Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10422

Melihat Aktivitas Galangan Kapal Ditengah Pandemi Covid-19

0

batampos.co.id – Industri galangan kapal menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19.

Direktur PT Bandar Abadi Shipyard, Maslina Simanjuntak, sejak pandemi Covid-19 omset pihaknya turun drasti.

Tidak hanya itu, kata dia, pembayaran dari para pelanggannya juga terhambat.

“Pusing memikirkannya,” ujarnya, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, saat ini produksi terus mengalami penurunan. Namun, pihaknya masih mempertahankan para karyawannya untuk tetap bekerja.

“Tapi paling kerja basic saja karyawan kita yang selama ini bisa lembur sekarang sudah ngak ada lagi,” paparnya.

Ia mengaku pihaknya saat ini sedang memikirkan bagaimana untuk membayarkan upah karyawannya bulan depan.

“Sampai saat ini masih ada karyawan tetap kita 500-an belum lagi kontraktornya,” katanya.

Masih kata Maslina, apabila Pemko Batam menerapkan Pembatasan sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan besar beberapa pekerjaan akan diputus kontrak.

“Kami sudah ada 1 kapal yang diputus sementara. Semua perusahaan terdampak Covid-19,” jelasnnya.

Ia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar aktivitas galangan kapal di Batam kembali bergairah.

Hal yang sama diutarakan Manager PT Citra Shipyard, Sahat Simaora.

Ia mengatakan. proyek di perusahaannya turun drastis. Saat ini kata dia, pihaknya hanya menyelesaikan pekerjaan yang sudah ada.

Aktivitas perusahaan galangan kapal di Kota Batam menurun dampak dari pandemi Covid-19. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Pekerjaan baru belum ada, padahal sebelumnya banyak. Cuma (menyelesaikan pekerjaan lama) yang ada dan itulah untuk menyambung nyawa galangan kapal dan karyawan kita sambil menunggu proyek orderan datang,” sebutnya.

Sahat menambahkan, apabila kondisi masih terus berlanjut, pihaknya berencana mengurangi karyawan baik itu di PHK, dirumahkan atau putus kontrak.

“Bagaimana lagi yang dikerjakan tidak ada lagi,” katanya.

Sementara itu, Manager PT Palindo Shipyard, Mukti Syarif Rivai, mengatakan, saat ini perusahaannya masih tetap beroperasi dan karyawan masih bekerja seperti biasa.

“Di kantor kita minta karyawan untuk tetap menjaga jarak, wajib pakai masker dan pemeriksaan suhu tubuh rutin bila masuk perusahaan,” katanya.

Order lanjutnya, jauh menurun dari biasanya.

“Sepertinya hampir seluruh bisnis jeblok karena Pandemi covid-19 ini,” jelasnya.

Apalagi lanjutnya, saat ini semua transportasi dihentikan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Jadi yang mau pesan kapal banyak yang reschedule,” jelasnya.

Saat ini kata dia, pekerjaan yang dilakukan hanya yang didapat sebelum Covid-19 merebak di Indonesia.

“Itulah yang sedang kita dikerjakan saat ini dan costumer ada yang menunda pemesanan kapal. Tapi Ada juga yang masih jalan karena sudah kontrak di awal tahun lalu,” ujar Mukti.

Mukti berharap PSBB jangan diterapkan di Batam. Jika hal itu dilakukan, bisnis galangan kapal akan tenggelam.

“Bisnis galangan ini, model bisnisnya berbeda dengan bisnis wisata atau trading/jual beli. Ini bisnis hitungan jangka panjang tahunan, kalau diberlakukan PSBB, bisa macetnya juga tahunan,” katanya.

Apabila tidak ada orderan, mau tidak mau perusahaan galangan kapal akan merasionalisasi karyawan sesuai kebutuhan minimum.

Ia juga menjelaskan, yang terdampak terhadap Covid-19 adalah bisnis angkutan laut atau penyeberangan.

Mewabahnya Covid-19 di Kota Batam membuat perusahaan galangan kapal di Kota Batam jalan di tempat. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Padahal kata dia, bisnis angkutan fery sangat tergantung dari cashflow harian yang dipakai untuk biaya operasional dan biaya karyawan.

