Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 9798

Kemenaker Klaim Subsidi Gaji Karyawan Sudah Tepat Sasaran

0

batampos.co.id – Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Haiyani Rumondang mengatakan, proses validasi penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dilakukan selama empat hari. Pengecekan secara mendalam dilakukan oleh Kemenaker, sebagai upaya menjamin BSU tepat sasaran.

“Ada proses selama empat hari yang kami lakukan untuk mengecek kelengkapan persyaratan penerima manfaat program ini,” ujarnya dalam diskusi online, Kamis (17/9).

Menurutnya, proses ini dilakukan agar penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kemenaker merupakan instansi yang diberikan kewenangan oleh Kementerian Keuangan untuk memberikan validasi terakhir.

Atas dasar itu, peran kementerian ini sangat penting. Kementerian ini akan langsung mengajukan kepada KPPN secara langsung untuk disalurkan kepada Bank Himbara yakni Mandiri, BRI, BNI, dan BTN.

“Kami hanya proses kelengkapannya dan memastikan perintah pembayaran langsung ke KPPN ke bank penyalur, Himbara,” katanya.

Hingga saat ini, BSU sudah memasuki gelombang pertama dan sampai pada batch ketiga. Realisasi penyaluran batch 1 sudah sebesar 99,32 persen, batch 2 sudah sebesar 99,28 persen, dan batch 3 sudah mencapai 40,9 persen.

“Terdapat kendala, karena ada beberapa rekening bank yang bermasalah, sehingga tidak bisa dilakukan transfer,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Agus Susanto menyatakan, sudah sebanyak 11,8 juta data penerima manfaat yang telah diberikan kepada Kemenaker untuk diberi BSU. “Dalam tiga minggu, kami sudah mengumpulkan sebanyak 14 juta, namun yang telah kami validasi terdapat 11,8 juta,” tuturnya.(jpg)

7 Kecamatan di Batam Masih Zona Merah, Ini Daftarnya…

0

batampos.co.id – Hingga Kamis (17/9/2020) status tujuh kecamatan di Kota Batam masih zona merah penyebaran Covid-19.

Dari tujuh kecamatan tersebut warga yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak saat ini berada di Kecamatan Batam Kota.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, total jumlahnya hingga Kamis (17/9/2020) sebanyak 291 orang. Dengan rincian 119 orang dalam perawatan, 169 orang sembuh dan 12 orang meninggal dunia.

Berikut daftar 7 kecamatan di Kota Batam yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19:

1. Batam Kota
2. Lubuk Baja
3. Bengkong
4. Sei Beduk
5. Sagulung
6. Batu Aji
7. Sekupang

Sementara itu dua kecamatan di Kota Batam masuk dalam zona merah muda, yakni:

1. Nongsa
2. Batu Ampar

Kemudian satu kecamatan zona kuning, yakni Bulang dan dua kecamatan zona hijau. Yakni Belakang Padang dan Galang.

Peta penyebaran Covid-29 di Kota Batam hingga Kmis (17/9/2020).

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batm, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu lanjutnya sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga kata dia, hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah. Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Calo CPNS Tipu Rp 150 Juta sampai Rp 400 Juta, Tjahjo Kumolo Lapor Polisi

0

batampos.co.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/9). Dia datang untuk, melaporkan dugaan adanya calo yang menjanjikan kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada para peserta tes CPNS.

Saat itu, Tjahjo diterima langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. Pertemuan mereka berlangsung tertutup.

“Intinya Menpan RB melaporkan modus calo CPNS yang menipu CPNS dijanjikan lulus dan membuat surat palsu Kemenpan RB tertanggal 28 Oktober 2019,” kata Tjahjo.

Tjahjo mengatakan, calo CPNS ini diduga telah membuat surat palsu yang mengatasnamakan Menpan RB. Surat itu dipakai pelaku untuk melakukan penipuan kepada korban yang hendak mendaftar CPNS.

Tak main-main, politikus PDI Perjuangan tersebut menduga penipuan yang dilakukan pelaku berjumlah sangat besar. “Penipuan antara Rp150 sampai Rp 400 juta,” jelas. Tjahjo.

