Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10221

Bocah Positif Covid-19, Pasien dari Cluster HOG Batam Bertambah

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan, pasien positif Covid-19 klaster HOG Eden Park terus bertambah. Seorang anak lima tahun dinyatakan positif terpapar virus korona jenis baru itu pada Minggu (7/6).

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi seperti dilansir dari Antara menyatakan, anak perempuan berusia 5 tahun yang beralamat di kawasan Perumahan Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 nomor 158 Kota Batam. Pasien itu merupakan anak kandung dari pasien 134 dan adik kandung pasien 140.

”Ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, berdasar hasil tracing closes contact dari klaster HOG Eden Park Kota Batam. Sejauh ini, kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan gangguan kesehatan yang berarti,” kata Rudi.

Hingga Minggu (7/6), lanjut dia, tercatat 158 pasien positif Covid-19. Sebanyak 62 orang di antaranya sembuh, 12 meninggal, dan lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan.

Sementara itu, sesuai penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan Tim Surveillance Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam terhadap seluruh klaster, disimpulkan masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus dari berbagai klaster tersebut. Selain itu, masih ada potensi kasus baru dari transmisi lokal maupun impor.

”Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19,” terang Rudi.

Dia mengingatkan masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja, dan mengenakan masker jika terpaksa harus ke luar rumah. Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.(antara)

Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

0

batampos.co.id – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia melakukan survei mengenai penanganan Covid-19 oleh pemerintah serta dampak politik dan ekonominya. Hasilnya, 60,3 persen responden menilai bantuan sosial (bansos) yang diberikan untuk warga kurang mampu tidak tepat sasaran.

“Mayoritas menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali, 60,3 persen,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (7/6).

Sementara itu, sebanyak 25,6 persen responden menilai distribusi bansos cukup tepat sasaran. Hanya 4,1 persen responden menilai bansos sangat tepat sasaran.

Menanggapi hasil survei, politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait yang turut hadir menjadi pembicara menilai, kendala terbesar distribusi bansos adalah masalah data. Dia mengusulkan sejumlah langkah seperti verifikasi data dari tingkat RT/RW secara berjenjang.

“Dugaan saya, ke depan itu bansos-bansos meningkat. Jadi, perlu kita database buat pegangan. Jadi, harus ada data terbaru dan terus update,” ucap Maruarar.

Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada 16-18 Mei 2020 dan melibatkan 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(jpg)

Ayo Jujur, Karena Itu Menyelamatkan Anda dan Masyarakat Lainnya dari Covid-19

0

batampos.co.id – Jujur menjadi kunci utama dalam pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Dokter Sigit Riyarto.

Sigit menyampaikan saat ini ada satu permasalahan yang dialami secara nasional. Yaitu pasien-pasien tidak jujur.

“Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dan perlu kita lihat, pasien Covid ini bukan pasien yang najis ya dan ini perlu kita sadari bersama,” jelasnya, Kamis (28/5/2020).

Ia menyayangnya masih terjadi dibeberapa tempat seolah-olah orang yang pernah positif Covid-19 tidak boleh didekati karena takut tertular.

“Ini yang menyebabkan pasien tidak jujur dan masyarakat takut. Akibatnya sangat parah sekali, karena nanti dia bisa menularkan kepada orang lain,” tuturnya.

Infografis aliibenk/batampos.co.id

Ia mengatakan, selain mendorong pasien jujur, masyarakat juga harus menerima bahwa Covid-19 ada di antara mereka.

“Jadi mari sama-sama memerangi, tapi tidak dengan cara mengucilkan. Tetapi justru mendukung (pasien Covid-19,red) dan banyak kejadian di luar Kepri justru pasien Covid-19 disupport,” jelasnya.

Dalam artian kata dia, masyarakat sekitar yang mengetahui tetangganya terkena Covid-19 tidak mengucilkan tapi justru memberikan dukungan.

Dengan begitu pasien Covid-19 lanjutnya, betah di dalam rumah sehingga tidak keluar rumah selama 14 hari.

“Salah satu bentuk dukungannya kita bisa memberikan bingkisan makanan kepada mereka (pasien Covid-19,red),” tuturnya.

