Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 9889

Isdianto Tekankan Netralitas ASN

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Isdianto memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Tim pemantau Pilkada Kepri 2020 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (19/9) siang.

Tim Pemantau Pilkada Kepri 2020 sendiri dibentuk untuk memantau atau memonitoring jalannya pelaksanaan Pilkada di seluruh Provinsi Kepri, dari awal prosesi hingga pencoblosan. Tugas utamanya adalah menjaga stabilitas politik di Kepri, seperti menyangkut keamanan dan ketertiban. Selain itu, tim ini juga diminta ikut serta dalam mengingatkan masyakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi covid-19.

“Melalui tim yang kita bentuk ini diharapkan bisa senantiasa berkoordibasi dalam mencari solusi untuk setiap permasalahan pilkada yang kita temui,” kata Isdianto.

Isdianto juga berharap agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kepri bisa menjalankan fungsi dan kewenangannya dengan baik selaku penyelenggara pilkada.

“Pesan saya agar KPU dan Bawaslu bisa bekerja dengan baik dan netral tentunya, menjalankan fungsi dan kewenangannya dengan penuh pengabdian, tanggungjawab, loyalitas, dedikasi dan kredibilitas,” tegas Isdianto.

Gubernur Kepri Isdianto memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan Tim pemantau Pilkada Kepri 2020 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (19/9) siang. (foto:humaspemprov)

Disamping itu, kepada para ASN, TNI serta Polri diminta untuk selalu menjaga netralitas. Karena sejatinya ASN, TNI dan Polri adalah abdi negara yang harus loyal terhadap negara.

“Pesan saya agar ASN untuk netral selama pilkada. Karena kita semua ingin pilkada ini berjalam sukses, tanpa konfik dan selalu kondusif. Mari kita jaga negeri kita ini bersama-sama,” katanya.

Adapun menyangkut partisipasi masyarakat dalam memilih. Isdianto menargetkan minimal 70 persen. “Kita tahu, pandemi covid-19 ini adalah salah satu kendala kita bersama. Namun disisi lain, kita ingin semua kegiatan berjalan lancar dan sukses. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama mencari solusi agar semua kegiatan berjalan dengan baik, lancar dan sukses,” kata Isdianto.

Sebagaimana dilaporkan oleh Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah bahwa tim pemantau pilkada dibentuk untuk melakukan monitoring pelaksanan Pilkada 2020 diseluruh Kepri.

Adapun menyangkut pembiayaan, dana pilkada untuk seluruh Provinsi Kepri tahun 2020 adalah sebesar Rp324 miliar. Dengan rincian biaya untuk Provinsi Kepri sebesar Rp166 miliar, Kabupaten Bintan Rp22 miliar, Karimun Rp31 miliar, Lingga Rp15 miliar, Natuna Rp28 miliar, Anambas Rp23 miliar dan Batam Rp41 miliar.

Dalam kesempatan ini ketua KPU Kepri Sriwati juga berkesempatan mensosialisasikan PKPU nomor 6 tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Peraturan Bawaslu nomor 4 tahun 2020 oleh ketua Bawaslu Kepri M Syahri Papene.

Hadir dalam kesempatan ini ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Danrem 033 Wirapratama Brigjen TNI Harnoto, Danlantamal IV Laksma TNI Indarto Budiarto , Kajati Kepri Sudarwidadi, Sekdaprov TS Arif FDillah, Plt. Walikota Tanjungpinang Rahma, Wakil Bupati Natuna Ngesti Sri Rahayu. Juga beberapa perwakilan instani dan kabupaten kota. (*/uma)

Pengakhiran Konsesi Harus Profesional, Berikan Jaminan Keamanan Bagi Investor

0

batampos.co.id – Pengakhiran Konsesi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kota Batam antara PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan BP Batam hendaknya dilakukan secara profesional. BP Batam harus memberikan jaminan keamanan kepada ATB sebagai investor di Batam.