Dia berharap Polda Metro Jaya bisa segera mengungkap kasus ini. “Kami minta atensi Kapolda untuk mengusut tuntas calo-calo CPNS tersebut,” tandas Tjahjo. (*/jpg)

5 Pekerjaan Warga Batam yang Paling Banyak Terkonfirmasi Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Kamis (17/9/2020) sebanyak 1.089 orang dan dari jumlah tersebut 636 orang dinyatakan sembuh.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, diketahui dari jumlah tersebut diketahui 519 di antaranya adalah perempuan dan 570 orang lagi laki-laki.

Masyarakat Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 didominasi oleh karyawan swasta. Jumlahnya mencapai 286 orang.

Berikut 5 daftar pekerjaan warga Kota Batam yang paling banyak terkonfirmasi positif Covid-19:

1. Karyawan Swasta 286 orang
2. Ibu Rumah Tangga 143 orang
3. Tenaga Kesehatan 133 orang
4. Wiraswasta 110 orang
5. Pelajar 89 orang

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pekerjaan hingga Kamis (17/9/2020).

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batm, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, dari hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan oleh Tim Surveilans Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal itu lanjutnya sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga kata dia, hal ini nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah. Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Polda Rapid Test 1.500 Warga, Ada yang Reaktif

0

batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan melakukan rapid test massal di pelataran parkir Mapolresta Barelang, Kamis (17/9). Ada 1.500 orang mengikuti rapid test gratis ini.

Kepala Biddokes Polda Kepri, Kombes M Haris, menyebutkan, dari ribuan rapid test tersebut, terindikasi ada warga yang hasilnya reaktif. ”Dua orang reaktif, selebihnya non reaktif,” kata Haris, kemarin.

Hasil reaktif terhadap kedua orang tersebut akan ditindaklanjuti untuk menjalani pemeriksaan tes swab di RS Bhayangkara. Tes ini dilakukan untuk memastikan keduanya terpapar Covid-19 atau tidak.

Apabila hasilnya negatif, maka keduanya boleh kembali beraktivitas lagi. Namun, apabila hasilnya positif keduanya akan menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19. Haris mengatakan, tes cepat massal ini, untuk melacak secara acak bagi masyarakat. Dan juga dalam rangka sebelum dilaksanakannya Pilkada 2020.

Tes massal ini tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Selain itu, masyarakat juga dapat meminta surat keterangan non reaktif rapid test. ”Tapi tidak bisa hari ini (kemarin, red), besok (hari ini, red) baru bisa kami keluarkan (surat keterangan non reaktif),” ucapnya.

Selain mengadakan rapid test massal, Polda Kepri juga membagikan 1.500 paket sembako berisikan beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula satu bungkus, biskuit satu kaleng, dan dua kotak teh. Jajaran Polda Kepri juga membagikan masker gratis. Kegiatan ini merupakan wujud dari Polri untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Tak hanya Polda Kepri, Polresta Barelang juga menggelar kegiatan Satgas Nusantara, Subsatgas Kemitraan, Bakti Sosial, dan Bakti Kesehatan, Kamis pagi (17/9) pagi. Dalam kegiatan ini, Polresta menyediakan rapid test gratis, sunatan massal, pembagian ribuan sembako, dan masker.

Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur Yudi FS, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, pihaknya turut membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi ini. ”Kita dari Polri harus hadir di tengah tengah masyarakat. Tak lupa kita selalu mengimbau untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak,” kata Yos.

Selain itu, lanjut Yos, kegiatan ini juga dalam rangka cooling system Pilkada 2020. Dalam kesempatan itu, Yos meminta seluruh personel memberikan pengamanan maksimal hingga tahapan pilkada selesai.

”Kita harapkan pilkada ini terselenggara dengan baik dan berjalan dengan aman dan kondusif. Tidak lupa juga untuk personel agar terus berkoordinasi kepada instansi terkait guna kesuksesan pilkada,” pesannya.(*/jpg)

Polda Kepri Amankan Pelaku Pemilik Satu Kilogram Narkotika Jenis Sabu

0

batampos.co.id – Tim Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri mengamankan S alias H pemilik narkotika jenis sabu, Senin (14/9/2020).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, mengatakan, pria berusia 49 tahun itu diamankan pada pukul 07.00 WIB di depan Halte Shangrilla, Sekupang.

