Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9403

Selamatkan Garuda agar Tetap Terbang

0

batampos.co.id – Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini sedang menghadapi masalah keuangan. Bahkan terdapat beberapa opsi penyelamatan agar Garuda tetap dapat terbang dan bisnisnya tetap berjalan.

Koordinator Serikat Bersama Garuda Indonesia Bersatu/SEKBER(Sekarga, APG, IKAGI) Tomy Tampatty berpendapat, pembahasan penyelamatan kelangsungan bisnis maskapai pelat merah tersebut selama ini tidak menyentuh akar permasalahan utama.

“Selama ini pembahasannya hanya berorientasi pada permasalahan kerugian yang dialami dan berapa banyak dana talangan yang harus dipinjamkan kepada Garuda lndonesia,” ujarnya dilansir dari JawaPos.com, Senin (7/6).

Menurutnya, yang menjadi akar permasalahan utama Garuda selama ini adalah ketidakpastian dan ketidakjelasan posisi negara serta dukungannya terhadap status maskapai BUMN.

“Selama ini Garuda lndonesia hanya dipandang dari sudut kegiatan bisnisnya saja, sehingga parameter yang digunakan hanya dilihat dari sisi pendapatan dan kerugian Perusahaan,” imbuhnya.

Seharusnya, kata Tomy, selain dilihat dari sisi kinerja bisnisnya, pemerintah perlu melihat peran Garuda sebagai wujud penghubung wilayah negara lndonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dan juga sebagai aset bangsa. Dalam hal ini, kegiatan perusahaan dan operasional Garuda membawa misi negara sehingga harus menjaga nama baik dan reputasi bangsa.

Sementara, lanjutnya, dalam kegiatan korporasi dan operasional Garuda harus mematuhi semua regulasi nasional dan lnternasional, mulai dari menjaga standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan dimana hal tersebut membutuhkan biaya yang sangat tinggi.

“Kami di internal Garuda lndonesia sangat berkomitmen dan patuh dalam melaksanakannya, karena kami sadar jika terjadi sesuatu yang fatal terhadap Garuda lndonesia maka akan merusak citra Bangsa di mata masyarakat domestik maupun internasional,” ucapnya.(jpg)

Angka Kematian Karena Covid-19 di Batam Bertambah

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri semakin menggila, khususnya di Kota Batam. Hingga Sabtu (5/6), tercatat sudah 18.466 warga Kepri tertular virus corona, dengan angka kematian terus bertambah yang hingga kini
sudah mencapai 407 orang.

Khusus di Kota Batam, dalam tiga hari (Jumat-Minggu, 4-6 Juni), tercatat ada 357 penambahan kasus baru, mayoritas bergejala. Rinciannya, Jumat (4/6) 180 kasus, Sabtu (5/6) 122 kasus, dan Minggu (6/6) sebanyak 55 kasus baru.

Tidak hanya itu, setiap harinya angka kematian terus bertambah. Jika pada Sabtu (5/6/2021) jumlah 217 orang kini naik menjadi sehingga total menjadi 218 orang.

”Kasus Covid-19 di Kota Batam terus bertambah. Tercatat, sepanjang tiga hari terkahir ini bertambah 357 kasus positif,” ujar dr Didi Kusmarjadi SPoG, Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Senin (7/6/2021).

Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam ini menyebutkan, keseluruhan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Batam dari awal terdeteksi hingga kemarin, berjumlah 9.950 orang.

Didi menyebutkan, sebanyak 941 orang di antaranya masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan banyak juga yang dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Batam. Termasuk mereka yang dikarantina di Asrama Haji Batam.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Minggu (6/62021).

”Penambahan kasus cukup tinggi. Jadi, mari patuhi protkes,” imbaunya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat, sebanyak 8.791 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh dengan rasio tingkat kesembuhan sebesar 88,352 persen.

Tingkat Kasus aktif sebesar 9,457 persen, dan tingkat kematiannya sebesar 2,191 persen. Korban yang meninggal
akibat Covid-19 ini sebagian besar adalah mereka yang bergejala.

Namun begitu, ada juga pasien yang meninggal tidak bergejala. Adapun usia korban meninggal paling banyak berusia 46 tahun sampai dengan 55 tahun.

