Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 10751

Keterlaluan Pria Ini Sebar Foto dan Video Syur Mantan Pacar di Media Sosial

0

batampos.co.id – Akibat menyebarkan foto dan video syur mantan pacarnya, YP divonis penjara dua tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Senin (25/11/2019).

Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 48 Ayat (2) Jo 32 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

”Perbuatan terdakwa telah terbukti tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan,” ujar Hakim ketua Taufik Nainggolan didampingi Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa.

“Sehingga menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Yengki Pandiangan dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata dia lagi.

Terdakwa Yengki usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin. Foto: Yulianti/batampos.co.id

Selain itu, lanjutnya perbuatan terdakwa kepada mantannya berinisial MN merupakan perbuatan yang sangat merugikan orang lain. Sehingga tidak ada alasan untuk membebaskannya dari segala jeratan hukum.

”Selain hukuman penjara, terdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” katanya.

Hukuman atas terdakwa, ternyata lebih ringan satu tahun dari tuntutan JPU Karya So Immanuel Grot yang sebelumnya menuntut terdakwa tiga tahun penjara.

Diuraikan dalam surat dakwaan, kasus penyebaran foto dan video syur yang dilakukan YP berawal dari rasa sakit hatinya saat mengetahui saksi korban yang merupakan mantan pacarnya menikah dengan orang lain.

Dari kekecewaan tersebut, terdakwa mengancam akan menghancurkan rumah tangga saksi korban dengan menyebarkan foto dan video bugilnya.

Setelah mengancam, terdakwa kemudian memposting lima foto dan dua video tanpa busana di Facebook milik saksi korban.

Sehingga seolah-olah saksi korban yang memposting sendiri foto dan videonya tersebut ke beranda media sosialnya.

Mengetahui foto dan video bugil milik istrinya (korban, red) disebarkan oleh terdakwa YP, BG suami korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kepri. YP kemudian ditangkap hingga divonis penjara 2 tahun oleh PN Batam, kemarin.(une)

Bekas Gudang Persero di Pelabuhan Batuampar Dibongkar

0

batampos.co.id – Dalam tempo dua minggu sejak Senin (25/11/2019), Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membongkar gudang milik Persero di Dermaga Utara, Pelabuhan Batuampar.

Nantinya, bekas gudang ini akan menjadi akses menuju container yard (CY) atau area penyimpanan kontainer yang akan segera dibangun.

”Sudah mulai dari hari ini (kemarin) dibongkar. Nanti dalam waktu dua minggu akan kelar. Pembongkaran ini untuk mempersiapkan lahan seluas 10 hektare yang akan digunakan untuk membangun CY,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, Senin (25/11).

CY ini nanti akan memiliki luas 12 hektare yang terdiri dari lahan bekas gudang Persero dan juga reklamasi di sekitar pelabuhan.

”Ada tiga gudang yang dibongkar. Dan pembongkaran ini merupakan tahap awal revitalisasi Pelabuhan Batuampar,” ungkapnya.

Pembongkaran gudang dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak peralatan di dalamnya. Setelah dibongkar, maka peralatan milik Persero akan direlokasi ke tempat yang sudah ditentukan.

Adapun, proses pembongkaran ini ditetapkan melalui lelang. Pemenang lelang adalah Humbang Utama Bersatu. Dan anggaran yang ditetapkan untuk proses pembongkaran sekaligus pemindahan gudang eks Persero ini sebesar Rp 700.052.700. Waktu pelaksanaannya selama 30 hari terhitung sejak 18 November lalu.

Pengembangan Pelabuhan Batuampar dilakukan dalam tiga tahap.

Pertama, pengerukan alur laut dan penataan CY di dermaga utara, termasuk penataan atas lahan Persero seluas 10 hektare.

Kedua, mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk pemasangan dua unit rubber tyred gantry (RTG). RTG merupakan alat bongkar muat kontainer yang dapat bergerak di CY, dan dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) yang juga merupakan alat bongkar muat di pelabuhan yang dapat berpindah-pindah tempat.

Sementara Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi memastikan, pembongkaran gudang di Pelabuhan Batuampar, merupakan bagian dari rencana pengembangan pelabuhan tersebut.