“Kronologis kejadian berawal dari informasi masyarakat dan pada Senin (14/9/2020) sekira pukul 07.00 WIB anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri yang dipimpin AKBP Arthur Sitindaon,” ujarnya melalui rilis yang diterima batampos.co.id, Jumat (18/9/2020).

Ia menjelaskan, Diresnarkoba Polda Kepri sempat melakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap pelaku.

Tim Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri mengamankan S alias H pemilik narkotika jenis sabu, Senin (14/9/2020) di depan halte Shangrila, Sekupang. Foto: Polda Kepri untuk batampos.co.id

Pelaku lanjutnya, didapati memiliki dan menyimpan narkotika jenis kristal bening diduga sabu sekira seberat 1.057 gram.

“Sampai dengan saat ini (hanya,red) satu orang tersangka dan kita akan terus melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengungkap dugaan tersangka lainnya,” tuturnya.

Ia menejlaskan, atas perbuatannya tersangka diancam dengan Pasal Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*/esa)

Sudah 5 Kepala Daerah Meninggal akibat Covid-19, Pejabat Diminta Terbuka

0

batampos.co.id – Penularan virus Korona semakin menyebar cepat termasuk menulari para pejabat publik. Meski demikian, keterbukaan informasi terkadang masih ditutupi oleh pihak pejabat tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan dengan adanya sejumlah pejabat yang terkena Covid-19, semestinya bisa membuat publik sadar kalau virus mematikan ini semakin dekat. Makin banyak pejabat terkonfirmasi positif perlu transparansi informasi kepada publik.

“Bahwa ini perlu transparansi publik dan enggak perlu ada stigma negatif karena virus enggak mengenal jabatan, jenis kelamin, umur dan waktu. Siapa saja bisa terkena,” kata Prof Wiku dalam konferensi pers, Kamis (18/9).

Karena itu dia meminta seluruh masyarakat, pimpinan kantor, dan siapa saja melindungi diri, saudara, rekan sejawat agar tak terjadi korban lagi. Semua tergantung pada kita semua untuk mengubah perilaku dan menjaga protokol kesehatan.

Dia menambahkan akhir-akhir ini semakin banyak ditemui kasus positif di perkantoran khususnya instansi pemerintah. Sebenarnya, kata dia, sampai saat ini penyumbang klaster terbanyak masih rumah sakit bukan perkantoran.

“Tapi jumlah klaster perkantoran makin meningkat. Perlu diingat klaster adalah konsentrasi pengumpulan kasus karena terjadi penularan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Prof Wiku mencontohkan saat ini sudah ada lebih dari 5 orang kepala daerah dan pejabat publik meninggal karena Covid-19. Maka dia berharap klaster rumah tangga dan klaster perkantoran bisa ditekan.

“Kami turut berbelasungkawa dan mohon semua pihak baik yang ada di perkantoran, menuju kantor ato pulang untuk betul-betul dicegah agar gak terjadi korban apakah dari klaster perkantoran ato klaster lainnya,” tandasnya.(jpg)

New Normal, Pelaku Pariwisata Ditantang Promosi Lewat Aplikasi Kepri Travel

0

batampos.co.id – Pelaku pariwisata ditantang untuk mempromosikan destinasi wisata di Provinsi Kepri melalui aplikasi Kepri Travel yang merupakan buku pedoman pariwisata di era new normal.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, mengatakan, dengan aplikasi tersebut pelaku pariwisata dapat dengan mudah mempromosikan destinasi unggulan di provinsi tersebut.

“Teman-teman pelaku pariwisata pegumpulan data dan promosi bisa lewat aplikasi ini,” katanya, Kamis (17/9/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik kegiatan Pengembangan dan Penguatan Informasi dan Database yang dilaksanakan di Kota Batam.

Kata dia, dengan aplikasi tersebut akan berdampak baik bagi pelaku pariwisata Kepri khususnya di Kota Batam, karena bisa mempromosikan wisatanya lewat aplikasi Travel Kepri saat pandemi Covid-19.

“Kepada peserta diharapkan dapat menyerap ilmu yang diterangkan oleh narasumber sehingga dapat mengaplikasikannya,” pintanya.

Ardi yakin melalui aplikasi Kepri Travel, wisatawan baik domestik maupun mancanegara dapat melihat wisata yang ada di Provinsi Kepri. Baik di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun, Natuna, Anambas, Lingga, dan Bintan.

