Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9409

BP Batam Sampaikan 4 Sektor Prioritas di 2020-2024

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan empat sektor prioritas untuk mendukung rencana strategis (Renstra) tahun 2020-2024 saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

Dalam rapat tersebut dibahas mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun 2022.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan Kinerja Pelaksanaan Anggaran BP Batam dan RKP dan RKA BP Batam.

Purwiyanto, memaparkan pelaksanaan anggaran 2021 tidak terlepas dari terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap pergerakan roda ekonomi di Batam dalam tahun 2021, dan masih berjalannya proses pengadaan dari belanja tambahan yang bersumber dari saldo.

Terkait kinerja ini, dalam sisa waktu tahun 2021, BP Batam akan berusaha untuk mempercepat realisasi penerimaan PNBP, antara lain melalui penagihan piutang dan mempercepat kegiatan yang menghasilkan PNBP.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi berbincang dengan Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

Purwiyanto juga menyampaikan, dalam tahun 2022, fokus pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah Pemulihan Industri, Pariwisata, dan Investasi.

“Fokus tersebut sejalan dengan salah satu Fokus Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022, yaitu Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural,” kata Purwiyanto.

Sehubungan dengan itu dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024, BP Batam akan mendukung perkembangan 4 (empat) sektor prioritas, yaitu:

1. Industri Manufaktur yang mempunyai nilai tambah tinggi, seperti industri smartphone,      teknologi informasi dan komunikasi, dan kedirgantaraan;

2. Industri Jasa, seperti maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat dan kapal,          shipbuilding dan shipyard, pendidikan & kesehatan internasional, serta financial                service khususnya digital financial

3. Kegiatan Pengembangan Logistik, seperti transhipment, e-commerce, warehouse dan        infrastructure link

4. Pariwisata yang berfokus pada pembangunan destinasi wisata dan event pariwisata,          serta pengembangan industri kreatif (sinematografi).(*/esa)

Diskon Pajak Penjualan Mobil Dilanjutkan

0

batampos.co.id – Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) berlanjut. Tahap II kebijakan yang menggairahkan kembali pasar otomotif itu bakal bermula pada bulan ini. Kali ini besaran diskonnya separo tahap I, yakni 50 persen.

Para pelaku industri otomotif menyambut baik keputusan pemerintah untuk melanjutkan insentif dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 tersebut. Meski insentif tidak lagi 100 persen, diskon PPnBM tetap akan menarik konsumen.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai, insentif PPnBM 50 persen akan tetap menjadi sentimen positif. Penjualan mobil, menurut dia, bakal tetap meningkat selama periode insentif tahap II.

“Stimulus PPnBM berlaku dengan tahapan berbeda. Kami harap minat masyarakat tetap tinggi dan penjualan mobil tetap positif,” ujarnya Selasa (8/6).

Kukuh menyatakan bahwa masyarakat mereaksi positif insentif PPnBM. Bahkan, lonjakan pembelian kendaraan bermotor cukup tajam.

“Dengan adanya relaksasi tersebut, baik penjualan dan produksi kendaraan bermotor per bulannya mulai menuju normal. Sama seperti sebelum pandemi, pada kisaran 80 ribu per bulan,” bebernya.

Indikasi positif itu, menurut Kukuh, bisa menghidupkan ekosistem industri otomotif Indonesia yang punya jumlah tenaga kerja besar. Jika sentimen positif itu terus berlanjut, sektor otomotif bisa ikut mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.

“Kontribusi industri otomotif terhadap PDB cukup besar. Pada 2019, hampir 4 persen. Kalau ini bisa kembali normal, pemulihan ekonomi nasional bisa didorong dari otomotif,” tegasnya.

Sementara itu, Operation Manager Auto2000 Jawa Timur (Jatim) Judianto mengakui bahwa stimulus PPnBM berhasil menggenjot penjualan. “Sebelum stimulus, penjualan kami 900 unit per bulan. Tapi, saat stimulus berlaku pada Maret lalu, angkanya naik dua kali lipat menjadi 1.800 unit,” tegasnya Selasa (8/6).

Judianto mengatakan bahwa potensi sebenarnya jauh lebih besar dari angka tersebut. Namun, ada beberapa kendala yang menghambat. Misalnya, libur Lebaran pada Mei. Juga, kesulitan pabrik untuk memenuhi permintaan pasar.

