Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10220

Pencairan BST Tahap Kedua Mulai Hari Ini, Cek Lokasi dan Jadwalnya

0

batampos.co.id – Warga yang terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Sosial Tunai (KPM BST) bisa mencairkan dana bantuannya mulai hari ini, Senin (8/6). Total BST yang akan dicairkan yaitu 25.207 KPM. Pencairan dijadwalkan selama sepekan, yakni 8-15 Juni.

Proses pencairan masih sama seperti tahap pertama yang berlangsung pada Mei lalu, dilakukan melalui dua bank dan kantor pos. Melalui BNI sebanyak 1.161 KPM, kemudian 2.720 KPM melalui BRI, serta 21.326 KPM akan mencairkan lewat Kantor Pos.

“Untuk yang belum mencairkan BST-nya pada tahap pertama lalu, dapat melakukan pengambilan sekaligus di tahap kedua ini,” kata Kepala Kantor Pos Batam, Masni Gardenia Augusta di Batam Centre, Minggu (7/6).

Adapun khusus untuk BST yang pencairannya melalui Kantor Pos, lokasi dibagi menjadi 14 titik. KPM dari enam kelurahan di Kecamatan Batam Kota bisa mengambil BST di Kantor Pos Batam Centre. Dimulai dengan Kelurahan Sukajadi dan Sei Panas pada 8 Juni, dilanjutkan Baloi Permai dan Belian pada 9 Juni, serta Taman Baloi dan Teluk Tering pada 10 Juni.

Kemudian Kelurahan Bukit Tempayan dan Buliang Kecamatan Batuaji bisa mengambil BST di Kantor Pos Mitra Mal pada 11 Juni. Pada hari yang sama, KPM di Kelurahan Tanjunguncang bisa mengambil BST di Kantor Pos Fanindo. Sementara Kelurahan Kibing bisa mengambil BST di Kantor Pos SP Plaza Batuaji pada 12 Juni.

Sedangkan KPM dari Kecamatan Batuampar bisa mengambil BST di Kantor Pos Sungai Jodoh Komplek Jodoh Square. Jadwalnya yaitu 10-13 Juni, secara berturut-turut untuk Kelurahan Sungai Jodoh, Kampung Seraya, Batu Merah, dan Tanjungsengkuang.

Pembagian BST untuk KPM Belakangpadang dilaksanakan oleh Kantor Pos Belakangpadang di Gedung Indra Sakti. Pelaksanaannya pada 10 Juni untuk Kelurahan Pecong dan Pulau Terung, 11 Juni untuk Kelurahan Kasu dan Pemping, serta 12 Juni untuk Kelurahan Sekanak Raya dan Tanjung Sari.

Kantor Pos Bengkong yang berlokasi di Ruko Aljabar akan melayani khusus KPM Bengkong. Waktunya yaitu 12 Juni untuk Kelurahan Bengkong Sadai, 13 Juni untuk Kelurahan Bengkong Indah dan Bengkong Laut, serta 15 Juni untuk Kelurahan Tanjung Buntung.

Pembagian BST untuk Kecamatan Bulang dilaksanakan di dua titik. Yaitu Kantor Pos Bulang di Jembatan II Barelang untuk Kelurahan Pulau Setokok pada 10 Juni. Sedangkan lima kelurahan lain dibagikan di Kantor Pos Fanindo pada 11 Juni.

Sementara itu, pembagian BST untuk KPM Kecamatan Galang akan dilakukan di Kantor Camat Galang pada 9 Juni. Kecuali untuk Kelurahan Subang Mas akan dibagikan di Kantor Pos Punggur pada 10 Juni.

Kantor Pos Pelita akan melayani lima kelurahan di Kecamatan Lubukbaja. Dengan pembagian jadwal, untuk Kelurahan Baloi Indah pada 12 Juni, dan Tanjunguma 13 Juni. Selanjutnya 15 Juni untuk Kelurahan Batu Selicin, Kampung Pelita, dan Lubukbaja Kota.

Selanjutnya untuk Kecamatan Nongsa dibagi di dua titik. Yaitu Kantor Pos Punggur untuk Kelurahan Kabil dan Ngenang pada 10 Juni. Dan Kantor Pos Botania melayani KPM dari Kelurahan Sambau pada 11 Juni serta Kelurahan Batubesar pada 12 Juni.