Serta dapat memilih dan memperhitungkan biaya saat mengunjungi daerah tersebut.

“Anak muda Batam juga sedang membangun aplikasi Wonderlink dengan ini wisatawan bisa menghitung budgetnya saat berkunjung ke Kepri,” ucapnya.

Ilustrasi. Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam beberapa waktu lalu. Pelaku pariwisata ditantang untuk mempromosikan destinasi wisata di Provinsi Kepri melalui aplikasi Kepri Travel yang merupakan buku pedoman pariwisata di era new normal. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Ardi menyampaikan, pada 2019 Kota Batam memberikan kontribusi yakni memberikan sumbangan wisatawan mancanegara (wisman) terbanyak di Kepri.

Kota Batam lanjutnya, juga sangat konsen menangani Covid-19 di Kota Batam. Dimulai dari Januari hingga Juni disebut masa mitigasi. Yakni memberikan sembako kepada masyarakat Kota Batam termasuk pelaku pariwisata.

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Batam, Muhamad Rudi, kata dia, juga mengizinkan dibukanya kembali destinasi pariwisata di masa rebound new normal.

“Kegiatan mulai marak, seperti MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) sudah kita lakukan berkoordinasi dengan hotel,” ucapnya.

Tak hanya itu kegiatan lainnya juga sudah dilaksanakan di Kota Batam dengan menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya baru diselenggarakan Batam Batik Fashion Week (BBFW) Tahun 2020.

Penerapan tersebut di antaranya mewajibkan bagi tamu atau pengunjung memakai masker, menyediakan hand sanitizer dan tempat mencuci tangan di bawah air mengalir, dan menjaga jarak.

Upaya meningkatkan kepercayaan wisatawan, Disbudpar Kota Batam sudah mengecek hotel di Kota Batam yang sudah melaksanakan protokol kesehatan.

“60-an hotel sudah menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pintu masuk hotel sudah beradaptasi kehidupan baru,” sebutnya.

Narasumber pada kegiatan tersebut, Frizul Henokh Kristanto, mengatakan, lewat aplikasi ini penguna dapat menceritakan destinasi, mulai dari keunggulan, fasilitas dan sebagainya. Di masa pandemi ini setiap destinasi juga dilengkapi protokol kesehatan.

“Menceritakan tentang destinasi, dekat dengan mall, destinasi mengacu pada protokol kesehatan, alamat ditulis secara benar sehingga tamu yang datang bisa menemukan dengan muda. Mapnya ditaruh dengan muda sebagai penunjuk jalan baik ketempat wisata mall, kuliner, dan sebagainya,” katanya.

Aplikasi Kepri Travel merupakan pedoman baru untuk mengenal Kepri, aplikasi bisa didownload lewat android. Pelatihan ini dibuka secara Resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto.(*/esa)

Polisi Temukan Unsur Pidana Kebakaran Gedung Kejagung, Ada Jejak Minyak

0

batampos.co.id – Pengusutan kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) memunculkan beberapa dugaan baru. Insiden yang menghanguskan gedung utama tersebut diduga bukan kebakaran biasa. Bareskrim Polri menemukan unsur pidana dalam kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus lalu itu.

Sebab, api diketahui muncul kali pertama di ruang terbuka, bukan akibat korsleting listrik. Api yang menyala di ruang terbuka atau open flame tersebut membuka peluang untuk menjerat hukum orang yang memicu kebakaran. Meski demikian, belum diketahui apakah kebakaran itu disengaja atau kecelakaan. Yang jelas, disengaja atau tidak, pelakunya bakal tetap dipidana.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, dari rangkaian penyelidikan yang dilakukan, penyidik menemukan sejumlah fakta. Yakni, kebakaran yang terjadi di gedung utama Kejagung diawali dari lantai 6, tepatnya ruang rapat biro kepegawaian. ”Api lalu menjalar dari lantai atas ke lantai bawah,” terangnya.

Api cepat menyebar karena adanya akseleran atau ACP di lapisan luar tembok gedung. Polisi juga menemukan cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon. ”Kebakaran diperparah dengan penyekat ruangan yang menggunakan bahan mudah terbakar seperti gipsum,” ucapnya.