Sedangkan di posisi kedua usia 56 tahun sampai 65 tahun. Sedangkan untuk kecamatan dengan kematian tertinggi ialah Kecamatan Batam Kota dengan 56 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Sekupang 26 orang, dan Lubukbaja 25 orang, Sagulung 20 orang, serta Bengkong sebanyak 19 orang.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mengkonfirmasi bahwa 164 orang saat ini tengah menjalani karantina di Asrama Haji Batam di Batam Center, 480 lainnya isolasi mandiri di rumah, dan 51 orang di Rumah Sakit
Awal Bros, 46 orang di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI), dan 44 di rumah sakit Bhayangkara.

”Mereka yang dirawat umumnya yang bergejala. Bagi yang tidak bergejala isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Jika dikategorikan dengan jenis kelamin, sebanyak 5.187 orang laki-laki di Batam terkonfirmasi positif Covid-19. Dimana 465 orang sedang dirawat, 121 orang meninggal dan 4.601 orang sembuh.

Sementara perempuan tercatat 4.763 orang positif Covid-19. Dimana 476 orang dirawat, 97 orang meninggal dan 4.190 orang sembuh.

Sampai kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam telah memeriksa 36.526 RT-PCR (Reverse transcription-Polymerase Chain Reaction), dengan hasil 26.499 negatif dan 9.950 lainnya positif, sedangkan 77 sampel lain masih dalam proses.

Sementara bila melihat jumlah yang sudah di-rapid test mencapai 38.614 orang dengan rapid test reaktif berjumlah 3.302 orang.(jpg)

Menko PMK Pastikan Dana Haji Aman

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pemnangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, meski pelaksanaan ibadah haji 2021 ditunda, dipastikan dana haji tetap aman. Hal ini menyikapi polemik ditundanya pelaksanaan ibadah haji 2021.

“Saya pastikan bahwa semua dana haji itu aman, karena dikelola oleh badan yang independen, badan pengelola dana haji atau BKBH yang itu adalah lembaga independen dan diinvestasikan di sektor sektor yang aman resiko,” kata Muhadjir di Gunadarma, Minggu (6/6).

Muhadjir juga menyatakan, pemerintah akan memprioritaskan para calon jemaah haji yang tertunda. Karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir.

“Artinya mereka yang berangkat tahun lalu itu sekarang juga tertunda dan mereka yang akan diprioritaskan untuk mudah-mudahan tahun depan sudah diperbolehkan, kita mengirim atau sudah memungkinkan mengirim jamaah haji,” tegas Muhadjir.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk kembali membatalkan pemberangkatan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 ini. Calon jamaah haji batal berangkat dapat menarik kembali setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang telah dibayarkan.

“Calon jamaah haji batal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan,” ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Sesditjen PHU) Ramadan Harisman, di Jakarta, Jumat (4/6).

“Meski diambil setoran pelunasannya, jamaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 1443 H/2022 M,” ucap Ramadhan menandaskan.(jpg)

Kasus Covid-19 Mendekati 2 Juta, Pemerintah Diminta Hati-Hati

0

batampos.co.id – Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan mendesak Pemerintah ekstra hati-hati dalam mengendalikan Pandemi Covid-19 yang hampir mencapai 2 juta kasus. Pasalnya, laju penyebaran kasus Covid-19 masih terus meningkat yang hampir mencapai 2 juta kasus dan belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Syarief Hasan menyebutkan, kasus yang hampir mencapai 2 juta kasus menunjukkan belum efektifnya kebijakan Pemerintah dalam memotong rantai penyebaran Covid-19. “Dari hari ke hari, kita dapat melihat bahwa kasus Covid-19 masih belum menunjukkan pelandaian yang signifikan, bahkan kini hampir mencapai 2 juta kasus,” ungkap Syarief.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pada Sabtu, (5/6/2021) menyebutkan bahwa kasus positif Covid-19 telah mencapai 1,85 juta kasus dengan jumlah kematian mencapai 51.449 kasus meninggal dunia. Angka ini pun masih terus bertambah dari hari ke hari.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat pun mendorong Pemerintah mengambil langkah strategis mengatasi masalah utama yang akhir-akhir ini bermunculan. “Masalah utamanya adalah Covid-19 yang belum melandai hingga mencapai hampir 2 juta kasus sehingga pemerintah harus melakukan pengetatan protokoler kesehatan di Indonesia,” ungkap Syarief Hasan.

