Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9919

Tak Cuti sebagai Kepala BP Batam, Rudi Diminta Profesional

0

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar, angkat bicara tentang tidak cutinya Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi yang ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batam.

Menurutnya, jabatan ex officio tersebut adalah jabatan melekat. “Keputusan tentang dijadikannya wali kota Batam sebagai ex officio Kepala BP Batam diatur Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 tentang perubahan kedua PP Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam,” ujar Taba Iskandar, Minggu (27/9) di Tanjungpinang.

Pria yang pernah menjadi Anggota Tim Teknis BP Batam tersebut menegaskan, di dalam PP Nomor 62 tersebut, ada beberapa pasal tentang kondisi tertentu. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, ikutnya wali kota Batam tersebut adalah masuk dalam ketegori berhalangan. Karena sibuk dalam melakukan kampanye.

Dijelaskannya, dalam hal wali kota Batam tidak memenuhi syarat tersebut, tugas dan wewenang kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dilaksanakan oleh wakil kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Pelaksanaan tugas dan wewenang Kepala BP Kawasan Batam sebagaimana dimaksud tersebut mengacu pada pedoman penanganan benturan kepentingan antara tugas dan wewenang sebagai kepala Badan Pengusahaan Kawasan Batam dan sebagai wali kota Batam.

“Keikutsertaan pada kontestasi politik seperti Pilkada tentu rawan terjadinya benturan kepentingan. Maka dari itu, karena jabatan tersebut melekat sebagai ex officio, tentu wajib cuti dan tugasnya diserahkan kepada wakil kepala BP Batam,” tegas Taba Iskandar.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, sebelumnya ia telah mengajukan cuti sebagai kepala BP Batam karena akan mengikuti Pilkada. Namun, aturan KPU RI tidak mengatur terkait hal itu. ”Tetap diperbolehkan bertugas, jadi tidak ada masalah” ujar Rudi.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Batam, Herigen, menyampaikan, pihaknya telah menerima balasan dari KPU RI mengenai pengajuan cuti kepala BP Batam. Setelah ditelaah di pusat, BP Batam tidak termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Tetapi BP Batam merupakan Badan Layanan Umum,” kata dia. (*/jpg)

Bank Dunia Sebut 92 Persen Negara Bisa Resesi, Termasuk Indonesia

0

batampos.co.id – Resesi tidak terelakkan. Bank Dunia alias World Bank menyatakan bahwa 92 persen negara di dunia akan jatuh ke jurang resesi. Salah satunya Indonesia.

“Untuk 2020, Bank Dunia sudah menghitung. Lebih dari 92 negara akan krisis, negatif pertumbuhannya,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu Jumat (25/9). Penyebab kondisi itu tentu saja pandemi Covid-19.

“Jadi, di antara itu semua, Indonesia termasuk relatif mild. Mungkin too early kalau Indonesia relatif efektif menangani dampak Covid-19 terhadap perekonomian,” tutur Febrio.

Menurut dia, fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terpadat di dunia juga menjadi faktor penting terjadinya resesi. Proyeksi Bank Dunia itu membuat pemerintah tak tinggal diam.

Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah memang telah mengantisipasi terjadinya krisis. Dana Rp 695,2 triliun dialokasikan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Bank Dunia, program perlindungan sosial RI selama pandemi berjalan efektif. Itu terbukti dari bantuan yang berhasil menjangkau sekitar 90 persen dari total 40 persen kelompok masyarakat miskin Indonesia.

“Progres perlinsos (perlindungan sosial) kita luar biasa. Dari Rp 103 triliun, lebih dari 58 persen (realisasi anggarannya) tercapai,” terang Febrio.

Dia menambahkan, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan ekonomi Indonesia. Berbagai sektor usaha pun bergeliat kembali. Hal itu tecermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan penjualan ritel yang lebih baik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Danareksa Moekti Prasetiani Soejachmoen menyatakan bahwa resesi yang tak terhindarkan itu bisa diatasi. Caranya, meningkatkan konsumsi rumah tangga (RT).

Menurut dia, konsumsi rumah tangga adalah tulang punggung ekonomi RI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, porsi konsumsi RT mencapai 57,8 persen dari PDB.

Namun, Moekti memaklumi jika masyarakat kini cenderung menahan konsumsi. Bahkan, itu akan menjadi lebih ketat saat resesi terjadi. Meski begitu, sebaiknya masyarakat tetap melakukan aktivitas konsumsi. Asalkan dengan perhitungan yang bijak.

Moekti menjelaskan, survei Danareksa menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat selama pandemi lebih terfokus pada kebutuhan primer. Di antaranya, bahan pokok, listrik, produk multivitamin, dan paket data. Hal itu bisa dimaklumi. Pola konsumsi masyarakat tentu berubah pada masa pandemi.

