Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10051

Sah, Materai Rp 3.000 dan Rp 6.000 Dihapus

0

batampos.co.id – Penghapusan tarif bea materai yang sebelumnya sebesar Rp 3.000 dan Rp 6.000 menjadi Rp 10.000 disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi XI.

Keputusan ini diambil dalam pembahasan tingkat I RUU Bea Meterai antara Komisi XI dan pemerintah diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Pimpinan Rapat Komisi XI DPR, Dito Ganinduto mengatakan rapat kerja tersebut membahas empat tema sekaligus. Untuk diketahui, pembahasan RUU Bea Meterai yang merupakan lanjutan dari keanggotaan periode 2014-2019.

“1 September 2020 Komisi XI bersama pemerintah telah menyelesaikan pembahasan RUU tentang Bea Meterai ini,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (3/9).

Dito memaparkan, adapun empat agenda yang dibahas, pertama laporan Ketua Panja RUU tentang Bea Meterai. Kedua, pendapat akhir mini fraksi dan pendapat akhir pemerintah. Ketiga, pengambilan keputusan pembicaraan tingkat I RUU tentang Bea Meterai. Keempat, penandatanganan naskah RUU tentang Bea Meterai.

Kesepakatan tersebut telah diambil usai seluruh fraksi Komisi XI menyampaikan masing-masing pendapatnya. Dari sembilan fraksi memberikan persetujuan untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat II. Hanya fraksi PKS yang memberikan catatan kepada pemerintah.

Dengan kesepakatan mini fraksi ini, kata Dito, pihaknya pun langsung menyetujui pengambilan keputusan dengan melanjutkan penandatangan naskah RUU Bea Meterai. “Dengan ditandatangani naskah RUU Bea Meterai, maka selesai rapat kerja hari ini,” ucapnya.

Merespons hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengucapkan terima kasih atas kerja sama DPR terhadap kelancaran dan persetujuan dalam rapat tersebut. Artinya, pemerintah dapat menyelesaikannya UU yang lama direncanakan.

“Pimpinan terima kasih atas kerja sama dan komitmen untuk menyelesaikan UU. Ini UU yang sudah cukup lama, semoga kerja sama ini terus terjaga,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah berencana menghapus bea meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000, dan akan mengganti tarif bea materai sebesar Rp 10.000. Usulan tersebut disampaikan Sri Mulyani Indrawati pertama kali dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI pada 2019 lalu.

Kenaikan tarif tersebut akan ditetapkan dalam RUU tentang bea meterai, mengganti regulasi sebelumnya, yakni Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Terdapat enam klaster dalam RUU bea meterai yakni klaster obyek dan non obyek, klaster tarif, klaster saat berutang, klaster subyek dan pemungut bea cukai, klaster pembayaran dan terakhir klaster fasilitas.

Singapura Akui Banyak Kesalahan Tangani Pandemi

0

batampos.co.id – Singapura menjadi negara yang berhasil menekan angka kematian akibat Covid-19. Sejauh ini hanya 27 jiwa yang meninggal akibat virus Korona. Meski begitu, Singapura masih kurang puas dan merasa harus banyak yang dievaluasi.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/9), Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memaparkan kesalahan langkah awal yang dibuat pemerintahnya dalam menangani pandemi Covid-19. Itu tergambar dalam pidatonya. Dia memperingatkan agar tidak melonggarkan upaya pembatasan sosial terlalu dini.

“Dengan melihat evaluasi ke belakang, kami pasti akan melakukan beberapa hal secara berbeda dan lebih baik,” kata Lee dalam pidatonya.

“Saya berharap semua orang memahami bahwa orang dengan Covid-19 dapat menular bahkan ketika tanpa gejala,” imbuhnya.

Penilaian Lee terhadap respons virus mencerminkan tantangan yang dihadapi kota-kota di Singapura saat mereka bergulat dengan bagaimana dan kapan harus membuka kembali ekonomi. Tentunya akan ada ancaman gelombang kedua dan seterusnya.

Lee mengakui kesalahan Singapura yakni seharusnya mengkarantina semua warga negara yang kembali dari luar negeri lebih awal. Singapura juga merasa semestinya merekomendasikan agar setiap orang memakai masker wajah lebih cepat sehingga bisa lebih agresif

“Dan seharusnya kami bisa membatasi penularan di kelompok pekerja migran yang membanjiri kami,” ungkap Lee.

Singapura yang dipuji secara global atas upayanya untuk mengatasi wabah di masa-masa awal, mengalami kemunduran ketika infeksi menyebar di antara komunitas pekerja migran. Singapura meningkatkan respons melawan virus mewajibkan penggunaan masker, memberlakukan penguncian parsial selama dua bulan, dan sekarang memiliki tingkat pengujian tertinggi yang dilaporkan di Asia Tenggara.

Jumlah kasus di komunitas yang lebih luas di Singapura tetap relatif kecil dan telah menurun, sementara kematian rendah.(jpg)

Pemprov Kepri Beli Alat Ini untuk Mengatasi Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melakukan langkah cepat untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19 dengan cara membeli alat PCR portable.