“Kalau situasi masih terus berlanjut , bisa kolaps semua,” tutur Mukti.

Mukti berharap, pemerintah segera membuat ekonomi di Indonesia khususnya Kota Batam kembali normal.

Ia pun meminta agar pemerintah terus melakukan tes kepada masayrakat. Sehingga saat diketahui memiliki gejala Covid-19 bisa langsung dilokalisir.

Husen, salah satu pekerja galangan kapal di Tanjunguncang, mengatakan, kontrak kerjanya sudah diputus pihak perusahaan karena tidak ada lagi pekerjaan,

“Sudah berbulan-bulan saya menganggur,” jelansya.

Namun Husen masih bernasib baik, rekannya yang bekerja di Punggur mengajak dirinya untuk bergabung.

“Daripada tidak makan dan tanggungan hidup banyak, meski pun jauh dari rumah saya terima kerjaan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem kerja di galangan kapal yang baru dengan pola borongan atau harian.

“Kadang sebulan bisalah ddapat basic tapi kadang tak sampai,” jelasnya.

Zohar Napitupulu, salah satu pekerja permanen di Tanjunguncang, mengatakan, saat ini pekerjaan tempatnya sangat sedikit.
“Dulu banyak, sampai lembur masuk jam 00.00 WIB-pulang jam 20.00 WIB dan minggu masuk. Sekarang pulang jam 16.00 WIB tidak ada lembur, sebutnya.

Zohar mengaku prihatin banyak di antara rekan-rekannya yang bekerja di galangan kapal di PHK dan dirumahkan.

Bahkan ada beberpa pekerja galangan memilih kembali ke kampung halamannya.

Salah satunya, Rudi Harahap. Ia menjual semua aset yang dimiliki mulai rumah hingga kendaraan.

“Kontrak saya diputus dan sampai sekarang belum dapat kerjaan, jadi saya milih pulang kampung,” jelasnya.

Rudi bersama keluarganya pulang ke Pargarutan, Tapanusli Selatan, Sumatera Utara,

Di kampung lanjutnya, kegiatan yang akan dilakukannya ialah bertani.

Sementara itu, Nur Hamima Harahap korban PHK juga memilih pulang ke kampung halamannya untuk bertani.

“Karena sudah susah di Batam gara-gara wabah covid-19,” paparnya.

Pantaun Batam Pos di galangan kapal di area Tanjunguncang memang sangat sepi.

Kapal-kapal juga sepi yang sandar di dermaga. Bahkan pekerja bisa dihitung dengan jari.(ali)

Kapal Illegal Fishing Tenggelam di Natuna, Tim SAR 3 Negara Lakukan Pencarian

0

batampos.co.id – Tim SAR gabungan lintas negara dari Republik Indonesia, Vietnam, dan Malaysia, terus mencari nelayan pelaku illegal fishing atau penangkapan ikan ilegal yang tenggelam di perairan Natuna Utara. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Tb Haeru Rahayu menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan.

Di luar insiden perlawanan serta illegal fishing yang sudah dilakukan, ujar dia, KKP tetap mengedepankan aspek humanitas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen pemberantasan illegal fishing. “Di luar illegal fishing yang dilakukan, joint rescue ini merupakan bagian dari tindakan kemanusiaan dan bentuk keprihatinan atas insiden tenggelamnya KIA berbendera Vietnam tersebut,” jelasnya, dilansir dari Antara, Rabu (29/4).

Tb juga memuji soliditas aparat di lapangan yang bahu membahu dalam proses pencarian dan penyelamatan. Hal tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa semua instansi memiliki kepedulian yang sama bahwa saat ini prioritasnya adalah SAR.

Ditjen PSDKP-KKP, BASARNAS, TNI AL, Coast Guard Vietnam dan Basarnas Malaysia masih berusaha melakukan penyisiran di lokasi kapal BD 92039 TS tenggelam pada saat melakukan perlawanan ketika akan ditangkap oleh KP. Orca 03.

“Selain dengan KP. Orca 03, KP. Orca 02, KP. Hiu Macan dan KP. Hiu Macan Tutul 02 yang bersama-sama dengan KMN Pulau Nipah (BAKAMLA) dan KRI Bontang (TNI AL). Kami juga menggunakan pesawat air surveillance untuk melakukan penyisiran di lokasi,” jelas Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono.

