Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10731

Wanita dan Pilkada

0

ADALAH Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PP-LIPI) DPW Kepri, bekerja sama dengan Tribun Batam, berhasil membuat saya menangis di depan umum setelah 40 tahun lebih usia saya.

Sabtu lalu, di depan ratusan ibu-ibu lintas-profesi se-Kepri, plus pengunjung Grand Mall, Pe­nuin, Batam, lima lelaki “tang­guh” dipaksa “mewek” ketika menceritakan sosok seorang Ibu, bertepatan dengan Hari Ibu 2019.

Acara itu sendiri berbentuk talkshow interaktif bertajuk “Woman to Infinity, Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.

Sub temanya Women Talk: Menuju Batam 1, Padamu Perempuan Kami Berjanji. Memang ngeri-ngeri sedap judul acaranya.

Ya, adalah sedikit pemaparan visi dan misi oleh kelima bakal calon (balon) Wako Batam, yakni Lukita D Tuwo, Zukriansyah, saya, Helmy Hemilton, dan Rian Ernest. Yang lain, tanya ke Ketua PP-LIPI DPW Kepri Lenny Marlina, jangan tanya saya karena saya bukan panitia, hehe.

Ya, kami berlima memang dipaksa meneteskan air mata, atau setidaknya ada yang merah matanya.

Di antara para balon itu, tiga di antaranya sudah ditinggal pergi wanita tangguh yang selama puluhan tahun membesarkan mereka.

Saya, Lukita, dan Rian sama-sama sudah tidak punya ibu lagi. Sedihnya, ketika ibu kami meninggal, disebabkan penyakit serius semua.

Kronis. Ibu saya sendiri, meninggal tahun 2000 setelah sebulan dirawat di rumah sakit “termahal” di Pekanbaru akibat komplikasi kedua ginjalnya, kanan dan kiri.

Beliau sempat kami rawat di RS selama sebulan, lalu setelah pihak medis “menyerah”, diselingi empat kali cuci darah, kami bawa ke kediaman di Panam, Pekanbaru.

Persis sebulan pula setelah dibawa ke rumah, ibu saya menghembuskan napas terakhir.
Nah, pada sesi menceritakan tentang sosok ibu itulah, saya tak tahan untuk tidak menangis.

Terkenang semua jerih payah Beliau semasa hidupnya hingga berjuang melawan penyakitnya.

Saking cintanya saya, saat itu saya bawa ke rumah sakit paling mahal. Tak terbayang ke mana biaya pengobatan akan saya dapatkan, sebab saat itu saya hanya pegawai rendahan di Riau Pos, Pekanbaru.

Kebetulan di keluarga, saya anak laki-laki tertua dan saat itu masih lajang. Saya menikah beberapa bulan setelah ibu meninggal karena tanggal pernikahan memang sudah disepakati sebelumnya.

Jadi, meskipun talkshow itu adalah semacam debat antar-balon Wako Batam, namun sisi human interestnya ternyata paling menonjol.

Suasana petang itu tiba-tiba menjadi hening dan undangan yang didominasi emak-emak terlihat hanyut dalam suasana sedih.

Beberapa kali saya lihat Ibu Lenny dan Mbak Lisya dari PP-LIPI DPW Kepri menyeka air matanya.

“Sampai rontok bulu mata saya,” guyon Lenny usai acara.

Kehadiran saya dan lainnya di acara itu sepenuhnya atas undangan PP-LIPI dan Tribun Batam.

Dalam pertemuan di sebuah kafe di Tiban beberapa malam sebelumnya, Lenny dan Lisya kembali mengingatkan saya untuk hadir.

Katanya, saya dianggap mewakili balon dari kelompok generasi muda alias milenial dan dekat dengan emak-emak. Well, saya harus hadir, kata saya.

Peran wanita di Kota Batam untuk menentukan pilkada tahun depan memang tak bisa dinafikan begitu saja.

Sesuai catatan dan laporan yang disampaikan komisioner KPUD Kepri yang hadir juga saat itu, Priyo Handoko, jumlah wanita dalam daftar pemilih di Batam hampir berimbang dengan laki-laki.

Artinya, setengah pemilik hak suara adalah wanita. Maka, mereka memiliki peran sama pentingnya dengan laki-laki dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Kota Batam lima tahun ke depan.

Berdasarkan data Pemilu Legislatif/Pilpres Tahun 2019, total pemilih di Batam mencapai 650.876 jiwa, terdiri dari laki-laki326.931 orang dan wanita 323.945 orang.

Sedangkan total pemilih di Provinsi Kepri 1.229.424 orang, di mana pemilih laki-laki 619.882 orang dan wanita 609.542 orang.

