Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 10289

Smart Water Management System Turut Antarkan Batam Jadi Kawasan Investasi Terkemuka

0

batampos.co.id – Pemegang konsesi 25 tahun mengelola air bersih di Pulau Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah menjadi benchmark perusahaan air dengan pengelolaan terbaik, efisien dan profesional.

Konsep Smart Water Management System diterapkan ATB sejak tahun 2011 telah turut mengantarkan Batam menjadi daerah tujuan investasi dan daerah kunjungan pariwisata berdaya saing global.

“Dengan produksi yang efisien dan profesional, kami memastikan keandalan pelayanan air bersih bagi kota Batam,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Selasa (7/4/2020).

Melayani lebih dari 290 ribu sambungan pelanggan, bukanlah hal yang mudah. ATB terus melakukan transformasi digital dengan memetakan potensi yang ada dan menyinergikan seluruh sumber daya agar dapat berjalan sesuai arah visi misi perusahaan.

ATB telah memanfaatkan sistem teknologi terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan.

Tidak hanya di unit produksi dan distribusi, namun mencakup semua unit sistem yang ada di ATB, termasuk pelayanan pelanggan.

“Hal inilah yang menjadikan inovasi teknologi ATB unggul dari segala aspek dibandingkan perusahaan air lainnya,” jelasnya.

Presiden Direktur ATB Banny Andrianto saat menjelaskan konsep SCADA terintegrasi dalam ajang IWWEF 2019. Foto: ATB unutk batampos.co.id

Beberapa teknologi terintegrasi yang telah diterapkan di ATB antara lain GIS (Geographic Information System), MMR (Mobile Meter Reading), LMS (Leakage Monitoring System), PMS (Pressure Management System), Mobile Apps, AMR (Automatic Meter Reading), AIRS (ATB Integrated System) hingga ATB Integrated Operation System.

Sistem terintegrasi tersebut dapat memberikan informasi hanya melalui tampilan dashboard yang mudah dipahami.

Sehingga seluruh informasi dan kegiatan perusahaan dapat dipantau dan dipertanggung jawabkan.

Selain itu, informasi yang dihimpun melalui sistem dari waktu ke waktu juga dapat membantu ATB merumuskan kebijakan pengelolaan risiko yang mampu mengidentifikasi, mengukur dan memonitor secara sistematis.

Dengan sistem ini, ATB dimungkinkan untuk m elakukan proses perbaikan yang berkesinambungan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. ATB juga mampu bergerak preventif, bukan hanya reaktif.

Inovasi teknologi terintegrasi ini juga telah mendapatkan Hak Paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor IDS000002635 pada 31 Oktober 2019 lalu.

Selain menunjukan komitmen terhadap layanan air yang efisien dan profesional, ATB juga turut berkontribusi untuk konservasi lingkungan.

Upaya ini ditunjukkan dalam berbagai program berbasis lingkungan seperti ATB Festival Hijau, ATB Eco Office, ATB Bank Sampah, ATB Kebun Hidroponik dan Produksi Bebas Limbah.

ATB juga melakukan kajian komprehensif bersama Laboratorium Analisa Institut Pertanian Bogor untuk pemanfaatan limbah hasil proses produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola ATB sebagai pupuk kompos tanaman.

Sludge (Flok) sisa produksi air, diaplikasikan pada jenis tanaman repregetasi dan landscape yang sesuai dengan lingkungan di sekitar IPA.

Hasil analisis mendalam IPB, menyatakan bahwa sludge yang dihasilkan ATB aman dan bebas dari kandungan logam berat, toksit serta mikrobiologi parasit.

Kesimpulannya, ATB telah berhasil menerapkan sistem manajemen produksi berbasis teknologi yang ramah lingkungan.

“Smart Water Management System mencakup keseluruhan operasional ATB demi mencapai kepuasan pelanggan dalam pelayanan prima yang juga memperhatikan upaya konservasi lingkungan dan sumber daya air sebagai investasi masa depan agar bisa terus dinikmati generasi mendatang,” tutup Maria.(*)

Ombudsman Sidak ke Gudang Bulog Batam, Hasilnya…..

