Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 10384

Surya Paloh Sediakan Hotelnya untuk Tempat Isolasi ODP Covid-19

0

batampos.co.id – Pemerintah menyebut ada pengusaha dan tokoh nasional yang akan rela hotel miliknya digunakan untuk melayani pasien virus korona atau Covid-19. Publik pun dibuat bertanya-tanya, siapa sosok dimaksud.

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya mengatakan ketua umumnyalah yang merelakan hotel miliknya digunakan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19. “Digunakan untuk pemerintah untuk ODP (orang dalam pengawasan). Dan penggunaannya, pemerintah yang memanage-nya,” ujar Willy, Jumat (20/3).

Willy mengatakan hotel yang dimiliki Surya Paloh tersebut berada di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Surya Paloh, kata Willy, berharap hotel tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh pemerintah.

“Itu namanya Hotel the Media, itu di Jalan Gunung Sahari,” ungkapnya.

Selain itu, Willy mengatakan dari informasi yang ia terima bahwa angka orang yang positif virus korona diperkirakan meningkat. Sehingga dia berharap pemerintah bisa mengatisipasinya, apalagi wabah ini meluas jelang Ramadan dan hari raya.

“Ini kan tren akan naik pas Ramadan karena ada aktivitas yang tinggi. Dan kemudian ada mudik. Ini harus kita antisipasi bersama-sama itu akan menjadi sebuah grafiknya bisa ditekan‎,” ungkapnya.(jpc)

Deteksi Penderita Covid-19, Pemko Sisir Warga Batam

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyisiran terhadap ma-
syarakat yang memiliki gejala awal corona virus desease (Covid-19).

Gejala yang dimaksud antara lain panas tinggi, batuk, pilek, demam, serta memiliki  riwayat perjalanan ke luar negeri atau luar daerah yang terdampak virus corona terse-
but.

“Atau terhadap orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19,” kata Rudi, Minggu (22/3/2020).

Penyisiran, sambung Rudi, juga sudah dilakukan sejak Sabtu (21/3/2020) akan diin-
tensifkan mulai Senin (23/3/2020) ini. Rencananya, penyisiran akan merata di semua wilayah.

“Penyisiran akan dilakukan sampai semua masyarakat terdata,” paparnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi; Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Kepala Dinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, saat memberikan keterangan terkait satu orang warga Batam positif terpapar virus corona di kantor Pemko Batam, Kamis (19/3/2020).
Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pemko Batam, juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan. Tugas relawan antara lain menyisir dan mendata warga bersama pihak kecamatan dan
puskesmas.

“Bagi yang ingin menjadi relawan dalam penyisiran ini, bisa menghubungi kecamatan masing-masing,” tuturnya.

Sebelumnya, seluruh kecamatan di Kota Batam telah membentuk Satuan Tugas (Satgas)
yang terdiri dari unsur pimpinan kecamatan (Muspika), perangkat kelurahan, dan puskesmas.

Tim sejak Jumat (20/3/2020) lalu telah turun ke lapangan untuk mendata kondisi warga di lingkungan RT/RW di kecamatan masing-masing.(Tahang)

Kontak dengan Pasien Corona yang Meninggal 45 Jemaat Dievakuasi

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung dan Kecamatan Sagulung mengevakuasi 45 orang jemaat salah satu gereja di Sagulung. Para jemaat tersebut pernah berhubungan dengan korban yang merupakan seorang pendeta. Informasi yang diperoleh di lapangan, jemaat tersebut menjenguk korban saat masih dirawat di Rumah Sakit Graha Hermine Batuaji.

Mereka dievakuasi menggunakan bus Trans Batam yang disediakan Pemko Batam, sekitar pukul 17.00 WIB menuju rumah susun (rusun) di Tanjunguncang. “Ada sekitar 45 orang. Nanti keterangan terkait status mereka seperti apa, itu kewenangan Dinkes,” ujar Camat Sagulung, Reza Khadafi.

Namun, dari 45 orang yang dievakuasi ini, hanya sekitar 20 orang yang mau dikarantina atau diobservasi di tempat yang telah ditentukan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam. 25 orang lainnya belum bersedia dengan pertimbangan memiliki anak kecil.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan total yang telah berinteraksi dengan pasien Covid-19 pertama di Batam yang telah meninggal itu ada 60 orang. Tim kesehatan sudah turun mencari. “Dari 60 orang, baru 23 orang sudah diambil sampelnya dan menjalani karantina,” katanya.

Pantauan Batam Pos di Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang tadi malam, kondisi biasa saja. Salah satu petugas keamanan rusun mengatakan, jemaat yang dievakuasi untuk dikarantina di rusun tersebut dialihkan ke Asrama Haji Batam Center, karena mendapat penolakan dari penghuni rusun lainnya, khususnya kalangan ibu-ibu.

Pihak Pemko Batam (Sekda Batam, Jefridin, red) sempat datang menjelaskan ke penghuni rusun lainnya, namun tetap ditolak.
Kasubdit Humas BP Batam, Yudhi H Purdaya, yang dihubungi tadi malam perihal kebenaran jemaat yang dievakuasi ditempatkan di Asrama Haji, masih enggan bicara banyak. “Yang jelas, BP Batam menyiapkan aset-aset yang mendukung kegiatan ini, tapi bagaimana program operasionalnya, kami tidak berwenang menjawabnya,” ujarnya, tadi malam.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, yang dihubungi tadi malam belum mengetahui persis masuk tidaknya jemaat tersebut ke Asrama Haji. Namun, ia mamastikan kapanpun aset BP Batam itu bisa digunakan. Tinggal para pihak berkoordinasi dengan pengelola. (opi/rng/ska/leo/gie)

Pengumuman, Kini Tak Bisa Lagi Masuk Singapura

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan Singapura menegaskan, pemerintah negeri jiran itu tidak akan mengizinkan pengunjung jangka pendek masuk atau transit melalui negara tersebut mengingat terjadi peningkatan risiko kasus virus corona (Covid-19) dari luar (imported case).

Pembatasan akan berlaku mulai Senin (23/3) pukul 11.59 waktu setempat.

“Mulai 23 Maret 2020, pukul 23.59, semua pengunjung jangka pendek (dari mana saja di dunia) tidak akan diizinkan masuk atau transit melalui Singapura,” tulis pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura dikutip The Straits Times, Minggu (22/3/2020).

“Ini juga (dilakukan) untuk menghemat sumber daya kami sehingga kami dapat fokus pada warga Singapura,” tambah pernyataan itu.

Adapun Kementerian Tenaga Kerja Singapura hanya akan mengizinkan masuk atau kem-
balinya para pemegang izin kerja, termasuk tanggungan mereka, dan pengecualian
bagi mereka yang memberikan layanan penting, seperti perawatan kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, terjadi peningkatan tajam kasus secara global dan kian menyebar.

Hingga saat ini, ada lebih dari 260.000 kasus Covid-19 di 185 negara, dan sekitar 11.200 kematian.

“Di Singapura, hampir 80 persen dari kasus Covid-19 baru di negara kami selama tiga hari terakhir diimpor, kebanyakan dari mereka adalah warga Singapura dan pemegang kartu jangka panjang yang pulang dari luar negeri,” ujar pernyataan Kementerian
Kesehatan Singapura.

“Kasus impor dari mereka yang terpapar ini memiliki riwayat perjalanan ke 22 negara yang berbeda,” ujarnya lagi.

Pembatasan terbaru ini diumumkan sehari setelah Singapura mengonfirmasi kematian pertamanya karena penyakit tersebut.

Dua pasien seorang wanita Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia
berusia 64 tahun meninggal karena komplikasi akibat Covid-19 pada Sabtu (21/3/2020)
pagi.

Singapura juga mengonfirmasi 47 kasus baru virus corona pada Sabtu (21/3/2020) lalu, sehingga total nasional menjadi 432, termasuk 39 kasus impor dengan sejarah perjalanan ke Australia, Eropa, Amerika Utara, ASEAN dan bagian lain di Asia.

Dari jumlah tersebut, 33 adalah penduduk yang kembali dan pemegang izin jangka panjang, sementara enam adalah pengunjung jangka pendek.(yui)

Pemda Deteksi Dini Covid-19 di Pelabuhan Tarempa Anambas

0

batampos.co.id – Guna menunjang peningkatan pencegahan penyebaran penyakit menular Corona Virus Deseas ( Covid -19) di Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah daerah melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disenfektan kepada penumpang kapal pelni Bukit Raya yang turun di Pelabuhan Tarempa. Senin ( 23/03/2020)

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah tersebut.

Diketahui Kapal Pelni Bukit Raya tiba dan bersandar di Pelabuhan Tarempa dari Pelabuhan Selat Lampa Natuna pada pukul 24 .00 WIB, Minggu ( 23/03/2020).

Berdasarkan pantauan wartawan Batampos Online, semua penumpang yang turun di Pelabuhan Tarempa, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan disenfektan oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid -19 Anambas.

Pada saat ditanya, salah satu penumpang yang diperiksa deteksi dini Covid-19, ia sangat antusias dan mendukung kegiatan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. ” Iya tadi suhu tubuh saya diperiksa dan disemprot sama petugas, nggak apa -apa kok, aman, terimakasih buat petugas pemeriksaan tadi, walapun sudah larut malam mereka tetap berkerja keras melayani masyarakat,” cetusnya. (Fai)

Warga Batam, Ada 580 Orang Diawasi Satgas Corona di Batam

0

batampos.co.id – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, menemukan 580 Orang Dalam Pengawasan (OPD). Jumlah ini meningkat drastis dalam tiga hari setelah dilakukan pendataan di setiap kecamatan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, hingga hari ketiga timnya telah mengantongi data 580 warga yang mengeluhkan batuk dan demam.

Mereka umumnya warga yang telah melakukan perjalanan dari daerah maupun negara
terjangkit.

Amsakar mengatakan, timnya memang bergerak cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Batam, sesuai perintah Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

“Mereka ini (OPD, red) ada yang yang batuk, ada yang demam, pilek. Dari hasil pendataan, para OPD ini baru bepergian dari daerah atau negara yang ada kasus ini (virus corona, red),” jelasnya, Minggu (22/3/2020).

Ilustrasi

Menurutnya, warga yang dikategorikan ODP, diimbau untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Mereka ini terus dipantau. Kalau kondisinya tidak masuk untuk perlu diisolasi, kita harapkan di rumah saja,” ujarnya.

Untuk itu, ia sangat menekankan kepada warga yang telah didata tersebut bertahan di rumah sebagai bentuk kewaspadaan atau upaya pencegahan.

Menurutnya, orang sakit sangat rentan terpapar virus apapun.

“Mereka ini, selain punya keluhan itu (batuk, demam, dan pilek, red) juga ada yang sehat. Tapi kami minta sebagai bentuk pencegahan agar tetap di rumah,” tegasnya.

“Tim medis akan terus memantau keadaan warga yang telah didata. Jika dalam beberapa hari ada perkembangan nanti Tim Kesehatan akan mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk pengambilan sampel,” jelasnya.

“Pihak puskesmas dan rumah sakit paham mana yang masuk kategori perlu dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi atau hanya karantina di rumah saja selama 14 hari,”
sambungnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengimbau seluruh masyarakat Batam bersedia  menjadi relawan dalam Program Lawan Corona.

Rencananya, mulai hari ini, Senin (23/3/2020) akan diturunkan ke seluruh masyarakat Batam untuk pengecekan kesehatan warga.

“Warga yang bersedia untuk menjadi relawan dalam Program Lawan Corona bisa menghubungi hotline 112,” nya.

Selain itu, Pemko Batam juga menyiapkan nomor hotline untuk informasi seputar Covid-19. Nomor yang bisa dihubungi masyarakat, yaitu 0812-7781-5333.

“Informasi tentang situasi perkembangan Covid-19 Kota Batam secara resmi oleh pemerintah dapat diakses melalui hotline Kota Batam 0812-7781-5333,” kata Rudi.(iza,opi,eja,leo,ska,zis,rng,gie)

Pesawat Hercules Bawa Alat Medis dari Tiongkok Tiba di Natuna

0

batampos.co.id – Pesawat C130 Hercules Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang pengangkut logistik medis dari Tiongkok telah tiba di Lanud Rsa Natuna, Minggu (22/3). Pesawat dengan nomor ekor A-1333 itupun langsung disemprot disinfektan. Penyemprotan ini dilakukan kepada seluruh kru pesawat, bagian luar pesawat, kokpit, termasuk sejumlah logistik medis di dalam kabin.

“Kami harus menerapkan sejumlah prosedur berdasarkan protokol kesehatan dari WHO terhadap kru, pesawat, dan barang bawaan agar terhindar dari potensi terbawanya virus Covid-19 dari Tiongkok, termasuk melakukan isolasi terhadap kru pesawat untuk diobservasi kesehatannya,” kata Kasubdispenum Dispenau, Kolonel Sus Muhammad Yuris dalam keterangannya, Senin (23/3).

Pagi ini, Senin (23/3), logistik medis akan langsung dibawa ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Nantinya, logistik medis akan didistribusikan kepada tim penanganan medis Covid-19.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, pesawat hercules dijadwalkan akan tiba sekitar pukul 09.30 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat yang berkapasitas sembilan ton itu membawa obat-obatan, termasuk masker dan alat pelindung diri.

Peralatan medis yang diangkut dari negeri tirai bambu itu, akan diserahkan pada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.(jpg)

Begini Riwayat Perjalanan Pasien Positif Corona di Batam hingga Dimakamkan

0

batampos.co.id – Pasien positif corona pertama di Batam, PendetamSPD, meninggal dunia Minggu (22/3) malam, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, setelah dirawat beberapa hari. Jenazahnya langsung dimakamkan tadi malam di Taman Pemakaman Umum Seitemiang.

Kepastian meninggalnya pasien Covid-19 pertama di Batam itu, dibenarkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. “Iya benar, meninggal,” kata Rudi dengan nada berat, saat dihubungi Batam Pos, tadi malam.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad, juga membenarkan meninggalnya pasien Covid-19 pertama di Batam.

“Iya, meninggal barusan (tadi malam, red). Pemerintah Kota Batam turut berduka dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Wali Kota Batam ini, tadi malam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, juga membenarkan pasien Covid-19 kasus pertama di Batam yang dirawat di RSUD Embung Fatimah meninggal dunia. “Iya benar. Pasien meninggal sekitar pukul 19.30 WIB di RSUD Embung Fatimah,” kata dia, Minggu (22/3).

Ia menjelaskan, sebelumnya, kondisi pasien sempat memburuk, meski sudah mendapat perawatan intensif di ruang isolasi RSUD. Didi juga mengatakan, upaya maksimal sudah dilakukan tim medis untuk menyelamatkan pasien Covid-19 pertama di Batam ini, namun kondisinya memang berat, sehingga meninggal dunia.

Dia menambahkan, pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung, diabetes, darah tinggi, dan penyakit lainnya, risiko kematian itu cukup tinggi jika terserang virus corona. Namun, jika pasien tidak memiliki penyakit bawaan, lalu terjangkit Covid-19, peluang sembuhnya jauh lebih besar, setelah mendapatkan perawatan intensif.

Namun, Didi tidak menjelaskan apakah pasien Covid-19 pertama ini memiliki penyakit bawaan atau tidak. Dia hanya mengatakan, pasien ini sebelumnya melakukan perjalanan ke luar Batam, yakni Bogor, Jakarta, dan Yogyakarta. Pasien diperkirakan terinfeksi dari pasien Covid-19 lainnya di Bogor yang juga telah meninggal, karena sempat kontak langsung dalam satu acara.

“Jadi, dia sudah terinfeksi sebelum kembali ke Batam. Pasien dinyatakan positif setelah dilakukan uji laboratorium,” ujar Didi.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kepri, Kombes Muhammad Haris, juga membenarkan pasien corona pertama di Batam meninggal. “Iya, benar. Saya menuju RSUD. Dokter forensik kami sudah duluan mengecek ke sana,” ujarnya, tadi malam.

Ia menjelaskan, pengecekan yang dilakukan terkait protokol pemakaman pasien positif corona. Ada protokol kesehatan yang harus dilakukan pada pasien dan lingkungan tempat tertularnya Covid-19. Baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. Salah satu protokol pemakaman pasien corona yang diperoleh Batam Pos dari sumber lain adalah pemakaman harus dipercepat.

Tidak boleh melebihi dari 4 jam setelah wafat. Perlakuan pada jenazah Covid-19 juga berbeda dengan jenazah umum. Intinya, ada perlakuan khusus supaya tidak terjadi penularan pada yang lain, mulai dari tempat jenazah meninggal hingga pemakaman.

Pantauan Batam Pos di RSUD tadi malam, pengamanan diperketat. Siapapun dilarang mendekat ke ruang pasien, termasuk para petugas medis di RSUD, kecuali yang bertugas menangani pasien Covid-19pertama itu. Bahkan, petugas medis dan pasien di RSUD juga dilanda keresahan, begitu mengetahui pasien Covid-19 pertama Batam itu meninggal. Hal ini terlihat saat jenazah dipindahkan ke ruang jenazah RSUD.

“Ya, gimana lagi, kalau perang mungkin nampak itu peluru atau senjata. Ini tak nampak. Sekalipun safety, tetap khawatir,” ujar seorang petugas medis yang dijumpai di luar lingkungan rumah sakit.

Senada disampaikan Hendrik, warga yang hendak membesuk kerabatnya di RSUD. Mendengar informasi meninggalnya pasien Covid-19 pertama, dia dan beberapa pengunjung lain memilih mundur. “Tak berani lagi Bang. Takut juga,” katanya.

Wakil Direktur Pelayanan dan Medik RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati, yang dihubungi terpisah membenarkan pasien Covid-19 ini langsung dimakamkan di Taman Pemakamam Umum (TPU) Nasrani di Seitemiang. “Iya, langsung dimakamkan malam ini (kemarin malam, red) juga,” ujarnya tadi malam.(yui/eja/ska/iza/gie)

Leasing Ringankan Cicilan Kredit Selama Wabah Virus Korona

0

batampos.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan agar perusahaan pembiayaan atau leasing meringankan para nasabahnya dalam pembayaran cicilan kredit. Hal tersebut guna mengatasi dampak menyebarkan virus korona Covid-19 yang mengganggu perekonomian nasional.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, para nasabah yang salah satunya bermata pencaharian ojek online dapat melakukan komunikasi dengan perusahaan leasing.

“Nasabah diundang untuk proaktif datang ke kita untuk bayar. Komunikasi dengan kita,” ujarnya, Minggu (22/3).

Suwandi mengaku, memang dalam situasi seperti ini pendapatan ojek online cenderung berkurang. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, khususnya adanya peraturan pemerintah terkait program Work From Home (WFH) sehingga permintaan jasa ojek online berkurang.

Dengan demikian, kata dia, nasabah dapat dibantu dengan tetap membayar cicilan meskipun tidak penuh. Sebab, dalam aturan leasing jika tidak bisa membayar kendaraan akan ditarik. Namun, OJK diminta hal tersebut tidak dilakukan selama wabah virus korona berlangsung.

“Karena ada korona ngga bisa mendapatkan pendapatan yang biasanya. Sehingga pendapatannya turun, jadi terganggu bayar cicilannya. Biasa cicilan Rp 500 ribu per bulan, tapi hanya Rp 100 – Rp 200 ribu diterima dulu,” jelasnya.

Nantinya, ada komunikasi dan negosiasi antara perusahaan leasing dan nasabah terkait kesepakatan keringanan pembayaran cicilan.

“Kan kalau usaha sepi pasti akan cari pekerjaan atau usaha lain. Nah beberapa bulan kemudian bisa bayar cicilan. Kalau harus cari kerja lain kan bisa bayar dan kredit lancar kembali,” tutupnya.(jpg)

Penumpang Kapal ke Singapura dan Malaysia Kian Sepi

0

batampos.co.id – Arus keberangkatan penumpangmdari Pelabuhan Feri Internasional Batam Center semakin sepi, Minggu (22/3). Namun untuk kedatangan masih ramai dan didominasi WNI dari Malaysia.

Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Deny Cahyadi, menjelaskan sejumlah operator kapal masih menyediakantransportasi untuk ke Singapura dan Malaysia. Namun, untuk yang berangkat ke Malaysia hanya khusus warga Malaysia. Sedangkan ke Singapura, masih diberlakukan pembatasan kunjungan dengan syarat tertentu.

“Untuk kapal yang berangkat ke Malaysia dan Singapura masih ada. Namun, jumlahnya memang sangat sedikit dibanding biasanya,” terang Deny kepada Batam Pos, kemarin.

Kondisi serupa juga terjadi di Sekupang Ferry Terminal (SFT) Internasional. Pengelola SFT Internasional, Jumarly, mengatakan penurunan angka kunjungan ini tidak lepas dari kebijakan kedua negara, Singapura dan Malaysia dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Aktivitas di pelabuhan berubah 100 persen jika dibandingkan sebelum Covid-19 mewabah. Untuk langkah pencegahan pihaknya juga sudah meningkatkan kebersihan pelabuhan. “Sudah kami mulai dari awal sejak mulai ada informasi Covid-19. Sekarang cek suhu dan kebersihan fasilitas lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya. (she/yui)