Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10376

Presiden Ukraina Janjikan Hadiah USD 1 Juta Bagi Penemu Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Banyak negara bahu membahu melawan pandemi Covid-19. Segala daya upaya telah dikerahkan agar Covid-19 dapat segera teratasi. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin yang dapat membunuh virus.

Para peneliti dan perusahaan farmasi terus berupaya membuat vaksin Covid-19. Bahkan beberapa sudah ada yang mulai diuji cobakan kepada manusia.

Terkat penemuan vaksin Covid-19, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat sayembara. Zelensky menjanjikan bagi siapapun di negara itu yang mampu menemukan dan membuat vaksin Covid-19 akan diberikan uang senilai USD 1 juta atau setar Rp 15,7 miliar.

Dilansir dari AFP via BusinessRecorder, Zelensky percaya bahwa USD 1 juta adalah insentif yang baik. Dia menambahkan bahwa permintaan Zelensky untuk mengembangkan vaksin melawan Covid-19 telah dikirim ke Akademi Ilmu Pengetahuan Ukraina bulan lalu.

“Zelensky sangat ingin ilmuwan Ukraina bekerja lebih aktif untuk mengembangkan obat-obatan yang akan membantu seluruh dunia,” kata Juru Bicara Yuliya Mendel dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.

Pemimpin negara bekas Soviet dengan populasi sekitar 42 juta ini telah mengonfirmasi 3.102 kasus COVID-19 dan 93 orang telah meninggal. Meski demikian, Ukraina bertindak cepat untuk menutup sekolah, universitas, dan ruang publik untuk membendung penyebaran virus. Mereka juga telah mematikan sistem transportasi metro di tiga kota.

Pada hari Senin Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyoroti pentingnya mengembangkan vaksin Covid-19, dengan mengatakan itu diperlukan untuk sepenuhnya menghentikan penularan penyakit yang telah menyebabkan lebih dari 100.000 kematian di seluruh dunia sejak pertama kali diidentifikasi di Tiongkok akhir tahun lalu.(jpg)

Peneliti Tiongkok Ungkap Penularan Covid-19 Bisa Lewat AC

0

batampos.co.id – Sebuah studi terhadap 10 kasus virus Korona dari tiga keluarga yang makan di restoran yang sama di Tiongkok selatan ditemukan bukti baru. Penelitian itu mengungkap potensi pendingin udara atau AC dalam transmisi atau penularan tetesan droplet di antara mereka.

“Aliran udara yang kuat dari AC bisa merambatkan tetesan atau droplet,” kata laporan penelitian, berdasarkan infeksi di kota Guangzhou pada akhir Januari seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (15/4).

Solusinya, restoran harus menambah ruang di antara meja dan meningkatkan ventilasi untuk mengurangi risiko infeksi sesuai laporan penelitian, yang dipimpin oleh Jianyun Lu dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Guangzhou.

Penelitian ini terungkap dalam artikel yang dirilis lebih awal untuk Emerging Infectious Diseases edisi Juli. Jurnal itu juga diterbitkan oleh Centers for Disease Control and Prevention of Amerika Serikat.

Jika satu keluarga terinfeksi maka berakibat penyebaran pandemi. Pasien pertama dari 10 kasus yang diteliti di Guangzhou pada 23 Januari memang punya riwayat kembali dari Wuhan, tempat Coronavirus pertama kali dilaporkan pada Desember.

Pada saat itu, dia makan siang dengan tiga anggota keluarganya pada hari berikutnya di restoran tanpa jendela dengan AC di setiap lantai. Dua keluarga lain duduk di meja sebelah, dengan jarak antara satu meter dengan waktu makan sekitar satu jam.

Pasien pertama mengalami demam dan batuk pada hari itu dan pergi ke rumah sakit. Dalam dua minggu, empat anggota keluarga mereka, tiga anggota keluarga kedua, dan dua anggota keluarga ketiga sakit Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Korona.

Setelah penyelidikan terperinci ditemukan bahwa satu-satunya sumber penularan yang diketahui pada keluarga kedua dan ketiga adalah pasien pertama di restoran itu. “Dari pemeriksaan kami terhadap rute potensial penularan, kami menyimpulkan bahwa penyebab paling mungkin dari wabah ini adalah penularan droplet,” kata laporan itu.

