batampos.co.id -Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan Deki, warga Tanjunguma, Lubukbaja, Senin (17/2) siang. Pria 19 tahun ini terlibat perkelahian dengan rekannya Wandi, hingga menikam korban di bagian perut.
Aksi penikaman Deki ini dilakukannya di Lapangan Takraw, Tanjunguma, pada akhir pekan lalu. Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa broti dan parang.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban. Saat itu, korban terlibat perkelahian bersama pelaku dan saudaranya, Putra.
“Ketika perkelahian itu, pelaku mengambil parang dan broti. Kemudian menikam korban. Pelaku kita amankan di Tanjunguma, tempat persembunyiannya,” kata Yunita seperti dikutip, Selasa (18/2).
Deki merupakan residivis kasus pembunuhan. Pelaku diketahui melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap siswi SMK Negeri 2 Batam, Dewi Melia Ningsih di Jalan Raya Kampung Nelayan, Tanjunguma pada 2014 lalu. Saat itu, pelaku aktif sebagai anggota geng motor Ganesa.
“Pelaku memang residivis. Kita masih lakukan pengembangan. Apakah masih ada kejahatan lain yang dilakukan pelaku,” kata Yunita.
Sementara itu, dari pengakuan Deki, ia nekat menikam korban karena membela Putra. Saudaranya tersebut mempunyai utang kepada korban. “Karena saudara saya ini ada utang, dia disuruh jual sabu. Jadi korban datang untuk menagih uang jualan sabu. Tapi abang saya tidak bisa menjual,” katanya.
Deki menambahkan, korban mengajak saudaranya tersebut bekerja sebagai pengedar sejak awal bulan lalu. Barang haram tersebut didapatkan dari seorang bandar berinisial Z.
“Kalau saya tidak ada keterlibatan dalam sabu itu. Boleh dicek urin sekarang,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Aksi ugal-ugalan sopir angkot di Batuaji kembali menelan korban jiwa. Kali ini terjadi di jalan turunan Bukit Daeng dari arah Batuaji menuju Panbil.
Angkot warna biru menabrak lima pemotor dari belakang hingga menewaskan satu orang, dua kritis, dan empat luka ringan, Senin (17/2/2020) pukul 06.00 WIB.
Warga Batam pun marah dan meminta angkot tua tak beroperasi. Kanit Lakalantas Polresta Barelang, Iptu Fredyando, menjelaskan korban tewas bernama Sri Wahyuni, karyawan PT Epson.
Wanita berusia 25 tahun yang rencananya akan menikah pada penanggalan cantik 22-02-2020 ini, tewas di tempat setelah motor Honda Beat yang ditumpanginya ditabrak angkot tersebut dan terseret lima meter di kolong mobil.
Sementara adiknya, Eris, yang mengendarai motor tersebut, kritis dan sempat dirawat di Rumah Sakit Camanta Sahidiya, Mukakuning, sebelum pindah ke Rumah Sakit Awal
Bros (RSAB).
“Untuk korban MD (meninggal dunia) hanya satu. Yang satunya lagi langsung dibawa ke rumah sakit. Untuk penumpang semuanya selamat,” kata Fredyando.
Ia menjelaskan, bukan hanya Sri dan adiknya Eris yang menjadi korban. Saat kejadian, angkot tersebut juga menabrak sepeda motor Yamaha V-Ixion BP 5336 JG warna putih yang dikendarai HH.
Kemudian sepeda motor Honda Beat BP 3832 QQ warna biru putih yang dikendarai P bersama NA.
Lalu menabrak sepeda motor Honda BP 3568 JA warna hitam merah yang dikendarai SM
bersama AS. Pengendara V-Ixion BP 5336 JG, kata Fredyando, mengalami luka ringan.
Begitupun pengendara Honda Beat BP 3832 QQ juga luka ringan. Namun yang diboncengnya (NA) luka berat.
Sedangkan pengendara Honda BP 3568 JA dan yang diboncengnya juga mengalami luka ringan dan kerusakan pada kendaraannya.
Sehingga total empat kendaraan yang ditabrak, satu tewas, dua luka berat, dan empat luka ringan.
