batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil membongkar praktik tindak pidana jual beli bayi ilegal.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan, kasus komplotan tindak pidana penjualan bayi terjadi pada sebuah klinik bersalin, di Kabupaten Kubu Raya.
“Dalam kasus itu lima pelaku dan uang tunai sebesar Rp30 juta yang diduga dipergunakan untuk transaksi diamankan petugas,” kata Luthfie Sulistiawan di Pontianak, Jumat (21/8/2020) dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan, anak yang diperjual belikan itu masih bayi, bahkan sang ibu yang melahirkan masih terbaring di sebuah kamar bersalin.
“Terungkapnya kasus ini, oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Kalbar yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di sebuah klinik bersalin berinsial BM yang berlokasi di Kubu Raya akan ada transaksi penjualan anak atau bayi,” ujarnya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung mendatangi lokasi dan melakukan rangkaian penyelidikan. Sesampai di lokasi, tim berhasil mendapati beberapa orang yang diduga pelaku yang akan melakukan transaksi penjualan bayi itu.
“Di lokasi klinik bersalin BM tersebut, petugas mendapati seorang perempuan berinsial E dan TA, yakni E yang akan membeli bayi tersebut dan TA yang membantu untuk mengambil bayi,” ujarnya.
Dari tangan kedua pelaku tersebut, petugas mendapatkan uang tunai sebesar Rp30 juta yang diakui milik pelaku E yang akan diserahkan kepada ibu bayi tersebut.
“Sementara ibu bayi, berinsial J masih terbaring di kamar bersalin, sedangkan bayi sudah dipegang oleh seorang pengasuh yang sudah berada di dalam grabcar,” ucapnya.
Dari lokasi klinik bersalin dan interogasi awal kepada para pelaku, tim melakukan pengembangan dan didapatkan satu nama yang menjadi perantara untuk melakukan jual beli bayi tersebut.
“Pengembangan di lokasi klinik, mengarah ke pelaku lainnya yang berinsial F sebagai perantara. Petugas melakukan pengejaran dan berhasil diamankan di daerah Tanjung Raya II Pontianak Timur,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar mengatakan, saat ini para pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses hukum. Para pelaku terancam dikenakan pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.(jpg)
batampos.co.id – Dua oknum polisi di Bali terancam dipecat jika terbukti bersalah melakukan pemerasan terhadap Warga Negara (WN) Jepang.
Dilansir dari JawaPos.com, kedua oknum polisi tersebut berinisial Aipda MW dan Bripka PJ. Keduanya saat ini telah ditangani Propam untuk proses pemeriksaan.
“Untuk mekanisme sanksinya itu melalui proses sidang, bisa ke disiplin dan bisa ke sidang kode etik. Dari sidang kode etik itu mungkin kemungkinan bisa dipecat dari Polri,” kata Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Jumat (21/8/2020).
Guna mencegah peristiwa ini terulang kembali, Wibawa meminta kepada setiap pengendara yang terjaring razia agar tidak memberikan uang kepada petugas di lapangan.
Prosedur penindakan yang benar adalah diberikan surat tilang resmi.
“Apabila melanggar salah satu pasal, di situ ada mekanisme yang resmi, seperti diberikan surat tilang. Apabila ada indikasi polisi untuk melakukan pemerasan atau meminta suatu hal dalam bentuk uang dalam jumlah yang banyak, ya jangan diiyakan,” jelasnya.
Sebelumnya, viral sebuah video pendek yang memperlihatkan dua orang oknum anggota polisi memeras Warga Negara (WN) Jepang. Kasus tersebut dikabarkan terjadi dk Jembrana, Bali.
Dalam video terlihat sekelompok anggota polisi menggelar razia disebuah jalan. Lantas memberhentikan WN Jepang yang mengendarai sepeda motor matic warna hitam.
Oknum polisi tersebut kemudian memeriksa kelengkapan surat-surat milik pengemudi.
Polisi tersebut kemudian menyatakan lengkap surat-surat tersebut. Namun, menganggap WN Jepang itu bersalah karena tidak menghidupkan lampu utama.
