Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 10740

Ilustrator Indonesia Yowdi Santiar Menang Kompetisi Visual Art Film Terminator: Dark Fate

0

Yowdi Santiar adalah salah satu contoh betapa seniman muda Indonesia bisa bersaing di pentas dunia. Di usia yang masih 24 tahun, pria asal Bandung, Jawa Barat, itu mampu mengalahkan lebih dari seribu ilustrator dari berbagai negara.

KONTES visual art film Talent House yang kali pertama diikuti Yowdi adalah Annabelle: Comes Home.

Yowdi mengunggah tujuh gambar. Tak satu pun nyangkut sebagai juara. Namun, Yowdi pantang menyerah. Dia kembali mencari kontes visual art.

Ternyata, beberapa waktu setelah Annabelle: Comes Home, ada It: Chapter Two. Kisah petualangan Jaeden Lieberher dkk itu dituangkan ke dalam visual art.

”Syukur, saya menang. Di Spider-Man: Homecoming, kalah. Nah, Terminator: Dark Fate itu kompetisi terakhir saya yang menang,” ujar dia saat ditemui di kediamannya di kawasan Bandung, 30 November lalu.

Kontes tersebut dimenangi ilustrator-ilustrator dari lima negara. Yakni, Indonesia, Kroasia, Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.

”Dari Indonesia cuma satu, hanya saya,” terangnya, bangga.

Yowdi mengangkat konsep vintage untuk Terminator: Dark Fate. Dia senang dengan konsep itu. Sebab, selain menyatukan foto satu dengan lainnya, ada proses kreatif di dalamnya.

”Menggambar foto seseorang, lalu ditempelkan. Kemudian menyatukan dengan beragam warna,” tambahnya.

Poster Terminator: Dark Fate yang dia kumpulkan berukuran 4:3. Visual art-nya tidak sekadar menempel foto, tapi menggambar foto menjadi visual yang nyata. Sebelum membuat visual art, setiap peserta diberi aturan oleh Talent House.

Aturan tersebut berisi banyak hal. Salah satunya, visual art tidak boleh melenceng dari trailer yang dirilis rumah produksi. Yang juga tak kalah penting, karakter utama harus ditampilkan.

Yowdi lantas mengirim dua karya kepada Talent House. Pengiriman karya dan pengumuman pemenang dilakukan melalui e-mail.

Pemenang poster Terminator: Dark Fate, Yowdi Santiar berfoto di ruang kerjanya di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Dalam kompetisi itu, ada sekitar 1.000 ilustrator dunia yang ikut. Pemenang mendapat hadiah uang tunai USD 2.000 atau sekitar Rp 28 juta (kurs Rp 14.000 per USD).

Talent House memberi waktu 30 hari kepada peserta untuk mengerjakan visual art. Tidak ada batasan jumlah karya yang di-submit.

”Saat Terminator, saya lagi banyak kerjaan. Jadi, ngerjainnya sepuluh hari sebelum deadline pengumpulan,” terang Yowdi.

”Beda sama Annabelle: Comes Home. Saya ngerjain dari setelah pengumuman kompetisi dibuka. Jadi, saya bikin banyak banget visual art. Sampai delapan,” tambahnya.

Saat pembuatan visual art, layouting menjadi tahapan paling sulit. Tidak boleh keliru menempatkan karakter-karakter.

Setelah itu, tahap pewarnaan. Bukan hanya urusan warna apa yang akan dipakai, tapi ada pesan di balik warna yang digunakan. Misalnya, mengapa menggunakan warna merah.

Revisi dilakukan hingga enam kali. Mulai pemilihan warna panas di awal seperti merah, kemudian berganti menjadi warna yang lebih dingin.

”Kalau dingin itu lebih warm, soft. Biru atau pastel,” jelas Yowdi.

Proyek pertama Yowdi yang berkaitan dengan ilustrasi visual art adalah kover album band.

Saat itu dia masih duduk di kelas II sekolah menengah pertama (SMP). Dia mulai menggambar di kertas HVS (houtvrij schrijfpapier).

”Kover-kover album band metal itu asyik-asyik. Monster begitu. Terus, gelap banget warnanya,” kenang dia.

Rupiah pertama yang didapat Yowdi sebesar Rp 30 ribu. Karyanya yang berupa logo itu dibeli salah satu band metal di Bandung.

Harga jasa pembuatan visual art dari tangan dinginnya merangkak naik hingga Rp 250 ribu.

Pesanan terus membanjiri saat Facebook masuk ke Indonesia. Yowdi mengunggah beberapa karyanya ke media sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

”Tapi, jujur, saya sampai sekarang belum berani membuka bisnis jasa ilustrasi lebih mendalam. Masih belum tahu bagaimana deal with people, harganya bagaimana,” katanya.

Hasrat Yowdi untuk berkecimpung di dunia visual art sempat ditentang keluarga. Ibunya berharap sang putra bekerja kantoran.

Bukan bekerja di rumah dengan menggambar ilustrasi. Namun, Yowdi bergeming. Dia tahu bahwa passion-nya ada di visual art.

