Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9334

Dua Biro Travel Umrah di Batam Tutup, Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Pemerintah Arab Saudi masih menangguhkan
sementara kedatangan jemaah umrah asal Indonesia.

Hal ini, tentu membuat sejumlah biro travel tutup karena tidak lagi melayani keberangkatan jemaah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, sejauh ini ada dua biro travel umrah berkantor pusat di Batam yang tutup beroperasi.

Kedua biro travel tersebut adalah Mabrur dan Travel Holiday. Sementara lima travel lainnya masih melayani perjalanan umrah, yakni; Travel Zulindo, Azzam Mecca, DKI Tour, Nettour dan Semesta Anta Salam.

“Awalnya travel yang pusatnya di Batam ada tujuh travel sekarang tinggal lima. Kondisi ini tidak lepas dari situasi pandemi saat ini,”
ujar Zulkarnain, Senin (2/8/2021).

Ditanya mengenai daftar tunggu perjalanan umrah di Batam, ia menerangkan, sejauh ini belum ada informasi terbaru dari biro perjalanan umrah.

Begitu juga dengan kepastian perjalanan umrah, masih menunggu informasi dari pusat.

Bagaimana dengan biaya umrah, apakah ada kenaikan mengingat ada biaya karantina yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi selama 14 hari?

Zulkarnain mengaku, sejauh ini masih proses lobi di tingkat pusat.

“Ya, ada biaya karantina dan ini belum final. Kalau biaya normal sebelum pandemi Rp 20 juta, setelah pandemi naik menjadi Rp 26 juta, dan sekarang belum ada info terbaru,” kata Zulkarnain.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa ibadah umrah akan dibuka kembali untuk jemaah dari luar negeri, mulai 10 Agustus 2021 mendatang.(jpg)

PPKM Dilanjutkan, Aktivitas Ekonomi Akan Dibuka Secara Bertahap

0

batampos.co.id – Presiden telah mengumumkan penerapan PPKM berlevel dilanjutkan mulai hari ini, 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Namun, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, terdapat peluang dibuka kembali aktivitas mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Luhut memaparkan, pembukaan aktivitas ekonomi bergantung pada beberapa hal, yaitu vaksinasi dan penerpan protokol kesehatan. Bahkan, jika angka kasus Covid-19 dan kematian mengalami penurunan ada potensi pembukaan secara bertahap pada September 2021.

“Kita bulan ini bisa 60-70 juta vaksin, September kita harap demikian. Jika bisa kendalikan pandemi, pembukaan aktivitas eknomi akan tergantung dari pencapaian vaksinasi, dan implementasi 3M dan 3T,” ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Luhut mengungkapkan, saat ini pemerintah terus meningkatkan pelaksanaan vaksinasi secara masif dan harapannya Agustus mendatang telah mencapai target vaksinasi dan memenuhi standar WHO.

“Kita berharap bergantung pada pekerjaan mingguan mungkin secara bertahap akan ada yang dibuka,” imbuhnya.

Luhut menambahkan, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah ini dengan sebaik-baiknya dan sedetil-detilnya agar ekonomi bisa dibuka kembali September 2021.

“Penerapan strategi 3 T dan 3 M agar September bisa mulai dilakukan secara bertahap, kita berharap nanti tergantung pekerjaan mingguan,” pungkasnya.(jpg)

Wali Kota Batam Minta 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta tambahan vaksin sebanyak 1 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Kota Batam.

Capaian Pemko Batam 59 persen untuk dosis pertama, dan 57 persen untuk dosis kedua.

”Jika vaksin itu datang dalam waktu dekat, maka target vaksin 70 persen warga Batam divaksin pada 17 Agustus 2021 ini,” kata dia,
Senin (2/8/2021).

Batam masih ada stok 2.300 vaksin. Ia berharap permintaannya segera dipenuhi agar target tercapai.

Wali Kota Baatam, Muhamamd Rudi (kemeja putih) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SP Plaza, Senin (26/7/2021).