Diketahui, satu kapal ikan asing berbendera Vietnam tenggelam di Laut Natuna Utara pada 20 April 2020. Kapal tersebut melakukan upaya perlawanan dengan manuver berbahaya dan menabrakkan kapal mereka dengan KP. Orca 03 milik KKP yang akan melakukan penghentian, pemeriksaan, dan penahanan.(antara)

Pasien Positif Covid-19 Masih Terbanyak di Batam

0

batampos.co.id – Kasus pasien positif Covid-19 di Kepri masih terus bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep, untuk kasus lokal secara keseluruhan ada 60 kasus. Meningkatnya jumlah tersebut, karena adanya tambahan tiga kasus di Karimun.

Kasus positif terbesar pertama masih di Kota Batam sebanyak 30 kasus, kemudian Tanjunpinang 23 kasus, dan Karimun lima kasus. “Jika digabungkan dengan jumlah pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Galang, Batam, di Provinsi Kepri sudah tercatat 89 kasus,” jelasnya lagi.

Mantan Pejabat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) tersebut menjelaskan, tertanggal 28 April 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah sembilan orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) 20 orang, dan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 82 orang. Sedangkan jumlah yang dinyatakan reaktif Covid-19 sebanyak 86 orang. Meskipun terjadi peningkatan kasus, namun bukan dari klaster yang baru.

“Kita berusaha dan berdoa, tidak ada penambahan kasus. Baik dari klaster lama ataupun ada klaster yang baru. Untuk memutus mata rantai penyebaran ini, tentu butuh kerja sama masyarakat. Maka dari itu, patuhi himbauan pemerintah dan tetap di rumah,” tutup Tjetjep Yudiana. (yui/jpg)

Rahma Jabat Plt Wali Kota Tanjungpinang

0

batampos.co.id – Rahma diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang sehari setelah Syahrul meninggal dunia karena Covid-19 dan penyakit lain. Gubernur Kepulauan Riau sudah menandatangani surat keputusan mengangkat Rahma sebagai Plt Wali Kota Tanjungpinang.

Sekretaris Daerah Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang mengatakan, Rahma dipastikan menjabat sebagai wali kota definitif dalam waktu dekat. ”Secara otomatis beliau (Rahma) akan menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang. Ini masih dalam proses administrasi birokrasi pemerintahan,” kata Teguh pada Rabu (29/4).

Sementara untuk jabatan Wakil Wali Kota Tanjungpinang menunggu Rahma definitif sebagai wali kota. Jabatan wakil wali kota melalui proses yang cukup panjang yang selaras dengan Pilkada Tanjungpinang 2018.

Berdasar catatan, partai pengusung Syahrul-Rahma (Sabar) akan mengusulkan dua nama untuk ditetapkan sebagai calon wakil wali kota, yang selanjutnya dipilih dan ditetapkan DPRD Tanjungpinang. Sabar pada Pilkada Tanjungpinang 2018 diusung Partai Gerindra dan Partai Golkar. Pasangan itu juga didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

”Hal seperti ini juga terjadi di Pemerintahan Kepri setelah H.M Sani (Gubernur Kepri 2015–2020) meninggal dunia 8 April 2016,” ucap Teguh.

Teguh memastikan pemerintahan tetap berjalan normal. Seluruh kegiatan pemerintahan tetap berjalan untuk kepentingan masyarakat.

Rahma tidak membuat program baru, melainkan melanjutkan program pembangunan jangka menengah yang telah disusun sebelumnya bersama Syahrul. Program tersebut dilaksanakan hingga 2023. ”Salah satu tugas penting, realisasi dari janji politik semasa kampanye pilkada, yang wajib dilaksanakan sebagai amanah dari almarhum (Syahrul) yakni seragam sekolah gratis,” terang Teguh.

