Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10564

Investasi Penting, Tapi Tidak Boleh Sengsarakan Buruh

0

batampos.co.id – Ekonom Surya Vandiantara menuturkan, Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebenarnya membuka peluang investasi lebih besar untuk Indonesia. Menurut dia, tumpang tindih berbagai peraturan mencerminkan birokrasi yang tidak efisien dan rawan menimbulkan maladministrasi dan tindakan korupsi.

“Omnibus Law untuk menyederhanakan dan memangkas birokrasi. Agar investasi lebih mudah dan transparan,” ucap Surya.

Mengenai kesejahteraan buruh, Surya menilai upah murah bukan daya tarik yang utama dalam dunia investasi. Justru, investasi hadir untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Tidak mungkin tujuan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi menyengsarakan atau memiskinkan buruh,” ujarnya.

Sependapat dengan Surya, perwakilan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Ilham mengatakan, investasi penting untuk mengerek pertumbuhan ekonomi tanah air. “Namun tidak boleh menyengsarakan buruh,” tegasnya.

Perwakilan Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Konsumen Olisias Gultom menyatakan, saat ini terlalu banyak aturan pemerintah dan kebanyakan tumpang tindih. Khususnya di bidang perekonomian dan ketenagakerjaan.

Menurut dia, proses legislasi di Indonesia masih lemah keutuhannya. “Antara satu dengan yang lain banyak yang tabrakan”, papar Gultom. Bisa jadi, dalam penyusunannya ada kepentingan-kepentingan atau misi dari masing-masing pengusul saat menyusun aturan.(jpc)

Laka Kerja di PT Bandar Abadi, Kadisnaker: Bisa Saja Karena Kelalaian

0

batampos.co.id – Insiden kecelakaan kerja di lokasi galangan kapal PT Bandar Abadi Batam di Tanjunguncang yang menewaskan Rihat Aruan, Sabtu (14/3/2020) lalu, disesalkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

Kepala Dinas meminta perusahaan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Korban-korban yang terluka ataupun meninggal dunia, harus diperhatikan sepenuhnya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

”Yang lebih penting adalah bagaimana agar ke depannya ini tidak terjadi lagi,” ujar
Rudi, Minggu (15/3/2020).

Kecelakaan kerja ini, sambung dia, bisa saja karena kelalaian. Sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

”Itu tugas kepolisian. Tapi kami menyayangkan kejadian ini. Semoga jadi pelajaran agar tidak terjadi lagi ke depannya,” kata Rudi.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Theo, mengatakan, berdasarkan informasi kronologis kejadian dan hasil penyelidikan sementara, insiden terjadi di ruangan mesin kapal tugboat yang sedang diperbaiki.

Pihaknya menduga peristiwa itu terjadi karena minimnya pengawasan dari manajemen perusahaan.

Antara pekerja dan tim pengawas, kata dia, tidak ada komunikasi yang baik sehingga saat pekerja lain membuka mainhole tangki BBM kapal, ada lagi pekerja lain yang melakukan pemotongan dengan alat las di lokasi yang sama.

Percikan api dari aktivitas pemotongan tadi menyambar ke dalam tangki BBM sehingga membakar seisi ruangan mesin kapal.

”Itu yang sementara kita dapat. Ini masih terus didalami,” ujar Theo.(eja)

Writer, Artis Seni Jalanan Batam Semarakkan Indo Graffiti Day

0

batampos.co.id – Geliat seni jalanan Kota Batam menunjukkan denyutnya Minggu (15/3/2020) siang.

Beberapa orang terlihat asyik melampiaskan hasrat seninya di salah satu tembok di Jalan Raja Ali Haji, Nagoya, Batam.

Melalui seni mural, graffiti dan, ilustrasi yang dituangkan di atas media tembok, seniman jalanan yang ingin disebut ‘Writer‘ ini bersemangat menggambar di salah satu sudut lokasi yang sering disebut Tanah Longsor.

Koordinator aksi, Rama (24), mengutarakan, dia bersama lima artis jalanan lainnya sudah dari pagi hari menggambar di lokasi tersebut.

