batampos.co.id – ertambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia hampir sepekan selalu berada di angka 2 ribuan. Pada Minggu (16/8), kasus baru Covid-19 bertambah 2.081 orang. Kini sudah 139.549 orang positif terinfeksi Covid-19.
Kasus abru tersebut didapatkan dari jumlah spesimen harian yang diperiksa adalah sebanyak 25.414. Memang masih kurang dari spesimen harian yang ditargetkan Presiden Joko Widodo dalam sehari. Yakni 30 ribu tes spesimen. Sehingga, kini Indonesia sudah memeriksa total 1.888.215 spesimen.
Sementara itu, dari laman Covid19.go id, Minggu (16/8), sebaran kasus baru Covid-19 paling banyak masih terjadi di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 518 kasus. Lalu Jawa Timur 488 kasus. Jawa Tengah 168 kasus. Sulawesi Selatan 156 kasus. Dan Kalimantan Selatan 100 kasus.
Selain angka positif, pasien sembuh harian pun terus memberikan penambahan di atas 1.500 orang. Yakni bertambah 1.782 orang. Pasien sembuh harian terbanyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta yakni 654 pasien sembuh. Sehingga Sudah 93.103 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Bagaimana dengan angka kematian? Angka kematian bertambah 79 jiwa. Kasus kematian harian terbanyak terjadi di Provinsi Jawa Timur sebanyak 35 jiwa. Dan disusul Kalimantan Timur sebanyak 23 jiwa. Sehingga totalnya sudah 6.150 orang meninggal akibat Covid-19 di tanah air.
Hingga saat ini sudah 482 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 13 provinsi kurang dari 10 kasus. Dan 5 provinsi dengan nol kasus.(jpg)
batampos.co.id – Kasus kekerasan yang dilakukan sejumlah anggotanya terus mencoreng wajah Polri tiap tahun. Dari tahun ke tahun, lewat beragam bentuk.
Belum lama berselang, Hendri Alfreet Bakari alias Otong, seorang warga Batam, Kepulauan Riau, meninggal dan kepalanya dibungkus plastik. Otong tewas setelah ditangkap dalam kasus narkotika oleh Polres Balerang, Kepulauan Riau.
Terkait kekerasan itu, Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono angkat bicara. Menurut dia, kasus dugaan penganiayaan itu sedang ditangani Polda Kepulauan Riau. Posisinya masih menunggu hasil otopsi. ”Ditangani (Polda) Kepri ya,” katanya.
Pada 2018, masyarakat mengelus dada melihat video anggota polisi memukuli wanita di sebuah minimarket. Meski perempuan itu sudah meminta ampun, tendangan dari anggota tetap saja mendarat ke badannya.
Belakangan, barulah diketahui pelaku kekerasan itu adalah AKBP Yusuf yang merupakan pemilik minimarket. Dia berdinas di Ditpamobvit Polda Bangka Belitung. Dia akhirnya dicopot dari jabatannya dan dimutasi.
Lalu, pada awal 2019 muncul video kekerasan dari Polres Jayawijaya, Papua. Seorang tersangka yang sedang diinterogasi diikat tangannya ke belakang dan duduk di sebuah kursi. Lantas, seorang anggota polisi membawa ular dan menyodorkannya untuk menakut-nakuti. Ular itu juga dikalungkan ke leher tersangka.
Di pengujung 2019, kasus Lutfi yang membawa bendera dalam aksi demonstrasi menolak revisi KUHP menyedot perhatian. Dalam interogasi di Polres Jakarta Barat, Lutfi mengaku dipukuli dan disetrum.
Dugaan kekerasan oleh oknum personel Polri menjadi salah satu catatan KontraS. Setiap tahun banyak temuan yang mereka rangkum. Terakhir medio Juni 2019 sampai Mei 2020. Data yang diperoleh Jawa Pos (grup Batampos Online) menyebut ada 62 dugaan kekerasan. Sebagian besar kasus itu diduga melibatkan aparat kepolisian.
Kepala Divisi Pembelaan Hak Asasi Manusia KontraS Arif Nur Fikri menyampaikan, data tersebut masuk dalam laporan tahunan yang dibikin KontraS. Dari 62 dugaan kekerasan, 48 kasus disebut KontraS melibatkan oknum personel Polri. Sembilan kasus lain diduga melibatkan prajurit TNI dan lima kasus ditengarai menyeret sipir.