Syahrul meninggal dunia pada Selasa (28/4) pukul 16.30 WIB di Ruang ICU RSUP Kepri. Syahrul berjuang melawan Covid-19 di dalam tubuhnya selama 17 hari di ruang ICU. Syahrul dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjungpinang Selasa malam.(antara)

Catat! Korupsi Saat Pandemi Covid-19, Tuntutan Hukumannya Pidana Mati

0

batampos.co.id – Saat ini pemerintah sedang menangani pandemi virus Korona atau Covid-19 di tanah air. Berbagai bantuan sosial juga telah disiapkan pemerintah untuk masyarakat yang terdampak.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan kepada banyak pihak untuk tidak melakukan korupsi di tengah pandemi Covid-19. Sebab jika itu dilakukan, maka tuntutan hukumannya adalah pidana mati.

‎”Maka bagi yang melakukan korupsi dalam suasana bencana tidak ada pilihan lain. Kita menegakkan hukum yaitu tuntutannya pidana mati,” ujar Firli dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (29/4).

Firli juga menegaskan, tindakan tegas itu perlu dilakukan lembaga antirasuah karena tidak ingin adanya korupsi di tengah pandemi virus yang berasal dari kelelawar ini.

“KPK akan bertindak tegas dan sangat keras kepada para pelaku korupsi. Terutamanya dalam keadaan penggunaan anggaran penanganan bencana,” tegasnya.

Menurutnya, kenapa akan ada tuntutan pidana mati bagi pelaku korupsi. Hal itu karena KPK tidak ingin adanya korupsi di tengah pandemi ini. Apalagi pemerintah dan masyarakat sedang kesulitan akibat wabah virus Korona ini.

“Sebagaimana kami sampaikan, Salus Populi Suprema Lex Esto, atau keselamatan masy‎arakat merupakan hukum tertinggi,” pungkasnya.(jpg)

Presiden Jokowi Segera Teken Perppu Penundaan Pilkada 2020

0

batampos.co.id – DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memutuskan Pilkada serentak digelar 9 Desember 2020. ‎Penundaan ini akibat adanya virus Korona atau Covid-19 di dalam negeri.

Akibat penundaan itu. Maka selanjutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu menerbitkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu).

Saat dikonfirmasi, Staf Khusus Presiden bidang Hukum, Dini Purwono mengatakan, mengenai Perppu tersebut ‎pembahasannya sudah dalam tahap final oleh Sekretariat Kabinet (Setneg) bersama dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Sudah pembahasan final antara Setneg dan kementerian dan lembaga,” ujar Dini kepada wartawan, Rabu (29/4).

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menambahkan, Presiden Jokowi menargetkan pada awal bulan Mei ini Perppu tersebut sudah bisa dieksekusi. Sehingga ada landasan hukum mengenai perubahan jadwal Pilkada serentak ini.

“Targetnya tetap April ini atau awal Mei ditandatangani oleh Presiden Jokowi,” katanya.

Mengenai jadwal perubahan pelaksanaan Pilkada serentak, Presiden Jokowi mengikuti kesepakatan KPU dan DPR dengan memilih 9 Desember pelaksanaan hajatan kepala daerah tersebut.

“Sejauh ini seperti itu (opsi 9 Desember perubahan jadwal Pilkada serentak-Red),” ungkapnya.

Diketahui, DPR dan KPU telah memutukan mengubah jadwal pelaksanaan Pilkada serentak dari awalnya 23 Semptember diundur menjadi 9 Desember 2020.

Keputusan penundaan Pilkada serentak digelar 9 Desember setelah Komisi II DPR menggelar rapat kerja bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Maka dengan Pilkada diputuskan untuk ditunda. Maka Presiden Jokowi perlu menerbitkan Perppu sebagai legitimasi hukumnya. Sebab tahapan dan penyelenggaran Pilkada 2020 ini telah dituangkan dalam UU Nomor10/2016 tentang Pilkada.(jpg)

Kisah Perjuangan Dokter 9 Jam Tangani Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Perjuangan para tenaga medis menangani pasien Covid-19 tak bisa tergantikan dengan apapun. Banyak dari mereka sudah berkorban nyawa karena ikut terinfeksi. Banyak juga dari para dokter dan perawat yang sulit pulang ke rumah bertemu keluarga untuk mencegah penularan.

Kisah Mira Yulianti, Dokter penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI/RSCM) Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis adalah satu dari sekian banyak dokter yang harus berperan ganda. Para dokter selain menjadi pejuang kesehatan, mereka tentu harus berbagi kasih dengan keluarga. Apalagi dokter perempuan, sebagai ibu yang harus memberikan perhatian bagi anak-anak mereka.