“Ini kami lagi ikut mengikuti Indo Graffiti Day, gelaran buat seniman membuat karya jalanan serentak di 58 kota di seluruh Indonesia,” tutur Rama.

Ia menjelaskan, Indo Graffiti Day adalah event para artis jalanan di 58 Kota di seluruh Indonesia serempak menelurkan karyanya di gelaran yang di inisiasi oleh Gardu House.

Gardu House merupakan sebuah komunitas yang aktif mendorong seni jalanan berasal dari Ibukota, Jakarta.

Kata dia, Indo Graffiti Day 2020 ini merupakan kali pertama event diselenggarakan.

“Jadi sengaja kita dari seniman Batam ingin mengikuti event ini untuk mengangkat seni jalanan yang ada,” terang Rama.

Salah seorang writer, artis seni jalanan Kota Batam, melukis dinding di ruas Jalan Raja Ali Haji, Kota Batam. Foto: batampos.co.id/Azis Maulana

Ia menjelaskan, untuk mengembangkan seni jalanan yang menurut Rama sempat meredup, dia pun berkoordinasi dengan pihak Gardu House agar bisa ambil bagian dalam gelaran ini.

“Kita sempat berkomunikasi dengan Gardu House, agar Batam bisa ikut serta. Ternyata bisa, nanti hasil karya yang kita buat juga ditampilkan di akun instagram Gardu House bersama dengan kota-kota lain. Kan membanggakan juga,” ujarnya.

Selain untuk mengangkat seni jalanan yang ada di Batam, Rama pun berharap lewat usahanya ini bisa mengembangkan artis jalanan pula.

“Kita kan juga berharap semoga kedepannya banyak orang yang lihat mungkin juga tertarik untuk ikut,” tuturnya.

Mural yang dibuat lanjutnya bukan bernada kritik ataupun pesan moral, Writer di Batam hanya ingin mengeluarkan hasrat seninya yang dituangkan di atas tembok.

Di antara beberapa jenis seni lukisan tembok, Rama memilih genre ilustrasi dengan cat semprot sebagi alatnya.

Rama mengakui, sedari kecil dia sudah hobi menggambar dan karena kesukaannya itu dia pun mencari media lain yang lebih menantang untuknya.

“Memang lebih ada tantangan saja di tembok ini, kita bisa mengekspresikan di sana,” sebutnya.

Rama yang sebenarnya juga bekerja di salah satu perusahaan minyak terkemuka milik asing itu pun mengaku bahagia jika telah melampiaskan gejolak seninya.

Bahkan hobinya ini pun ternyata bisa menghasilkan juga. Rama bersama temannya yang lain acap kali diminta untuk melukis di beberapa lokasi.

Seperti pengakuan Dimas (26), salah seorang yang turut memeriahkan gelaran Indo Graffiti Day 2020 di Batam.

Menurut Dimas, dia bersama teman-teman artis jalalan lain kerap memenuhi pesanan mulai dari cafe-cafe sampai perusahaan milik negara.

“Memang sering juga ada pesanan begitu, banyak cafe-cafe, perusahaan, pemerintahan juga,” tutur Dimas.

Bukan main-main dalam satu kali pengerjaan mural di suatu lokasi, Dimas dan teman-temannya dibayar mulai ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah.

Namun begitu, Dimas yang juga berprofesi sebagai Barrista ini mengaku kalau hal ini hanya merupakan hobi yang dibayar.

Sebanyak enam karya Graffiti dari artis ramawardani, jinakmerpati, betatiga, dimas_irlingga, dayatsaktian, dan berawalp terpampang di tembok Tanah Longsor sore itu.

Hasil kreasi dari enam artis jalanan sore ini dikatakan menggunakan konsep warna kuning dan ungu magenta.

“Supaya indah saja dilihatnya, kalau warna senada begitu,” pungkas Rama.

Indo Graffiti Day 2020 ini serentak dilaksanakan di Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Jambi, Palembang, Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Muara Teweh, Banjarmasin, Sampit, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong.