Dengan adanya kepedulian antar masyarakat, ia meyakini kejadian pasien yang tidak jujur akan sangat berkurang.

“Kita juga imbau supaya pasien terus terang saja, kalau pernah kontak dengan pasien Covid-19,” jelasnya.

Sigit juga menekankan, kejujuran itu untuk kebaikan bersama.

“Kalau Anda jujur itu akan menyelamatkan Anda dan masyarakat yang lain. Jangan sampai kita tidak jujur mengakibatkan ada orang yang tertular,” paparnya.(esa/adv)

Bertambah 672 Kasus Baru Covid-19

0

batampos.co.id – Pertambahan kasus baru Covid-19 harian masih cenderung tinggi. Pada Minggu (7/6), ada penambahan 672 kasus baru sehingga totalnya kini menjadi 31.186 orang.

Pasien positif diperiksa dari 11.924 spesimen dengan metode PCR dan Tes Cepat Molekuler (TCM). Total spesimen yang sudah diuji adalah sebanyak 405.992 spesimen.

“Kalau kemudian dirinci lebih detail masih yang terbanyak DKI Jakarta tambahan 163 kasus baru dan ada 294 sembuh. Lalu Jawa Timur tambah 113 kasus, dengan 48 kasus sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu (7/6).

Setelah Jakarta dan Jawa Timur, ada pula kasus terbanyak lainnya di tiga provinsi lainnya. Sulawesi Selatan 64 kasus, Papua 59 kasus, Jawa Tengah 51 kasus.

“Sebagian masyarakat kita memahami betul tentang hal-hal yang bisa dilakukan mencegah Covid-19. Mematuhi protokol kesehatan harus jadi kebiasaan gambaran. Kita akan siap menjalani tatanan hidup baru,” ungkapnya.

Sementara kasus sembuh bertambah 591 pasien sembuh. Sudah ada 10.498 total pasien sembuh saat ini. Angka kematian bertambah 50 orang. Sehingga kasus kematian menjadi 1.851 kasus kematian.

Angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah sebanyak 14.197 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah sebanyak 40.370 orang. Dengan total 422 kabupaten kota terdampak di 34 provinsi.(jpg)

Di Tangan Sang Maestro Semua Menjadi Mudah

0

Jika urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran (HR. Bukhari)

Tahun lalu saya mampir di salah satu rumah makan favorit saya. Saya sering kesana, karena ikan bakarnya enak sekali. Selain karena bumbu khasnya adalah rahasia keluarga turun temurun, si bapak memang sudah ahli membakar ikan. Pokoknya ikan yang dibakar olehnya enak banget.

Setelah pesanan datang, langsung saya santap. Gak sabaran, karena sudah lama gak makan ikan bakar.

Tapi anehnya, ikan bakar pesanan saya kali ini beda. Rasanya kok gak karu-karuan gitu. Bumbunya sih enak. Tapi ikan bakarnya sama sekali gak enak. Pahit. Saya panggil ibu pemilik rumah makan – yang kebetulan memang saya kenal, lalu saya tanya.

“Kok ikan bakarnya gak kayak biasanya ya bu?” tanya saya.

“Oh, maaf. Si Bapak lagi sakit. Jadi sementara ini anak saya yang bantu-bantu bakar ikan,” jawabnya.

Mendengar jawaban ibu itu, saya langsung paham. Anak pemilik rumah makan ini bekerja sebagai engineer di sebuah perusahaan elektronik. Dia memang ahli dalam bidang otomasi industri, tapi bukan ahli memasak. Jadi, wajar saja kalau rasa ikannya jadi gak karu-karuan seperti ini.

Itulah yang akan terjadi bila sebuah pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya. Bukannya mendapat hasil yang optimal, malah berpotensi menimbulkan masalah.

Karena itulah perusahaan-perusahaan besar kelas dunia sangat berhati-hati dalam membuat produknya. Mereka lebih memilih menyerahkannya pada ahlinya, ketimbang mengerjakannya sendiri.

Contoh sederhana adalah ketika kita bicara soal produk Apple. Baik itu MacBook, Iphone, atau Apple Watch. Semuanya tidak dibangun oleh Apple sendirian. Perusahaan lebih memilih untuk menyerahkan kepada perusahaan lain yang memang sudah ahli di bidangnya. Walaupun itu perusahaan pesaing.