Pria asing itu pun terima dianggap bersalah oleh aparat. Permasalahan muncul ketika oknum polisi tersebut malah meminta uang Rp 1 juta untuk membolehkan korban kembali melanjutkan perjalan.
Awalnya korban hanya memberikan uang Rp 100 ribu, namun oknum polisi kembali menegaskan uang yang dimintanya adalah Rp 1 juta.
Tak lama dari permintaan itu, datang 1 anggota polisi lainnya menghampiri. Di sana dia bukannya menegur rekannya yang melakukan pemerasaan masalah seolah membiarkan dan menyaksikan hingga korban memberikan uang Rp 900 ribu.
Setelah uang diberikan, WN Jepang tersebut kembali melanjutkan perjalanan.(jpg)
batampos.co.id – PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda CT125 sebagai ikon sepeda motor bebek trekking yang mudah dikendarai setiap hari, sekaligus nyaman untuk menemani aktivitas trekking saat menikmati alam.
Dengan desain yang tangguh dan modern, Honda CT125 mewujudkan gaya
berkendara yang simpel dan unik.
Honda CT125 lahir dari perkembangan konsep motor Honda Super Cub yang tidak hanya dapat digunakan di jalan perkotaan, tetapi juga untuk beragam aktivitas outdoor.
Konsep tersebut diwujudkan melalui Honda CA100T Trail 50 yang diluncurkan pada tahun 1961 untuk memenuhi permintaan motor yang dapat menemani bepergian ke pegunungan atau menjaga lahan pertanian yang luas, serta menemani hobi pengendaranya seperti berkemah dan memancing.
Pada tahun 1964, nama legendaris CT lahir dan pertama kali digunakan pada Honda CT200 Trail 90. Pada tahun 2020, produk yang sudah melegenda selama hampir 60 tahun ini didesain ulang dengan perspektif modern terbaru yang dibekali dengan teknologi terkini melalui Honda CT125.
Honda CT125 didesain untuk menjadi partner berkendara yang tangguh di medan trekking menuju destinasi menyenangkan seperti berkemah, memancing, ataupun touring santai menikmati alam.
Menggunakan rangka yang rigid dan ringan, rangka belakang model ini dibuat lebih panjang untuk mengakomodasi barang bawaan yang lebih besar.
Karakter mesin 125cc yang menghasilkan torsi besar dan penyematan rem ABS pada Honda CT125 memberikan pengalaman berkendara yang semakin berbeda.
President Director AHM, Toshiyuki Inuma, mengatakan, Honda CT125 merupakan ikon motor bebek trekking legendaris dengan desain tangguh dan tak lekang oleh waktu, dilengkapi penyematan teknologi modern.
Model ini diperkenalkan untuk mereka yang ingin motor bebek ikonik yang
nyaman digunakan di perkotaan dan tangguh saat turing santai menyenangkan menikmati alam.
PT Astra Honda Motor meluncurkan Honda CT125 sebagai ikon sepeda motor bebek trekking yang mudah dikendarai setiap hari, sekaligus nyaman untuk menemani aktivitas trekking saat menikmati alam. Foto: Honda untuk batampos.co.id
“Honda CT125 hadir untuk memperluas kesenangan berkendara motor yang unik tak hanya di lingkungan perkotaan tetapi juga untuk berbagai aktivitas outdoor,” jelasnya.
“Dengan performa mesin yang menyenangkan dan beragam fitur fungsional, model ini siap menemani beragam gaya hidup pengendaranya,” katanya lagi.
Executive Vice President Director AHM, Johannes Loman, mengatakan, AHM berusaha memenuhi kebutuhan konsumen premium akan sebuah motor ikonik yang mengakomodasi keinginan pemiliknya untuk tampil beda dan dapat digunakan di perkotaan maupun berkendara jarak jauh menikmati alam.
“Kami melihat minat masyarakat yang tinggi akan motor bebek trekking yang ikonik. Melalui Honda CT125, pengendaranya dapat mengekspresikan ragam gaya hidup di berbagai kondisi jalan secara santai dan menyenangkan,” tuturnya.
“Keseluruhan perwujudan gaya hidup tersebut didukung layanan purna
jual terbaik di seluruh jaringan Honda Big Wing dan Wing dealer,” katanya lagi.