Anggota Unit Laka Lantas, Bripka Reza menunjukkan kendaraan yang teribat kecelakaan di Bukit Daeang, Seibeduk, Senin (17/2/2020). Kecelelakaan terjadi sekira pukul 07.30 Wib. Kecelakaan terjadi antara angkot dengan pengendara motor. Seorang dinyatakan tewas di tempat, seorang lagi terluka. Kendaraan tersebut berjalan satu arat, dari arah Batua Aji menuju Muka Kuning. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Dari pemeriksaan kami, mobil itu remnya memang blong. Saat turunan, sopir tidak bisa mengendalikan, sehingga menabrak pengendara motor di depannya,” ujarnya.
Selain mengamankan barang bukti berupa angkot dan sepeda motor, pihaknya juga langsung mengamankan sopir angkot bermama Rahmat.
“Sopirnya sudah langsung kita amankan. Karena ini murni kelalaiannya,” tegasnya.
Indah, seorang penumpang angkot yang menabrak empat pemotor itu, saat ditemui di
lokasi kejadian beberapa saat setelah kejadian mengungkapkan, sedari awal sebelum naik ia sudah curiga kalau rem angkot tersebut tak berfungsi normal.
“Saya orang ketiga naik angkot itu, saya naik di depan Perumahan MKGR. Waktu saya setop, agak jauh dari saya baru berhenti angkot itu,” ungkapnya.
Kecurigaannya makin menjadi-jadi saat angkot mulai jalan. Setiap mengambil penumpang selalu tidak pas di tempat orang yang menunggu angkot.
“Terlewat jauh ke depan sebelum berhenti total. Remnya terasa tak berfungsi normal. Karena sudah terlanjur naik ya saya tahan meski takut,” ujarnya lagi.
Kecurigaan Indah rem angkot itu tak berfungsi normal saat melihat tangan sang
sopir yang kerap menarik rem tangan, saat mencoba melambat atau hendak mengambil penumpang.
Total penumpangnya saat menabrak delapan orang.
“Saat dia tarik-tarik itu (tuas hand brake), ada bau kanvas rem gitu. Sudah khawatir
kali saya karena dia (sopir) tetap ngebut-ngebutan,” ujarnya.
Kekhawatiran Indah benar-benar terjadi. Saat melewati tanjakan Bukit Daeng dari Batuaji, angkot tersebut hilang kendali dan menyeruduk sepeda motor yang ada di
depannya.
Sri Wahyuni, korban meninggal akibat ditabrak hingga terseret angkot Anugerah di turunan Bukit Daeng, Seibeduk, Senin (17/2/2020). Sri dan tunangannya Arif Wijanarko, Sabtu (22/2/2020) mendatang. Foto: Istimewa
“Serasa mau copot jantung saya. Banyak kendaraan di depan ditabrak begitu saja. Untungnya tak terguling angkot ini, sehingga kami selamat,” kata Indah.
Ia juga membenarkan motor yang ditabrak tersebut ada yang terseret beberapa meter. Bahkan, butuh bantuan banyak orang untuk mengeluarkan korban dari kolong mobil.
Dengan cara menggulingkan angkot tersebut. Sandro, saksi mata lain di lokasi kejadian, menyebutkan sesaat setelah tabrakan terjadi, korban meninggal bersama sepeda motornya berada persis di bawah kolong angkot.
Untuk mengevakuasi korban, angkot terpaksa didorong hingga terbalik oleh warga dan kepolisian lalu lintas.
“Terseret, terus korban dan motornya masuk sampai ke kolong. Sudah tak bergerak lagi korban saat dikeluarkan dari kolong mobil,” kata Sandro.
Sementara itu, dari pengakuan sopir angkot, Rahmat, ia rencananya akan mengantarkan penumpang dari Batuaji menuju kawasan industri di Batam Center, pukul 06.15
WIB.
“Seperti biasa, saya mengantarkan sewa pagi hari. Dari rumah di Tanjunguncang berangkat dulu jemput sewa,” katanya di ruang penyidik Unit Laka Polresta Barelang.
Dia mengaku pagi sebelum mengantarkan penumpang tidak menemukan kejang-
galan pada mobil angkotnya.
Namun, sesampai di Bukit Daeng, rem mobil yang ia kendarai blong.