Tak bisa diubah. Rasa cintanya terhadap visual art tidak dapat dipaksa menjadi hal lain.

”Dari kecil, senang gambar monster awalnya. Setiap kali selesai menggambar, ada rasa puas tersendiri,” ujarnya.

Sekarang, lanjut dia, orangtuanya bisa menerima hobinya. Apalagi setelah Yowdi berhasil mengantongi beberapa penghargaan.

Bagaimana Yowdi bisa menggambar? Semua dia pelajari secara otodidak. Tidak ada ilmu pasti dari institusi pendidikan.

Dia tak menempuh kuliah seni. Meski demikian, dia memiliki banyak teman yang berprofesi sebagai pengajar di institusi pendidikan seni.

Beberapa mahasiswa juga datang untuk belajar dan praktik kerja lapangan di tempatnya.
Meski begitu, Yowdi masih menaruh harapan untuk bisa belajar di institusi pendidikan seni.

”Tapi, penginnya saya jualan poster atau jasa visual art di luar sih. Saya pengin gabung Marvel,” katanya.

”Kalau di Indonesia, sepertinya masih kurang diapresiasi begitu,” imbuhnya.

Pekerja seni Naufal Abshar menilai, banyak seniman Indonesia yang sangat luar biasa dan mampu bersaing di level internasional.

Sayang, informasi dan publikasi prestasi-prestasi yang mem­banggakan tersebut kurang didengar.

”Pada dunia seni rupa kontemporer itu, seniman Indonesia sangatlah diakui dan mendapat acknowledgement yang luar biasa, terutama pada level Asia dan Southeast Asia,” terangnya.

Lulusan LaSalle College of the Arts dan Goldsmith University di London itu berharap ada regenerasi seniman yang mempunyai semangat.

Tentu dengan karya yang luar biasa. Sehingga, lanjut dia, dapat memajukan seni rupa Indonesia ke depan.(DIMAS NUR APRIYANTO)

Terjungkal di Gang Perumahan, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Tempat

0

batampos.co.id – Nahas menimpah seorang pria pengendara sepeda motor Yahama Mio BP 4868 GD.

Pria yang belakangan diketahui bernama Syahril, 35, itu meninggal dunia setelah sepeda motornya menabrak tembok rumah di Kaveling Kamboja, RW 18 kelurahan Seipelenggut, Sagulung, Selasa (10/12) sekitar pukul 14.30 WIB.

Warga kaveling Nato ini tak sempat diselamatkan, sebab saat terpelanting dari sepeda motornya dia langsung tidak bergerak, dengan kondisi leher patah.

Saat kejadian lingkungan sekitar juga sedang diguyur hujan. Jenazah korban baru dievakuasi setelah kepolisian Sagulung tiba di lokasi.

Di sinilah Syahril meregang nyawa setelah hilang kendali saat mengendarai sepeda motornya. Foto: Eja/batampos.co.id

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan tunggal itu diduga karena korban hilang kendali saat melaju ditengah guyuran hujan.

Sepeda motornya menabrak tembok rumah warga dan masuk ke dalam parit. Korban sendiri terpelanting ke atas bahu jalan dengan posisi kepala duluan.

Benturan keras di bagian kepala inilah yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

“Nggak tahu juga kejadian pastinya seperti apa. Tiba-tiba dengar brak (suara benturan) dan lihat dia sudah tak bergerak lagi. Sepeda motornya di dalam parit,” ujar Edi, seorang warga.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, membenarkan kejadian itu. Kata dia, penanganan kasus tersebut diserahkan ke unit Laka Lantas Polresta Barelang.

“Sudah kami serahkan ke unit Lakalantas,” ujar Riyanto.(eja)

Serikat Buruh Utamakan Diskusi Untuk Pecahkan Permasalahan Upah Minimum Sektoral Kota

0

batampos.co.id – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Batam akan kedepankan mediasi dan diskusi terkait pembahasan Upan Minimum Sektoral Kota (UMSK) 2020 mendatang.

Ketua DPC F-Lomenik SBSI Kota Batam, Muhammad Zulkipli, mengatakan, terkait UMSK Batam 2020, pihaknya sampai dengan saat ini masih terus melakukan mediasi dan diskusi bersama Pemko Batam dan organisasi pengusaha.

“Sampai saat ini kami sudah berapa kali melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah, namun pengusaha pengusaha belum pernah hadir,” kata Zulkipli, Selasa (10/12/2019).

Ia pun meminta Pemko Batam untuk mendatangkan pihak pengusaha agar permasalahan UMSK Batam 2020 dapat cepat selesai.

Ilustrasi Demo Buruh. Foto: Dokuemntasi batampos.co.id

“Kami minta pihak pengusaha kooperatif dan kami meminta pemerintah sebagai regulator meminta untuk memanggil petinggi-petinggi pengusaha tersebut agar UMSK Batam dapat terselesaikan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada dasarnya buruh Kota Batam sebenarnya tidak pernah mematokan berapa UMSK yang akan ditetapkan. Dengan harapan 2020 UMSK Batam dapat terealisasi.