Honda CT125 dibekali dengan mesin 125cc, PGM-FI, 4 langkah dan berpendingin udara ini mampu memberikan respon yang menyenangkan di perkotaan maupun pengalaman berkendara motor yang nyaman untuk trekking dan turing.
Motor ini memiliki bore dan stroke 52.4 x 57.9mm dengan rasio kompresi 9.3:1. Tenaga maksimal yang dihasilkan adalah 6.5kW dicapai pada rpm 7.500 dan torsi maksimal sebesar 11 Nm pada rpm 4.500.
Honda CT125 dibekali dengan mesin 125cc, PGM-FI, 4 langkah dan berpendingin udara ini mampu memberikan respon yang menyenangkan di perkotaan maupun pengalaman berkendara motor yang nyaman untuk trekking dan turing. Foto: Honda untuk batampos.co.id
Pada sisi desain, Honda CT125 membawa perpaduan antara gaya hidup modern dan fungsionalitas pada keseluruhan bodinya yang tangguh dan modern. Desain lampu depan yang bulat berpadu dengan desain lampu sein berbentuk kotak menjadi ciri khas dari Honda CT.
Knalpot model ini didesain lebih tinggi untuk mempertahankan karakter sepeda motor trekking yang memberikan kesan kuat. Front fender yang terbuat dari besi semakin memperkokoh tampilan tangguh pada model ini.
Sisi fungsional dari desain Honda CT125 dapat terlihat dari posisi intake duct yang diposisikan tinggi untuk mengurangi debu yang masuk.
Pada bagian belakang jok pengendara tersedia tempat besar untuk menaruh barang bawaan pengendara, dengan kapasitas maksimal hingga 20 kg pengendara dapat membawa barang lebih banyak untuk menemani perjalanannya.
Setang kemudi dari Honda CT125 memberikan posisi berkendara natural yang mudah untuk dikendalikan dan menyempurnakan posisi berkendara yang tegap di mana pengendara mendapatkan visibilitas sempurna ke segala arah.
Fitur yang melimpah dan fungsional hadir melengkapi motor yang menjadi ikon bebek trekking ini. Untuk pencahayaan, Honda CT125 sudah mengadopsi sistem LED di keseluruhan fitur pencahayaan.
Panelmeternya digital dan compact dengan desain bulat yang terlihat modern dan mewah sekaligus mudah untuk membaca informasi yang ditampilkan. Motor ini memiliki tangki yang besar dengan kapasitas 5,3L untuk menemani pengendaranya berkendara jarak jauh.
Honda CT125 memiliki berat bersih 120 kg, dilengkapi dengan suspensi depan teleskopik dan velg berdiameter 17 inchi yang elegan untuk mendukung pengendalian yang lebih stabil dan presisi.
Ban depan dan belakang model ini berukuran 80/90. Untuk keamanan berkendara, Honda CT125 dibekali dengan rem cakram ganda dan ABS 1-channel di roda depan.
Honda CT125 hadir dengan warna Glowing Red yang dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) DKI Jakarta Rp75 juta.
Model ini dipasarkan secara eksklusif di seluruh jaringan Honda Big Wing dan Wing dealer.(*)
batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Kota Batam menuju trend positif dengan bertambahnya jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumahnya pada Kamis (20/8/2020).
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, pasien terkonfirmasi positif sembuh yang merupakan warga Kota Batam terkonfirmasi
positif Nomor. 286, 360, 373, dan 389.
“Dengan demikian berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium
BTKLPP Batam tersebut, maka oleh Tim Medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” jelasnya.
Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Kamis (20/8/2020).
Ia menjelaskan, saat ini kondisi keempat pasien tersebut dalam keadaan sehat dan stabil.
Serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya
guna melaksanakan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari.
