengaturan dalam ruangan.

Departemen Energi dan Dalam Negeri juga mengatakan mereka telah menerapkan kebijakan tersebut. Gedung Putih dan DPR AS keduanya mengatakan mereka mewajibkan orang yang divaksin untuk mengenakan masker di dalam ruangan di gedung-gedung pemerintah.(jpg)

Varian Delta Cepat Menular, Angka Covid-19 Luar Jawa Naik

0

batampos.co.id – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pulau Jawa dan Bali dikatakan menunjukan angka penurunan Covid-19. Sebaliknya di luar Jawa-Bali malah naik. Hal ini diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya melihat angka-angka tadi di wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai, pelan-pelan,” ujar Jokowi ujar saat memberikan Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021, di halaman Istana Merdeka, Jumat (30/7).

Namun provinsi yang berada di luar pulau Jawa mengalami kenaikan angka Covid-19. Ini dikarenakan Covid-19 varian delta yang menularnya sangat cepat.

“Tetapi yang di luar Jawa gantian naik. Inilah memang varian Delta ini sangat cepat sekali,” katanya.

Jokowi menuturkan pemerintah mengambil kebijakan PPKM tersebut lantaran tidak ada pilihan lain. Kegiatan masyarakat haruslah dibatasi untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan di Pulau Bali kita lihat semuanya titik semua titik merah, tidak ada yang kuning. Sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan dengan PPKM Darurat karena tidak ada cara yang lain selain yang itu, karena melompat kasusnya. Dan alhamdulillah sekarang paling tidak bisa kita rem, meskipun turunnya pelan-pelan tapi bisa kita rem,” katanya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga telah mengecek kondisi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran yang keterisian tempat tidur sudah berkurang.

“Saya tadi pagi sudah mengecek di Wisma Atlit yang dulu hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian tempat tidur di angka 38 persen, dulunya 90 persen hampir penuh. Ini patut kita syukuri,” ungkapnya.

Jokowi juga meminta masyarakat untuk bisa bersabar dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Sebab belum ada yang bisa memprediksi kapan wabah virus korona ini akan selesai.

“Saya ngomong apa adanya, bukan menakut-nakuti tetapi kasus virus korona ini akan selesai kapan? WHO pun juga belum bisa memprediksi,” pungkasnya.(jpg)

Panel Surya Terluas se-Asia Tenggara akan Dibangun di Batam

0
Infografis Ali Ibenk/batampos.co.id

Perusahaan asal Singapura Sunseap Group Pte. Ltd., mengelontorkan dana Rp29 triliun untuk membangun panel surya di sepanjang waduk Duriangkang.

Hal ini terungkap saat BP Batam dan Sunseap Group Pte. Ltd., menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual, Senin (19/7/2021).

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dengan Co-founder and CEO, Sunseap Group Pte. Ltd., Frank Phuan.

Sunseap Group adalah sebuah perusahaan penyedia energi bersih terbesar di Singapura yang didirikan pada tahun 2011.

Solusi surya Sunseap yang telah terbukti untuk mendiversifikasi portofolio energi melalui model dan strategi biaya yang kompetitif.(*/esa)

298 Personel Polda Kepri Dimutasi, Termasuk Kapolsek Lubukbaja dan Sagulung

0

batampos.co.id – Sebanyak 298 personel Polda Kepri terdiri dari Perwira, Bintara dan PNS Polda Kepri dan Polres jajaran beralih tugas jabatan dan dimutasi.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, hal itu berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kepri Nomor : STR/481/VII/KEP./2021 dan STR/482/VII/KEP./2021 tanggal 28 Juli 2021.

“Alih tugas jabatan dan mutasi ini merupakan hal biasa yang terjadi di tubuh Polri dalam rangka penyegaran dan memenuhi kebutuhan organisasi yang bertujuan untuk pembinaan karier personil serta penempatannya juga sesuai dengan kompetensi tiap-tiap personel,” jelasnya, Jumat (30/7/2021).

Berikut daftar pejabat Polda Kepri dan Polres Jajaran yang alih tugas jabatan:

1. Kapolsek Lubuk Baja Polresta Barelang, AKP. Satri Nanda, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasipasdal Subditdalmas Dit Samapta Polda Kepri dan digantikan oleh AKP Budi Hartono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Polresta Barelang.