Ia berharap, pengusaha dapat kooperatif untuk mengikuti pertemuan diskusi bersama buruh.

Sehingga nantinya juga akan menjaga hubungan industrial yang harmonis dan tetap terjaga kondusifitas menjelang dan pasca mayday.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada buruh Kota Batam untuk saling menjaga kondusifitas dengan cara tidak melakukan aksi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

“Kami meminta kepada teman-teman buruh untuk saling menghormati sesama,” jelasnya.

“Kami imbau kepada anggota F-Lomenik SBSI dan meminta kepada teman-teman buruh untuk tidak melakukan aksi demi menghargai teman-teman yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2020,” tegasnya.(zis)

Melecut Pertumbuhan Ekonomi Berbekal Gas Bumi

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Cabang Batam akan menambah infrastruktur pipa untuk memperluas pemanfaatan gas bumi untuk berbagai sektor kebutuhan energi di Kota Batam, tahun depan.

Pipa sepanjang kurang lebih 10 kilometer (km) itu akan dibangun melewati tiga kecamatan sekaligus.

Yakni, dari Kecamatan Batuampar, melewati kawasan Seipanas di Kecamatan Batam Kota, dan tersambung hingga ke Pelita di Kecamatan Lubukbaja.

Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan berkontribusi dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi Kota Batam dalam beberapa waktu ke depan.

“Hal ini sekaligus untuk mengakomodir kebutuhan calon pelanggan komersial yang ada di jalur tersebut,” ujar Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Selasa (10/12/2019).

Dalam beberapa waktu terakhir, selain sektor industri yang telah lama menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, perputaran roda ekonomi dari sektor jasa dan perdagangan juga tumbuh signifikan di Kota Batam.

Hal itu seiring perkembangan kota ini yang diperuntukkan bagi layanan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran atau Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE).

Sehingga, banyak hotel dan restoran yang bermunculan, baik itu di kawasan pusat pemerintahan Batam Centre, maupun di pusat bisnis dan perdagangan di seputar Nagoya, Kecamatan Lubukbaja.

Karena itu, PGN Batam juga menyatakan telah menyediakan infrastruktur pipa untuk melayani peningkatan permintaan gas bumi dari sektor komersial seperti hotel dan restoran tersebut.

“Untuk jaringan pipa di kawasan ekonomi Jodoh, Nagoya dan Batam Centre, PGN telah membangun jaringan pipa gas yang siap digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sampai saat ini, sambung Wendi, PGN Batam telah mengoperasikan pipa sepanjang 163 km yang terdiri dari pipa baja dan polyethlyne yang tersebar di berbagai penjuru kota.

Infrastruktur itu digunakan untuk melayani kebutuhan energi gas bumi bagi semua sendi pergerakan ekonomi di Kota Batam.

Mulai dari sektor industri-termasuk puluhan kawasan industri-dan komersial, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bahan bakar pembangkit listrik, sektor transportasi, hingga pelayanan bahan bakar untuk rumah tangga.

Petugas Perusahaan Gas Negara melakukan pemindahan pipa penyaluran gas bumi karena ada pembuatan dranase oleh pemko Batam di jalan Raja Isa Batam-Kepulauan Riau, Kamis dinihari (28/11).Tujuannnya untuk menghandalkan penyaluran gas kepada pelanggan PGN tidak terhenti. Ini sebagai bentuk komitmen PGN yang siapa siaga melayani pelanggan selama 24 jam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Total, PGN juga telah memasok gas bumi untuk 4.842 pelanggan di wilayah Batam. Rinciannya, 110 pelanggan industri dan komersial, 29 pelanggan kecil, serta 4.720 pelanggan rumah tangga.

“PGN sudah punya 43 pelanggan industri yang tersebar di berbagai kawasan industri di Batam, sedangkan yang komersial seperti hotel dan restoran ada 67 pelanggan,” papar Wendi.

Salah satu kawasan industri di Kota Batam yang menggunakan gas bumi dari PGN Batam adalah Kawasan Industri Batamindo atau Batamindo Industrial Park di Mukakuning, Kecamatan Seibeduk.

Selain menyediakan kebutuhan energi yang akan disalurkan untuk berbagai perusahaan atau tenant yang menyewa di kawasan itu, gas bumi juga digunakan Batamindo untuk membangkitkan listrik mandiri untuk kebutuhan kawasan.

Berbekal mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Gas (PLTDG) atau gas engine yang berjumlah 18 unit dan masing-masing berkapasitas 6 Mega Watt (MW) serta satu unit mesin turbin gas berkapasitas 10 MW, Batamindo mampu menghasilkan cadangan listrik total sebesar 124 MW.

General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah, mengatakan, penggunaan gas bumi sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik di kawasan itu membawa beberapa keuntungan sekaligus.

Selain tak menyisakan limbah dan ramah terhadap lingkungan, gas bumi juga dinilai lebih efisien ketimbang BBM seperti solar maupun Heavy Fuel Oil (HFO), yang sebelumnya digunakan kawasan ini untuk bahan bakar pembangkit listrik.