Untuk Sagulung ada empat titik. Yaitu Kantor Pos Sagulung untuk Kelurahan Sagulung Kota pada 12 Juni. Pada 12 Juni juga, akan dibagikan di Kantor Pos Fanindo untuk Kelurahan Sungai Binti. Kantor Pos Fanindo juga melayani untuk Kelurahan Sungai Lekop pada 13 dan 15 Juni.

Kantor Pos Tembesi di ruko mal Top 100 Tembesi pada 12-13 Juni untuk Kelurahan Tembesi. Selanjutnya Kantor Pos Batuaji di SP Plaza untuk Kelurahan Sungai Langkai pada 13 dan 15 Juni. “”Waktu yang sama untuk Kelurahan Sungai Pelunggut tapi dilaksanakan di Pasar BBC Dapur 12,” paparnya.

Kantor Pos Tembesi juga akan melayani KPM dari Kelurahan Mukakuning Kecamatan Sei Beduk pada 15 Juni. Sementara tiga kelurahan lain dibagikan di Kantor Pos Piayu. Jadwalnya yaitu Kelurahan Duriangkang pada 10 Juni, Tanjungpiayu pada 11 Juni, dan Mangsang pada 12-13 Juni.

Kecamatan Sekupang akan dilaksanakan dalam empat hari di dua lokasi. Rinciannya yaitu Kelurahan Tanjung Riau di Kantor Pos Sutami dan Kelurahan Tiban Baru di Kantor Pos Tiban pada 9 Juni. Selanjutnya pada 10 Juni untuk Kelurahan Sungai Harapan dan Tanjung Pinggir di Kantor Pos Sutami, serta Tiban Indah di Kantor Pos Tiban. Kemudian Kelurahan Patam Lestari di Kantor Pos Sutami pada 11 Juni. Terakhir, Kelurahan Tiban Lama di Kantor Pos Tiban pada 11-12 Juni.

“Pelayanan dilaksanakan pukul 08.00-16.00 WIN. Bagi yang akan mengambil BST, harus melampirkan KTP, KK, asli dan fotokopi. Wajib mengenakan masker dan patuhi protokol jaga jarak selama proses pencairan dana BST nanti,” pesan Masni.(*/uma)

ASN Usia di Atas 50 Tahun Disarankan WFH

0

batampos.co.id – Sistem kerja pada new normal bagi para aparatur sipil negara (ASN) disesuaikan dengan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah masing-masing. Jika suatu wilayah menerapkan PSBB secara penuh, maka instansi pemerintah juga diminta untuk melaksanakan penugasan dari rumah.

Namun jika situasinya seperti DKI Jakarta yang menerapkan masa transisi, maka ASN diminta menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo menjelaskan, bahwa Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 bersifat fleksibel. Dalam surat tersebut juga dinyatakan bahwa ASN tetap menjalankan tugas dan fungsi secara produktif.

Dia mencontohkan DKI Jakarta. Setelah PSBB diganti dengan masa transisi, maka sistem kerja baru dilakukan kementerian dan lembaga menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Misalnya pada masa transisi ini, kantor pemerintah bisa menerapkan saat work from office (WFO) dengan maksimal 50 persen kehadiran pegawai dalam satu kantor. Setiap ASN yang bekerja di kantor, wajib menggunakan masker dalam menjalani sistem kerja baru.

ASN juga diwajibkan menyesuaikan jarak tempat duduk sejauh 1,5 hingga 2 meter. Selain itu, pegawai dengan usia di atas 50 tahun yang memiliki riwayat resehatan disarankan bekerja dari rumah.

Tjahjo menjelaskan, perjalanan dinas bagi ASN selama masa PSBB juga diatur secara ketat dengan indikator kepentingan dan status zona wilayah. Secara umum, ASN belum diperbolehkan berdinas ke luar kota. Namun, apabila perjalanan dinas tersebut sifatnya mendesak, dilengkapi surat dinas, dan daerah yang dituju merupakan zona hijau, maka yang bersangkutan diperbolehkan melakukan perjalanan dinas.

Sistem kerja tersebut merupakan pola baru, sehingga para ASN diminta lebih kreatif dan inovatif untuk menyesuaikan diri. Sementara, efektivitas pelayanan publik mampu ditingkatkan melalui percepatan proses administasi.