0

batampos.co.id – Stok beras di Kota Batam diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan. Hal ini berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) Ombudsman Kepri di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam di Jalan Kerapu Batuampar.

Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, mengatakan, pihaknya melakukan sidak pada Jumat (3/4/2020).

“Kita mengecek ketersediaan bahan pangan terkait dengan rencana Pemko Batam akan menerapkan status Karantina Wilayah di Kota Batam,” ucap Lagat, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan Lagat, berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan pada pasal 8 menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan dan kebutuhan kehidupan sehari-hari lainnya selama Karantina.

“Kami ingin memastikan kekuatan pangan sebagai syarat sebelum diberlakukannya karantina wilayah di Batam, jangan sampai menimbulkan persoalan nantinya,” ujarnya.

Lagat meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik menghadapi rencana penerapan karantina wilayah.

Hari seorang pegawai Bulog sedang mengecek beras di gudang Bulog Batuampar. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi memborong bahan-bahan pangan untuk distok di rumah, karena jumlah bahan pangan dijamin Bulog.

”Jangan percaya dengan informasi yang tidak jelas sehingga menimbulkan kepanikan memborong pangan akan mengakibatkan harga-harga naik dan akan merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Gudong Bulog, Amrin Harahap didampingi juru timbang Irwan menjelaskan ketersediaan logistik pangan yang ada, terdapat stok beras sebanyak 1.600 ton dan sedang bongkar muat di Pelabuhan Batuampar sebanyak 2 ribu ton.

Semuanya adalah beras dengan kualitas sedang dan preminium. Pasokan beras akan bertambah sebanyak 2 ribu ton yang dalam proses pengiriman dari Jakarta.

Sehingga nantinya jumlah stok di gudang mencapai 4.100 ton, yang dipastikan mampu mencukupi kebutuhan Kota Batam dalam jangka 6 bulan ke depan.

”Pangan lain yang tersedia adalah minyak goreng kemasan sebanyak 6 ton dan daging kerbau kemasan dari India sebanyak 6 ton. Sedangkan ketersediaan gula pasir sudah tidak ada lagi pasokan dari Jakarta sejak akhir tahun lalu,” ungkapnya.(rng)

Tiga Juta Masker untuk Warga Batam

0

batampos.co.id – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kembali melakukan langkah kongkrit untuk melawan penyeberan pandemi covid-19 di Kota Batam, dengan Gerakan Tiga Juta Masker bagi warga Batam.

Ketua Tim Gugus tugas gerakan tiga juta masker, Andy Chandra, mengatakan, saat ini pihaknya masih kekurangan relawan jahit untuk mempercepat realisasi pembagian masker kain tersebut.

“Dalam waktu dua hari yang telah berjalan, baru ada beberapa relawan jahit yang membatu panjahitan masker jenis kain ini,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Pihaknya berharap, warga Batam yang bisa menjahit atau yang memiliki usaha jahit dapat membantu untuk menjalankan misi kemanusiaan tersebut

“Ini dari masyarakat, dan untuk masyarakat. Mari bersama, kita lawan Corona,” ujarnya.

Sekretaris PSMTI, Delvina Piododa (tengah) dan ketua Tim Gugus tugas gerakan tiga juta masker, Andy Chandra (kanan) memperlihatkan masker kain yang akan dibagikan kepada masyarakat kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Sementara itu, Sekretaris PSMTI Kota Batam, Delvina Piododa, mengungkapkan gerakan tiga juta masker untuk warga Batam telah berjalan sejak dua hari lalu.

Kata Delvina, semua bahan yang diperlukan untuk pembuatan masker kain telah mereka persiapkan di posko yang berlokasi di toko Tafetta Decor, Batam kota, Kota Batam.