“Kami menyimpulkan bahwa dalam wabah ini, transmisi tetesan didorong oleh ventilasi AC. Faktor kunci untuk menularkan infeksi adalah arah aliran udara,” kata peneliti.

Lalu 73 pelanggan lain yang makan di lantai yang sama diidentifikasi memiliki kontak dekat dengan pasien pertama. Tetapi ditemukan tidak memiliki gejala Covid-19 selama 14 hari karantina. Hasil sampel swab tenggorokan mereka juga dites negatif. Tidak ada staf yang bekerja di restoran yang terinfeksi.

Mengapa mereka aman? Ada kemungkinan itu karena jarak mereka makan cukup jauh dengan pasien 1 dan lainnya.

“Aerosol cenderung mengikuti aliran udara, dan konsentrasi aerosol yang lebih rendah pada jarak yang lebih jauh mungkin tidak cukup untuk menyebabkan infeksi di bagian lain restoran,” katanya.

“Untuk mencegah penyebaran virus di restoran, kami sarankan untuk meningkatkan jarak antara meja dan meningkatkan ventilasi,” katanya.

Tim dari Guangzhou menyatakan bahwa penelitian ini memiliki keterbatasan karena mereka tidak melakukan penelitian eksperimental yang mensimulasikan rute penularan melalui udara. Mereka juga tidak melakukan studi antibodi terhadap sampel swab yang hasilnya negatif.(jpc)

BP Batam Keluarkan 30 Izin per Hari Ditengah Pandemi Covid-19,

0

batampos.co.id – Pasca penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sejak dua bulan lalu, kegiatan ekspor-impor di Batam masih cukup lancar.

Tercatat, sekitar 30 izin yang dikeluarkan oleh BP Batam per harinya untuk mendukung kegiatan berusaha di Batam.

Berdasarkan data yang diperoleh dari laman resmi Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB) BP Batam dari Januari hingga Maret 2020, tercatat 205 dokumen terbit untuk Izin Usaha, 1.367 dokumen terbit untuk Izin Pemasukan Barang, 207 dokumen terbit untuk Izin Pengeluaran Barang, dan 90 dokumen terbit untuk Izin Rekomendasi.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, permintaan keluar-masuk barang di Batam masih terbilang normal, meski terdapat penyebaran Covid-19.

“Hanya saja, karena beberapa negara sudah melakukan lockdown, timbul kekhawatiran di kalangan pengusaha apabila stok bahan baku habis. Karena apabila negara-negara penyuplai bahan baku lockdown, tidak bisa impor bahan baku lagi,” kata Andiantono.

Sebagai solusi, Ia menyarankan kepada pengusaha di Batam untuk tidak bergantung pada satu negara saja, dan mulai menjajaki negara-negara penyuplai lainnya sebagai sumber bahan baku industri.

Dengan adanya pandemi Covid-19, dan jika terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Batam, pelayanan pengurusan izin dapat dilakukan oleh para pengusaha dengan mengacu pada Surat Edaran Menteri Perindustrian RI Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pengajuan Permohonan Perizinan Pelaksanaan Kegiatan Industri Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jadi selama pendemi Corona, perusahaan dan kawasan industri tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan memiliki izin operasional dan mobilitas kegiatan industri,” jelasnya.

“Nama layanannya adalah Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) di Kementerian Perindustrian RI. Kami sangat menyarankan kepada perusahaan yang ingin tetap beroperasi untuk mengurus perizinannya di SIINas,” kata Andiantono lagi.(*/nto)

Covid-19 Tidak Pengaruhi Nilai Investasi Batam, Segini Nilainya…..

0

batampos.co.id – Meski di tengah pandemi Covid-19, nilai investasi Triwulan I 2020 di Batam justru mengalami peningkatan.

Hal ini terlihat dari data yang diperoleh dari laman resmi Online Single Submission (OSS) yang menyatakan bahwa nilai investasi Triwulan I tahun 2020 mencapai 52 persen dari total target investasi yang ditetapkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di tahun 2020, yakni USD 900 juta.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Purnomo Andiantono, menyampaikan hal tersebut setelah melihat data OSS sebagai bahan evaluasi.

Ini artinya, dalam Triwulan pertama, sudah setengah target investasi 2020 dari BP Batam tercapai.

“Semoga pandemi corona dapat ditangani dengan baik sehingga di triwulan-triwulan berikutnya, Batam masih bisa mempertahankan kinerjanya, dan mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Andiantono.