Selain itu, bujet untuk makan di luar, pelesir, atau pembelian makanan ringan dikurangi. Hal itu dipicu pendapatan masyarakat yang juga berkurang. “Dengan masyarakat yang mulai mengurangi konsumsi, sebenarnya itu akan memperparah resesi itu sendiri,” ucapnya.

Karena itu, Moekti mengapresiasi program bansos yang digulirkan pemerintah. Menurut dia, program tersebut harus diperkuat. Sebab, berdasar survei, bansos mampu menurunkan beban pengeluaran rumah tangga.

Persentase rumah tangga miskin dengan pengeluaran lebih dari Rp 1 juta meningkat sejak realisasi bansos lancar.(jpg)

Nonton Film G30S Tidak Dilarang

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, Pemerintah tidak melarang maupun mewajibkan masyarakat untuk menonton film gerakan pemberontakan PKI pada 30 September 1965 atau G30S. Karya film lainnya yang dibuat era Presiden kedua RI Soeharto ini pun tak dilarang jika stasiun televisi menyiarkannya.

“Pemerintah tidak melarang atau pun mewajibkan untuk nonton film G30 S PKI tersebut. Kalau pakai istilah hukum Islam mubah. Silakan saja,” kata Mahfud dalam keterangannya, Minggu (27/9).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini tak mempermasalahkan, jika stasiun televisi (TV) swasta maupun milik pemerintah memutar kembali cuplikan sejarah yang digarap di zaman Presiden Soeharto. Namun, hal ini dikembalikan ke masing-masing stasiun TV.

“Untuk TV-TV (termasuk TVRI) mau tayang atau tidak, juga tergantung kontraknya dengan pemegang hak siar, sesuai pertimbangan rating dan iklannya sendiri-sendiri,” ujar Mahfud.

Mahfud menyebut, tak perlu memperdebatkan pemutaran film G30S. Menurutnya, tidak usah menunggu harus bulan September untuk menonton film tersebut, karena bisa ditonton setiap saat melalui Youtube.

“Tidak ada yang melarang nonton atau menayangkan di TV. Mau nonton di Youtube juga bisa kapan saja, tak usah nunggu bulan September. Semalam saya nonton lagi di Youtube. Dulu Menteri Penerangan Yunus Yosfiyah juga tak melarang, tapi tidak juga mewajibkan,” tandasnya.(jpg)

Produksi Obat Covid-19 Dikebut untuk Tingkatkan Angka Kesembuhan

0

batampos.co.id – Upaya untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 terus dilakukan. Kali ini, Menko Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meminta agar produsen farmasi nasional mempercepat produksi obat Covid-19. Salah satunya adalah obat Remdesivir.

“Harus diupayakan untuk segera produksi dalam negeri. Kita cari bahan-bahannya itu nanti, jadi jangan ada hambatan,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (28/9).

Senada dengan Luhut, Menteri Kesehatan Terawan yang mengatakan bahwa dia setuju untuk mendukung semua riset yang dilakukan untuk memproduksi Remdesivir dalam negeri. Pihaknya akan mem-back-up untuk kebutuhan obat apapun.

“Pasti akan kami dukung karena kami tinggal ajukan dan adakan bersama dengan BUMN dan bersama dengan BPOM kami akan koordinasi supaya segala sesuatu tepat sasaran, tepat waktu dan kita tidak membuat kebijakan yang justru kita tidak bisa menyelamatkan (pasien Covid) seperti apa yang Bapak (Menko Luhut) sampaikan,” ucapnya.

Sementara, Direktur Utama Bio Farma Honesti mengatakan pihaknya telah mengurus izin untuk memproduksi Remdesivir. Pihaknya telah melakukan uji klinis skala pilot untuk produksi Remdesivir dalam negeri.

“Ada dua cara yang kami lakukan, yakni kita mengadakan kerja sama dengan India. Sementara kita akan melakukan uji klinis nanti kerja sama dengan BUMN. Kedua, Disamping izin impor, kami juga sedang riset untuk produksi dalam negeri,” ucapnya.