Gubernur Kepri, Isdianto, mengatakan, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kepri mencapai 1.034 orang.

“Dalam waktu dekat ini kita (Pemprov Kepri,red) akan membeli alat PCR Portable. Alat ini seperti koper jadi ini bisa di bawa kemana-mana,” jelasnya, Kamis (3/9/2020).

Ia menjelaskan, tujuan pembelian alat tersebut agar dapat dengan cepat melakukan tes kepada masyarakat terutama di daerah-daerah rawan.

“Dengan alat ini hasilnya bisa diketahui dalam 20 menit,” tuturnya.

Peta penyebaran Covid-19 hingga Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, Kota Batam adalah salah satu daerah yang harus mendapatkan perhatian ekstra, Dikarenakan jumlah pasien Covid-19 terus bertambah.

Pihaknya juga akan mencari jalan keluar untuk pengobatan bagi masyarakat dinyatakan positif Covid-19.

“Disamping tentu kami minta bantuan masyarakat agar mampu mendisiplinkan dirinya di masa new normal ini,” tuturnya.

Kata dia, di new normal masyarakat banyak yang lalai dan jenuh dikarenakan permasalahan Covid-19 belum juga selesai.

“Maka dari itu saya mohon kepada masyarakat untuk memberikan pengertian dan saya yakin jika dilakukan secara serius dan bersama-sama masalah ini bisa kita atasi,” paparnya.(nto)

Rekor Baru, Bertambah 3.622 Kasus Baru Covid-19 dalam Sehari

0

batampos.co.id – Indonesia kembali menambah kasus baru Covid-19 dengan angka yang tertinggi. Dalam sehari, bertambah 3.622 kasus. Sehingga total kasus di tanah air menjadi 184.268 orang sudah terinfeksi Covid-19.

Dari jumlah kasus harian tersebut, Jakarta masih sumbang angka tertinggi melampaui hari-hari sebelumnya. Angka kasus positif Covid-19 di Jakarta pecah rekor dengan menambah 1.359 kasus baru.

Lalu disusul oleh Provinsi Jawa Timur sebanyak 377 kasus. Jawa Tengah 242 kasus. Jawa Barat 238 kasus. Dan Bali 174 kasus.

Data dari Covid19.go.id, Kamis (3/9), angka kematian juga tinggi, mencapai 134 jiwa dalam sehari. Jika dibandingkan dalam seminggu terakhir, angka kematian hari ini merupakan yang tertinggi.

Paling banyak kematian harian terjadi di provinsi Jawa Timur sebanyak 34 jiwa. Sehingga, sudah 7.750 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia.

Sedangkan angka kesembuhan bertambah 2.084 pasien sembuh dalam sehari. Jumlah pasien sembuh terbanyak terjadi di provinsi DKI Jakarta sebanyak 700 kasus. Sehingga secara nasional, totalnya mencapai 132.055 orang sembuh dari Covid-19.

Saat ini, sudah 488 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 8 provinsi mencatat kasus di bawah 10 orang. Dan hanya 1 provinsi yang mencatat nol kasus.(jpg)

Hina Polisi lewat Facebook, Jonari Diciduk

0

batampos.co.id – Polsek Batam Kota menangkap Jonari Kardo, Rabu (2/9) pagi. Pria 28 tahun ini ditangkap usai mengunggah kata hinaan terhadap institusi Polri melalui akun media sosial, Facebook miliknya.

Di dalam akun itu, Jonari menghina polisi dengan menuding petugas yang menertibkan sepeda motornya saat penertiban balap liar, mencari uang insentif. Tak hanya itu, pelaku juga menghina keluarga anggota polisi yang menindaknya.

”Yang bersangkutan sudah diamankan. Bersama barang bukti motornya,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy.

Guchy menjelaskan, sebelum mengunggah hinaan tersebut, pelaku terjaring razia balap liar di kawasan Batam Center. Kemudian, motor miliknya, Yamaha Vixion BP 5248 ID, diamankan polisi.

”Saat dirazia, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan dokumen sepeda motor. Sehingga kita amankan motornya,” katanya.

Saat motor diamankan, kata Guchy, polisi mengarahkan Jonari untuk membawa dan melengkapi dokumen motor ke Mapolsek Batam Kota. ”Dia tidak balik untuk membawa dokumen, tetapi memposting (mengunggah) kata-kata tidak pantas di Facebook,” ungkapnya.