“Kami berusaha untuk selalu menjunjung profesionalisme. Kami berharap BP Batam juga melakukan hal yang sama. Hormati hak dan kewajiban masing-masing pihak,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di kantor BP Batam pada 14 September 2020,  Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menegaskan akan menggandeng aparat penegak hukum untuk menghadapi ATB jika mengambil langkah hukum serah terima aset pengelolaan SPAM di Batam. Pernyataan itu muncul di sejumlah media massa yang ada di Batam

ATB percaya aparat penegak hukum adalah lembaga profesional yang melihat duduk perkara secara objektif. Polri misalnya, telah menerapkan program Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter).

Aparat penegak hukum juga merupakan garda terdepan yang dipercaya pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum dan rasa aman bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

ATB adalah investor yang telah 25 tahun melayani kebutuhan air bersih di Batam. Hendaknya pengakhiran konsesi dilakukan profesional dan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investasi. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Kami percaya Aparat penegak hukum adalah lembaga yang profesional yang memberikan perlindungan kepada investor. Mereka tidak akan melakukan intimidasi apalagi melakukan tindakan yang tidak sesuai hokum,” jelasnya.

ATB merupakan investor yang dipercaya mengelola air bersih di pulau Batam sejak tahun 1995. Perusahaan ini merupakan bagian dari PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) yang adalah perusahaan lokal, dan Sembawang Corporation (Sembcorp), salah satu perusahaan raksasa yang berbasis di Singapura.

Sebagai investor, Negara memberikan jaminan atas kepastian hukum, kenyamanan dan keamanan dalam berinvestasi. Jaminan ini dituangkan dalam UU No 25 tahun 2007 Tentang Penanam Modal.

Dalam pasal 4 ayat 2 disebutkan, pemerintah menjamin kepastian hukum, kepastian berusaha, dan keamanan berusaha bagi penanam modal sejak proses pengurusan perizinan sampai dengan berakhirnya kegiatan penanaman modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Lebih jauh, dalam pasal 14 ditegaskan lagi bahwa penanam modal berhak mendapat kepastian hak, hukum dan perlindungan. Bukan intimidasi,” ulasnya.

Maria meminta agar BP Batam memperhatikan norma dan regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam hal pengakhiran konsesi.

BP Batam harus mengingat, bahwa kepastian hukum dan kenyamanan merupakan modal kunci untuk mendukung iklim investasi yang kondusif.

“Batam adalah tujuan investasi. Maka mendukung iklim investasi yang kondusif adalah kewajiban kita semua, termasuk BP Batam yang merupakan punggawa yang dipercaya pemerintah pusat. Jangan beri preseden buruk bagi investasi Batam,” tuturnya.(*)

Silahturahmi batampos.co.id Bersama Manajemen Grands i Hotel Batam

0

batampos.co.id – Agenda ramah tamah batampos online yaitu batampos.co.id, terus berjalan dengan para mitra kerjanya.

Kali ini silahturahmi dilaksanakan ke grands i hotel Kota Batam yang berada di Jalan Teuku Umar, Bukit Nagoya.

Dalam kunjungan kali ini tim batampos online diterima langsung oleh General Manager (GM) Grands i Hotel, Anggelynne Lee.

“Saat ini memang semuanya sudah beralih ke digital,” ujarnya.

Anggelyne bahkan tertarik dengan konsep-konsep yang ditawarkan batampos online agar dapat lebih mempromosikan Grands i Hotel ke masyarakat luas.

Redaktur Pelaksana batampos.co.id, Ahmadi Sultan (kiri) memberikan piagam penghargaan kepada General Manager (GM) Grands i Hotel, Anggelynne Lee. Foto; Nava untuk batampos.co.id

“Kami ingin mendapatkan penawaran yang spesial dari batampos.co.id,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Redaktur Pelaksana (Relpel) batampos.co.id, Ahmadi Sultan, menjelaskan, keunggulan yang dimiliki batampos online.

batampos.co.id memiliki media sosial seperti twitter, instagram, youtube dan fanspage dengan jumlah pengikut yang sangat banyak dan langsung terintegrasi dengan website kita,” jelasnya.

Ahmadi mengatakan, batampos online tidak hanya dikonsumsi pembaca di Kota Batam saja, tapi daerah lainnya di Provinsi Kepri.

General Manager (GM) Grands i Hotel, Anggelynne Lee (keempat dari kanan) berfoto bersama dengan tim batampos.co.id. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Bahkan lanjutnya batampos.co.id menjadi salah satu media online terpopuler di 34 provinsi di Indonesia.