Artinya, 52 persen pemilih Provinsi Kepri ada di Batam. Dari data itu, separuh pemilih Batam adalah wanita.

Nah, begitu signifikannya peran pemilih wanita di Batam. Itulah yang membuat Ketua PP-LIPI Kepri Lenny Marlina begitu semangat mengajak para wanita menggunakan hak politiknya dan mewanti-wanti para balon untuk tidak PHP (memberikan harapan palsu) terhadap wanita.

Apalagi, ternyata, dari data selama pilkada langsung, tingkat partisipasi pemilih di Batam sejak 2006, 2011, dan 2014, stabil pada angka di bawah 50 persen!(*)

 

Polisi Cek Kadar Alkohol Sopir Angkutan Umum

0

batampos.co.id – Ditlantas Polda Kepri bersama Jajaran Satlantas Polresta Barelang menggelar razia kadar alkohol di Jalan Engku Putri tepatnya di depan Harris Hotel Batam Center, Kamis (19/12/2019).

Razia ini fokus untuk mengecek kadar alkohol para sopir angkutan umum, taksi, truk, hingga bus Trans Batam.

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Mujiyono, mengatakan, razia ini menggunakan alat khusus bantuan dari Korlantas Mabes Polri.

Alat bernama Alkometer tersebut mampu mengecek kadar alkohol seseorang dalam hitungan detik.

“Razia ini bersifat mobile dan akan banyak titik yang kita datangi baik siang maupun malam,” kata Mujiyono di lokasi.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Mujiyono (kiri), bersama jajarannya melakukan tes kadar alkohol pada sopir angkutan umum dan sopir truk di Batam Center, Kamis (19/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dia menjelaskan, bagi sopir yang positif mengonsumsi alkohol, akan ditindak tegas. Seperti, penilangan hingga mencabut Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya.

”Jadi, otomatis sopir tidak boleh membawa kendaraan lagi,” tegasnya.

Menurut dia, sopir yang mengonsumsi alkohol rentan menyebabkan kecelakaan. Hal ini bisa membahayakan nyawa penumpang dan pengendara lainnya.

”Jadi kita ingin menyampaikan pesan agar para sopir ini harus dengan baik membawa kendaraan. Karena mereka membawa nyawa penumpang,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau para sopir untuk menciptakan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru.

”Tentunya banyak wisatawan yang datang. Dan kita harapkan para sopir ini bisa menjaga keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat dan wisatawan,” tutupnya.(opi)

4 Perusahaan di Batamindo yang Kerap Merekrut Karyawan Baru

0

batampos.co.idManager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng, mengatakan ada empat perusahaan di kawasan Batamindo yang kerap merekrut karyawan baru.

Empat perusahaan itu ialah:

  1. PT Tunas Karya.
  2. PT Dynacast Indonesia,
  3. PT Patlite.
  4. Blackmagic Design.

Kata dia, di November 2019 perusahaan yang paling banyak penerimaan adalah PT Dynacast Indonesia.

Ribuan pencaker memadati bursa kerja di MPH Batamindo, Mukakuning, Batam, Kamis (21/11/2019) lalu. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Menurutnya pada Senin (4/11/2019) perusahaan tersebut menerima 30 pencaker.

Kemudian Kamis (14/11/2018) 55 pencaker..

“Yyang diterima itu adalah pencaker perempuan,” ujarnya, Kamis (19/12/2019).

Dia berharap ke depan lowongan pekerjaan di Kota Batam terus bertambah.

Sebab dengan ekonomi yang semakin membaik, tenan-tenan di Batamindo akan mengembangkan usaha mereka.

“Bila ada pengembangan, tentu butuh tenaga kerja. Harapan kami semoga saja ke depannya makin bagus saja ekonomi Batam,” ucapnya.(une)

Puskesmas Tiban Mentarau Siap Beroperasi

0

batampos.co.id – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Tiban Mentarau, Sekupang, dalam waktu dekat akan beroperasi.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, pembangunan proyek senilai Rp 5,2 miliar ini sudah rampung dan saat ini sudah masuk tahap finalisasi.

“Instalasi listrik sudah mulai terpasang. Nama puskesmas juga sudah selesai. Alhamdulilah proyek berjalan sesuai dengan waktu dan kontrak kerja,” kata dia, Kamis (19/12/2019).

Lanjutnya, pengerjaan proyek tersebut tidak mengalami penundaan atau molor dari jadwal.

Didi menyebutkan, Puskesmas tersebut akan melayani masyarakat yang tinggal di Kelurahan Tiban Indah dan sekitarnya.