Guchy menambahkan, dari pengakuan Jonari, motor yang dibawanya tersebut bukan miliknya. Diduga, motor tersebut merupakan hasil curian. ”Dugaan memang curian. Sekarang masih kita lakukan pengembangan terhadap kasus ini,” tutupnya. (*/jpg)

Pengembangan Model Inkubator Technopreneurship Berbasis E-Commerce pada Perguruan Tinggi

0

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat mempersiapkan diri menjadi agen perubahan khususnya dalam menghadapi masalah pengangguran dan kemiskinan yang sampai saat ini masih terus meningkat bahkan dengan pengaruh wabah covid 19 yang sedang melanda dunia, telah menporak porandakan perekonomian negara diduni saat ini termasuk Indonesia, akibatnya terjadi PHK besar besaran dari usaha kecil hingga menengah.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu model pengembangan inkubator technopreneurship berbasis e-commerce yang valid, praktis dan efektif dalam menumbuhkan semangat, keberanian dan kepercayaan diri (berjiwa dan bermental wirausaha) bagi mahasiswa dengan didasari oleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai, memiliki kemampuan manajemen usaha yang baik serta didukung dengan teknologi yang handal untuk berwirausaha (pencipta lapangan kerja).

Menurut data BPS 2020, Jumlah angkatan kerja pada Februari 2020 sebanyak 137,91 juta orang terdiri dari bekerja sebanyak 131,03 juta orang dan yang menganggur sebanyak 6,88 juta orang menganggur. Penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2020 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah (SD ke bawah) sebanyak 50,96 juta orang (38,89 persen).

Sementara itu persentase penduduk bekerja yang berpendidikan tinggi (Diploma dan Universitas) hanya sebesar 13,02 persen. Dibandingkan Februari 2019
Tingginya tingkat angka pengangguran tersebut disebabkan oleh:

1) Setiap tahun perguruan tinggi menghasilkan ratusan ribu alumni yang cenderung              mencari lowongan kerja.

2) Kebutuhan tenaga kerja oleh dunia usaha dan industri jauh lebih kecil dibanding              jumlah pencari kerja.

3) Keterampilan pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri          (DUDI).

4) Terjadinya disrupsi yaitu perubahan akibat kemajuan teknologi telah banyak                    menggantikan fungsi manusia sebagai akibat dari perkembangan teknologi digital            berbasis internet (Internet of Thing) sistem kontrol dan otomatisasi.

5) Terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja yang unggul dan kompetitip dalam memasuki Dunia Usaha dan Industri (DUDI), namun juga perlu dibekali kemampuan berwirausaha yang handal untuk mengantisapasi keterbatasan kebutuhan tenaga kerja dan mewujudkan kemandirian dalam berwirausaha.

Untuk itu diperlukan suatu model pembinaan dan pengembangan yang praktis dan efektif dalam membantu para mahasiswa menumbuhkan semangat dan jiwa kewirausahaannya sehingga dapat menghasilkan generasi unggul yang kreatif dan inovatif, mau dan mampu berwirausaha, yang pada gilirannya dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan berdampak pada penurunan pengangguran dan kemiskinan khususnya bagi lulusan perguruan tinggi.

Sebagai upaya untuk membangun semangat dan kemampuan kewirausahaan, pemerintah telah mendorong perguruan tinggi untuk membuka dan mengembangkan model Inkubator Bisnis Teknologi (IBT).

Sebagaimana yang tertuang dalam peraturan presiden republik Indonesia nomor 27 tahun 2013 tentang pengembangan inkubator wirausaha dan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia Nomor 24/PER/M.KUKM/IX/2015 tentang Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria Penyelenggaraan Inkubator wirausaha.

Inkubator bisnis (technopreneurship) adalah suatu wadah yang dapat menyediakan fasilitas bagi kegiatan pembinaan dan pengembangan jiwa kewirausahaan dan kemampuan mengelola usaha dari berbagai aspek, baik aspek teknis dan tekonologi maupun aspek manajemen.

Seperti, penyususunan bisnis plan, proses produksi, pemasaran, finansial, administrasi yang didukung dengan penggunaan teknologi dan akses permodalan.

Inkubator technopreneurship memberikan layanan program inkubasi dalam berwirausaha yang didesain untuk mempercepat keberhasilan pengembangan usaha para peserta inkubasi melalui rangkaian kegiatan pembinaan, pendampingan dan pengembangan yang memiliki manajemen organisasi dan keuangan sesuai standar pengelolaan perusahaan yang baik, serta menjadi perusahaan yang sustainable dan profitabel, hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat yakni terbukanya kesempatan kerja.

Hendarman (2011) menyatakan bahwa Program Pembinaan Wirausaha Mahasiswa dapat membuka wawasan, kemampuan dan sikap mahasiswa dalam berwirausaha, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Permasalahan teknis dan manajemen yang dialami oleh para pengusaha pemula (starup) adalah takut terhadap resiko, tidak percaya diri, tidak memiliki kemampuan manajemen, pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan.

Umumnya para pemula berfikir besarnya modal yang diperlukan terkait dengan bagaimana mendapatkan tempat yang strategis. bagaimana mendapatkan dan meningkatkan jumlah pelanggan serta bagaimana memperluas wilayah pasar dan bagaimana menghadapi pesaing.

Diera industri 4.0 ini, yang ditandai dengan berbagai aktivitas telah terhubung dengan teknologi internet (internet of things) dimana bebrbagai kegiatan manusia telah tergantikan oleh sistem teknologi yang bekerja secara otomasi dan terintegrasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, produktifitas dan efektifitas dari suatu proses binis.