Ia juga mendorong langkah-langkah preventif dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus. “Pemerintah bersama Gugus Tugas Penangan Covid-19 sudah harus memikirkan antisipasi lonjakan kasus, terutama ketersediaan ruang isolasi, obat-obatan, hingga tenaga medis di pusat-pusat isolasi,” ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan juga mendorong Pemerintah untuk membatasi masuknya WNA ke Indonesia sebagai langkah mencegah lonjakan kasus dan gelombang kedua Covid-19. “Beberapa waktu belakangan, kita melihat banyak sekali aktivitas masuknya WNA ke Indonesia. Harusnya, Pemerintah melakukan pembatasan untuk membatasi penyebaran Covid-19,” ungkap Syarief Hasan.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mendorong Pemerintah untuk terus menggiatkan program vaksinasi. “Pemerintah harus membangun kepercayaan di masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Tentu, kita berharap, seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang rentan dapat segera dilakukan vaksinasi sembari tetap melakukan pengetatan protokoler kesehatan dan pencegahan Pandemi Covid-19 di Indonesi,” tutup Syarief Hasan.(jpg)

Pelanggan Datang, Kursi Disediakan

0

batampos.co.id – Sejumlah pedagang kuliner di Sekupang masih mengabaikan aturan ataupun imbauan dari Gugus Tugas
Penanganan Covid-19. Para pedagang ini tetap menyediakan meja dan kursi untuk pelanggan di atas pukul 21.00 WIB.

Padahal, ada aturan agar tempat makan maupun restoran hanya beroperasi hingga pukul 21.00 WIB.

”Memang setiap hari petugas datang ngasih tahu, enggak boleh ada meja dan kursi, tapi namanya pembeli ingin
makan di sini ya kita sediakan,” ujar Wati, pedagang ayam penyet di Seiharapan, Sekupang.

Ia mengaku, di atas pukul 21.00 WIB, tetap menyediakan meja dan kursi untuk makan sesuai dengan permintaan
para pembeli. Namun, ia tetap memberi jarak meja tersebut.

”Paling kalau di atas pukul 21.00 WIB cuma 2 atau 3 meja saja. Dan diberi jarak, takutnya nanti petugasnya
balik lagi,” katanya.

Hal yang sama terlihat di lokasi kuliner kawasan Tiban Centre, Sekupang. Para pedagang tetap menyediakan
meja dan kursi untuk pembeli di atas pukul 21.00 WIB.

”Ya tetap disediakan karena permintaan pembeli. Kalau tidak, nanti pembelinya enggak mau, dan yang rugi kita
pedagang ini,” ujar Lis, salah seorang pedagang.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di beberapa THM di wilayah Nagoya, Sabtu (5/6/2021) malam, banyak yang sudah
mematuhi imbauan petugas. Seluruh bar dan diskotek terlihat tutup.

”Tutup seminggu ini. Semua karyawan diliburkan, hanya kita sekuriti saja yang bekerja untuk menjaga barang-barang,”
ujar Roy, sekuriti salah satu diskotek di Nagoya.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, menegaskan, pihaknya bersama Gugus
Tugas Penanganan Covid-19 akan menertibkan seluruh tempat hiburan malam selama sepekan ke depan.

Ia juga meminta lokasi kuliner yang beroperasi di atas pukul 21.00 WIB untuk tidak menyediakan meja dan kursi.

”Hanya diperbolehkan takeaway atau bungkus dan drive thru (layanan tanpa turun),” katanya.(jpg)

Daya Beli Masyarakat Kota Batam Menurun, Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Harga sejumlah komoditas bahan pangan di Kota Batam masih cukup tinggi. Misalnya, harga daging sapi beku atau impor.

Di pasaran Batam rata-rata dijual hingga Rp 90-95 ribu per kilogram (kg). Harga cabai juga kembali merangkak naik
dalam sepekan terakhir.

Rendi, pedagang di Pasar Botania, Batam Center, mengakui bahwa harga daging sapi beku masih mahal. Tingginya harga, kata dia, dari distributor.

