Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9404

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster di Bandara Hang Nadim

0

batampos.co.id – Bea Cukai Batam bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Batam, Susila Brata, mengatakan, pengungkapan penyelundupakn benih lobster tersebut berawal pada Sabtu (29/5/2021), sekira pukul 08.30 WIB.

Saat itu kata dia, petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam bersama petugas Karantina Perikanan melaksanakan pengawasan pembongkaran barang kargo pesawat LA dengan rute Surabaya-Batam.

“Lalu pada pukul 09.30 WIB, petugas menemukan barang yang dicurigai dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin x-ray,” ujarnya.

Barang bukti benih lobster yang diamankan Bea Cukai Batam bersama Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kota Batam. Foto: Bea Cukai Batam untuk batampos.co.id

Hasil pemeriksaan barang, petugas mendapati bungkusan mencurigakan dalam galon plastik yang disembunyikan dalam keranjang bambu.

“Setelah keranjang bambu tersebut dibuka, muncul kecurigaan bahwa barang tersebut berupa benih lobster,” katanya.

Kemudian lanjutnya barang bukti tersebut dilakukan pencacahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Batu Ampar dan didapati benih lobster jenis pasir yang disimpan pada 5 kantong plastik transparan ukuran panjang dan 13 kantong plastik transparan ukuran kecil.

“Serta benih lobster jenis mutiara yang disimpan pada 1 kantong plastik transparan ukuran panjang,” ujar Susila.

Setelah dilakukan penghitungan, total benih lobster jenis pasir 12.929 ekor, sedangkan jumlah total benih lobster jenis mutiara : 97 ekor.

Ia mengatakan, nilai barang berdasarkan estimasi harga pasar adalah Rp1.307.450.000.

“Untuk tersangka masih dalam pengejaran, sedangkan barang bukti diserahterimakan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam untuk proses lebih lanjut,” tuturnya.

Penyelundupan benih lobster dapat dijerat Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 jo Pasal 34 UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp 3 miliar.(*)

Telkomsel Luncurkan Layanan 5G di Kota Batam

0

batampos.co.id – Telkomsel terus mengakselerasi pengembangan ekosistem 5G dengan meluncurkan layanan Telkomsel 5G di Kota Batam, Senin (7/6/2021).

Selain Batam peluncuran layanan 5G dilakukan serentak di 4 kota lainnya yakni Surabaya, Makassar, Bandung, dan Denpasar.

Senior Vice President Enterprise Account Management Telkomsel, Dharma Simorangkir, mengatakan, hadirnya layanan Telkomsel 5G di lima kota itu menjadi komitmen Telkomsel sebagai the first 5G operator in Indonesia dalam menghadirkan akses konektivitas digital terdepan yang akan semakin mendorong keterbukaan peluang-peluang yang lebih luas lagi untuk segala kemungkinan.

Termasuk dalam hal pemberdayaan masyarakat dan transformasi sektor industri.

“Komitmen kami selanjutnya adalah memastikan 5G tersedia untuk semua orang di Indonesia, baik untuk segmen konsumen, pemerintah, akademisi, maupun industri,” jelasnya.

Secara bertahap pihaknya akan memperluas jangkauan 5G dan mengembangkan solusi digital melalui layanan 5G dengan kualitas terbaik, jaringan berkecepatan tinggi, dan latensi rendah.

Wakil Wali Kota batam, Amsakar Achmad (kanan) bersama Senior Vice President Enterprise Account Management Telkomsel, Dharma Simorangkir,, saat peluncuran layanan Telkomesl 5G di Grapari Telkomesl. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Serta mendorong kolaborasi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan yang memiliki tujuan kuat yang sama dalam melakukan transformasi digital untuk mendukung aktivitas keseharian.

Menurutnya, hadirnya jaringan Telkomsel 5G mampu meningkatkan kapabilitas digital nasional dengan memajukan sektor-sektor unggulan di kota-kota tersebut.

Salah satunya sektor pariwisata dengan diversifikasi layanan dan jasa melalui optimalisasi teknologi digital terdepan.

Atau sektor pendidikan yang dapat mendukung upaya pengembangan riset yang terukur dan tepat untuk memastikan pemberdayaan teknologi 5G yang tepat guna ke masa mendatang.

“Selain itu, 5G juga dapat mendorong implementasi Industry 4.0 melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional untuk berbagai sektor industri,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengatakan, Kota Batam kembali menjadi bagian tonggak sejarah yang sangat penting dalam industri digital telekomunikasi.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian yang luar biasa Telkomsel sebagai operator telekomunikasi pertama yang menyelenggarakan teknologi 5G,” katanya.

