Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 10341

Jangan Pulang Kampung, Sebab 3 Persen Pemudik Berisiko Tertular Virus Korona

0

batampos.co.id – Jelang puasa dan lebaran membuat para perantau ramai-ramai memutuskan pulang kampung lebih awal. Padahal, risiko penularan virus Korona selalu mengintai. Apalagi saat ini banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi menulari orang lain yang lebih rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyarankan agar para pemudik tidak pulang kampung halaman di tengah wabah. Sebab ada potensi risiko penularan dari orang ke orang selama perjalanan.

“Jangan mudik. Risiko penularan cukup besar. 3 persen angkanya bisa berisiko. Ya misalnya yang mudik 1.000 orang, potensinya 30 orang tertular,” katanya seperti dilansir JawaPos.com, Rabu (8/4).

Menurut Ari, para pemudik yang sudah terlanjur pulang ke kampung halaman memang sebaiknya diskrining dengan ketat. Sebab seluruh orang di Indonesia saat ini sebetulnya sudah berisiko dengan tanpa gejala.

“Ada pengertian Orang Tanpa Gejala dan Orang Dengan Pemantauan. ODP itu biasanya sudah ada gejala klinis. Kalau OTG tak ada gejala,” katanya.

Sebelumnya Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-29 Achmad Yurianto berulang kali mengingatkan agar masyarakat mengikuti aturan jarak fisik dan jarak sosial (physical distancing). Maka menjaga jarak penting dilakukan. Yurianto menegaskan tak perlu meninggalkan rumah jika tak perlu.

“Terkait dengan konteks menjaga jarak, berhati-hatilah tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu bepergian yang jauh. Tidak perlu kemudian bepergian bersama keluarga menuju tempat lain yang jauh,” kata Yuri.

Menurutnya, risiko akan sangat besar jika perjalanan tetap dilakukan. Apalagi kemudian jika masyarakat memutuskan untuk pergi ke kampung dengan keluarga yang cukup banyak di dalam satu mobil yang berdesak-desakan dalam satu alat angkutan.

“Angkutan yang berdesak-desakan ini memberikan risiko (penularan) yang berlipat ganda,” jelasnya.(jpg)

Ditpam BP Batam Ikutserta dalam Patroli Gabungan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam

0

batampos.co.id – Direktorat Pengamanan Aset Badan Pengusahaan (BP) Batam ikut berpartisipasi dalam patroli gabungan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam.

Sebanyak 31 personel Ditpam BP Batam dikerahkan dalam patroli gabungan pada Selasa, (7/4/2020).

Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Ditpam BP Batam dipimpin oleh Kanit Penyuluhan Seksi Pengamanan Lingkungan, Sutrisno.

Patroli gabungan merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, untuk lebih memperketat pelaksanaan social distancing dan physical distancing (menjaga jarak) dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona yang tengah mewabah.

Berdasarkan informasi dari Kanit Penyuluhan Seksi Pengamanan Lingkungan Ditpam BP Batam Sutrisno, sebelum dimulainya patroli gabungan terlebih dahulu dilakukan apel persiapan di halaman Kantor Wali Kota Batam yang dipimpin oleh Kepala Bidang Trantib Satpol PP Pemko Batam, Imam Tohari.

Personel Ditpam BP Batam berpartisipasi dalam patroli gabungan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.cid

Apel persiapan dan patroli gabungan diikuti antara lain oleh Polresta Barelang, Kodim 0316 Batam, Yonif Raider Tuah Sakti TNI AD, Yonmar 10 SBY, POMAL, Satpol PP Pemko Batam dan Ditpam BP Batam.

Usai pelaksanaan apel persiapan, selanjutnya pasukan bergerak melakukan patroli dan penertiban di beberapa lokasi yang sering menjadi pusat kerumunan orang.