Karena itu, pedagang di pasar tersebut menjual daging sapi beku hingga Rp 95 ribu per kg.

“Kalau di sini masih Rp 93 ribu per kg, ini sudah turun dibanding Lebaran yang sampai Rp 100 ribu per kg,” katanya, Minggu (6/6/2021).

Tingginya harga daging sapi beku membuat daya beli masyarakat menurun. Apalagi, usai Lebaran, terlihat jauh
berkurangnya.

“Sepi yang beli daging, pas mau Lebaran itu banyak yang beli, tapi usai Lebaran udah sepi,” terang Rendi.

Tak hanya masyarakat umum, pedagang makanan seperti warung makan padang, juga disinyalir mulai berkurang
membeli daging. Banyak pelanggan yang biasanya rutin membeli, sekarang sudah tak tampak lagi.

“Biasanya warung makan padang banyak yang beli, sekarang mulai berkurang,” imbuh Rendi.

Herman, pemilik warung makan padang, mengaku tak lagi memasak rendang atau dendeng untuk dijual. Hal itu
dikarenakan harga daging sapi yang tinggi.

“Untung untuk jual rendang tak masuk lagi. Harga daging terlalu tinggi,” ungkapnya.

Menurut dia, nasi padang di tempatnya dijual Rp 12 ribu per bungkus. Harga ini pun sudah naik dari yang dulunya Rp 10 ribu.

“Di tempat saya per bungkus cuma Rp 12 ribu, makanya tak masuk modal kalau harus jual rendang. Ini pun sudah naik dari harga dulu, karena semuanya serba mahal,” katanya.

Harga cabai dari Rp 25-30 ribu per kg untuk cabai merah keriting, saat ini naik jadi Rp 35-40 ribu per kg. Kenaikannya baru terjadi empat hari belakangan.

“Sekarang Rp 40 ribu per kg, kalau cabai setan Rp 65 ribu per kg,” sebut Fajar, pedagang di Pasar Botania.

Naiknya harga cabai juga terjadi di Pasar Toss 3000, Jodoh. Harga cabai merah keriting yang sebelumnya turun
hingga Rp 22 ribu per kg, kembali naik jadi Rp 36 ribu per kg. Sedangkan harga cabai setan Rp 60 ribu per kg.

“Padahal sebelumnya, saya mulai senang karena harga cabai turun, eh, sekarang sudah naik lagi,” kata Arofah,
pedagang ayam penyet usai berbelanja di Pasar Toss 3000 Jodoh.

Karenanya, ia kembali membatasi pembelian cabai.

“Kalau biasanya beli 1 kg, sekarang paling 1/2 kg,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga daging sapi beku serta harga cabai.(jpg)

Aroma Rokok Picu Hasil Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Sebulan penggunaan alat tes GeNose di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, petugas temukan sebanyak 15 calon penumpang yang dinyatakan positif.

Calon penumpang yang positif berdasarkan hasil GeNose sebagian besar adalah penumpang laki-laki yang
diakibatkan mengkonsumsi makanan yang berbau tajam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Kepala Layanan Kimia Farma Tanjungpinang, Arum Asfridawati, menjelaskan, ditemukan calon penumpang yang dua kali positif berdasarkan hasil tes GeNose sebanyak 15 orang.

Kebanyakan ditemukan laki-laki yang merokok sebelum tes GeNose dilakukan.

”Awalnya bapak-bapak itu mengaku merokok sudah lebih dari satu jam ternyata tidak,” kata Arum, Minggu
(6/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

ilustrasi. Rokok. Foto: INT

Selain itu, kata Arum juga ditemukan positif karena sebelum berangkat yang bersangkutan mengkonsumsi makanan yang tidak diperbolehkan berdasarkan aturan tes GeNose.

”Setelah dilakukan kumur-kumur aroma makannya masih ada, tapi setelah kita lakukan tes antigen ternyata hasilnya negatif,” ujarnya.

Dari 15 orang yang ditemukan positif itu, Arum menyebutkan tidak ada yang berlanjut hingga tes Polymerase Chain
Reaction (PCR), sebab penyebab positif rata-rata akibat rokok dan aroma makanan.

”Apalagi kalau sudah makan dan merokok, aromanya jadi dua kali lipat, aromanya susah hilang, setidaknya satu jam
baru bisa dilakukan tes,” jelasnya.