Dia mencontohkan penjualan produk terbaru mereka, Raize. Dari 148 SPK yang tercatat, baru 60 unit yang bisa dikirim. “Pabrik sebenarnya kaget melihat respons masyarakat. Karena mereka juga tak bisa menambah pesanan bahan baku dalam sekejap. Akhirnya, tak semua permintaan bisa terpenuhi,” urai Judianto.

Perbedaan harga stimulus tahap pertama dan kedua memang diakui Judianto mencapai Rp 8 juta. “Meski memang tak sebesar jilid pertama, kami rasa pembebasan 50 persen PPnBM masih menarik. Kami berharap angka penjualan di wilayah Jatim bisa bertahan pada angka 1.800,” tambahnya.(jpg)

SMKN I Batam Buka Pendaftaran 28 Juni-2 Juli secara Online

0

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam menerima 316 siswa baru pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), tahun ini. Jumlah ini sudah sesuai dengan kuota daya tampung yang ada yakni sebanyak 11 lokal.

Kepala SMKN I Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, mengatakan, draf PPDB ini sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dan sesuai arahan Disdik, PPDB akan dibuka serentak tanggal 28 Juni hingga 2 Juli mendatang.

Pendaftaran PPDB menggunakan sistem online, dengan formasi; jurusan Teknik Mesin sebanyak 64 orang, teknik Pengelesan sebanyak 32 orang, Elektronika Industri sebanyak 64 orang, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) reguler sebanyak 32 orang, TKJ kelas Telkom sebanyak 20 orang, Otomasi Industri reguler sebanyak 32 orang, Otomasi Industri kelas Industri Scheneider sebanyak 20 orang, Mekatronika kelas reguler sebanyak 32 orang dan Mekatronika kelas Industri TDK sebanyak 20 orang.

“Peserta bisa pilih tiga jurusan kecuali untuk kelas Teknik Pengelasan. Teknik Pengelasan hanya satu pilihan saja, karena kita ingin memunculkan siswa yang benar-benar berbakat di situ. Untuk teknik Pengelesan ini agak ketat karena kita sudah punya workshop pengelasan bawah air dan itu yang mau kita tonjolkan,” ujar Lea.

Untuk persyaratan PPDB, yakni nilai rapor dari semester satu hingga semester lima, sertifikat atau piagam penghargaan bagi mereka yang memilih jalur prestasi dan Kartu Keluarga (KK) untuk kuota bina lingkungan dan KIP untuk jalur kurang mampu.

“Untuk PPDB ini setelah isi kelengkapan di form pendaftaran, peserta juga akan dijadwalkan ke sekolah untuk ikut psikotes, Bahasa Inggris, IPA dan Matematika. Untuk kelas industri juga ada psikotes,” kata Lea. (*/jpg)

Tertular Lewat Klaster RS, 3 Warga Singapura Meninggal Karena Covid-19

0

batampos.co.id – Singapura menambah angka kematian akibat Covid-19. Kali ini dialami seorang perempuan berusia 86 tahun. Penularannya terkait dengan klaster Tan Tock Seng Hospital (TTSH).

Ini adalah kematian ketiga yang terkait dengan klaster TTSH. Dua lainnya adalah seorang perempuan Singapura berusia 88 tahun yang meninggal pada 1 Mei, dan seorang pria Singapura berusia 70 tahun yang meninggal pada 20 Mei.

Dia meninggal karena komplikasi akibat infeksi Covid-19 pada Senin (7/6). Sehingga jumlah total kematian di Singapura akibat Covid-19 menjadi 34 jiwa.

“Perempuan itu telah dirawat di Rumah Sakit Khoo Teck Puat sebelumnya karena memiliki kondisi medis yang tidak terkait,” kata Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan pada Selasa (8/6).

Suaminya juga bagian dari klaster TTSH, telah dirawat di rumah sakit di bangsal 9D di TTSH dari 20 hingga 22 April. Kemenkes mengatakan perempuan itu belum divaksin Covid-19, dan memiliki riwayat diabetes mellitus, hiperlipidemia (kolesterol tinggi), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan hipotiroidisme atau suatu kondisi yang melibatkan tiroid yang kurang aktif.

