Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9389

Tenaga Honorer Batam Belum Terima THR

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta tenaga honorer Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk bersabar. Pasalnya, pembayaran tunjangan hari raya (THR) mengalami penundaan dari rencana yang seharusnya.

”Masih belum, ada yang harus disiapkan. Mudah-mudahan dalam waktu dua hari ini selesai, sehingga bisa segera dibayarkan,” kata Rudi, usai meninjau pengerjaan jalan di Southlink, Sekupang, Minggu (9/5).

Mengenai kendala yang menjadi penyebab belum dibayarkannya THR tenaga honorer ini, Rudi menjelaskan, masih ada laporan yang disiapkan sebelum pembayaran THR dilakukan.

”Harus ke BPKP (Badan Pengawas Kruangan dan Pembangunan), karena saya tak mau ada kekeliruan,” sebutnya.

Sebelumnya, pembahasan pencairan THR tenaga honorer juga sudah disampaikan saat rapat refocusing anggaran, beberapa hari lalu. Pemko Batam berkomitmen agar pencairan THR ini bisa segera dilaksanakan.

”Ini juga menjadi fokus anggaran. Karena daerah lain juga sudah melakukan hal yang sama. Kami berkomitmen agar hal ini tetap menjadi salah satu prioritas,” ucapnya.

Ia berharap, hak tenaga honorer ini bisa segera terbayarkan. Untuk itu, ia meminta dinas terkait untuk menyelesaikan persiapan berkas agar segera dibayarkan.

”Kalau saya harap secepatnya. Mudah-mudahan lah ya dalam waktu dekat ini bisa segera terealisasikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, untuk data tenaga honorer guru sudah ada di bagian Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Terkait pembayaran THR tenaga honorer itu tergantung dari BPKAD.

”Kami tidak mengusulkan lagi, karena datanya sudah ada di sana. Soal waktu pembayaran THR saya tidak tahu, karena domainnya BPKAD,” kata dia.

Sebelumnya, Pemko Batam menyiapkan Rp 19 miliar untuk pembayaran THR honorer di tahun 2020 lalu. Jumlah yang diterima menyesuaikan dengan gaji yang diterima tenaga honorer setiap bulannya. Pembayaran THR ini merupakan komitmen Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad untuk menyejahterakan tenaga honorer. (*/jpg)

Cek Untung Rugi Gunakan Paylater agar Tak Bablas Berbelanja

0

batampos.co.id – Mampu menunda pengeluaran dan mencicil tagihan belanja hingga 12 kali, paylater menjadi salah satu fitur pembayaran berbasis digital yang makin digemari oleh masyarakat.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan harian, paylater juga dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan lainnya.

Seperti, mewujudkan rencana liburan, membeli gadget baru, dan sebagainya.

Pada dasarnya, paylater adalah produk keuangan berbasis online yang memiliki cara kerja menyerupai kartu kredit.

Penggunanya dapat menyelesaikan transaksi belanja apapun dengan layanan tersebut, dan baru melunasi tagihannya di lain hari.

Selain itu, popularitas paylater sebagai pengganti kartu kredit yang begitu cepat menanjak membuat tak sedikit e-commerce dan aplikasi dompet digital yang berlomba-lomba menawarkan layanan tersebut kepada masyarakat.

Alhasil, daya beli masyarakat pun turut terdorong dan meningkatkan jumlah transaksi, tanpa membuat arus keuangan menjadi berantakan.

Namun, di sisi lain, paylater juga menyembunyikan sejumlah dampak buruk yang dapat dialami oleh penggunanya saat dimanfaatkan dengan cara yang salah.

Nah, agar pemakaian layanan keuangan digital tersebut tetap aman dan mampu memberikan manfaat yang optimal, simak dulu untung rugi menggunakan paylater berikut ini.

Keuntungan Menggunakan Paylater

Tak dapat dipungkiri jika metode pembayaran paylater kian menjamur dan digemari di sejumlah platform belanja online dan e-commerce.