Pengiriman vaksin dilakukan bertahap sehingga pelaksanaan tidak bisa sekaligus dilaksanakan.

”Hari ini (kemarin) ada stok dihabiskan, lalu berhenti lagi karena stok kosong. Nanti kalau datang lagi baru gerak lagi. Seperti ini yang membuat capaian target tidak bisa sesuai dengan target,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa vaksinasi di Batam tidak bisa dilakukan secara konsisten setiap hari.

Alasannya, stok vaksin fluktuatif selama satu bulan ini.

”Ketersediaan stok kita tidak sesuai harapan kami. Kami ingin all out, sehingga 17 Agustus ini, bisa 70 persen,” harap Amsakar.

Vaksinasi yang sudah tercapai baru sekitar 59 persen (dosis 1). Sehingga, jika tamba han stok vaksin tidak cepat datang, diperkirakan hingga HUT Kemerdekaan RI, hanya
sekitar 62-63 persen.

”Vaksin terbatas, distribusi dari Jakarta sedikit. Cadangan di puskesmas juga sedikit, sedangkan jumlah yang mau divaksin masih banyak. Akibat kekosongan, bahkan pelaksanaan yang sudah terjadwal harus ditunda sampai vaksin tersedia,” ujarnya.

Tidak itu, capaian target untuk pelajar yang diharapkan bisa 100 persen di bulan Juli lalu juga tidak terlaksana.

Capaian saat ini masih 20 persen pelajar usia 12-17 tahun yang divaksin dosis pertama. Sehingga kebijakan belajar tatap muka belum bisa terlaksana.

”Sampai kini masih belajar online dulu, sebab untuk belajar tatap muka harus 100 persen divaksin,” sebutnya.

Karena tingginya minat untuk vaksinasi, pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada Batam untuk mengajukan permintaan vaksin langsung ke pusat tanpa melalui provinsi.

”Batam diberikan kemudahan, karena sudah ada varian baru ditemukan, jadi diperlukan langkah pengendalian dengan mempercepat vaksin. Makanya bisa langsung menyurati Kemenko Perekonomian, Kemenkes dan menyampaikan ke DPR RI,” terangnya.

Surat sudah dikirim ke pemerintah pusat meminta tambahan vaksin.

”Mudah-mudahan minggu ini dapat masuk vaksin dan segera distribusikan ke puskesmas-puskesmas di Batam,” katanya.(jpg)

Di Batam, Insentif Tenaga Kesehatan dan PPKM Segera Cair

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akan segera mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) dan anggota penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang bertugas selama pengendalian Covid-19 di Kota Batam.

”Alhamdulillah sudah saya tanda tangani. Kalau PPKM sudah ada yang cair, sedangkan nakes baru tadi pagi saya teken. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini hak mereka bisa dicairkan,” kata dia, Senin (2/8/2021).

Pencairan insentif ini akan mendongrak daya serap anggaran Batam yang beberapa waktu lalu masih rendah.

Rudi menyebutkan penyebab rendahnya serapan anggaran ini dikarenakan masih ada insentif yang belum dicairkan. Sehingga berdampak terhadap kinerja pemerintah daerah.

”Uangnya sudah ada, namun belum juga dicairkan sehingga menjadi masalah. Makanya kemarin saya gesa sekali untuk penyelesaian ini,” sebutnya.

Rudi mengungkapkan, pembayaran hak nakes dan PPKM merupakan salah satu prioritas.

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada salah seorang pelajar di Kota Batam. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akan segera mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) dan anggota penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang bertugas selama pengendalian Covid-19 di Kota Batam. Foto: Humas Polda Kepri

Sebab mereka sudah bertugas, namun haknya lambat dicairkan. Hal ini dikhawatirkan akan membuat kinerja mereka di lapangan tidak maksimal.