Kemudian, DKI Jakarta, Banten, Bandung, Bekasi, Depok, Tasikmalaya, Karawang, Sukabumi, Tegal, Semarang, Kediri, Kudus, Pekalongan, Klaten, Salatiga, Yogyalarta, Surabaya, Jombang, Tuban, Sidoarjo, Blitar, Lumajang, Malang Jember, Bali, Lombok, Kupang, Palu, Makassar, Pare-pare, Kendari, dan Sorong.(zis)

Ketika Batam Bergantung pada Hujan

0

Hampir dua minggu warga Batam dibuat resah. Pasokan air bersih sebagai sumber kehidupan di ambang krisis. Musim kemarau memang selalu jadi cobaan bagi sebagian besar warga. Belum ada solusi baru selain berharap hujan turun.

SURIYANTI mencuci dua tong besar berwarna biru di garasi rumahnya di kawasan Baloi Mas, Rabu (11/3/2020) siang lalu.

Dua ember bertutup sudah ia isi sebelumnya. Ibu dua anak itu resah. Krisis air bersih menjadi momok menakutkan baginya.

“Sudah lama ini tong tersimpan di gudang. Akhirnya dikeluarin untuk tampung air. Katanya pasokan air bersih akan terganggu akibat kemarau. Selagi air masih hidup, kita tampung sebisanya,” ujarnya.

Desas-desus water rationing atau penggiliran suplai air membuatnya teringat ke kejadian beberapa tahun silam.

Kala itu pasokan air bersih ke Perumahan Baloi Mas terganggu. Akibatnya, ia harus membeli delapan galon air setiap hari untuk kebutuhan mandi, kakus, dan masak.

“Merinding kalau ingat itu lho. Bayangkan kita sakit perut, lari ke kamar mandi, eh air tak ada. Aiyo… jangan sampai seperti itu lagilah,” ungkapnya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai ibu rumah tangga ini mengaku paling merasakan dampaknya.

Meski di laporan PT Adhya Tirta Batam (ATB) pasokan air tak terganggu ke kawasan mereka, tapi kerap debit air sering kecil ke rumahnya.

“Batam katanya kota industri yang maju di Indonesia. Tapi masih mengharapkan hujan sebagai sumber air utama,” jelansya.

“Harusnya sudah buat teknologi pendukung. Pelengkap alternatif kala status waduk tadah hujan berkurang seperti sekarang ini. Deg-degan setiap baca berita krisis air di koran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Batam sebagai pulau yang dikelilingi air laut, sudah saatnya mengolah air laut menjadi air bersih kala musim kemarau begini.

“Waduk tak bisa diharapkan di cuaca seperti ini, maka pengelolaan air laut bisa diaktifkan. Jadi tak ada krisis. Ini sudahlah cuaca panas sekali, pasokan air terganggu pula. Kasihan warga Batam,” ujarnya.

Demikian halnya Wendy, warga Bengkong Permai setuju dengan usulan mengelola air laut menjadi air bersih.

“Ya, pasti mahallah untuk membuat itu, tapi apa yang tidak bisa? Anggaran negara kan ada? Air ini diatur dalam undang-undang lho,” ujarnya ketika ditemui di Bengkong, Jumat (13/3) lalu.

Terkait jadwal rationing yang sempat digaungkan ATB dan kemudian ditunda sampai
batas penyusutan debit air di waduk (Dam) Duriangkang mencapai -3,4 meter spillway
atau di bawah bangunan pelimpah, Wendy mengungkapkan, hal itu tidak membuatnya bahagia.

“Sudah biasa. Tidak ada informasi seperti ini pun, warga Bengkong sudah berjuang dan berjibaku mengatasi keterbatasan air bersih,” jelasnya.

“Sudah menahun. Tak percaya, tanya saja warga Bengkong lainnya. Khususnya Bengkong
Permai, Bengkong Indah dan sekitarnya ya,” ungkapnya.