Dia telah dites positif terkena virus pada 30 April. “Rumah Sakit Khoo Teck Puat telah memghubungi keluarganya dan memberikan bantuan kepada mereka,” kata Kemenkes Singapura.

Dalam update hariannya pada Selasa (8/6) malam, Kemenkes juga menyebutkan ada tiga kasus baru Covid-19 di masyarakat, yakni satu kasus terkait dan dua kasus tidak terkait. Satu kasus yang tidak terkait adalah asisten ritel berusia 35 tahun yang bekerja di gerai roti Four Leaves di Ion Orchard dan AMK Hub.

Ada juga lima kasus impor yang telah ditempatkan di rumah pada saat kedatangan di Singapura. Dua adalah penduduk tetap yang kembali dari India. Kasus-kasus baru membuat total penghitungan Singapura menjadi 62.219 orang. Ada 42 pasien yang keluar dari rumah sakit atau fasilitas isolasi komunitas. Secara total, 61.702 telah pulih sepenuhnya dari Covid-19.(jpg)

Mulai Juli Ditargetkan 1 Juta Orang Divaksin Covid-19 per Hari

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo menargetkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hingga 1 juta orang setiap hari mulai Juli 2021. Sebab saat itu pasokan vaksin di Indonesia sudah memadai untuk memvaksinasi secara masal hingga 1 juta orang.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat pelaksanaan peninjauan vaksinasi Covid-19 di RS Universitas Indonesia (RSUI), Rabu (9/6). Dia berharap target vaksinasi akan tercapai untuk memenuhi herd immunity (kekebalan kawanan).

“Saya harap proses vaksinasi tak hanya berjalan di sini (RSUI) saja tapi juga provinsi lain bergerak secara cepat. Saya dapat informasi juga dilaksanakan di Bandung dan Tangerang. Jumlahnya masal,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi menjelaskan bulan Juni ini target vaksinasi per hari sebanyak 700 ribu ribu orang bisa tercapai. Sehingga target 181,5 juta orang yang menjadi sasaran vaksinasi bisa segera tercapai. “Sehingga nanti bulan Juli per hari bisa 1 juta orang,” katanya.

Hari ini sasaran vaksinasi diberikan pada dosen dan tenaga pengajar, guru, serta petugas pelayanan publik. Wali Kota Depok, Mohammad Idris ikut mendampingi Jokowi.

RSUI sebagai salah satu rumah sakit yang ditunjuk untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Kota Depok, telah mempersiapkan kebutuhan dalam rangka pelaksanaan vaksinasi. Menurut Direktur RSUI dr. Astuti pihaknya telah mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk kegiatan vaksinasi Covid-19, mulai dari tempat, alur pelayanan hingga sumber daya manusia.

“Calon penerima vaksin nanti akan mengikuti alur yang telah dibuat, yaitu registrasi, skrining, pemberian vaksin dan observasi. Kami berharap proses pemberian vaksin Covid-19 bisa berjalan dengan baik,” ujar dr. Astuti.(*/jpg)

50 Ribu Warga Batam akan Divaksin Dalam Waktu 10 Hari

0

batampos.co.id – Sebanyak 50 Ribu Warga Kota Batam akan divaksinasi Covid-19 dalam waktu 10 hari. Hal ini diutarakan
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau vaksinasi Covid-19, Rabu (9/6/2021).

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Batam untuk tidak ragu lagi untuk divaksin. Karena hal itu penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

“Jangan ada keraguan lagi, vaksin ini aman sudah diuji oleh orang yang ahli dibidangnya. Jadi serahkan saja kepada ahlinya,” katanya.

Pemko Batam lanjutnya menargetkan dalam 10 hari ke depan paling tidak 50 ribu masyarakat Batam harus sudah divaksin. Tujuannya tidak lain adalah untuk dapat menekan penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau vaksinasi Covid-19. Pemko Batam menargetkan dalam 10 hari ke depan paling tidak 50 ribu masyarakat Batam harus sudah divaksin. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Karena itu, ayo ajak saudara, kerabat dan tetangganya untuk tidak takut divaksin Covid-19,” katanya.

Amsakar menjelaskan, jika 70 persen masyarakat Batam sudah divaksin Covid-19, pihaknya yakin sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara akan dapat dibuka kembali. Salah satu satu kawasan yang disiapkan adalah pariwisata Nongsa.