”Karena sudah masuk semester dua, diharapkan capaian serapan anggaran ini bisa lebih maksimal, termasuk untuk nakes dan PPKM ini,” imbuhnya.

Pemko Batam sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp 117 miliar untuk penanganan Covid-19 di Batam.

Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini. Rudi mengungkapkan pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran.

Nnamun kendalanya tidak kunjung dicairkan, karena ada syarat yang tidak dipenuhi sampai saat ini, padahal ini sudah masuk bulan Juli.

Serapan anggaran diharapkan bisa mencapai 50 persen.

”Seharusnya ini sudah bisa tercapai. Saya sudah dua kali ditegur. Batam terpampang sebagai 10 besar terkait pencairan insentif ini. Uang sudah keluar dari pusat. Tapi tidak kalian gunakan untuk membayar insentif. Kalau ini tidak jelas, uang tak selesai, maka akan masalah,” kata Rudi.

Rudi juga meminta inspektorat turun untuk memantau proses pembayaran untuk nakes. Ia berharap bulan ini insentif bisa selesai.

Pihaknya sangat mengapresiasi tugas nakes selama ini, namun mereka belum menerima hak mereka.

”Jangan rapat serius, tapi tidak ada eksekusi. Ini harus jalan. Tidak bisa tidak jalan. Saya tidak pernah ganggu kegiatan kesehatan. Tapi kalau tidak diselesaikan, saya akan selesaikan,” tegas Rudi.(jpg)

12 Warga Negara India Diamankan Polisi di Batam

0

batampos.co.id – Direktorat Polisi Perairan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri mengamankan 12 orang Warga Negara Asing (WNA) asal India, Jumat (30/7) lalu pukul 17.27 WIB.

Keberadaan 12 orang WNA India ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah mendapatkan laporan, Ditpolairud melakukan penyelidikan dan mencari keberadaannya.

”Mereka ini merupakan anak buah kapal MT Ocean Neptune yang lego jangkar di perairan Batuampar. Mereka ini akan melaksanakan pertukaran kru,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Nulhakim, Senin (2/8/2021).

Nulhakim mengaku bahwa sebenarnya pergantian kru adalah hal yang biasa. Tapi, karena saat ini masih terjadi pandemi dan adanya aturan pemerintah soal masuknya orang asing ke Indonesia, maka mereka diamankan.

”Beberapa prosedur sudah mereka lalui, tapi saat ini kan harus menjalani swab, dicek dulu mereka bagaimana kelayakannya,” ungkap Nulhakim.

Semula mereka akan turun di Singapura, dan pertukaran kru akan dilaksanakan di negara tetangga tersebut.

Tapi, karena tidak diberikan izin dari Singapura, sehingga kapalnya melakukan pergantian kru di wilayah Indonesia, Batam. ”Mereka masuk sini, tapi ada SOP yang tidak diikuti,” katanya.

Nulhakim mengatakan, begitu kapalnya bersandar di labuh jangkar di perairan Batuampar, mereka langsung menuju ke Pelabuhan Batuampar.

”Mereka beralasan ingin menuju ke Hotel Harris, karena sudah tidak bekerja lagi di Kapal MT Ocean Neptune. Tapi alasan ini tidak bisa kami terima, karena sudah ada aturan khusus bagi WNA masing masuk ke Indonesia,” ucap Nulhakim.

Kepolisian pun berkoordinasi dengan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, untuk melakukan swab.

”Hasil swab-nya sudah keluar, ke-12 orang ini dinyatakan negatif,” ujarnya.

Walaupun hasilnya negatif, masih menjalani karantina di hotel. Setelah itu, 7 Agustus akan dipulangkan menuju ke negaranya.