Pria 42 tahun ini mengungkapkan, kawasan ia tinggal selalu mendapatkan jadwal
penggiliran air bersih.

“Tak pernah hidup di siang hari. Nah, akhir-akhir ini, baru mulai hidup pukul 1-2 dini
hari. Mati kembali pukul 4 atau pukul 5 pagi. Begitu terus,” ujar Wendy.

“Udah gitu, saat air hidup, kita tampung, airnya mengalir sedikit. Kadang selama 10  menit pertama cuma suara udara baru menetes deras lalu pelan. Kalau kita lengah, ya tak lebih dari setengah ember yang dapat,” tambahnya.

Mengatasi krisis air bersih di rumahnya, Wendy pun setiap hari harus menyisihkan uangnya untuk membeli rata-rata 8-10 galon air bersih.

“Nanti-nanti, ketika ATB memberlakukan water rationing, tambah menderitalah warga Bengkong. Bisa nggak hidup air dalam beberapa hari. Sudah kepikiran untuk bikin sumber air sendiri,” jelasnya.

Kondisi dam Duriangkang yang terus menyusut. Foto:batampos.co.id/Dalil Harahap

“Bor ke dalam tanah daripada begini terus. Sudah berapa biaya galon yang saya keluarkan selama beberapa tahun ini, dihitung-hitung sudah cukup juga untuk buat sumur bor,” tegasnya lagi.

Menurutnya, penundaan penggiliran (WR) sesuai dengan instruksi BP Batam pada Jumat
(13/3/2020) lalu yang harusnya diberlakukan mulai Minggu (15/3/2020) kemarin, hanya solusi sementara saja.

Tidak banyak membantu warga. Apalagi, ATB mengimbau masyarakat Kota Batam untuk
selalu berdoa agar hujan bisa turun dengan intensitas yang memadai dan dihindarkan
dari potensi krisis air, serta berpesan supaya selalu waspada karena ancaman krisis air belum berlalu.

“Air ini kan kebutuhan dasar setiap makhluk hidup. Saatnya BP Batam dan ATB memikirkan langkah-langkah solutif jangka panjanglah. Kelola air laut jadi air bersih. Tak ada cara lain,” ujarnya.

Demikian halnya dengan Reva, warga Marina City. Meski ATB sudah menunda penggiliran, tapi ia tetap was-was. Apalagi, beberapa hari sebelumnya, ia juga panik mencari informasi penjual drum.

“Bisa bayangkan betapa repotnya kami sekeluarga apabila tak ada cadangan air bersih di rumah. Satu bak air untuk tujuh orang, bisa-bisa mandi kucing kami,” ujarnya.

Ia pun berharap supaya Batam segera dilanda hujan sehingga volume waduk meningkat kembali.

“Apalagi yang kita harapkan? Mau mengeluh ke pemerintah tak ada guna. Berdoa sajalah supaya hujan segera turun,” paparnya.

“Atau kalau bisa berdoa supaya pemangku kebijakan diberi hikmah berpikir solutif untuk penanganan masalah air bersih ini. Selalu terjadi hampir setiap tahun kan? Tiap kemarau,
resah,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, ATB melaporkan, waduk Duriangkang yang merupakan dam terbesar di Batam yang menyokong 80 persen pelanggan tengah mengalami krisis.

Terjadi penyusutan air sekitar 2 sentimeter setiap harinya. Badan Pengusahaan (BP)
Batam pun memutuskan untuk menunda rationing (penggiliran air bersih) sampai waktu yang akan ditentukan kemudian berdasar kajian khusus mengenai distribusi air bersih untuk seluruh pelanggan yang sedang dilakukan BP Batam.

“Keputusan penundaan rationing diambil oleh BP Batam agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berlangsung kondusif serta lebih siap untuk menghadapi rationing bila terpaksa dilakukan,” kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi
Gustinandar.

Selama proses penundaan ini, BP Batam melakukan beberapa upaya untuk menambah ketersediaan air baku, di antaranya dengan pemasangan pipa penghubung dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang serta persiapan rekayasa hujan buatan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Hal ini juga dilakukan mengingat saat ini elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Dam Duriangkang hampir mencapai level – 3,19 meter.