Antara lain Morning Bakery Green Land Batam Center, Morning Bakery Winsor serta kedai-kedai kopi seputaran apartemen Winsor, Morning Bakery Jodoh, Morning Bakery Harbour Bay, warung tersembunyi pinggiran Jalan Yos Sudarso Batu Ampar, Toko LRC Larisma samping Sekolah IKBAL M YOS Ruko Garama Hill Bengkong Garama, Pujasera Golden Prawn, dan pasar kaget depan Kantor Camat Bengkong.

Tugas patroli gabungan lebih kepada membubarkan kerumunan masyarakat bahkan terdapat aktivitas warga yang diduga sedang melakukan praktik judi kartu, bermain layang-layang dan membubarkan sekelompok remaja yang sedang bermain game.

Selain itu juga, Tim Patroli Gabungan mengimbau masyarakat agar belanja seperlunya, melakukan aktivitas terbatas dan segera pulang.(*)

Pengumuman Kelulusan SNMPTN Hari Ini

0

batampos.co.id – Hari yang ditunggu-tunggu peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 tiba. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengumumkan hasil SNMPTN 2020 secara resmi pukul 13.00 WIB.

Ketua LTMPT Prof Mohammad Nasih mengungkapkan, pengumuman dapat dilihat melalui laman http://pengumuman.snmptn.ac.id. Atau, bisa juga mengakses laman mirror pengumuman hasil seleksi SNMPTN 2020. Di antaranya, http://snmptn.ui.ac.id; http://snmptn.unair.ac.id; http://snmptn.ipb.ac.id; http://snmptn.ugm.ac.id; http://snmptn.undip.ac.id, atau http://snmptn.unhas.ac.id. Peserta cukup login dengan mengisi data pribadi, lalu klik lihat hasil.

’’Yang lulus seleksi sedang direkap dari berbagai PTN siang ini (kemarin, Red). Besok (hari ini, Red) kami sampaikan,’’ jelasnya Selasa (7/4).

Nasih menjelaskan, tahun ini daya tampung SNMPTN mencapai 101.772 kursi. Sementara jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 489.601 orang. Artinya, pasti ada siswa yang tidak lolos.

Dia berpesan agar para siswa yang gagal lolos SNMPTN tidak patah semangat. Sebab, masih ada seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN yang diimpikan.

Peserta yang telah lulus SNMPTN juga tidak diizinkan mengikuti tes jalur SBMPTN. Pendaftaran ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan SBMPTN akan dibuka pada 2–20 Juni 2020. Kemudian, UTBK mulai digelar sebulan setelahnya, yaitu 5–12 Juli 2020.

’’SNMPTN itu baru sebagian kecil. Masih ada SBMPTN yang daya tampungnya lebih banyak.’’

Di bagian lain, Kemenag melakukan modifikasi pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN). Di antaranya, pelaksanaan KKN dengan dua pola. Yakni, KKN dari rumah (KKN-DR) atau KKN kerja sosial (KKN-KS). ’’KKN-DR dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan melakukan produktivitas keilmuan,’’ kata Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Pendis Kemenag Suwendi kemarin (7/4).(jpg)

Perampokan di Apartemen Sekupang, Polisi: Pelaku Profesional

0

batampos.co.id – Pelaku perampokan di kamar salah satu apartemen di Sekupang diduga dilakukan spesialis pencurian. Pelaku beraksi seorang diri.

“Kita sudah lakukan penyidikan. Pelakunya profesional. Dari TKP tidak ditemukan sidik jari, karena pelaku menggunakan sarung tangan,” ujar Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, Selasa (7/4/2020) siang.

Dia menjelaskan, dari olah TKP, pelaku diketahui masuk dari jendela kamar dengan
cara mencongkel. Kemudian menuju lemari dan mengambil barang korban berupa gelang emas, dan kamera.

“Dari TKP juga tidak ditemukan barang bukti apapun,” katanya.

Ilustrasi pembobolan. JawaPos.com

Yudi menjelaskan, usai mengambil barang berharga, aksi pelaku kepergok korban, Edward yang merupakan Warga Negara Amerika.  Bahkan, pelaku menganiaya korban di bagian wajah dan perut.