”Di tengah pandemi, pengawasan-pengawasan seperti ini akan lebih kami giatkan lagi di perairan. Tentunya kami tidak ingin ada WNA yang masuk tanpa prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkas dia.(jpg)

Kasus Covid-19 Turun di Batam, Kasus Aktif di Bawah 10 Persen

0

batampos.co.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam melaporkan, kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan di bawah 10 persen (9,773 persen). Saat ini, kasus aktif di Batam tercatat sebanyak 2.308 pasien. Penurunan jumlah kasus aktif kemarin, ada 196 orang, lebih baik dari sehari sebelumnya.

”Sepanjang 24 jam terakhir terjadi penurunan 196 pasien Covid-19,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Dibandingkan sepekan terkahir, tepatnya pada Senin (26/7) lalu, jumlah kasus aktif di Batam menjadi yang paling tertinggi yakni sebanyak 2.999 kasus. Angka itu terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Didi memaparkan, dari 2.308 kasus aktif ini sebanyak 1.681 menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sisanya, 501 orang dirawat di rumah sakit dan 126 lainnya dirawat di Asrama Haji Batam.

Didi menambahkan, kemarin jumlah pasien Covid-19 di Batam bertambah 207 orang, sehingga total menjadi 23.617 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 98 orang, sehingga keseluruhan pasien sembuh sudah menjadi 20.677 orang (87,551 persen).

Sementara pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah sebanyak lima orang. Sehingga total pasien meninggal dunia sejak pandemi sudah mencapai 632 orang (2,676 persen).

Penurunan jumlah kasus positif dan meninggal akibat Covid-19 juga tercermin jumlah pasien yang dirawat di RSUD Embung Fatimah yang menurun sepekan ini. Yang dirawat tersisa 71 orang lagi.

”Iya (jumlah pasien covid menurun). Hari ini sisa 71 orang,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati, kemarin. (*/jpg)

Ini Alasan Perpanjangan PPKM Level 4 Sampai 9 Agustus

0

batampos.co.id – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pulau Jawa dan Bali dari tanggal 3-9 Agustus 2021. Juga beberapa daerah di luar Jawa-Bali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelasakan alasan pemerintah memutuskan perpanjangan pembatasan aktivitas masyarakat tersebut lantaran PPKM Level 4 sebelumnya telah membawa efek positif. Ia meyanikini PPKM dapat mengurangi angka penularan, termasuk faktor-faktor yang lain.

“PPKM Level 4 yang diberlakukan tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 kemarin telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya, baik konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan presentase BOR,” ujar Jokowi dalam jumpa pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

Karena dengan efek yang positif tersebut akhirnya pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Level 4 di Pulau Jawa dan Bali tersebut. Harapannya angka penularan Covid-19 di tanah air bisa ditekan.

“Oleh karena itu dengan mempertimbangkan beberapa indikator kasus pada minggu ini pemerintah memutuskan untuk melanjutkan PPKM Level 4 dari tanggal 3-9 agustus 2021,” katanya.

“Kemudian di beberapa kabupaten kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivias dan mobilitas masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” tambahnya.

Jokowi menuturkan, walau sudah ada perbaikan angka penularan di tanah air, namun perkembangan kasus Covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Sehingga dia meminta semua pihak untuk tetap mewaspadai virus korona yang telah mewabah ini.

“Sekali lagi kita harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan kasus Covid-19 ini,” ungkapnya.(jpg)

Di Pasar Induk Jodoh akan Ada Food Court Dengan View Singapura

0

batampos.co.id – Pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh dipastikan tetap dilaksanakan meski saat ini pembongkaran masih ditunda.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, bangunan baru Pasar Induk Jodoh akan dibangun lima lantai dan berkonsep modern.

“Pasar Induk nanti bisa menampung lebih dari 1.800 pedagang dan ke lima lantai akan diisi oleh pedagang dengan kekhususan masing-masing,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Ia menyebutkan, untuk lantai dasar merupakan pasar basah. Kemudian, lantai dua menjadi lokasi penjualan bahan pokok yang kering, lantai tiga merupakan diperuntukan bagi pedagang pakaian dan lantai empat merupakan pusat elektronik.