Jika hal tersebut terealisasi tentu diharapkan dapat mendorong ekonomi masyarakat Batam meningkat. Itu sebabnya pihaknya mengajak agar masyarakat juga memiliki komitmen yang sama untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah Covid-19.

“Untuk bisa membuka travel bubble di Nongsa, syaratnya 70 persen masyarakat Batam harus sudah divaksin,” katanya.(esa)

Lakukan Hal Terlarang, Pria di Batam Divonis 10 Tahun Penjara

0

batampso.co.id – Yo alias Jo, seorang sekuriti, terbukti melakukan asusila kepada pacarnya, MC, 15, berulang
kali. Akibatnya, pria berusia 19 tahun ini divonis 10 tahun penjara pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN)
Batam, kemarin.

Pimpinan sidang, David Sitorus, mengatakan, perbuatan Jo terbukti setelah melihat fakta-fakta persidangan. Di mana, pencabulan terhadap MC terjadi pada 16 November 2020 lalu.

Berawal saat Jo menjemput MC yang merupakan kekasihnya untuk pergi makan. Usai makan, Jo mengajak MC untuk berhubungan badan.

Saat itu, MC menolak dengan alasan malu dan takut. Namun, bujuk rayu Jo berhasil membuat MC terpedaya. Setelah kejadian itu, Jo akhirnya lebih sering mengajak MC berhubungan badan.

Hingga akhirnya, hubungan keduanya diketahui orangtua korban dan melaporkan Jo ke polisi.

“Terdakwa mengakui perbuataanya,” ujar David, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos, edisi Rabu (9/6/2021).

Menurut David, hal yang memberatkan perbuatan Jo adalah merusak masa depan MC yang masih duduk di bangku SMP. MC juga mengalami trauma dan malu, sehingga tak mau lagi bersekolah.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya. Perbuatan Jo pun terpenuhi melanggar pasal 81 ayat 2 tentang membujuk rayu anak di bawah umur untuk melakukan hubungan badan.

Karena ketentuan pasal sudah terbukti, terdakwa dihukum sesuai perundang-undangan.

“Menjatuhi terdakwa Yo alias Jo (menyebut nama lenngkap,red) dengan 10 tahun penjara. Mewajibkan terdakwa membayar
denda Rp 10 juta atau subsider 3 bulan kurungan,” jelas David menjabarkan surat putusan.

Putusan itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Karya So Immanoel. Karena itu, JPU langsung menerima putusan. Begitu juga dengna terdakwa Yo menerima putusan sehingga harus menjalani hukuman 10 tahun.(jpg)

Pasien Keluhkan Hasil PCR Keluar 10 Hari Kemudian

0

batampos.co.id – Pasien Covid-19 di Tanjungpinang kembali mengeluhkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dinilai cukup lama, bahkan hingga 10 hari pasien baru menerima informasi dinyatakan positif terpapar virus corona.

Salah seorang warga Batu 6, Ody pasien yang kini dinyatakan sembuh menceritakan dirinya harus menunggu hingga 10 hari hasil PCR yang ternyata positif.

”Saya tes PCR pertama tanggal 22 Mei, baru dikabari 31 Mei kemarin. Sangat lama karena kata petugas awalnya cuma 5 hari, ternyata 10 hari,” kata Ody kepada Harian Batam Pos, Selasa (8/6).

Walaupun menunggu hasil sampai 10 hari. Ody mengaku sudah menjalani isolasi mandiri sejak dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan rapid test antigen, sehingga saat diketahui hasil PCR juga positif tidak ada orang yang harus di tracking oleh petugas.

”Membantu pemerintah juga dan tenaga kesehatan dalam mempercepat dan mengurangi tracking pada orang yang kontak erat,” jelasnya.

Namun yang dikhawatirkan bagi pasien lain yang juga positif, tapi karena harus menunggu lama yang bersangkutan tidak menjalani isolasi mandiri sehingga saat dinyatakan positif akan banyak warga yang harus di-tracking. Hal ini akan membuat petugas bekerja lebih ekstra keras.

”Intinya kalau mau cepat berakhir pandemi ini, hasil nPCR juga harus cepat diketahui,” tuturnya.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan anak salah seorang pasien Covid-19 warga Batu 7, Sayful mengaku pelayanan di RSUD Provinsi Kepri jauh lebih baik, bahkan hasil PCR orangtuanya keluar dalam waktu yang cepat tidak sampai satu hari.