Berikut daftar nama pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh pada Kamis (20/8/2020):
1. Rosdiana (59), Ibu Rumah Tangga, warga Melcem, Batu Ampar.
2. Roni Rizki (46), Bidan, warga Marbela, Batam Kota.
3. Ardiwanto (46), swasta, warga Villa Hang Lekir, Batam Kota.
4. Dino Alvin (36), wiraswasta, warga Batu Besar, Nongsa.
Dengan adanya penambahan tersebut total pasien Covid-19 di Kota Batam yang dinyatakan sembuh sebanyak 323 orang.(*/esa)
batampos.co.id – Bertambahnya jumlah pasien Covid-19 pada Kamis (20/8/2020) di Kota Batam berdampak pada perubahan status di Kecamatan Nongsa yang awalnya masuk dalam zona kuning saat ini naik menjadi merah muda.
Dilansir dari webiste lawancorona.batam.go.id, jumlah pasien Covid-19 di Kecamatan Nongsa saat ini sebanyak 11 orang.
Zona merah muda penyebaran Covid-19 juga terjadi di Kecamatan Sekupang. Jumlah pasein Covid-19 di kawasan tersebut sebanyak 15 orang.
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kota Batam hingga Kamis (20/8/2020).
Sementara itu Kecamatan Batam Kota saat ini masih berstatus zona merah. Jumlah warga Kecamatan Batam Kota yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 29 orang.
Sedangkan Kecamatan Batu Ampar, Batu Aji, Bengkong, Sagulung dan Sei Beduk hingga saat ini masih berstatus zona kuning.
Sementara Kecamatan Belakang Padang, Bulang dan Galang tidak ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga ketiganya masih berstatus zona hijau.(*/esa)
batampos.co.id – Taman Rusa menjadi salah satu lokasi olahraga dan rekreasi yang wajib dikunjungi.
Selain asri, lokasi tersebut juga memiliki jogging track yang panjangnya sekitar lima kilometer dengan lebar tiga meter.
Areanya yang dipenuhi pohon-pohon rindang membuat lokasi tersebut tetap sejuk meski siang hari. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat kandang rusa yang menjadi magnet bagi para pengunjung.
Jogging Track Taman Rusa Sekupang awalnya hanya dijadikan tempat berolahraga oleh para pegawai BP Batam yang menetap tidak jauh dari lokasi.
Namun, pada 2018 lalu, area tersebut disulap menjadi kawasan rekreasi keluarga yang dikenal dengan Taman Rusa.
General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman, Herawan, mengatakan, pada tatanan hidup baru, Jogging Track Taman Rusa juga menerapkan protokol kesehatan ketat bagi setiap pengunjung.
Pihaknya juga mengimbau kepada para pengunjung untuk menjaga jarak selama berada di dalam area Jogging Track Taman Rusa. Sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Di pintu masuk ada petugas yang akan mengecek suhu tubuh setiap pengunjung dan disediakan juga tempat cuci tangan,” jelasnya.
Seorang pengunjung taman rusa sedang mengabadikan keluarganya saat berkunjung ke Taman Rusa Sekupang. Foto; Dhiyanto/batampos.co.id
Selain itu, lanjutnya, para pengunjung juga diwajibkan untuk menggunakan masker.
Lokasi tersebut, kata dia, memiliki luas sekitar 9 hektar dan diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Batam.
“Jenis rusa di sini rusa totol. Awalnya dari Istana Bogor dan dibawa ke sini. Sekarang di sini ada 40 ekor rusa,” jelasnnya.
Tempat rekreasi tersebut beroperasi setiap hari. Mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Beberapa sarana dan prasana umum seperti mushola, toilet dan kantin sudah tersedia dan dapat digunakan oleh para pengunjung.
Dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana tersebut, saat ini pengunjung dewasa dikenakan tarif masuk Rp 5 ribu per orang dan anak-anak atau pelajar Rp 2.500.
“Untuk tarif masuk ini berdasarkan Perka (Peraturan Kepala BP Batam) nomor 15 tahun 2019 tentang tarif pengelolaan aset, dan tarif tidak ada pembedaan, baik di hari biasa maupun libur,” tuturnya.
Lokasi jogging track di Taman Rusa Sekupang. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto; Dokumentasi batampos.co.id
Para pengunjung juga dapat menyewa gazebo untuk bersantai bersama keluarga atau kerabat Rp 100 ribu pada akhir pekan dan Rp 50 ribu di hari biasa.
Herawan menjelaskan, Jogging Track Taman Rusa nantinya akan memiliki stand komersil yang dapat disewa oleh masyarakat.