Apple lebih memilih menggunakan layar Amoled yang dikeluarkan Samsung pada produk Iphone dan Apple Watch. Kita tahu, Samsung memang rajanya layar Amoled. Tidak ada pesaingnya. Sementara urusan Chip, Apple mempercayakannya kepada SMTC.

Perakitannya juga tidak dilakukan oleh Apple. Tapi Foxconn. Perusahaan perakitan asal Taiwan yang memang sangat terkenal keahliannya. Foxconn tidak hanya melakukan perakitan untuk Apple, tapi juga untuk beberapa produk terkenal seperti Playstation, Blackberry, Nintendo Wi, X-Box.

Apple tidak sendirian, banyak produk kelas dunia lainnya juga mempercayakan perakitannya ke perusahaan lain. Dell, Toshiba, Acer, HP dan beberapa produk laptop yang anda kenal mempercayakan Compal Computer untuk merakit produk mereka.

Kenapa sih mereka tidak lakukan sendiri? Kan lebih hemat?

Jawabannya sederhana. Pada dasarnya semua hal akan menjadi baik, jika dikerjakan oleh ahlinya. Dan mereka bukan ahlinya. Mereka gak mau sok ahli yang malah berdampak masalah.

Ketika dikerjakan oleh yang bukan ahlinya, maka belum tentu barang yang dihasilkan akan punya kualitas yang baik. Secara waktu belum tentu lebih cepat dan biaya belum tentu lebih murah. Itulah sebabnya, produk-produk terkenal itu dikerjakan oleh pihak lain yang memang ahli di bidangnya.

Nah, kalau untuk urusan pengelolaan air di Indonesia, ATB memang ahlinya.

Ini bukan sekedar pengakuan semata. Sebelum Covid – 19, ATB sudah menjadi rujukan untuk perusahaan air minum terbaik. Kami melayani rata – rata 60 sampai 70 kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia dalam setahun. Tidak hanya dalam negeri, beberapa negara tetangga juga menjadikan ATB sebagai rujukan.

Diukur dari beberapa parameter, pencapaian kami selalu yang terbaik. Pertama cakupan pelayanan. Jangan bilang ahli jika cakupan pelayanannya baru 8 persen, seperti yang terjadi di Pekanbaru. Atau Cuma 65 persen seperti di Jakarta.

Saat ini, cakupan pelayanan tertinggi dipegang oleh Surabaya, yang mencapai 94 persen. Tapi cakupan pelayanan ATB sudah mencapai 99,5 persen. Wow. Fantastis bukan? termasuk yang tertinggi di Indonesia.

Bicara kontinyuitas, aliran air ATB di Batam telah mencapai 23,7 jam. Juga salah satu yang tertinggi di Indonesia. Betul kami belum sempurna. Karena kami belum 24 jam. Masih tersisa 2.500 pelanggan yang belum mengalir 24 jam.

Tapi coba kita bandingkan dengan Tanjungpinang yang hanya mengalir 3 jam sehari. Itupun bergonta-ganti hari. Hari ini ngalir di wilayah ini tiga jam, kemudian pindah ke wilayah lain 3 jam. Jadi bukan setiap hari 3 jam.

Demikian juga di Pekanbaru, dengan jumlah penduduk yang kurang lebih sama dengan Batam, cakupan pelayanannya cuma 8 persen. Dan kebocorannya mencapai 70 persen. Itu salah satu yang tertinggi di Indonesia. Jangankan bicara soal Kontinyuitas, cakupan pelayanannya saja masih sangat minim.

Selain diukur dari kuantitas dan kontinyuitas suplai, baik tidaknya pelayanan air juga dapat diukur dari kebocoran. Tidak ada gunanya juga jika air mengalir 24 jam, cakupan pelayanan 100 persen, tapi kebocorannya tinggi. Karena di jaman seperti ini, kita harus mampu menyelamatkan air untuk masa depan.

Jika sebuah layanan sebuah perusahaan air bagus, tapi kebocorannya tinggi, maka secara keseluruhan perusahaan itu dinilai tidak bagus.