Dua bulan belakangan, dugaan kekerasan muncul di Sumatera. Yakni, kasus yang menimpa Sarpan di Deli Serdang, Sumatera Utara, serta Hendri Alfreet Bakari di Batam, Kepulauan Riau. Dua kasus itu tidak masuk dalam laporan tahunan yang dikeluarkan KontraS. Sebab, kasus tersebut terjadi pada Juli dan Agustus tahun ini.
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono tidak merespons telepon dan pesan singkat Jawa Pos yang mengonfirmasi soal budaya kekerasan di Polri.
Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat, rata-rata laporan dugaan kekerasan melibatkan personel Polri yang mereka terima sebanyak 20 kasus per tahun. ”Tindakan kekerasan oleh (oknum) anggota Polri di level lapangan itu lumayan banyak yang diadukan ke Komnas HAM,” kata Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin Al Rahab kepada Jawa Pos.
Menyikapi banyaknya aduan tersebut, Komnas HAM sudah memberikan masukan. Amiruddin menyatakan, masukan itu disampaikan setiap tahun. ”Itu selalu kami sampaikan kepada pimpinan Polri,” katanya.(*/jpg)
batampos.co.id – Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah memastikan bahwa semua yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT RI di Gedung Daerah dan Makam Pahlawan harus menjalani rapid test. Petugas akan siaga di dua lokasi tersebut untu melakukan rapid test peserta dan petugas yang belum dirapid. Ini semua demi ketenangan mereka yang terlibat dalam rangkaian peringatan.
“Kita buat seperti dilakukan di pusat, untuk penyelenggaraan HUT Kemerdekaan di Provinsi Kepri di Gedung Daerah, kita laksanakan sesuai protokol covid, di mulai petugas dan peserta kita lakukan cek rapid test dan minta surat rapid tes, pengecekan suhu, penyiapan cuci tangan, dan jaga jarak antar peserta,” kata Arif di Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu).
Arif yang sedang melihat gladi pelaksanaan di Gedung Daerah memastikan bahwa peserta Detik-detik Proklamasi sangat terbatas. Hanya beberapa yang diundang dan yang lainnya diundang untuk mengikuti rangkaian secara virtual.
Acara Detik-detik Proklamasi pun, kata Arif, dilakukan secara vidcom ke Istana Negara. Tujuannya, kata Arif, agar dalam pelaksanaan kegiatan semua kondisi sehat.
Arif pun menghimbau kepada seluruh masyarakat pada detik-detik proklamasi pukul pukul 10.17 WIB agar berhenti dan bersikap sempurna sejenak di mana saja. Hanya tiga menit sampai pukul 10.20 WIB.
“Kami minta kapal-kapal, mobil pemadam kebakaran, ambulance dan mobil lainnya, beduk, musalla masjid, kelenteng gereja dan agama lainnya agar membunyikan sirene. Mari kita laksanakan HUT Kemerdekaan RI ke 75 dengan hikmat, walaupun dalam kondisi sangat sangat terbatas,” kata Arif.
Masyarakat pun, kata Arif, bisa menyaksikan secara langsung rangkaian HUT Kemerdekaan di Gedung Daerah. Baik melalui televisi maupun streaming di sejumlah prangkat media sosial.(*/uma)
batampos.co.id – Satu lagi jang spektakuler digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam. Namanya Millenials Batik Batam 2K20.
Sesuai temanya, ajang yang dihelat di Dataran Engku Hamidah, Sabtu (15/8/2020) pukul 14.00 WIB ini, bertujuan mengenalkan batik Batam kepada anak muda. Sekaligus mematri kebanggaan mereka pada kerajinan daerah.
Ajang ini kian meriah dengan hadirnya bazar yang diikuti pembatik Batam. Kian lengkap lagi, ketika Walikota Batam Muhammad Rudi (HMR), Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin, hingga anggota DPRD Kota Batam Kamaluddin juga ikut menyaksikan.
“Anak-anak muda Batam harus bangga memakai Batik Batam,” ujar Ketua Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina dalam sambutannya.
Selanjutnya Marlin berkisah tentang pengalamannya membesarkan Dekranasda Kota Batam, khususnya kerajinan batik hingga mampu melahirkan banyak usaha kecil menengah (UKM) tangguh dibudang batik dan tenun.