Tarifnya hanya Rp 20 ribu per hari dengan luas stand 3×3 meter.
Pihaknya juga memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin mengadakan event atau kegiatan di lokasi tersebut.
“Tarifnya Rp 500 ribu per hari dan itu sudah termasuk gazebo,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para rusa, seperti memberi makan.
Namun, lanjutnya, pengunjung harus melapor terlebih dahulu ke petugas sebelum memberikan makanan.
“Jangan sampai makanan yang bukan untuk rusa dikasih, jadi harus lapor dulu,” tuturnya.
Salah seorang pengunjung Taman Rusa, Imam, mengatakan, sangat nyaman datang ke objek wisata tersebut.
Warga Marina City itu meluangkan waktu untuk datang ke Taman Rusa bersama keluarganya.
“Saya sudah 2 kali ke sini, suasananya nyaman untuk bersantai dan ngumpul bersama keluarga,” tuturnya.
batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah Tahun 2020 bertempat di Masjid Al-Adam, Kebun Tempang, Pulau Penawar Rindu Belakangpadang, Batam, Kamis (20/8).
Dalam sambutannya, Gubernur Isdianto mengajak seluruh masyarakat dalam merefleksikan tahun baru islam sebagai ajang intropeksi diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
“Menjadi Insan yang mulia, bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kita jadikan momen ini untuk berubah menjadi semakin baik lagi, pun juga untuk kemajuan Kepri mari kita bahu-membahu menjadikan Kepri semakin baik lagi,” kata Isdianto.
Gubernur Isdianto ingin kedatangan dirinya bukan sekedar datang saja, tapi bagaimana hasil dari silaturahminya ini berbuah masukan dan saran terkait pembangunan.
“Sehingga kita dapat memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat, pembangunan terlaksana dan lancar sehingga tercapai kesejahteraan,” lanjutnya.
Belakangpadang sendiri, menurut Isdianto menjadi salah satu destinasi yang menarik jika dikemas dengan baik. Dirinya juga fokus akan mengakomodir pengembangannya pada pembahasan APBD Tahun 2021.
“Hijrah ini untuk perubahan yang lebih baik tentu tentu kita berharap ada perubahan lebih baik lagi untuk Kepri,” tambahnya.
Terakhir, Isdianto mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas apa yang telah di dapat di dunia ini, saling mendoakan yang terbaik terutama terkait pembangunan.
“Karena kekuatan yang tak diduga-duga adalah doa. Mari saling doakan yang terbaik khususnya untuk Kepri,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili pengurus masjid, Musal menyampaikan terimakasih atas kunjungan yang dilakukan Gubernur ke Belakangpadang. “Kami berharap kedatangan Bapak dapat selalu membawa berkah untuk kita semua,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, penyerahan masker dan hand sanitizer serta di tutup dengan tausiyah agama oleh Ketua Baznas Kepri Mustamin Husain.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekdaprov TS Arif Fadillah, Kadis Kominfo Zulhendri, Kadis Perkim Mahyuddin, Kadis Kebudayaan Yerri Suparna, Kadis PMD Sardison, Plt. Kepala BPBD Budi Harto, Kabiro Kersa Aiyub, Ketua MUI Provinsi Kepri Azhar Hasyim, Tenaga Ahli Gubernur Saidul Khudri dan Herizal Hood beserta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.(*/uma)
batampos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar anggaran yang dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 dapat digunakan secara optimal. Pelaksana pengguna anggaran juga diminta menghindari adanya penyelewengan seperti korupsi.
Dia berharap penyaluran dana tersebut dilakukan secara amanah. Sehingga anggaran dari negara bisa betul-betul mengatasi persoalan yang dialami seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga tidak dikorupsi ya, supaya memberi manfaat kepada orang-orang. Saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang baik bagi kita semua,” ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (19/8).
Sri Mulyani berharap anggaran belanja pemerintah dapat digunakan dengan tepat sasaran. Maksudnya, antara besaran anggaran penyerapan dan kualitas serapan dapat seimbang.