“Pagi itu remnya normal saja. Tapi sampai turunan blong. Awalnya hindari motor, lalu banting stir ke kiri, maka kena motor
yang lain,” kata pria 30 tahun ini.
Kecelakaan ini juga menyita perhatian banyak pihak. Pengendara yang melintas di
lokasi kejadian umumnya mengutuk keras aksi ugal-ugalan sopir angkot yang tidak mempedulikan keselamatan penumpang dan pengendara lain.
Warga pengguna jalan berharap ada tindakan tegas dari pihak pemerintah dan instansi penegak hukum, agar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya.
“Kalau perlu dikandangkan semua angkot tua yang tak laik pakai lagi. Jangan hanya omong dan janji-janji saja,” ujar Rudi, seorang pengguna
jalan di lokasi kejadian.
“Buktikan kalau Pemko Batam dan penegak hukum ada di Batam ini. Sudah puluhan bahkan ratusan orang yang jadi korban akibat angkot yang ugal-ugalan seperti ini. Uji KIR harus benar-benar diterapkan,” kata dia lagi.
Bukan hanya Rudi, mayoritas masyarakat Batam juga tak menyukai kehadiran angkot yang sopirnya suka ugal-ugalan itu.
Bahkan sudah sering kali masyarakat angkat bicara di berbagai media agar angkot tak laik jalan dilarang beroperasi.
Namun semua dianggap angin lalu oleh Pemko Batam selaku pengambil kebijakan.
“Sudah saatnya proses modernisasi transportasi di Batam. Setelah jalan bisa dilebarkan, saatnya transportasi juga disiapkan yang memadai,” kata Muhammad Zaenuddin,
akademisi yang juga pengamat ekonomi dan kebijakan publik,
kemarin.
Ia menilai sudah saatnya semua pihak berkomitmen untuk menyelesaikan per-
soalan ini. Apalagi setelan kasus terakhir angkot menabrak Sri Wahyuni di Bukit Daeng Batam, kemarin.
“Dengan kejadian ini harus ada kesepakatan. Angkutan tidak layak harus ditertibkan,” jelansya.
Pengemudinya juga, apakah punya izin kendaraan yang lengkap atau tidak dan bagaimana tingkah lakunya di jalanan. Pemerintah harus merespon ini agar tidak terjadi korban jiwa lagi,” ujarnya lagi.
Zainuddin menyarankan, Pemko Batam (Dishub) dan para pengambil kebijakan lainnya, sesegera mungkin memanggil pengusaha transportasi.
Tujuannya untuk mengevaluasi kendaraan dan juga sopirnya. Berikut juga izin-izinnya, termasuk KIR kendaraan.
“Sudah terlalu banyak keluhan selama ini. Dinas Perhubungan (Dishub) juga harus tegas, agar ke depannya tidak ada timbul korban lagi,” tegasnya.
Pengamat ekonomi dan kebijakan publik lainnya, Suyono Saputro, juga menyayangkan lakalantas yang menewaskan pemotor akibat ulah sopir angkot yang ugal-ugalan mengendarai angkot yang tak laik pakai.
Menurut dia, kecelakaan maut yang disebabkan angkutan umum tersebut sudah kerap terjadi.
“Ini bukan masalah trayeknya. Tetapi masalah angkutannya. Angkutan yang sudah puluhan tahun masih dibiarkan beroperasi,” katanya.
Suyono menambahkan, dengan seringnya kejadian seperti itu, Pemko Batam seharusnya mengambil kebijakan yang tegas.
Seperti memberhentikan operasional angkutan yang tak layak jalan, serta memberi pembinaan terhadap para sopir.
“Di sini kita berbicara bukan hanya masalah keselamatan sopir dan penumpang. Tetapi perlu diperhatikan keselamatan pengguna jalan yang lainnya,” tegasnya.
Menurut Suyono, Batam sebagai kota yang modern juga membutuhkan angkutan
yang modern.
Angkutan ini disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang diperhatikan itu angkutan dari sekarang hingga lima tahun ke depan. Angkutan yang sudah tak layak kok masih digunakan,” tuturnya.