Sementara titik kritis berada pada elevasi TMA -3,4 spillway. Minimnya curah hujan di Batam, mengakibatkan menyusutnya waduk-waduk yang merupakan tulang punggung
ketersediaan air bersih di Pulau Batam.

Hal ini menyebabkan harus dilakukannya pengaturan khusus untuk penyaluran air bersih kepada pelanggan.

“BP Batam mengimbau kepada masyarakat dan dunia usaha agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih sehari-hari,” tambah dia.

Meski penggiliran air ditunda hingga dua minggu ke depan, kalangan dunia usaha dan masyarakat tetap mendesak agar BP Batam tetap menggesa interkoneksi Dam Tembesi menuju Dam Mukakuning segera dilaksanakan.

“Air itu alat vital bagi kehidupan. Lihat kondisi saat ini horor juga ya. Ini merupakan masalah bersama. Jadi minimal ke depannya, pemerintah punya program untuk cukupi
kebutuhan kita. Ada baiknya DPRD Batam dilibatkan untuk bisa mendesak,” kata ang-
gota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Irvan Manurung,
baru-baru ini.

Sedangkan Syahrial dari Mc Dermott Batam mengatakan, krisis air berdampak besar bagi kelangsungan usaha dari perusahaan jasa konstruksi lepas pantai ini.

“McDermott itu lokasinya di ujung. Dampaknya besar. Pimpinan kami di pusat nanti akan terkejut kalau tak ada air,” katanya.

Sebabnya, karena saat ini Mc Dermott merupakan rumah bagi sekitar 5.600 karyawan yang menggantungkan hidupnya di sana.

Mc Dermott merupakan industri pertama dan salah satu yang terbesar di Batam.

“Ini mau masuk proyek dari Arab, jadi tambah lagi karyawan kita. Ada juga proyek dari Qatar dan Australia,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan jika krisis air terus berlanjut dan tak kunjung dicarikan solusi-
nya, maka akan menimbulkan keraguan di tubuh manajemen pusat Mc Dermott di luar negeri.

“Kami akan usahakan beri pemahaman ke mereka, tapi pasti mereka tak menerima
kalau di sini lagi kesulitan air. Jadi harus ada solusi jangka pendek agar bisa meyakinkan
pimpinan dan klien-klien kami. Realisasi harus ada agar investor tetap percaya,” jelasnya.

Perusahaan sekelas PT Amtek Engineering juga khawatir dengan krisis ini. Riki, dari Amtek, mengakui kalau perusahaannya merupakan pengguna air terbesar kedua di Batam.

“Amtek itu pakai 1.300 meter kubik dan nomor dua terbesar di Batam. Jadi penjualan produk kami bisa kayak digantung sakratul maut tak jelas,” katanya.

Ia memberikan saran, jika kelak rationing akan diberlakukan dalam waktu dekat maupun lambat nanti, BP Batam dan ATB harus mengatur jadwal rationing dengan baik.

“Sehingga kami bisa atur jadwal produksinya dari Senin sampai Sabtu,” imbuhnya.

Riki sudah melihat pemaparan dari ATB bahwa rationing dilakukan untuk memperpanjang usia dam hingga Juli.

“Jadi ada tiga bulan untuk mengambil tindakan ekstrem. Kita tak bisa menunggu hujan
saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi,  mengatakan telah memerintahkan jajarannya agar segera melakukan lelang interkoneksi dam.

Sebab, interkoneksi dam tetap harus melalui proses lelang umum, tidak boleh tidak.

“Selain opsi tender, ada opsi lain yaitu hujan buatan,” kata dia.

Untuk jangka panjang, kata Rudi, pihaknya juga berencana berkerja sama dengan daerah lain, seperti Lingga yang memiliki mata air.

Selain mengolah kembali air sisa rumah tangga untuk digunakan keperluan sehari-hari seperti menyiram taman.(cha/leo/iza)

Hasil Tes Corona Wapres Negatif, Presiden Jokowi Bagaimana?