“Kita hemat bisa sampai 18 persen setelah beralih ke gas bumi,” kata Mook, beberapa waktu lalu.

Rata-rata, kata Mook, setiap bulan kawasan industri Batamindo butuh suplai gas bumi sebanyak 360 Million Metric British Thermal Unit (MMBTU). Sedangkan kebutuhan per hari mencapai 11,5 MMBTU.

“Kita butuh bahan bakar yang aman, dan menghasilkan tegangan dan frekuensi yang stabil. Sejauh ini pakai gas bumi cukup bagus,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Mook, sebagai kawasan industri di Kota Batam yang harus menunjukkan daya tarik bagi investor asing lantaran berhadapan langsung dengan negara tetangga.

Seperti Singapura dan Malaysia, Batamindo juga mengklaim berupaya menerapkan standar internasional. Antara lain, terkait standar ramah lingkungan dalam penggunaan energi.

“Terlebih bagi perusahaan dari negara-negara Eropa, mereka ada aturan yang harus diikuti, termasuk penggunaan energi ramah lingkungan. Maka itu, Batamindo wajib mendukung standar tersebut,” paparnya.

Dengan pemenuhan kebutuhan energi yang sesuai standar internasional tersebut, pihak pengelola kawasan industri berharap makin banyak investor, terutama arus modal dari mancanegara yang mengalir masuk ke Batam, khususnya ke dalam kawasan industri tersebut.

“Karena efeknya untuk menggerakkan ekonomi. Makin banyak investor masuk, tentu tenaga kerja yang terserap juga makin banyak, ekonomi tumbuh,” ujarnya.

Selain Kawasan Industri Batamindo, kawasan industri lain di Kota Batam yang juga menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar energi yakni Kawasan Industri Terpadu Kabil atau Kabil Integrated Industrial Estate di Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Tak hanya itu, PGN juga telah mengalirkan energi gas bumi ke beberapa kawasan industri lain di Batam.

Antara lain, Panbil Industrial Estate, Taiwan Industrial Park, Tunas Industrial Estate, Cammo Industrial Park, Executive Industrial Park, Latrade Industrial Park, Kawasan Industri Puri 2000 dan Bintang Industri.

Sebagai kota yang menjadi sentra penggerak ekonomi di Provinsi Kepri, Batam memang menjadi tumpuan harapan. Banyak industri maupun kawasan industri yang beroperasi di kota ini. Tak heran, Batam kemudian mendapat predikat sebagai kota industri.

Namun, ekonomi Batam dan Kepri pada umumnya sempat terempas saat krisis global menghantam sejak sekitar dua tahun terakhir.

Data dari Badan Pusat Statistik Kepri menyebut, pada triwulan I tahun 2017 lalu, ekonomi Kepri hanya tumbuh 2,02 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,24 persen (yoy).

Bahkan, di triwulan II-2017, pertumbuhan ekonomi Kepri terseok-seok di angka 1,04 persen (yoy), terburuk sepanjang sejarah provinsi ini terbentuk.

Tercatat, tiga sektor andalan Kepri mengalami keterpurukan, yakni industri pengolahan, konstruksi dan pertambangan-penggalian yang turun sangat signifikan.

Bahkan, industri pengolahan dan pertambangan mengalami kontraksi (pertumbuhan minus), terburuk dalam tujuh tahun terakhir.

Imbasnya, banyak terjadi pemutusan tenaga kerja dan meningkatnya jumlah pengangguran dalam kurun dua tahun terakhir.

Namun, kondisi itu perlahan-lahan berubah. Pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri kembali pada tren positif dan menunjukkan peningkatan dalam setahun belakangan ini. Salah satu penyebabnya, karena banyaknya investasi yang masuk.

Merujuk data dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri, setelah mengalami perlambatan yang cukup signifikan pada 2017, ekonomi Kepri menunjukkan kinerja yang membaik pada 2018.

Secara kumulatif di tahun 2018, ekonomi Kepri tumbuh sebesar 4,56 persen (yoy), lebih baik dibandingkan kumulatif tahun 2017 sebesar 2,01 persen (yoy).

Memasuki tahun 2019, ekonomi Kepri mencatatkan pertumbuhan yang terus membaik. Tercatat, pada triwulan III tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 4,89 persen (yoy), lebih baik dibanding triwulan II yang tercatat sebesar 4,66 persen (yoy).

Tak hanya industri skala besar, UMKM di Batam juga menunjukkan geliat pertumbuhannya.

Banyak usaha seperti rumah makan yang berdiri di berbagai kecamatan di Batam. Salah satu yang turut andil menopang pergerakan sektor itu adalah penyediaan energi bahan bakar yang bersumber dari suplai gas bumi PGN.

Gas bumi diklaim jauh lebih efisien ketimbang bahan bakar lainnya. Rita, pemilik Rumah Makan Teh Tarek Raja di kawasan Batam Centre mengaku usahanya telah menggunakan gas bumi sejak beberapa tahun terakhir.