Bahkan banyak diantara binaannya yang kini memiliki gerai atau workshop sendiri. “Saatnya identitas Batam dikenal luas melalui batik,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Kota Batam Hj Marlin Agustina (kanan) saat event Millenials Batik Batam 2K20, Sabtu (15/8)
Dalam catatan kami, selama kiprah Marlin di Dekranasda makin moncer ketika di awal 2019 dengan bendera Batik Batam, dia ciptakan batik motif ikan marlin.
Berkat Marlin, batik ini merambah ke luar Batam seperti di kota dan kabupaten dalam Provinsi Kepri, seperti Karimun, Tanjungpinang dan Bintan, juga ke provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, bahkan negeri jiran Johor, Malaysia.
Acara pengenalan atau road show batik asli Batam itu pun digelar dengan nama Batam Batik Fashion Week. Di sinilah Marlin adakalanya merangkap sebagai peraga busana. “Di masa pandemi ini, ekonomi kreatif terbukti bisa jadi jaring pengaman,” jelasnya
Untuk itu, dia mengajak anak muda Batam khususnya, berkiprah memajukan batik Batam sambil merancang usaha masa depan. Sebab prospeknya cerah. “Soal pelatihannya bisa dibantu Dekranasda dan Pemko Batam,” jelasnya.
Dalam even ini Marlin juga membagikan batik secara gratis kepada 25 milenial. Batik tersebut dia ambil langsung dari pembatik yang ikut bazar di stand Engku Hamidah. (*/uma)
batampos.co.id – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga (Unair), Purwati, menyebut obat Covid-19 yang berhasil ditemukan olehnya memiliki efektivitas tingkat kesembuhan yang tinggi. Pemberian obat dalam kurun waktu 1-3 hari, mampu membunuh virus setidaknya 90 persen.
“Efikasi obat tadi sudah kami paparkan. Untuk perbaikan klinis dalam 1 sampai 3 hari itu 90 persen,” kata Purwati di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8).
Data itu didapat melalui pemeriksaan PCR. Dalam sejumlah kondisi, efektivitas obat ini bahkan bisa mencapai 98,9 persen. Artinya virus yang berada di dalam tubuh, hampir seluruhnya bisa mati dalam waktu singkat.
Purwati menyampaikan, obat tersebut telah melalui uji klinis tahap 1, 2, dan 3. Untuk uji klinis tahap 4 dilakukan setelah obat dipasarkan secara masal. “Jadi untuk memperoleh izin edar itu jenisnya sampai 3,” jelasnya.
Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur telah menyelesaikan penelitian obat baru untuk penanganan pasien Covid-19. Hasil penelitian ini, disebut akan akan menjadi obat Covid-19 pertama didunia.
Penelitian ini dilakukan bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri. Obat ini hampir dipastikan akan menjadi obat pertama untuk penyakit Covid-19 di dunia.
“Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih dalam acara penyerahan hasil uji klinis fase 3 di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8).(jpg)
batampos.co.id – Ex Camp Vietnam yang berada di Desa Sijantung, Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menjadi bukti sejarah sisi kemanusian di Indonesia.
Lokasi itupun kini menjadi salah satu objek wisata andalan untuk mengaet wisatawan lokal maupun mancanegara saat berkunjung ke Kota Batam.
Kepala Museum Camp Vietnam, Zaid Adnan, menceritakan, lokasi tersebut diresmikan pada 1979.
Pembangunan camp tersebut lanjutnya didanai Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi yaitu United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden RI ke-2, Soeharto.
“Sebelum di sini (Galang,red) para pengungsi ditampung di camp yang berada di Natuna pada 22 Mei 1975,” jelasnya, Minggu (16/8/2020).
Ia menjelaskan, saat itu ada sekitar 75 warga Vietnam yang bersandar di Natuna. Berdasarkan keterangan para pengungsi, lanjutnya, mereka kabur dari negaranya karena telah terjadi perang saudara serta ingin mencari kehidupan baru.
Kata dia, para pengungsi itu mengarungi Laut Cina Selatan selama berbulan-bulan sebelum kapalnya bersandar di Natuna.
“Mereka dikenal sebagai manusia perahu,” jelasnya.