Gini saja, saya tak sebut yang protes. Ini saya lakukan ini untuk pembangunan Batam ke depan,” kata Rudi di Best Western Panbil, Senin (25/11).

Ia mengatakan, di negara manapun, kontainer tak memerlukan gudang. Lagi pula, selama ini di gudang barang hanya beralas palet dan rentan rusak. Menurutnya, dengan disimpan di kontainer tanpa gudang, tidak akan menjadi masalah.

”Orang enggan masuk ke Batam salah satunya karena fasilitas ini tak terpenuhi. Saya punya tugas memenuhi ini. Kalau kontainer tak butuh gudang, tapi butuh tanah yang lapang. Pelabuhan Batuampar tanahnya sudah sempit,” imbuhnya.

Ia mengatakan, tanpa dikembangkan menjadi lebih baik, pelabuhan akan enggan digunakan. Ia menyebutkan, dirinya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Batam memiliki pelabuhan yang sangat representatif.

”Sekarang bagian pelabuhan sudah dibersihkan, jadi ke depan kalau simpan barang jadi mudah,” katanya.

Ia mengaku, keputusan itu memang bukan tanpa protes, bahkan dirinya dikeluhkan pegawai Persero.

”Mereka bilang, kalau itu dibongkar, hilanglah pencaharian kami, anak istri kami bagaimana. Saya bongkar ini, bukan untuk hentikan mata pencaharian pegawai Persero, ini atas perintah Kemenkeu (Kementerian Keuangan),” kata dia.

Bahkan, ia mengatakan, Persero akan dilibatkan dalam kegiatan pelabuhan, yakni akan masuk dalam konsorsium. Pembangunan Pelabuhan Batuampar akan dimulai tahun 2020 mendatang.

”Pelindo mau ketemu untuk presentasi, yang jelas saya mau ada crane permanen dan sistem pembayaran di sana harus berbasis online. Sehingga pendapatan pelabuhan meningkat. Tak hanya itu, tambat kapal juga berlabuh pakai online ke depan, tak ada yang manual,” ujarnya.

Terkait ini, sebelumnya Rudi pernah mengatakan pihaknya berkeinginan kapasitas pelabuhan ditingkatkan dari yang sekarang sebesar 350 ribu TEUs menjadi 5 juta TEUs per tahun.

“Kalau tidak dilakukan (pembangunan), pelabuhan begitu saja. Nah, satu cost besar juga sistemnya model lama,” ujarnya.

“Maunya kami sistem baru dengan biaya murah,” imbuhnya lagi.

Sebelumnya, sejumlah asosiasi pengusaha bidang kepelabuhanan di Batam juga sempat menolak rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan perombakan dan pengelolaan Pelabuhan Batuampar kepada PT Pelindo II. Mereka khawatir, Pelindo II akan mengambil alih semua sektor kerja di pelabuhan yang selama ini ditangani pengusaha lokal.

Di antara asosiasi yang keberatan tersebut antara lain Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Batam, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam.

“Kami pengusaha pelabuhan Batam yang mempunyai usaha crane dan kontainer nanti tidak bisa bekerja,” kata Wakil INSA Batam, Roy di Harbour Bay, Batam, Kamis (17/10) lalu.

“Karena kalau Pelindo II masuk, semua akan diambil alih Pelindo II. Sementara, kami ini adalah perintis pelabuhan. Tentunya kami keberatan jika Pelindo II masuk,” pungkasnya. (iza)

Avsec Hang Nadim Gagalkan Pengiriman 1,1 Kilogram Sabu dan 1.621 Butir Ekstasi

0

batampos.co.id – Penyelundupan Narkoba melalui Bandara Hang Nadim Makin marak. Dalam dua hari, Avsec (Aviation Security) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan sebanyak 1,1 kilogram sabu dan 1.621 butir ekstasi dari tersangka Faisal Abdul Aziz dan Reza Rudian.

Tersangka Faisal diamankan bersama barang bukti 143 gram sabu dan 1.621 butir ektasi pada Rabu (20/11/2019).