“Para relawan jahit cukup menghubungi panitia, dan mempersiapkan mesin serta tenaga yang ekstra untuk menjait masker tersebut,” katanya.

Pihaknya, lanjut Delvina, tidak membatasi berapa banyak relawan jahit yang ingin membantu mempersiapkan masker kain tersebut.

“Makin banyak relawan, makin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kepri, Cahya, mengatakan, pihaknya berusaha mengebut penjahitan tiga juta masker tersebut. Sehingga dapat segera dibagikan pada Minggu depan.

“Kita kebut, dan kita usahakan minggu depan masker ini sudah bisa kita bagikan kepada warga Batam,” kata Cahya.(*)

Belum Ada yang Ajukan Gelar Salat Tarawih di Masjid

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk tidak menggelar ibadah salat tarawih, salat Idulfitri, dan tradisi lainnya selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Bimas Islam, Kemenag Batam, Dirham, mengatakan, karena kondisi saat ini, dianjurkan untuk beribadah di rumah dan menghindari keramaian.

Menurutnya, keselamatan jauh lebih penting saat ini.

”Kalau harapan umat Islam pasti ingin sekali bisa melaksanakan ibadah rutin selama  bulan Ramadan seperti tahun sebelumnya. Namun, kami melihat ada hal yang lebih penting dari itu yakni keselamatan dan kesehatan umat,” kata dia, Selasa (7/4/2020).

Kemenag menurutnya tidak bisa mengambil kebijakan terkait larangan atau diperbolehkan. Sebab, semua tergantung pada pengambil kebijakan atau kepala daerah.

Meskipun ada beberapa pandangan yang menurutnya masih bisa menjadi pertimbangan terkait ibadah selama bulan Ramadan.

Menurut Dirham, seperti pelaksanaan salat tetap bisa dengan memperhatikan aturan  yang ada seperti social distancing.

Ilustrasi. Melihat Hilal. 

Selain itu, untuk masjid yang tidak ramai jemaahnya seperti di hinterland (pesisir, red) mungkin bisa tetap melaksanakan karena tidak terlalu ramai.

”Bisa saja diperbolehkan, namun kembali lagi karena ini menyangkut keselamatan harus diambil kebijakan bersama dan diputuskan kepada daerah,” ujarnya.

Mengenai masjid yang mengajukan pelaksanaan ibadah selama bulan puasa, menurutnya belum ada permohonan.

Dia mengatakan, masyarakat sangat peduli dengan keselamatannya, terutama saat adanya pandemi ini.

”Kami juga tidak bisa buat kebijakan soal ini. Tidak menutup kemungkinan mereka tetap ibadah tapi menerapkan PSBB sesuai permintaan pemerintah. Namun yang paling penting adalah utamakan ibadah wajib. Kalau tarawih kan bisa di rumah,” tambahnya.

Menurutnya, ibadah puasa akan dimulai 24 April mendatang. Mengenai persiapan Ramadan lainnya, Dirham mengungkapkan pemantauan hikam pertanda masuknya bulan suci Ramadan tetap dilakukan seperti biasanya.

Organisasi masyarakat Islam bersama Kemenag akan berada di bukit Tanjungpinggir  untuk memantau bersama-sama.

”Anggotanya tak sebanyak dulu. jadi, kita juga menjaga agar tidak ada keramaian.
Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu dan pulih. jadi, semua ibadah bisa berjalan
normal kembali,” harapnya.(yui)

Jangan Pulang Kampung, Sebab 3 Persen Pemudik Berisiko Tertular Virus Korona

0

batampos.co.id – Jelang puasa dan lebaran membuat para perantau ramai-ramai memutuskan pulang kampung lebih awal. Padahal, risiko penularan virus Korona selalu mengintai. Apalagi saat ini banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menulari orang lain yang lebih rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyarankan agar para pemudik tidak pulang kampung halaman di tengah wabah. Sebab ada potensi risiko penularan dari orang ke orang selama perjalanan.