“Di nasional kita (batampos.co.id) sudah dikenal,” paparnya.(nto)

Rekor Terbaru, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 4.176 Kasus

0

batampos.co.id – Angka Covid-19 harian secara nasional bertambah 4.176 kasus. Kini sudah 248.852 orang terinfeksi Covid-19 di tanah air pada Senin (21/9). Angka ini adalah kasus yang tertinggi secara nasional dalam 3 pekan terakhir. Paling tinggi di atas 4 ribu sempat terjadi pada Sabtu (19/9). Yaitu 4.168 kasus harian positif.

Indonesia pernah mencatat rekor baru yakni 3.963 pada 16 September. Lalu Kamis (10/9) yakni sebanyak 3.861 kasus baru. Indonesia juga pernah mencapai kasus tertinggi pada 3 September sebanyak 3.622 kasus.

Sepertiga atau 1.352 kasus harian disumbang DKI Jakarta. Selain Jakarta, kasus tertinggi terjadi di Jawa Barat yakni 680 kasus. Jawa Timur 368 kasus. Jawa Tengah 238 kasus. Dan Sumatera Barat 181 kasus.

Jumlah pertambahan Covid-19 harian diperiksa dari 27.525 spesimen. Ada 108.880 pasien berstatus suspek.

Sementara itu, angka kematian bertambah 124 jiwa. Kini sudah 9.677 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Paling banyak kasus kematian terjadi di DKI Jakarta yakni 29 jiwa.

Sedangkan, angka kesembuhan bertambah 3.470 orang dalam sehari. Paling banyak pasien sembuh di Jakarta yakni 1.299 kasus. Sehingga, totalnya sudah 180.797 orang sembuh dari Covid-19.

Kabupaten kota yang terdampak Covid-19 semakin luas yakni bertambah 1 lagi. Kini sudah 494 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 9 provinsi dengan kasus di bawah 10. Dan hanya 3 provinsi dengan nol kasus.(jpg)

Kini di SMKN I Batam Ada Kelas Telkom

0

batampos.co.id – Kelas industri di SMKN I Batam bertambah setelah Kelas Industri Telkom yang didukung oleh Telkom Indonesia dibuka. Sebelumnya, sekolah yang dikepalai Lea Lindrawijaya ini sudah memiliki tiga kelas industri lain, yakni TDK, Schneider, dan Axioo.

Kelas Telkom ini merupakan pengganti kelas Axioo yang sudah tidak menerima siswa lagi. Namun Kelas Axioo sendiri masih bertahan hingga saat ini sebab siswa yang sudah duluan mendaftar, belum semuanya tamat. Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang baru saja dilewati, kelas Axioo sudah tidak dibuka dan diganti dengan kelas Telkom ini.

Sebagai seremonial pembukaan kelas Telkom ini, jajaran petinggi Telkom wilayah Riau Kepulauan dan SMKN I Batam, menggelar acara peresmian Lab kelas Telkom dan penandatangan MoU di aula SMKN I Batam, Kamis (17/9) pagi.

Seremonial ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, M. Dali. Kepala SMKN I Batam, Lea Lindrawijaya, menyambut baik dukungan dari pihak Telkom Indonesia tersebut. Kerja sama ini murni untuk kemajuan dunia pendidikan di Kepri khususnya di SMKN I dalam hal memberikan kompetensi kepada siswa bagian informasi.

”Untuk kelas Telkom ini masuk jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan). Sebelumnya memang ada kelas Axioo tapi karena satu dan lain hal maka diganti dengan kelas Telkom ini,” ujar Lea.

GM PT Telkom Wilayah Riau Kepulauan, Munnawir, mengatakan pembukaan kelas Telkom pertama di Kepri ini merupakan bentuk dukungan dari PT Telkom sebagai perusahaan BUMN untuk memajukan dunia pendidikan di Kepri. Dukungan ini tidak sebatas membuka kelas saja, tapi juga perlengkapan belajar, modul hingga sertifikasi tenaga pengajar yang akan mengajar di kelas Telkom tersebut.

”Dukungan penuh yang kami berikan. Nanti pun kalau ada tamatan dari sini yang berkompeten, akan kita rekrut langsung. Semua tamatan dari kelas Telkom ini akan disertifikasi untuk kompetensi yang dimiliki,” kata Munnawir.