Bagaimana kebocoran air di ATB?

Saat ini, kebocoran air ATB ada di angka 14 persen. Merupakan yang terendah di Indonesia, untuk kelas pelanggan di atas 200 ribu sambungan.

Kebocoran terendah lainnya itu ada di Aetra Tanggerang, yakni hanya 6 persen. Akan tetapi, Aetra Tanggerang baru melayani 40 ribu sambungan pelanggan. Itu setara dengan salah satu DMA yang dilayani oleh ATB dengan kebocoran sekitar 3-4 persen.

PDAM lain gimana? Angkanya masih di atas 30 persen. Kebocoran di Jakarta masih 42 persen. Pekanbaru masih di atas 70 persen. Air terbuang sia-sia.

Dengan tingkat kebocoran yang sangat rendah, ATB telah membantu menyelamatkan Batam yang seharusnya sudah defisit air sejak tahun 2015. Kita harus bersyukur, karena masih bisa menikmati layanan air yang baik dari ATB hingga hari ini.

Kita juga beruntung karena air di Batam dikelola oleh ATB, sehingga Batam layak untuk menjadi daerah tujuan investasi. Karena tidak mungkin ada investasi masuk, ketika dukungan layanan airnya tidak baik.

ATB  juga bisa membuktikan bahwa apa yang kami lakukan bisa membantu meningkatkan layanan air di Indonesia. ATB tak berfikir sempit hanya untuk pulau Batam. Tapi ATB berfikir besar, agar peningkatan layanan air juga bisa terjadi di bagian kota lain di Indonesia.

Karena itu ATB berupaya menciptakan inovasi baru yang nantinya bisa digunakan di daerah lain. Saat ini, ATB menjadi perusahaan air bersih pertama dan satu-satunya yang menjadi penemu dan mengantongi Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

ATB membuktikan, dirinya tak hanya mampu menjalankan pengelolaan dengan baik, tapi juga memiliki kecerdasan yang bisa membantu meningkatkan kualitas layanan air di Indonesia dalam bentuk Paten manajemen pengelolaan air yang terintegrasi berbasis SCADA.

Di berbagai even kompetisi, ATB mendapat penghargaan kelas paling atas. Salah satunya adalah SNI Award. ATB adalah satu-satunya perusahaan swasta dan bukan BUMN yang pernah mendapat raihan Platinum. Jika ATB masih ikut dalam kompetisi tersebut tahun ini, kami berpeluang mendapat SNI Grand Platinum.

Ini semua membuktikan bahwa ATB adalah Maestro di bidang air.

Batam sebagai daerah tujuan investasi punya segudang masalah yang kompleks tentang ketersediaan air. Siapapun yang menjalankan operasi air di Batam, maka mereka harus perusahaan yang ahli di bidangnya.

Untuk urusan air yang sedemikian penting , masihkah kita ingin coba – coba ?

Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

57,6 Persen Responden Nilai Covid-19 Sebabkan Kondisi Ekonomi Buruk

0

batampos.co.id – Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait kinerja pemerintah dalam menangani wabah virus korona atau Covid-19. Hasil survei menunjukkan sebesar 57,6 persen responden menilai ekonomi Indonesia buruk akibat mewabahnya Covid-19.

“Mayoritas masyarakat menilai buruk, 57,6 persen, dan sangat buruk, 23,4 persen, terkait prekonomian Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis hasil survei ‘Persepsi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi, dan Implikasi Politiknya,” Minggu (6/7).

Burhanuddin menyebut, hanya 1,2 persen responden yang menilai kondisi ekonomi Indonesia sangat baik. Sedangkan, 5,5 persen responden menilai ekonomi Indonesia masih baik.

“8,9 persen menilai ekonomi Indonesia pada taraf sedang, dan 3,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” ujarnya.

Selama 16 tahun terakhir, atau sejak 2004, persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami tren peningkatan. Pada 2004, sebanyak 48,1 responden yang disurvei pada saat itu menyatakan ekonomi buruk.

Persepsi bahwa kondisi ekonomi buruk mengalami pasang surut. Terbaik terjadi pada hasil survei Februari 2020, yang menunjukkan hanya 24,1 persen responden yang menyatakan kondisi ekonomi buruk.