Sementara itu, warga Batam yang mengatasnamakan “Alumni Epson” memberikan
Petisi kepada DPRD Batam, Pemko Batam, pengusaha angkutan umum, Kadin Batam,
dan pihak terkait lainnya.
Mereka meminta pihak-pihak tersebut tidak tinggal diam ataupun melakukan pembia-
ran karena bisa masuk unsur abuse of power (penyalahgunaan kewenangan/kelalaian pihak terkait).
Mereka juga meminta Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, segera memerintahkan Kadishub dan mitranya untuk mengambil langkah proaktif dan antisipatif, agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Mereka juga meminta Wali Kota tegas dan sigap bertindak melarang semua angkutan
kota yang tua dan tak laik jalan untuk berhenti beroperasi.
Sebab, hal ini menyangkut nyama masyarakat Batam di jalanan.
“Jangan membiarkan transportasi yang sudah tidak layak dan sopir ugal-ugalan beroperasi di Batam,” tulis mereka.
Hingga berita ini ditulis, juga muncul petisi di www.change.org yang sudah diteken hampir 2.000 orang.
Mereka meminta angkot tak laik jalan dan ugal-ugalan agar dihentikan beroperasi di Batam.
Jumlah yang mendukung petisi ini terus bertambah.(leo/ska/opi/eja/iza)
batampos.co.id – Jumlah korban meninggal dunia akobat virus korona jenis baru asal Wuhan, Tiongkok, sudah mencapai 1.873 jiwa. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat sudah 73 ribuan orang terinfeksi oleh virus COVID-19 itu.
Dalam laman South China Morning Post, Selasa (18/2), meski ada 1.873 jiwa meninggal, namun 10.615 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Bahkan, tren kasus baru yang terinfeksi diklaim turun. Hanya kurang lebih 1800 pasien baru yang terinfeksi sesuai data, Selasa (18/2). Angka itu adalah terendah dari tren kasus baru selama ini. Biasanya setiap hari bisa muncul 3000-an kasus baru.
Otoritas kesehatan nasional Tiongkok mengklaim, jumlah kasus baru yang menurun adalah tanda bahwa wabah itu terkendali. Namun, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penurunan tren itu harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati.
“Tren dapat berubah. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah penurunan yang dilaporkan ini akan berlanjut. Setiap skenario masih di atas meja,” katanya kepada wartawan, Senin (17/2).
Plasma Pasien Sembuh Diteliti
Pejabat kesehatan Tiongkok telah mendesak pasien yang pulih dari Coronavirus untuk menyumbangkan darah. Sehingga plasma mereka dapat diekstraksi untuk mengobati orang lain yang sakit kritis. Plasma dari pasien yang telah pulih dari radang pneumonia yang dipicu oleh COVID-19 mengandung antibodi yang dapat membantu mengurangi viral load pada pasien yang sakit kritis.
Menurut WHO, Coronavirus selama ini hanya menyebabkan penyakit ringan bagi 80 persen pasien yang terinfeksi. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa 14 persen pasien akan menderita penyakit parah seperti pneumonia. Sekitar 5 persen dari kasus dianggap kritis dengan kemungkinan kegagalan multi-organ, syok septik dan gagal pernapasan dan, dalam beberapa kasus terjadi kematian.
Tedros juga mengatakan ada kasus yang relatif sedikit terjadi di antara anak-anak. Hal itu masih diteliti penyebabnya. Angka kematian hanya 2 persen, lebih rendah dibandingkan dengan virus corona lain seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS).(jpg)
batampos.co.id – Praktisi hukum dan peneliti sosial Batam, Ampuan Situmeang, men-
gatakan dalam proses peralihan pengelolaan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB)
kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, perlu sejumlah persiapan hukum yang matang.
Jangan sampai mengorbankan kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih.
“Bila BP Batam mengambil alih pengelolaan air, BP harus sudah mempersiapkan pemahaman hukum terhadap aspek hukum perjanjian konsesi itu, agar stok air bersih di
Batam tidak terganggu, khususnya di masa transisi ini,” ujar Ampuan, Senin (17/2/2020).
Selain itu, ia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara serius. Yakni
BP Batam harus sudah menyiapkan dan menambah kapasitas.