“Selama ini mereka berobat di Puskesmas Tiban lama dan Sekupang,” jelasnya.

Didi menejlaskan, dua puskesmas tersebut sudah kelebihan kapasitas.

Warga berobat di Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (20/8/2019) lalu. Dalam waktu dekat Puskesmas Tiban Mantarau. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Makanya kehadiran puskesmas baru ini akan menjadi solusi bagi warga yang dekat sana,” sebutnya.

Didi menyebutkan, tahun depan tidak ada penambahan Puskesmas baru.

Meski demikian, ada revitalisasi Puskesmas di Tanjungsengkuang dan relokasi Puskesmas di Baloi Permai.

Puskesmas Baloi Permai akan dipindahkan tidak jauh dari lokasi yang ada sekarang.

“Puskesmas Tanjungsengkuang memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Meski tak ada penambahan puskesmas baru tahun depan, Didi yakin pelayanan kesehatan akan tetap maksimal.

Pasalnya saat ini sudah banyak klinik di perkotaan dan itu sangat membantu pemerintah dalam penyediaan layanan kesehatan untuk masyarakat.

“Sekarang petugas medis harus siap melayani pasien 24 jam,” katanya.

Pihaknya juga terus memantau pelayanan kesehatan di malam hari.

Pasalnya banyak masyarakat mengeluhkan pelayanan kesehatan di malam hari belum maksimal.

“Tahun ini sudah sangat ketat pengawasan bagi dokter yang jaga malam,” bebernya.(yui)

4 Tata Tertib yang Harus Diatuhi Operator Kapal Jelang Natal dan Tahun Baru

0

batampos.co.id – Guna mengatasi lonjakan penumpang pada arus mudik Natal dan Tahun baru, pelabuhan Domestik Sekupang membuat tata tertib yang harus dipatuhi operator kapal.

Kasatker Terminal Pelabuhan Domestik Sekupang, Suherman, mengatakan, ada empat hal yang harus dipatuhi.

Aktivitas di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Pengelola PDS memberikan tata tertib yang ketat untuk para operator kapal yang akan membawa penumpang pada mudik Natal dan Tahun Baru. Foto; Dalil Harahap/batampos.co.id

Yaitu:

  1. Kapal harus dalam kondisi baik.
  2.  Rencana pola trayek tidak boleh menyimpang dari yang           sudah ditentukan oleh Ditjen Perhubungan Laut dan Dinas       Perhubungan Provinsi Kepri.
  3. Alat keselamatan yaitu life jaket, ILR (Inlatable Liferaft)            serta pelampung berenang (life Bouy) harus tersedia.
  4. Kapal tidak boleh memiliki bangku cadangan terutama              untuk kapal cepat atau fery dan speedboat.(nto)

2019, Jumlah Pernikahan Dini Meningkat, Ini Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Batam mencatat peningkatan pengajuan dispensasi menikah atau pernikahan dini di 2019.

Hingga November ada 19 permohonan dispensasi menikah yang diterima PA Kelas IA Batam.

Humas PA Kelas IA Batam, Bermawi, mengatakan adanya perubahan peraturan perlindungan anak yang baru saja ditetapkan akan berdampak terhadap dikeluarkannya surat dispensasi menikah nantinya.

“Iya, kami harus hati-hati dalam memproses permohonan yang masuk. Sebab kalau jumlahnya meningkat tajam nanti dipertanyakan, jadi semua sangat hati-hati,” kata dia, Kamis (19/12/2019).

Kata dia, derdasarkan aturan terbaru, usia menikah baik laki-laki maupun perempuan minimal 19 tahun.

Mereka yang di bawah usia tersebut, harus mengantongi surat dispensasi menikah jika ingin terikat dalam tali pernikahan.

“Tujuannya melindungi anak. Sebab usia 16 tahun dinilai masih sangat remaja sehingga ada kekhawatiran dalam menghadapi pernikahan nantinya,” jelasnya.

Tahun ini lanjutnya, pernikahan usia dini yang masuk lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Oihaknya khawatiran jika perubahan aturan tersebut akan berdampak terhadap jumlah permohonan dispensasi kedepannya.

“Sebab harus 19 tahun ke bawah. Untuk itu sangat diperlukan bantuan semua pihak untuk bisa menekan pernikahan usia dini ini terutama lingkungan keluarga,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pernikahan dini hampir semua disebabkan karena pergaulan bebas.

Jika dilihat kematangan usia, emosional dan lainnya pasangan muda ini sangat rentan dengan perceraian.

Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.

Berdasarkan data perceraian usia produktf atau 20-35 tahun menjadi penyumbang perceraian cukup banyak.