Survei terakhir yang digelar Mei 2020 menunjukkan sebanyak 81 persen responden menilai kondisi ekonomi buruk. Lebih lanjut Burhanuddin menjelaskan, di level rumah tangga, mayoritas atau 83,7 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk dibandingkan setahun sebelumnya.

“(Itu terdiri dari) 65,4 persen menilai lebih buruk, dan 18,3 persen menilai jauh lebih buruk,” jelas Burhanuddin.

Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada 16-18 Mei 2020 dan melibatkan 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error-MoE) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpg)

371 Kuota Beasiswa Untuk Mahasiswa Anambas di Luar Daerah

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, menyalurkan 371 kuota beasiswa reguler umum di tahun 2020. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi Kepulauan Anambas yang melanjutkan pendidikan tinggi di luar daerah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Anambas, Nurman mengungkapkan beasiswa itu dapat diterima oleh mahasiswa-mahasiswi yang sedang menjalani pendidikan dengan syarat yang telah ditentukan berdasarkan SK Bupati Kepulauan Anambas.

“Bantuan diberikan di semester ganjil, satu kali setahun. Ada tipe penerima beasiswa, untuk tipe A mereka akan terima Rp 3,5 juta, tipe B Rp 2,5 juta, tipe C Rp 2 juta, dan skripsi Rp 2 juta,” je;as Nurman saat ditemui diruangan kerjanya, Jumat (5/6/2020).

Ada beberapa prioritas penerima beasiswa reguler umum, yaitu dilihat dari akreditasi kampus, anak tempatan/anak daerah, prestasi belajarnya, dan keluarga tidak mampu. Kemudian mahasiswa terlebih dahulu harus membuat permohonan proposal sendiri ke Dinas Pendidikan.

“Syarat yang bisa kita longgarkan itu, surat dari dekan kampus, karena kampus tutup akibat pandemi covid-19,” kata Nurman.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menganggarkan beasiswa di tahun 2020 sebesar Rp 1,2 miliar. Lalu kapan beasiswa itu dapat diterima oleh mahasiswa? “Kita usahakan seminggu lagi bisa cair,” pungkas Nurman. (fai)

Rupiah Menguat, Kurs di Bawah Rp 14 Ribu

0

batampos.co.id – Nilai tukar rupiah menguat meninggalkan level Rp 14 ribu per USD. Penguatan tersebut dipengaruhi inflasi yang rendah serta kebijakan new normal pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, mata uang rupiah diperdagangkan dengan kurs beli Rp 13.855 per USD, sedangkan kurs jual tercatat Rp 13.960 per USD. ’’Alhamdulillah sudah tembus di bawah Rp 14 ribu. Dalam pandangan kami masih undervalued. Ke depan masih berpotensi menguat,” paparnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6).

Inflasi serta defisit transaksi berjalan yang rendah dan terkendali, lanjut dia, mendorong sentimen positif. Juga, perbedaan antara suku bunga dalam dan luar negeri. ’’Yield SBN 10 tahun Indonesia sebesar 7,06 persen, sedangkan yield UST Note 10 tahun sebesar 0,8 persen sehingga yield spread sebesar 6,2 persen,” bebernya.

Premi risiko Indonesia juga mulai menurun meski belum kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19. Tercatat, premi CDS (credit default swap) Indonesia lima tahun turun ke 126,78 bps per 4 Juni. Namun, itu masih tinggi jika dibandingkan dengan premi CDS Indonesia lima tahun sebelum Covid-19. Yakni, sebesar 66–68 bps.

Sementara itu, ekonom Josua Pardede menilai transisi pembukaan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa daerah, seperti DKI Jakarta, diharapkan akan mendorong peningkatan produktivitas perekonomian setelah menurun tajam saat PSBB. ’’Pelonggaran tersebut nanti diikuti juga oleh implementasi new normal. Dengan harapan dapat berjalan baik tanpa menimbulkan kasus baru lagi di kemudian hari,” urai Josua.

Dengan demikian, aktivitas perekonomian pada kuartal III 2020 diperkirakan membaik. Mengingat, kuartal II 2020 diperkirakan mengalami kontraksi dan akan kembali membaik hingga kuartal IV 2020.

