Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10540

Dampak Virus Korona, Devisit APBN Capai Rp 62,8 Triliun

0

batampos.co.id – Pemerintah tanggap pandemi Covid-19. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengatasi wabah yang kali pertama terdeteksi di Tiongkok tersebut. Kemarin (18/3) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut sektor kesehatan sebagai fokus utama APBN tahun ini.

Selain kesehatan, dua prioritas lainnya masih berkaitan dengan Covid-19. Yakni, penguatan jaring pengaman sosial (social safety net) dan penyelamatan sektor dunia usaha.

”Seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemda fokus menangani Covid-19. Tapi, dalam APBD maupun anggaran K/L selama ini tidak ada pos untuk Covid-19. Maka, akan dilakukan realokasi anggaran K/L dan daerah,” ujarnya, Rabu (18/3).

Selanjutnya, pemerintah mengalokasikan ulang anggaran K/L sebesar Rp 5 triliun-Rp 10 triliun. Untuk itu, pemerintah perlu menyusun perpres agar dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa fasilitas rumah sakit dan BPJS bisa digunakan untuk penanggulangan Covid-19.

Jaminan sosial, menurut menteri yang biasa disapa Ani itu juga akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak kebijakan work from home (WFH). Dia menambahkan bahwa sektor dunia usaha pun telah diberi relaksasi melalui stimulus ekonomi jilid II. Yakni, relaksasi PPh 21, PPh 22, PPh 25, dan percepatan restitusi.

Ani memerinci, hingga akhir Februari, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN Rp 62,8 triliun atau 0,37 persen terhadap PDB. Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 54 triliun.

Defisit itu dipicu penerimaan negara yang lebih kecil jika dibandingkan dengan belanja negara. Pendapatan negara tercatat Rp 216,6 triliun dari target yang berkisar Rp 2.233 triliun. ”Pendapatan negara growth-nya minus 0,5 persen dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 8,5 persen,” imbuh Ani.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat Rp 279,4 triliun dari target tahun ini yang mencapai Rp 2.540 triliun. Ani menambahkan bahwa sampai akhir Februari lalu tercatat penerimaan pajak Rp 152,9 triliun atau 9,3 persen terhadap target APBN 2020. Targetnya mencapai Rp 1.642,6 triliun.

”Penerimaan pajak kita minus 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Dirjen Pajak Kemenkeu Suryo Utomo tetap optimistis target penerimaan pajak tahun ini tercapai. Namun, dia mengakui bahwa kinerja penerimaan pajak mengalami tekanan. Terutama pajak penghasilan (PPh) badan dan PPh impor.

Menurut Suryo, DJP dapat mengandalkan penerimaan dari pos pajak pertambahan nilai (PPN) industri manufaktur. Namun, dia mengakui bahwa kinerja sektor tersebut masih tertekan wabah Covid-19.

”Itu sektor yang memang memberikan kontribusi untuk PPN. Jadi, stimulus tadi akan berdampak pada penerimaan pajak. Khusus PPN akan paling
tidak bisa terjaga,” tambahnya.

Dengan adanya stimulus dan relaksasi yang diberikan pemerintah, Suryo yakin roda sektor industri akan tetap berputar. Dengan demikian, pajak pun tetap punya sumber penerimaan yang dipungut. Yaitu, PPN. (dee/c10/hep)

Nelayan jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

0

batampos.co.id – Seorang nelayan yang menjadi kurir nakotika jenis sabu diatangkap personel Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau ((BNNP Kepri)  di perairan Pulau Putri, Nongsa, Batam, Selasa (17/3/2020).

Dari tangan tersangka, R, BNNP Kepri mengamankan jenis sabu seberat 5.302 gram. R diketahui sebagai kurir sabu jaringan internasional.

”Dari pengakuannya, baru sekali kirim barang. Tapi kami tidak percaya begitu saja,
proses pemeriksaan masih terus berjalan hingga kini,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjen
Richard Nainggolan, Rabu (18/3/2020).

Penangkapan ini, kata dia, bermula dari informasi yang didapat personel BNNP Kepri.
Informasi itu menyebutkan, akan ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Batam.

Petugas BNNP Kepri pun melakukan penyelidikan atas informasi ini. Setelah ditelisik, ternyata informasi ini valid.