Salah satunya yang sangat dirasakan saat ini adalah teknologi e-commerce yaitu sebuah system teknologi dimana trankasi dan layanan jual beli dapat dilakukan secara virtual atau online dengan menggunakan elektronik melalui jaringan internet, sehingga proses bisnis menjadi lebih mudah dan murah dengan jangkauan informasi tanpa batas serta layanan transaksi 24 jam.

Sebelumnya proses transaksi bisnis harus dilakukan secara ofline (face to face) sehingga para pengusaha harus menyiapkan sarana, prasarana, SDM, lokasi strategis dan faktor pendukung yang memadai dengan modal yang sangat besar.

Jenis-jenis e-commerce meliputi; Bisnis to Bisnis (B2B), Bisnis to Cotomer (B2C), dan Costumer to Bisnis (C2B), Costumer to Costumer (C2C).

Metode pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi).

Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif kevalidan, kepraktisan dan keefektifan terhadap model inkubator technopreneurship berbasis e-commerce.

Langkah-langkah yang dilakukan pada penelitian dan pengembangan menggunakan pendekatan ADDIE sebagai berikut:

Pertama Tahap Analysis yaitu peneliti melakukan analisis kebutuhan (need analysis) terhadap model inkubator teknopreneuship berbasis e-commerce berdasarkan tanggapan mahasiswa dan pihak manajemen (sebagai responden) yang diperoleh dari angket yang disebarkan.

Kedua tahap Design yaitu peneliti melakukan perancangan model inkubator teknopreneuship berbasis e-commerce dengan mengacu pada konsep model Inkubator Bisnis Teknologi (IBT).

Ketiga tahap Development yaitu peneliti melakukan pengembangan model inkubator berbasis teknopreneuship dengan melakukan uji validitas dan kepraktisan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sejumlah pakar dibidang praktisi kewirausahaan, pengelola inkubator kewirausahaan, akademisi dibidang model dan ahli bahasa Indonesia.

Keempat tahap Implementation yaitu melakukan pengujian terbatas dengan mengimplementasikan model inkubator teknopreneuship yang telah dikembangkan kepada mahasiswa peserta mata kuliah kewirausahaan sebanyak 50 mahasiswa yang terbagi kedalam 10 kelompok.

Kelima tahap Evaluation yaitu melakukan analisa untuk mengetahui tingkat praktikalitas dan efektifitas terhadap hasil implementasi model inkubator bisnis yang telah didesain.

Hasil uji coba model telah dilakukan pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Ibnu Sina Batam sebagai berikut:

1) Dari hasil penilaian validator terhadap instrumen validasi yaitu:

a) Validasi model inkubator dari segi aspek rasional, teori pendukung, tujuan pengembangan, sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional dan dampak pengiring dengan total nilai rata rata sebesar 0.89 dengan kategori valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen pengumpulan data layak digunakan.

b) Validasi panduan inkubator terhadap aspek kelayakan konten (isi), aspek kelayakan konstruk dan aspek bahasa memiliki rata-rata total skor V aiken 0.90 dengan kategori valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa panduan inkubator technopreneurship berbasis e-commerce telah memenuhi kriteria kelayakan konten, konstruk dan Bahasa, maka layak untuk digunakan dalam penelitian ini.

c) Validasi panduan tenant dengan total skor rata-rata sebesar 0.90 dengan kategori valid. Hal tersebut menunjukkan bahwa panduan tenant telah memenuhi kriteria kelayakan konten, konstruk dan bahasa maka layak digunakan dalam penelitian ini.
Hasil uji praktikalitas dan efektifitas.

1) Hasil analisa terhadap praktikalitas model inkubator technopreneurship berbasis e-commerce dengan skor rata-rata Tingkat Capaian Responden (TCR) sebesar 93.2% dengan kategori sangat praktis.

Untuk panduan inkubator dengan skor rata-rata TCR sebesar 90% dengan kategori sangat praktis dan untuk panduan tenant dengan skor rata-rata 92,2% dengan kategori sangat praktis.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengembangan model inkubator technopreneurship berbasis e-commerce adalah praktis yakni mudah dipahami dan dapat diimplementasikan dengan baik.

2) Hasil analisis efektivitas pelaksanaan model inkubator melalui pretest dan post test pada aspek kognitif dengan nilai pretest rata-rata 78.90 dan post test 85.50 pada tingkat signifikansi 2 tailed 0,00 < 0,05 dengan kategori sangat efektif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa model inkubator yang dikembangkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kewirausahaan mahasiswa sehingga menjadi motivasi yang kuat dalam memulai menjalankan suatu ide usaha b) pada aspek afektif diperoleh nilai rata-rata pretest 79.40 dan post test 88.50 pada tingkat signifikansi 2 tailed 0.00 < 0,05 dengan kategori sangat efektif.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model inkubator technopreneurship berbasis e-commerce dapat meningkatkan semangat dan jiwa wirausaha mahasiswa yaitu sikap kemauan dan keberanian untuk memulai dan mengambil resiko, percaya diri, kreatif dan inovatif, jujur dan komitmen, aktif dalam komunikasi dan koordinasi (kepemipinan), berorientasi tugas dan hasil.