Penyebabnya tak lain karena layanan keuangan tersebut memberikan segudang keuntungan bagi penggunanya, antara lain:

  • Proses Pengajuan yang Praktis dan Instan

Jika disandingkan dengan produk keuangan serupa, yakni, kartu kredit, paylater tentu jauh mengungguli dalam hal kepraktisan dan kemudahan proses pengajuan.

Pasalnya, selain dapat diajukan secara online, syarat yang dibebankan juga mampu dijangkau oleh mayoritas masyarakat.

Bayangkan saja, cukup dengan KTP saja, Anda sudah bisa menjadi pemilik akun paylater dan menggunakannya untuk berbelanja.

Bahkan, sejak pertama kali mengajukan hingga mendapat persetujuan, seluruh prosesnya hanya memakan waktu tak lebih dari 1 hari saja.

Dalam kata lain, paylater ini dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan aplikasi pinjaman online untuk atasi masalah keuangan mendesak.

  • Mudah Atur Cicilan dengan Tenor yang Bervariasi

Dengan tenor pelunasan bervariasi dan hingga 12 bulan, Anda dapat lebih leluasa mengatur dan menyesuaikan jumlah cicilan setiap bulannya dengan kondisi keuangan.

Dengan begitu, risiko gagal bayar atau kredit macet yang sampai mengharuskan Anda membayar denda keterlambatan tak akan terjadi.

  • Potensi Dapatkan Berbagai Promo Menggiurkan

Bisa mencicil pengeluaran belanja saja sebenarnya sudah sangat menguntungkan dan berimbas positif bagi keuangan.

Apalagi kalau ditambah dengan potensi promo menggiurkan yang mungkin didapatkan. Keuntungan yang bisa didapatkan saat berbelanja dengan paylater tentu akan berlipat ganda.

Faktanya, tak jarang penyedia paylater yang menawarkan promosi berupa potongan harga dan cashback kepada setiap penggunanya.

Selain itu, ada pula sistem reward point yang bisa dikumpulkan dan ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik. Hal ini tentu membuat kenyamanan dan kepuasan berbelanja menjadi lebih terasa, bukan?

Kerugian Menggunakan Paylater

Tak ada satu hal pun di dunia ini yang memberikan keuntungan, tanpa memiliki risiko sedikitpun. Hal serupa juga bisa Anda temui saat menggunakan paylater.

Pasalnya, pemakaian paylater yang kurang tepat dapat memicu terjadinya dampak buruk bagi penggunanya, seperti:

  • Memicu Gaya Hidup Boros

Segala hal yang memudahkan pasti berisiko untuk digunakan secara berlebihan. Hal inilah yang seringkali terjadi pada pengguna paylater.

Karena mampu meringankan tagihan belanja dan membayarnya secara mencicil di lain waktu, tak sedikit pengguna yang akhirnya menjadi boros hingga beban cicilannya membengkak.

Jika dibiarkan, tentu saja keuangan Anda yang akan menjadi korbannya. Oleh karena itu, tetap batasi pemakaian paylater dan pilah kebutuhan apa saja yang boleh dipenuhi dengan layanan tersebut agar tak boros dan menambah beban utang.

  • Berisiko Membuat Keuangan Berantakan

Tergantung dari pemakaiannya, paylater sebenarnya dapat digunakan untuk mengontrol dan mencatat setiap pengeluaran.

Namun, lain halnya saat digunakan secara berlebihan dan kalap. Bukannya membantu mengatur keuangan, kondisi finansial Anda malah menjadi berantakan karena beban cicilan yang terlalu besar.

  • Memengaruhi Skor Kredit

Banyak yang tak menyadari bahwa paylater adalah salah satu jenis produk pinjaman. Artinya, tagihan paylater yang macet atau tertunggak akan langsung tercatat pada BI checking dan secara otomatis memengaruhi skor kredit Anda.

Jika berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, skor kredit akan semakin memburuk dan akan menyulitkan Anda untuk mengajukan pinjaman di masa mendatang.

Sebaliknya, jika rutin membayar tagihan tepat waktu dan tak pernah menunggak, skor kredit Anda akan meningkat.

  • Tingkat Bunga dan Denda Keterlambatan Tergolong Tinggi

Namanya juga produk pinjaman, pengguna paylater harus bersiap untuk membayar bunga cicilan setiap bulannya.