”Di RSUD Raja Ahmad Tabib cepat, tidak sampai satu hari,” tuturnya

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Rina Febriani sangat menyayangkan jika penanganan Covid-19 di Tanjungpinang masih lambat, sebab pandemi juga sudah berjalan satu tahun lebih seharusnya Pemko Tanjungpinang bisa maksimal dalam penanganan kasus termasuk penyediaan alat.

”Sangat disayangkan sekali kenapa bisa terjadi seperti ini, kita belum tahu pasti permasalahannya apa,” ujar Rina.

Bahkan kata Rina, Pemko Tanjungpinang tahun kedua pandemi kembali mengadakan refocusing anggaran walaupun jumlahnya tidak diketahui anggota dewan.

”Sangat disayangkan juga jika kita masih harus mengandalkan Batam untuk uji hasil PCR, kita tidak tahu alasan Pemko Tanjungpinang kenapa,” ucapnya.

Seharusnya, katanya lagi, Pemko Tanjungpinang bisa maksimal menyediakan alat uji PCR karena kasus Covid-19 masih tinggi sehingga masyarakat tidak harus menunggu lama. ”Dewan juga mendorong percepatan ini, kami bekerja juga untuk masyarakat,” tambahnya.(*/jpg)

Belum Pernah Lulus Kuliah, Megawati Bakal Dapat Gelar Profesor

0

batampos.co.id – Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri akan mendapatkan gelar Profesor Kehormatan ilmu pertahanan bidang kepemimpinan strategik, dari Universitas Pertahanan (Unhan). Penetapan yang dilakukan pada Jumat (11/6) mendatang ini akan menjadi gelar doktor ke-10 yang dimiliki Megawati.

Untuk diketahui, Megawati sendiri sebenarnya belum pernah lulus kuliah, di mana dirinya sempat menjadi bagian dari Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pada 1965 silam. Namun tidak bisa melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan karena kondisi gejolak politik saat itu.

Selain itu, mantan orang nomor satu di Indonesia ini juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1970. Namun, tidak lulus juga. Lantas, apakah Megawati pantas menerima gelar tersebut?

Mengenai hal itu, Guru Besar Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menyatakan, gelar profesor guru besar tidak tetap, pantas diberikan kepada Megawati Soekarnoputri. Sebab, Megawati sendiri banyak berkiprah dalam ranah pendidikan.

Ketua Forum Rektor LPTK itu menyatakan, secara akademis, Universitas Negeri Padang telah memberikan gelar doktor honoris causa kepada Megawati dalam bidang Politik Pendidikan meliputi formulasi dan implementasi kebijakan pendidikan.

“Penganugerahan gelar ini telah melalui studi akademis yang akurat oleh tim promotor,” kata Ganefri dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Secara historis, kepemimpinan Megawati selaku presiden, telah berhasil memberi dasar hukum bagi lahirnya UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Sebagaimana diamanatkan konstitusi secara keseluruhan, baik isi, jiwa, dan semangat UU tersebut, merupakan pengejawantahan tuntutan zaman Reformasi 1998, terutama reformasi pendidikan yang bersifat sentralistis dan demokratis,” urainya.

Berangkat dari UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 di era pemerintahan Megawati, lahir pula UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Selanjutnya, PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. “Ini telah menghadirkan demokrasi dalam sistem pendidikan kita, di mana tidak ada lagi dikotomi perguruan tinggi negeri dan swasta,” katanya.

Menurutnya, UU Sisdiknas tersebut mempertegas dan mengimplementasikan Pasal 31 Ayat 4 UU Dasar 1945 yang mewajibkan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD.

“Jika kita cermati lebih dalam tentang substansi yang terkandung dalam UU tersebut dan peraturan lain yang menyertai, maka kita akan melihat bahwa Dr. (HC) Megawati baik sebagai negarawan atau tokoh, sudah sangat layak diberikan Guru Besar Tidak Tetap,” tegas Ganefri.