Stand BP Batam di Mal Pelayanan Publik (MPP). Meski ditengah pandemi Covid-19 nilai investasi di Kota Batam justru meningkat. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

Adapun negara yang melakukan investasi baru, pada Triwulan I yaitu, Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan total investasi USD 472,536 juta. Kemudian satu negara yang melakukan investasi perluasan di Batam, yakni Singapura dengan total investasi USD 522 ribu.

“Untuk investasi baru berdasarkan sektor yang tercatat di OSS, terdiri dari Industri Logam, Perdagangan dan Reparasi, dan Perumahan. Sedangkan untuk perluasan ada di sektor Perdagangan dan Reparasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan nilai investasi di Triwulan I 2020 ini terjadi karena perencanaan kegiatan investasi tersebut sudah dilakukan sebelum pandemi Covid-19 merebak di Batam.

“Bisa jadi sudah direncanakan sejak lama, jadi peningkatan ini tidak terkait karena ada wabah Corona atau tidak. Kan tidak serta-merta hari ini mau investasi, hari ini langsung jalan. Pasti sudah direncanakan di tahun-tahun sebelumnya, dipelajari dan dibuat studi kelayakannya oleh pengusaha,” jelas Andiantono.

Ia menyatakan, pihaknya sulit untuk memprediksi investasi di triwulan berikutnya akibat pandemi Covid-19 secara global, termasuk di Batam.

“Tergantung perkembangan nanti. Semoga penanganan pandemi ini dapat ditangani dengan baik, sehingga ekonomi akan membaik. Karena jika tidak, maka akan sulit mempertahankan kinerja ekonomi yang prima. Karena pemerintah pusat sendiri sudah mengatakan bahwa kondisi ekonomi kita sekarang sedang sulit,” pungkas Andiantono. (*/nto)

Pengumuman, Tiga Kapal Pelni Setop Berlayar

0

batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghentikan sementara  pelayaran kapal penumpang ke berbagai daerah tujuan.

Termasuk pelayaran ke Pelabuhan Sribayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona atau Covid-19. Kepala Operasi Pelni Cabang Tanjungpinang, Guruh, membenarkan hal ini.

Tiga kapal penumpang Pelni yang biasa melayani Pelayaran ke Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Bintan yang dihentikan untuk sementara waktu adalah KM Kelud, KM
Umsini dan KM Bukit Raya.

Data diperoleh dari Pelni, KM Kelud menghentikan pelayaran mulai 13 April sampai 28 April 2020. Selama 15 hari KM Kelud akan berlabuh di Pelabuhan Belawan.

Para penumpang saat akan menaiki kapal Kelud di Pelabuhan Batuampar Kota Batam. Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

Sementara KM Umsini menghentikan pelayaran mulai 17 April sampai 1 Mei 2020. Kapal
ini akan berlabuh selama 14 hari di Pelabuhan Makassar.

Sedangkan KM Bukit Raya akan berlabuh di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta selama
15 hari mulai 22 April sampai 7 Mei 2020.

“Tanggal 20 April KM Bukit Raya masih boleh singgah setelah itu diberlakukan surat  Bupati Bintan,” katanya, Rabu (15/4/2020).

Sebelumnya Bupati Bintan, Apri Sujadi, menyurati PT. Pelni meminta kapal penumpang Pelni menghentikan pelayaran sementara ke Bintan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Permintaan ini juga atas desakan masyarakat karena adanya insiden penumpang dan kru kapal Pelni yang terpapar corona saat kapal tersebut berlabuh di Pelabuhan Batuampar, Batam.(met)

BSN Beri Akses “Gratis” Dokumen SNI dan ISO terkait Covid-19

0

Untuk mendukung Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, Badan Standardisasi Nasional (BSN) memberikan akses baca gratis seluruh dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terkait dengan Covid-19 secara online melalui akses-sni.bsn.go.id.

Melalui fasilitas ini, BSN berharap kebutuhan pemangku kepentingan akan SNI dan ISO terutama untuk industri medis dan pelayanan kesehatan, dapat terpenuhi.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri, Kamis (16/4/2020) mengatakan, saat ini masyarakat bisa membaca dokumen SNI secara online melalui akses-sni.bsn.go.id.

“akses-sni.bsn.go.id adalah sebuah aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk membaca dokumen SNI dalam bentuk flip book,” jelas Zul.