Kadisdik Kepri, M Dali, dalam arahannya berharap agar kerja sama antara SMKN I dan pihak PT Telkom tetap berjalan dengan baik kedepannya, sehingga makin banyak program untuk meningkatkan kompetensi siswa SMKN I.

”Kita tahu bahwa data dari BPS sering menyebutkan angka pengangguran terbanyak disumbangkan oleh tamatan SMK. Ini yang harus kita benahi bersama. Sebenarnya bukan karena tak punya kemampuan, tapi lowongan kerjanya yang susah,” katanya.

Kompetensi untuk SMK, sambung dia, dinilai sudah sangat baik dan akan terus dibenahi ke depannya. ”Saya bersyukur karena Telkom bisa turut ambil andil untuk masalah ini sehingga ke depannya tamatan SMK bisa bersaing di dunia kerja,” ujar Dali.(*/jpg)

Ini Juknis Dapatkan Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im mengatakan bahwa petunjuk teknis (juknis) ini menjadi pedoman dalam penyaluran bantuan kuota data internet bagi pendidik dan peserta didik sehingga dapat mendukung penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Bantuan kuota data internet diberikan kepada siswa, mahasiswa, pendidik dan guru, serta dosen,” terang dia dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Diterangkan dalam petunjuk teknis tersebut bahwa bentuk bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa kuota data internet dengan rincian dibagi atas kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum dimaksud adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi dan Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, dengan daftar yang tercantum pada http://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.

Paket kuota internet untuk peserta didik PAUD mendapatkan 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB.

Sementara itu, paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen mendapatkan 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Penyaluran kuota data internet dilakukan selama empat bulan dari September sampai dengan Desember 2020 dengan jadwal sebagai berikut:

A. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama:
1. Tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020.
2. Tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

B. Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua:
1. Tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020.
2. Tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020.

C. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan:
1. Tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020.
2. Tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020.

Untuk dapat menerima bantuan kuota internet, satuan pendidikan dan lembaga penyelenggara pendidikan PAUD serta jenjang pendidikan dasar dan menengah harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Setelah itu, operator satuan pendidikan memastikan diri sudah terdaftar di Jaringan Pengelola Data Pendidikan dan Kebudayaan (http://sdm.data.kemdikbud.go.id), dan meng-input data nomor ponsel pendidik dan peserta didik di aplikasi Dapodik.

Sedangkan di jenjang pendidikan tinggi, perguruan tinggi wajib terdaftar di aplikasi PDDikti (https://pddikti.kemdikbud.go.id), dan pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel mahasiswa dan dosen ke aplikasi PDDikti.

“Setelah itu, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud mengumpulkan data nomor ponsel pendidik dan peserta didik dari aplikasi Dapodik dan PDDikti,” jelasnya.

Operator seluler akan bekerja bersama Pusat Data dan Teknologi Informasi untuk mengecek apakah nomor-nomor ponsel tersebut statusnya aktif. Pemimpin dan operator satuan pendidikan dapat melihat hasil pengecekan operator seluler pada laman verifikasi validasi (http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id) dan PDDikti.

“Sebagai salah satu mekanisme untuk memastikan kebenaran data, pemimpin satuan pendidikan perlu menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput,” tutur Ainun.

Untuk PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah, pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman verifikasi validasi (http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id).

Sedangkan untuk jenjang pendidikan tinggi, pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman kuota dikti (http://kuotadikti.kemdikbud.go.id). Operator seluler akan mengirimkan bantuan kuota data internet kepada nomor ponsel yang aktif dan telah dipertanggungjawabkan dalam SPTJM sesuai jadwal penyaluran.

Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua memiliki masa berlaku masing-masing 30 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Sedangkan bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim secara bersamaan di bulan November akan berlaku selama 75 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik. Setiap penerima bantuan hanya dapat menerima bantuan kuota data internet untuk 1 (satu) nomor ponsel setiap bulannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan memantau pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet. Apabila terdapat indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Kemendikbud,” pesan Ainun.(jpg)

Vaksin Covid-19 dari UEA Didistribusikan Desember

0

batampos.co.id – Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Prioritas utama adalah tenaga kesehatan dan petugas-petugas yang berurusan langsung dengan pasien. ”Sudah dapat 20 juta. Tapi, kita ingin tambah 10 juta. Jadi 30 juta, maka akan cukup,” kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada pertemuan virtual.

