Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9775

Bansos Tetap Ada di Tahun 2021, Direncanakan Rp 300 Ribu Per KPM

0

batampos.co.id – Pemerintah memastikan bantuan sosial (bansos) untuk jaring pengaman sosial dampak Covid-19 tetap ada pada tahun depan. Bedanya, seluruh bansos akan berbentuk tunai (BST).

Menteri Sosial (Mensos) Ad Interim Muhadjir Effendy mengatakan, penyaluran paling tidak dilakukan sampai semester pertama 2021. Skemanya tidak terlalu berbeda baik untuk yang regular maupun jaring pengaman sosial dampak Covid-19.

Untuk bansos regular, ada kartu sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan target peserta 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kemudian, Program Keluarga Harapan (PKH) ada 10 juta KPM.

Sementara, untuk jaring pengaman sosial dampak Covid-19, ada BST yang ditujukan pada 10 juta KPM. ”Ditambah juga dengan dana desa. BLT desa sekitar 7,8 juta KPM. Jadi itu yang tetap disalurkan,” ujar Muhadjir di Gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Senin (14/12).

Mengenai besaran BST, Muhadjir mengatakan, per KPM akan mendapat Rp 200 ribu per bulan. Jumlah ini disebutnya masih ada kemungkinan untuk naik. “Kemungkinan dinaikkan menjadi Rp 300 ribu,” katanya.

Dia mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih berhitung terkait kemungkinan tersebut. Kemudian, masih perlu dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Agar, besaran yang diberikan sama antara pusat dan DKI Jakarta. Termasuk, detail list penerima.

”Khusus DKI harus ada pembicaraan dengan Pemprov DKI, besarannya, cara penyaluran, termasuk zonanya. Siapa yang menerima dari DKI, siapa yang dari pusat,” papar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

Dalam penyalurannya nanti, lanjut dia, dana akan langsung ditransfer ke rekening penerima. Bagi KPM yang tidak memiliki akun perbankan, kemungkinan diantar melalui PT Pos Indonesia.

Selain itu, pemerintah bakal menerapkan model khusus, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta, guna memastikan penggunaan dana tepat sasaran. Jadi, tidak hanya tepat jumlah dan penerima, tapi juga tepat penggunaan sesuai harapan pemerintah. ”Karena salah satu kelemahan BST itu kita tidak bisa kontrol penggunaannya. Dan berdasarkan survei, penggunaan BST itu pertama untuk beli bahan pokok, ketiga rokok,” jelasnya.

Disinggung soal hilangnya skema bansos sembako di tahun depan, ditegaskan oleh Muhadjir bahwa hal ini tidak terkait kasus dugaan korupsi mantan Mensos Juliari Batubara. Dia mengatakan, skema ini memang sudah direncanakan sejak awal.

Adanya skema bansos sembako sebelumnya pun diakuinya sebagai bentuk antisipasi jelang lebaran. Kala itu, pertimbangannya adalah agar masyarakat bisa langsung mendapatkan bahan makanan untuk lebaran. Selain, agar uangnya tak digunakan untuk mudik. sehingga, tak terjadi penularan di kampong halaman. ”Selain itu yang tidak kalah penting untuk menggairahkan usaha kecil dan ultra mikro,” katanya.

Lalu, mengapa saat itu dilakukan penunjukan langsung? Dia menyampaikan, bahwa pengadaan tender tak memungkinan dilakukan. Sebab Presiden Joko Widodo hanya memberikan waktu lima hari sebelum penyaluran.(jpg)

754 Warga Batam Masih Dirawat Karena Covid-19

0

batampos.co.id – Hingga Senin (14/12/2020) masyarakat Kota Batam yang masih dalam perawatan karena terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 754 orang.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui 346 di antaranya adalah wanita dan 408 pria.

Pada hari yang sama juga terdapat penambahan pasien Covid-19 sebanyak 11 orang. Dengan rincian 10 orang bergejala dan 1 orang tanpa gejala.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Senin (14/12/2020).

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini total pasien Covid-19 di Kota Batam sebanyak 4.619 orang.

Selain itu juga terdapat penambahan 7 pasien yang dinyatakan sembuh. Sehingga saat ini total pasien yang sembuh sebanyak 3.745 orang.