Untuk aspek psikomotorik, penilaian dilakukan terhadap kemampuan pelaksanaan tugas penyusunan bisnis plan, penggunaan teknologi e-commerce dan hasil pelaksanaan usaha yang dirancang.

Hasil evaluasi dengan menggunakan fortofolio menunjukkan bahwa para mahasiswa yang tergabung dalam inkubator technopreneurship ini telah berhasil melaksanakan kegiatan usahanya sesuai pada bisnis plan yang telah dirancang yang didukung oleh penggunaan teknologi e-commerce.

Hal ini menunjukkan bahwa para mahasiswa yang telah mengikuti program inkubator tersebut telah memiliki kemampuan keterampilan yang sangat baik dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Kebaruan dari model inkubator technopreneurship berbasis e-commerce ini adalah sebagai berikut:

1) Seluruh mahasiswa yang sedang memprogramkan dan mengikuti mata kuliah kewirausahaan wajib menjadi peserta inkubator.

2) Program inkubator technopreneurship pada fase inkubasi berfungsi sebagai laboratorium.

3) Konsep pembiayaan pada tahap awal proses inkubasi dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan kemampuan kelompok.

Setelah program tahap awal berhasil barulah diberikan bantuan pembiayaan melalui berbagai program diantaranya dana hibah dikti, CSR dari industri mitra, perbankan dan dana hibah dari masyarakat. Pada tahap ini dilakukan penilaian terhadap perubahan mental atau jiwa wirausaha mahasiswa berdasarkan semangat kerja dan tingkat capaian program.

4) Pada pasca inkubasi dilanjutkan dengan program kemitraan (program pendampingan dan pengembangan) sebagai upaya memberikan jaminan keberlanjutan (sustainablelity) untuk pertumbuhan dan perkembangan usaha tenant, hal ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pengembangan usaha tenant dengan dukungan sarana dan prasara, manajemen dan jaringan bisnis Lembaga serta akses permodalan.
Berikut model inkubator teknopreneurship hasil pengembangan yang dilakukan.

Implikasi Hasil Penelitian:

Hasil penelitian ini menghasilkan suatu model inkubator dan pengembangan usaha tenant (mahasiswa sebagai peserta inkubator) yang memberikan implikasi terhadap tumbuhnya semangat dan jiwa wirausaha mahasiswa yang kuat untuk berwirausaha.

Model ini diharapkan dapat diterapkan pada setiap program studi pada suatu perguruan tinggi, sehingga setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan pembinaan dan pengembangan karakter (jiwa) wirausaha yang tinggi.

Dengan demikian potensi untuk melahirkan generasi yang berjiwa wirausaha setiap tahunnya terbuka lebar.

Bagi mahasiswa yang memilih menjadi karyawan pun telah memiliki bekal keterampilan dan jiwa wirausaha kreativitas dan inovasi yang tinggi yang dapat menunjang kesuksesan dalam karirnya.

Penggunaan teknologi e-commerce dalam mendukung kegiatan operasional dan layanan informasi perusahaan baik dalam hal promosi, pemasaran, transaksi, distribusi, perluasan pasar dan jejaring dapat dilakukan dengan mudah melalui media elektronik berupa website dan media sosial lainnya seperti Instagram, facebook dan lainnya.

Pada pasca inkubator, mahasiswa (tenat) yang usahanya telah berjalan dengan baik tetap mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan dalam bentuk kemitraan. Pada fase ini dilanjutkan dari proses inkubator ke proses pengembangan dengan tujuan utuk menjaga kestabilan dan mempercepat pertumbuhan serta perkembangan usaha para tenant.

Dengan demikian akan menjadi motivasi yang kuat bagi mahasiswa karna mereka terus didampingi dan difasilitasi, sehingga resiko usaha lebih terkendali karena dibantu oleh tim dan mentor yang berpengalaman dengan jejaring yang luas termasuk akses permodalan.

Proses pembinaan dan pengembangan yang diawali dari proses inkubator hingga pengembangan secara berkelanjutan diperlukan suatu lembaga yang dibentuk khusus untuk itu yaitu Pusat Inkubator dan Pengembangan Usaha Mahasiswa (PIPUM) dimana dalam system manajemen pengelolaannya dilakukan dalam bentuk kemitraan, sehingga kedua pihak saling bersinergi tumbuh dan berkembang.

Dengan demikian sebelum menjadi alumni para mahasiswa telah memulai dan sukses dalam berwirausaha sehingga setelah menjadi alumni tidak lagi berpikir menjadi karyawan melainkan bagaimana terus memperluas usahanya dengan merekrut tenaga kerja (membuka lapangan kerja), sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Pusat Inkubator dan Pengembangan Usaha Mahasiswa (PIPUM) ini diharapkan akan lahir teknopreneur berpendidikan tinggi yang unggul.