Jika tak diwaspadai, beban bunga tersebut dapat membengkakkan cicilan dengan cukup signifikan.

Tak hanya mempertimbangkan tingkat bunganya, Anda juga perlu mencari tahu berapa denda yang harus dibayar saat terlambat membayar cicilan.

Jangan sampai karena tak awas, denda keterlambatan langsung membuat kondisi keuangan Anda kacau dan berisiko terjerat utang jangka panjang.(*)

Kasus Covid-19 Sudah 1,7 Juta, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Satgas Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan, hingga Jumat (7/5/), kasus Covid-19 di Tanah Air sudah tembus 1,7 juta kasus.

Dilaporkan ada 6.327 kasus baru. Sementara penambahan pasien sembuh sebanyak 5.891. Total pasien sembuh Covid-19 mencapai 1.558.423 pasien. Hari ini tercatat ada 167 pasien meninggal dunia sehingga total ada 46.663 pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia.

Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk mempercepat vaksinasi. Menurutnya 1,7 juta bukan angka yang kecil. Apalagi korban meninggal dunia akibat corona ini sudah mencapai 46.663 jiwa. Tentu ini persoalan serius sehingga meminta masyarakat untuk benar-benar jangan lengah, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau saat ini Pemerintah melarang mudik, ya aturan itu harus kita taati bersama untuk mencegah kondisi yang lebih buruk lagi. Jangan sampai apa yang terjadi di India yang disebut tsunami Covid-19 gelombang kedua, juga terjadi di negeri ini,” ujar Gus AMI, Sabtu (8/5).

Ketua Tim Pengawas Pelaksana Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini juga menyambut baik rencana pemerintah untuk melaksanakan vaksinasi gotong royong untuk pekerja swasta usai Lebaran nanti, atau tepatnya pada 17 Mei 2021. Diketahui 8,6 juta pekerja sudah terdaftar sebagai penerima vaksin gotong royong.

“Kami di DPR mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satuan Tugas (Covid-19) Penanganan Covid-19 meminta perusahaan untuk mulai menyosialisasikan kepada pegawainya mengenai mekanisme vaksinasi gotong royong sehingga para pekerja tidak kebingungan ataupun misinformasi,” katanya.

Gus AMI juga meminta pemerintah untuk memastikan tidak ada perusahaan yang membebankan pekerja dengan biaya vaksin, sebab pemerintah menjamin seluruh masyarakat dapat mengakses vaksin Covid-19 secara gratis tanpa terkecuali.

“Kemenkes harus melakukan verifikasi dan validasi data penerima vaksin agar tidak ada data ganda atau pekerja yang sudah mendapatkan vaksin masuk ke dalam daftar penerima vaksin gotong royong,” kata Ketua Umum DPP PKB ini.

Dikatakan Gus AMI, pemerintah harus meminta perusahaan untuk memastikan seluruh pekerjanya yang terdaftar sebagai penerima vaksin ikut berpartisipasi pada program vaksinasi gotong royong sehingga upaya pemerintah untuk mempercepat terbentuknya herd immunity dapat segera terealisasi.(jpg)

Ustaz Tengku Zulkarnain di Mata MUI

0

batampos.co.id – Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia pada Senin (10/5) malam setelah diketahui mengidap Covid-19. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya RS Prof Thabrani, Pekanbaru, Riau.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Anwar Abbas mengatakan bahwa kepergian Ustaz Tengku Zulkarnain betul mengejutkan dirinya. Di mana sebelumnya di 5 Mei lalu, dirinya pernah berkirim pesan WhatsApp (WA), ia pun menduga almarhum dalam keadaan sehat.

“Tapi malam ini takdir yang telah ditetapkan Tuhan sudah menimpa diri beliau karena seusai adzan maghrib dan waktu berbuka, beliau sudah dipanggil oleh Allah SWT karena Covid-19,” ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (11/5).

Di matanya, pendakwah kharismatik itu adalah seorang ulama, dai atau ustaz yang baik dan konsisten di jalur dakwah. Ia juga menyampaikan bahwa jalur pendakwah yang diambil adalah satu hal yang tentu tidak terbayang oleh teman-temannya sewaktu muda, karena almarhum di masa mudanya adalah seorang penyanyi dan pandai bermain musik.