“Jika anggaran serapan 99 persen atau 100 persen kemudian tepat sasaran itu bagus. Tapi, jika serapan anggaran 99 persen tapi kualitas serapan dipertanyakan, itu menjadi alarm,” ucapnya.
Selain itu, Sri Mulyani juga menyoroti penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah. Sebab sepertiga belanja negara dilakukan melalui Pemerintah Daerah (Pemda).
“Sepertiga pengeluaran tergantung pada Pemerintah Daerah. Dan, kapasitas Pemerintah Daerah, kepemimpinan, kemampuan untuk menyampaikan, semua berbeda dari provinsi ke kabupaten dan kemudian kota,” tegas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.(jpg)
batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam pada Kamis (20/8/2020) bertambah 17 orang yang terdiri dari enam orang laki-laki dan 11 orang perempuan.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, ke-17 pasien tersebut saat ini dalam keadaan stabil dan sudah mendapatkan perawatan intensif di ruamh sakit rujukan Covid-19.
Berikut ini riwayat perjalanan penyakit pasien Covid-19 yang baru:
1. FNA
Laki-laki (25), Anggota POLRI, beralamat di kawasan Perumahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa. FNA datang ke RS Bhayangkara Batam pada 18 Agustus 2020 untuk melakukan pemeriksaan
swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
2. SbtD
Perempuan (61), Ibu Rumah Tangga, beralamat di kawasan perumahan Tanjung Buntung, Bengkong. Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi RS Awal Bros Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
3. AEB
Anak Perempuan, (3), Belum Sekolah, beralamat di kawasan Rusun BP Batam, Kabil, Nongsa. AEB merupakan anak kandung dari kasus terkonfirmasi. 398.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
4. WSE
Perempuan (31), Ibu Rumah Tangga, beralamat di kawasan Rusun BP Batam, Kabil, Nongsa. WSE merupakan istri dari kasus terkonfirmasi 398.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Kamis (20/8/2020).
5. MGID
Bayi Laki-laki, berusia 7 bulan, beralamat di kawasan Rusun BP Batam, Kabil, Nongsa. MGID merupakan anak kandung dari kasus terkonfirmasi 398.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
6. EHMH
Perempuan (41), Ibu Rumah Tangga, beralamat di kawasan perumahan Fanindo, Tanjung Uncang, Batu Aji.
EHMH merupakan terkait erat dengan kasus terkonfirmasi. 375.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang.
Sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
7. EH
Perempuan (47), Nakes-ASN, beralamat di kawasan Perumahan Tiban Indah, Sekupang.
EH merupakan dokter yang bertugas di salah satu Puskesmas di Kota Batam.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
8. B
Laki-laki (43), Swasta, beralamat di kawasan perumahan Kampung Bukit Tanjung Riau, Sekupang.
B datang ke RSUD Embung Fatimah Batam pada 18 Agustus 2020 sehubungan ada keluhan sedikit demam dan batuk berdahak selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab/PCR yang
hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
9. RA
Perempuan (26), Nakes-ASN, beralamat di kawasan Perumahan Tiban Housing, Sekupang.
RA merupakan Tenaga kesehatan bidan yang bertugas disalah satu Puskesmas di Kota Batam.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
10. RKR
Anak Perempuan (6), Belum Sekolah, beralamat di kawasan perumahan Fanindo, Tanjung Uncang, Batu Aji.
RKR merupakan terkait erat dengan kasus terkonfirmasi. 375.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
11. YAH
Perempuan (28), Swasta, beralamat di kawasan perumahan Fanindo, Tanjung Uncang, Batu Aji.
YAH merupakan terkait erat dengan kasus terkonfirmasi. 375.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
12. BS
Laki-laki (49), Swasta, beralamat di kawasan perumahan Bida Ayu, Mangsang, Sei Beduk.
BS datang ke RSUD Embung Fatimah Batam pada 18 Agustus 2020 sehubungan ada keluhan sedikit demam selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab/PCR yang hasilnya diterima dan diketahui ertkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
13. IE
Perempuan (29), Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di
kawasan perumahan Sari Padjadjaran, Tembesi, Sagulung.
IE merupakan ibu hamil yang akan melahirkan selanjutnya dirujuk ke RSUD Embung Fatimah Batam pada 18 Agustus 2020 sehubungan dengan persiapan proses persalinanya maka dilakukan pemeriksaan swab/PCR yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan di ruang perawatan isolasi Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
14. YHG
Laki-laki (47), Wiraswasta, beralamat di kawasan perumahan Tiban Bukit Asri, Sekupang.
YHG dibawa ke IGD RSBP Batam pada 19 Agustus 2020 dalam kondisi Death On Arival (DOA) dimana sebelumnya memiliki riawayat demam untuk itu dilakukanlah pemeriksaan swab
hidung/nasal yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Selanjutnya penanganan pemulasaran jenazahnya telah dilakukan menurut Protokol Covid-19.
15. LLA
Perempuan (25), Swasta, beralamat di kawasan Perumahan The Central Sukajadi, Batam Kota.
LLA datang ke Klinik Medilab Batam pada 18 Agustus 2020 untuk melakukan pemeriksaan swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
16. SP
Laki-laki (37), Swasta, beralamat di kawasan Perumahan Taman Viktoria, Tanjung Riau, Sekupang.
SP datang ke Klinik Medilab Batam pada 19 Agustus 2020 untuk melakukan pemeriksaan swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
17. PO
Perempuan (22), Mahasiswa, beralamat di kawasan Perumahan Taman Kota Mas, Tanjung Uma, Lubuk Baja.
PO datang ke RS Awal Bros Batam pada 20 Agustus 2020 sehubungan merasa kontak dengan temannya yang terkonfirmasi positif guna melakukan pemeriksaan swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam persiapan evakuasi guna ditempatkan di ruang perawatan isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.(*/esa)
batampos.co.id – Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau Meri Isdianto mengajak baik Pemerintah maupun masyarakat untuk mendukung dan mendorong pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal seperti umbi-umbian, jagung, sagu dan lainnya untuk digunakan sebagai karbohidrat pengganti beras.
“Masyarakat harus diedukasi bahwa bahwa beras/nasi bukan satu-satunya sumber karbohidrat, karena masih banyak sumber pangan lokal seperti umbian, jagung, sagu dan lainnya yang nilai gizinya setara dengan beras. Hal ini untuk menekan konsumsi beras yang saat ini cukup mendominasi untuk kecukupan karbohidrat sehari-hari,” kata Meri saat meninjau Pameran UMKM Pangan Lokal 2020 di Aula Wan Sri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (19/8).
Meri menjelaskan bahwa di Kepulauan Riau ada banyak pangan lokal non-beras yang dapat dikembangkan dan didiversifikasi menjadi makanan pokok pengganti beras sehingga nantinya kita tidak akan bergantung pada pangan tertentu khususnya beras.
“Kita punya kearifan lokal untuk diangkat sebagai komoditas alternatif pengganti beras, misalnya sagu yang saat ini banyak kita temui di Kabupaten Lingga yang merupakan salah satu sagu dengan kulaitas terbaik di Indonesia. Ini harus kita manfaatkan secara optimal,” harapnya.
Pada peninjauan kali ini Meri mendapati bahwa banyak produk makanan yang memanfaatkan bahan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif konsumsi dengan kandungan yang kaya akan karbohidrat diantaranya laksa sagu, kue bangkit sagu, brownis sagu, bahkan ada juga hasil perkebunan seperti salak dan hasil produksi seperti minyak kelapa asli.
“Kita harus angkat dan bangkitkan lagi makanan lokal agar diketahui dan dapat dikonsumsi oleh semua masyarakat sehingga mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain juga. Misalnya saja tadi salak, tak perlu lagi kita beli dari Jogja karena di Kepri sudah ada. Minyak goreng bimoli tak perlu lagi beli keluar karena sudah ada minyak goreng lokal yang kualitasnya terjamin. Kedepan bagaimana kita harus mengemas ini sedemikian rupa agar lebih menarik,” harapnya.
Adapun Pameran UMKM Pangan Lokal 2020 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau ini diikuti oleh 53 UMKM dengan tema “Sehat dan Bahagia dengan Pangan Lokal”. Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mengurangi konsumsi masyarakat terhadap beras dengan menkonsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat lainnya.(*/uma)