Ia meminta smeua pihak harus dapat mengambil manfaat dan menjadikan 5G untuk memberikan nilai tambah dalam berbagai bidang seperti pendidikan, transportasi, kesehatan dan sebagainya.

“Kami ucapkan selamat kepada Telkomsel dan masyarakat kota Batam. Mari kita manfaatkan peluang ini untuk terus berkontribusi positif untuk kota Batam, provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia yang kita cintai,” tuturnya.

Pada fase awal peluncuran ini, layanan Telkomsel 5G di kota-kota tersebut tersedia di beberapa wilayah yang cakupannya akan terus diperluas secara bertahap.

Untuk Kota Batam, wilayah cakupan Telkomsel 5G berada di area GraPARI Batam dan kawasan Batam Centre. Masyarakat juga kini dapat mengunjungi GraPARI tersebut untuk merasakan secara langsung teknologi 5G dari Telkomsel dengan menggunakan layanan digital terkini seperti Cloud Gaming, VR, 5G Roaming, dan 5G FWA (Fixed Wireless Access).(*/esa)

Bahan Pokok akan Dikenai Pajak, Ini Respon DPR

0

batampos.co.id – Wacana pemerintah untuk menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) atas bahan pokok dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan memicu kontroversi di masyarakat. Hal itu dinilai kontraproduktif bagi upaya recovery ekonomi yang saat ini masih terpukul akibat pandemik Covid-19.

“Kami paham bahwa pemerintah harus memperluas basis pajak untuk meningkatkan pendapatan negara. Namun ketika wacana ini disampaikan dalam waktu yang kurang tepat apalagi menyangkut bahan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak, maka hal itu hanya akan memicu polemik yang bisa menganggu upaya pemulihan ekonomi,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi, Senin (7/6).

Fatjan juga menuturkan, menjelaskan pihaknya telah menerima Rancangan Undang-Undang (RUU) Kententuan Umum Perpajakan (KUP). Dalam RUU KUP tersebut memang disebutkan ada tiga opsi skema tarif untuk menetapkan PPN Bahan Pokok yakni tarif umum dipatok 12 persen, tarif rendah sesuai skema multitarif 5 persen, dan tarif final dipatok 1 persen.

“Skema penetapan tarif PPN untuk komoditas bahan pokok ini pertama kali dimunculkan karena di undang-undang sebelumnya 11 bahan pokok bebas pajak, bahkan Mahkamah Konstitusi (MK) melebarkan pemaknaan 11 bahan pokok itu menjadi apapun komoditas yang vital bagi masyarakat,” katanya.

Fathan mengakui jika di beberapa negara lain komoditas bahan pokok juga menjadi objek pajak. Kendati demikian apa yang terjadi di negara tidak bisa diterapkan begitu saja di Indonesia. “Ada perbedaan konteks seperti stabilitas harga komoditas, kepastian serapan pasar hasil panen, dan beberapa indikator lain yang kebetulan di Indonesia masih belum stabil,” katanya.

Sekretaris Fraksi PKB ini mengungkapkan rata-rata harga komoditas bahan pokok di Indonesia masih belum stabil. Dia mencontohkan fluktuasi harga gabah yang kerap merugikan petani. Pun juga serapan hasil panen beberapa komoditas bahan pokok yang kerap belum terjamin.

“Kalo mau menaikan pajak harus diimbangi kemampuan pemerintah dalam menyetabilkan harga termasuk memastikan serapan hasil panen,” katanya.

Fathan juga menyoroti momentum digulirkannya wacana PPN untuk bahan pokok. Saat ini situasi perekonomian makro masih belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi pun masih minus.

“Memunculkan wacana pajak bahan pokok di saat perekonomian belum sepenuhnya pulih akan memberikan dampak negatif seperti penurunan daya beli masyarakat, meningkatkan biaya produksi, hingga menekan psikologis petani. Harusnya pemerintah lebih hati-hati dalam mengulirkan wacana yang sensitive,” pungkasnya.(jpg)

Menko Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 7-8 Persen

0
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (ist)

batampos.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II (April-Juni) 2021 dapat mencapai tujuh hingga delapan persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menko Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (7/6/2021) mengatakan pemulihan ekonomi di kuartal II 2021 terus berlanjut, tercermin dari indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah.