“Alhamdulillah, Allah masih melindungi dan memudahkan. Di RSCM resminya masih kerja 8 jam kadang lebih (9 jam) tergantung kondisi pasien dan kalau lagi banyak tugas ngajar atau diskusi ke koas atau PPDS online,” kata dr. Mira dikutip dari JawaPos.com, Rabu (29/4).

Dokter Mira salah satu yang beruntung karena masih bisa pulang ke rumah bertemu dengan anak-anaknya. Apa boleh buat, sebab anak ketiga dan keempat masih menyusu. Sehingga sebagai ibu, dirinya wajib mencurahkan cinta untuk buah hatinya.

“Alhamdulillah, saya masih ketemu anak-anak. Enggak ada pilihan juga soalnya. Anak saya 4, yang nomor 3 dan 4 masih menyusu, plus enggak ada mbak yang bantu malam. Enggak mungkin saya enggak pulang,” paparnya.

Meski begitu dr. Mira tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Sebelum pulang ke rumah, dia harus mandi dulu di RS. Sesampainya di rumah juga juga langsung mandi lagi. Baju semua direndam dan barang-barang hingga sepatu disemprot desinfektan.

“Saya hanya bisa berdoa, dengan saya berusaha menolong orang lain, Allah melindungi keluarga saya,” tuturnya.

Menurut dr. Mira, memang banyak rekan sejawatnya yang sampai terpaksa tak pulang ke rumah. Dan menitipkan anak-anaknya ke kampung halaman kakek neneknya.

“(Teman sejawat) kemarin sampai nangis karena sudah sebulan enggak ketemu. Saya masih beruntung, karena anak-anak benar-benar ngobatin capek dari RS,” katanya.

Tantangan pasti tetap ada. Sebagai dokter yang harus berjibaku langsung menangani pasien Covid-19, dr. Mira tak punya waktu banyak untuk mendampingi tugas-tugas sekolah anaknya. Untungnya pihak sekolah mengerti akan hal itu.

“Paling yang jadi masalah buat saya karena tugas sekolah anak enggam kelar-kelar. Dan target sudah ketinggalan jauh dari sekolah. Dan pihak sekolah memaklumi,” ungkapnya.

Dirinya juga selalu memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap setiap hari. Selama 8-9 jam di RS rata-rata memakai APD paling 4-6 jam sehari. Itu juga tak terus menerus.

Perjuangan dr. Mira belum usai. Sebab pasien masih terus bertambah setiap hari. Baik mereka yang positif ataupun yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dalam sehari saja, dr. Mira bisa menghadapi 10 pasien. Namun panggilan jiwa sebagai seorang dokter membuatnya semakin teguh untuk tetap menolong pasien sebagai pejuang kesehatan.

“Sehari paling kalau langsung sekitar 10 pasien PDP/Covid-19 terkonfirmasi. Tapi yang jaub lebih hebat adalah para perawat di Kiara, saya ikut salut,” katanya.(jpg)

Tusuk 1.200 Lembar Kantong Plastik Dibayar Rp 15 Ribu

0

batampos.co.id – Ada pemandangan tak biasa dilakukan kalangan ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanjunguncang.

Duduk di teras dengan tetap menjaga jarak atau social distancing, kalangan ibu rumah tangga itu berbincang sembari menusuk tumpukan kantong plastik.

Setelah ditusuk, kantong itu dipakaikan tali. Bagi warga Batam, kantong plastik bertali di bagian atasnya itu mungkin sudah familiar dilihat dan biasanya digunakan untuk wadah makanan atau minuman.

Kantong-kantong ini berukuran untuk kemasan satu kilogram, setengah kilogram dan seperempat kilogram. Upah yang yang diterima ibu-ibu ini per kilogram plastik yang berhasil ditusuk bervariasi.

Yang satu kilogram biasanya dihargai Rp 5 ribu, dengan jumlah sebanyak 1.200 lembar kantong.

Ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanjunguncang bekerja menusuk kantong plastik. Setiap satu kilogram kantong mereka di bayar antara Rp 5 ribu hingga Rp 15 ribu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sedangkan kantong ukuran setengah kilogram, dihargai Rp 10 ribu dengan banyaknya kantong 1.200 lembar, sementara yang seperempat kilogram dihargai Rp 5 ribu, juga  sebanyak 1.200 lembar.