Ada sejumlah ruang yang menggunakan penyekat mudah terbakar tersebut, salah satunya ruang parkir. Dari semua itu, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Puslabfor Mabes Polri menyatakan bahwa titik api muncul karena open flame atau nyala api terbuka. ”Bukan arus pendek listrik atau korsleting,” jelasnya.

Listyo lantas menghubungkan titik nol api itu dengan aktivitas renovasi di ruang rapat biro kepegawaian. Aktivitas renovasi tersebut dilakukan sejak pukul 11.30 hingga 17.30. Dengan begitu, dapat dipastikan terdapat aktivitas di titik permulaan api hanya selang 40 menit dari terjadinya kebakaran. ”Kebakaran diprediksi dimulai pukul 18.15,” ujarnya.

Penyidik juga menemukan fakta lain, yakni adanya upaya memadamkan kebakaran. Namun sayang tidak didukung sarana dan prasarana pemadam yang memadai. ”Api tidak bisa dipadamkan dan akhirnya harus meminta bantuan pemadam kebakaran,” paparnya.

Dengan semua fakta tersebut, penyidik menyimpulkan bahwa terdapat unsur pidana dalam kebakaran gedung utama Kejagung itu. ”Hal itu disimpulkan dalam gelar perkara yang dihadiri rekan dari Kejagung, JAM Pidum, JAM Intel, dan rekan jaksa lain,” ujarnya.

Akhirnya disepakati meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan begitu, pelakunya bisa dijerat unsur pidana. ”Kami menjerat dengan menggunakan pasal 188 KUHP dan 187 KUHP,” ucap Listyo.

Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa karena kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran, ledakan, kebanjiran diancam pidana penjara paling lama lima tahun. ”Kalau tidak sengaja lima tahun. Tapi, kalau sengaja bisa sampai 15 tahun,” urainya. Jenderal bintang tiga itu memastikan bakal memeriksa potential suspect atau para saksi. ”Nanti akan kami umumkan kembali,” ujarnya.

Hingga kemarin Bareskrim telah memeriksa 131 saksi. Mereka terdiri atas office boy, petugas keamanan, dan pegawai kejaksaan. Ada pula saksi ahli yang dimintai keterangan. ”Barang buktinya CCTV, abu yang terdapat bahan hidrokarbon, jeriken berisi cairan, kabel, terminal kontak, dan minyak pembersih dash cleaner merek top yang tersimpan di gudang cleaning service,” ungkapnya.

Kabareskrim menjelaskan, dengan ini juga Bareskrim, Polda Metro Jaya, dan Puslabfor Mabes Polri sepakat mengusut tuntas kasus tersebut. Serta sepakat untuk tidak ragu dalam memproses siapa pun yang terlibat. Semua akan dipertanggungjawabkan ke hadapan publik. ”Kami, kepolisian dan kejaksaan, sepakat untuk mengusut secara transparan,” tegasnya.

Masih terbuka peluang bahwa kebakaran di gedung utama Kejagung terhubung dengan sejumlah kasus besar yang sedang ditangani lembaga tersebut. Salah satunya kasus Djoko Tjandra. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang juga pelapor kasus Djoko Tjandra, Boyamin Saiman, mengaku sejak awal meyakini bahwa kebakaran itu bukan akibat korsleting listrik. ”Itu sudah saya simpulkan beberapa waktu lalu, di beberapa acara,” ujarnya.

Menurut Boyamin, paling minimal ada ketidaksengajaan seperti membuang puntung rokok di tempat sampah. Yang apinya tidak padam dan membesar hingga terjadi kebakaran. Apalagi, di titik awal kebakaran itu terdapat aktivitas renovasi. ”Tapi, ini paling minimal. Sengaja membakar juga masih bisa,” urainya.

Meski begitu, tentu Polri akan bisa mengungkapnya. Apalagi telah menggunakan pasal 187 dan pasal 188. Kalau memang tidak ditemukan unsur kesengajaan, pelaku masih bisa dijerat karena tidak sengaja melakukan pembakaran. ”Itu wajar pakai dua pasal,” ujarnya.

Sementara itu, Jampidum Fadil Zumhana menuturkan, pihaknya mengapresiasi kinerja Bareskrim dalam mengungkap penyebab kebakaran. Dengan diangkatnya kejadian tersebut sebagai peristiwa pidana, pimpinan Kejagung mendukung penuh penanganan kasus itu. ”Terbentuknya posko bersama sejak awal peristiwa juga menunjukkan kesungguhan Kejagung mengungkap penyebab kebakaran ini,” jelasnya.