0

batampos.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah menjalani rangkaian tes virus corona atau COVID-19 dan hasilnya menunjukkan negatif. Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi.

“Pak Wapres dinyatakan sehat. Beliau sudah menjalani tes, dan hasilnya dinyatakan negatif,” kata Masduki melalui sambungan telepon, Senin (16/3).

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menjalani pemeriksaan kesehatan setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Jokowi meminta seluruh jajaran menterinya mengecek kesehatan terkait COVID-19. Jokowi pun akan menjalani tes yang sama sore ini.

“Iya sore ini,” jawab Jokowi singkat melalui video yang disiarkan langsung Sekretariat Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3).

Sedari pagi tadi, jajaran menteri kabinet disebut Jokowi sudah dicek. Namun, untuk hasilnya, Jokowi meminta hal itu ditanyakan langsung ke Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Terakhir kali Budi Karya terlihat menghadiri rapat di Istana Kepresidenan Jakarta adalah pada Rabu, 11 Maret 2020.

Pada saat rapat tersebut, Wapres Ma’ruf tidak hadir karena melakukan perjalanan dinas ke Lombok dan Solo di hari yang sama.

“Pak Wapres pada rapat hari Rabu itu tidak hadir, karena ada di Lombok dan Solo, jadi memang beliau tidak ada kontak dengan Pak Budi Karya,” katanya.

Masduki menambahkan Wapres Ma’ruf tetap bekerja menjalankan tugas-tugas pemerintahan, antara lain mengikuti rapat terbatas melalui telekonferensi dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri.

“Hari ini ada ratas tapi teleconference, juga ada jadwal wawancara, sementara untuk pertemuan-pertemuan dengan tamu memang dibatasi,” ujarnya.

Terkait penyebaran COVID-19, Presiden Joko Widodo meminta seluruh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi pertemuan fisik dengan orang asing sebagai salah satu cara untuk mencegah virus tersebut menyebarluas.

Presiden juga telah memerintahkan kepada Menteri Kesehatan dan kementerian terkait untuk meningkatkan langkah-langkah ekstra penanganan global.

“Yang paling penting social distancing, bagaimana kita menjaga jarak. Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah, kata Presiden Jokowi.(jpg)

Ganda Campuran Indonesia Juara All England

0

batampos.co.id – Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mencapai puncak karier mereka dengan menjadi juara All England 2020. Pada final di Arena Birmingham tadi malam WIB (15/3), Praveen/Melati mengalahkan pasangan nomor tiga dunia asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dalam rubber game dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.

Bagi Praveen ini adalah gelar kedua All England bersama dua pasangan berbeda. Sebelumnya, dia mendapatkan trofi juara bersama Debby Susanto pada 2016.

Praveen mencatat sejarah besar dan monumental. Dia resmi menjadi pemain ganda campuran pertama dalam sejarah Indonesia, yang mendapatkan All England dengan dua pasangan berbeda.

Sedangkan bagi PraMel, julukan Praveen/Melati, trofi All England 2020 ini adalah gelar Super 1000 pertama mereka sepanjang karir. Juga gelar besar ketiga setelah Denmark Open 2019 dan French Open 2019. Unik, karena ketiga ajang itu berlangsung di Eropa.

“Perasaan saya senang sekali bisa juara dengan dua partner berbeda. Dan ini tidak gampang,” kata Praveen dalam wawancara di pinggir lapangan. “Ini adalah pertarungan besar. Dan kami melakukan yang terbaik,” imbuh Melati.

Awal game pertama berjalan sangat seru. Kedua pasangan, pada mulanya terus melakukan penjajakan dalam permainan. Namun setelah posisi 13-13, Praveen/Melati mendapatkan momentumnya.

Praveen tampil sangat tajam dalam melakukan smes. Juga sangat cerdik dalam penempatan bola. Di sisi lain, Melati tampil sangat-sangat prima di depan. Dia sangat berani untuk bertarung. Juga amat efisien dan jarang sekali melakukan kesalahan.