Dalam hal ini, minimal penyediaan water treatment plant (WTP) dan pipa setidaknya sudah harus dilaksanakan satu tahun sebelum masa konsesi berakhir.
Ampuan menuturkan, BP Batam harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola air bersih di Batam.
“Memakai SDM ATB bisa. Tapi ini perlu disinergikan dengan ATB. Itu dapat tetap
dilakukan apalagi dalam masa transisi sekarang ini,” jelasnya.
“Dan yang terpenting, BP harus mempersiapkan manajemen. Masa transisi perlu ada kerja sama. Tidak egois, agar tidak sekadar hanya terjadi pergantian petinggi dan manajemen, namun juga terjadi alih teknologi,” tegasnya.
Warga mengunjungi kantor Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning yang dikelola ATB, belum lama ini. Praktisi hukum dan peneliti sosial Batam, Ampuan Situmeang, mengatakan dalam proses peralihan pengelolaan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, perlu sejumlah persiapan hukum yang matang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Kata dia, peralihan sistem dari ATB jika itu terjadi perlu proses dan perjanjian juga, karena harus menggunakan sistem yang sudah lama dilakukan dan menyangkut pelayanan konsumen (publik).
Sistem kinerja ATB adalah bagian dari teknologi industri, yang memerlukan perjanjian tersendiri.
Apalagi sistem kerja ATB dilindungi ISO dan membutuhkan persyaratan khusus untuk dapat dialihkan.
Demikian juga sistem teknologi yang dimiliki ATB, sudah ada hak paten ATB.
“Perlu dicatat semua itu dilindungi hukum. Dan kalau ada perubahan ke depan, maka ada proses hukumnya,” jelasnya.
“Dalam perjanjian itu pasti sudah diatur semua oleh konsultan hukum sebelumnya. BP harus paham ini,” lanjut Ampuan.
Apalagi, kata Ampuan, SDM, sistem kerja, serta sistem inovasi dan teknologi (SCADA dan Gis Data) sudah menjadi hak milik (property right) ATB.
Maka memerlukan prosedur dan syarat jika hendak dikerjasamakan berikutnya denganBP Batam.
“Soal SDM itu kembali ke masing-masing personal staf sendiri, ini juga memerlukan
kesepakatan tersendiri,” tuturnya.
“Mengenai konsekuensi dari kerja sama, dapat diatur dalam perjanjian tersendiri,” ujar
dosen hukum di Universitas Internasional Batam ini lagi.
Ampuan menekankan, di masa akhir perjanjian konsesi ini, para pemangku kepentingan harus mempersiapkan seluruh aspek dengan catatan penting: jangan mengorbankan kebutuhan masyarakat akan layanan air bersih.
“Kritik dari pejabat publik dan masyarakat tentang siapa yang berhak mengelola air bersih adalah wajar,” katanya.
Itu lanjutnya merupakan bagian dari transparansi. Sehingga regulator dan operator harus memperhatikannya.
“Mengapa? Karena muaranya adalah pelayanan dan perlindungan terhadap konsumen, kita masyarakat dalam mendapatkan hak atas air bersih,” tutupnya.(cha)
batampos.co.id – Bermula, dari membantu para pelajar untuk membuat tugas sekolah, Edi Kurniawan, seorang pemuda asal Urung Tanjungberlian, kini berhasil membuat inovasi terbaru dari barang bekas.
Melalui tangan terampilnya, barang-barang bekas yang selama ini tidak berguna disulap menjadi produk unggulan.
Sandal jepit, pipet minuman, minuman kaleng, plastik ember cat dan sebagainya dirakitnya menjadi berbagai produk miniatur.
“Alhamdulillah, sudah satu tahun ini saya mengeluti produk unggulan ini,” jelasnya, Senin (17/2/2020).
Edi pun memasarkan dan mempromosikan hasil kerjaan tangannya dengan memanfaatkan jejaring media sosial.
“Cukup banyak peminatnya,” jelas Edi.
Miniatur yang dirakitnya, mulai dari kendaraan roda dua, mobil dan kapal dengan berbagai model.
Mengusung konsep lawas, karya Edi cukup banyak dilirik para pecinta miniatur.