Dengan menjadi technopreneurship muda dan terdidik yang akan berperan sebagai salah satu penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja baru, sehingga pada gilirannya dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing ekonomi bangsa. Aamiin.

Ujian Tertutup Disertasi Larisang– Foto pelaksanaan Promosi Doktor Ujian Tertutup Disertasi pada saat pandemik COVID-19 menggunakan aplikasi Zoom. 19 Agustus 2020

Artikel ini ditulis oleh Dr. Ir. Larisang, MT. IPM
([email protected]) berdasarkan disertasi untuk penyelesaian Program Doktor (S3) Pendidikan Teknologi Kejuruan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) dengan Tim Promotor Prof. Dr. Niswardi Jalinus, M.Ed. dan Co-Promotor Dr. H. Sukardi. MT.
Telah dinyatakan lulus pada sidang ujian tertutup tanggal 19 Agustus 2020 pukul 10.00 dihadapan Tim Penguji yaitu Prof. Ganefri Ph.D. (Rektor UNP), Dr. Fahmi Rizal M.Pd., M.T. (Dekan FT UNP), Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd. (Kaprodi S3 PTK/Penguji 1 Internal UNP), Prof. Dr. Wakhinuddin, M.Pd. (Penguji 2 Internal UNP), Prof. Dr. Ambiyar M.Pd. (Penguji 3 Internal UNP), Prof. Dr. Heri, SE, MBA. (Penguji Eksternal dari Universitas Andalas).

Baru 1,9 Juta Orang Terima Subsidi Upah Tahap Pertama

0

batampos.co.id – Penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) batch pertama sudah berlangsung sejak 26 Agustus. Sayangnya, pencairan dana untuk 2,5 juta pekerja penerima bantuan itu belum berjalan mulus.

Dari data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) baru 1,9 juta pekerja yang menerima bantuan subsidi penyaluran tahap I itu. Seperti diketahui, BSU diberikan sebesar Rp 600 ribu per bulan dalam jangka waktu empat bulan. Penyalurannya dilakukan dua kali. Artinya, setiap tahap pekerja bakal menerima dana sebesar Rp 1,2 juta.

Merespons kondisi ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, ada sejumlah kendala terkait data. Salah satunya, soal data rekening pekerja calon penerima BSU yang sudah tidak aktif. Kondisi tersebut kemudian menyulitkan pihaknya untuk melakukan penyaluran dana bantuan.

“Ada pekerja yang menyerahkan nomor rekening yang sudah tidak aktif,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9).

Menindaklanjuti hal ini, Ida mengatakan, bahwa pihaknya telah mengembalikan data tersebut pada BPJamsostek. Data tersebut kemudian telah dikembalikan pada pemberi kerja/ perusahaan. “Kami tekankan agar pekerja menyerahkan nomor rekening yang aktif. Sehingga bisa segera ditransfer,” papar Ida.

Dalam kesempatan itu, Ida turut meluruskan soal isu pemilik nomor rekening di luar bank-bank pemerintah bakal disalurkan paling akhir. Menurutnya, dari 1,9 juta pekerja yang telah menerima dana BSU, banyak pemilik tabungan di luar bank himbara.

Diakuinya, bank-bank pemerintah ini merupakan penyalur dana BSU. Namun, tak ada kebijakan untuk tidak memprioritaskan pemilik tabungan di luar bank himbara.

“Saya rasa ini lebih ke teknis ya. Kalau nomor rekening sesama bank himbara tentu akan lebih cepat. Sementara di luar itu butuh waktu,” jelas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Sementara itu, terkait penyaluran batch kedua, Ida membenarkan bahwa data sudah diserahkan secara sistem. Akan tetapi harus dilakukan pengecekan ulang. Selain itu, pihaknya masih menunggu berita acara dan surat pernyataan bahwa 3 juta data yang diserhkan valid dari pihak BPJamsostek. Hal itu jadi dasar untuk kemudian Kemenaker dapat menyalurkan data ke kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN). Dari sana, KPPN kemudian bisa menyalurkan dana ke bank himbara untuk selanjutnya mencairkan ke masing-masing nomor rekening.

“Pekan ini ditransfer. Tinggal kita tunggu surat pernyataannya (dari BPJamsostek,red),” ungkapnya.

Dia berharap, seluruh penyaluran BSU tahap I akan rampung di akhir September 2020. Oleh sebab itu, dia mendorong pemberi kerja atau perusahaan segera menyerahkan data rekening pekerjanya yang memenuhi persyaratan sesuai permenaker 14/2020. “Kami tunggu sampai akhir september,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan perpanjangan waktu penyerahan data ini hingga 15 September 2020 mendatang. Dia berharap, dengan perpanjangan ini perusahaan atau pemberi kerja bisa segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan. Termasuk, data peserta yang dikonfirmasi ulang.

Di sisi lain, Agus mengimbau kepada masyarakat pekerja agar selalu waspada terhadap munculnya potensi penipuan hingga pencurian data. Pasalnya, pihaknya mendapati adanya upaya pencurian data via media sosial dengan menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan BPJamsostek.