Biasanya, para ibu ini baru mendapatkan upah seminggu sekali. Karena, rata-rata seminggu lamanya mereka baru siap menusuk kantong tersebut.

Jumlah kantong yang ditusuk tidak banyak, ada yang 3 kg atau 5 kg banyaknya, dengan
upah mulai dari Rp 15 ribu saja.

”Apa saja kita kerjakan yang penting menghasilkan uang dan halal. Apalagi zaman
susah sekarang ini. Ditambah musim wabah corona (Covid-19), semua terbatas, harus menjaga jarak, harus di rumah, banyak pekerja dirumahkan dan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” ujar Yeni, 39, salah satu ibu rumah tangga yang ikut menusuk plastik tersebut.

Para ibu-ibu itu berharap wabah ini cepat selesai. Pasalnya, semua mengaku merasakan himpitan ekonomi akibat Covid-19.

Dahlia, salah satu warga yang ikut menusuk kantong plastik mengatakan, hasil aktivitas itu biasanya hanya cukup untuk beli jajan anaknya.

”Cuma 3 kg dapatnya, hanya dapat sekitar Rp 15 ribu selama seminggu,” katanya.(ali)

Dua Pasien Positif Covid-19 di Batam Sembuh, Total 11 di Kepri

0

batampos.co.id – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, angka sembuh pasien positif Covid-19 di Provinsi Kepri menunjukkan progres yang baik.

Dikatakannya, per 28 April 2020, dua pasien di Kota Batam dinyatakan sembuh. Namun dari Tanjungpinang ada kabar duka bertambahnya satu pasien positif Covid-19 yang meninggal, yakni Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul.

“Hari ini (kemarin,red) kita mencatatkan dua kasus sembuh di Batam. Secara keseluruhan sudah ada empat kasus yang sembuh. Sedangkan di Tanjungpinang kasus kematian yang ketiga,” ujarnya di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, sudah ada 11 pasien positif Covid-19 yang sembuh. Sementara yang meninggal sebanyak 9 pasien. Menurutnya, pasien positif Covid-19 yang mengalami gejala berat dilakukan perawatan di rumah sakit. Namun bagi mereka yang kondisinya stabil, dikarantina terpisah.

“Batam 21 pasien dilakukan perawatan di rumah sakit, tidak ada yang dikarantina. Sedangkan di Tanjungpinang 13 dikarantina, dua dirawat di rumah sakit. Dengan bertambahnya satu yang meninggal, artinya ada satu yang sedang dirawat saat ini,” jelas Tjetjep.(ska/jpg)

BP Batam Sambangi Panti Asuhan Ibadurrahman dan Beri Santunan kepada Anak Yatim

0

batampos.co.id – Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) BP Batam kembali menyambangi Panti Asuhan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1441 Hijriah.

Pada hari ke-5 Ramadan ini, BKDI BP Batam memberikan santunan kepada anak Yatim dan buka puasa bersama di Panti Asuhan Ibadurrahman, Sekupang, Selasa (28/4/2020).

Kepala Biro Umum BP Batam, Kurnia Budi, selaku ketua rombongan mengatakan, melalui BKDI diharapkan BP Batam dapat menjalin kebersamaan dan memberikan manfaat serta kepedulian secara langsung untuk masyarakat.

Kepala Biro Umum BP Batam, Kurnia Budi (kiri) memberikan santunan kepada pengurus Panti Asuhan Ibadurrahman, Sekupang. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Penyerahan sembako dan santunan Ramadhan ini diterima langsung oleh Ustadz Ali selaku pengurus Panti Asuhan Ibadurrahman.

Kegiatan ini bertujuan untuk silaturahmi antara pegawai BP Batam dengan masyarakat dan juga sebagai bentuk kepedulian dengan berbagi santunan kepada anak yatim.

Ada beberapa program dari BKDI BP Batam dalam menyambut Ramadhan 1441 H/2020 M, antara lain tausiyah online setelah sholat dzuhur, penyerahan bingkisan Ramadhan ke sejumlah Masjid, serta bakti sosial ke beberapa panti asuhan.(*)

Play sound