2. Kapolsek Sagulung Polresta Barelang, AKP Yusriadi Yusuf, diangkat dalam jabatan baru sebagai Sebagai Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam Polresta Barelang dan digantikan oleh Iptu Mohammad Darma Ardiyaniki, yang sebelumnya menjabat sebagai PS. Panit 1 Unit 3 Ditreskrimum Polda Kepri.

3. Kapolsek Moro Polres Karimun, AKP Edi Wiyanto, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbag Renmin Ro SDM Polda Kepri dan digantikan oleh Iptu Efendi Marpaung yang sebelumnya menjabat sebagai PS. Auditor 1 Itbid 2 Itwasda Polda Kepri.

4. PS. Kasat Intelkam polres Karimun, Iptu Marcell Prasetya, diangkat dalam jabatan baru sebagai PS. Panit 2 Subdit 4 Dit Intelkam Polda Kepri dan digantikan oleh AKP Preddy Pakpahan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Intelkam Polres Lingga.

5. Pamin 3 Subbagrenmin Dit Intelkam Polda Kepri, Iptu Wahyudi, diangkat dalam jabatan baru sebagai PS. Kasat Intelkam Polres Lingga.

6. PS. Kasat Polair Polres Tanjungpinang, Iptu Ardian, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit 1 Sipatwalairud Subditpatroliairud Ditpolairud Polda Kepri dan digantikan oleh AKP Paisol H. Susilo yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 2 Sipatwalairud Subditpatroliairud Ditpolairud Polda Kepri.(*/esa)

PPKM Bikin UMKM di Batam Gagal Bertahan

0

batampos.co.id – Jika dilihat lebih dekat dampak dari pandemi ini memang sangat besar. Apalagi diikuti dengan berbagai kebijakan yang membuat berbagai sektor ekonomi makin terpuruk.

Pemberlakuan PPKM darurat atau level 4 contohnya. Kebijakan ini semakin berdampak terhadap keberlangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Batam.

Berdasarkan informasi terbaru, imbas kebijakan PPKM level 4 banyak pelaku usaha yang gagal bertahan dan menutup usahanya. Kondisi ini tidak dipungkiri Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, dan Menengah (Diskum) Kota Batam, Suleman Nababan.

Menurut dia, kebijakan pembatasan jam operasional sangat berdampak terhadap kelanjutan usaha mereka. ”Wajar saja kalau banyak yang tutup. Karena kalau kami melihat jam operasional sekarang sangat tidak menguntungkan pelaku usaha. Sehingga bisa saja mereka menutup usahanya dari pada merugi,” kata dia, kemarin.

Suleman mengatakan, sejak berlaku kebijakan pembatasan ini, diperkirakan jumlah yang terdampak meningkat. Ini terlihat jelas di pusat perbelanjaan, semua tempat makan atau usaha lainnya memilih tutup.

”Bisa diperkirakan kerugian yang mereka dapat karena penutupan tempat usaha ini. Karena orang ke mal juga tak ada, sebab sesuai edaran ditutup,” ujarnya.

Suleman menyebutkan, data Juni tahun lalu tercatat sekitar 1.900 pelaku UMKM terkena dampak Covid-19. ”Kalau melihat kondisi saat ini, mungkin saja bertambah. Meskipun ada bantuan untuk pelaku usaha, namun itu khusus mikro. Sedangkan yang terdampaknya hampir semua pelaku usaha terpukul dengan kondisi saat ini,” terangnya.

Hal ini juga bisa dilihat dari jumlah penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang ditetapkan di Kota Batam 2021 sebanyak 51.366 hingga Juni 2021. Bahkan, hingga akhir Juni masih diusulkan sebanyak 3.650 pelaku usaha mikro dan masih dalam proses di Kementerian KUKM.

”Total data 55.016 pelaku usaha mikro yang sudah diusulkan, kami tentu berharap bisa membantu kelanjutan usaha mikro saja. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2020 lalu yakni 39.167 pelaku usaha,” sebutnya. (*/jpg)

Tracing Sebaran Covid-19 Diperkuat dengan Aplikasi PeduliLindungi

0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (istimewa)

batampos.co.id – Upaya tracing untuk mengendalikan persebaran Covid-19 diperkuat melalui sistem digital. Digital tracing dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, ada Silacak untuk meningkatkan telusur yang dilakukan para tracer di daerah, terutama dari babinsa dan bhabinkamtibmas.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, PeduliLindungi dihubungkan dan terintegrasi dengan sistem dan database di Kemenkes. Dengan menggunakan QR code, aplikasi itu bisa melacak data masyarakat yang sudah tervaksin dan hasil tes PCR atau swab antigen.