“Untuk luka korban belum dipastikan karena apa. Karena korban tidak terbuka,”
ujarnya.

Kamar milik Edward disatroni maling, Senin (6/4/2020) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku berhasil membawa kabur barang berharga korban berupa gelang emas, dan kamera.

Informasi yang didapatkan, saat perampok beraksi, Edward bersama rekannya Anggie tengah tertidur.

Kemudian pelaku yang diduga seorang diri masuk melalui jendela dengan cara
dicongkel.(opi)

SMA/SMK di Anambas Belum Bebas SPP

0

batampos.co.id – Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), Kabupaten Kepulauan Anambas, sejak lama sudah dibebaskan. Namun bagi satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat masih tetap membayarkan SPP, karena SMA/ SMK masih wewenang Provinsi Kepulaun Riau.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurman, Rabu (8/4/2020).”Kalau pembayaran SPP peserta anak didik SMA/SMK Rp.1.200.000 per tahun,” sebutnya.

Diketahui jumlah sekolah negeri yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu SD sebanyak 66, jumlah SMP sebanyak 26, jumlah SMA sebanyak 6 dan jumlah SMK sebanyak 4. “Sebagian kita bantu, seperti baju dan buku di daerah di pulau-pulau kecil, dan juga transportasi melalui Bantuan Operasional Daerah (BOSDA),” kata Nurman.

Semetara itu, terkait surat edaran Bupati Kepulauan Anambas tentang penundaan memperpanjang kegiatan belajar di rumah sejak Selasa (31/03/2020) sampai dengan (13/04/2020) mendatang, untuk mengatasi virus covid -19 yang masih mengancam di Indonesia khususnya Kepulauan Anambas, selanjutnya masih menunggu intruksi pemerintah provinsi dan pusat.(fai)

Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar, Ini Kata Kadis Kesehatan Kepri dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Covid 19 Kepri

0

batampos.co.id – Rencana Pemprov Kepri melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemungkinan besar tidak bisa dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, Menteri Kesehatan, Terawan Agus kemungkinan besar tidak akan menyetujui seandainya gubernur, bupati dan wali kota mengusulkan PSBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020.

“Hal itu disebabkan penularan COVID-19 di Kepri belum massif,” katanya, Rabu (8/4/2020).

Selain itu lanjutnya, penularan COVID-19 masuk kategori massif apabila satu keluarga positif mengidap virus tersebut, kemudian menularkan ke tetangganya.

“Kondisi ini belum terjadi di Kepri,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, jumlah pasien yang positif COVID-19 di Provinsi Kepri juga belum banyak.

Jumlah pasien positif COVID-19 di Provinsi Kepri, kata dia, sebanyak 10 orang dan dua di antaranya dinyatakan sembuh.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, saat berbincang dengan warga Batam yang di karantina di Rusun BP Batam dan sudah diperbolehkan pulang karena steril dari virus corona. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Meski demikian kita tetap harus waspada, tetap di rumah dan terapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Kepri Akan Melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Tjetjep juga menjelaskan, pihaknya memberi apresiasi kepada masyarakat yang menjalankan imbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah.

“Penerapan PSBB untuk daerah yang penularannya massif. Di Kepri belum termasuk massif dan sebagian besar masyarakat menjalankan imbauan pemerintah untuk tetap di rumah,” paparnya.

Sementara itu, anggota juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Nikolas Panama, menjelaskan, pemerintah
dan masyarakat di Kepri secara tidak langsung sudah menerapkan PSBB.

“Pembatasan sosial di Kepri sejak beberapa pekan lalu dimulai dari kebijakan kampus dan pemerintah daerah untuk meliburkan mahasiswa dan pelajar. Namun pelajar dan mahasiswa harus belajar di rumah,” ujarnya.

Kebijakan lainnya kata dia, yang dilakukan Pemda yakni pembatasan tempat ibadah.
“Pembatasan juga dilakukan di internal pemerintahan dengan menerapkan kerja dari rumah,” jelasnya.