Edi Kurniawan pemuda Urung, Kabupaten Karimun dengan hasil kerajinan tangannya yang berbahan barang bekas disulap menjadi produk unggulan dalam bentuk miniatur kendaraan. Hasil karyanya kini sudah menembus pasar Malaysia dan Singapura. Foto: Dokumentasi pribadi untuk batampos.co.id
“Untuk memproduksi satu unit miniatur membutuhkan waktu paling cepat satu hari,” jelasnya.
Hal itu karena dirinya masih mengandalkan pengeringan secara alami. Hingga saat ini, Edi telah menghasilkan sekitar 400 miniatur kendaraan.
Edi menjelaskan, peminat miniaturnya tidak hanya dari Karimun saja. Tpai juga dari negeri tetangga, Malaysia dan Singapura.
“Rata-rata pemesanan produk kendaraan kuno, dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari Rp 170 ribu,” jelasnya.
Dengan memanfaatkan produk barang bekas yang ada dilingkungan sekitar rumah, dirinya berharap, anak-anak remaja bisa mengikuti jejaknya untuk memproduksi miniatur kendaraan lawas.
Sehingga, bisa menjadi wirausaha baru dan menjadikannya sebagai penghasilan.
“Saya ingin memberikan motivasi kepada para remaja, agar bisa merubah maindset untuk menjadi pengusaha dengan memanfaatkan produk barang bekas,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM dan ESDM, Kabupaten Karimun, M Yosli, sangat mendukung apa yang dilakukan Edi.
“Saya kemarin sudah berkunjung ke rumah Edi Kurniawan dan ini merupakan inovasi baru dalam membangun wirausaha yang sederhana namun menjanjikan,” jelasnya.
”Jadi bisa kita berdayakan, produk unggulannya untuk diikutsertakan dalam pameran di Batam maupun pameran di acara MTQ kabupaten atau Provinsi nanti,” terangnya lagi.(tri)
batampos.co.id – Sudah satu bulan lebih pengejaran kepada politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku belum menuai hasil. Kendati demikian, Polri memyatakan serius membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejar tersangka, dan berharap Harun bisa segera ditangkap.
Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, sepakat dengan KPK apabila ada pihak-pihak yang menyembunyikan Harun bisa dijerat pidana. Sebab, dalam aturan hukum pidana, telah disebutkan siapapun yang membantu atau menyukseskan suatu pidana, maka dia menjadi bagian kejahatan itu.
“Kalau ada orang yang menyembunyikan keberadaan buronan, itu termasuk pelanggaran pidana,” kata Asep di Jakarta, Senin (17/2).
Namun, Asep mengaku enggan berandai-andai jika Harun memang disembunyikan oleh pihak tertentu. “Tentunya semua masih dalam penyelidikan. Kita berharap yang bersangkutan (Harun) segera bisa kita amankan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asep mengatakan, Polri sudah meminta keterangan dari orang-orang terdekat tersangka untuk mencari keberadaan Harun. Materi yang ditanyakam seputar kebiasaan, tempat-tempat yang sering dikunjungi Harun, dan lain sebagainya. “Dari pihak keluarganya sudah dimintai keterangan juga,” tegas Asep.
Di sisi lain, Polri menyebut masih optimis bisa menangkap Harun. Terlebih surat DPO pum sudaj dikirim ke seluruh Polres di Indonesia. “Optimis dong,” tandas Asep.
Sebelumnya, KPK mengultimatum politikus PDIP Harun Masiku segera menyerahkan diri. Ini karena Harun telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap, terkait kasus pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.
Harun disebut memberikan suap kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Kini, Wahyu juga telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK. “KPK masih terus mencari tersangka HAR (Harun Masiku). KPK meminta yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” kata juru bicara KPK Ali Fikri dalam pesan singkatnya, Sabtu (11/1) malam.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina selaku mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Harun Masiku selaku caleg DPR RI fraksi PDIP dan Saeful.
KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina diduga menerima suap dari Harun dan Saeful. Suap dengan total Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI, menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.(jpg)
Sephia, 40, adalah adik kandung Karin, 45. Karin menikah dengan Donwori, 60, lebih dari 20 tahun lalu. Sementara Sephia betah melajang di usianya berkepala empat. Orang-orang pikir, Sephia perempuan aneh, tak doyan laki-laki. Tak tahu saja mereka kalau rupanya, Sephia menusuk kakaknya sendiri dari belakang. Tanpa Karin tahu, rupanya, Sephia telah diperistri oleh Donwori belasan tahun yang lalu.