’’Hasil tracing dengan aplikasi PeduliLindungi akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan treatment atau penanganan jika diperlukan,” kata Airlangga, Kamis (29/7).

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi PeduliLindungi di App Store atau Google Play. Kemudian, mengaktifkan data lokasi karena aplikasi tersebut berbasis GPS. Dengan demikian, secara berkala dapat mengidentifikasi lokasi serta memberikan informasi terkait tingkat risiko lokasi dan zonasi persebaran Covid-19.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi akan terus didorong sebagai alat dalam melakukan skrining masyarakat yang akan melakukan mobilitas seperti perjalanan udara, kereta api, dan lainnya.

’’PeduliLindungi juga akan digunakan sebagai venue check-in untuk masyarakat yang akan melakukan aktivitas atau memasuki tempat-tempat umum seperti mal, restoran, toko, bandara, stasiun, tempat wisata, dan lain-lain,” jelas Airlangga.

Berdasarkan sejumlah indikator kasus Covid-19 yang dilihat dari jumlah kasus aktif, konfirmasi harian, tingkat kematian, positivity rate dan Bed Occupancy Rate (BOR), sejumlah wilayah di luar Jawa dan Bali masih belum menunjukkan tren penurunan atau perbaikan.

Pemerintah pun terus meningkatkan berbagai upaya untuk mengendalikan laju lonjakan kasus aktif. Pertama, upaya di hulu yaitu Peningkatan 3M, terutama memakai masker perlu terus digalakkan, dan didukung dengan Program Pembagian Masker. Kedua, untuk mendorong percepatan vaksinasi di daerah-daerah dengan Kasus Aktif tertinggi, Kemenkes akan mendorong distribusi dan suplai vaksin ke daerah.

Ketiga, dalam pelaksanaan 3T, Testing perlu ditingkatkan (sesuai target dalam InMendagri), Tracing dengan peningkatan Tracer dan Digital Tracing. Dan, keempat adalah upaya di hilir dengan mengendalikan BOR, kemudian daerah dengan BOR tinggi harus meningkatkan konversi TT untuk Covid-19, serta meningkatkan fasilitas isolasi.

“Untuk di daerah dengan angka kasus tinggi, akan dilakukan percepatan vaksinasi, dan peningkatan kapasitas TT untuk Covid-19 melalui konversi TT di RS, serta penyediaan fasilitas isolasi. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan obat-obatan, Pemerintah melakukan penanganan terkoordinasi melalui Satgas dan juga telah mempermudah importasinya apabila diperlukan,” ujar Menko Airlangga.

Para Kepala Daerah dan Forkopimda (KaPolda, Pangdam, Kajati) juga diminta secara aktif untuk terus bersama-sama mengkoordinasikan berbagai upaya dan langkah konkret di daerah untuk mengendalikan laju kasus Covid-19.

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang relatif lebih ketat dibandingkan sebelumnya, terutama untuk wilayah dengan PPKM Level 4, akan membatasi berbagai mobilitas dan aktivitas masyarakat.

“Keputusan menerapkan PPKM yang ketat tidaklah mudah, namun penting untuk dilakukan agar menekan angka penularan Covid-19. Penanganan pandemi ini adalah menjaga keseimbangan antara aspek Life atau keselamatan jiwa dengan aspek Livelihood atau mata pencaharian masyarakat. Pemerintah tetap mengutamakan penanganan kesehatan, namun juga tidak mengesampingkan aspek ekonomi masyarakat,” papar Menko Airlangga.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, teknik tracing atau pelacakan merupakan kunci dalam mendeteksi virus Covid-19. ’’Jadi, sekarang kita sudah semakin mengerti bahwa teknik tracing itu penting dalam penanganan Covid-19. Teknik tracing ini kuncinya,” katanya (jpg)

Indonesia Lockdown Belum Tentu Masalah Covid-19 Selesai

0

batampos.co.id – Sejak virus korona mewabah di Indonesia, pemerintah memilih untuk tidak melakukan lockdown seperti negara-negara lainnya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan alasan Indonesia tidak melakukan lockdown.

Jokowi mengatakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini, pemerintah mengedepankan dua sisi. Yaitu sisi kesehatan dan sisi ekonomi. Keduanya harus seimbang di masa pandemi ini.