“Kita melihat bahwa proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 sampai dengan 7,5 persen. Pemerintah menyakini bahwa kuartal II ini kita mampu pada tujuh sampai delapan persen,” ujar dia dilansir Antara.

PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima ini berada di atas PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 51,8. Indonesia juga mencatat kenaikan PMI manufaktur yang lebih tinggi dibanding negara-negara lain seperti Vietnam (53,1), Malaysia (51,3), Singapura (51,7), Filipina (49,9), dan Thailand (47,8).

Pertumbuhan industri manufaktur di antaranya terlihat dari penjualan produk otomotif. Menko Airlangga menyebut terjadi kenaikan penjualan mobil hingga 228 persen (yoy) setelah pemberlakuan stimulus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Selain itu penjualan motor juga melejit 227 persen (yoy) dan indeks penjualan ritel naik 9,8 persen (yoy).

“Kemudian indeks keyakinan konsumen sudah di atas 100. Kita lihat juga pertumbuhan belanja nasional per akhir April kemarin juga sudah terjadi kenaikan sebesar 60,43 persen,” ujar Menko Airlangga.

Pada kuartal I 2021 Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi negatif di minus 0,74 persen. Angka ini melanjutkan tren resesi perekonomian sejak kuartal II 2020. Pada APBN 2021 pemerintah mengasumsikan  pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5-5,5 persen.

Sementara itu Ketua KPCPEN Airlangga mengatakan perkembangan kasus aktif COVID-19 hingga saat ini masih terkendali.

“Secara umum perkembangan informasi harian dan kasus aktif masih terkendali,” kata Airlangga

Berdasarkan data terkini, tingkat kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 6 Juni berada di angka 5,3 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata kasus aktif global sebesar 7,5 persen.

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 91,9 persen, atau turut lebih baik dari rata-rata global yang sebesar 90,3 persen.

“Dan kematian memang masih tinggi dari global yaitu 2,8 persen (Indonesia) dan 2,1 persen (global),” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kata Airlangga, jumlah kasus Covid-19 mingguan per satu juta penduduk Indonesia juga relatif lebih baik. Kasus mingguan Covid-19 di Indonesia adalah 147 orang per satu juta penduduk.

“Malaysia 1.607 per satu juta penduduk, India 662 per satu juta penduduk, dan Prancis 731 per satu juta penduduk,” katanya.

Pemerintah mencatat setidaknya terdapat lima provinsi yang berkontribusi sekitar 65 persen terhadap kasus aktif di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Pemerintah, kata Airlangga, juga mencatat rata-rata tingkat keterisian rumah sakit secara nasional menjadi 40 persen.

“Lima provinsi dengan Bed Occupancy Ratio/BOR (tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit) di atas 40 persen yaitu Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi dan Riau,” ujarnya.(*)

Kasus Covid-19 Dekati 10 Ribu, Wali Kota Tak Mau Batam Lockdown

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap gelombang ketiga penambahan kasus Covid-19 di Kota Batam merupakan yang terakhir. Jumlah warga yang terpapar untuk saat ini sudah mencapai angka 9.895 kasus, dengan total yang dirawat 924 orang.

Adapun, pada Jumat (4/6) ada 180 pasien positif Covid-19, dan Sabtu (5/6) tercatat ada 122 orang positif Covid-19. Sudah sejak awal tahun ini, perkembangan kasus terus naik, dan tidak pernah turun sampai sekarang.

”Semua berharap ini gelombang terakhir. Karena sudah cukup lama, dan saya rasa semua juga sudah mulai lelah dengan Covid-19 ini,” kata dia, Minggu (6/6).

Perkembangan kasus yang mengalami peningkatan, belum sebanding dengan tingkat kesembuhan yang akumulasinya masih di bawah kasus positif. Bahkan, angka kematian yang selama ini cukup stagnan, lambat laun ikut bertambah.

Padahal, tepat satu tahun lalu, Batam berhasil menekan kasus, bahkan dalam kurun waktu tertentu tidak ada penambahan kasus. ”Juni (tahun) lalu kita sangat baik. Bahkan kasus waktu itu hanya sisa puluhan saja yang dirawat. Namun, dengan adanya new normal (dimulai 15 Juni 2020), masyarakat abai dan kasus kembali meningkat sampai sekarang,” ujarnya.

Untuk menghentikan gelombang pandemi ini, pihaknya sudah berupaya meningkatkan disiplin seperti mengatur jam operasional tempat usaha, memberlakukan sanksi bagi pelanggar, mengambil pasien OTG dan merawatnya secara terpadu di Asrama Haji dalam upaya pengendalian penyebaran. Sedangkan untuk sektor pendidikan, sudah belajar dari rumah atau work from home (WFH).

”Bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres, kami terus turun dan memastikan aturan ini berjalan. Tempat usaha mulai patuh, sekarang tinggal masyarakatnya lagi. Bahkan, denda perorangan sudah diterapkan kembali. Sudah semua saya pikir. Walaupun saya bilang sudah tidak bisa main-main lagi, nyatanya kasus belum terbendung juga,” imbuhnya.

Terkait lockdown, Rudi menyatakan tidak bisa memberlakukan hal ini di Batam. Banyak pertimbangan terkait sektor industri dan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Tidak menutup tempat usaha, pemerintah hanya mengatur agar tidak ada keramaian, dan meminta layanan tidak makan di tempat.

”Kalau ditutup, dampaknya akan lebih dari ini. Bisa tidak bergerak Batam ini,” sebutnya. (*/jpg)

 

Gubernur Ansar Siap Rombak Kabinet

0
Gubernur Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Koordinasi Gubernur Bersama Bupati/Walikota Se-Provinsi Kepri di Ruang Rapat Utama Lt.4 Kantor Gubernur Kepulauan Riau. (Foto:HumasPemprov)

batampos.co.id – September 2021 mendatang tepat enam bulan Ansar Ahmad menjabat sebagai Gubernur Kepri periode 2021-2024. Enam bulan menjadi laluan bagi Ansar membentuk kabinet kerja untuk mendukung visi-misinya ke depan.

Informasi yang diperoleh, Ansar telah melakukan job fit atau evaluasi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Evaluasi tersebut dimulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

Ketika dikonfirmasi, Ansar tidak membantah telah melakukan evaluasi terhadap kinerja Sekda Provinsi Kepri bersama sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri. Bahkan, saat ditanya, apakah evaluasi tersebut merupakan sebagai isyarat ia akan membentuk kabinet kerja yang baru dalam waktu dekat ini? Ansar membenarkan.

“Benar ada dilakukan evaluasi. Namun untuk pergantian posisi nanti ada masanya, tunggu saja,” ujar Gubernur di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Senin (7/6).

Beberapa waktu lalu, Ansar juga menegaskan, baginya melakukan penyegaran adalah merupakan satu keharusan. Namun, penyegaran tersebut bukan mengganti pejabatnya. Penyegaran itu memperbarui birokrasi agar bekerja lebih maksimal. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkali-laki berpesan, di masa Covid-19 ini harus extraordinary.

Mantan Bupati Bintan tersebut menjelaskan, di masa kepemimpinannya tidak ada isu-isu ke daerah. Tidak ada “orang Bintan” atau “Batam” atau lainnya. Sebab, di masa pandemi dan pemulihan ekonomi yang berat saat ini, yang penting adalah orang yang mau bekerja luar biasa, bukan berasal dari mana.

“Extraordinary, itu kuncinya. Yang bisa bekerja luar biasa akan kita beri kepercayaan. Yang kerja biasa-biasa saja atau di bawah standar, akan kita ganti. Jadi, tidak akan ada didominasi salah satu daerah. Bila ada kekosongan pejabat eselon II dan III, ya kita bagi-bagi saja,” tegasnya.

Seperti diketahui, pengisian pejabat di era Gubernur Nurdin Basirun sarat terjadi gratifikasi jabatan. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya sejumlah fakta tentang gratifikasi yang diterima gubernur dari sejumlah pejabat Kepri. Kejadian tersebut bisa menjadi alert bagi Ansar untuk bertindak dengan benar dan tanpa ada unsur politik pragmatis. (*/jpg)

 

Pemerintah Diminta Prioritaskan Lansia Dapat Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Kelompok lanjut usia atau lansia harus menjadi prioritas pemerintah untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan lansia rentan terhadap penularan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kasus Covid-19 pada lansia pasca libur lebaran.

“Kelompok rentan seperti lansia harus mendapat perhatian khusus dalam vaksinasi Covid-19,” ujar Lestari kepada wartawan, Senin (7/5).

Menurut Lestari, cenderung meningkatnya kasus positif Covid-19 pada lansia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Antara lain, belum terbentuknya kesadaran menjalankan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing, dampak terjadinya pergerakan orang antarwilayah pada periode Lebaran, atau karena mulai gencarnya test Covid-19 di sejumlah daerah sehingga banyak kasus positif Covid-19 terungkap.