Jika Januari 2021 bisa dilakukan injeksi vaksin, kata Luhut, Covid-19 di Indonesia akan bisa dikendalikan. ”Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Untuk awal (kita berikan, Red) ke Jawa dan Bali karena penularan Covid-19 tertinggi,” jelasnya.

Indonesia saat ini mengikuti aliansi global untuk vaksin dan imunisasi (GAVI) sehingga akan memperoleh akses vaksin 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta dosis. Selain itu, Indonesia telah mengamankan 390 juta dosis vaksin dari kerja sama dengan Tiongkok.

Tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN juga sedang mematangkan kerja sama pengadaan vaksin dengan Korea Selatan dan Australia.

Sementara itu, pasien Covid-19 terus berdatangan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Data terakhir dari Satgas Penanganan Covid-19, tower 5 telah terisi lebih dari 90 persen dari total kapasitas atau 1.442 pasien. Sebagian besar merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Kapasitas maksimal tower 5 adalah 1.570 tempat tidur. Dengan demikian, saat ini keterisian tower 5 telah mencapai 91,84 persen. Upaya perbaikan untuk tower 4 terus dikebut. Satgas mematok target tower 4 bisa dioperasikan pekan depan.

Upaya menekan jumlah kasus Covid-19 juga belum linier dengan testing dan tracing. Ketersediaan alat tes PCR di daerah belum memadai.

Hal itu terungkap dari hasil kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Muhadjir mengecek ketersedian fasilitas penanganan Covid-19 seperti mesin polymerase chain reaction (PCR) dan laboratorium uji spesimen PCR.

Baca juga: Patahkan Harapan, WHO: Tak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Akan Ditemukan

’’Salah satu fasilitas yang harus dipenuhi RS rujukan adalah laboratorium PCR untuk menguji spesimen dari penderita Covid-19,’’ ujar Muhadjir dalam keterangannya kemarin.

Muhadjir mendapatkan laporan bahwa ketersediaan alat tes PCR dan perangkat tes sekali pakai yang dikirimkan pusat belum cukup memadai. Kondisi itu kemudian disiasati daerah dengan melakukan pengadaan sendiri. ’’Menurut saya suatu terobosan. Saya kira daerah harus berinisiatif kalau memang fasilitas yang turun dari pemerintah pusat belum memadai,’’ ungkap mantan Mendikbud tersebut.

Dia menjanjikan, laporan soal kekurangan alat-alat pendukung penanganan Covid-19 itu dibawa ke Jakarta. Kondisi tersebut bakal jadi bahan masukan bagi pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19.(jpg)

Ibu-ibu, Harga Sayur Lagi Naik Lho

0

batampos.co.id – Harga sejumlah komoditi pangan di Kota Batam mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, terutama sayur-sayuran.

Pedagang sayur mayur di Pasar Center Park, Agus, mengatakan, kenaikan disebabkan faktor cuaca.

Kenaikan harga terjadi pada sayur kacang panjang, bayam putih, sawi hijau dan kangkung.

“Beberapa minggu lalu harganya hanya Rp 8 ribu sampai 12 ribu/kilo,” jelasnya, Senin (21/9/2020).

Harga sejumlah komoditi pangan di Kota Batam mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, terutama sayur-sayuran. foto; Dhiyanto/batampos.co.id

Kenaikan lanjutnya terjadi tidak hanya di pasar Center Park tapi menyeluruh di pasar-pasar yang ada di Kota Batam.

“Iya dari pasokan pasar induk harganya sudah naik. Kita pun sebagai penjual jadi ikut naik. Tetapi masih dibilang tidak terlalu mahal kalilah,” ujarnya.