“Saya ngomong bukan menakut-nakuti tapi virus korona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi juga, sekali lagi kita ini selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani tapi sisi ekonominya pelan-pelan harus dijalankan. Enggak bisa kita tutup lockdown seperti negara lain,” ujar saat memberikan Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2021, di halaman Istana Merdeka, Jumat (30/7).

Jokowi menuturkan saat pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saja banyak masyarakat yang mengeluhkan. Sehingga jika pemerintah mememutuskan melakukan lockdown belum tentu masalah akan selesai.

“Lockdown artinya tutup total, kemarin PPKM Darurat kan semi lockdown, itu masih semi saja saya masuk kampung, saya masuk ke daerah semuanya menjerit untuk dibuka,” katanya.

“Saya kira bapak ibu juga sama, mengalami hal yang sama. Kalau lockdown bisa kita bayangkan, dan itu juga belum bisa menjamin dengan lockdown permasalahan bisa selesai,” tambahnya.

Walaupun masih adanya pandemi Covid-19 ini, Jokowi berharap para pengusaha mikro tetap semangat. Walaupun mengalami penurunan omzet. Tapi dia percaya Indonesia mampu terlepas dari pandemi Covid-19 ini dengan cara vaksinasi.

“Kita masih berproses menuju vaksinasi 70 persen yang kita harapkan nanti Insyaallah akhir tahun ini bisa kita selesaikan kalau sudah 75 persen, paling tidak daya tular virus ini agak terhambat kalau sudah tercapai kekebalan komunal atau herd immunity ambil berjalan akhir tahun ini,” ungkapnya.

Jokowi juga berharap para pelaku bisnis bisa menerapkan protokol kesehatannya. Sehingga bisa membantu pemerintah menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

“Kita semua berharap agar pandemi ini segera selesai jangan lupa terus memakai masker, habis kegiatan cuci tangan jangan berkerumun, jaga jarak ini penting sekali untuk mencegah penularan lebih meningkat lagi,” pungkasnya.(jpg)

Ada 87.903 Pengangguran di Batam

0

batampos.co.id – Provinsi Kepri tidak hanya menjadi zona merah dalam hal tingkat penyebaran Covid-19, tapi juga zona merah dalam jumlah pengangguran.

Kepri tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia.

Pada Februari 2021 contohnya. TPT Kepri mencapai 10,12 persen,
jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 7,07 persen. Posisi kedua ditempati Jawa Barat.

Pada Februari 2021, Jawa Barat mencatatkan TPT sebesar 8,92 persen. Sementara TPT terendah di Indonesia dipegang Provinsi Sulawesi Barat, yakni hanya 3,28 persen.

Jauh di bawah rerata nasional. Di Provinsi Kepri, penduduk
terbesar ada di Kota Batam. Batam memberi kontribusi
besar angka pengangguran di Kepri.

Pada Agustus 2020 lalu saja, sudah mencapai 11,79 persen. Angka ini mengalami kenaikan 3,48 poin persen jika dibandingkan TPT Agustus 2019 yang hanya 8,31 persen.

”Benar, ada kenaikan TPT 3,48 persen pada Agustus 2020 dibandingkan TPT Agustus 2019,” ujar Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto, Kamis (29/7). seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Puluhan pencaker memadati bagian depan PT Panasonic Batam Centre beberapa waktu lalu. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Rahmad menyebutkan, secara angka, Agustus 2019 angka pengangguran di Batam hanya 57.602 orang.

Lalu meningkat tajam pada Agustus 2020 menjadi 87.903 orang.

”Peningkatannya sekitar 30.301 orang,” sebutnya.

TPT ini merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap di pasar kerja.

Berdasarkan data BPS, angkatan kerja Kota Batam pada Agustus 2020 sebanyak 745.545 orang.

Bertambah 52.427 orang dibandingkan angkatan kerja Agustus 2019. Sedangkan penduduk yang bekerja di Batam pada Agustus 2020 sebanyak 657.642 orang.

Bertambah 22.126 orang dibanding penduduk yang bekerja pada Agustus 2019.

Rahmad juga mengungkapkan, berdasarkan pendidikan yang
ditamatkan pada Agustus 2020, TPT cukup besar terdapat pada kelompok penduduk dengan tingkat pendidikan menengah (SMA Umum dan SMA Kejuruan) dan pendidikan tinggi.

Pada Agustus 2020, TPT untuk kelompok pendidikan menengah menjadi urutan tertinggi pertama, sebesar 14,09 persen.