“Tapi karena ketertarikan beliau dengan dunia dakwah maka dunia seni dan tarik suara tersebut boleh dikatakan beliau tinggalkan. Lalu beliau menempa diri dalam bidang keagamaan dan berdakwah ke mana-mana, tidak hanya ke daerah-daerah perkotaan di berbagai penjuru Tanah Air tapi juga ke pelosok-pelosok negeri yang terasing sekalipun yang harus beliau tempuh dengan menghadapi medan yang berat dan tidak mudah seperti jalan yang jelek atau gelombang laut yang besar karena harus berdakwah ke pulau. Bahkan di samping itu, beliau juga sering berdakwah ke berbagai negara,” ujarnya.

Ia mengira sudah lebih dari 20 negara yang Ustaz Tengku Zulkarnain kunjungi untuk kepentingan dakwah. Dalam berdakwah, almarhum dikenal sebagai seorang ustaz yang kalau bicara secara frontal dan apa adanya. Oleh karena itu banyak orang yang senang, tapi juga banyak orang yang tidak suka.

Sebagai punggawa MUI, yakni sebagai Sekjen dan Wasekjen, ia pun sering bertukar pikiran terkait isu terkini. Dalam kenangannya itu, ia menyimpulkan bahwa almarhum adalah seorang anak yang sangat sayang dan patuh sekali kepada ibu atau orang tuanya.

“Oleh karena itu dalam kesimpulan saya pak Tengku Zulkarnain ini adalah orang baik. Kepergian beliau telah membuat banyak orang bersedih karena merasa kehilangan sosok ulama ustaz dan dai yang mereka sayangi dan kagumi. Tetapi untuk diri beliau sendiri saya rasa kepergian beliau ini akan sangat-sangat menguntungkan bagi dirinya karena beliau meninggal di hari-hari mendekati usainya Bulan Suci Ramadan dan meninggal karena wabah Covid-19,” ujarnya.

“Untuk itu saya memohon dengan sangat kepada semua pihak agar dapat memaafkan dosa dan kesalahan beliau kalau ada agar kepergiannya menghadap Allah SWT benar-benar bersih dari dosa baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama,” tandas dia.(jpg)

Kasus Covid-19 Naik Tajam di 5 Provinsi, Termasuk Kepri

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto. (ist)

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menjelaskan persiapan pemerintah dalam penanganan Covid-19 pada periode menjelang dan setelah Idul Fitri 2021.

Apalagi ada beberapa daerah di Sumatera yang perlu perhatian khusus akibat kenaikan kasus harian, serta adanya penyelenggaraan pelarangan mudik sampai 17 Mei 2021.

Secara umum, tingkat kasus aktif dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global. Per 9 Mei 2021, jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 98.395 kasus atau 5,7 persen dari total kasus, lebih rendah daripada persentase global 12,13 persen.

Kemudian, tingkat kesembuhan 1.568.277 kasus atau 91,5 persen dari total kasus, lebih tinggi dibandingkan global 85,78 persen. Di sisi lain, tingkat kematian sebesar 47.012 kasus atau 2,7 persen dari total kasus, masih lebih tinggi daripada persentase global 2,08 persen.

Penyebabnya antara lain, masih ada 11 Provinsi dari 30 provinsi pelaksana PPKM Mikro yang mengalami tren kenaikan tambahan konfirmasi harian, dan ada 5 provinsi dengan tren kenaikan cukup tajam, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Aceh, dan Kalimantan Barat.

Kenaikan tren tambahan konfirmasi kasus harian menyebabkan 7 provinsi mempunyai Bed Occupancy Ratio (BOR) > 50 persen (per 8 Mei 2021), yaitu di Sumatera Utara (63,4%), Riau (59,1%), Kepulauan Riau (59,9%), Sumatera Selatan (56,6%), Jambi (56,2%), Lampung (50,8%), dan Kalimantan Barat (50,6%).

“Sebagian besar provinsi di Sumatera mempunyai BOR tinggi, terutama tempat pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI),” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers usai Rapat Terbatas Presiden Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/5).