”Salah satunya, menyederhanakan proses bisnis, prosedur operasional standar (SOP) layanan, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” ungkap Tjahjo. (*/lyn/jpg)

Surat Hasil Rapid Test dan PCR Hanya Berlaku untuk Penumpang dari Luar Kepri

0

batampos.co.id – Surat edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terkait pembatasan perjalanan transportasi laut dikhususkan untuk penumpang atau masyarakat dari luar Kepulauan Riau (Kepri) yang masuk ke Batam. Untuk masyarakat Kepri dari enam kabupaten/kota lain yang akan masuk ke Batam, cukup menunjukkan identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Itu aturan untuk masyarakat dari luar Kepri. Kalau warga Kepri hanya menunjukkan KTP saja. Karena masih banyak yang bolak balik ke Batam untuk pekerjaan dan urusan bisnis,” ujar Kabid Pelabuhan Laut Dishub Batam, Musyadek, Minggu (7/6) siang.

Dalam surat edaran itu disebutkan, bagi penumpang dari luar Kepri yang akan memasuki wilayah Kota Batam, wajib mengikuti protokol kesehatan. Seperti, menunjukkan surat keterangan uji tes Reverse Transciption Polymerase Chain Reaction (RT PCR) dengan hasil negatif yang berlaku tujuh hari.

Selain itu, jika tidak ada surat RT PCR, maka bisa menyertakan surat keterangan tes cepat (rapid test) Covid-19 dengan hasil nonreaktif yang berlaku tiga hari pada saat keberangkatan dari pelabuhan asal.

Namun, apabila di daerah asal tidak ada fasilitas pemeriksaan RT PCR dan rapid test, maka setiap penumpang harus menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan dokter rumah sakit atau puskesmas.

“Sebenarnya surat itu untuk menyempurnakan kebijakan Pak Wali Kota untuk new normal pada pertengahan bulan ini. Karena ditakutkan, jelang new normal kondisi pasien positif di Batam malah bertambah,” kata Musyadek.

Dia menjelaskan, peraturan ini sudah diberlakukan di seluruh pelabuhan di Batam. “Mungkin surat ini akan ada revisi dari Pak Wali. Karena informasinya belum lengkap,” ungkapnya.

Musyadek berharap, dengan surat edaran ini bisa menekan angka penularan Covid-19. Ia juga meminta seluruh masyarakat dari luar Kepri untuk mematuhi aturan tersebut.(*/jpg)

Komisioner Bawaslu dan Stafnya Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo dinyatakan positif terinfeksi virus korona atau Covid-19. Tenaga ahli dan dua orang stafnya juga dinyatakan positif terinfeksi virus yang berasala dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Benar (Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo positif Covid-19),” kata Komisioner Bawaslu Afifuddin saat dikonfirmasi, Minggu (7/6).

Ratna dinyatakan positif setelah menjalani tes swab. Selain Ratna, tenaga ahli dan dua orang stafnya juga dinyatakan positif Covid-19.

“Tenaga ahli dan dua orang staf, jadi selain Bu Ratna ada tiga lagi yang positif,” ujar Afif.

Afif menuturkan, selama pandemi Covid-19, Bawaslu sudah menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Ratna yang tinggal di Kota Palu, Sulawesi Tengah berencana ke Jakarta, namun hasil swab menyatakan positif.

“Beliau sudah lama WFH kan rumahnya di Palu, karena Covid kan susah ke Jakarta, jadi ada rencana ke Jakarta, sebelum ke Jakarta (dilakukan tes) swab,” ungkap Afif.

Oleh karena itu, Afif mengharapkan agar masyarakat dapat mendoakan rekannya tersebut. Sehingga Ratna kembali sehat dan bisa menjalankan tugasnya sebagai Komisioner Bawaslu. “Pokoknya kita mohon doa kesembuhan,” tukas Afif.