Yang paling banyak ditemukan calon penumpang laki-laki, sementara perempuan lebih sedikit jumlahnya. Tidak hanya rokok dan makanan aroma handsanitizer juga dapat memicu hasil GeNose positif karena aroma yang ditimbulkan menguap saat tes dilakukan.

”Kita edukasi juga, sebelum tes dilakukan kita sampaikan tidak boleh memakai handsanitizer,” ujarnya.(jpg)

Ekspor Kota Batam Meningkat Pada April 2021

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ekspor Kota Batam tumbuh positif pada April 2021. BPS melaporkan, nilai ekspor Kota Batam pada periode April 2020 yakni mencapai 929,02 juta dolar Amerika Serikat (AS), naik sebesar 1,71 persen dibandingkan ekspor Maret 2021.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, kenaikan nilai ekspor Agustus 2020 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor nonmigas, yakni 845,52 juta dolar AS atau naik sebesar 1,98 persen dibanding Maret 2021.

”Sementara ekspor migas April 2021 mencapai 83,50 juta dolar AS atau mengalami penurunan 1,01 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Rahmad, Minggu (6/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Kota Batam mengalami kenaikan sebesar 35,20 persen, yaitu dari 687,13juta dolar AS menjadi 929,02 juta dolar AS.

Aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. Nilai ekspor Kota Batam April 2021 terbesar melalui Pelabuhan Batuampar 500,42 juta dolar AS. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Kenaikan nilai ekspor April 2021 dibanding April 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 72,83 persen dan sektor nonmigas 32,36 persen.

Total ekspor kumulatif bulan Januari-April 2021 Kota Batam sebesar 3.484,02 juta dolar AS. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-April 2020 mengalami kenaikan sebesar 11,63 persen, yaitu dari 3.120,99 juta dolar AS menjadi 3.484,0 juta dolar AS.

Naiknya nilai ekspor Januari-April 2021 disebabkan naiknya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 12,53 persen. Nilai kumulatif ekspor Kota Batam menyumbang 69,68 persen dari total kumulatif ekspor Kepulauan Riau yang senilai 5.000,1 juta dolar AS.

”Ekspor ke Singapura pada April 2021 mencapai nilai terbesar yaitu 387,87 juta dolar AS dengan kontribusinya mencapai 41,75 persen,” ungkap Rahmad.

Nilai ekspor Kota Batam April 2021 terbesar melalui Pelabuhan Batuampar 500,42 juta dolar AS, disusul Pelabuhan Sekupang 194,6 juta dolar AS, Pelabuhan Kabil 150,16 juta dolar AS.

Pelabuhan Belakangpadang 83,83 juta dolar AS.

”Kontribusi keempat pelabuhan terhadap ekspor April 2021 adalah sebesar 99,94 persen,” terangnya.

Segini Jumlah Warga Batam yang Sudah Divaksin

0

batampos.co.id – Proses vaksinasi Covid-19 terus digalakkan Pemko Batam. Tercatat, warga Batam yang telah divaksin hingga Minggu (6/6/2021), sudah mencapai 112.084 orang, atau 14,8 persen dari target sasaran.

Sedangkan yang sudah divaksin tahap dua, baru 3,2 persen dari sasaran vaksinasi se-Kota Batam yang ditetapkan sebanyak 755.916 orang.

”Hingga Minggu 6 Juni 2021, sebanyak 24.283 warga Batam telah divaksin dosis kedua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (6/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Adapun, masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan (nakes), lanjut usia(lansia) dan petugas publik.

Mereka adalah sasaran program vaksinasi tahap pertama dan kedua. Rinciannya lanjut Didi, sebanyak 8.893 orang tenaga kesehatan atau 97,34 persen telah divaksin pada dosis pertama.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninaju vakinasi Covid-19 tahap ketiga kepada para guru di Kota Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Lalu pada dosis kedua 8.399 atau 94,82 persen. Kemudian, untuk petugas publik, sebanyak 13.779 orang atau 73,27 persen untuk dosis pertama dan 1.454 orang atau 10,55 persen pada dosis kedua.