Selain itu, BOR di RS Wisma Atlet Kemayoran juga sudah mencapai persentase cukup rendah yaitu 21,47% atau hanya terisi 1.287 tempat tidur (TT) dari kapasitas sebanyak 5.994 TT.

Tak dipungkiri, karena ada di dalam Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, maka mobilitas penduduk nasional mengalami tren naik pada 7 hari terakhir di awal Mei 2021. Tiga provinsi dengan mobilitas terendah yaitu: Bali, D.I. Yogyakarta, dan Kepulauan Riau (daerah yang mengandalkan pariwisata), sedangkan 3 provinsi dengan mobilitas tertinggi yakni Maluku Utara, Bengkulu, dan Sulawesi Tenggara.

“Kenaikan mobilitas tertinggi tersebut terjadi di kelompok/sektor ritel (mall) dan toko bahan makanan. Khusus untuk Kepri, sebenarnya mobilitas rendah, tapi (daerah itu) menjadi tempat masuknya PMI (dari Malaysia),” ujar Menko Airlangga.

Mobilitas penduduk di 6 provinsi di Pulau Jawa memang mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Fitri. Penerapan protokol kesehatan (Prokes) 3 M juga telah diterapkan secara ketat, terutama di mall dan fasilitas umum lainnya yang kemungkinan didatangi masyarakat.

“Untuk itu, PPKM Mikro akan diperpanjang mulai 18 s.d. 31 Mei 2021. Cakupan wilayahnya tetap sama di 30 provinsi, dan jenis pembatasan kegiatan masyarakat juga masih tetap sama. Penekanan pada evaluasi perkembangan kasus setelah Hari Raya (pasca mudik) dan pengetatan 3T. Pada PPKM Mikro tahap ini akan dilakukan monitoring dan evaluasi kasus Covid-19 pada masa peniadaan mudik dan pasca mudik,” jelasnya.(*)

Tanjungriau, Kampung Tua yang Disulap Jadi Destinasi Wisata

0
Destinasi wisata baru dari program kota tanpa kumuh (kotaku) di Kampung Tua Tanjungriau, Sekupang. (Foto:Pemko Batam)

batampos.co.id – Kampung Tua Tanjungriau yang berada di Kecamatan Sekupang, kini telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata baru. Saat ini juga menjadi pilot project program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Penataan Kampung Tua Tanjungriau murni gagasan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Mulai dari menyusun Detail Engineering Design (DeD), hingga melobi Kementerian PUPR untuk membantu anggaran pembangunannya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, ada dua sumber anggaran untuk pembangunan Kotaku Tanjungriau. Pertama, berasal dari APBN sebesar Rp 15 miliar, dan kedua adalah APBD Kota Batam sebesar Rp 1,562 miliar.

“Jadi, sejarahnya itu Pemko Batam yang mengusulkan kepada Kementerian PUPR, supaya Kampung Tua Tanjungriau ini bisa dijadikan pilot project program Kotaku,” kata Rudi saat meninjau langsung di Tanjungriau, Minggu (9/5).

Penataan Kotaku sudah direncanakan sejak tahun 2018 silam. Kemudian pengerjaan dilakukan tahun 2019. Awal tahun 2020 proyek ini sempat dihentikan sementara karena dampak penyebaran Covid-19, namun akhirnya dapat diselesaikan tahun 2021.

Proyek Kotaku ini juga menjadi bagian dari upaya Pemko Batam dalam menyelesaikan 37 titik Kampung Tua di Kota Batam. Kampung Tua Tanjungriau adalah salah satu kampung tua yang masyarakatnya sudah menerima sertifikat hak milik.

“Prosesnya ini panjang, dan ini juga janji kami berdua (bersama Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad) untuk menyelesaikan masalah kampung tua,” katanya.

Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan adanya klaim-klaim sepihak dari sejumlah kalangan terkait pembangunan Kotaku di Tanjungriau. Pasalnya sejak awal hanya Pemko Batam yang mengusulkan pembangunan di Tanjungriau.