Saat ini teridentifikasi 40 SNI yang terkait dengan Covid-19 di antaranya SNI tentang masker; pembersih tangan, kaca, dan lantai; sarung tangan medis; ventilator dan standar terkait; tisu dan laundry rumah sakit; peralatan elektromedik; sistem manajemen laboratorium dan alat kesehatan; sterilisasi alat kesehatan; serta standar lain yang terkait.

“Masyarakat bisa melihat daftar lengkapnya dengan mengkases link s.id/sni-covid19,” ujar Zul.

Selain dokumen SNI, BSN juga memberikan akses baca gratis secara online untuk sejumlah Standar International Organization for Standardization (ISO) terkait penanganan terhadap virus Corona.

“Ada 27 dokumen ISO yang kami buka secara gratis untuk dibaca masyarakat,”ujar Zul.

Daftar lengkapnya dapat diakses melalui link s.id/iso-covid19. “Ketersediaan akses untuk dokumen-dokumen tersebut berlaku selama masa penanggulangan Covid-19 atau sampai ada informasi berikutnya untuk penutupan akses,” sambung Zul.

Untuk masyarakat yang berminat memiliki dokumen-dokumen tersebut secara pribadi, BSN memberikan layanan secara online untuk pemesanan dokumen standar melalui pesta.bsn.go.id.

Selain itu masyarakat pun dapat mengunduh gratis dokumen SNI penetapan 1 tahun terakhir, kecuali SNI adopsi, melalui sispk.bsn.go.id.

“Dengan adanya fungsi layanan akses baca dokumen SNI gratis dan layanan online lainnya selain memberikan kenyamanan juga dapat membatasi kontak fisik dengan publik sehingga dapat terlayani dengan baik dan masyarakat tetap aman di tengah wabah corona,” tutup Zul.

Untuk pemesanan standar secara online tidak terbatas hanya yang berkaitan dengan Covid-19. Namun, seluruh SNI dan Dokumen ISO yang tersedia di BSN.

Sebagaimana diketahui, BSN yang memiliki tugas membina dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia telah menetapkan 13.059 SNI yang terdiri dari 9 klasifikasi SNI berdasarkan sektor International Classification for Standards (ICS).

Dari jumlah SNI yang telah ditetapkan tersebut, 205 SNI diantaranya merupakan SNI wajib.

Sembilan sektor SNI tersebut yakni pertanian dan teknologi pangan; konstruksi; elektronik, teknologi informasi dan komunikasi; teknologi perekayasaan; umum, infrastruktur dan ilmu pengetahuan; kesehatan, keselamatan dan lingkungan; teknologi bahan; teknologi khusus; serta transportasi dan distribusi pangan.(*)

Kabar Baik, 102 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari di Indonesia

0

batampos.co.id – Pasien Covid-19 yang sembuh terus bertambah setiap hari. Kabar baik ini menjadi harapan dan memberi rasa optimis bahwa pasien Covid-19 memang bisa sembuh. Untuk pertama kalinya terjadi di Indonesia pada Kamis (16/4), kasus pasien sembuh Covid-19 lebih tinggi dari kematian. Dalam sehari ada pertambahan 102 pasien sembuh.

Dalam sehari ada pertambahan 102 pasien sembuh dari semua provinsi di Indonesia. Kasus pasien sembuh kini total mencapai 548 orang.

“Pasien sembuh trus naik, dalam sehari ada 102 pasien sembuh,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Kamis (16/4).

Sementara itu angka kematian bertambah 27 orang. Total kasus meninggal kini sebanyak 496 kematian. Angka itu membuat kasus pasien sembuh jauh lebih banyak dibanding kasus meninggal.

“Ayo pastikan bahwa kita tak tertular dan tak menulari. Hargai dan bantu isolasi mandiri, jangan diskriminasi pasien Covid-19 dan yang sudah pulang. Tak boleh tolak jenazah Covid-19. Kekompakan mutlak sedang dibutuhkan. Sedang diuji. Mari kita lawan Covid-19 dengan tetap berada di rumah,” ujar Yurianto.

Yurianto merinci sejumlah pasien sembuh di 5 provinsi tertinggi. Dari 34 provinsi terdampak Covid-19, sudah sembuh di DKI Jakarta sebanyak 202 pasien, Jawa Timur 86 pasien, Sulawesi Selatan 42 pasien, Bali 32 pasien, dan Jawa Barat 28 pasien. Serta tersebar di seluruh provinsi lainnya.