Diketahui, Ratna sudah lama berkecimping di dunia pemilu. Bekerja sebagai Pengawas Pemilu sudah dimulai sejak tahun 2009 sebagai Ketua Panwaslu Kota Palu untuk Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Kemudian, pernah menjadi Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2012-2017. Sebelumnya, terlibat sebagai anggota Pengawas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Tahun 2011.(jpg)

Bocah Positif Covid-19, Pasien dari Cluster HOG Batam Bertambah

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan, pasien positif Covid-19 klaster HOG Eden Park terus bertambah. Seorang anak lima tahun dinyatakan positif terpapar virus korona jenis baru itu pada Minggu (7/6).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi seperti dilansir dari Antara menyatakan, anak perempuan berusia 5 tahun yang beralamat di kawasan Perumahan Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 158 Kota Batam. Pasien itu merupakan anak kandung dari pasien 134 dan adik kandung pasien 140.

”Ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, berdasar hasil tracing closes contact dari klaster HOG Eden Park Kota Batam. Sejauh ini, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti,” kata Rudi.

Hingga Minggu (7/6), lanjut dia, tercatat 158 pasien positif Covid-19. Sebanyak 62 orang di antaranya sembuh, 12 meninggal, dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Sementara itu, sesuai penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan Tim Surveillance Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh klaster, disimpulkan masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus dari berbagai klaster tersebut. Selain itu, masih ada potensi kasus baru dari transmisi lokal maupun impor.

”Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19,” terang Rudi.

Dia mengingatkan masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja, dan mengenakan masker jika terpaksa harus ke luar rumah. Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.(antara)

Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

0

batampos.co.id – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia melakukan survei mengenai penanganan Covid-19 oleh pemerintah serta dampak politik dan ekonominya. Hasilnya, 60,3 persen responden menilai bantuan sosial (bansos) yang diberikan untuk warga kurang mampu tidak tepat sasaran.

“Mayoritas menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali, 60,3 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (7/6).

Sementara itu, sebanyak 25,6 persen responden menilai distribusi bansos cukup tepat sasaran. Hanya 4,1 persen responden menilai bansos sangat tepat sasaran.

Menanggapi hasil survei, politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang turut hadir menjadi pembicara menilai, kendala terbesar distribusi bansos adalah masalah data. Dia mengusulkan sejumlah langkah seperti verifikasi data dari tingkat RT/RW secara berjenjang.

“Dugaan saya, ke depan itu bansos-bansos meningkat. Jadi, perlu kita database buat pegangan. Jadi, harus ada data terbaru dan terus update,” ucap Maruarar.

Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada 16-18 Mei 2020 dan melibatkan 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)

Ayo Jujur, Karena Itu Menyelamatkan Anda dan Masyarakat Lainnya dari Covid-19

0

batampos.co.id – Jujur menjadi kunci utama dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Dokter Sigit Riyarto.

Sigit menyampaikan saat ini ada satu permasalahan yang dialami secara nasional. Yaitu pasien-pasien tidak jujur.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dan perlu kita lihat, pasien Covid ini bukan pasien yang najis ya dan ini perlu kita sadari bersama,” jelasnya, Kamis (28/5/2020).

Ia menyayangnya masih terjadi dibeberapa tempat seolah-olah orang yang pernah positif Covid-19 tidak boleh didekati karena takut tertular.

“Ini yang menyebabkan pasien tidak jujur dan masyarakat takut. Akibatnya sangat parah sekali, karena nanti dia bisa menularkan kepada orang lain,” tuturnya.

Infografis aliibenk/batampos.co.id

Ia mengatakan, selain mendorong pasien jujur, masyarakat juga harus menerima bahwa Covid-19 ada di antara mereka.

“Jadi mari sama-sama memerangi, tapi tidak dengan cara mengucilkan. Tetapi justru mendukung (pasien Covid-19,red) dan banyak kejadian di luar Kepri justru pasien Covid-19 disupport,” jelasnya.

Dalam artian kata dia, masyarakat sekitar yang mengetahui tetangganya terkena Covid-19 tidak mengucilkan tapi justru memberikan dukungan.

Dengan begitu pasien Covid-19 lanjutnya, betah di dalam rumah sehingga tidak keluar rumah selama 14 hari.

“Salah satu bentuk dukungannya kita bisa memberikan bingkisan makanan kepada mereka (pasien Covid-19,red),” tuturnya.

Dengan adanya kepedulian antar masyarakat, ia meyakini kejadian pasien yang tidak jujur akan sangat berkurang.