“Kalau hari ini ada yang klaim memperjuangkan, saya juga bingung jadinya. Kapan memperjuangkannya. Karena dari mulai merencanakan hingga mengusulkan ke Kementerian PUPR dilakukan Pemko Batam semua,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Rudi juga meminta agar masyarakat tidak menjual beli sertifikat yang dimiliki. Kampung tua yang tidak bermasalah lagi akan ditata menjadi cantik. Sehingga ke depan dapat menjadi tujuan wisata dan dapat dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Inilah, kita tunjukkan kepada turis mancanegara. Karena, di negara maju tidak ada kampung seperti ini. Kalau Kotaku Tanjungriau kita akan pasang jaring-jaring di bawah perumahan biar sampahnya tak masuk. Secara bertahap akan dikerjakan nanti,” ucapnya.

Kampung Tua Tanjungriau menjadi pilot project Kampung Tua Kotaku. Adapun penataan skala kawasan kampung tua meliputi area gapura, plaza, ruang terbuka, pelantar, pusat pertemuan, dan lainnya. Bahkan, sejumlah kampung tua lainnya akan menjadi target selanjutnya. Seperti Tanjunguma, Batu Merah, Nongsa.

“Intinya saya ingin Tanjungriau ini menjadi contoh Kampung Tua Kotaku. Kalau ini selesai saya bisa bergeser ke kampung tua lainnya. Mungkin Tanjunguma, Batu Merah mungkin juga ke Nongsa. Kalau bisa, dua atau tiga kampung tua sekaligus kita bangun,” jelasnya saat itu.(*/jpg)

Kemenag Laksanakan Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2021 Hari Ini

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan kembali menggelar sidang isbat (penetapan) awal bulan Syawal 1442 H pada hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H.

Menag Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat. Karena masih pandemi Covid-19, sidang isbat dilakukan mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kemenag.

“Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring,” terang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dikutip, Senin (10/5).

“Sesuai protokol kesehatan, undangan untuk menghadiri sidang dibatasi, hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas,” sambungnya.

Panitia juga menyiapkan aplikasi pertemuan dalam jaringan (zoom meeting), baik untuk peserta sidang maupun media. Sebab, peliputan juga akan dilakukan secara terbatas.

“Kemenag bekerja sama dengan TVRI untuk menjadi TV Pool. Media yang ingin menyiarkan sidang isbat awal Syawal bisa berkoordinasi dengan TVRI. Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag untuk melakukan live streaming,” terang Kamaruddin.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan, tahapan sidang isbat dilakukan sebagaimana awal Ramadan lalu. Sesi pertama dimulai pukul 16.45 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Syawal 1442H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Cecep Nurwendaya. Setelah Magrib, sidang Isbat dipimpin Menteri Agama, diawali dengan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal.

Kemenag menjadwalkan akan melakukan rukyatul hilal pada 88 titik di seluruh Indonesia. Untuk di DKI Jakarta misalnya, rukyatul hilal akan dilaksanakan di Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta lantai 7, Masjid Al-Musyariin Basmol Jakarta Barat, Pulau Karya Kepulauan Seribu, dan Masjid KH Hasyim Asy’ari Jakarta Barat.

“Hasil sidang isbat akan diumumkan Menteri Agama secara telekonferensi serta disiarkan langsung oleh TVRI sebagai TV Pool dan live streaming medsos Kemenag,” tuturnya. (*/jpg)

Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Capai 1.718.575

0

batampos.co.id – Data Kementerian Kesehatan yang dihimpun hingga Senin (10/5), pukul 12.00 WIB menunjukkan kasus konfirmasi positif Covid-19 kumulatif mencapai 1.718.575 orang.

Angka tersebut mendapat penambahan kasus positif terpapar SARS-CoV-2 sebanyak 4.891 orang dalam selang waktu sehari.

Provinsi Jawa Barat menyumbang angka kasus positif Covid-19 sebanyak 1.070 kasus, disusul Provinsi Jawa Tengah sebanyak 854 kasus, dan Provinsi DKI Jakarta sebanyak 694 kasus.

Sementara itu, 206 orang terkonfirmasi meninggal akibat Covid-19, menjadikan akumulasi warga yang meninggal dunia sebanyak 47.218 orang. Selanjutnya, sebanyak 6.338 orang se-Indonesia sembuh dari Covid-19, sehingga menambah total angka 1.574.615 orang.