Yurianto mengingatkan juga agar masyarakat jangan lengah dengan Covid-19 dan tetap mewaspadai munculnya penyakit pancaroba seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Jangan sampai angka pasien DBD memperburuk situasi Covid-19.

“Ancaman DBD secara klasik masih mumcul. Maka selain jaga jarak dan pakai masker serta berada di rumah saja, masyarakat juga harus jadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk setiap rumah masing-masing,” tegasnya.(jpg)

Petugas Medis Ambil Sampel Swab Keluarga Karyawan PT ATB di Bintan

0

batampos.co.id – Petugas medis berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) mengambil sampel swab keluarga pasien positif Covid-19 di Kampung Raya, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (15/4/2020) siang.

Pengambilan sampel dikarenakan seorang wanita pasien positif Covid-19 di Batam sempat kontak dengan keluarganya di Kampung Raya, Tanjunguban.

Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni, membenarkan petugas medis dari tim  gugus tugas penanganan kecamatan mengambil sampel swab.

Rencananya sampel swab dari 5 orang yang masuk daftar Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit
(BTKL PP) Kelas I Batam, Rabu (15/4/2020).

“Lama, di sana antre,” kata dia menjawab berapa lama hasil swab bisa diketahui.

Ilustrasi. batampos.co.id

Dia berharap sampel-sampel swab segera diketahui. Sementara itu, data perkembangan ODP dan PDP Rabu (15/4/2020) dirangkum dari Dinkes Bintan, jumlah PDP di Kabupaten Bintan sebanyak 15 orang.

Dengan rincian 7 orang menunggu hasil PCR sedangkan 8 orang sudah keluar hasil PCR.
15 PDP tersebar di Kijang 4 orang dengan rincian 1 masih dirawat dan 3 sudah
pulang, Sei Lekop ada 2 orang dengan rincian 2 sudah pulang.

Kemudian di Kelong 1 orang dan masih dirawat, Toapaya 1 orang meninggal karena penyakit penyerta karena sampai saat ini hasil PCR belum keluar.

Daerah Kawal 2 orang dengan rincian 1 orang dirawat dan 1 pulang, Teluk Bintan 2 orang
dengan rincian 1 orang pulang dan 1 orang meninggal karena penyakit penyerta sebab hasil PCR belum keluar.

Di Tanjunguban 1 orang sudah pulang, Teluk Sasah 1 orang dirawat, Teluk Sebong 1 orang sudah pulang.

Total 15 orang dengan rincian 4 orang dirawat, 9 orang pulang dan 2 orang meninggal.
Selain itu, jumlah ODP di Bintan sebanyak 80 orang.

Dari jumlah tersebut 56 orang sudah selesai pemantauan dan 24 orang masih dalam proses pemantauan.

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 8 orang dengan rincian 5 orang di Kelong dan
3 orang di Tanjunguban.(met)

Harga Minyak Dunia Anjlok, Pertamina Harusnya Turunkan Harga BBM

0

batampos.co.id – Ketua DPP SDA dan Energi PKB Daniel Johan meminta Pertamina untuk menurunkan harga BBM yang saat ini masih sangat tinggi. Sebab, menurut West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat, harga minyak mentah dunia turun dan berada pada level USD 19,54 per barel.

Daniel mengatakan, Pertamina harus segera menyesuaikan harga BBM dalam negeri dengan harga minyak dunia yang saat ini sedang anjlok. Menurut dia, hal ini akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat terutama bagi nelayan dan usaha ekpedisi.

Jika harga BBM turun, maka bisa mengurangi beban masyarakat, PLN, dan industri. Selain itu, turunnya harga BBM juga bisa meningkatkan daya beli. “Harga BBM yang murah akan mendorong harga kebutuhan pokok ikut turun,” ujar Wakil Ketua Komisi IV itu, Kamis (16/4).

Legislator asal Dapil Kalimantan Barat I itu mengatakan, BBM merupakan kebutuhan hidup masyarakat di luar kebutuhan pokok, sehingga masyarakat sangat membutuhkan BBM yang murah. Jika harganya murah, maka rakyat bisa mudah membelinya. Sebaliknya, jika harganya mahal, masyarakat akan sulit membelinya, karena mereka juga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Khususnya, kata Daniel, bagi nelayan yang harus melakukan penangkapan ikan. Menurut dia, para nelayan lah yang akan menyelamatkan kehidupan rakyat, yaitu dalam menjaga ketersedian pasokan pangan.