Luhut meminta agar demi kepentingan nasional, Bio Farma segera mengambil langkah yang cepat dan tepat agar bahan baku untuk produksi nasional dapat segera dilakukan. “Strateginya untuk kepentingan emergency dan kepentingan nasional. kita harus cepat dan jangan terlalu kaku karena ini untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito merespon, pihaknya telah memproses izin uji klinis untuk Remdesivir. “Terkait bahan baku dari Tiongkok, kami sudah mencatat dan akan cari jalan yang terbaik dengan tetap menjaga aspek keamanan dan mutu,” tutupnya.(jpg)

600 Karyawan Swasta di Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Minggu (27/9/2020) sebanyak 1.548 orang dan dari jumlah tersebut lebih dari separuhnya berprofesi sebagai karyawan swasta.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, saat ini sudah 600 karyawan swasta di Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan paling banyak terjadi pada minggu kedua dan ketiga September. Karyawan swasta yang terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak terdapat di dua kawasan industri yang berada di Muka Kuning.

Berikut 5 daftar pekerjaan warga Kota Batam yang paling banyak terkonfimrasi positif Covid-19:

1. Karyawan swasta 600 orang
2. Ibu Rumah Tangga 175 orang
3. Tenaga Kesehatan 148 orang
4. Wiraswasta 131 orang
5. Pelajar 115 orang

Daftar warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan pekerjaan.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan, dari hasil penyelidikan epidemiologi
terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ini ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Hal ini kata dia, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga hal itu nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker. Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.(*/esa)

Depresi karena Pekerjaan, Pria di Bengkong Coba Bunuh Diri

0

batampos.co.id – Warga Bengkong Sarmen dihebohkan dengan tingkah Ari Apriana. Pria 35 tahun ini mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai dua Masjid Al-Amin, Minggu (27/9) pagi.

Beruntung, dalam aksi tersebut, Ari hanya mengalami luka di bagian kepala. Kemudian, ia dievakuasi ke RS Harapan Bunda untuk menjalani perawatan.

Kapolsek Bengkong, AKP Yuhendri, mengatakan, aksi Ari pertama kali diketahui Imam masjid bernama Sultan. Saat itu, Sultan melihat Ari berada di lantai dua.

”Saksi langsung menyuruh korban ini untuk turun. Karena rencananya pintu lantai dua masjid akan ditutup,” ujar Yuhendri.

Melihat saksi mendekat, Ari langsung melompat ke arah samping masjid. ”Korban ini baru pertama terlihat di masjid.”

Usai membawa korban ke RS Harapan Bunda, pihaknya melakukan pencarian keluarga Ari. Dari keterangan keluarganya, Ari dalam beberapa pekan terakhir memang mengalami depresi.

”Dari keterangan keluarganya, korban ini sering linglung. Sering diam dan terkadang berbicara sendiri,” ungkapnya.

Dari keterangan keluarga, kata Yuhendri, Ari mengalami depresi akibat permasalahan pekerjaan. ”Tapi belum kita pastikan. Karena korban belum bisa dimintai keterangan,” tutupnya. (*/jpg)

Pasien Covid-19 Bertambah, Segini Jumlah Sekarang…

0

batampos.co.id – Pasien Covid-19 di Kota Batam bertambah 34 orang para Minggu (27/9/2020) dan didominasi oleh karyawan swasta.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, melalui pernyataan tertulisnya, mengatakan, temuan kasus baru itu terdiri dari 15 orang laki-laki dan 19 orang perempuan.

“Totalnya ada 34 orang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dari hasil penyelidikan epidemiologi
terhadap seluruh cluster dapat disimpulkan sementara bahwa saat ini ternyata terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru.

Jumlah pasien Covid-19 Kota Batam hingga Minggu (27/9/2020).

Hal ini kata dia, sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktifitas sehari-hari.

Sehingga hal itu nantinya memungkinkan terjadi pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster tersebut ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Kami ingatkan dan imbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya.

Seperti menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Kemudian tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker. Serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup.

Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam sebanyak 1.548 orang.

Dengan rincian 974 orang dinyatakan sembuh, 47 orang meninggal dunia, 525 dalam perawatan dan 3 orang dalam persiapan evakuasi ke rumah sakit.(*/esa)

Pelaku Rapid Test Cabul Ditahan Polisi

0

batampos.co.id – Polresta Bandara Soekarno Hatta resmi menahan terhadap tersangka EFY, seorang tenaga kesehatan yang diduga melakukan tindakan asusila dalam kasus rapid test di Bandara Soetta beberapa waktu lalu. Penahanan ini dilakukan usai aparat kepolisian berhasil menangkap tersangka di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara pada Jumat (25/9).

“Sudah ditahan sejak kemarin, Sabtu 26 September 2020,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho dikonfirmasi, Minggu (27/9).

Tersangka EFY dilakukan penahanan untuk 20 hari pertama. Aparat kepolisian akan menyelesaikan pemberkasan terhadap perkara tersebut. “Sudah cukup (pemeriksaan saksi dan korban). Alhamdulillah sudah masuk pemberkasan,” ucap Alex.