Provinsi Jawa Barat pun menyumbang angka kasus kesembuhan harian yang cukup tinggi dibandingkan kasus konfirmasi positifnya, yakni 2.304 kasus. Adapun kasus aktif yang terdapat di Indonesia menurun sebanyak 1.653 kasus, menjadi 96.742 kasus.

Kemudian sebanyak 49.483 spesimen tengah dalam pengujian, dan terdapat 89.231 orang berstatus suspek. (Antara)

Positif Covid-19, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Penceramah Ustaz Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia di RS Prof Thabrani, Pekanbaru, Riau, Senin (10/5) pukul 18.40 WIB. Almarhum meninggal di umur 57 tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Alumni Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif dalam pesan singkat. Dirinya serta koleganya pun merasa kehilangan atas kepergian Tengku Zulkarnain.

“Atas nama pribadi dan segenap alumni 212 sangat merasa kehilangan dan dukacita mendalam atas kepergian beliau,” ujar dia kepada wartawan, Senin (10/5).

Slamet menuturkan sosok Tengku Zulkarnain yang merupakan pribadi yang berpendirian teguh. Ia juga mengenal almarhum merupakan orang yang istiqamah saat berdakwah.

“Beliau (Ustaz Tengku Zulkarnain) sosok yang teguh pendirian dan Istiqamah dalam berdakwah, tegas dan berani dalam membela pendiriannya,” kata dia.

Eks Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) ini juga menyampaikan bahwa kesibukan Ustaz Tengku Zulkarnain belakangan ini adalah berdakwah. “Saya bersaksi beliau orang baik dan tulus dalam berdakwah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Tengku Zulkarnain lahir di Medan, Sumatera Utara pada 14 Agustus 1963. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020.

Sebelumnya, Ustad Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul dikabarkan tengah sakit dan positif terpapar corona atau covid 19. Dia kini dirawat di RS Tabrani, Pekanbaru.

Belum diketahui, bagaimana Tengku Zul bisa terpapar. Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir membenarkan ulama tersebut dirawat. “Ya benar (positif COVID-19),” kata Mimi.(jpg)

Pemuda Tewas Usai Vaksinasi AstraZeneca, Ini Penjelasan Kemenkes

0

batampos.co.id – Seorang pemuda 22 tahun asal Buaran, Jakarta, meninggal dunia satu hari usai divaksinasi Covid-19. Pemuda tersebut bernama Trio Fauqi Virdaus. Almarhum meninggal pada Kamis (6/5).

Almarhum disuntik vaksin AstraZeneca pada satu hari sebelumnya. Mulanya, almarhum merasa demam panas setelah mendapatkan suntikan vaksin. Kondisinya melemah dan masih mengalami demam pada hari Kamis (6/5). Almarhum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB.

“Kementerian Kesehatan turut berduka atas meninggalnya almarhum dan hasil investigasi Komnas dan Komda KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) bisa segera didapatkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada JawaPos.com, Senin (10/5).

Menurut Nadia, hingga saat ini penyebab meninggalnya almarhum masih belum cukup bukti untuk dikaitkan dengan vaksinasi. Hal itu juga ditegaskan oleh Komnas KIPI.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya belum mendapatkan cukup bukti untuk mengaitkan kejadian itu dengan vaksinasi. Menurutnya Komnas bersama Komda DKI sudah melakukan audit bersama pada Jumat yang lalu.

“Kami menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi. Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut,” katanya.

Komnas KIPI adalah lembaga yang kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi. Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya. Catatan kasus vaksin AstraZeneca sebelumnya juga sempat terjadi di Sulawesi Utara pada Maret 2021 lalu.

Saat itu pelaksanaan vaksinasi menggunakan AstraZeneca sempat dihentikan sementara karena terjadi efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada seseorang yang sudah disuntik. Sejumlah orang mengalami keluhan sampai harus dirawat di rumah sakit karena mengalami mual muntah. Namun akhirnya vaksinasi kembali dilanjutkan.(jpg)