“Kita juga imbau supaya pasien terus terang saja, kalau pernah kontak dengan pasien Covid-19,” jelasnya.

Sigit juga menekankan, kejujuran itu untuk kebaikan bersama.

“Kalau Anda jujur itu akan menyelamatkan Anda dan masyarakat yang lain. Jangan sampai kita tidak jujur mengakibatkan ada orang yang tertular,” paparnya.(esa/adv)

Bertambah 672 Kasus Baru Covid-19

0

batampos.co.id – Pertambahan kasus baru Covid-19 harian masih cenderung tinggi. Pada Minggu (7/6), ada penambahan 672 kasus baru sehingga totalnya kini menjadi 31.186 orang.

Pasien positif diperiksa dari 11.924 spesimen dengan metode PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Total spesimen yang sudah diuji adalah sebanyak 405.992 spesimen.

“Kalau kemudian dirinci lebih detail masih yang terbanyak DKI Jakarta tambahan 163 kasus baru dan ada 294 sembuh. Lalu Jawa Timur tambah 113 kasus, dengan 48 kasus sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (7/6).

Setelah Jakarta dan Jawa Timur, ada pula kasus terbanyak lainnya di tiga provinsi lainnya. Sulawesi Selatan 64 kasus, Papua 59 kasus, Jawa Tengah 51 kasus.

“Sebagian masyarakat kita memahami betul tentang hal-hal yang bisa dilakukan mencegah Covid-19. Mematuhi protokol kesehatan harus jadi kebiasaan gambaran. Kita akan siap menjalani tatanan hidup baru,” ungkapnya.

Sementara kasus sembuh bertambah 591 pasien sembuh. Sudah ada 10.498 total pasien sembuh saat ini. Angka kematian bertambah 50 orang. Sehingga kasus kematian menjadi 1.851 kasus kematian.

Angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah sebanyak 14.197 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah sebanyak 40.370 orang. Dengan total 422 kabupaten kota terdampak di 34 provinsi.(jpg)

Di Tangan Sang Maestro Semua Menjadi Mudah

0

Jika urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran (HR. Bukhari)

Tahun lalu saya mampir di salah satu rumah makan favorit saya. Saya sering kesana, karena ikan bakarnya enak sekali. Selain karena bumbu khasnya adalah rahasia keluarga turun temurun, si bapak memang sudah ahli membakar ikan. Pokoknya ikan yang dibakar olehnya enak banget.

Setelah pesanan datang, langsung saya santap. Gak sabaran, karena sudah lama gak makan ikan bakar.

Tapi anehnya, ikan bakar pesanan saya kali ini beda. Rasanya kok gak karu-karuan gitu. Bumbunya sih enak. Tapi ikan bakarnya sama sekali gak enak. Pahit. Saya panggil ibu pemilik rumah makan – yang kebetulan memang saya kenal, lalu saya tanya.

“Kok ikan bakarnya gak kayak biasanya ya bu?” tanya saya.

“Oh, maaf. Si Bapak lagi sakit. Jadi sementara ini anak saya yang bantu-bantu bakar ikan,” jawabnya.

Mendengar jawaban ibu itu, saya langsung paham. Anak pemilik rumah makan ini bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan elektronik. Dia memang ahli dalam bidang otomasi industri, tapi bukan ahli memasak. Jadi, wajar saja kalau rasa ikannya jadi gak karu-karuan seperti ini.

Itulah yang akan terjadi bila sebuah pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya. Bukannya mendapat hasil yang optimal, malah berpotensi menimbulkan masalah.

Karena itulah perusahaan-perusahaan besar kelas dunia sangat berhati-hati dalam membuat produknya. Mereka lebih memilih menyerahkannya pada ahlinya, ketimbang mengerjakannya sendiri.

Contoh sederhana adalah ketika kita bicara soal produk Apple. Baik itu MacBook, Iphone, atau Apple Watch. Semuanya tidak dibangun oleh Apple sendirian. Perusahaan lebih memilih untuk menyerahkan kepada perusahaan lain yang memang sudah ahli di bidangnya. Walaupun itu perusahaan pesaing.

Apple lebih memilih menggunakan layar Amoled yang dikeluarkan Samsung pada produk Iphone dan Apple Watch. Kita tahu, Samsung memang rajanya layar Amoled. Tidak ada pesaingnya. Sementara urusan Chip, Apple mempercayakannya kepada SMTC.