Alhasil, Praveen/Melati mencetak lima angka beruntun dan memimpin dalam posisi 18-13. Setelah itu, ganda campuran yang akan menempati ranking empat dunia pekan depan ini, melaju tak tertahan untuk merebut game pertama.

Pada game pertama ini, dua kali servis Praveen di-fault. Untunglah, mentalitas Praveen tidak terganggu dan terus fokus.

Situasi pada game pertama, terjadi pada awal game kedua. Kedua pasangan saling mengejar angka. Namun, Praveen/Melati berhasil unggul dulu saat interval dengan posisi sangat tipis 11-10.

Setelah itu, Puavaranukroh/Taerattanachai bangkit untuk mencetak enam angka beruntun dan memimpin dalam kondisi 16-13. Pemainan Praveen sempat terganggu karena servicenya dua kali di-fault.

Bahkan fault yang terakhir, terjadi dalam momen yang sangat tidak menguntungkan. Kesalahan Praveen, membuat Puavaranukroh/Taerattanachai mencapai game point dalam posisi 20-16.

Walau menurun pada game kedua, Praveen/Melati bangkit dan tampil sangat gila pada game penentuan. Praveen di belakang dan Melati di depan, kompak tampil luar biasa agresif. Mereka melakukan tekanan hebat dan sangat percaya diri.

Instruksi asisten pelatih Nova Widianto agar Praveen terus konsisten menyerang Taerattanachai, lalu Melati menuntaskan serangan di depan, dijalankan dengan sempurna!

Dengan formula itu, Praveen/Melati mendominasi permainan dan langsung memimpin jauh 10-2, lalu, 15-5, 18-7, dan akhirnya menang dengan skor sangat telak 21-8.

Praveen/Melati menuntaskan laga dalam tempo 1 jam dan 2 menit. Dengan hasil ini, secara head-to-head, ganda campuran nomor satu Indonesia tersebut unggul 4-2 atas Dechapol/Sapsiree. Dalam empat laga terakhir, Praveen/Melati sukses menyapu bersih semua kemenangan.

“Saya berterima kasih kepada penonton di sini (Arena Birmingham, Red) yang luar biasa. Sehingga kami bisa bangkit pada game ketiga,” ujar Praveen.(jpg)

Pengumuman, Dua Minggu Pelajar di Batam Belajar Secara On Line

0

batampos.co.id – Besok, Selasa (17/3/2020) seluruh kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah untuk tingkat SD dan SMP di Kota Batam diliburkan guna meminimalisir pertumbuhan virus corona di Kota Batam, provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, hingga dua minggu ke depan, tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Belajar melalui grup WA,” katanya, Senin (16/3/2020).

Ia menjelaskan para tenaga pendidik tetap harus menjalankan kegiatan administrasi secara online.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, selama proses belajar mengajar dihentikan, seluruh ruang di sekolah harus dibersihkan.

“Sembari libur sekolah dibersihkan dan sebelum anak masuk, sekolah harus sudah bersih,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota juga mengimbau kepada para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anak mereka untuk tidak keluar rumah.

Wali Kota mengatakan, hingga saat ini dirinyamasih menunggu instruksi dari Gubernur apakah libur sekolah akan diberlakukan juga untuk para siswa di tingka SMA/sederajat.(iza)

Satu Lagi Pasien Corona Meninggal

0

batampos.co.id – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona dari tiga pasien yang diisolasi, meninggal dunia di RSUD dr Margono Soekarjo, Banyumas, Jawa tengah, pada Sabtu (14/3). Ia meninggal pukul 15.45 WIB.

Pasien berjenis kelamin perempuan itu baru menjalani perawatan di rumah sakit sejak pukul 03.00 WIB di hari yang sama. Pasien diketahui berumur 37 tahun.

Direktur RSMS Purwokerto Tri Kuncoro mengatakan, pasien yang meninggal merupakan pasien rujukan dari Kebumen. “Karena rujukannya Covid-19 langsung diisolasi. Saat datang suhu tubuhnya 38,9 derajat,” katanya.

Tri menambahkan, pasien dengan gejala agak sesak napas, batuk diisolasi oleh dokter. Kemudian diperiksa ulang, rontgen, dan cek laboratorium. “Pasien kondisinya semakin memburuk, sudah dilakukan pemasangan alat bantu napas. Pada pukul 15.45 pasien meninggal,” jelasnya. (jpg)

Pasien Corona Menurun, Paramedis di Tiongkok Selebrasi Lepas Masker

0

batampos.co.id – Para pekerja medis di Wuhan, Tiongkok, melepas masker mereka setelah kota itu menutup rumah sakit sementara terakhir. Rumah sakit sementara itu dibangun dalam keadaan darurat untuk menampung pasien-pasien akibat wabah virus korona baru atau COVID-19 yang menggila di Tiongkok beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diberitakan JawaPos.com yang dilansir dari BusinessInsider, Minggu (15/3), video viral para petugas medis (paramedis) yang melepas masker sebagai selebrasi dan bentuk kegembiraan pasien positif COVID-19 semakin menurun di wilayah tersebut telah ditonton lebih dari 13 juta kali. Dalam video yang dibagikan oleh akun Twitter @redfishstream itu, tampak sejumlah paramedis tampil berbaris dan penuh senyuman sembari melepaskan masker mereka.

Kota Wuhan diketahui membangun dua rumah sakit darurat awal Februari 2020 untuk menampung pasien yang terjangkit virus covid-19. Keduanya dilakukan dalam beberapa minggu, untuk menawarkan lebih dari 2.000 tempat tidur tambahan saat penyakit ini mulai merengkuh kota.

Para ahli meyakini wabah COVID-19 kemungkinan dimulai di Wuhan Desember lalu. Tiongkok sendiri telah berjuang paling lama dengan penyakit ini dan memberlakukan karantina yang belum pernah terjadi sebelumnya pada puluhan juta orang yang tinggal di negara itu untuk menahan penyebaran penyakit tersebut.

Para profesional kesehatan bekerja tanpa lelah untuk melawan penyakit di garis depan, mengambil langkah-langkah drastis untuk membantu ribuan pasien, termasuk mencukur kepala mereka dan mengenakan popok untuk mengurangi waktu yang mereka perlukan untuk mengurus masalah pribadi.

Ribuan dokter bahkan terinfeksi oleh penyakit itu sendiri. Provinsi Hubei, yang menjadi pusat episenter wabah, baru-baru ini mengalami beberapa hari pertama tanpa ada kasus tambahan karena negara mulai pulih dari dampak coronavirus.

Dalam skala global, virus korona yang menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai COVID-19, telah menginfeksi lebih dari 145.000 orang dan sekitar 5.400 orang meninggal.

Negara-negara lain juga mulai memberlakukan langkah-langkah ketat untuk mencegah penyebaran penyakit di tanah mereka, termasuk terjadi di bawah penguncian nasional.(jpc)

Bandara Hang Nadim Pasang Alat Pemindai Suhu Tubuh di Pintu Kedatangan Domestik

0

batampos.co.id – Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim memasang alat pemindai suhu tubuh di terminal kedatangan domestik.

Baca Juga: Pak Kepala BP Batam, di Bandara Hang Nadim Tidak Ada Alat Pengukur Suhu Tubuh Lho

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, menjelaskan, pemasangan alat pemindai suhu tubuh sebelumnya sudah dipasang terminal kedatangan internasional.

Para penupang yang melintasi ruang kedatangan domestik di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dipindai dengan menggunakan alat pemindai suhu tubuh. Foto; BP Batam untuk batampos.co.id

“Hari ini untuk terminal kedatangan domestik sudah kita pasang juga,” jelansya, Senin (16/3/2020).

Ia menjelaskan, alat pemindai suhu ubuh itu dipasang oleh BUBU Hang Nadim bersama KKP.(esa)

Play sound