Hal itu ternyata mampu menekan biaya operasional rumah makan yang punya menu andalan teh tarek dan tomyam serta aneka menu makanan khas Melayu tersebut.

“Kita bisa hemat lebih dari Rp 1 juta untuk bahan bakar setelah pakai gas bumi, tentu hal ini sangat berguna bagi usaha seperti kami ini,” kata Rita.

Sedangkan untuk sektor transportasi, penggunaan gas bumi juga berkontribusi menyumbang efisiensi bahan bakar bagi sektor angkutan umum, terutama taksi dan juga mobil dinas Pemerintah Kota Batam.

Itu setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PGN Batam membagikan alat untuk mengubah penggunaan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) yakni konverter kit, untuk mobil taksi dan mobil dinas pemerintah tersebut.

Efrius, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam, mengatakan, sejak beralih menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar, ongkos pembelian bahan bakar berkurang signifikan.

Pasalnya, dengan jarak tempuh yang sama, biaya pembelian bahan bakar setelah beralih dari BBM ke gas bumi dinilai jauh lebih murah.

“Kalau kita bisa berhemat, tentu anggaran pemerintah bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih bermanfaat untuk masyarakat, seperti pembangunan jalan yang memang tengah digalakkan di Kota Batam,” katanya.(rna)

Drainase Sudah Dinormalisasi Tapi Masih Banjir, Ternyata….

0

batampos.co.id – Normalisasi drainase dari Pemko Batam sudah cukup maksimal di Batuaji dan Sagulung. Namun demikian persoalan banjir belum sepenuhnya diatasi.

Penyebabnya bukan saja karena faktor alam seperti longsoran tanah ataupun menjamurnya tumbuhan liar yang mempersempit drainase, tapi juga ulah masyarakat sendiri.

Kesadaran untuk jaga kebersihan lingkungan masih rendah. Sampah dibuang ke sembarang tempat sehingga terbawa air saat hujan ke dalam drainase.

Sampah-sampah rumah tangga ini akhirnya menumpuk di lokasi penyebrangan air sehingga terjadi penyumbatan yang mengakibatkan lingkungan sekitar kebanjiran.

Inilah yang terlihat di lokasi penyebrangan air pinggir jalan R Suprapto depan sekolah Putera Batam, Batuaji.

Tumpukan sampah memenuhi ujung gorong-gorong yang akan melintas ke wilayah Sagulung.

Tumpukan sampah di drainase. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pantauan di lapangan, sebagian sampah sudah diangkat oleh petugas kebersihan ke pinggir jalan, namun itu hanya mengurangi saja sebab masih banyak lagi tumpukan sampah lain di dalamnya.

“Seminggu yang lalu diangkat oleh petugas, tapi sekarang sudah banyak lagi,” kata Ahmad, warga setempat, Selasa (10/12/2019).

Menurutnya, drainase tersebut merupakan drainase induk. Sehingga semua aliran air dari kelurahan Buliang menumpuk di drainase tersebut.

“Sampah-sampah juga hanyut ke sini,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya yang masih minim ini dibenarkan oleh pihak kecamatan Batuaji.

Camat Batuaji, Ridwan, mengatakan, pihaknya meluncurkan program bank sampah di setiap kelurahan untuk mengatasi persoalan sampah itu.

Sampah yang bernilai ekonomis disimpan kemudian dibawa ke kantor kelurahan masing-masing.

Sampah-sampah ini dihargai dengan rupiah yang nantinya bisa dipergunakan untuk membayar iuran BPJS dan lain sebagainya.

“Sudah berjalan (program bank sampah). Sudah banyak yang jadi nasabah tetap dan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Selama ini kata dia, kebiasan buang sampah sembarangan masih dilakukan warganya.

“Kita berharap kebiasan yang kurang bagus itu ditiadakan demi kenyamanan dan ketertiban bersama,” ujarnya.(eja)

Begini Cara Kecamatan Batuaji Untuk Atasi Banjir

0

batampos.co.id – Pihak Kecamatan Batuaji gencar memperkenalkan program bank sampah kepada masyarakat.

Program bank sampah yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu ini diharapkan mengurangi tonase pembuangan sampah rumah tangga.

Data yang disampaikan pihak kecamatan dalam sehari warga kecamatan Batuaji bisa menghasilkan di atas 50 ton sampah rumah tangga.

Jumlah sampah yang cukup banyak ini akan berdampak buruk bagi lingkungan jika masyarakat membuangnya di sembarangan tempat.

Banjir dan persoalan lingkungan sosial lainnya akan jadi masalah serius, jika masyarakat tidak meninggalkan kebiasaan membuang sampah di sembarangan tempat tersebut.

Camat Batuaji, Ridwan, mengatakan, melalui program bank sampah ini masyarakat diajak untuk mengola sampah sendiri.

Kata dia, sampah yang bisa didaur ulang dan bernilai ekonomis seperti sampah plastik, kertas dan kaleng, ditampung kemudian di antar ke kantor kelurahan masing-masing.