Karena itu, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, di samping upaya peningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan 5M, seperti mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan, para pemangku kepentingan harus segera melakukan jemput bola. Yakni untuk mempercepat kelompok lansia mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Dengan sudah divaksin, Rerie berharap, jumlah lansia yang terlindungi dari ancaman Covid-19 semakin banyak,” katanya.

Data dari laman www.vaksin.kemkes.go.id, pada Rabu (2/6), tercatat dari 21,55 juta lansia sasaran vaksinasi, baru 3,38 juta oramg yang telah divaksinasi dosis pertama dan 2,22 juta lansia disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Strategi jemput bola para lansia dengan mendatangi rumah atau mengantarkan mereka ke tempat-tempat vaksinasi Covid-19 bisa mempercepat capaian vaksinasi Covid-19 secara nasional. Target itu, ujar Rerie, baru bisa dicapai bila 181,5 juta penduduk Indonesia selesai divaksinasi Covid-19. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, kecepatan vaksinasi Covid-19 secara nasional pada bulan ini mencapai 500 ribu vaksin per hari.

Rerie juga berharap, para pemangku kepentingan di pusat dan daerah berkolaborasi menerapkan berbagai strategi untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 nasional mencapai target. Di sisi lain, ia meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran disiplin menjalankan prokes guna menekan potensi penularan kembali akibat terpapar virus corona varian baru.

“Sosialisasi masif terkait vaksinasi Covid-19 dan disiplin prokes harus dilakukan konsisten di setiap lapisan masyarakat, agar upaya pengendalian Covid-19 berjalan lancar,” pungkasnya.(jpg)

Jaga Pasokan Air Bersih Selama 25 Tahun, Komitmen ATB Turut Serta Bangun Batam

0

batampos.co.id – Pengembangan Batam butuh komitmen dan kontribusi dari semua pihak. Baik dari sektor pemerintah, maupun swasta. Dengan kontribusi masing-masing pihak, maka Batam dapat melaju kencang mencapai tujuannya sebagai tujuan investasi terkemuka di Asia Tenggara.

Dengan memberikan pelayanan air bersih terbaik selama 25 tahun, PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah menunjukan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Batam sebagai kawasan investasi strategis dan destinasi wisata Nasional.

“ATB berupaya memberikan kontribusi positif melalui kinerja yang optimal selama beroperasi di Batam,” jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Pemerintah telah mendesain Batam sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Nasional. Untuk itu, pemerintah tak segan-segan memberikan insentif fiskal yang menggiurkan untuk Batam.

ATB mengembangkan teknologi SPARTA Smart Solution untuk menunjang performa layanan air bersih di Kota Batam. Teknologi ini membantu ATB selama beroperasi di Batam selama 25 tahun. Foto: ATB untuk batampos.co.id

Namun selain itu, pemerintah juga menyadari pentingnya penyediaan utilitas yang memadai untuk mendukung masuknya investasi asing ke Batam. Karena itu, pemerintah menunjuk ATB sebagai punggawa pengelola air bersih sejak tahun 1995 hingga 2020.

Selama kurun waktu itu, ATB terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi Batam. Perusahaan tak segan berinvesatasi untuk mengoptimalkan pelayanan. Mulai dari investasi dalam instalasi pengolahan air, jaringan infrastruktur layanan pelanggan, juga pengembangan teknologi informasi.

Memasuki tahun 2010, perusahaan mulai menerapkan “Smart Water Management System” dan mengimplementasi revolusi industri 4.0. ATB juga menemukan teknologi “SPARTA Smart Solution”, yang punya andil besar dalam menyelesaikan banyak kendala pengelolaan air bersih di Batam.

Upaya-upaya ini kemudian berdampak kepada kualitas, kuantitas dan kontinyuitas suplai air bersih di Batam. Batam tercatat sebagai kota dengan layanan air bersih terbaik di Indonesia. Predikat ini turut meningkatkan kepercayaan investor kepada Batam, dan secara tak langsung mendukung upaya pemerintah untuk menarik minat investasi ke Batam.

“Kami berupaya memberikan pelayanan air bersih yang profesional bagi Batam selama 25 tahun. Pada akhirnya, upaya Ini memberikan multiplier effect dan nilai ungkit terhadap tumbuhnya investasi di pulau Batam,” ujarnya.