“Jangan mudik. Risiko penularan cukup besar. 3 persen angkanya bisa berisiko. Ya misalnya yang mudik 1.000 orang, potensinya 30 orang tertular,” katanya seperti dilansir JawaPos.com, Rabu (8/4).

Menurut Ari, para pemudik yang sudah terlanjur pulang ke kampung halaman memang sebaiknya diskrining dengan ketat. Sebab seluruh orang di Indonesia saat ini sebetulnya sudah berisiko dengan tanpa gejala.

“Ada pengertian Orang Tanpa Gejala dan Orang Dengan Pemantauan. ODP itu biasanya sudah ada gejala klinis. Kalau OTG tak ada gejala,” katanya.

Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-29 Achmad Yurianto berulang kali mengingatkan agar masyarakat mengikuti aturan jarak fisik dan jarak sosial (physical distancing). Maka menjaga jarak penting dilakukan. Yurianto menegaskan tak perlu meninggalkan rumah jika tak perlu.

“Terkait dengan konteks menjaga jarak, berhati-hatilah tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu bepergian yang jauh. Tidak perlu kemudian bepergian bersama keluarga menuju tempat lain yang jauh,” kata Yuri.

Menurutnya, risiko akan sangat besar jika perjalanan tetap dilakukan. Apalagi kemudian jika masyarakat memutuskan untuk pergi ke kampung dengan keluarga yang cukup banyak di dalam satu mobil yang berdesak-desakan dalam satu alat angkutan.

“Angkutan yang berdesak-desakan ini memberikan risiko (penularan) yang berlipat ganda,” jelasnya.(jpg)

Ditpam BP Batam Ikutserta dalam Patroli Gabungan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam

0

batampos.co.id – Direktorat Pengamanan Aset Badan Pengusahaan (BP) Batam ikut berpartisipasi dalam patroli gabungan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam.

Sebanyak 31 personel Ditpam BP Batam dikerahkan dalam patroli gabungan pada Selasa, (7/4/2020).

Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Ditpam BP Batam dipimpin oleh Kanit Penyuluhan Seksi Pengamanan Lingkungan, Sutrisno.

Patroli gabungan merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, untuk lebih memperketat pelaksanaan social distancing dan physical distancing (menjaga jarak) dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona yang tengah mewabah.

Berdasarkan informasi dari Kanit Penyuluhan Seksi Pengamanan Lingkungan Ditpam BP Batam Sutrisno, sebelum dimulainya patroli gabungan terlebih dahulu dilakukan apel persiapan di halaman Kantor Wali Kota Batam yang dipimpin oleh Kepala Bidang Trantib Satpol PP Pemko Batam, Imam Tohari.

Personel Ditpam BP Batam berpartisipasi dalam patroli gabungan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.cid

Apel persiapan dan patroli gabungan diikuti antara lain oleh Polresta Barelang, Kodim 0316 Batam, Yonif Raider Tuah Sakti TNI AD, Yonmar 10 SBY, POMAL, Satpol PP Pemko Batam dan Ditpam BP Batam.

Usai pelaksanaan apel persiapan, selanjutnya pasukan bergerak melakukan patroli dan penertiban di beberapa lokasi yang sering menjadi pusat kerumunan orang.

Antara lain Morning Bakery Green Land Batam Center, Morning Bakery Winsor serta kedai-kedai kopi seputaran apartemen Winsor, Morning Bakery Jodoh, Morning Bakery Harbour Bay, warung tersembunyi pinggiran Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Toko LRC Larisma samping Sekolah IKBAL M YOS Ruko Garama Hill Bengkong Garama, Pujasera Golden Prawn, dan pasar kaget depan Kantor Camat Bengkong.

Tugas patroli gabungan lebih kepada membubarkan kerumunan masyarakat bahkan terdapat aktivitas warga yang diduga sedang melakukan praktik judi kartu, bermain layang-layang dan membubarkan sekelompok remaja yang sedang bermain game.