Berikur daftar harga satur-mayur di pasar Center Park, Batam Center: 

Kacang panjang Rp 12 ribu/kilogram
Bayam Putih Rp 19 ribu/kilogram
Bayam hijau Rp 19 ribu/kilogram
Sawi hijau Rp 14 ribu/kilogram.(nto)

Terungkap, 85 Persen Orang Pakai Masker Bisa Kendalikan Covid-19

0

batampos.co.id – Tingkat kepatuhan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan rajin mencuci tangan harus semakin digenjot. Sebab, meski hanya sesederhanya memakai masker dan mencuci tangan, ternyata lebih efektif mengendalikan penularan Covid-19 dibandingkan harus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown. Syaratnya, semua orang harus kompak melakukannya.

Epidemiolog Universitas Indonesia dr. Iwan Ariawan, MS, menjelaskan, perilaku yang sederhana seperti cuci tangan, pakai masker, serta jaga jarak memiliki efek untuk menurunkan risiko penyakit Covid-19 sangat besar. Dia menyebut, cuci tangan turunkan risiko 35 persen penularan.

Kemudian memakai masker juga bisa mencegah penularan. Masker kain efektivitasnya lebih dari 50 persen. Masker bedah lebih tinggi. Apalagi ditambah dengan jaga jarak.

“Cuma pakai masker misalnya. Pakai masker itu paling mudah kan. Kalau dari perhitungan epidemiologi, kalau kita mau hentikan penularan antar orang, itu harus 75 persen orang harus pakai masker. Maka epidemi mulai terkendali,” kata dr. Iwan dalam Webinar Nasional Seri 2 KSDI Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi, Minggu (20/9).

Lalu, lanjutnya, jika epideminya mau tetap terkendali maka 85 persen orang tetap harus pakai masker. Semua itu terukur dalam survei.

“Kami pernah ukur ada dari survei pengakuan. Kalau kita lihat pengamatan sehari-hari, kenapa sih kita masih enggak turun-turun (penularannya)? ini adalah gambaran pakai masker kita seperti ini (gambar turun ke dagu). Jadi pakai masker hanya berhasil kalau pakai masker dengan benar,” tegasnya.

“Pengakuan saat survei, hasilnya 80-85 persen,” jelasnya.

Maka kesimpulannya, jika dianalisa dari sisi ekonomi, jika ingin lockdown dilonggarkan maka satu-satunya cara penting tapi simple adalah memakai masker dalam skala besar. Cara ini akan lebih menguntungkan daripada harus lockdown.(jpg)

Tiga Pimpinan KPU Positif Covid-19, Desakan Tunda Pilkada 2020 Makin Ramai

0

batampos.co.id – Tiga pimpinan KPU terpapar Covid-19 dalam waktu yang berdekatan. Dimulai dari Evi Novida Ginting Manik (9/9), Arief Budiman (17/9), dan Sabtu lalu (19/9) Pramono Ubaid Tanthowi menyusul dinyatakan terkonfirmasi positif korona.

Daftar kasus positif Covid-19 tersebut bertambah panjang jika ditambah dengan penyelenggara pemilu di daerah. Laporan terbaru menyebutkan kasus positif di Sulawesi Selatan. Sementara itu, dari jajaran pengawas pemilu, pimpinan Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo lebih dulu terpapar virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia Anwar Razak menyatakan, potensi tertular virus SARS-CoV-2 tidak hanya dialami jajaran penyelenggara. Banyak juga kontestan yang positif Covid-19. Data KPU mencatat, ada 60 bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19. Kemudian, Bawaslu juga menyebutkan, 96 pengawas pemilu di Boyolali, Jawa Tengah, terinfeksi Covid-19.

Dengan fakta tersebut, Anwar menilai pelaksanaan pilkada serentak 2020 berisiko menciptakan klaster persebaran baru. ”Klaster ini akan sangat berbahaya menjadi sumber persebaran ke masyarakat di saat proteksi terhadap penyelenggara dan masyarakat oleh pemerintah juga sangat lemah,” ujarnya Minggu (20/9).

Karena itu, pihaknya mendorong pelaksanaan pilkada di tengah pandemi dikaji ulang. ”Perlu mempertimbangkan penundaan pilkada,” imbuhnya.

Opsi penundaan pilkada, kata dia, dimungkinkan dalam regulasi. Dalam pasal 120 UU Nomor 6 Tahun 2020 dibuka opsi penundaan jika kondisi tidak memungkinkan.