Ilustrasi narkotika jenis sabu. R seorang nelayan di Kota Batam ditangkap BNNP Provinsi lepri karena menjadi kuris narkotika jaringan internasional. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Petugas kami mendapati satu orang nelayan, yang membawa sabu di dalam tas warna biru. Sabu itu disamarkan dengan bungkusan teh merek Guanyinwang,” ujarnya.

Pengakuan dari R, sabu itu dibawa dari Malaysia. Transaksi pengambilan sabu dari kapal
ke kapal di perairan Malaysia.

Setelah itu, R membawa sabu tersebut ke Batam. Rencananya, sabu itu hendak dikirim lagi ke Palembang.

Dari penyelidikan petugas BNNP, penyelundupan sabu ke Palembang ini akan menggunakan kapal.

”Siapa yang memesan sabu ini di Palembang, masih kami dalami,” paparnya.

Speedboat yang dibawa oleh R, ternyata disewa dari seseorang. R juga diketahui berprofesi sebagai nelayan.

R mengaku diupah sebesar Rp 20 juta. Namun, ia baru menerima Rp 500 ribu. Upah sisanya diterimanya setelah narkoba tersebut sampai ke Palembang.

”Yang membawa ke Palembang, rencannya R ini lagi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, R dijerat menggunakan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati atau seumur hidup.(ska)

Takut Dimarahi Suami, Ibu Kandung Buang Bayi Kembarnya

0

batampos.co.id – Dua bayi kembar dibuang dan ditemukan di tempat pembuangan sampah Kota sampit. Tidak sampai 24 jam, Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengungkap kasus tersebut. Pelakunya diduga adalah perempuan berinisial NR, 25, yang tak lain ibu kandung kedua bayi itu.

”Tersangka mengaku melakukan itu lantaran takut dimarahi suaminya karena sebelumnya sang suami sudah mewanti-wanti tidak ingin punya anak lagi,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel seperti dilansir dari Antara pada Kamis (19/3).

NR dijemput di rumah kerabatnya di Jalan Samekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu (18/3) malam. Lokasinya tidak jauh dari dia membuang kedua bayi kembarnya di Jalan Muchran Ali. Rommel bersama Kasatserse Kriminal AKP Ahmad Budi Martono, dan Kapolsek Baamang Inspektur Polisi Satu Paramita Harumi, langsung datang ke lokasi.

Awalnya NR tidak mengakui perbuatannya dengan berbagai dalih. Setelah polisi memanggil bidan untuk memeriksa kondisinya, perempuan yang sudah mempunyai dua anak laki-laki dan perempuan itu akhirnya mengaku. Bayi laki-laki kembar itu adalah bayi yang dilahirkannya, kemudian dibuang dalam kardus bekas di tempat pembuangan sampah.

Selama ini, NR tidak mengakui sedang hamil. Kepada sang suami, dia mengatakan badannya gemuk karena berat badannya bertambah. Dia melahirkan bayi kembar laki-laki itu saat suaminya berangkat ke Palangka Raya, tanpa bantuan bidan pada Selasa dini hari (17/3).

Usai melahirkan, dia sempat beberapa kali menyusui kedua bayi laki-laki yang baru dilahirkannya itu. Dia mengaku sangat takut dimarahi suaminya karena melahirkan lagi sehingga dia berpikir membuang bayi kembar itu. Niat itu akhirnya dilaksanakannya pada Selasa (17/3) sekitar pukul 21.30 WIB.

Usai membuang bayinya, NR berdiam diri di rumah. Dia mengaku berharap ada orang menemukan dan merawat anak ketiga dan keempatnya itu. Bayi kembar NR ditemukan warga yang melintas dan mendengar suara tangisan. Kedua bayi laki-laki malang itu kemudian dibawa ke RSUD Murjani, Sampit, untuk dirawat secara intensif.

”Kasus ini masih kami dalami. Sejauh ini, dia mengaku membuang bayinya karena takut dimarahi suami. Tersangka akan dijerat dengan pasal 305 atau 308 KUHP. Dia masih diperiksa penyidik, sekaligus bersama sejumlah saksi,” kata Rommel.