“Saya tidak menggoda, dia sendiri yang bilang kalau seneng sama saya,” ujar Sephia tanpa dosa di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pekan lalu.
Sephia memang ikut tinggal bersama Karin dan Donwori sejak awal mereka menikah. Dari situlah, benih-benih cinta terlarang itu tumbuh. Pelan tapi pasti, Donwori mulai menunjukkan ketertarikan kepada Sephia. Berkali-kali didekati, Sephia pun tergoda.
Ide gila untuk menikah siri sembunyi-sembunyi itu pun datang dari Sephia. Katanya, ia takut zina. Namun bijim-bijim, kalau nikah secara agama tapi dilakukan di belakang istri sah begini apa namanya? Ah sudahlah, di sini penulis bukannya hakim yang mau menuduh dia benar atau salah. Tugas kami hanya sebagai penyampai cerita saja, kan.
ilustrasi
Oke lanjut, untungnya, hubungan bertahun-tahun itu tidak menghasilkan anak. KB mereka sukses. Dan karena memang ia enggan membongkar pernikahan itu dengan adanya anak.
Namun hubungan terlarang itu tetap miris. Pasalnya, pernikahan diam-diam ini tidak akan pernah diketahui oleh Karin. Karena tepatnya satu tahun yang lalu, Karin meninggal karena komplikasi.
Jadi, Bu Sephia ke PA mau melegalkan pernikahan atau bagaimana?
“Tidak.. tidak sama sekali, saya mau minta cerai kok,” jawabnya singkat.
Lhoh, sebentar, cerai? Bukannya Karin sudah meninggal, lalu apa masalahnya. Kan lebih mudah tidak ada halangan, normalnya. Kalimat bertanya-tanya itu mondar -mandir di kepala penulis manakala Karin bercerita ngalor-ngidul. Sampai akhirnya Sephia mengungkapkan fakta baru. Bukan hanya satu, dua.
Pertama, beberapa bulan setelah Karin meninggal, Sephia buru-buru melegalkan pernikahannya.
Fakta kedua lebih mengejutkan. “Suamiku selingkuh lagi, Mbak. Kali ini sama pembantu saya sendiri!” serunya.
Beberapa menit hanya hening. Plus otak yang makin pusing nggliyeng-nggliyeng. Ini mah namanya Donwori yang penjelajah cinta.
Dan, seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. Pernikahan yang Sephia tutup rapat ini terungkap karena ulahnya sendiri. Tak terima suaminya direbut pembantu sendiri, Sephia mulai merundung pembantu tersebut.
Sialnya, si pembantu yang tak disebutkan namanya ini tak kalah garang. Tak mau ditindas, ia bongkar aib Sephia di depan keluarga. Ia dihujat, Sephia apalagi. Dan lantaran malu dengan keluarga besarnya ini lah, Sephia akhirnya mundur. (*/opi)
batampos.co.id – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2019 mengalami perlambatan sebesar USD 404,3 miliar yang terdiri dari utang sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 202,9 miliar dan utang sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 201,4 miliar.
Mengutip keterangan resmi Bank Indonesia (BI) ULN Indonesia tersebut tumbuh sebesar 7,7 persen (yoy), namun menurun dibandingkan dengan pertumbuhan ULN pada triwulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy).
Perkembangan tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN pemerintah pada akhir triwulan IV 2019 tercatat sebesar USD199,9 miliar atau tumbuh 9,1 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,3 persen (yoy).
Pertumbuhan ULN pemerintah tersebut ditopang oleh arus masuk investasi nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbitan dual currency global bonds dalam mata uang USD dan Euro.
Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian domestik yang tinggi dan imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun.
Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial 19,1 persen dari total ULN pemerintah, sektor konstruksi 16,6 persen, sektor jasa pendidikan 16,2 persen, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 15,4 persen, serta sektor jasa keuangan dan asuransi 13,3 persen.