Selain itu juga, Tim Patroli Gabungan mengimbau masyarakat agar belanja seperlunya, melakukan aktivitas terbatas dan segera pulang.(*)

Pengumuman Kelulusan SNMPTN Hari Ini

0

batampos.co.id – Hari yang ditunggu-tunggu peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 tiba. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan hasil SNMPTN 2020 secara resmi pukul 13.00 WIB.

Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih mengungkapkan, pengumuman dapat dilihat melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id. Atau, bisa juga mengakses laman mirror pengumuman hasil seleksi SNMPTN 2020. Di antaranya, http://snmptn.ui.ac.id; http://snmptn.unair.ac.id; http://snmptn.ipb.ac.id; http://snmptn.ugm.ac.id; http://snmptn.undip.ac.id, atau http://snmptn.unhas.ac.id. Peserta cukup login dengan mengisi data pribadi, lalu klik lihat hasil.

’’Yang lulus seleksi sedang direkap dari berbagai PTN siang ini (kemarin, Red). Besok (hari ini, Red) kami sampaikan,’’ jelasnya Selasa (7/4).

Nasih menjelaskan, tahun ini daya tampung SNMPTN mencapai 101.772 kursi. Sementara jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 489.601 orang. Artinya, pasti ada siswa yang tidak lolos.

Dia berpesan agar para siswa yang gagal lolos SNMPTN tidak patah semangat. Sebab, masih ada seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN yang diimpikan.

Peserta yang telah lulus SNMPTN juga tidak diizinkan mengikuti tes jalur SBMPTN. Pendaftaran ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan SBMPTN akan dibuka pada 2–20 Juni 2020. Kemudian, UTBK mulai digelar sebulan setelahnya, yaitu 5–12 Juli 2020.

’’SNMPTN itu baru sebagian kecil. Masih ada SBMPTN yang daya tampungnya lebih banyak.’’

Di bagian lain, Kemenag melakukan modifikasi pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN). Di antaranya, pelaksanaan KKN dengan dua pola. Yakni, KKN dari rumah (KKN-DR) atau KKN kerja sosial (KKN-KS). ’’KKN-DR dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan melakukan produktivitas keilmuan,’’ kata Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Pendis Kemenag Suwendi kemarin (7/4).(jpg)

Perampokan di Apartemen Sekupang, Polisi: Pelaku Profesional

0

batampos.co.id – Pelaku perampokan di kamar salah satu apartemen di Sekupang diduga dilakukan spesialis pencurian. Pelaku beraksi seorang diri.

“Kita sudah lakukan penyidikan. Pelakunya profesional. Dari TKP tidak ditemukan sidik jari, karena pelaku menggunakan sarung tangan,” ujar Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, Selasa (7/4/2020) siang.

Dia menjelaskan, dari olah TKP, pelaku diketahui masuk dari jendela kamar dengan
cara mencongkel. Kemudian menuju lemari dan mengambil barang korban berupa gelang emas, dan kamera.

“Dari TKP juga tidak ditemukan barang bukti apapun,” katanya.

Ilustrasi pembobolan. JawaPos.com

Yudi menjelaskan, usai mengambil barang berharga, aksi pelaku kepergok korban, Edward yang merupakan Warga Negara Amerika.  Bahkan, pelaku menganiaya korban di bagian wajah dan perut.

“Untuk luka korban belum dipastikan karena apa. Karena korban tidak terbuka,”
ujarnya.

Kamar milik Edward disatroni maling, Senin (6/4/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku berhasil membawa kabur barang berharga korban berupa gelang emas, dan kamera.

Informasi yang didapatkan, saat perampok beraksi, Edward bersama rekannya Anggie tengah tertidur.