Selanjutnya diikuti kelompok pendidikan tinggi dengan TPT sebesar 9,60 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa ada penawaran tenaga kerja yang berlebih, terutama pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi, yang tidak terserap di pasar kerja.

Lalu apa yang menjadi pemicu tingginya angka pengangguran di Kepri, khususnya Batam? Rahmad mengungkapkan, hal ini tidak lepas dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia secara umum.

Sehingga menyebabkan banyak pekerja dirumahkan atau berhenti bekerja, kemudian statusnya berubah menjadi pengangguran.

”Pandemi ini berdampak besar pada banyak sektor usaha yang pada akhirnya banyak kehilangan pekerjaan dan masuk kategori pengangguran. Dan ini tidak terelakkan, karena kondisinya seperti itu,”ujarnya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan angka pengangguran ini terus meningkat lebih tinggi di 2021 ini, sebab pandemi Covid masih terus berlangsung.

Bahkan lebih parah dari 2020. Sejumlah perusahaan yang melakukan rasionalisasi makin kesulitan, sehingga bisa saja melakukan pengurangan karyawan.

Paling tidak merumahkan karyawan, khususnya sektor pariwisata.

”Insya Allah, TPT tahun 2021 di Batam akan kita publikasikan pada akhir tahun ini,” ucapnya.

Rahmad menyarankan pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran.

Selain upaya lebih cepat mengatasi pandemi Covid-19, juga harus menciptakan lapangan kerja lebih banyak.

”Saya kira, berbagai kebijakan pemerintah perlu dioptimalkan untuk menciptakan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran yang absolut di Batam,” ujarnya.(jpg)

Tips Gunakan Listrik saat Masa Pandemi

0

batampos.co.id – Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menjauhi kerumunan dan menjaga jarak. Masyarakat diminta untuk mengoptimalkan kegiatan dari rumah seperti belajar, bekerja, dan beribadah.

Pemakaian listrik pun menjadi penunjang penting dalam kegiatan tersebut. Agar nyaman berkegiatan di rumah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan, membagikan beberapa tips menggunakan listrik agar nyaman berkegiatan di rumah.

Pertama, gunakan alat elektronik dengan bijak, nyalakan saat diperlukan dan matikan jika sudah selesai digunakan. Jika hanya akan meninggalkan ruangan dalam waktu yang sebentar, sebaiknya tidak perlu mematikan AC karena untuk menghidupkannya kembali diperlukan listrik yang besar.

Lalu, cek token listrik secara berkala untuk memastikan kecukupannya dan lakukan pengisian sebelum habis. Simpan token cadangan jika diperlukan karena token listrik tidak ada kadaluwarsanya.

Selanjutnya, bayar listrik di awal bulan agar tidak terlewat meskipun batas pembayaran listrik sampai tanggal 20. Pembayaran listrik bulan berjalan merupakan hasil perhitungan pemakaian di bulan lalu.

Sementara, untuk pelanggan pascabayar bisa melakukan pencatatan pemakaian listrik sendiri untuk menghindari kontak dengan petugas PLN. Caranya cukup menggunakan fitur Catat Meter pada aplikasi PLN Mobile setiap tanggal 24- 27.

Hasil pencatatan ini yang akan menjadi dasar pembayaran listrik bulan berikutnya. Setelah catat meter mandiri juga bisa terlihat estimasi rekening listriknya sehingga bisa mempersiapkan anggaran untuk membayarnya.

Masyarakat juga dapat mengunduh aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan mengakses layanan PLN dimanapun dan kapanpun.

Doddy menyampaikan, bahwa petugas PLN akan siap 24 jam untuk menjaga keandalan pasokan listrik saat semua kegiatan banyak dilakukan dari rumah. “Jika tidak ada kegiatan mendesak silakan untuk tetap di rumah dan kami siap menjaga listriknya agar berada di rumah saja tetap nyaman,” ujarnya dikutip Rabu (28/7).

Ia menambahkan, kenyamanan masyarakat saat melakukan aktivitas di rumah saja tak lepas dari hadirnya listrik di sana. Komitmen PLN UID Jakarta Raya untuk terus menghadirkan terang selalu menjadi pegangan setiap petugas PLN.

“Gunakan listrik dengan bijak, sesuai dengan hak dan kewajibannya, serta sesuai dengan peruntukannya,” pungkas Doddy. (*/jpg)