Kemudian kata Niko, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya sudah diterapkan di Kepri.

“Sebagian besar masyarakat tidak keluyuran lagi. Mereka tetap di rumah, kecuali untuk hal-hal penting,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pasar di Provinsi Kepri tetap buka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun lanjutnya, tetap dalam batasan-batasan tertentu agar tidak terjadi kontak langsung.

“Pembatasan moda transportasi juga sudah terjadi di Kepri mulai dari terminal bus hingga kapal cepat antarpulau,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Feri yang biasanya berlayar setiap 15 menit sekali, sekarang dilakukan setiap dua jam sekali.

“PSBB ditetapkan oleh Menkes untuk kondisi tertentu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020 dan penetapan PSBB oleh Menkes berdasarkan kondisi tertentu, seperti penularan yang massif,” tutupnya.(nto)

Harris Resort Barelang Sambut Ramadan, Paket Buka Puasa Diantar ke Rumah

0

batampos.co.id – Bulan puasa sudah di depan mata, aneka dekorasi dengan nuansa Ramadan akan menghiasi area lobi, begitu pula dengan Harris Cafe, 20 Feet Esplanade, dan Rocksalt Beach Club, nuansa ketupat sudah tersedia untuk menyambut Ramadan 1441 Hijriah.

”Lagu-lagu bernuansa islami juga tidak lupa diperdengarkan di area resort. Tamu yang datang akan merasakan langsung suasana Ramadan sudah dimulai nanti 25 April ke 20
Mei 2020 untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan tanggal 24 April 2020 nanti,” ucap Marketing & Branding Manager, Viki Wahyudi, Selasa (7/4/2020).

Harris Resort Barelang Batam, lanjut Viki, mengajak para keluarga yang ada di rumah untuk memesan paket buka puasa atau dapat juga datang langsung menikmati sajian buka puasa di resort dengan beragam menu makanan, acara hiburan hingga hadiah undian.

Beragam menu andalan dari Harris resort Barelang. Foto: Harris resort Barelang untuk Batam Pos

Suasana Ramadan di Harris Resort Barelang dengan warna orange, abu-abu sebagai warna Harris ditambah hiasan ketupat, bedug dan lampion khas Mesir untuk menciptakan suasana Ramadan.

”Paket Ramadan Plataran 1441 Hijriah akan terasa berbeda. Tamu dapat memesan paket buka puasa untuk diantar ke rumah dengan minimal order 10 box dengan radius jarak 5 km dari jangkauan resort ketika para tamu menikmati buka puasa bersama kolega, keluarga dan kerabat sambil melihat pemandangan resort pantai nan indah,” terangnya.

Berikutnya ada acara hiburan di 20 Feet Esplanade di antaranya live music, sajian menu  pilihan dan undian hadiah di akhir Ramadan yakni berupa satu iPhone 11, satu voucher menginap di Harris Villa, dua voucher Harris Room, empat voucher BBQ.(zis)

Total Sudah 35.676 Narapidana dan Anak Dibebaskan Selama Pandemi Korona

0

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengeluarkan dan membebaskan 35.676 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi di tengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Jumlah itu berdasarkan data pada Rabu (8/4) hari ini.

“Hingga saat ini yang keluar dan bebas 35.676 Melalui asimilasi 33.861 dan integrasi 1.815 narapidana dan Anak,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti dikonfirmasi, Rabu (8/4).

Rika menuturkan, narapidana yang bebas dan keluar dari program asimilasi sebanyak 33.078 telah dibebaskan, sisanya 783 merupakan anak. Sementara untuk integrasi, sebanyak 1.776 narapidana yang dibebaskan, 39 sisanya merupakan anak.

Rika menyebut, program asimilasi dan integrasi akan terus dilakukan sampai berhentinya status kedaruratan terhadap penanggulangan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah berakhir. Hal ini sebagaimana diatur sesuai dengan penetapan pemerintah, pasal 23 Permenkumham No. 10 Tahun 2020.