“Saya percaya beliau memiliki potensi luar biasa untuk mengembangkan kepakaran di bidang keilmuan tersebut di Unhan RI dan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi Unhan RI untuk menjadi World Class Defense University,” tandasnya.(jpg)

Ada Tren Kenaikan Kasus, Kunci Penanganan Covid-19 Ada di Pemda

0

batampos.co.id – Pemerintah mengklaim kasus positif dan aktif Covid-19 masih terkendali. Meski begitu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengakui bahwa ada tren kenaikan pada beberapa hari terakhir pasca-Idul Fitri.

Airlangga menyebutkan, kasus aktif pasca-Idul Fitri meningkat 0,85 persen jika dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya. ”Kita perlu mewaspadai periode peningkatan kasus setelah libur Idul Fitri yang diperkirakan terjadi pada 4–5 minggu setelahnya,” kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers setelah rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6).

Airlangga memerinci, tingkat kasus aktif di Indonesia per 6 Juni tercatat 5,3 persen, masih jauh lebih baik daripada kasus aktif global di angka 7,5 persen. Sementara itu, tingkat kesembuhan Indonesia berada di angka 91,9 persen (global 90,3 persen) dan kematian 2,8 persen (global 2,15 persen).

Kasus aktif nasional per 6 Juni yang berjumlah 98.455 mengalami penurunan 44,2 persen jika dibandingkan dengan puncak kasus pada 5 Februari. Jumlah kasus aktif terendah terjadi pada 18 Mei, yakni 87,514 kasus. Namun, sejak 19 Mei kembali mengalami tren peningkatan. Bahkan, pada 29 Mei–2 Juni, kasus aktif berada di atas 100 ribu.

Tren konfirmasi harian sebelum Idul Fitri berada di kisaran 5 ribu–6 ribu kasus per hari. Satu minggu pasca-Idul Fitri, yakni pada 13–19 Mei, mengalami tren penurunan. Namun, sejak 19 Mei, kasusnya terus mengalami peningkatan kembali ke angka 5 ribu–6 ribu per hari.

Airlangga menekankan, ada lima provinsi dengan kasus aktif terbesar yang berkontribusi atas 65 persen kasus aktif tingkat nasional. ”Yakni, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Provinsi di Pulau Jawa berkontribusi 52,4 persen terhadap kasus aktif nasional, sedangkan provinsi di Sumatera berkontribusi 26,5 persen,’’ tutur Ketum Partai Golkar itu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, dari sisi bed occupancy rate (BOR) nasional, per 6 Juni ada 22 provinsi yang mengalami tren peningkatan. BOR isolasi dan intensif ICU di tingkat kabupaten/kota meningkat seiring dengan peningkatan kasus aktif. Ada beberapa daerah atau klaster yang memiliki kenaikan BOR cukup tinggi, contohnya Kudus dan Bangkalan.

”Kenaikan yang tinggi ini terjadi karena ada peningkatan kasus yang spesifik di klaster ini. Karena Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Bangkalan banyak terdapat pekerja migran yang pulang dari negara tetangga,” jelasnya.

Budi menyatakan, pihaknya berupaya mengurai tekanan dan beban RS dengan merujuk pasien yang berat dan sedang ke kota terdekat. ”Untuk Kudus ke Semarang, sedangkan yang di Bangkalan dirujuk ke Surabaya,” imbuh mantan Dirut Bank Mandiri tersebut.

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa saat ini bola pengendalian kasus Covid-19 ada di pemerintah daerah. ”Pada prinsipnya, upaya pengendalian Covid-19 di daerah merupakan otoritas pemerintah setempat. Namun, diharapkan pimpinan daerah dapat mempertimbangkan aspek sosial masyarakat secara holistik untuk menetapkan kebijakan yang tepat,” jelas Wiku kemarin (7/6).

Sementara itu, Pemprov Jawa Tengah menyebutkan bahwa zona merah telah berkembang menjadi delapan kabupaten/kota. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa sebelumnya ada tiga kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masuk zona merah, yakni Kudus, Brebes, dan Sragen.

”Namun, saat ini ada delapan yang masuk zona merah, yakni Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Sragen, Kabupaten Tegal, dan Brebes,” kata Ganjar kemarin (7/6).

Ganjar mengatakan, pihaknya sudah memberikan instruksi khusus kepada delapan bupati di delapan daerah yang mengalami peningkatan kasus di atas. Perintahnya adalah menambah kapasitas tempat tidur, baik ICU maupun isolasi.(jpg)