Kondisi kedua bayi itu dalam keadaan sehat. Bayi kembar itu masih dirawat secara intensif di RSUD dr Murjani Sampit hingga kondisinya membaik. Setelah berita penemuan bayi tersebar, banyak warga yang berniat mengadopsi bayi laki-laki kembar itu. Bahkan, ada yang berasal dari luar daerah seperti Palangka Raya. ”Saat ini proses hukum masih berjalan,” ujar Rommel.(antara)

Cegah Penyebaran Corona, Ruangan di Lapas Barelang Disemprot Desinfektan 

0

batampos.co.id – Sub Detasemen Kimia, Biologi dan Radioaktif (Subden KBR) Satbrimob Polda Kepri menyemprotan cairan desinfektan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam, Kamis (19/3/2020).

Komandan Satuan (Dansat) Brimob, Kombes Mohamad Rendra Salipu, melalui Kasubden KBR AKP Z.A.C Tamba, menuturkan, penyemprotan ini merupakan permintaan dari Lapas Batam sebagai upaya untuk mencegah masuknya COVID-19 ke dalam lingkungan Lapas.

“Ini kerja sama lintas instansi. Ada permintaan untuk penyemprotan kita turun. Ini tugas dan tanggungjawab kita bersama,” ujarnya.

Kalapas Batam, Misbahudin, menuturkan, saat ini lingkungan Lapas Batam dalam kondisi aman.

Warga binaan yang berjumlah 1.283 orang masih dalam keadaan sehat semua termasuk dengan petugas.

Sub Detasemen Kimia, Biologi dan Radioaktif (Subden KBR) Satbrimob Polda Kepri menyemprotan cairan desinfektan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Batam, Kamis (19/3/2020). Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Namun, sebagai upaya antisipasi penyemprotan tetap dilakukan seperti yang diinstruksikan pemerintah pusat.

“Standar penanganan wabah COVID-19 ini semuanya kita lakukan. Tidak hanya penyemprotan, memperketat pengunjung juga kita lakukan karena memang sudah ada instruksi dari pusat,” ujarnya.

Untuk jadwal besuk atau kunjungan saat ini sudah dikurangi. Selama mewabahnya virus corona, jadwal besuk hanya berlaku tiga hari dalam seminggu. Yakni Senin, Rabu dan Jum’at.

“Sesuai edaran dari Kemenkum HAM,” katanya lagi.

Pantauan di lapangan, penyemprotan dilakukan merata di seluruh kamar penjara. Penyemprotan dilakukan secara teliti termasuk kamar mandi dan toilet.

Pintu hinggga tembok penjara pun tak luput dari semprotan cairan desinfektan. Saat penyemprotan berlangsung semua warga binaan dikumpulkan di lapangan dalam Lapas.

Setelah selesai dengan kamar penjara, penyemprotan di lanjutkan ke rumah ibadah, klinik dan gedung utama Lapas Batam.(eja)

8.694 Peserta Ijtima dari 10 Negara akan Dipulangkan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Gowa siap memfasilitasi pemulangan peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang jumlahnya mencapai 8.694 peserta. Hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona Covid-19.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni seperti dilansir dari Antara menyampaikan, Kamis (19/3) pagi, Pemerintah Kabupaten Gowa akan melakukan rapat koordinasi terkait mekanisme pemulangan ribuan peserta Ijtima se-Asia tersebut. Terkait armada yang akan digunakan peserta, hal itu juga masih akan dikoordinasikan, sembari menunggu data riil dari pihak panitia terkait jalur pemulangan peserta.

”Kita rapatkan secara cepat yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan dan kepolisian untuk pemulangan mereka. Kita juga menunggu dari pihak panitia, berapa peserta yang akan kembali menggunakan pesawat maupun kapal laut,” kata Arifuddin.

Arifuddin menyebutkan, data terakhir peserta terus bertambah hingga Rabu (18/3) mencapai 8.694 orang, terdiri atas paserta dari sembilan negara dan 26 provinsi di Indonesia. Adapun sembilan negara tersebut yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, India, Thailand, Timor Leste, Arab Saudi, Bangladesh, dan Philipina.

Ijtima Asia itu akan digelar di Pakatto Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa pada 19–22 Maret untuk mempertemukan umat muslim dunia zona Asia. Arifuddin menambahkan, mengenai kebutuhan kendaraan untuk proses pemulangan, Pemerintah Kabupaten Gowa akan maksimalkan armada yang ada dan segera dalam waktu cepat akan mengosongkan tempat itu.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo menyatakan, kegiatan Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang diikuti sekitar 8.000 peserta dari 48 negara di Pakatto, Gowa, sepakat akan ditunda. ”Baru saja dapat kabar dari Pak Kapolres dan Pak Dandim, kalau panitia pelaksananya sepakat menunda kegiatan hingga situasi kembali membaik dari wabah virus korona atau Covid-19,” ujar Adnan pada Rabu (18/3) malam.