Kepala Museum di Ex Camp Vietnam, Zaid Adnan, menjelaskan kepada salah seorang pengunjung Eks Camp Vietnam, Fahril, terkait sejarah para pengungsi dari Vietnam atau yang dikenal dengan sebutan manusia perahu. Foto: Messa Haris/batampos.co.id
Kata dia, para pengungsi tersebut menjelaskan mereka lari hanya menggunakan perahu kayu berukuran 7×2 meter dan terombang-ambing di lautan lepas selama berbulan-bulan.
Bahkan kata dia, kerabat dari pengungsi tersebut meninggal dunia sebelum bersandar. Jasadnyapun langsung dibuang ke laut.
“Kata mereka ada ribuan kapal warga Vietnam tenggelam karena dihantam ombak tinggi,” tuturnya.
Menurutnya, pada tahun 1979 jumlah pengungsi Vietnam sudah mencapai 30 ribuan orang. Karena sudah sangat banyak akhirnya dibangunlah camp di Desa Sijantung, Galang, Kota Batam.
“Camp ini luasnya 80 hektar dan didalamnya saat itu seluruh fasilitas seperti pelabuhan, jalan, rumah pengungsi, rumah petugas, gedung olahraga, rumah ibadah, air, listrik disedikan dan sembakopun disuplai oleh PBB,” tuturnya.
Menurutnya pemilihan Galang sebagai camp kedua setelah di Natuna, karena lokasinya masih berupa pulau kosong dan hanya ada sedikit penduduk.
Selain itu lokasi Galang saat itu dinilai sangat strategis karena berada di antara dua negara tetangga, yaitu Singapura dan Malaysia.
“Pada 1980 camp ini langsung dibuka atas dasar kemanusiaan dan seluruh pengungsi Vietnam yang berada di Tanjung Pinang, Riau dan Natuna dibawa ke Pulau Galang,” paparnya.
Menurutnya di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan pengawasan ketat dari aparat keamanan. Bahkan di dalamnya terdapat penjara bagi pengungsi yang melakukan perbuatan kriminal.
Kata dia para pengungsi berada di camp tersebut kurang lebih 16 tahun. Terhitung dari 1 Januari 1980 hingga 3 September 1996. Total jumlahnya pengungsi saat itu sekitar 250 ribu orang.
Saat ini kata di banyak situs-situs yang masih dapat dilihat di Ex Camp Vietnam. Mulai dari rumah ibadah, gedung pertemuan hingga pemakaman.
“Ada sekitar 530-an lebih makam dan lokasi ini sekarang menjadi objek wisata kemanusian,” ujarnya.
Kata dia, saat berada di camp para pengungsi mendapatkan pelatihan. Seperti kursus bahasa Inggris, Jerman dan Prancis. Hal ini dilakukan agar bisa beradaptasi di negara ketiga.
Adnan mengatakan, para pengungsi yang sekarang sudah hidup di negara ketiga atau dikembalikan ke negeranya, juga kerap berkunjung ke lokasi tersebut untuk bernostalgia.(esa/adv)
batampos.co.id – Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa subsidi Rp 600 ribu kepada pegawai swasta akan diberikan pada bulan Agustus ini, sebagai hadiah kemerdekaan Republik Indonesia ke-75.
“Arahan Pak Erick (Menteri BUMN) ini harus diluncurkan pada Agustus sebagai hadiah dari pemerintah kepada masyarakat Indonesia,” ungkapnya dalam diskusi online FMB9, Sabtu (15/8/2020).
Adapun mekanisme penetapan yang mendapatkan bantuan adalah pegawai yang merupakan pengiur BPJS Tenaga Kerja.
Bantuan ini diberikan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat adanya pegawai yang bekerja, namun gajinya dipotong akibat perusahaan kesulitan di tengah pandemi ini.
“Ini yang diarahkan untuk dibantu, sudah diidentifikasi di BPJS, ada sekitar 15,725 juta yang terdaftar di perusahaan membayar iuran, baik itu pegawai non permanen atau outsource atau honorer, asalkan dia terdaftar dan membayar iuran BPJS agar bisa teridentifikasi,” tambahnya.
Nantinya, uang Rp 600 ribu itu akan diberikan kepada tiap peserta per bulan. Adapun, bantuan ini akan diberikan selama 4 bulan dengan pagu anggaran sebesar Rp 37,74 triliun.