Hal senada disuarakan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Terpaparnya para pimpinan KPU tersebut menunjukkan tanda bahaya. ”Kami mendesak KPU, pemerintah, dan DPR untuk mempertimbangkan pilihan menunda tahapan pelaksanaan pilkada,” tegas Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati.

Selama penundaan, lanjut Ninis, sapaan karibnya, KPU, DPR, dan pemerintah bisa berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk melihat risiko penularan dan update penanganan Covid-19 di 270 daerah pilkada. Dari situ, dapat dibuat indikator yang terukur mengenai kesiapan daerah. Mana yang siap dan mana yang tidak. ”Perlu menunda pelaksanaan pilkada sampai adanya indikator yang terukur dan akurat di mana penularan Covid-19 dapat dikendalikan,” imbuhnya.

Selain itu, para stakeholder bisa memperbaiki sejumlah regulasi agar sesuai dengan kebutuhan. Ninis mengingatkan, keselamatan rakyat harus menjadi pertimbangan utama.

Usul serupa datang dari organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Setelah mencermati perkembangan terkini, Ketua Umum PB NU Said Aqil Siroj menyatakan, NU meminta KPU dan DPR menunda pelaksanaan tahapan pilkada serentak 2020. ”Hingga tahap darurat kesehatan terlewati,” katanya.

Meski menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan pilkada sulit menghindari konsentrasi orang dalam jumlah banyak di seluruh tahapan. Sebagaimana lazimnya perhelatan politik, momen pesta demokrasi selalu identik dengan mobilisasi massa. Hal itu rawan menjadi klaster penularan. Buktinya, sejumlah penyelenggara pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah, terkena Covid-19. ”Para calon kontestan pilkada di beberapa daerah juga positif terjangkit Covid-19,” terangnya.

Lantaran penularan Covid-19 mencapai tingkat darurat, prioritas utama kebijakan negara dan pemerintah harus difokuskan untuk mengentaskan krisis kesehatan. Selain penundaan pilkada, kata Said, pihaknya meminta dilakukan realokasi anggaran pilkada untuk penanganan krisis kesehatan dan penguatan jaring pengaman sosial.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas juga meminta pelaksanaan pilkada Desember mendatang dipertimbangkan lagi. Menurut dia, dalam ajaran agama, meninggalkan kemafsadatan atau akibat buruk harus didahulukan ketimbang mengambil kemaslahatan atau dampak baik. ”Pilkada serentak tentu dimaksudkan akan membawa kemaslahatan kepada kehidupan politik dan demokrasi negeri ini,” katanya.

Tetapi, lanjut dia, negeri ini sedang dilanda wabah Covid-19. Dalam kondisi tersebut, pelaksanaan pilkada cukup mengkhawatirkan, baik saat masa kampanye maupun penghitungan suara nanti. Pelaksanaan pilkada berpotensi berdampak besar terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat.

Dari Senayan, usul penundaan datang dari DPD. Ketua Komite I DPD Fachrul Razi meyakini Indonesia masih berada di status siaga Covid-19 dengan jumlah kasus yang terus meningkat pesat. ”Bila keramaian terjadi, apalagi akhir-akhir ini kita melihat pendaftaran calon kepala daerah di KPU, hampir tidak bisa diawasi dan dikontrol,” jelas Fachrul kemarin.

Sebagai ketua komite I, dia bahkan dengan tegas meminta pilkada serentak ditunda secara keseluruhan. Secara terbuka, dia meminta kepada pemerintah, khususnya presiden, untuk mengkaji ulang pelaksanaan pilkada.

Menurut Fachrul, lebih penting menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari pandemi ketimbang menggelar pesta demokrasi saat ini. ”Saat ini nyawa lebih utama. Kekuasaan politik masih bisa kita pikirkan di masa depan,” lanjutnya.

Fachrul menegaskan bahwa hanya diperlukan satu solusi. Yakni, menunda pilkada sebagaimana diatur dalam pasal 112a Undang-Undang 6/2020. Jika pilkada tetap dilaksanakan, justru hasilnya tidak akan maksimal. Klaster-klaster baru juga dikhawatirkan makin menjamur. ”Para elite penyelenggara satu per satu mulai kena Covid-19, bahkan banyak juga calon kepala daerah yang kena. Bagaimana pilkada terus dilaksanakan?” cetusnya.(jpg)