Adnan mengatakan, pertemuan yang dilakukan Dandim Gowa Letkol Arh Muhammad Suaib dan Kapolres Gowa AKBP Boy F. Samola dengan panitia penyelenggara berlangsung hingga tengah malam. Bupati juga mengaku terus mendapat telepon dari berbagai pihak mengenai kegiatan yang terlaksana tanpa izin tersebut.

Adnan menyatakan, umumnya masyarakat yang mengadukan hal itu tidak melarang kegiatan. Hanya saja, waktunya yang tidak tepat di tengah penularan pandemi virus korona. ”Masyarakat kita itu sangat bersahabat dengan siapa saja dan senang dikunjungi. Kegiatan ini dinanti masyarakat kita juga. Tetapi itu jika dalam situasi dan kondisi normal. Tapi sekarang berbeda, ada hal luar biasa terjadi yang masalahnya sama dihampir seluruh dunia yakni Covid-19,” tutur Adnan.(antara)

Lapor Pak Polisi, Pelanggar Lalu Lintas Paling Banyak di Simpang Panbil dan Basecamp

0

batampos.co.id – Pengendara yang melinats di Simpang Panbil dan Basecamp tercatat paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas.

Guna menekan pelanggaran lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menerapkan Voice Announcer Area Traffic Control System (ATCS) atau pengumuman menggunakan  pengeras suara yang terhubung dengan monitor pemantau di kantor Dishub Batam.

Kepala Dishub Batam, Rustam Efendi, mengatakan, melalui ATCS, operator bisa menegur pelanggar lalu lintas yang lewat di 10 titik tersebut.

Menurutnya 10 titik persimpangan yang dipasangkan ATCS merupakan jalan protokol yang dinilai rawan kecelakaan.

”Sejauh ini yang paling banyak itu tidak menggunakan helm, dan berhenti (di simpang lampu lalu lintas) melewati stop line,” katnaya, Rabu (18/3/2020).

Para pelanggar lampu lalu lintas akan ditegur melalui pengeras suara. Catatan Dinas Perhubungan Kota Batam pengendara yang paling banyak melanggar peraturan berlalu lintas paling banyak terdapat di Simpang Panbil dan Basecamp. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia menjelaskan, 10 titik pemasangan ATCS yaitu:

  1. Simpang Martabak Har Nagoya.
  2. Ibnu Sina.
  3. Pelita.
  4. Seraya Atas Bengkong.
  5. Masjid Agung Batam Center.
  6. Simpang Frengky, Kara.
  7. Simpang KDA,
  8. Simpang Kabil,
  9. Panbil Mukakuning.
  10. Simpang Basecamp, Batuaji.

”Paling ramai pelanggaran itu Panbil dan Simpang Basecamp. Operator paling banyak menegur pengendara yang melintas di sana,” ujarnya.

Operator lanjutnya, bertugas untuk memberikan peringatan terkait pelanggaran lalu lintas.

Ia berharap, hal ini bisa membuat pengendara sadar akan keselamatan berkendara dan
menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Melalui layar tersebut, akan terlihat jelas wajah, jenis kendaraan, dan pelat nomor
kendaraan. Jadi, mereka akan langsung ditegur.

”Tentu mereka akan dapat efek jera dari terguran tersebut. Karena kalau tidak patuh, lampunya akan tetap menyala merah. Kami sangat berharap langkah ini bisa membuat pengendara patuh ke depannya,” bebernya.

Mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Batam, menjelaskan, saat ini sudah ada 26 tempat yang dipasang CCTv dari 40 titik yang ditentukan.

Namun, untuk pemasangan ATCS, masih di 10 titik dan tahun ini akan ditambah
tiga titik baru.

”Dua dari APBD akan dipasang di Simpang Polsek Lubukbaja dan Masjid Sultan. Satu lagi bantuan dari provinsi akan dipasang di Simpang Seiharapan. Jadi ada 13 ATCS nantinya,” ucapnya.

Ketua PGRI Kepri itu mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan Satlantas Polresta
Barelang terkait pemasangan ATCS.

Diharapkan, semua dengan terekamnya aktivitas pengendara ini, bisa membantu pihak kepolisian.