“Pernikahan itu sangat sakral. Jadi niatnya itu yang harus dibenarkan,” kata dia.

Untuk itu lanjutnya, anak-anak harus dalam pengawasan orangtua agar tidak terjadi pernikahan di usia dini.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Kantor Kementerian Agama Batam, Budi Dermawan, mengatakan, untuk menekan pernikahan dini, sangat dibutuhkan peran orangtua, sekolah dan anak itu sendiri.

Pendidikan agama memiliki peran penting dalam pergaulan anak.

“Pernikahan dini memang sangat rentan dengan perceraian. Untuk itu setiap ada bimbingan pernikahan kami selalu menitikberatkan makna pernikahan,” sebutnya.

Antisipasi lain yang dilakukan pemerintah adalah dengan merencanakan sertifikasi menikah.

Meskipun belum ada petunjuk teknisnya namun ini bertujuan untuk membekali pasangan yang ingin menikah agar bisa menjaga pernikahan dan jauh dari perceraian.

“Pemerintah berupaya menekan angka perceraian. Jadi membutuhkan bantuan semua pihak terutama orangtua agar tidak terjadi pernikahan di usia dini,” bebernya.(yui)

Bea Cukai Segera Ditempatkan di Natuna

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri), Agus Wilianto, mengatakan di Natuna akan segera ditempatkan kantor bea cukai untuk menambah penerimaan pajak dan pengawasan perbatasan.

”Pemda Natuna sudah menyampaikan aspirasi dan akan difasilitasi sebagai kepentingan daerah sesuai kewenangan,” katanya di Ranai, Rabu (18/12/2019).

Agus mengatakan, penempatan bea cukai di Natuna dinilai sangat penting. Karena salah satu wilayah perbatasan. Dan tugas dan fungsi bea cukai dibidang penerimaan pajak, mengusulkan dari penerimaan negara bea masuk dan bea keluar dan cukai, pengawasan wilayah perbatasan serta menjadi lembaga yang melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang yang membahayakan.

Agus berharap, ke depan keberadaan instansi ini dapat memberikan sumbangsih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan pembangunan.

”Natuna akan cepat berkembang jika terdapat keterlibatan investor untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Kantor bea cukai akan segera dibangun untuk memudahkan proses eksport potensi perikanan khususnya pada komoditi ikan hidup, maupun komoditi perdagangan lainnya, mengingat Natuna kaya potensi alam yang memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal mengatakan, Natuna saat ini menjadi sorotan pemerintah pusat menjadi sasaran program kerja percepatan pembangunan wilayah perbatasan.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah sedang membangun koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk membenahi fasilitas dan prasarana pendukung, seperti pada bidang perdagangan lintas negara, melalui rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)

”Beberapa sektor, seperti potensi kelautan perikanan dan pariwisata, diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian daerah,” ujarnya. (arn)

Batamindo Serap 2.895 Pekerja Selama 2019, Ini Rinciannya

0

batampos.co.id – Hingga November 2019, ada 2.895 pekerja diserap sejumlah perusahaan di Batamindo Mukakuning.

Berdasarkan data dari pengelola Batamindo, tercatat penerimaan terbanyak pada Januari 2019.

Ratusan pencaker berebut memasukkan lamaran di MPH Batamindo, Mukakuning, Selasa (2/7/2019) lalu. Selama 2019 perusahaan di kawasan Batamindo menyerap 2.895 pekerja. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan 2017 dan 2018. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Berikut rinciannya: 

  1. januari 530 pekerja.
  2. Februari 502 pekerja.
  3. Maret 366 pekerja.
  4. April 218 pekerja.
  5. Mei 263 pekerja.
  6. Juni 255 pekerja,
  7.  Juli 384 pekerja.
  8. Agustus 113 pekerja.
  9. September 189 pekerja.
  10. Oktober 55 pekerja.
  11. November sebanyak 56 pekerja.

Jumlah total pencaker yang diserap tahun ini di kawasan Batamindo jauh menurun dibandingkan 2017 dan 2018.

Dimana pada 2017 pekerja yang terserap 5.410 pekerja dan 2018 sebanyak 4.891 pekerja.(une)

Handphone Dirampas Saat Video Call

0

batampos.co.id – Di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, terdakwa RH dan MKS mengakui semua perbuatannya.

Dimana, aksi jambret dilakukan keduanya di kawasan Seraya tepatnya di depan Hotel Ace pada 30 September 2019 lalu.

Dalam persidangan agenda mendengarkan keterangan terdakwa, RH mengaku berangkat dari kos-kosan yang berada di Perumahan Happy Garden bersama MKS dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna Hitam nomor polisi BP 2232 AI.