“Sampai berhentinya darurat Covid-19 sesuai dengan penetapan pemerintah, pasal 23 Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020,” ucap Rika.

Menurutnya, pada Pasal 23 narapidana yang menerima asimilasi dan integrasi telah menjalankan 2/3 masa pidananya. Sementara anak telah menjalankan ½ masa pidananya sampai dengan tanggal 31 Desember 2020.

“Kami juga terus melakukan pembimbingan dan pengawasan oleh Balai Pemasyarakatan,” tegas Rika.

Kendati demikian, Rika memastikan program asimilasi dan integrasi tidak berlaku bagi pelaku kejahatan tindak pidana luar biasa, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang mengatur pengetatan remisi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menegaskan, tidak pernah ada pembahasan untuk membebaskan narapidana korupsi. Hal ini ditegaskan dengan tidak merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang mengatur mengenai pemberian remisi. Pemerintah tidak memberlakukan pemberian remisi melalui penerapan program asimilasi dan integrasi kepada narapidana teroris, narapidana koruptor dan narapidana narkotika.

“Saya hanya ingin menyampaikan, bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat rapat kita. Jadi mengenai PP 99/2012 perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini, jadi pembebasan napi hanya untuk napi pidana umum,” kata Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Senin (6/3).

Jokowi menyampaikan, program asimiliasi dan integrasi agar napi bisa keluar dan bebas di tengah mewabahnya Covid-19 hanya untuk narapidana umum. Menurutnya, di negara lain pun melakukan hal yang sama.

“Seperti di negara lain, saya melihat di Iran membebaskan 95.000 napi, di Brasil 34.000 napi,” tukas Jokowi.(jpg)

Transgender Dibakar Warga karena Curi HP Teman

0

batampos.co.id – Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membeberkan detik-detik pembakaran transgender perempuan (transpuan) bernama Mira di Cilincing. Kasus ini ternyata dilatarbelakangi aksi pencurian ponsel yang dilakukan korban.

Kejadian berawal saat salah satu tersangka bernama KM kehilangan handphone usai bertemu dengan korban. “KM lalu bercerita kepada para tersangka lain. Kebetulan mereka orang-orang yang dipercaya untuk masalah keamanan di sana,” kata Budhi kepada wartawan, Rabu (8/4).

Para tersangka lain yang berjumlah 6 orang lalu menyambungkan keterangan KM dengan cerita warga bahwa orang yang berkumpul dengan Mira pasti kehilangan ponsel miliknya.

Berangkat dari kesimpulan sepihak tersebut, pada Jumat (3/4) dini hari korban langsung dijemput para tersangka di sebuah rumah kos. Mereka pun menginterogasi korban dan menanyakan handphone milik KM. Mira yang merasa tidak bersalah pun membela diri dan membantah ia mencuri ponsel milik KM.

Para tersangka yang kesal pun mulai melakukan kekerasan fisik kepada Mira. “Korban dipukuli kemudian dianiaya. Pada akhirnya korban mengakui, membenarkan bahwa korban yang telah mengambil handphone milik saksi,” tambah Budhi.

Kepada tersangka, Mira terpaksa mengaku telah menjual handphone KM kepada orang lain. Para tersangka pun mendesak Mira mengaku siapa penadah handphone curiannya. Di saat yang bersamaan tersangka berinisial AP membeli bensin eceran di sekitar komplek tersebut.

Bensin yang sudah dibeli itu pun disiramkan kepada Mira. Para tersangka mulanya hanya sekedar menakut-nakuti korban.

“Saat sudah disiramkan bensin oleh AP ternyata tersanga PD menakut-nakuti korban dengan keluarkan korek api kemudian disampaikan ‘awas saya bakar, saya bakar’ dan seterusnya,” ucap Budhi.

“Ketika korek api dinyalakan, di situ karena sudah disiramkan bensin maka api langsung tersambar dan bakar tubuh korban,” imbuhnya.