”Tujuan kami menekan pelanggaran. Semoga mereka sadar, keselamatan dalam  berkendara itu penting,” tambahnya.(yui)

Tes Virus Corona di RSUD Embung Fatimah Gratis

0

batampos.co.id – Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Ani Dewiyana, mengungkapkan meski RSUD Embung Fatimah jadi rujuan pasien terduga corona, namun ruangan isolasi di RSUD ini masih terbatas. Hanya ada enam ruangan. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan pengaman sesuai dengan standar dari Kemenkes, baik untuk suspect (pasien) ataupun petugas medis.

Ruangan isolasi ini juga dilapisi dua pintu, yakni pintu kamar dan pintu kaca bagian dalam untuk mengindari kontak udara dengan pasien lain. Selain itu, air conditioner (AC) dalam ruangan juga dilengkapi dengan blower untuk perputaran udara. Pasien yang memasuki ruangan ini adalah mereka yang positif atau dicurigai mengidap virus berbahaya yang bisa menular ke orang lain, seperti virus corona yang sedang mewabah saat ini.

Petugas medis yang merawatnya juga mengenakan pakaian pengaman khusus dari ujung kaki hingga kepala layaknya astronot. Ruangan tersebut sudah lama ada, dan disiagakan untuk penanganan pasien yang terjangkit penyakit menular seperti TB atau virus-virus berbahaya lain.

“Sebenarnya setiap saat disiagakan karena fungsi ruangan ini untuk pasien atau suspect infeksi virus ataupun penyakit menular berbahaya lainnya. Kebetulan sekarang lagi mewabah virus corona di berbagai negara, maka kita juga perlu ada antisipasi,” ujar Humas RSUD Embung Fatimah, Novi.

Ani menambahkan, layanan untuk pasien corona tidak dipungut biaya apapun. Bagi warga atau masyarakat yang ingin mengecek atau memastikan kesehatannya yang berkaitan dengan virus corona tidak dipungut biaya alias gratis. “Sejauh ini digratiskan karena atensi nasional,” ujar Ani. (eja)

Empat Orang Suspect Corona Dirawat di RSBP Batam

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, saat ini ada empat orang suspect corona dan sedang menjalani perawatan di RSBP Batam di Sekupang.

“Kalau sesuai data, Batam aman. Tapi kenyataaannya belum 100
persen aman,” jelasnya, Rabu (18/3/2020).

“Di Kepri ada 83 suspect. Kemudian maaf di Batam tambah lagi empat dari laporan RSBP Batam,” ujarnya lagi saat ditemuai di Restoran Golden Prawn, Bengkong.

Rudi menjanjikan akan menurunkan tim untuk menyisir Batam dalam upaya menemukan orang-orang yang diduga suspect corona.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada kegiatan massal yang mengumpulkan massa lebih dari 30 orang.

Ilustrasi

Jika ditemukan lanjutnya, maka akan dibubarkan oleh tim gabungan Satpol PP dan Ditpam BP Batam.

“Ini wabah nasional,” jelasnya.

Setelah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 beberapa hari lalu, ia menginstruksikan untuk segera melakukan penyisiran hingga tingkat kelurahan.

“Tinggal siapkan tim per kelurahan. Dengan rumah sakit akan didudukkan karena harus mampu tampung mereka-mereka yang dicurigai di lapangan,” ujarnya.

Untuk menggesa penyisiran tersebut, Rudi masih menunggu aliran dana dari anggaran BP Batam dan juga bantuan dana dari pengusaha.

“Ketika dana dan alat sudah diterima, maka dalam dua atau tiga hari akan selesai semua,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur RSBP Batam, Sigit Riyanto, saat ditanyai empat pasien suspect corona enggan berkomentar.(leo)

Mulai 1 April, Harga Gas Industri Turun

0

batampos.co.id – Pemerintah memutuskan bahwa harga gas bumi turun menjadi rata-rata USD 6 (sekitar Rp 91.519) per mmbtu di plant gate konsumen mulai 1 April nanti. Kemarin (18/3) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas (ratas) untuk membahas penyesuaian harga gas industri dan BBM nonsubsidi.

Saat membuka rapat, Jokowi menyatakan bahwa harga minyak dunia sekarang turun hingga USD 30 (sekitar Rp 458 ribu) per barel. Menurut dia, pemerintah harus segera merespons perubahan tersebut dengan menerbitkan kebijakan yang tepat.