Kemudian pelaku yang diduga seorang diri masuk melalui jendela dengan cara
dicongkel.(opi)

SMA/SMK di Anambas Belum Bebas SPP

0

batampos.co.id – Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), Kabupaten Kepulauan Anambas, sejak lama sudah dibebaskan. Namun bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih tetap membayarkan SPP, karena SMA/ SMK masih wewenang Provinsi Kepulaun Riau.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurman, Rabu (8/4/2020).”Kalau pembayaran SPP peserta anak didik SMA/SMK Rp.1.200.000 per tahun,” sebutnya.

Diketahui jumlah sekolah negeri yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu SD sebanyak 66, jumlah SMP sebanyak 26, jumlah SMA sebanyak 6 dan jumlah SMK sebanyak 4. “Sebagian kita bantu, seperti baju dan buku di daerah di pulau-pulau kecil, dan juga transportasi melalui Bantuan Operasional Daerah (BOSDA),” kata Nurman.

Semetara itu, terkait surat edaran Bupati Kepulauan Anambas tentang penundaan memperpanjang kegiatan belajar di rumah sejak Selasa (31/03/2020) sampai dengan (13/04/2020) mendatang, untuk mengatasi virus covid -19 yang masih mengancam di Indonesia khususnya Kepulauan Anambas, selanjutnya masih menunggu intruksi pemerintah provinsi dan pusat.(fai)

Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Kata Kadis Kesehatan Kepri dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid 19 Kepri

0

batampos.co.id – Rencana Pemprov Kepri melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, Menteri Kesehatan, Terawan Agus kemungkinan besar tidak akan menyetujui seandainya gubernur, bupati dan wali kota mengusulkan PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020.

“Hal itu disebabkan penularan COVID-19 di Kepri belum massif,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Selain itu lanjutnya, penularan COVID-19 masuk kategori massif apabila satu keluarga positif mengidap virus tersebut, kemudian menularkan ke tetangganya.

“Kondisi ini belum terjadi di Kepri,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, jumlah pasien yang positif COVID-19 di Provinsi Kepri juga belum banyak.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi Kepri, kata dia, sebanyak 10 orang dan dua di antaranya dinyatakan sembuh.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berbincang dengan warga Batam yang di karantina di Rusun BP Batam dan sudah diperbolehkan pulang karena steril dari virus corona. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Meski demikian kita tetap harus waspada, tetap di rumah dan terapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kepri Akan Melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Tjetjep juga menjelaskan, pihaknya memberi apresiasi kepada masyarakat yang menjalankan imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah.

“Penerapan PSBB untuk daerah yang penularannya massif. Di Kepri belum termasuk massif dan sebagian besar masyarakat menjalankan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” paparnya.

Sementara itu, anggota juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Nikolas Panama, menjelaskan, pemerintah
dan masyarakat di Kepri secara tidak langsung sudah menerapkan PSBB.

“Pembatasan sosial di Kepri sejak beberapa pekan lalu dimulai dari kebijakan kampus dan pemerintah daerah untuk meliburkan mahasiswa dan pelajar. Namun pelajar dan mahasiswa harus belajar di rumah,” ujarnya.

Kebijakan lainnya kata dia, yang dilakukan Pemda yakni pembatasan tempat ibadah.
“Pembatasan juga dilakukan di internal pemerintahan dengan menerapkan kerja dari rumah,” jelasnya.

Kemudian kata Niko, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya sudah diterapkan di Kepri.

“Sebagian besar masyarakat tidak keluyuran lagi. Mereka tetap di rumah, kecuali untuk hal-hal penting,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pasar di Provinsi Kepri tetap buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun lanjutnya, tetap dalam batasan-batasan tertentu agar tidak terjadi kontak langsung.

“Pembatasan moda transportasi juga sudah terjadi di Kepri mulai dari terminal bus hingga kapal cepat antarpulau,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Feri yang biasanya berlayar setiap 15 menit sekali, sekarang dilakukan setiap dua jam sekali.

“PSBB ditetapkan oleh Menkes untuk kondisi tertentu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020 dan penetapan PSBB oleh Menkes berdasarkan kondisi tertentu, seperti penularan yang massif,” tutupnya.(nto)