“Begitu juga dengan petani di desa-desa, logistik antar wilayah membutuhkan BBM yang murah untuk mengurangi beban masyarakat terhadap energi,” papar alumnus Universitas Tarumanegara itu.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Arab Saudi memberikan diskon besar-besaran hingga USD 8 per barrel kepada Asia. Menurut Daniel, hal itu dilakukan karena pasokan dunia saat ini melimpah dan masih adanya ketegangan antara Rusia dan Arab Saudi tentang kesepakatan produksi yang belum mencapai titik temu.

“Jadi kita heran, kenapa Pertamina tidak sensitif dengan kesulitan masyarakat saat ini,” tegas Daniel. Dia pun mendesak agar Pertamina segera menurunkan harga BBM.(jpc)

Waspada Covid-19, Tenaga Medis Puskesmas Gunakan Alat Perlindungan Diri Lengkap

0

batampos.co.id – Tenaga medis di Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) menggunakan baju hamzat saat melayani pasien agar terhindar dari Covid-19.

Kepala Puskesmas Tiban Baru, Ana Hasina, mengatakan, untuk kelancaran pelayanan,  semua petugas medis hingga bagian pendaftaran, wajib menggunakan APD.

“Ini untuk menekan penyebaran Covid-19 di pelayanan tingkat pertama. Terlebih korban semakin bertambah, jadi ada kekhawatiran terkait penyebaran virus ini,” jelasnya, Rabu (15/4/2020).

Ia menjelaskan, pasien yang datang berobat bisa saja masuk kategori sebagai pembawa virus. Menurutnya, ini lebih berbahaya sebab pasien tidak menunjukkan gejala Covid-19, namun menjadi pembawa virus.

Sehingga, saat berinteraksi dengan petugas dan pasien lainnya, bisa tertular.

”Tak ada gejala namun membawa virus, ini yang kami hindari. Makanya semua petugas harus memproteksi diri dengan APD,” jelasnya.

“Karena sekarang, kasus positif terus bertambah. Tenaga medis juga sudah ada
yang kena,” sebutnya.

Ilustrasi

Puskesmas Tiban Baru, lanjutnya, mendapatkan bantuan dari Dinas Kesehatan sebanyak 50 APD. Jumlah ini sebenarnya masih kurang.

Namun, pihaknya memaklumi karena yang prioritas saat ini adalah petugas rumah sakit
yang melayani pasien Covid-19.

”Kami juga berusaha mencari donatur untuk pengadaan APD ini. Sebab, sangat pent-
ing untuk kondisi saat ini. Kalau ada lebih dinkes kasih, tapi kan lebih utamakan rumah
sakit,” terangnya.

Ana menambahkan, berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan dalam pelayanan kesehatan di puskesmas.

Saat ini, pelayanan sudah sesuai dengan protokol dari Kementerian Kesehatan. Selain itu, untuk menjaga kesehatan petugas, pihaknya juga mengatur jam piket tugas agar petugas tidak mengalami kelelahan.

”Sekarang kan Work From Home (WFH). Namun pelayanan tetap harus jalan. Jadi sif-sifan masuknya. Biar pasien tetap terlayani,” imbuhnya.

Hal yang sama terlihat di Pukesmas Botania, Batamcenter, Rabu (15/4/2020). Penggunaan APD bagi petugas sudah terlihat dari pintu kedatangan, yakni digunakan oleh petugas penerima pasien.

Tidak hanya penerima pasien, seluruh petugas medis menggunakan APD lengkap. Kepala Pukesmas Botania Batam Center, Purnama Agustina Siahaan, mengatakan, penggunaan APD sebagai pelindung diri tenaga medis dari Covid-19.

Apalagi, mereka melayani pasien yang belum diketahui apa penyakitnya.

”Pengunaan APD untuk menjaga diri, kalau bukan kami, siapa lagi yang menjaga. Jadi setiap petugas medis, terutama yang melayani wajib pakai APD,” ujar Agustina.

Menurut dia, meski dalam kondisi pandemi, pihaknya tetap melayani pasien dengan
sepenuh hati. Bahkan, jam pelayanan masih dibuka seperti biasa, pukul 07.30 WIB hingga 14.30 WIB.(yui/she)