Ibu-ibu kader posyandu, warga Perumahan Villa Mukakuning Paradise, Batuaji, me­nimbang sampah rumah tangga non organik, Rabu (10/7/2019) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Di kantor lurah lanjutnya, sampah bernilai ekonomis ini timbang dan menghasilkan uang.

Uang hasil penjualan sampah bahkan bisa dipergunakan untuk membayar iuran BPJS dan membeli emas di pegadaian.

“Nanti setiap warga akan didata dan diberi buku rekening,” jelasnya.

“Nilai jual sampah akan dimasuk ke rekening. Lumayan kalau sudah banyak bisa buat potongan iuran BPJS ataupun membeli emas di Pegadaian,” kata Ridwan lagi.

Selain itu melalui program bank sampah, masyarakat juga diajak mengola sampah basah lain untuk dijadikan kompos.

Kompos ini kata dia, bisa dipergunakan untuk menanam bunga ataupun bercocok tanam di depan rumah.

“Semua jenis sampah yang bisa diolah kembali harus dimanfaatkan,” paparnya.

“Jika ini berjalan dengan baik dan disadari semua masyarakat maka tonase sampah yang diangkut akan berkurang,” kata Ridwan.

Menurutnya, saat ini program bank sampah sudah berjalan dengan baik. Setiap kantor kelurahan menampung paling sedikit 200 kilogram sampah yang diantar warganya.

“Hari ini kelurahan Kibbing dan Buliang masing-masing terima 200 kilogram. Rata-rata segitulah perhari di setiap kantor kelurahan,” ujarnya.

ia berharap, agar persoalan sampah bisa di atasi dengan baik. Sehingga tidak menumpuk di tempat sampah dan memenuhi drainase.

“Yang bisa hasilkan uang kenapa harus dibuang. Bawa saja ke kantor kelurahan masing-masing,” imbau Ridwan.(eja)

Bersama Nongsa: Eksplorasi Peluang oleh Binar Academy

0

Edukasi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan, tentu saja itu semua tidak lepas dari kolaborasi berbagai elemen pendidik.

Berbagai elemen pendidik terus bahu membahu untuk masing-masing ambil bagian dalam proses memajukan edukasi di Indonesia.

Binar Academy juga turut ambil peran melalui berbagai program seperti Binar Scholarship, itu semua dilakukan dengan semangat mengedukasi masyarakat Indonesia menyoal industri digital. 

Tidak berhenti di situ, tahun ini Binar Academy diberi kesempatan untuk melakukan riset penelusuran informasi seputar daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Riset yang didukung oleh program Dayamaya ini diusung oleh Badan Aksesibilitas dan Teknologi Informasi (BAKTI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Persiapan dan Riset ini dilakukan sejak bulan Oktober lalu di Nongsa, Batam, Riau.

Sebagai salah satu daerah terluar Indonesia dan sebagai salah satu daerah penerima infrastruktur hasil dari program BAKTI Kominfo, Nongsa rupanya tidak semata-mata jalan di tempat.

Hasil riset menemukan bahwa terdapat potensi digital yang muncul dari kalangan pelajar, mahasiswa dan juga komunitas di Batam.

Salah satu alasan mengapa riset ini muncul salah satunya adalah agar masyarakat dapat melihat  secara nyata situasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di Indonesia.

Gambaran tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk mengukur sejauh mana kesiapan Nongsa sebagai sebuah daerah dalam rangka pre penyaringan dan rencana penyelenggaraan pelatihan kerja di bidang industri digital pada tahun 2020 yang akan datang.

Wujud langkah awal Binar Academy disamping eksplorasi ini adalah mengajak pihak lain untuk mendengarkan dan berbagi cerita, dengan harapan untuk membuka peluang kolaborasi dalam proses penciptaan masa depan yang lebih baik.

Penelitian Tindakan Partisipatif Binar Academy bersama siswa SMKN1 Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Binar Academy juga ingin memberikan pengaruh yang lebih besar lagi bagi Indonesia di tahun ke depan melalui pengembangan literasi digital.

Segala usaha tersebut dibentuk agar selaras dengan semangat yang dibawa oleh Binar Academy, yaitu semangat untuk membawa perubahan.

Edukasi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan, tentu saja itu semua tidak lepas dari kolaborasi berbagai elemen pendidik.

Berbagai elemen pendidik terus bahu membahu untuk masing-masing ambil bagian dalam proses memajukan edukasi di Indonesia.

Binar Academy juga turut ambil peran melalui berbagai program seperti Binar Scholarship, yaitu sebuah program kerjasama baik dengan pemerintah maupun swasta melalui pembiayaan dan pemberian beasiswa.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi masyarakat lokal atau sasaran tertentu, itu semua dilakukan dengan semangat mengedukasi masyarakat Indonesia menyoal industri digital.

Lebih fokus, Binar Academy bermaksud untuk memberikan pengembangan sumber daya manusia dan meningkatkan kapasitas talenta digital di daerah lokal.