Perakitannya juga tidak dilakukan oleh Apple. Tapi Foxconn. Perusahaan perakitan asal Taiwan yang memang sangat terkenal keahliannya. Foxconn tidak hanya melakukan perakitan untuk Apple, tapi juga untuk beberapa produk terkenal seperti Playstation, Blackberry, Nintendo Wi, X-Box.

Apple tidak sendirian, banyak produk kelas dunia lainnya juga mempercayakan perakitannya ke perusahaan lain. Dell, Toshiba, Acer, HP dan beberapa produk laptop yang anda kenal mempercayakan Compal Computer untuk merakit produk mereka.

Kenapa sih mereka tidak lakukan sendiri? Kan lebih hemat?

Jawabannya sederhana. Pada dasarnya semua hal akan menjadi baik, jika dikerjakan oleh ahlinya. Dan mereka bukan ahlinya. Mereka gak mau sok ahli yang malah berdampak masalah.

Ketika dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, maka belum tentu barang yang dihasilkan akan punya kualitas yang baik. Secara waktu belum tentu lebih cepat dan biaya belum tentu lebih murah. Itulah sebabnya, produk-produk terkenal itu dikerjakan oleh pihak lain yang memang ahli di bidangnya.

Nah, kalau untuk urusan pengelolaan air di Indonesia, ATB memang ahlinya.

Ini bukan sekedar pengakuan semata. Sebelum Covid – 19, ATB sudah menjadi rujukan untuk perusahaan air minum terbaik. Kami melayani rata – rata 60 sampai 70 kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia dalam setahun. Tidak hanya dalam negeri, beberapa negara tetangga juga menjadikan ATB sebagai rujukan.

Diukur dari beberapa parameter, pencapaian kami selalu yang terbaik. Pertama cakupan pelayanan. Jangan bilang ahli jika cakupan pelayanannya baru 8 persen, seperti yang terjadi di Pekanbaru. Atau Cuma 65 persen seperti di Jakarta.

Saat ini, cakupan pelayanan tertinggi dipegang oleh Surabaya, yang mencapai 94 persen. Tapi cakupan pelayanan ATB sudah mencapai 99,5 persen. Wow. Fantastis bukan? termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Bicara kontinyuitas, aliran air ATB di Batam telah mencapai 23,7 jam. Juga salah satu yang tertinggi di Indonesia. Betul kami belum sempurna. Karena kami belum 24 jam. Masih tersisa 2.500 pelanggan yang belum mengalir 24 jam.

Tapi coba kita bandingkan dengan Tanjungpinang yang hanya mengalir 3 jam sehari. Itupun bergonta-ganti hari. Hari ini ngalir di wilayah ini tiga jam, kemudian pindah ke wilayah lain 3 jam. Jadi bukan setiap hari 3 jam.

Demikian juga di Pekanbaru, dengan jumlah penduduk yang kurang lebih sama dengan Batam, cakupan pelayanannya cuma 8 persen. Dan kebocorannya mencapai 70 persen. Itu salah satu yang tertinggi di Indonesia. Jangankan bicara soal Kontinyuitas, cakupan pelayanannya saja masih sangat minim.

Selain diukur dari kuantitas dan kontinyuitas suplai, baik tidaknya pelayanan air juga dapat diukur dari kebocoran. Tidak ada gunanya juga jika air mengalir 24 jam, cakupan pelayanan 100 persen, tapi kebocorannya tinggi. Karena di jaman seperti ini, kita harus mampu menyelamatkan air untuk masa depan.

Jika sebuah layanan sebuah perusahaan air bagus, tapi kebocorannya tinggi, maka secara keseluruhan perusahaan itu dinilai tidak bagus.

Bagaimana kebocoran air di ATB?

Saat ini, kebocoran air ATB ada di angka 14 persen. Merupakan yang terendah di Indonesia, untuk kelas pelanggan di atas 200 ribu sambungan.

Kebocoran terendah lainnya itu ada di Aetra Tanggerang, yakni hanya 6 persen. Akan tetapi, Aetra Tanggerang baru melayani 40 ribu sambungan pelanggan. Itu setara dengan salah satu DMA yang dilayani oleh ATB dengan kebocoran sekitar 3-4 persen.