Kejagung juga sepakat untuk mengungkap lebih dalam penyebab kebakaran. Penyidikan merupakan upaya membuat terang dengan menemukan tersangka dan bukti-bukti kasus. ”Supaya semua terjawab saat digulirkan ke pengadilan,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos (grup Batampos Online), nyaris empat minggu pasca kebakaran, gedung utama Kejagung masih belum diapa-apakan. Olah TKP yang sudah tuntas tidak lantas membuat gedung tersebut bisa diakses semua orang. Hanya yang berkepentingan dan diberi izin yang boleh masuk. Semua aktivitas yang sebelumnya dilakukan di gedung itu memang sudah dipindahkan.

Termasuk ruang kerja pejabat teras seperti jaksa agung dan wakil jaksa agung. Puing-puing bekas kebakaran belum semuanya diambil. Gosong di sana-sini tampak jelas meski dilihat dari kejauhan. Pasca kebakaran, awak media lebih banyak beraktivitas di sekitar Gedung Bundar Kantor Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Gedung utama yang tidak jauh dari gedung bundar masih tertutup rapat. Gerbang depan gedung tersebut sudah tidak pernah dibuka. Masuk lewat gerbang belakang Kejagung pun tidak lantas mendapat akses menuju TKP kebakaran. Sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, renovasi gedung itu tidak bisa segera dilakukan. Sebab, anggaran untuk merenovasi gedung tersebut belum tersedia.

Bukan hanya itu, gedung utama Kejagung juga belum diasuransikan. Sehingga renovasinya hanya bisa mengandalkan duit APBN. Paling cepat tahun depan renovasi baru bisa dimulai. Bagaimana proses perbaikan dan tahapan-tahapannya, Kejagung belum bisa menjelaskan. Sebab, mereka butuh koordinasi dengan banyak pihak untuk memulai perbaikan gedung tersebut.(jpg)

Perlu Ada Layanan Aduan untuk Tampung Keluhan Pekerja terkait Subsidi Upah

0

batampos.co.id – Program bantuan subsidi upah untuk karyawan swasta yang bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan telah dicairkan sejak Agustus lalu. Bantuan uang senilai total Rp 2,4 juta ini, akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja di seluruh Indonesia, termasuk pekerja swasta di Kota Batam.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Ides Madri, menyampaikan banyak pekerja swasta di Batam akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Sebab, Upah Minimum Kota (UMK) Batam sendiri baru sekitar Rp 4,1 juta.

”Saya harap pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta, benar-benar bisa merasakan program dari pemerintah pusat ini,” ujar Ides, kemarin.

Ia melanjutkan, pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam, perlu membuat layanan pengaduan bagi perusahaan atau pekerja yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan tersebut, namun tidak mendapatkan bantuan.

Layanan pengaduan itu juga tentunya berkoordinasi dengan BP Jamsostek, selaku pihak yang ditunjuk pemerintah pusat untuk memvalidasi data pekerja yang akan dikirimkan ke pusat untuk mendapatkan bantuan.

”Layanan pengaduan itu sangat perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui Disnaker (Dinas Tenaga Kerja), sehingga bisa diteruskan ke pemerintah pusat,” kata Ides.

Menurutnya, peranan pemerintah daerah harus hadir dalam memberikan bantuan kepada perusahaan maupun karyawan yang secara persyaratan memenuhi kriteria penerima bantuan. Terutama, saat pandemi Covid-19 saat ini yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

”Kalau syarat kita masuk, maka wajib kita untuk mendapatkan dan peran pemerintah daerah harus hadir untuk membantu masyarakat,” imbuhnya.

Tahap awal, pencairan BLT subsidi upah diberikan kepada 2,5 juta pekerja, kemudian tahap kedua untuk 3 juta pekerja dan saat ini sudah masuk tahap ketiga untuk 3,5 juta pekerja. Targetnya, akhir bulan September 2020 ini, seluruh pekerja yang terdata sudah dapat bantuan.

Untuk data pekerja penerima bantuan, diambil dari BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Pekerja yang terdata adalah yang kepesertaannya dalam BPJS Ketenagakerjaan aktif hingga Juni 2020.(*/jpg)