Untuk sasaran vaksinasi lansia mencakup 14.270 orang atau 75,88 persen untuk dosis pertama dan 1.638 orang atau
11,48 persen pada dosis kedua.

Terakhir, untuk pelayan publik yang terdiri dari ASN, TNI, Polri, karyawan dan lainnya, tercatat sebanyak 88.921 orang atau 123,39 persen telah divaksin dosis pertama dan 14.238 pada dosis kedua atau 16,21 persen.

Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis. Penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari, dan
28 hari untuk lansia. Hal tersebut dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap penyakit yang disebabkan virus corona.

Ditambahkan Didi, total distribusi vaksin sampai kemarin mencapai 28.505 vial atau sebanyak 178.850 dosis. Sementara, stok vaksin 7.476 vial atau 74.760 dosis.

Didi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir apalagi takut untuk divaksin.

“Insya Allah aman,” sebutnya.(jpg)

Pengelola Tempat Hiburan di Kota Batam Berharap Keadilan

0

batampos.co.id – Seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Batam diminta menghentikan operasionalnya selama satu minggu ke depan. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas di Kota Batam.

Ketua Forum Pengusaha Kampung Bule Famili (FPKBF), Icha Jun, mengatakan, kebijakan untuk menutup THM selama satu minggu ini seharusnya dimulai dengan pendekatan dari pihak terkait.

Sehingga, dalam kebijakan yang diambil telah didiskusikan terlebih dulu antara pengusaha dan pemerintah.

”Jangan seperti sekarang, menurut saya seperti kucing-kucingan juga. Ada yang buka dan ada yang tak buka. Jadi ada juga rasa kecemburuan sosial,” ujarnya, Minggu (6/6/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos edisi Senin (7/6/2021).

Untuk itu, Pemko Batam seharusnya mengundang seluruh pengusaha tempat hiburan untuk mencari solusi dan berjalan bersama dalam menekan perkembangan Covid di Batam.

Sebab, kasus Covid ini tak bisa diprediksi kapan akan selesai karena penularannya dari satu orang ke orang lain.

”Kita setiap hari ketemu dengan manusia lain. Jadi susah mau membatasinya atau mengatasinya. Kecuali sebagian besar divaksin. Tapi belum tentu menggaransi berkurangnya (virus) corona, karena yang sudah divaksin juga bisa kena,”
tuturnya.

Dengan adanya kerja sama antara pengusaha tempat hiburan dan Pemko Batam dalam menekan laju perkembangan Covid-19, ke depannya tempat usaha hiburan di Batam masih bisa berjalan dan laju perkembangan Covid-19 juga bisa ditekan.

Sebab, jika pengusaha tidak dilibatkan, setiap bulan pasti akan ada tempat usaha yang tutup secara permanen.

”Hitungan setiap bulan akan ada yang tutup dan bangkrut. Karena tidak bisa menutup lagi operasionalnya karena Covid-19 sudah setahun lebih. Kalau kayak gini, sama saja mematikan perekonomian,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan penegakan aturan yang dilakukan di lapangan tak sesuai dengan surat edaran. Dimana, dalam surat edaran diminta untuk menutup pukul 21.00 WIB, namun pukul 20.00 WIB sudah diminta tutup oleh Tim Terpadu.

Kemudian juga, penutupan THM selama seminggu ini juga tidak adanya pemberitahuan dari Pemko Batam.

”Tolong kami dihargai. Itu sama saja mematikan usaha. Makanya berseberangan terus antara kami dengan mereka. Alangkah baiknya diundang semua pelaku pariwisata di Batam ini, duduk bareng bagaimana bagusnya. Kita buat tahapan bulan Juni harusnya bagaimana, Juli bagaimana dan jika angkanya naik bagaimana,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini masih banyak tempat hiburan yang masih buka seperti di kawasan Harbour Bay. Sementara, tempat hiburan yang berada di Kampung Bule saat ini sudah mematuhi edaran tersebut dengan menutup semua operasional.

”Tapi mulai malam ini (Minggu, red) kami mau buka. Karena semalam buka di Harbour Bay. Malah mereka lebih ramai. Sebenarnya kita tak cemburuan dengan pihak Harbour Bay dan meminta mereka tutup, tapi kita mau semuanya sama, berbarengan, kami saling mendukung,” imbuhnya.(jpg)