Tidak berhenti di situ, tahun ini Binar Academy diberi kesempatan untuk melakukan riset penelusuran informasi seputar daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Riset dan persiapan ini dilakukan sejak bulan Oktober lalu di Nongsa, Batam, Riau. Riset yang didukung oleh program Dayamaya ini diusung oleh Badan Aksesibilitas dan Teknologi Informasi (BAKTI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Penelitian tindakan partisipatif Binar Academy bersama siswa SMKN1 Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

BAKTI memiliki tujuan untuk menjembatani kesenjangan digital untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, dengan menyediakan sarana prasarana telekomunikasi dan juga koneksi internet di daerah 3T, BAKTI merealisasikan tujuannya.

Sedang untuk memfasilitasi startup, komunitas, kelompok masyarakat, dan UMKM digital dari seluruh Indonesia yang membuat solusi tepat guna bagi masyarakat, khususnya yang berfokus di daerah 3T, lahirlah program inisiatif bertajuk DayaMaya. 

Dayamaya ingin memantik upaya kolaborasi lintas sektor bagi kesejahteraan masyarakat.

Fasilitas utama yang diberikan BAKTI melalui DayaMaya terbagi menjadi empat yaitu pelatihan SDM, eksekusi survei pasar, infrastruktur dan teknologi, serta sosialisasi dan pemasaran.

Sebagai salah satu daerah terluar Indonesia dan sebagai salah satu daerah penerima infrastruktur hasil dari Kominfo, Nongsa rupanya tidak semata-mata jalan di tempat.

Hasil riset menemukan bahwa terdapat potensi digital yang muncul dari kalangan pelajar, mahasiswa dan juga komunitas di Batam.

Salah satu alasan mengapa riset ini muncul salah satunya adalah agar masyarakat dapat melihat secara nyata situasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di Indonesia.

Gambaran tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk mengukur sejauh mana kesiapan Nongsa sebagai sebuah daerah dalam rangka pre penyaringan dan rencana penyelenggaraan pelatihan kerja di bidang industri digital pada tahun 2020 yang akan datang.

Wujud langkah awal Binar Academy disamping eksplorasi ini adalah mengajak pihak lain untuk mendengarkan dan berbagi cerita, dengan harapan untuk membuka peluang kolaborasi dalam proses penciptaan masa depan yang lebih baik.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah terjalin dengan entitas startup di Batam adalah kerjasama dengan Global Intra Talenta (Glints).

Yaitu memberikan dukungan pelatihan dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya pemberian pelatihan pemrograman untuk memecahkan kesenjangan kemampuan tenaga kerja programer.

Dengan output pelatihan berupa kandidat tenaga kerja bidang Informasi Teknologi yang siap berkompetensi di ranah International khususnya Asia Tenggara dan spesifik di Singapura.

Namun sayangnya potensi program pelatihan ini sendiri belum banyak diminati oleh masyarakat batam, hanya 10 persen dari total peserta pelatihan yang berasal dari Batam.

Dengan adanya dukungan dari Kominfo dan BAKTI melalui Dayamaya diharapkan dapat muncul program-program pre pelatihan misalnya memberikan edukasi dalam bentuk literasi profesi dan literasi digital dari usia dini dengan harapan dapat memberikan gambaran kepada siswa dan orangtuanya bahwa tenaga kerja bidang IT merupakan salah satu profesi yang berpotensi dan menjanjikan kedepannya. 

Serta dengan pemahaman tersebut memupuk kesadaran siswa untuk dapat melakukan persiapan belajar sesuai minat dan bakatnya khususnya IT baik secara otodidak maupun melalui lembaga pelatihan agar dapat meraih tujuannya untuk menjadi pekerja IT tersebut.

Binar Academy juga ingin memberikan pengaruh yang lebih besar lagi bagi Indonesia di tahun ke depan melalui pengembangan literasi digital.

Segala usaha tersebut dibentuk agar selaras dengan semangat yang dibawa oleh Binar Academy, yaitu semangat untuk membawa perubahan.(*)

Truk Trailer Tergelincir di Southlink, Ini Penampakannya

0

batampos.co.id – Akibat powerseneling lepas satu unit truk trailer tergelincir di sekitar southlink.

Kanit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Viktor, mengatakan, truk tersebut dari arah Simpang Jam menuju Tiban.

“Mogok di tanjakan soutlink gara-gara powerseneling lepas,” katanya kepada batampos.co.id, Selasa (10/12/2019).

Personel Satlantas Polresta Barelang saat mengevakuasi truk trailer yang tergelincir di sekitar Southlink. Foto: Satlantas Polresta Barelang untuk batampos.co.id

Menurutnya tergelincirnya trus tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas di sekitar kejadian sempat tersendat.

Selain itu kata dia, hal yang sama juga terjadi di sekitar tanjakan Seiladi menuju Nagoya.

“Ada dua kejadian yang sama, satu lagi truk bawa tabung gas mogok di tanjakan arah Seiladi arah Nagoya,” paparnya.