Kini, ATB juga berniat melebarkan sayapnya untuk memberikan kontribusi lebih besar lagi untuk Indonesia. ATB ingin menularkan keberhasilan Batam kepada banyak daerah di Indonesia. Harapannya, kualitas layanan air bersih yang profesional dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

“Kami ingin menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan air bersih di Indonesia. Sehingga, kualitas layanan air bersih di negara kita bisa meningkat secara berkesinambungan,” tuturnya.(*)

Anggota DPR Ungkap Segudang Permasalahan Pendidikan

0

batampos.co.id – Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengungkapkan segudang permasalahan di sektor pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah soal kepemimpinan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

“Ada sejumlah gudang permasalahan guru selama pandemi. Pertama aspek kepemimpinan, itu dari Kemendikbudristek yaitu Mas Nadiem, kualitas komunikasi yang tidak melibatkan pemangku kepentingan, aspirasi tidak diserap dan tidak dipakai. Mas nadiem, ini (Indonesia) bentuk kebhinekaan dan keragaman,” jelas dia dalam siaran YouTube VOX Populi Institute Indonesia, Senin (7/6).

Aspek kedua adalah aspek pelaksanaan kebijakan. Jadi, karena tidak ada pelibatan serta komunikasi yang baik, maka tidak ada pemahaman yang sejalan dengan visi Kemendikbudristek.

“Akhirnya gagal paham, itu yang menjadi disparitas (ketimpangan) pelaksanaan (pembelajaran) jadi kacau balau,” tutur dia.

Permasalahan selanjutnya adalah terkait dengan tunjangan sertifikasi para pendidik. Hal ini, kata dia perlu diperhatikan penyalurannya, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. “Lalu aspek selanjutnya adalah tunjangan sertifikasi, ini harus kita cermati,” terangnya.

Kesejahteraan guru pun saat ini juga menjadi masalah dalam sektor pendidikan dalam negeri. Terkait kesejahteraan ini, Ferdiansyah mengatakan bahwa hal itu tidak harus selalu berbentuk materi, bisa juga dengan fasilitas.

“Pendekatan ini tidak 100 persen materi, tapi juga diajak ngobrol dan diberikan peluang untuk keluarganya melanjutkan sekolah kemana. Di UU Guru dan Dosen kan juga memberikan keluarga pendidik untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Ini perlu diperhatikan,” jelas dia.(jpg)

Bakamla Gelar Pelatihan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut

0

batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Maritim Barat melaksanakan pelatihan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut, Senin (7/6/2021).

Pelatihan dibuka Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma Bakamla Hadi Pranoto (Han) yang diwakili oleh Kepala Bidang Operasi Kamla Zona Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo.

Pelatihan diikuti oleh puluhan personel dari pengawak kapal, Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Pangkalan Batam, Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) dan Stasiun Bumi (SB) yang berada diwilayah kerja Zona Maritim Barat.

Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan dasar kepada personel Bakamla dalam melaksanakan tugas operasi keamanan dan keselamatan di laut, baik secara teori maupun praktek terutama dalam prosedur penyelenggaraan patroli di laut.

Kepala Bidang Operasi Kamla Zona Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo, memasangkan topi kepada salah seoarnag peserta pelatihan. Foto: Dokumentasi Bakamla

Kepala Zona Maritim Barat yang dibacakan Kabid Operasi Kamla Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla, Djoko Wahyu Utomo, menyampaikan ada beberapa materi latihan operasi keamanan dan keselamatan laut yang akan diberikan.

Yaitu mencakup pengetahuan perambuan di laut, pengetahuan navigasi kapal, pengetahuan manuver kapal, pengetahuan berlayar dalam keadaan cuaca buruk, pengetahuan pencegahan tubrukan di laut, pengetahuan penyelamatan kapal, pengetahuan pemeriksaan kapal dan pengetahuan menembak.

Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo, menekankan kepada seluruh peserta agar melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh.

“Perhatikan dengan seksama pembelajaran yang disampaikan oleh narasumber atau instruktur, perhatikan keamanan dan keselamatan selama mengikuti pelatihan serta patuhi semua protokol kesehatan dalam masa pandemi ini,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan operasi keamanan dan keselamatan laut ini berlangsung selama sembilan hari, dengan materi di kelas selama lima hari dan empat hari praktek.

Sebelum pelaksanaan seluruh peserta wajib menjalankan Rapid Tes Swab Antigen Covid-19 guna memastikan peserta dalam kondisi sehat tidak terpapar Covid-19.

Hadir sebagai narasumber dari Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjung Pinang, Indonesian Maritime Pilots Associations (INAMPA) dan instruktur dari Batalyon Infanteri 10/Mar Setokok.(*/esa)