“Lantai lima ada food court yang viewnya Singapura. Ada juga masjid di lantai ini,” terangnya.

Kondisi Pasar Induk Jodoh. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Menurutnya, pasar ini akan dibangun kembali di atas lahan lebih kurang seluas 2,1 hektar.

Lahan ini merupakan hibah Badan Pengusahaan (BP) Batam yang diberikan dalam dua tahap.

Tahap pertama pada 2018 lalu lebih dari 15.000 meter persegi sedangkan tahap kedua sekitar 5000 meter persegi.

“Anggaran pembangunan kami telah usulkan ke KemenPUPR sebesar Rp334 miliar,” ucap Gustian.

Tidak hanya gedung modern, pengelolaan pasar juga akan diatur sedemikian rupa.

Dalam hal ini Pemko Batam akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tentunya pengelolaan oleh Pemko Batam.

“UPT dimaksudkan agar penyelenggaraan pasar itu lebih matang,” imbuhnya.

Pembangunan kembali pasar induk merupakan semangat menata pedagang di sekitar lokasi, seperti pedagang yang ada di sekitar pasar tersebut, Tos 3000 hingga eks Jodoh Boulevard.

Untuk diketahui bangunan lama sudah rapuh, jika tidak dibenahi akan membahayakan orang sekitar maupun yang sering beraktivitas di lokasi ini.

Selain itu, Batam sudah saat memiliki kembali pasar induk agar intervensi harga dapat dengan mudah dilakukan.

“Untuk para pedagang ini akan mendapatkan perhatian utama. Mereka sudah kami data. Penting untuk diketahui, pembangunan kembali pasar ini untuk mereka,” terangnya.(*/esa)

Pasar Induk Jodoh akan Dibuat Senyaman Mal

0

batampos.co.id – Kondisi Pasar Induk Jodoh yang diresmikan pada tahun 2004 silam sangat jauh dari kesan nyaman. Kondisinya sangat memprihatinkan dengan hampir seluruh bangunan rusak berat. Disekitar Pasar Induk, juga dikelilingi kios-kios kumuh yang juga sudah lusuh.

Namun, saat ini pemerintah telah bertekad untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh dengan bangunan lima lantai. Tentunya dengan konsep pasar yang lebih modern dan nyaman bagi pengunjung seperti mal-mal yang ada di Batam. Masyarakat yang nantinya akan berbelanja ke Pasar Induk Jodoh tak perlu khawatir mencari kebutuhan sehari-hari.

Sebab, selain lengkap harga di Pasar Induk Jodoh ini nantinya juga akan terjamin selalu stabil, karena dipantau langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Pasar basah dengan menjual ikan, ayam dan sebagainya akan tersedia di lantai dasar. Kemudian di lantai dua, akan diikuti pasar kering dengan diisi oleh pedagang sayur.

Kemudian di lantai tiganya, akan diisi oleh pedagang yang menjual pakaian kemudian diikuti pedagang elektronik di lantai 4, serta lantai paling atas akan ada Foodcourt yang bisa menjadi tempat penghilang letih, sebab Pasar Induk Jodoh berada di tepi laut yang langsung berhadapan dengan negeri seberang Singapura.

”Tentunya pemandangan di lantai paling atas, lumayan bagus karena bisa melihat Singapura. Apalagi kalau di malam hari, bisa melihat Kota Batam, dan melihat Tanjunguma yang merupakan pemukiman nelayan pertama dan tertua di Kota Batam,” ujar Kepala Bidang Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnain, Senin (2/8).

Ia menjelaskan, rencanya revitalisasi Pasar Induk Jodoh sudah direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam sejak tahun 2018 lalu dengan maksud dan tujuan untuk menata pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar Jodoh Boulevard, Pasar Induk, TOS 3000 dan sekitarnya. Perencanaan tersebut mengalami kemajuan setelah BP Batam menghibahkan lahan kepada Pemko Batam dalam dua tahap.