Tetapi lanjutnya sudah diamankan jajaran Satlantas Polresta Barelang.(ali)

Dewan Pers Ingatkan Wartawan untuk Tidak Melakukan Plagiarisme

0

batampos.co.id -Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun, mengingatkan kepada para wartawan untuk tidak melakukan plagiarisme atau menjiplak karya orang lain.

Menurutnya, selain melanggar hukum, Dewan Pers tidak menolelir hal tersebut.

“Bila terbukti, status verifikasi media bisa kami turunkan,” ujar Hendri saat menjadi pembicara di Batam, Senin (10/12/2019).

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun saat menjadi pembicara pada diskusi publik yang menangkat tema “Delik Pers di Era Digital”. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

ia menjelaskan. status verifikasi media massa dilakukan secara berjenjang. Dari terdaftar, verifikasi administrasi dan verifikasi faktual.

“Yang sudah terverifikasi secara faktual bisa kami turunkan ke administrasi,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Hendri memberikan pembekalan kepada segenap pemilik media massa siber di Batam tentang delik Pers yang bisa saja dihadapi.

Tampil bersama Hendri memberikan pembekalan ialah advokat Kasbol Jihad.(ptt)

Jaga Suplai Air, ATB Lakukan Perbaikan Kebocoran Pipa Transmisi

0

batampos.co.id – Bagian dari peningkatan pelayanan kepada pelanggan, ATB berupaya menjaga suplai air mengalir lebih baik.

Sejumlah pekerjaan dilakukan untuk penguatan suplai air ke pelanggan sesuai kebutuhan saat ini.

Head of Corporate Seecretary, ATB Maria Jacobus, mengatakan, program penguatan suplai yang dilakukan ATB berjalan bertahap.

Terdapat beberapa rangkaian pekerjaan yang dilakukan ATB. Salah satunya pekerjaan perbaikan kebocoran jalur transmisi yang berlokasi di Simpang Bagan Tanjung Piayu.

“ATB akan lakukan pekerjaan perbaikan kebocoran di jalur transmisi DN 600 mm. Jalur pipa transmisi harus mendapat perawatan, hal ini jadi bagian dari program penguatan suplai yang dilakukan ATB. Kita berharap pekerjaan bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal,” ujar Maria, Senin (9/12/2019)

Selama pekerjaan berlangsung, suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang tidak mengalir sementara waktu.

Petugas PT ATB sedang melakukan perbaikan pipa penyaluran air bersih di IPA Duriangkang. Selama pekerjaan berlangsung, suplai air dari  IPA Duriangkang tidak mengalir sementara waktu dan perbaikan kebocoran pipa dilakukan Rabu (11/12/2019) mulai pukul 20.00 – 05.00 WIB. Foto: Humas ATB untuk batampos.co.id

Pelanggan yang mendapat suplai dari Duriangkang akan berdampak sementara waktu. Pekerjaan perbaikan kebocoran pipa dilakukan Rabu (11/12) mulai pukul 20.00 – 05.00 WIB.

“Perbaikan ini tentu harus dilakukan, tujuannya agar performa suplai bisa lebih terjaga. Mudah-mudahan tim kami bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat serta bisa mengalirkan kembali suplai ke pelanggan,” ujar Maria.

Pekerjaan perbaikan kebocoran merupakan rangkaian program penguatan suplai untuk wilayah-wilayah ujung IPA seperti Tanjung Uncang dan wilayah sekitarnya.

Rangkaian program penguatan suplai ini diharapkan bisa memberikan hasil lebih baik.
Saat pekerjaan dilakukan, suplai dari IPA Duriangkang akan berhenti sementara waktu.

Mengingat perbaikan kebocoran pipa harus dilaksanakan saat pipa benar-benar telah kosong dari air. Secara teknis akan ada proses proses welding/pengelasan pada pipa tersebut.

Meski dilakukan pekerjaan perbaikan kebocoran pipa transmisi, namun wilayah terdampak dari shutdown IPA Duriangkang tidak luas seperti pekerjaan penguatan suplai yang dilakukan sebelumnya.

Pekerjaan kali ini lebih di minimalisir ke wilayah terdampak yakni di wilayah Panbil, Sukajadi dan area Batam Centre dan sekitarnya.

“Tetap kami himbau pelanggan di wilayah terdampak diharapkan bisa mempersiapkan tampungan air untuk digunakan seperlunya, sebelum suplai air terganggu,” harap Maria.

Pekerjaan perbaikan kebocoran pipa distribusi ATB, diharapkan bisa selesai sesuai estimasi waktu yang telah ditentukan, apabila tidak ada kendala teknis dilapangan.

Suplai air akan mengalir secara bertahap selama masa pemulihan usai pekerjaan dilakukan.

“Setelah selesai pekerjaan dilakukan, suplai air mengalir secara bertahap, pelanggan terdekat dari area produksi mendapatkan suplai lebih awal, sebaliknya pelanggan yang berada diujung pipa dan berada di elevasi tinggi akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan air,” ujar Maria.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Call Center ATB (0778) 467111, atau inbox di fanpage ATB Batam. ATB mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.(*)