Saat itu para pelaku langsung berusaha memadamkan api di tubuh korban. Usai berhasil dipadamkan, tubuh korban sudah menderita luka bakar sekitar 60-70 persen. Namun keadaan korban masih hidup dan bisa kembali ke rumah kosnya.

Tetangga kos yang tak tega melihat korban, berusaha memberikan bantuan dengan cara membawa korban ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Namun, tak lama usai mendapat perawatan, korban dinyatakan meninggal. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 170 ayat (2) dan (3) KUHP. Mereka terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.(jpc)

Sebelum Semi Lockdown, Warga Singapura Padati Pertokoan

0

batampos.co.id – Mulai Selasa (7/4), Singapura memberlakukan kebijakan ketat untuk memutus rantai penularan wabah virus Korona. Kebijakan itu disebut semi lockdown karena tidak seekstrem lockdown. Pemerintah Singapura menutup semua pusat bisnis, perkantoran, restoran, dan sekolah.

Sehari sebelumnya, warga Singapura memadati pertokoan. Mereka banyak yang masih berkeliaran di pusat perbelanjaan dan megastore. Warga berbelanja kebutuhan pokok dan lainnya untuk mengantisipasi pemberlakuan semi lockdown.

Hanya saja, tidak ada antrean panjang di mal-mal seperti dilaporkan The Straits Times, Senin (6/4). Antrean hanya terjadi di luar toko tertentu yang membatasi jumlah pelanggan yang diizinkan untuk berbelanja.

Mulai Selasa (7/4), Singapura menutup layanan non-esensial yang meliputi department store dan outlet ritel. Penutupan berlangsung selama empat minggu hingga 4 Mei untuk mencegah peningkatan infeksi virus Korona. Hanya sektor ekonomi utama dan layanan penting seperti perusahaan makanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi, dan layanan perbankan utama yang akan beroperasi.

Pembeli, termasuk sejumlah lansia dan beberapa anak dan bayi, sebagian besar mengenakan masker dan menjaga jarak yang relatif aman satu sama lain di dalam megastore. Salah satu warga, Ashwin Nair, 42, membeli kursi kantor untuk bekerja di rumah.

“Saya rasa saya harus melakukan cara lain. Dan meletakkan bantal di kursi makan atau membeli secara online tetapi ada ketidakpastian mengenai pengiriman,” kata Mr Nair, yang bekerja sebagai manajer dalam industri perkapalan.

Dia dan istrinya pergi ke mal untuk membeli kursi kantor tetapi memutuskan berbalik setelah melihat antrean panjang. Selama akhir pekan, antrean mengular di toko furniture.

Kesibukan juga terjadi di pusat kota, orang-orang berbelanja pada menit terakhir untuk mempersiapkan penutupan. Cheryl L, 29, meminjam 16 buku di Perpustakaan Umum Cheng San untuk mengisi waktu luang bagi putrinya yang berusia dua tahun selama beberapa minggu berada di rumah saja.

“Putri saya pasti butuh kegiatan selama di rumah karena masih sangat kecil. Jadi saya tidak ingin menempatkannya di depan layar terus. Pasti perpustakaan ditutup selama sebulan, saya harus memastikan mendapatkan sebanyak mungkin buku yang saya bisa,” katanya.

Di beberapa toko, pembeli tidak terhalang oleh antrean. Salah satu lansia, Teo, menunggu dalam antrean di pusat perbelanjaan Lot One di Choa Chu Kang untuk membeli buku dan alat tulis untuk putrinya yang berusia 11 tahun sebagai persiapan belajar berbasis rumah.

Mahasiswa Yishun Innova Junior College Andrey Soo, 18, dan temannya mengantre dengan berseragam sekolah, untuk memasuki cabang Muji di Jem, di Jurong. Mereka membeli isi ulang pulpen dan alat tulis lainnya.

“Kami tidak panik membeli alat tulis. Ini persiapan untul belajar di rumah,” kata mereka.(jpg)