PDAM lain gimana? Angkanya masih di atas 30 persen. Kebocoran di Jakarta masih 42 persen. Pekanbaru masih di atas 70 persen. Air terbuang sia-sia.

Dengan tingkat kebocoran yang sangat rendah, ATB telah membantu menyelamatkan Batam yang seharusnya sudah defisit air sejak tahun 2015. Kita harus bersyukur, karena masih bisa menikmati layanan air yang baik dari ATB hingga hari ini.

Kita juga beruntung karena air di Batam dikelola oleh ATB, sehingga Batam layak untuk menjadi daerah tujuan investasi. Karena tidak mungkin ada investasi masuk, ketika dukungan layanan airnya tidak baik.

ATB  juga bisa membuktikan bahwa apa yang kami lakukan bisa membantu meningkatkan layanan air di Indonesia. ATB tak berfikir sempit hanya untuk pulau Batam. Tapi ATB berfikir besar, agar peningkatan layanan air juga bisa terjadi di bagian kota lain di Indonesia.

Karena itu ATB berupaya menciptakan inovasi baru yang nantinya bisa digunakan di daerah lain. Saat ini, ATB menjadi perusahaan air bersih pertama dan satu-satunya yang menjadi penemu dan mengantongi Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

ATB membuktikan, dirinya tak hanya mampu menjalankan pengelolaan dengan baik, tapi juga memiliki kecerdasan yang bisa membantu meningkatkan kualitas layanan air di Indonesia dalam bentuk Paten manajemen pengelolaan air yang terintegrasi berbasis SCADA.

Di berbagai even kompetisi, ATB mendapat penghargaan kelas paling atas. Salah satunya adalah SNI Award. ATB adalah satu-satunya perusahaan swasta dan bukan BUMN yang pernah mendapat raihan Platinum. Jika ATB masih ikut dalam kompetisi tersebut tahun ini, kami berpeluang mendapat SNI Grand Platinum.

Ini semua membuktikan bahwa ATB adalah Maestro di bidang air.

Batam sebagai daerah tujuan investasi punya segudang masalah yang kompleks tentang ketersediaan air. Siapapun yang menjalankan operasi air di Batam, maka mereka harus perusahaan yang ahli di bidangnya.

Untuk urusan air yang sedemikian penting , masihkah kita ingin coba – coba ?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

57,6 Persen Responden Nilai Covid-19 Sebabkan Kondisi Ekonomi Buruk

0

batampos.co.id – Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait kinerja pemerintah dalam menangani wabah virus korona atau Covid-19. Hasil survei menunjukkan sebesar 57,6 persen responden menilai ekonomi Indonesia buruk akibat mewabahnya Covid-19.

“Mayoritas masyarakat menilai buruk, 57,6 persen, dan sangat buruk, 23,4 persen, terkait prekonomian Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil survei ‘Persepsi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi, dan Implikasi Politiknya,” Minggu (6/7).

Burhanuddin menyebut, hanya 1,2 persen responden yang menilai kondisi ekonomi Indonesia sangat baik. Sedangkan, 5,5 persen responden menilai ekonomi Indonesia masih baik.

“8,9 persen menilai ekonomi Indonesia pada taraf sedang, dan 3,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” ujarnya.

Selama 16 tahun terakhir, atau sejak 2004, persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami tren peningkatan. Pada 2004, sebanyak 48,1 responden yang disurvei pada saat itu menyatakan ekonomi buruk.

Persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami pasang surut. Terbaik terjadi pada hasil survei Februari 2020, yang menunjukkan hanya 24,1 persen responden yang menyatakan kondisi ekonomi buruk.

Survei terakhir yang digelar Mei 2020 menunjukkan sebanyak 81 persen responden menilai kondisi ekonomi buruk. Lebih lanjut Burhanuddin menjelaskan, di level rumah tangga, mayoritas atau 83,7 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk dibandingkan setahun sebelumnya.

“(Itu terdiri dari) 65,4 persen menilai lebih buruk, dan 18,3 persen menilai jauh lebih buruk,” jelas Burhanuddin.

Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada 16-18 Mei 2020 dan melibatkan 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpg)