Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10421

Tusuk 1.200 Lembar Kantong Plastik Dibayar Rp 15 Ribu

0

batampos.co.id – Ada pemandangan tak biasa dilakukan kalangan ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanjunguncang.

Duduk di teras dengan tetap menjaga jarak atau social distancing, kalangan ibu rumah tangga itu berbincang sembari menusuk tumpukan kantong plastik.

Setelah ditusuk, kantong itu dipakaikan tali. Bagi warga Batam, kantong plastik bertali di bagian atasnya itu mungkin sudah familiar dilihat dan biasanya digunakan untuk wadah makanan atau minuman.

Kantong-kantong ini berukuran untuk kemasan satu kilogram, setengah kilogram dan seperempat kilogram. Upah yang yang diterima ibu-ibu ini per kilogram plastik yang berhasil ditusuk bervariasi.

Yang satu kilogram biasanya dihargai Rp 5 ribu, dengan jumlah sebanyak 1.200 lembar kantong.

Ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanjunguncang bekerja menusuk kantong plastik. Setiap satu kilogram kantong mereka di bayar antara Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sedangkan kantong ukuran setengah kilogram, dihargai Rp 10 ribu dengan banyaknya kantong 1.200 lembar, sementara yang seperempat kilogram dihargai Rp 5 ribu, juga  sebanyak 1.200 lembar.

Biasanya, para ibu ini baru mendapatkan upah seminggu sekali. Karena, rata-rata seminggu lamanya mereka baru siap menusuk kantong tersebut.

Jumlah kantong yang ditusuk tidak banyak, ada yang 3 kg atau 5 kg banyaknya, dengan
upah mulai dari Rp 15 ribu saja.

”Apa saja kita kerjakan yang penting menghasilkan uang dan halal. Apalagi zaman
susah sekarang ini. Ditambah musim wabah corona (Covid-19), semua terbatas, harus menjaga jarak, harus di rumah, banyak pekerja dirumahkan dan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ujar Yeni, 39, salah satu ibu rumah tangga yang ikut menusuk plastik tersebut.

Para ibu-ibu itu berharap wabah ini cepat selesai. Pasalnya, semua mengaku merasakan himpitan ekonomi akibat Covid-19.

Dahlia, salah satu warga yang ikut menusuk kantong plastik mengatakan, hasil aktivitas itu biasanya hanya cukup untuk beli jajan anaknya.

”Cuma 3 kg dapatnya, hanya dapat sekitar Rp 15 ribu selama seminggu,” katanya.(ali)

Dua Pasien Positif Covid-19 di Batam Sembuh, Total 11 di Kepri

0

batampos.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, angka sembuh pasien positif Covid-19 di Provinsi Kepri menunjukkan progres yang baik.

Dikatakannya, per 28 April 2020, dua pasien di Kota Batam dinyatakan sembuh. Namun dari Tanjungpinang ada kabar duka bertambahnya satu pasien positif Covid-19 yang meninggal, yakni Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul.

“Hari ini (kemarin,red) kita mencatatkan dua kasus sembuh di Batam. Secara keseluruhan sudah ada empat kasus yang sembuh. Sedangkan di Tanjungpinang kasus kematian yang ketiga,” ujarnya di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, sudah ada 11 pasien positif Covid-19 yang sembuh. Sementara yang meninggal sebanyak 9 pasien. Menurutnya, pasien positif Covid-19 yang mengalami gejala berat dilakukan perawatan di rumah sakit. Namun bagi mereka yang kondisinya stabil, dikarantina terpisah.

“Batam 21 pasien dilakukan perawatan di rumah sakit, tidak ada yang dikarantina. Sedangkan di Tanjungpinang 13 dikarantina, dua dirawat di rumah sakit. Dengan bertambahnya satu yang meninggal, artinya ada satu yang sedang dirawat saat ini,” jelas Tjetjep.(ska/jpg)

BP Batam Sambangi Panti Asuhan Ibadurrahman dan Beri Santunan kepada Anak Yatim

0

batampos.co.id – Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) BP Batam kembali menyambangi Panti Asuhan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1441 Hijriah.

Pada hari ke-5 Ramadan ini, BKDI BP Batam memberikan santunan kepada anak Yatim dan buka puasa bersama di Panti Asuhan Ibadurrahman, Sekupang, Selasa (28/4/2020).

Kepala Biro Umum BP Batam, Kurnia Budi, selaku ketua rombongan mengatakan, melalui BKDI diharapkan BP Batam dapat menjalin kebersamaan dan memberikan manfaat serta kepedulian secara langsung untuk masyarakat.

Kepala Biro Umum BP Batam, Kurnia Budi (kiri) memberikan santunan kepada pengurus Panti Asuhan Ibadurrahman, Sekupang. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Penyerahan sembako dan santunan Ramadhan ini diterima langsung oleh Ustadz Ali selaku pengurus Panti Asuhan Ibadurrahman.

Kegiatan ini bertujuan untuk silaturahmi antara pegawai BP Batam dengan masyarakat dan juga sebagai bentuk kepedulian dengan berbagi santunan kepada anak yatim.

Ada beberapa program dari BKDI BP Batam dalam menyambut Ramadhan 1441 H/2020 M, antara lain tausiyah online setelah sholat dzuhur, penyerahan bingkisan Ramadhan ke sejumlah Masjid, serta bakti sosial ke beberapa panti asuhan.(*)

Sopir Taksi Online Dibunuh 4 Remaja Perempuan, Mayatnya Dibuang ke Jurang

0

batampos.co.id – Seorang sopir taksi online dibunuh empat remaja perempuan di daerah Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Kini, polisi telah mengamankan keempat wanita tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, korban atas nama Samiyo Basuki Riyanto ditemukan tewas di kawasan Pangalengan, Sabtu (25/4).

“Korban ini mengantarkan empat orang perempuan dari Jonggol, Bogor dengan kesepakatan sewa Rp 1,7 juta. Namun entah kenapa empat orang tersangka ER, TC, KS dan AS tiba-tiba membunuh sopir taksi online dengan cara memukul korban dengan kunci Inggris,” kata Hendra seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (28/4).

Hendra mengatakan bahwa dua pelaku inisial ER dan TC memesan grab kepada korban di Jakarta. Dari Jakarta keduanya menjemput AS di Jonggol. “Ketiga wanita tersebut meminta diantarkan ke Bandung, para pelaku ini rata rata masih berusia 19-20 tahun,” tuturnya.

Saat sampai di Bandung, ketiganya menjemput KS. Lalu menuju Pangalengan, tepatnya di Kampung Leuleuweungan korban dihabisi nyawanya. “Korban dibuang ke jurang di Kampung Lebak saat setelah dipukul memakai kunci Inggris,” ungkapnya.

Para pelaku dijerat pasal 338 Jo Pasal 340 jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 KUHPidana. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. “Masih kami dalami apa motifnya,” pungkasnya.(jpg)

Covid-19 Mewabah, Pendapatan Asli Daerah Kota Batam Hanya Rp 298 Miliar

0

batampos.co.id – Hingga 28 April 2020, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam baru hanya sebesar 19,91 persen atau Rp 298 miliar dari target Rp 1,225
triliun di tahun ini.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, waktu berakhirnya Covid-19 sangat menentukan capaian sektor pendapat daerah.

”Kita hanya berharap agar Juni ini hotel sudah mulai beraktivitas kembali. Artinya sudah ada tamu,” kata Raja, Selasa (28/4/2020).

Perihal pajak prognosis Batam di akhir tahun pendapatan pajak, ia memprediksi berkisar dari angka Rp 560 miliar sampai Rp 734 miliar.

Raja menyebutkan, prognosis tertinggi diangka Rp 734 miliar dengan asumsi bila Covid-9 ini hilang akhir Mei.

Sehingga pada Juni, aktivitas di Batam seperti penerbangan, transportasi laut dan lain sebagainya. Sedangkan prognosis terburuk di angka Rp 560 miliar dengan asumsi kondisi Covid-19 di Kota Batam belum membaik.

Ilustrasi

Raja menambahkan, berbagai kebijakan telah dilakukan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi untuk mempermulus dan menjaga agar kondisi ini tidak semakin parah.

Di antaranya melakukan penghapusan pajak lainnya, penghapusan denda pajak bumi dan bangunan, penundaan pelaporan pajak masa pajak Maret-Mei 2020.

”Serta juga melakukan penundaan masa jatuh tempo PBB hingga 30 November 2020,” tuturnya.

Diketahui, pencapaian pajak di Batam terus mengalami penurunan. Pajak hotel misalnya, dari yang biasa Rp 13 miliar per bulan, kini secara beruntun terus turun.

Pada Januari capaiannya Rp 13 miliar, Februari Rp 11 miliar sementara Maret hanya Rp 5
miliar.

”Merujuk data tapping box, ke depan paling tinggi hanya Rp 1,7 miliar per bulan,” kata dia.

Bukan tanpa alasan, banyak hotel mulai tutup sementara atau tidak menerima tamu
untuk sementara waktu. Raja mencontohkan hotel-hotel besar seperi Montigo hingga
Aston yang tak menerima tamu terhitung sejak 23 Maret.

Tidak jauh beda dengan pajak hotel, restoran juga mengalami walau disebut masih sedikit lebih baik.

”Perkiraan kami hanya tercapai 32 persen dari target kami, karena masih ada take away. Walau sekarang banyak tempat makan dan kopi tutup,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk realisasi pajak PBB-P2 baru diangka 7,06 persen atau sebesar Rp 14,5 miliar dari target Rp 206 miliar.

Kondisi yang sama juga terjadi di pajak bea perolehan hak tanah bangunan (BPHTB) sebesar 16,5 persen.(rng)

Pelabuhan di Batam Masih Beroperasi

0

batampos.co.id – Pelabuhan di Kota Batam ternyata belum menghentikan pelayaran kapal untuk mudik.

Padahal, sesuai dengan Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor PM 25/2020, larangan sementara transportasi laut berlaku untuk tujuan pelayaran mudik dalam satu wilayah provinsi, kabupaten atau kecamatan yang masuk dalam ranah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau daerah tujuan yang juga menerapkan PSBB.

Pengecualian hanya dilakukan untuk kapal yang memulangkan ABK WNI, transportasi antarpulau untuk TNI, Polri, ASN, dan tenaga medis, pengangkutan barang logistik
seperti sembako, peralatan medis dan obat-obatan, pelayanan rutin non mudik dari tingkat kecamatan hingga provinsi, dan terakhir pemulangan tenaga kerja Indonesia dari luar negeri.

Sejumlah kapal saat akan bersadar di Pelabuhan Domestik Pelabuhan Punggur. Foto diambil beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Direktur Badan Usaha Pelabuhan Batam, Nelson Idris, pernah mengatakan, pihaknya
juga tidak melakukan lockdown di Terminal Feri Domestik Punggur dan tetap dibuka untuk pelayaran kapal antar-pulau.

”Selain itu, kami telah mengerahkan tenaga kebersihan untuk menyemprotkan disinfektan di kursi ruang tunggu, eskalator dan lift,” tuturnya.

Pelabuhan seluruh Batam juga telah menyiapkan hand sanitizer yang bisa digunakan calon penumpang sebagai langkah preventif dari penyebaran Covid-19.

Penghentian pelayaran belum bisa dilakukan, karena Batam belum ditetapkan sebagai wilayah PSBB sehingga kapal-kapal penumpang masih bisa beroperasi.

Contohnya kapal penumpang jurusan Batam menuju Tanjungpinang yang berangkat dari Punggur.

Satu hal yang berubah yakni berkurangnya jadwal operasi, imbas dari turunnya jumlah penumpang di tengah pandemi Covid-19.(leo)

Wali Kota Tanjungpinang Meninggal Dunia, Ini Kata Para Tokoh di Tanjungpinang dan Kepri

0

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul meninggal dunia pada Selasa (28/4/2020) di RSUD Raja Ahmad Tabib.

Syahrul dinyatakan terserang virus corona (Covid-19) sejak Senin (13/4/2020) lalu.

Sebelumnya, Syahrul mengalami gangguan kesehatan seperti demam dan peningkatan
gula darah sehingga dirujuk ke RSUD RAT.

Pada 22 April 2020, kondisi Syahrul sempat membaik yang ditandai dengan kondisi ginjal dan paru mulai membaik dari sebelumnya.

Walaupun hasil tes swab masih menunjukkan positif. Namun, kondisi Syahrul kembali memburuk, sehingga alat bantu pernapasan yang sebelumnya sudah dilepas terpaksa dipasang kembali.

Berikut ucapan belasungkawa para tokoh di Tanjungpinang dan Kepri terhadap Ayah Syahrul:

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungpinang Rahma

Saat mendengar Wali Kota Tanjungpinang meninggal dunia, dirinya syok dan langusng
menangis. Bagi Rahma, Syahrul tidak hanya sekadar mitra kerja, melainkan seperti orangtua, kakak, serta contoh teladan bagi Rahma.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. Foto: Yusnadi/batampos.co.id

“Dia sosok yang luar biasa, saya banyak belajar darinya. Selamat jalan Ayah Syahrul,”
kata Rahma.

Syahrul kata Rahma adalah orang yang akan selalu dirindukan bagi siapapun yang pernah mengenalnya. Sehingga dengan kepergian yang begitu mendadak, menyisakan kesedihan yang mendalam bagi dirinya pribadi dan bagi masyarakat Kota Tanjungpinang.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari

Teguh juga mengatakan sangat sedih, ketika mengetahui orang nomor satu di Tanjungpinang itu kembali ke rahmatullah. Walaupun Teguh baru masuk dalam jajaran Pemko Tanjungpinang, namun ia mengaku telah lama mengenal Ayah Syahrul.

“Kita semua berduka, bagi keluarga kita doakan semoga diberikan kesabaran dan semoga almarhum menjadi penghuni surga, karena beliau orang baik,” ujar Teguh.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, Rustam

Rustam yang mendapatkan kabar Syahrul meninggal dunia, langsung mengajak seluruh warga Tanjungpinang mendoakannya.

“Kita semua merasa berduka yang sangat mendalam, pemimpin kita meninggal dunia. Semoga Ayah Syahrul mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya, dan seluruh
masyarakat saya harapkan bisa mendoakan almarhum Ayah Syahrul,” tutur Rustam.

Rustam menjelaskan Wali Kota Tanjungpinang itu langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Km 5 Tanjungpinang tepat di sebelah Gubernur Kepri ke-2, HM Sani, Selasa (28/4/2020) malam.

Mantan Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo

Soerya menyatakan sangat kehilangan atas berpulangnya Syahrul ke rahmatullah.

“Beliau (almarhum Syahrul) sudah saya anggap sebagai saudara dan sahabat bagi
saya,” kata Soerya.

Dituturkan Soerya, dirinya selama ini sudah sangat dekat dengan almarhum dan banyak kisah dan pengalaman yang telah dilalui bersama.

Bahkan selama ini ia tidak segan untuk berdiskusi dan saling memberi masukan
dalam segala hal dan bidang.

Soerya Respationo

“Saya tidak segan untuk berdiskusi terkait agama dan masalah kehidupan lainnya
dengan H Syahrul ini,” ujar Soerya.

Soerya mengenang pertemuan terakhir dengan almarhum ketika Syahrul mengunjungi rumah Soerya di Batam untuk meminta jadi saksi pernikahan anaknya.

“Semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya serta diberi kekuatan kesabaran dan ketabahan keluarga yang ditinggalkan,” ujar Soerya.(per)

Menurut Pakar Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Empat Kali Lebih Banyak

0

batampos.co.id – Data Covid-19 yang dipaparkan pemerintah ibarat pucuk gunung es. Yang tidak terungkap diyakini jauh lebih tinggi.

Seperti sudah menjadi kewajiban, setiap sore Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan kasus pasien Covid-19 secara daring. Hingga kemarin (28/4), jumlah kasus yang terkonfirmasi positif menjadi 9.511 kasus. Sementara yang sembuh bertambah 103 orang menjadi 1.254 orang.

Pemerintah juga mencatat, kemarin ada tambahan pasien meninggal sebanyak 8 orang sehingga total menjadi 773 orang meninggal. Angka tambahan kematian tersebut berangsur menurun apabila dibandingkan dengan data hari sebelumnya.

Data pasien meninggal itulah yang kini mendapat banyak sorotan. Tak hanya di Indonesia. Berbagai negara lain juga menerima tudingan menutupi fakta karena diyakini jumlah kematian jauh lebih tinggi.

Di Indonesia, pemerintah hanya menampilkan data pasien meninggal yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut pakar data Ismail Fahmi, hal itu membuat data yang ditampilkan menjadi lemah. “Harus dipahami bahwa jumlah testing PCR kita sangat rendah dibandingkan negara-negara lain. Banyak yang belum dites dan sebetulnya meninggal karena Covid,” terangnya Selasa (28/4).

’’Ini artinya, jumlah laporan tidak menggambarkan kondisi di lapangan,’’ lanjut pengembang aplikasi analisis data Drone Emprit itu.

Karena itu, pemerintah semestinya menampilkan data tambahan. Yakni, data pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal. ’’Pemerintah sajikan dua data. Pertama adalah data meninggal positif. Kedua adalah data gabungan antara yang meninggal positif dan meninggal PDP,’’ tutur Ismail.

Mengapa data gabungan? Sebab, PDP yang meninggal itu hanya menunggu hasil tes sampel. Apakah dia menjadi positif atau negatif Covid-19. Dengan demikian, setidaknya pemerintah akan mendapatkan data yang mendekati riil. Apalagi, prinsipnya, pasien PDP yang meninggal juga akan diperlakukan sebagai pasien Covid-19.

Ismail mengingatkan, data riil sangat penting dipublikasikan. Tujuannya, membantu para ahli karena menggambarkan kondisi pandemi yang sebenarnya sekaligus membantu mereka memproyeksikan kapan pandemi berakhir. “Scientist akan membantu pemerintah memproyeksikan, kira-kira ini kita (kurvanya) mulai melandai atau belum,’’ tuturnya.

Bila pemerintah mendapat gambaran yang tepat tentang kondisi riil, hal itu akan membantu dalam pengambilan kebijakan. Untuk itu, harus ada sumber data yang real time. Menurut Ismail, data yang dipublikasikan saat ini kurang memadai untuk digunakan. Sebab, data yang dipublikasikan itu merupakan gambaran realitas sepekan lalu.

Dalam membuat proyeksi, para ilmuwan sangat mengandalkan data. Data yang ada bakal menjadi proxy untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis itu akan menentukan berbagai hal. Ilmuwan bisa membuat berbagai prediksi berdasar analisis data. Syaratnya, datanya harus real time.

Ismail meyakinkan bahwa keterbukaan data tidak akan membuat masyarakat panik. Dengan menutupi daya, yang terjadi sekarang bukanlah ketenangan, melainkan ketidakpercayaan terhadap data pemerintah. ’’Jadi, kalau dibuka datanya, (publik) malah lebih percaya nanti,’’ tegasnya.

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono menuturkan, perbedaan tersebut terjadi lantaran pemerintah hanya berpegang pada kasus yang memang sudah keluar hasil tesnya. Sementara itu, faktanya, hampir semua pemakaman kini dilakukan dengan protokol Covid-19.

’’Jadi, akan selalu ada gap antara yang terlaporkan dan yang tidak,’’ ungkapnya.

Jika mengacu pada kajian permodelan yang dibuatnya bersama tim FKM UI, Pandu menjelaskan, ada faktor koreksi dari angka kematian akibat korona dan angka 4,25. Sederhananya, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sebenarnya 4,25 kali lebih besar daripada yang dirilis pemerintah.

Dia menjelaskan, angka tersebut diperoleh dari penghitungan berbasis basic reproduksi rate (Ro) Covid-19 yang dikombinasikan dengan pertumbuhan eksponensial virus tersebut. Yakni, diperkirakan setiap kasus akan menginfeksi 2–3 orang lainnya. Lalu ditambah dengan sejumlah variabel pendukung lain seperti angka pemakaman dengan protap Covid-19 di DKI Jakarta pada Maret 2020 yang juga terjadi di sejumlah daerah.

Kemudian, asumsi disease onset yang terjadi sejak Januari 2020. Bukan ketika kasus pertama dilaporkan. Hal tersebut berkaitan erat dengan penerbangan dari Wuhan, Tiongkok, yang masih dibuka kala itu ke sejumlah daerah di Indonesia. Misalnya, Bali dan Manado. Yang sayangnya, saat itu sistem tes masih sulit dipercaya. Banyak hasil negatif. ’’Lalu kami hitung secara nasional, polanya (faktor koreksi) 4 sampai 5. Kami hitung rata-rata 4,25,’’ jelas Pandu. Artinya, potensi kasus kematian saat ini bisa jadi empat kali lipat daripada yang dilaporkan.

Dia mengungkapkan, metode yang digunakan timnya sama dengan metode tim ITB. Hanya, yang membedakan adalah asumsi-asumsi yang digunakan.

Dia melanjutkan, estimasi angka kematian empat kali lipat diperoleh dari koreksi terhadap setiap laporan pemerintah. Soal angka kematian, misalnya. Pandu mencontohkan, ketika pemerintah melaporkan 20 orang meninggal karena Covid-19, yang terjadi di lapangan, justru 50 orang dikubur dengan protap Covid-19.

’’Jadi, kami lakukan koreksi-koreksi apa yang dilakukan pemerintah. Karena kami menganggap yang dilakukan pemerintah underestimate atau underreported,’’ tegasnya.

Demikian pula untuk kasus infeksi. Angka yang dilaporkan jauh lebih rendah daripada jumlah yang diperkirakan di lapangan. ’’Kami estimasi underestimate-nya 20–30 persen. Jadi, yang dilaporkan hanya 30 persen dari yang sesungguhnya,’’ sambungnya.

Lagi-lagi, itu terjadi lantaran hasil tes PCR untuk Covid-19 di Indonesia kerap terlambat. Hasil tes baru bisa keluar lima hari setelah spesimen diserahkan. Ditengarai, salah satu penyebabnya adalah adanya antrean panjang. ’’Jadi, gak hari ini dites, hari ini keluar. Harusnya sehari selesai kalau tidak pakai antrean. Ini yang harus diperbaiki,’’ paparnya. Menurut dia, ketika semua dites, underestimate-nya juga lebih kecil.

Lalu, bagaimana jika data tersebut terus berbeda? Pandu menegaskan, hal itu tentu akan berkaitan dengan kebijakan atau pengambilan keputusan mengenai penanganan Covid-19. Sebab, angka kematian merupakan salah satu indikator penting. Saat ingin mengurangi restriksi PSBB, misalnya, angka kematian juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan.

’’Kan banyak indikator yang dipakai. Apakah kasus baru benar-benar turun, apakah jumlah yang sakit menurun, dan apakah yang meninggal karena Covid turun. Harusnya kan ketiganya konsisten turun. Jadi, kita harus punya indikator itu,’’ jelasnya.

Karena itu, dia merekomendasikan agar orang yang meninggal dengan gejala Covid-19 bisa langsung tercatat sebagai korban positif. ’’Tapi, kalau pemeriksaan kita terbatas, akan banyak sekali yang tidak teridentifikasi walaupun orangnya punya gejala. Orang meninggal saat pandemi sangat mungkin Covid-19,’’ tegasnya.(jpg)

Tabungan Ojol Rp 100 Juta Raib Digasak Pembobol ATM

0

batampos.co.id – Seorang pengendara ojek online (ojol) harus merugi hingga Rp 100 juta usai uang rekeningnya dibobol sindikat. Mirisnya, uang tersebut merupakan hasil dia menabung selama 7 tahun.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, usai mendapat laporan pembobolan rekening ini, Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum berhasil menangkap 8 orang pelaku. Mereka merupakan sindikat pembobol mesin ATM asal Lampung.

“Ini viral ada seorang driver Gojek yang curhat di medsos karena merasa bahwa di ATM-nya ada yang mencuri sekitar Rp 100 juta yang dia kumpulkan selama ini selama kurun waktu 7 tahun,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/4).

Yusri menuturkan, kasus ini terjadi pada 2 April 2020 lalu. Tercatat sudah ada 3 orang yang melaporkan menjadi korban sindikat ini sejak periode Januari 2020. “Ini ada sembilan pelaku tapi satu melarikan diri, DPO insial R. Ini pelaku hampir 99 persen kelompok Lampung,” tambahnya.

Yusri menyampaikan, setiap pelaku memiliki peran berbeda-beda. Seperti menjadi sopir, mengalihkan perhatian orang lain dan korban, adapula yang berperab sebagai eksekutor.

“Modus operandi mereka adalah sasarannya semua tempat mesin ATM yang ada di SPBU, di minimarket. Modusnya sebelum orang datang ke ATM, mesinya diganjal dan saat orang masukan kartu terkendala nanti nggak akan bisa keluar,” tambahnya.

Ketika kartu ATM korban terganjal, pelaku berupaya menawarkan bantuan. Sedangkan pelaku lainnya mengintip nomor pin milik korban. Setalah itu, pelaku menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM lain yang sudah disiapkan.

Setelah korban pergi dan tak menyadari kartu ATM-nya telah ditukar, para pelaku langsung menguras habis isi rekening korban. Total dari 3 kali aksi yang dilakukan, sindikat ini meraup keuntungan Rp 150 juta. “Korbannya ini ada tiga yang melapor. Pertama, MA sopir Gojek yang kerugianya sekitar Rp 100 juta, ada J Rp 35 juta dan C ini Rp 8,5 juta,” pungkas Yusri.

Usai dilakukan pengejaran, 8 orang pelaku pun berhasik dibekuk. Sindikat ini diketahui residivis kejahatan yang sama. Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberata. Mereka terancam pidana penjara 7 tahun.(jpg)

Wali Kota Tanjungpinang Dimakamkan Di Samping Makam HM Sani

0

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang dan seluruh masyarakat merasakan duka mendalam atas wafatnya Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. Setelah berjuang 15 hari di ruang isolasi akibat Covid-19, pria yang akrab disapa Ayah Syahrul itu, meninggal dunia, Selasa (28/4) pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang.

Syahrul sebelumnya dinyatakan terserang virus corona (Covid-19) sejak Senin (13/4) lalu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep yudiana, membenarkan meninggalnya Syahrul di RSUD RAT. “Iya benar, mari bersama kita doakan, semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT,” kata Tjetjep.

Diketahui Syahrul terkonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19) pada 13 April 2020 lalu. Sebelumnya, Syahrul mengalami gangguan kesehatan seperti demam dan peningkatan gula darah sehingga dirujuk ke RSUD RAT.

Pada 22 April kondisi Syahrul sempat membaik yang ditandai dengan kondisi ginjal dan paru mulai membaik dari sebelumnya. Walaupun hasil tes swab masih menunjukkan positif. Namun, kondisi Syahrul kembali memburuk, sehingga alat bantu pernapasan yang sebelumnya sudah dilepas terpaksa dipasang kembali.

Juru bicara percepatan penanganan covid-19, Rustam, yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang, telah memastikan kebenaran kabar berantai yang mengabarkan Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, meninggal dunia.

Rustam mengajak seluruh warga Tanjungpinang mendoakan Ayah Syahrul. “Kita semua merasa berduka yang sangat mendalam, pemimpin kita meninggal dunia. Semoga Ayah Syahrul mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya, dan seluruh masyarakat saya harapkan bisa mendoakan almarhum Ayah Syahrul,” tutur Rustam.

Rustam menjelaskan bahwa Wali Kota Tanjungpinang langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Km 5 Tanjungpinang, di sebelah Gubernur Kepri ke-2, HM Sani tadi malam, dengan standar pemakanan pasien Covid-19.

“Almarhum dimakamkan bakda Magrib di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Batu 5,” jawab Rustam.(cr2)

Play sound