’’Kita harus bisa memanfaatkan momentum dan peluang ini,’’ katanya.

Jokowi juga meminta kementerian terkait menghitung dampak penurunan harga minyak dunia tersebut. Terutama berkaitan dengan harga BBM di tanah air. ’’Baik itu harga BBM subsidi maupun nonsubsidi,’’ ujarnya.

Dia berharap kementerian bisa memperkirakan lamanya tren penurunan harga minyak. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga memberikan arahan tentang penyesuaian harga gas industri. Dia menjelaskan, saat rapat pada 6 Januari lalu, dirinya memberikan tiga opsi terkait dengan harga gas industri. Yakni, menghilangkan jatah pemerintah, memberlakukan domestic market obligation (DMO), dan membebaskan impor gas untuk industri.

Jokowi mengingatkan supaya industri yang mendapatkan insentif harga gas perlu dievaluasi. Industri itu bisa meningkatkan nilai tambah perekonomian, kapasitas produksi, dan investasi baru atau tidak. Selain itu, adanya insentif tersebut bisa meningkatkan efisiensi produksi sekaligus penyerapan tenaga kerja atau tidak.

’’Harus, ada disinsentif atau punishment jika tidak memiliki performance yang sesuai dengan yang kita inginkan,’’ tegasnya.

Menteri ESDM Arifin Tasrif meminta industri hulu gas melakukan efisiensi.’’Untuk bisa menyesuaikan harga USD 6, yang di hulu harus bisa diturunkan USD 4–USD 4,5 (sekitar Rp 68 ribu) per mmbtu,’’ jelasnya.

Arifin mengungkapkan, target itu akan membuat biaya transportasi dan distribusi turun. Dia mengakui bahwa penerimaan hulu gas bisa berkurang. Namun, pemerintah sudah melakukan antisipasi dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah memberikan pengurangan pajak dividen.

Infrastruktur juga bakal disiapkan untuk memuluskan implementasi tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa penurunan harga gas industri per 1 April 2020 akan menimbulkan konsekuensi yang besar terhadap APBN 2020. ’’Di sidang, kami bakal tetap membahasnya dalam konteks keseluruhan keberlangsungan dari APBN kita,’’ tuturnya.

Menkeu membeberkan skenario kompensasi terhadap penurunan subsidi di pagu belanja lainnya. Alokasi subsidi BBM dan listrik bisa jadi mengalami pengaturan ulang. ’’Artinya, ada pengurangan subsidi di bidang listrik. Ini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati,’’ ujarnya. (wan/jpg)

Warga Batam, Denda Pajak Bumi dan Bangunan Dihapus

0

batampos.co.id – Ada kabar baik untuk seluruh warga Kota Batam. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengeluarkan insentif penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) periode 1994 hingga 2019.

Keputusan bernomor KPTS 234/HK/III/2020 ini berlaku sejak 16 Maret hingga 30 Juni 2020 mendatang atau sekitar 2,5 bulan.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja
Azmansyah, mengajak wajib pajak memanfaatkan momen ini.

”Karena kalau bayar setelah 30 juni itu kembali normal lagi, dendanya harus dibayar,”
kata Raja, Rabu (18/3/2020).

Warga membayar PBB di Grand Mall Batam,beberapa waktu lalu. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengeluarkan insentif penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) periode 1994 hingga 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia mengatakan, pembebasan denda ini diberikan lantaran situasi ekonomi sedang kurang bagus, terlebih karena merebaknya wabah virus corona.

Menurut dia, melalui kegiatan ini, Pemko Batam ingin mendorong kepatuhan wajib pajak membayar kewajiban tanpa beban denda.

”Sesuai dengan target APBD, dari kegiatan ini kami targetkan piutang yang terkumpul Rp 46 miliar,” imbuhnya.

Raja mengatakan, piutang denda PBB dari 1994 hingga 2019 mencapai Rp 176 miliar. Sementara, piutang pokok pajak mencapai Rp 400 miliar. Artinya, jika digabung mencapai Rp 576 miliar.

”Hanya saja, piutang perlu verifikasi, ada yang bahkan macet total lalu ada dobel PL.
Itu hanya jumlah kotor. Piutang pokokpun itu sebagian besar, sekitar Rp 200 miliar meru-
pakan pelimpahan dari KPP sejak 1994,” ujar dia.(iza)