Penangkapan terhadap EFY dilakukan setelah sebelumnya menghilang. Dia berharap, penahanan terhadap tersangka dapat membuka secara jelas terkait dugaan pelecehan seksual, penipuan dan pemerasan yang disangkakan terhadap EFY.

“Banyak pertanyaan lain yang bisa terjawab untuk dapat kami sampaikan ke masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, viral sebuah kabar di media sosial bahwa telah terjadi pelecehan seksual di Bandara Soekarno Hatta. Kisah ini dibagikan oleh perempuan berinisial LHI, 23, selaku pemilik akun Twitter @listongs.

LHI menyebut pelecehan itu terjadi saat dia melaksanakan rapid test yang disediakan oleh Bandara Soekarno Hatta sebagai syarat perjalanan menuju Nias, Sumatera Utara, pada Minggu (13/9). Hasil rapid tes itu dinyatakan positif oleh sang dokter.

LHI kemudian memutuskan membatalkan perjalanan ke Nias karena takut menularkan virus. Ditambah, dia meresa perjalannya ke Nias tidak begitu mendesak.

Namun, oknum dokter tersebut menawarkan bantuan memanipulasi data rapid test. Dia kemudian meminta uang Rp 1,4 juta kepada korban. Bahkan dokter tersebut sempat mencium dan meraba payudara korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, tersangka EFY sudah dibebastugaskan oleh PT Kimia Farma. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah memastikan bahwa oknum dokter EFY tak terdaftar sebagai anggotanya.

Dalam kasus ini, polisi menjerat EFY dengan pasal berlapis, termasuk pasal pencabulan. EFY disangkakan melanggar Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan. (*/jpg)

Dinginnya, Ternyata Segini Suhu Udara di Batam Sekarang

0

batampos.co.id – Suhu udara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada malam hari terasa cukup dingin yaitu mencapai 23 derajat celcius.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Hang Nadim Batam, Rizky Fatimahtuzzuhro Widowati, menyampaikan, suhu udara di Kota Batam terasa lebih sejuk terutama saat malam hari.

Sementara pada malam hari suhu udara mencapai 30 derajat celcius. Suhu inipun jauh lebih rendah dibandingkan beberapa hari terakhir yang mencapai 31 hingga 32 derajat celcius.

“Untuk cuaca hari ini diprakirakan berawan dan hujan pada siang hingga sore hari,” jelasnya, Senin (28/9/2020).

Sementara untuk kecepatan angin diprakirakan 30 kilimeter/jam dengan kelembabab udara 70 hingga 95 persen.

BMKG juga memprakirakan pada Senin (28/9/2020) Kota Batam akan diguyur hujan pada siang hingga sore hari.(*/esa)

85 Persen Guru Ngaku Kuota Umum 5 GB Tidak Cukup

0

batampos.co.id – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei terkait dengan kebutuhan kuota siswa dan guru. Hal itu dilakukan pada rentang waktu 24-26 September 2020 dengan 2.074 responden dari kalangan siswa, guru dan orang tua.

Hasil survei tersebut, diisi oleh responden guru sekitar 13,8 persen. Kemudian untuk responden siswa ada 43,6 persen dan orangtua ada 42,6 persen.

Hasil survei menunjukkan bahwa berdasarkan pengalaman pembelajaran, untuk kuota siswa, hanya 21,7 persen responden yang mengaku cukup dengan kuota umum 5 GB. Selebihnya beranggapan kuota tersebut kurang karena biasanya kuota yang digunakan lebih dari 5 GB untuk mengakses segala jenis aplikasi.

“Sementara untuk kuota guru persentasenya lebih kecil lagi, hanya 15 persen guru yang menyatakan cukup dengan Kuota Umum 5 GB,” ungkap Wasekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung dalam Rilis Survei Bantuan Kuota Internet dan Dukung Penyederhaan Kurikulum 2013 secara virtual, Minggu (27/9).

Siswa sebanyak 21,7 persen menyatakan bahwa kebiasaan belajar siswa ini cukup dengan kuota 5 GB, itu sudah sesuai dengan kegiatan belajar mereka. Tapi sisanya sekitar 79,3 persen itu ternyata tidak cukup dengan total 5 GB kuota belajar 35 GB.

Begitu juga dengan guru, dalam kebiasaan guru-guru mengajar hanya 15 persen guru yang menyatakan kuota umum 5 GB dan kuota belajar 37 GB cukup bagi mereka.

“Sementara sisanya sekitar 85 persen yang 5 GB itu tidak cukup, hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masing-masing itu berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan karena memang metode pembelajaran juga berbeda-beda disesuaikan kondisinya masing-masing,” ujarnya. (*/jpg)