Tahap pertama di tahun 2018 mendapatkan hibah seluar 15 ribu meter persegi dan tahap kedua mendapatkan hibah seluas 5 ribu meter persegi. Sehingga, perencanaan untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh makin serius dilakukan oleh Pemko Batam yang dalam hal ini Disperindag Kota Batam.

”Dengan lahan terbatas yang seluas 2,1 hektar, dalam rangka menampung 1800 lebih pedagang, tentu dengan kapasitas dan kajian konsultan ini tidak mungkin seluas itu dua lantai. Makanya desain kita, kita jadikan lima lantai dalam rangka menampung semua pedagang,” katanya.(*/jpg)

PPKM Level 4 di Batam dan Pinang Juga Diperpanjang

0

batampos.co.id – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 kembali diperpanjang hingga 9 Agustus mendatang, setelah dinyatakan berakhir pada Senin (2/8). Di Kepri, perpanjangan PPKM level 4 ini berlaku di Batam dan Tanjungpinang.

Keputusan perpanjangan PPKM level 4 ini disampaikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers di YouTube Sekretariat Presiden, tadi malam. Jokowi memutuskan memperpanjang PPKM level 4 di Pulau Jawa, Bali, dan wilayah lainnya di luar Jawa Bali lantaran masih mewabahnya varian Delta di Tanah Air.

“Pemerintah melanjutkan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten, kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, PPKM level 4 yang telah diberlakukan pemerintah dari 26 Juli sampai 2 Agustus 2021 telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya. “Baik konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan presentase BOR (bed occupancy rate),” katanya.

Pria asal Surakarta, Jawa Tengah, tersebut menambahkan, adanya pembatasan mobilitas dengan memperpanjang PPKM level 4 tersebut sejalan dengan langkah pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah tetap mendorong penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat, PKH, bantuan sosial tunai, dan BLT desa, bantuan untuk usaha mikro kecil, PKL dan warung, bantuan subsidi upah sudah mulai berjalan dan program banpres produktif usaha mikro sudah mulai diluncurkan pada 30 Juli lalu,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan mengikuti apapun yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat memutuskan melanjutkan, maka Batam siap menjalankan keputusan tersebut.

”Besok (hari ini, red) sudah harus yang baru. Tapi apapun keputusan pusat, baik itu presiden maupun mendagri, maka kami akan taati,” ujar Rudi, sebelum Presiden Jokowi memutuskan memperpanjang PPKM level 4.

Rudi menjelaskan, situasi level PPKM ditentukan kasus Covid-19, angka kesembuhan pasien Covid-19, dan persentase BOR. Melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, Rudi menyampaikan ada penurunan. Selain itu, jumlah angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 1.000 orang lebih.

“Kalau soal harapan, saya rasa tentu kita semua ingin normal dan pembatasan yang berlaku saat ini bisa dilonggarkan, karena kasihan juga kondisi mereka saat ini,” ujarnya.

Kendati demikian, harapan tersebut tentu harus merujuk pada kebijakan pemerintah pusat terhadap Kota Batam. Menurutnya, semua yang dijalankan harus sesuai dengan kebijakan pusat. Hal yang sudah diterapkan, meskipun berat tetap harus dijalankan.

”Kalau kami di daerah tetap berpedoman terhadap putusan pusat. Kalau keinginan kita buka saja semua ini. Tapi tidak bisa seperti itu, tetap harus mematuhi kebijakan pusat, untuk mengendalikan penyebaran virus ini,” imbuhnya.

Rudi meyakini, penurunan kasus Covid-19 karena penerapan PPKM selama kurang lebih satu bulan belakangan. Mobilitas masyarakat juga sudah mulai terbatas sejak PPKM.

”Memang penambahan dalam sehari masih ratusan, tapi yang sembuh juga ratusan. Kondisi ini berbeda dengan sebelum diterapkan PPKM,” bebernya.(*/jpg)