Terdiri dari 1.803 wanita dan 1.942 pria. Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 sebanyak 120 orang. Terdiri dari 40 wanita dan 80 orang pria.(*/esa)

Polisi Patroli 24 Jam hingga Tahun Baru

0

batampos.co.id – Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, pihaknya akan malakukan patroli rutin hingga pergantian tahun nanti.

Patroli aparat kepolisian ini dikerahkan di seluruh wilayah Batam dengan waktu 24 jam.

”Dari pengamanan Pleno KPU, Natal, sampai Tahun Baru
nanti. Pengamanan di jalan 24 jam,” ujar Firdaus di Mapolresta Barelang, Senin (14/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Firdaus menjelaskan, dalam pengamanan ini, pihakya mengerahkan puluhan personel.

Personel kepolisian saat melakukan patroli di kawasan-kawasan rawan di Kota Batam. Patroli aparat kepolisian ini dikerahkan di seluruh wilayah Batam dengan waktu 24 jam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Dengan dilengkapi 5 unit kendaraan roda 2, 3 unit dobel cabin, dan 1 Unit APC Tambora.

”Dari pagi kita bagi sif, hingga malam hari,” tegasnya.

Khusus perayaan Natal nanti, kata Firdaus, pihaknya akan mengerahkan personel khusus untuk pengamanan dan men-
sterilkan gereja-gereja.

”Nanti kita imbau tetap mematuhi protokol kesehatan. Yang merayakan tetap menggunakan masker, jaga jarak, dan men-
jaga kebersihan,” ungkapnya.

Sedangkan pada perayaan pergantian tahun nanti, sambung Firdaus, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Barelang untuk pengamanan.

”Nanti ada dari Satlantas untuk operasinya dan di mana saja lokasi yang akan dilakukan pengamanan,” tutupnya.(jpg)

Gunakan Vaksin Covid-19 dari Pfizer, Singapura Longgarkan Pembatasan

0

batampos.co.id – Singapura menjadi negara pertama yang telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 dari Pfizer Inc. dan BioNTech SE. Vaksin temuan pasangan peneliti itu diklaim manjur hingga 95 persen. Diperkirakan pengiriman pertama akan datang pada akhir bulan bertepatan memasuki fase terakhir pengendalian pandemi Covid-19.

Mulai akhir tahun ini Singapura akan membuka fase 3 ekonomi di negara itu seiring rendahnya kasus Covid-19. Singapura akan menjadi salah satu negara pertama yang mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech. Vaksin tersebut telah disetujui di Inggris dan Kanada, dan baru-baru ini memperoleh otorisasi darurat AS.

“Vaksin lain diharapkan tiba di Singapura dalam beberapa bulan mendatang,” kata Perdana Menteri Lee Hsien Loong seperti dilansir dari Live Mint, Senin (14/12).

Dia memastikan bahwa negara itu akan memiliki vaksin yang cukup untuk semua orang pada kuartal ketiga tahun depan. Sementara itu, Singapura akan semakin melonggarkan pembatasan pada 28 Desember. Artinya menambah jumlah orang yang diizinkan berkumpul dari lima menjadi delapan. Singapura sendiri telah menyisihkan lebih dari SGD 1 miliar untuk vaksin.

“Kami memasang banyak taruhan, untuk menandatangani perjanjian pembelian di muka dan membayar uang muka lebih awal untuk kandidat yang paling menjanjikan, termasuk dengan Moderna Inc. dan Sinovac Biotech Ltd,” ungkap Lee.

Lee menambahkan prioritas pertama akan diberikan kepada mereka yang berada pada risiko terbesar seperti petugas kesehatan serta orang tua dan kelompok rentan. Dengan jumlah infeksi harian yang dilaporkan di komunitas mendekati nol, Lee juga mengatakan pihak berwenang akan mengurangi batas kapasitas di tempat-tempat umum seperti mal dan atraksi dan di tempat-tempat ibadah dalam fase tiga.

“Harap dipahami bahwa saat kita memasuki fase tiga, pertempuran masih jauh dari kemenangan. Virus Covid-19 belum selesai,” tegasnya.