Sepanjang minggu ini, rupiah sudah mengalami penguatan sebesar 5,3 persen dan itu tertinggi di Asia. ’’Sejak mencapai titik terendahnya di level 16.575, rupiah sudah mengalami penguatan sebesar 16,3 persen dan secara tahun kalender rupiah membukukan koreksi kecil sekitar 0,09 persen,” terang Josua.(jpg)

Dua Pekan Sembuh dari Covid-19 Seorang Pria di Singapura Meninggal

0

batampos.co.id – Seorang warga negara Tiongkok pria berusia 41 tahun yang pulih dari virus Korona dikabarkan meninggal dunia di Singapura. Dia meninggal dunia justru setelah dinyatakan sembuh dan pulang dari rumah sakit sejak 2 minggu lalu.

Pria itu mengalami komplikasi sekitar dua minggu setelah ia dipulangkan. Kematiannya membuat jumlah total kematian akibat komplikasi akibat infeksi Covid-19 menjadi 25 orang di Singapura.

Pasien, yang diidentifikasi oleh Departemen Kesehatan (Kasus Kesehatan) sebagai kasus 11.714 ulih dari infeksi dan dipulangkan pada 17 Mei. Tetapi kemudian dia pingsan setelah itu, seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (7/6).

“Dan petugas menyatakan penyebab kematiannya sebagai kondisi tromboemboli paru besar setelah infeksi,” kata Departemen Kesehatan pada Sabtu malam (6/6).

Singapura masih dihadapkan dengan kasus di antara asrama pekerja asing. Pekerja asing yang tinggal di asrama membuat sisa dari 337 kasus virus Korona baru, sehingga total negara menjadi lebih dari 37.527 kasus. Lebih dari satu dari sepuluh di antara kelompok ini sekarang dinyatakan positif terkena virus.

Tidak ada kasus impor, dan 98 persen dari kasus baru terkait dengan kluster yang diketahui. Dua kluster baru di asrama telah muncul, satu di Beyond Tuas South Boulevard dan yang lainnya di 10 Kwong Min Road.

Depkes juga menutup sebuah kluster di lokasi pembangunan di 15 Serangoon North Avenue 1 setelah tidak ada kasus baru yang dikaitkan dengannya selama dua periode inkubasi virus, atau 28 hari. Kementerian menambahkan NTUC Fairprice Hougang Mall ke daftar tempat yang dikunjungi oleh kasus masyarakat. Kasus yang dikonfirmasi telah mengunjungi mal antara 11:10 dan siang pada 30 Mei.

Tempat-tempat lain yang dikunjungi oleh masyarakat ketika mereka terinfeksi termasuk pasar basah, supermarket, pusat jajanan, dan mal seperti Jurong Point, Jem dan Junction 8. Jika mereka mengalami demam, gejala pernapasan atau kehilangan rasa atau bau segera hubungi dokter.(jpg)

Pejabat dan Pegawai Bea Cukai Batam Kembali Diperiksa

0

batampos.co.id – Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam importase tekstil pada Direktorat Jendral(Dirjen) Bea dan Cukai (BC) masih terus bergulir. Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa 15 orang pejabat dan pegawai BC Batam.

“Rabu (3/6) lalu, penyidik Kejagung kembali memeriksa tujuh orang pejabat maupun pegawai BC Batam. Beberapa di antaranya juga sudah pernah diminta keterangan, dipanggil ulang karena ada yang kurang,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Hari Setiyono, melalui Humas Kejagung, Muhammad Isnaini, kepada Batam Pos di Batam, Jumat (5/6).

Dengan diperiksanya tujuh orang tersebut, berarti sudah ada 15 orang pejabat dan pegawai BC Batam yang diperiksa. Untuk sementara, status mereka masih sebagai saksi.

Sebelumnya, Hari menjelaskan, pemeriksaan pejabat BC Batam terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proses importasi tekstil tersebut bermula pada 2 Maret lalu. Saat itu, Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok melakukan penegahan 27 kontainer milik dua perusahaan, yakni PT FIB (Flemings Indo Batam) dan PT PGP (Peter Garmindo Prima).