Sementara Reza dibekuk bersama barang bukti sabu seberat 1 kilogram pada Kamis (21/11/2019).

Modus penyelundupan kedua kurir ini dengan memasukan ke dalam ransel, sepatu, dan juga disembunyikan di area pinggul.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, tersangka Faisal diamankan bersama seorang perempuan yang kode bookingnya sama dengan Faisal.

”Keterlibatan perempuan bersama Faisal masih didalami aparat berwenang,” katanya, Senin (25/11/2019).

Penangkapan ini bermula saat petugas Avsec melakukan tugas rutinnya di Security Check Point (SCP) pertama, pintu masuk terminal keberangkatan Hang Nadim. Saat itu petugas melihat dua orang yang gerak geriknya mencurigakan saat akan memasuki SCP pertama.

Begitu memasuki pintu walkthrough, alarm mendeteksi ada yang janggal.

”Karenanya petugas melakukan pemeriksaan manual,” ungkapnya.

Barang bukti (ilustrasi)

Begitu dilakukan pemeriksaan manual, petugas menemukan ada yang menganjal di bagian pinggul serta sepatu milik Faisal. Sehingga petugas meminta Faisal dan teman perempuannya memasuki area pemeriksaan.

”Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, ditemukan barang-barang terlarang tersebut (narkoba). Pelaku sendiri tidak dapat mengelak lagi setelah ada temuan tersebut,” ucapnya.

Sabu dan ekstasi tersebut rencananya akan dibawa Faisal menuju Palembang.

Selang sehari penangkapan terhadap Faisal, petugas avsec kembali mengamankan Reza Rudian, 21 yang membawa 1 kilogram sabu. Aksi penyelundupan narkoba yang dilakukan kurir sabu ini terbilang nekat.

”Ia memasukan sabu ke dalam tas ransel,” kata Suwarso.

Aksi nekat itu berhasil ditegah saat Reza memasuki SCP pertama Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari hasil penyelidikan sementara, sabu tersebut rencananya akan dibawa menuju ke Lombok.

”Kasus ini kami serahkan ke BNNP Kepri,” ungkap Suwarso.

Sepanjang November ini, kata Suwarso, jajaranya telah menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 2.173 gram sabu dan 1.621 ektasi. (ska)

Belasan Siswa Diboyong ke Kantor Camat, Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Tim gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja di kecamatan Sagulung mengamankan belasan remaja yang masih mengenakan seragam SMA di salah satu kedai di Jembatan Nato, Seilangkai, Sagulung, Selasa (26/11/2019) pagi.

Remaja-remaja tersebut terciduk keluyuran saat jam sekolah masih berlangsung. Mereka lantas dibawa ke kantor Camat Sagulung untuk diberikan pembinaan dan pengarahan.

Camat Sagulung, Reza Khadafi, memastikan, para remaja tersebut masih aktif sebagai pelajar di sejumlah SMA yang ada di sekitar wilayah Dapur 12, Sagulung.

Ilustrasi. Siswa diamankan Satpol PP. Foto: Jawa Pos

Menurutnya, untuk memberikan efek jera kepada para remaja tersebut pembinaan langsung dilakukan oleh pihak Kepolisian dan TNI.

“Mereka juga didata. Orangtuanya kami panggil supaya ada pengawasan yang lebih lagi kedepannya,” ujar Reza.

Usai diberi pembinaan dan didata, belasan siswa itu langsung dikembalika ke sekolah masing-masing.

“Kita juga sampaikan ke pihak sekolah supaya lebih diperhatikan lagi. Anak-anak harus berada di sekolah kalau masih jam sekolah,” kata Reza.(eja)

Wanita Muda Tewas di Gerbang Perumahan Graha Nusa Batam

0

batampos.co.id – Mayat seorang wanita muda ditemukan tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan R Suprapto persisnya depan gerbang perumahan Graha Nusa Batam, Sagulung, Senin (25/11/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban yang belakangan diketahui bernama Eni Sulastri itu diduga korban tabrak lari. Pasalnya hampir seluruh tubuh korban dipenuhi luka sobek.