Pemerintah sebelumnya telah mengatakan bahwa dalam fase ketiga, Singapura secara bertahap dapat melihat lebih banyak perjalanan dilanjutkan sementara pembatasan seperti pemakaian masker dan jarak yang aman akan tetap diberlakukan. Singapura sudah memberlakukan semi lockdown atau circuit breaker pada April lalu langsung berangsur membuka ekonominya seiring rendahnya kasus.(jpg)

Jangan Beri Ruang Spekulasi Jual-Beli Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak memberi ruang bagi spekulasi jual-beli vaksin virus Korona atau Covid-19 jalur mandiri. Agar masyarakat tidak terkecoh dan dirugikan, Satgas Covid-19 dan PT Bio Farma harus meningkatkan intensitas sosialisasi informasi tentang rencana ketersediaan vaksin, jadwal vaksinasi, harga vaksin, dan tata cara pembelian vaksin Korona jalur mandiri.

‘’Inisiatif pihak tertentu yang mulai membuka pemesanan atau pre order vaksin Korona jalur mandiri pada saat sekarang ini jelas terlalu terburu-buru. Pertama, kepastian waktu bagi ketersediaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri belum dapat ditetapkan. Selain itu, harga vaksin juga belum ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan pola distribusi vaksin dan metode jual-belinya juga masih dalam tahap rencana. Karena segala sesuatu tentang vaksin corona dan vaksinasi masih dalam tahap perencanaan dan pembahasan, siapa pun hendaknya tidak berspekulasi guna menghindari kerugian masyarakat,” tegas Bamsoet di Jakarta, Senin (14/12).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, Bio Farma memang berencana menerapkan metode pembelian dengan pemesanan lebih dahulu atau pre-order. Tetapi, hingga saat ini, Bio Farma belum melayani pre-order vaksin Korona jalur mandiri untuk keperluan apapun. Termasuk keperluan fasilitas kesehatan maupun kebutuhan perorangan.

“Jumlah produk jadi vaksin Korona yang tersedia saat ini hanya 1,2 juta dosis. Pemanfaatannya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Rencananya, akan ada bahan baku vaksin Korona untuk pembuatan 45 juta dosis pada Januari 2021. Tetapi, prioritas pemanfaatannya pun belum ditetapkan pemerintah,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan, faktor yang tidak boleh diabaikan oleh masyarakat adalah ketentuan tentang izin penggunaan vaksin. Sebelum digunakan nantinya, vaksin Korona harus mendapatkan izin penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use of authorization (EUA).

‘’Untuk kebutuhan jalur mandiri, vaksinnya memang belum ada. Karena ketentuan persyaratannya cukup ketat, masyarakat harus berhati-hati dan menunggu informasi resmi dari pemerintah. Termasuk informasi dari Satgas Covid-19 maupun dari Bio Farma sendiri,’’ pungkas Bamsoet.(jpg)

Batam akan Gelar Sistem Belajar Tatap Muka di Tiga Kecamatan Ini

0

batampos.co.id – Sembilan bulan tak menggelar sistem belajar tatap muka di sekolah akibat pandemi Covid-19, Pemko Batam membuat keputusan baru.

Terhitung mulai Januari 2021 mendatang, belajar tatap muka di sekolah akan kembali digelar.

Namun, untuk tahap awal, pembukaan sekolah ini akan dicoba di wilayah hinterland atau pulau penyangga dan pesisir Batam.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, uji coba sistem belajar tatap muka di sekolah lebih diprioritaskan di wilayah pesisir lantaran rendahnya kasus dan risiko penularan Covid-19 di tiga kecamatan pesisir.

Yakni, Kecamatan Bulang, Galang dan Belakang Padang.

Ilustrasi. Siswa MPLS mengikuti materi pembelajaran dengan mengenakan masker serta pelindung wajah transparan (face shield) di salah satu sekolah di Tulung Agung. (Aspri/Antara)

“Sekarang kalau melihat grafik penularannya, risiko penularan paling rendah itu di hinterland. Jadi kami akan mencoba membuka di sana dulu. Tadi saya sudah sempat berbicara dengan Kadisdik (kepala Dinas Pendidikan) soal ini,” ujarnya, Senin (14/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selanjutnya, rencana pembukaan ini akan dibahas lebih dulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga menawarkan untuk membuka sekolah di hinterland terlebih dahulu, sebelum membuka belajar tatap muka di mainland atau perkotaan.

“Setelah kita uji coba nanti, kita akan lihat dulu hasilnya seperti apa. Kalau dampaknya baik, baru kita uji coba untuk perkotaan ini,” sebutnya.

Pemerintah, lanjutnya, sangat berhati-hati untuk menerapkan sekolah tatap muka ini, karena grafik kasus di Batam terus menanjak.

Sehingga, hal ini menjadi pertimbangan untuk belajar tatap muka.

“Kita tidak ingin ujug-ujug membuka sekolah, tapi tanpa memikirkan risikonya. Karena saat ini kita masih berjibaku melawan dan menekan penyebaran di klaster yang sudah ada,” ujarnya.

Untuk itu, keputusan pembukaan sekolah ini akan dibahas terlebih dahulu bersama Forkopimda.

Pembukaan sekolah ini, menurut Amsakar, perlu diawasi dan
dipastikan aman dan nyaman bagi siswa.

“Nanti kita rapatkan dulu soal opsi yang diberikan Disdik ini. Kalau disetujui baru kita jalan” ujarnya.(jpg)

Di Kepri, Banyak Sekolah yang Usulkan Belajar Tatap Muka

0

batampos.co.id – Rencana belajar tatap muka makin digaungkan berbagai elemen, termasuk pihak sekolah.

Beberapa sekolah bahkan mengajukan permohonan agar proses belajar mengajar tatap muka kembali diberlakukan setelah sekian lama dihentikan karena wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Muhammad Dali, mengakuinya. Jumlah sekolah yang telah mengajukan belajar tatap muka di halaman Data Pokok Pendi dikan (Dapodik) sudah di atas 70 persen.

“Banyak yang sudah mengajukan. Bahkan, sejak adanya SKB empat menteri bulan Agustus lalu, hampir semua sekolah mengajukan belajar tatap muka,” ujar Dali, Senin (14/12/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Ilustrasi. Siswa MPLS mengikuti materi pembelajaran dengan mengenakan masker serta pelindung wajah transparan (face shield) di salah satu sekolah di Tulung Agung. (Aspri/Antara)

Ini, sebut Dali, memang sedang diupayakan Disdik Kepri. Dimana, mereka sedang melakukan segala persiapan, termasuk meminta Gugus Tugas untuk melakukan verifikasi ulang terkait kondisi dan situasi penyebaran Covid-19 di Kepri secara menyeluruh saat ini.

“Sudah lama ada sinyal dari pusat terkait belajar tatap muka ini, cuma itu tadi daerah tentu punya pertimbangan sendiri apalagi
banyak daerah di Kepri ini yang kembali ke zona merah,” ujar Dali.

Salah satu sekolah yang telah mengusulkan belajar tatap muka adalah SMKN 3 Batam. Sekolah ini mengaku siap menjalankan belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat jika ada instruksi dari Disdik Kepri.

“Sudah diajukan, cuma belum ada petunjuk lagi dari sana (Disdik Kepri). Tunggu saja, apapun keputusan dari pemerintah tentu itu yang terbaik,” ujar kepala SMKN 3 Batam, Henra Debeni.(jpg)

Komisi VI DPR RI Sampaikan Hal Penting Ini Kepada BP Batam

0

batampos.co.id – Komisi VI DPR RI menyambangi kantor Badan Pengusahaan (BP) untuk melihat perkembangan ekonomi di kawasan tersebut, Senin (14/12/2020).

Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima Wikantyasa, menyampaikan pentingnya perbaikan dan peningkatan seluruh infrastruktur pendukung investasi yang berkaitan dengan lahan, gas, listrik, pelabuhan, hingga bandara guna mengejar ketertinggalan Batam.

Kata dia, sebagai daerah yang paling mudah untuk mengembangkan investasi di Indonesia, Batam menjadi titik tumpu utama dalam pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri.

“Untuk itu, semua infrastruktur harus baik, jangan sampai pandemi Covid-19 membuat kita lengah,” katanya.

Ia menyarankan agar BP Batam merangkul Singapura yang berstatus sebagai investor terbesar, sebagai mitra strategis investasi, sehingga pola industri dan reputasi Batam yang baik dapat terus terbangun.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (kanan) memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima Wikantyasa. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan, BP Batam akan menindaklanjuti saran-saran yang telah diberikan oleh Komisi VI kepada BP Batam dalam waktu dekat.

“Ada regulasi yang harus kita selesaikan, meskipun telah berjalan. Bila regulasi tersebut bisa diselesaikan dalam waktu dekat, maka perubahan-perubahan yang disarankan oleh rekan-rekan Komisi VI DPR RI bisa kita laksanakan,” kata Rudi.

Kepala BP Batam juga mengatakan, pihaknya berharap Pemerintah Pusat dapat mendistribusikan vaksin Covid-19 ke daerah-daerah, termasuk ke Batam, guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Batam.

Pada kesempatan tersebut Komisi VI DPR RI, juga memaparkan sejumlah perkembangan kinerja sepanjang tahun 2020 dan juga rencana kerja Tahun 2021.

Selain Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, kehadiran anggota Komisi VI DPR RI tersebut juga disambut Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad.(*)

Protokol Kesehatan Wajib Dilaksanakan Meskipun Sudah Ada Vaksin

0

batampos.co.id – Masyarakat Indonesia mendapat kabar baik usai 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 tiba di Indonesia. Vaksin tersebut masih menjalani proses uji coba tahap 3 sebelum bisa diedar luaskan kepada publik.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, meskipun vaksin sudah ada. Sebab, vaksin bukan solusi tunggal mengakhiri pandemi.

“Meski sudah ada vaksin, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bapak presiden menggaris bawahi pentingya 3M dan 3T,” kata Doni.

Doni memastikan, pemerintah serta seluruh pimpinan di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota akan terus bekerja keras untuk bisa melayani masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebab, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi.

“Kita harus meningkatkan juga keimanan dan ketaqwaan kita, sesuai agama kita masing-masing. Karena kita bangsa Indonesia adalah insan Pancasila,” imbuh Doni.

Di samping itu, olahraga secara teratur, menjaga pola makan, mengatur waktu tidur dan menjaga emosional juga wajib dilakukan masyarakat. Sebab, hal itu menjadikan imunitas dapat terjaga dengan baik, sebagai pondasi utama tubuh dari ancaman virus.

“Kita juga harus meningkatkan imunitas tubuh kita dengan cara olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, tidak boleh begadang, minimal kita harus tidur selama enam jam,” jelas Doni.

Lebih lanjut, Kepala BNPB itu mengatakan, kombinasi vaksin dan protokol kesehatan diyakini mampu meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat. “Dengan adanya vaksin, kita yakin, kita akan jauh lebih baik. Kita tetap akan bisa mempertahankan ketahanan kesehatan masyarakat,” pumgkss Doni.(jpg)

Liku-Liku Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Menjadi Sarjana

0

Pintar-pintar membagi waktu dan tenaga kunci keberhasilan para pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan menjadi sarjana. Tapi, minat kuliah di kalangan PMI di sana masih rendah.

ENDANG Rahayu berangkat ke Taiwan dengan bekal ijazah SMP. Dan, kini dia balik ke Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai sarjana.

Buah perjuangan yang dia raih lewat bekerja di dua rumah di negeri orang.

Serta menyempatkan waktu sehabis salat Subuh untuk belajar dan mengerjakan tugas.

”Pagi sampai siang jam 13.00 saya bekerja merawat lansia (lanjut usia). Sesudahnya saya bekerja di rumah anak lansia yang saya rawat,” kata Endang yang sejak Desember 2019 berada di kampung halamannya di Banyuwangi.

Endang berangkat ke Taiwan pada 2007. Perempuan kelahiran Banyuwangi, 25 Mei 1981, itu ikut majikan yang memiliki orang tua berusia hampir 100 tahun. ”Si embah yang saya rawat meninggal di usia 97 tahun,” kata Endang yang menyelesaikan pendidikan setara SMA di Taiwan.

Endang Rahayu bersama rekan-rekannya sesama pekerja migran Indonesia sedang kuliah tatap muka di Taiwan. (DOKUMENTASI PRIBADI)

Setelah itu, dia bekerja mengasuh besan majikannya yang usianya juga hampir seabad. Sampai akhirnya lansia yang dia rawat tersebut meninggal di usia 92 tahun.

Dia bekerja merawat lansia mulai memandikan, memberi obat, sampai memasak dan menyuapi. Selain itu, menyedot cairan lendir melalui slang yang dimasukkan dari tenggorokan si lansia yang dilubangi.

Pekerjaan merawat lansia itu selesai sekitar pukul 13.00. Kemudian dia beralih bekerja ke rumah anak lansia tadi.

”Beda rumah. Tetapi, tidak jauh,” ujarnya.

Rutinitas itu dia lakukan setiap hari. Selama sepekan dia mendapatkan jatah libur setiap Minggu.

Di tengah kesibukannya bekerja di dua rumah itulah, Endang memutuskan untuk kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka (UT) Taiwan pada 2014.

Waktu itu biaya kuliah yang harus dia keluarkan sebesar NTD 6.500 per semester. Kalau dikurskan saat itu sekitar Rp 3 juta.

Dia bersyukur karena majikannya memberikan izin untuk kuliah. Sebab, ada juga majikan yang sangat ketat. ”Bahkan, ngobrol sesama pekerja dari Indonesia saja tidak boleh,” tuturnya.

Setiap hari selepas salat Subuh, dia belajar, mengerjakan tugas, atau membaca modul kuliah. Setelah itu, dia bekerja seharian sampai sore. Dilanjut bekerja sampai sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

”Malam pukul 21.00 atau 22.00 kuliah online,” jelasnya.

Kuliah online malam itu rata-rata berlangsung tiga kali dalam sepekan. Dengan durasi sekitar dua sampai tiga jam. Setelah itu, dia langsung beristirahat. ”Saya tidak kuat belajar lama-lama karena mudah capek.”

Dia bersyukur akhirnya lulus dengan IPK 3,22 poin dari jurusan manajemen.

Saat ini Endang ingin membuka usaha dahulu di Banyuwangi. Suatu saat dia ingin kembali ke Taiwan, tetapi bukan sebagai tenaga kerja. Melainkan ingin mengambil beasiswa kuliah bahasa Mandarin.

Endang mengakui, di Taiwan saat ini masih sedikit PMI yang kuliah. Alasannya, rata-rata banyak yang tidak memiliki kesempatan karena bekerja di majikan atau keluarga yang sangat ketat.

Namun, dia secara rutin ikut menyosialisasikan pentingnya kuliah kepada para PMI. Bahkan, bagi yang masih berijazah SMP, sudah terbuka kesempatan untuk mengambil ijazah kejar paket C di sana.

Prosesi upacara penyerahan ijazah mahasiswa UT Taiwan kemarin diikuti 21 orang. Sebanyak 13 orang mengikuti upacara di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Sisanya, delapan orang, mengikuti upacara secara virtual karena sudah berada di Indonesia, termasuk Endang.

Dalam prosesi tersebut, Cinta Adi Saputra dikukuhkan sebagai mahasiswa peraih IPK tertinggi. Pria kelahiran Subang, Jawa Barat, 17 Agustus 1978, itu lulus dari prodi manajemen dengan IPK 3,61 poin.

Saat dihubungi Jawa Pos, Adi mengatakan bersyukur dengan raihan IPK tersebut. ”Mulai SD sampai SMA (ranking rapor, Red) tiga besar terus,” katanya.

Adi bekerja di Taiwan sejak 2012. Pria yang bekerja di pabrik bahan baku plastik di kawasan Kaohsiung itu mendaftar sebagai mahasiswa UT Taiwan pada 2016.

Sama seperti Endang, Adi mengakui masih banyak PMI di Taiwan yang jumlahnya sekitar 80 ribu yang belum tertarik kuliah. Mereka berada di sana untuk fokus mencari uang.

Dalam beberapa kegiatan sosialisasi yang dia lakukan, banyak pekerja Indonesia di sana yang mengaku tidak lagi punya semangat untuk belajar.

Adi sendiri tidak ingin selamanya bekerja di Taiwan. Rencananya, dia kembali pulang ke tanah air pada April 2021. ”Saya ingin mengaplikasikan ilmu ini di tanah air,” jelasnya.

Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri UT Dewi Artati Padmo Putri mengatakan, jumlah mahasiswa UT di luar negeri sekitar 2.500 orang. Mereka tersebar di 45 negara. ”Di Taiwan ada dua lokasi. Ada 176 mahasiswa UT di Taiwan,” katanya.

Dibandingkan dengan jumlah PMI di Taiwan, jumlah PMI yang terdaftar sebagai mahasiswa UT itu masih sangat kecil. Dia berharap para wisudawan bisa mengajak PMI lainnya untuk kuliah.

Dia mengakui tidak mudah untuk bekerja sambil kuliah. Namun, dia menegaskan pendidikan itu adalah investasi yang tidak akan merugi.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ikut hadir pada upacara wisuda itu secara online dari tanah air. Menurut dia, PMI yang menyempatkan kuliah membutuhkan keberanian tinggi.

Benny juga menyampaikan pesan yang selalu diucapkan Presiden Joko Widodo. ”Bahwa setiap PMI layak diberi hormat oleh negara. Dan, mendapatkan perlindungan dari ujung rambut sampai ujung kaki,” katanya.(jpg)