Dia menekankan, bahwa ketika criteria terpenuhi maka calon peserta cukup menunggu dana ditransfer ke rekening. Tidak perlu memberikan data atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak berwenang. ”Untuk wewenang pengkinian data terkait program BSU hanya dapat dilakukan oleh HRD perusahaan langsung ke sistem BPJamsostek,” pungkasnya.

Hingga saat ini, dari target calon penerima BSU 15,7 juta telah terkumpul sebanyak 14,2 juta nomor rekening. Dari jumlah tersebut, 11,3 juta nomor rekening telah divalidasi secara berlapis. artinya, masih ada 1,5 juta data rekening pekerja calon penerima BSU yang masih belum diserahkan oleh perusahaan. (*/jpg)

Kebijakan Penurunan Tarif Listrik Tidak Berlaku di Batam, Ini Penjelasan PLN Batam…

0

batampos.co.id – Penurunan tarif listrik yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak berlaku di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan Vice Presiden Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri.

”Dari Dirjen Ketenagalistrikan membuat surat ke PLN Persero tentang penurunan tarif. Tapi itu tak berlaku untuk PLN Batam,” ujar Samsul seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos, Selasa (2/9/2020).

Ia menegaskan, PLN Batam tetap tunduk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan PLN Batam.

Serta Keputusan Gubernur Kepri Nomor 1660/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pergub tersebut.

”Kami kan menganut Pergub tentang tarif maupun mutu pelayanan. Poin utamanya, selisih (kehilangan pendapatan PLN dari penurunan tarif) tersebut jadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

“Karena kami (PLN Batam,red) ini unit bisnis mandiri. Kami menunggu keputusan gubernur seperti apa. Sepanjang belum ada, maka kami tetap memberlakukan Pergub tersebut,” katanya lagi.

Ia juga mengakui, Kementerian ESDM pernah menyurati PLN Batam agar mengkaji penerapan kebijakan tersebut.

”(Kementerian,red) ESDM sudah surati kita meminta untuk mengkaji itu. Tapi sebenarnya tarif kita untuk pelanggan rumah tangga lebih murah dari PLN Persero, Rp 1.352 per kWh berbanding Rp 1.467 per kWh,” paparnya.

Samsul menuturkan, jika Pemprov Kepri mengambil sikap, maka PLN Batam siap menjalankan sesuai regulasi.

”Kita tetap tunduk pada regulasi, yakni Pergub,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, persoalan ini seharusnya menjadi perhatian dari PLN Batam, mengingat di tengah pandemi seperti sekarang ini, kebijakan yang meringankan beban masyarakat akan sangat membantu.

”Kami berharap PLN Batam memiliki sense of crisis (kepekaan,red). Sehingga kebijakan yang mereka keluarkan merespon dampak krisis yang sedang terjadi,” jelasnya.

“Jika hanya mengedepankan mencari keuntungan saja, maka kita akan minta kepada pemegang sahamnya dan pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan bright PLN Batam ini,” ujarnya lagi.

Ia berharap semua pihak bahu membahu dan saling bantu dalam kondisi ekonomi yang sedang terancam resesi ini.

”Insentif yang diberikan selama pandemi Covid-19 kemarin juga tidak sama dengan yang dikeluarkan PLN (Persero). Kita menyesalkan hal ini,” jelasnya.(jpg)

Gubernur Serahkan 5.050 Paket Internet Gratis kepada Siswa di Kepri

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Isdianto menyerahkan secara simbolis bantuan 5.050 paket internet gratis kepada peserta didik kurang mampu SMAN/SMKN/SLB se-Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (2/9).

Penyerahan ini, kata Gubernur Isdianto, merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah serta pihak terkait dalam upaya melancarkan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada kondisi pandemi covid-19.

“Pandemi covid yang melanda seluruh aspek kehidupan salah satunya pendidikan mengharuskan adaptasi dan penyesuaian KBM secara daring untuk pembelajaran jarak jauh (menghindari tatap muka langsung),” kata Isdianto.

Apalagi saat ini, di Kepri terdapat ribuan siswa/siswi yang sedang menimba ilmu pada tingkat SMA/SMK. Pelaksanaan KBM secara daring sebagaimana kebijakan Kemedikbud pun menghadapi sejumlah hambatan.

Seperti kepemilikan gawai telekomunikasi, kondisi sinyal internet yang tidak prima di sejumlah daerah dengan kondisi geografis Kepri yang punya lebih dari 2 ribu pulau, hingga ketiadaan kuota internet bagi para siswa/siswi yang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang beruntung.

Untuk itu, tujuan Isdianto bergerak cepat menggesa pelaksanaan ini tidak lain adalah agar para siswa dapat belajar dan guru serta orang tua menjadi tenang. Meskipun dirinya tahu 5 ribu paket tidak akan cukup memenuhi semua.