Dari 27 kontainer yang diamankan, 10 kontainer diimpor PT PGP dengan membayar Rp 730 juta. Sedangkan 17 kontainer lainnya diimpor PT FIB dengan membayar Rp 1,09 miliar. Keseluruhan kontainer dikirim menuju Komplek Pergudangan Green Sedayu Bizpark, Cakung, Jakarta Timur.

Namun, BC Tanjung Priok menemukan adanya ketidaksesuaian jumlah dan jenis barang antara dokumen PPFTZ-01 Keluar, dengan isi muatan hasil pemeriksaan fisik barang. Setelah dihitung, ternyata terdapat kelebihan jumlah barang. “Kelebihan barang PT PGP 5.075 roll dan PT FIB 3.075 roll,” sebut Hari.

Tak hanya itu, dalam dokumen pengiriman disebutkan, tekstil tersebut disebut berasal dari Shanti Park, Myra Road, India, dengan kapal pengangkut berangkat dari Pelabuhan Nhava Sheva di Timur Mumbai, India. Namun faktanya, kapal pengangkut tersebut tidak pernah singgah di India.

“Tekstil tersebut ternyata berasal dari Cina (Tiongkok),” ungkapnya.

Tekstil dalam kontainer ini diangkut kapal dari Hongkong, lalu singgah di Malaysia, kemudian didaratkan di Batam, sebelum dikirim ke Tanjung Priok. Tak sampai di situ, setelah ditelusuri lebih dalam, kata Hari, dalam manifes pengiriman barang dari Pelabuhan Batuampar ke Tanjung Priok disebutkan kontainer tersebut berisi kain jenis poliester.

Namun, ternyata berisi kain atau tekstil jenis brokat, sutra, dan satin yang harganya jauh lebih mahal daripada poliester. Saat didaratkan di Batam, kata Hari, tekstil tersebut ternyata dibongkar dan dipindahkan ke kontainer berbeda di tempat penimbunan sementara (TPS) di Kawasan Pabean Batuampar tanpa pengawasan Bidang P2 dan Bidang Kepabeanan dan Cukai KPU Batam.

“Setelah seluruh muatan dipindahkan ke kontainer berbeda, kemudian kontainer tadi diisi kain lain berbeda dengan muatan awalnya, lalu diangkut menggunakan kapal lain menuju Pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Hari.

Pemilik barang diduga pemain lama dalam importasi tekstil ke Indonesia. Mereka memanfaatkan aturan bea masuk tindakan pengamanan sementara (safeguard) yang berlaku sejak akhir 2019. Aturan itu memasukkan India sebagai salah satu penerima fasilitas tersebut. Pemerintah sengaja mengeluarkan kebijakan ini untuk meningkatkan daya saing produk tekstil dalam negeri yang goyah akibat banjirnya tekstil impor murah.

Namun, dari aksi pemain tekstil tersebut, negara dirugikan nilai pajaknya, sebab tekstil yang dibayarkan pajaknya, tidak sesuai dengan sejatinya diterima negara. Tekstil jenis brokat, satin, dan sutra di dalam 27 kontainer itu seharusnya dikenakan bea lebih mahal dibanding poliester.

Jika melihat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.010/2019 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara terhadap Impor Produk Kain, tarif bea safeguard untuk tekstil jenis poliester hanya Rp 1.500 per meter. Sementara, tekstil brokat dikenakan Rp 4.000 per meter. Sedangkan bea untuk satin dan sutra jauh lebih mahal lagi.

Dugaan sementara, PT PGP diduga sudah tujuh kali mendatangkan tekstil premium dengan modus ini. Jumlahnya diperkirakan mencapai 41 kontainer. Sedangkan PT FIB sudah delapan kali. Ada sekitar 62 kontainer yang lolos dari BC.

Aksi penyelundupan dengan modus ini diduga berjalan mulus diduga karena adanya keterlibatan petugas Bea dan Cukai. Namun, apakah pemeriksaan kelima pejabat BC Batam itu karena keterlibatan dalam aktivitas ini, belum dipastikan. Sebab, penyidik masih melakukan pendalaman.(*/jpg)