“Ini dalam proses dan rencana akan diberikan 600 ribu per bulan, dua tahap dalam 4 bulan, mungkin di kuartal ketiga ini sekali, dikasih Rp 1,2 juta, kuartal 4 sekali dikasih Rp 1,2 juta,” terangnya.
Kemudian, untuk bantuan presiden produktif juga akan diberikan pada Agustus ini. Targetnya adalah 12 juta usaha mikro dengan anggaran sebesar Rp 22 triliun.
“Semoga ini bisa dipakai modal dasar usaha mereka, besarnya Rp 2,4 juta dan langsung dikasih, program ini juga sudah disusun dan disiapkan dan akan disalurkan segera setelah 17 Agustus,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Kabar baik disampaikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur. Unair telah menyelesaikan penelitian obat baru untuk penanganan pasien Covid-19.
Hasil penelitian itu, disebut akan akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia. Penelitian ini dilakukan bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri. Obat ini hampir dipastikan akan menjadi obat pertama untuk penyakit Covid-19 di dunia.
“Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih dalam acara penyerahan hasil uji klinis fase 3 di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).
Nasih menuturkan, obat baru ini merupakan hasil kombinasi dari 3 jenis obat. Di luar negeri 3 obat itu diberikan satu per satu kepada pasien. Kemudian 3 obat itu dikombinasikan oleh Unair menjadi 1 obat.
Hasilnya efektifitas obat lebih dari 90 persen. Selain itu dosis yang dihasilkan lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.
Meskipun hasil kombinasi, BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan pada obat baru.
“Setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya,” imbuhnya.
Nasih menuturkan, pembuatan obat Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti yang disyaratkan BPOM.
Saat ini obat tersebut hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM sebelum diproduksi masal.
“Yang perlu ditekankan adalah untuk produksi dan edarnya kita tetap masih menunggu izin produksi dan edar BPOM. Artinya obat ini belum akan diproduksi sepanjang belum ada izin BPOM,” pungkasnya.(jpg)
batampos.co.id – Dampak dari wabah Covid-19 yang sudah berlangsung kurang lebih enam bulan membuat pendapatan asli daerah (PAD) Batam menurun dan meleset dari target.
Dilansir dari Harian Batam Pos Dari Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang diajukan Pemko Batam untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2020, terjadi defisit mencapai Rp 495 miliar.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pada APBD murni 2020, penerimaan pendapatan semula ditargetkan Rp 3.013.894.580.542, lalu berubah menjadi Rp2.518.197.912.026. Angka defisit mencapai Rp 495.696.668.516.
Ia merinci, PAD Batam 2020 semula ditargetkan Rp 1,499 triliun, berubah menjadi Rp 1,006 triliun atau turun 32,91 persen.
Kemudian, dana perimbangan Batam tahun anggaran 2020 semula Rp 1,122 triliun, berubah menjadi Rp 1,096 triliun.
Kemudian, lain-lain pendapatan yang sah, semula Rp 337,1 miliar, berubah menjadi Rp 379,8 miliar, naik Rp 42,76 miliar atau 12,69 persen.
Kemudian, penerimaan daerah dari sisi pembiayaan pada tahun anggaran 2020, semula Rp 55 miliar, berubah menjadi Rp 35.380.532.738 atau turun 35,67 persen.
Sementara untuk belanja daerah, Rudi mengungkapkan, perubahan yang diajukan dalam rancangan perubahan KUA dan PPAS Tahun 2020, disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2020 tentang percepatan penanganan Covid-19 dan SKB Mendagri dengan Menkeu Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian APBD 2020 dalam rangka penanganan Covid-19 serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekono-
mian nasional.
Rencana belanja APBD Batam 2020 semula Rp 3.013.894.580.542, berubah menjadi Rp2.518.197.912.026. Belanja tidak langsung semula direncanakan Rp1.097.735.712.311 berubah menjadi Rp1.104.714.172.968 atau naik 0,64 persen.
Sementara belanja langsung, semula direncanakan Rp 1.916.158.868.230 berubah
menjadi Rp 1.413.483.739.057 atau turun 26,23 persen. Sementara untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan pada APBD Kota Batam Tahun 2020 semula Rp 55 miliar, berubah menjadi Rp 35.380.532.738 atau turun 35,67 persen.(jpg)
batampos.co.id – Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) semester pertama di Kota Batam naik dibanding realisasi PMDN di periode yang sama tahun 2019.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam,
Firmansyah, mengatakan, nilainya mencapai Rp 4,5 trilun.
“Di semester satu tahun lalu hanya Rp 2 triliun. Realisasi investasi yang paling besar terjadi di sektor pertambangan, nilainya mencapai Rp 2,5 triliun dengan jumlah lima proyek,” jelasnya dilansir dari Harian Batam Pos, Jumat (14/8/2020).
Kemudian lanjutnya, disusul investasi di bidang perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Nilainya mencapai Rp 1,7 triliun.
”Kalau di tahun lalu, realisasi industri itu (pertambangan serta perumahan, dan kawasan
industri, red) bukan di urutan teratas. Malah industri kimia dan farmasi yang besar di tahun lalu,” katanya.
Sementara di urutan selanjutnya adalah realisasi di bidang perdagangan dan reparasi
senilai Rp 96,3 miliar dengan 180 proyek.
Kemudian investasi bidang listrik, gas, dan air sebesar Rp 56,5 miliar dengan jumlah empat proyek.
Selanjutnya, ada industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain dengan nilai
investasi Rp 36,4 miliar dengan delapan proyek.
Klinik berusaha yang ada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam. Foto diambil beberapa waktu lalu. foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kemudian realisasi investasi di bidang hotel dan restoran Rp 16,1 miliar dengan 25 proyek. Selain itu, juga ada realisasi industri kimia dan farmasi Rp 3,9 miliar dengan 25 proyek.
Investasi di bidang transportasi gudang dan telekomunikasi Rp 2,5 miliar dengan 29 proyek. Sementara industri lainnya nilainya sebesar Rp 1,4 miliar.
”Ada beberapa investasi yang bernilai kecil lainnya, seperti dari bidang jasa, percetakan,
dan beberapa industri lainnya. Total proyek yang dilaporkan ke kita (DPM-PTSP Batam, red) semester ini adalah 419 proyek,” sebutnya.
Sementara itu, di semester 1 tahun lalu, jumlah proyek hanya 156 proyek dengan total
nilai realisasi investasi sebesar Rp 2 triliun.
Urutan lima teratas investasi di tahun lalu, yakni industri kimia dan farmasi enam proyek dengan nilai Rp 860 miliar.
Kemudian, realisasi investasi di bidang transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebanyak lima proyek dengan nilai investasi Rp 659 miliar.
Di urutan ketiga, investasi bidang industri mineral nonlogam sebanyak empat proyek dengan nilai Rp 154 miliar.
Kemudian ada industri bidang perdagangan dan reparasi dengan proyek sebanyak 53 unit dengan nilai investasi Rp 106 miliar.
Sedangkan di urutan kelima, bidang industri kendaraan bermotor dan alat trasnportasi lain dengan tujuh proyek. Nilai investasinya Rp 91 miliar.
Firmansyah mengatakan, data realisasi investasi ini didapatkan dari kepatuhan pelaporan investasi dari para pemilik modal. Dimana banyak pemilik modal yang sudah ada melakukan pengembangan usaha.
”Jadi, ini dari pelaporan yang ada di Batam. Kepatuhan merekalah yang menentukan nilai PMDN ini. Misalnya ada pengembangan usaha Rp 100 juta tetap harus dilaporkan,” katanya.
Pelaporan investasi ini juga berkat pengawasan yang terus menerus dilakukan DPM-PTSP Batam. Termasuk pendampingan dalam hal investasi.
”Kita rutin melakukan pengawasan dan pendampingan. Kalau di semester depan, kita mungkin akan melihat perubahan karena pandemi Covid-19 yang terjadi,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi, Pemko Batam terus menggenjot investasi di Batam.
Salah satunya adalah pemangkasan dan kemudahan perizinan dan birokrasi.
”Dalam berusaha dan berinvestasi, birokrasi hal yang mutlak. Kemudahan berinvestasi harus diciptakan. Jangan ada perizinan yang sulit. Apalagi masalah investasi. Investasi semakin banyak, maka ekonomi akan tumbuh,” tuturnya.
Menurut Harmidi, selama ini banyak warga yang meminta kemudahan dalam perizinan. Apalagi dengan adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam, maka seharusnya keluhan masyarakat akan teratasi.
”Tugas kita bersama bagaimana meningkatkan investasi di Batam untuk perekonomian yang lebih baik,” imbuhnya.(jpg)