RH bertugas mengendarai sepeda motor sementara MKS bertugas sebagai eksekutor.

“Awalnya kami keliling dan kami melihat kakak itu (Korban Tintin Endarwati, red) jalan sambil video call yang mulia,” ujar RH kepada Ketua Majelis Hakim, Jasael.

Ilustrasi

Menurut RH, awalnya mereka tidak ada niat sama sekali untuk melakukan penjambretan.

Namun karena melihat korban yang berjalan kaki tengah melakukan video call, niat itu muncul langsung memepet dan merampas ponsel korban dengan tangan kirinya.

Usai mendapatkan ponsel itu, kedua terdakwa menjual dengan memposting di media sosial Facebook.

Sementara dalam keterangan saksi korban, atas perbuatan kedua terdakwa, ia mengalami kerugian sebesar Rp 5,7 juta atas ponsel Oppo F9 yang dibawa kabur oleh kedua terdakwa.

Usai mendengarkan keterangan dari terdakwa dan saksi, kemudian majelis hakim menunda persidangan dua pekan mendatang dengan agenda sidang mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).(gie)

Warga Bandara Mas Tolak Pembangunan Tower SUTT

0

batampos.co.id – Warga Perumahan Bandara Mas, Batam Kota, menolak pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan perumahan mereka.

Aksi penolakan ini diperlihatkan dengan membongkar paksa tenda pekerja pembangunan SUTT di kawasan perumahan Bandara Mas, Rabu (18/12/2019).

Sebagian besar warga beralasan, penolakan ini demi menjaga keselamatan masa depan anak-anak mereka.

Ketua RW Bandara Mas, Dharta Pratama, mengakui keresahan warga dengan adanya pembangunan menara atau tower SUTT tersebut.

”Keberadaan tower ini berdampak terhadap kesehatan warga sekitar,” kata Dharta saat ditemui Batam Pos, Rabu (18/12/2019).

Ia mengatakan, penolakan ini sudah lama disuarakan, persisnya sejak 2013 lalu. Pembangunan tower ini, kata Dharta, tidak sesuai dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) awalnya.

Menurutnya, sesuai dengan Amdal, tower tersebut dibangun di seberang perumahan, bukan di lingkungan dalam perumahan.

”Kalau dari bundaran ke bandara, rencananya tower itu di sisi kanan jalan. Tapi tahunya di sisi kiri jalan, pas di kawasan perumahan kami,” ucapnya.

Ilustrasi. Foto: Jawa Pos

Dharta mengaku tidak tahu menahu dengan perubahan rencana ini. Seharusnya, kata dia, pemindahan tempat pembangunan tower tersebut harus melibatkan warga.

”Perubahan pembangunan ini tidak mengajak runding warga. Tahu-tahunya sudah berada di sini. Harusnya kan diajak, kami ini warga yang terdampak,” tuturnya.

Ia mengatakan, permintaan warga sederhana, yakni meminta tower dibangun di lokasi awal, bukan di area perumahan.

”Silahkan bangun, tapi kembali ke titik awal mulanya,” ucapnya.

Protes warga atas pembangunan tower ini dijaga oleh petugas kepolisian dan TNI. Protes ini berhenti setelah adanya mediasi antara kedua belah pihak.

Camat Batam Kota, Fairuz Batubara, meminta pengembang menghentikan sementara pembangunan SUTT tersebut. Ia meminta tidak ada keributan di saat perayaan Hari Jadi Kota Batam.

”Jangan ada ribut-ribut lah,” ujarnya.

Ia mengatakan, sangat mendukung pembangunan di Kota Batam. Namun, bila ada protes dari warga, harusnya jadi perhatian.

Ia mengatakan, protes ini disebabkan belum terealisasinya secara maksimal sosialisasi di kalangan masyarakat.

”Kasus lama, tahun 2013. Saya camat ke-3 yang mengurus protes ini,” katanya.

Menurut Fairuz, pihaknya sudah menyurati pimpinan serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

”Sudah kami surati. Pertemuan demi pertemuan juga beberapa kali dilaksanakan. Tapi selalu deadlock (tak ada mufakat),” ujarnya.

Sementara itu, pihak PLN Batam yang dikonfirmasi terkait rencana pembangunan tower SUTT tersebut, belum memberikan penjelasan.

Corporate Secretary PLN Batam, Denny Hendri Wijaya, tak ingin berkomentar terkait pembangunan tower itu.

”Nanti saja ya, ada rilis yang akan kami sampaikan,” ujarnya.(ska)