Sementara, tren perlambatan ULN swasta berlanjut dari triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV 2019 tercatat sebesar 6,5 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 10,8 persen (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN Lembaga Keuangan dari 6,8 persen (yoy) menjadi 2,9 persen (yoy) serta perlambatan ULN Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) dari 12,1 persen (yoy) menjadi 7,6 persen (yoy).
Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan & penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9 persen.
Meskipun demikian, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV 2019 sebesar 36,1 persen, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya.
Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,3 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(jpg)
batampos.co.id – Pelajar dari SMK Negeri 2 Batam, Deswita, 16, dengan modelnya Vivien Lubis terpilih menjadi juara satu dalam kegiatan Xploration Workshop and Competition 2020, Senin (17/2/2020).
Kegiatan yang digelar QL Cosmetic itu diikuti 87 perias yang berstatus pelajar SLTA sederajat dan mahasiswa di auditorium utama BCS Mall.
Supervisor QL Cosmetic Perwakilan Batam, Martha Hilda, mengatakan, tiga yang terbaik akan mewakili Batam pada grand final di Jakarta pada Desember mendatang.
“Pada kompetisi ini Deswita dari SMK Negeri 2 Batam menjadi juara pertama,” jelasnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai ajang pencarian bakat dalam bidang tata rias yang didukung oleh QL Cosmetic.
Para peserta kompetisi Xploration Workshop and Competition 2020 berfoto bersama dengan panita. Kontes tersebut diadakan oleh QL Cosmetic itu diikuti 87 perias yang berstatus pelajar SLTA sederajat dan mahasiswa di auditorium utama BCS Mall. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
“Ini memasuki tahun kedua, dan kita memilih kategori pelajar dengan konsep Party,” jelasnya.
Pada 2019, pihaknya panitia memilih kategori umum untuk rias pengantin pemula dan profesional.
Ditempat yang sama, sang juara QL Cosmetic Xploration Workshop dan Competition tahun 2020, Deswita, mengaku haru dan bangga bisa menjadi juara di keikutsertaannya yang kedua ini.
Deswita menjelaskan, awalnya belajar mendandani orang lain dari ibunya saat masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas 1.
“Awalnya belajar dari orang tua, waktu itu setiap hari dandanin diri sendiri,” ujarnya didampingi sang model, Vivien Lubis.
Terakhir, ia berjanji akan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi grand final di Jakarta, guna memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kepri.(iwa)
batampos.co.id – Jenazah Ashraf Sinclair tiba di rumah duka di bilangan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul sekitar pukul 07.40 WIB menggunakan mobil ambulans. Bunga Citra Lestari (BCL) turun dari mobil ambulans dengan mata sembab sedikit terisak.
Doddy selaku manajer BCL mangatakan, kemungkinan jenazah Ashraf akan dibaringkan dalam peristirahatan terakhirnya di pemakaman San Diego Hills, Karawang. Namun hal itu masih belum fix karena pihak keluarga masih berembuk mencarikan tempat terbaik pemakaman Ashraf.
“Itu salah satu opsi. Keluarga masih berembuk. Kita belum tahu mau dimakamin dimana,” kata Doddy selaku manajer BCL saat ditemui di rumah duka.
Doddy mengatakan pemakaman Ashraf Sinclair baru akan dilangsungkan ketika keluarga Ashraf dari negeri Jiran Malaysia sudah tiba di Jakarta. Dan kini keluarganya masih dalam perjalanan. “Keluarga masih dalam perjalanan” ucapnya.
Sebelumnya, Ashraf Sinclair, suami dari artis Bunga Citra Lestari alias BCL meninggal pada Selasa (18/2) waktu dini hari. Lelaki asal Negeri Jiran Malaysia itu menghembuskan napas terakhir di usia 40 tahun karena serangan jantung.
Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair dibenarkan oleh Doddy, manajer BCL. “Iya benar (meninggal,red). Serangan jantung,” ucap Doddy saat dikonfirmasi.
Sejumlah artis sempat tidak menyangka kalau Ashraf Sinclair akan meninggal di usianya yang relati muda. Dian Sastro, Lukman Sardi, dan Luna Maya termasuk beberapa artis yang terkejut atas berpulangnya Asharaf selama-lamanya.(jpg)