“Ini menjadi salah satu PR kami agar bagaimana mencari solusi cepat menangani setiap persoalan yang diakibatkan pandemi covid-19 ini, salah satunya terkait KBM,” lanjutnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menyerahkan secara simbolis Bantuan 5.050 Paket Internet Gratis. (foto:humaspemprov)

Apresiasi dan terimakasih Isdianto ucapkan pula kepada PT XL Axiata yang turut ikut andil dalam mengakomodir penyerahan bantuan ini. Begitupun Dinas Pendidikan dan Dinas Kominfo serta inisiasi dari Asosiasi Kepala Dinas Kominfo Provinsi se-Indonesia (ASKOMPSI) yang melakukan beberapa upaya alternatif, seperti penggalangan kerja sama dengan beberapa provider telekomunikasi.

Isdianto berharap apa yang dilakukan PT XL Axiata menjadi trigger bagi seluruh pihak yang ada di Kepri. Peran serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata namun menjadi tanggungjawab semua.

“Mari kita bersama, saling peduli terhadap pendidikan di negeri ini, karena eksistensi serta kemajuan bangsa sangat dipengaruhui oleh kualitas pendidikan bagi anak kita kelak yang akan menerima estafet kepemimpinan,” tambahnya.

Terakhir, tak bosan-bosannya Isdianto mengingatkan kepada semua untuk tidak bosan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dalam setiap kegiatan sehari-hari.

“Membiasakan diri untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting dalam kondisi saat ini, agar kita semua sehat dan senantiasa terhindar dari covid19 sembari kita terus berdoa agar covid-19 segera hilang dibumi Kepri,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Zulhendri dalam laporannya mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini terlaksana salah satunya sesuai dari arahan Gubernur saat menggelar pertemuan dengan provider di kantor Dompak, Tanjungpinang, agar ikut peduli dan memperhatikan kondisi saat ini terkait kelancaran proses pendidikan.

“Kami terus berkoordinasi melalui vicon dengan Asosiasi Kepala Dinas Kominfo Provinsi se-Indonesia (ASKOMPSI) dan provider terkait untuk melakukan langkah segera,” kata Zulhendri.

Setelahnya, lanjut Zulhendri, ASKOMPSI bersama PT XL Axiata menyalurkan bantuan secara nasional untuk 28 provinsi dengan jumlah keseluruhan 193.000 buah paket kuota dan untuk Kepri mendapatkan 5.050 paket. Tahap selanjutnya, untuk Kepri direncanakan akan diluncurkan lagi sebanyak 30 ribu paket internet.

Kemudian, PSM XL Axiata Area Tanjungpinang-Bintan Rudi Dharma menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa berkomitmen untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memajukan dunia pendidikan. Salah satunya kerjasama dengan ASKOMPSI menyediakan bantuan paket internet gratis se Indonesia.

“Untuk Kepri sendiri pada tahap pertama akan disalurkan sebanyak 5.050 paket, selanjutnya kita akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait data para pelajar dan sekolah yang mendapatkan bantuan ini,” kata Rudi.

Rudi melanjutkan, komitmen yang dilakukan ini merupakan salah satu bentuk terobosan dalam kelancaran proses belajar jarak jauh. “Mudah-mudahan dengan bantuan internet gratis ini para siswa dapat lancar dalam proses belajar sehingga menggapai prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.(*/uma)

93 Juta Peserta PBI BPJS Jadi Prioritas Vaksin Covid-19 Gratis

0

batampos.co.id – Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir memastikan vaksin akan siap diproduksi pada awal tahun depan. Sasaran yang akan diprioritaskan untuk digratiskan adalah mereka yang kurang mampu atau masuk dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Jumlahnya ada sekitar 93 juta. Mereka akan mendapatkan vaksin gratis. Sedangkan untuk masyarakat yang mampu, bisa melalui akses mandiri. Baginya, ini bentuk gotong royong untuk mendapatkan vaksin demi menyudahi pandemi Covid-19.

“Jumlah PBI (Penerima Bantuan Iuran) ada 93 juta, mereka jadi prirotas yang masuk dalam vaksin gratis dari pemerintah,” katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/9).

Erick juga membantah jika selama ini pemerintah dinilai hanya memprioritaskan ekonomi saja, bukan wabahnya. Makanya dibentuklah Satgas Covid-19 di mana visi utamanya adalah Indonesia Sehat. Komitmennya adalah mempercepat penyediaan vaksin.

“Jika dikatakan pemerintah prioritaskan ekonomi tidak benar. Itulah mengapa Tim Satgas Covid-19 mengutamaka nomor satu adalah Indonesia sehat. Kami sangat serius tak hanya terapi pengobatan apakah tes atau bagaimana penerapan sosial agar masyarakat ikut protokol, tapi vaksin ini juga jadi upaya yang memang saat ini sangat prioritas,” paparnya.

“Tapi tetap diminta kepada masyarakat agar jangan gara-gara ada vaksin tak perlu ada protokol lagi. Tetap tidak demikian ya,” katanya.(jpg)

Play sound