Jenazah korban pertama kali didapati oleh pengguna jalan lain sekitar pulul 19.30 WIB dan sudah tidak bernyawa.

ilustrasi

Korban lantas dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Korban diketahui warga perumahan Permata Laguna, Marina.

Jenazah korban saat ini telah ditangani pihak kepolisian dan keluarga. Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, membenarkan hal tersebut.

Pihaknya menduga korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun untuk kepentingan penyelidikan, kasus tersebut dilimpahkan ke Satlantas Polresta Barelang.

“Ke unit laka lantas karena kemungkinan korban kecalakaan lalulintas,” ujar Riyanto.(eja)

Klarifikasi dari PT Ajinomoto Indonesia

0

Pada edisi Senin (25/11/2019) batampos.co.id merilis sebuah artikel berjudul Keuntungan Tanpa Etika Sangat Tercela.

Pada artikel ini termaktub kalimat, Tapi, sejak tahun 1999 Ajinomoto mengganti salah satu bahan baku pembuat MSG. Dari polypeptone yang biasa diekstrasi dari daging sapi, menjadi bactosoytone yang diekstraksi dari daging babi.

Untuk apa?

Ajinomoto ingin meraup untung lebih besar menggunakan bactosoytone hasil pembiakan dari Pankreas Babi. Tentu agar biaya lebih ekonomis. Padahal mereka telah mengantongi sertifikat halal. Ini sama saja dengan membohongi pelanggan.

Kalimat ini menjadi keberatan bagi pihak Ajinomoto Indonesia.

Artikel diatas mendapat tanggapan dari pihak Ajinomoto.

Melalui surel (surat elektronik), Public Relation Department Manager PT Ajinomoto Indonesia menyampaikan keberatannya.

Menurut Public Relation PT Ajinomoto Indonesia, Indra Nurcahyo, informasi tentang Ajinomoto Indonesia seperti artikel diatas ialah tidaklah benar dan tidak sesuai fakta.

“Saat ini Ajinomoto Indonesia tidak hanya mengantongi sertifikat halal tapi juga memperoleh Sistem Jaminan Halal yang merupakan bentuk komitmen kami dalam memberika produk-produk yang halal untuk negara-negara Islam di Timur Tengah,” terang Indra dalam surelnya.

Demikian klarifikasi ini kami bikin seperti yang dikirimkan kepada kami. Mohon maaf dan terimakasih.

Redaksi

 

Polisi Awasi Penjualan Tiket Kapal dan Pesawat

0

batampos.co.id – Masyarakat yang hendak mudik saat perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang sudah bisa memesan tiket kapal maupun pesawat mulai saat ini.

Agar tidak ada spekulan dari oknum tak bertanggungjawab, Polresta Barelang mengawasi seluruh penjualan tiket di setiap konter.

“Anggota kita tetap memantau situasi di bandara maupun di pelabuhan agar tidak terjadi calo penjualan tiket. Kita tetap lakukan pemantauan,” ujar Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, kemarin.

Dikatakan Prasetyo, penjualan tiket dilaksanakan langsung oleh setiap operator. Dimana, dalam penjualan tiket menjelang hari besar dinilai Prasetyo sudah semakin baik. Dimana, dalam setiap pemesanan tiket kapal maupun pesawat harus melampirkan dari identitas penumpang.

Suasana bandara Hang Nadim

“Sehingga masalah tiket nantinya tidak ada spekulan yang sengaja memborong tiket, kemudian menaikkan harga. Demikian juga maskapai penerbangan dan kapal. Sekarang sistem sudah baik, untuk pembelian harus melampirkan identitas diri,” tuturnya.

Kepada seluruh masyarakat, Prasetyo mengimbau agar membeli tiket di loket resmi. Jika nantinya masyarakat atau calon penumpang yang menemukan kembali adanya calo tiket dibeberapa pelabuhan di Kota Batam, ia meminta untuk segera melaporkan kepada seluruh jajarannya yang ada di lapangan.

“Kami akan dirikan Pos Pelayanan maupun Pos Pengamanan. Silahkan laporkan kepada kami dan kami akan tindak lanjuti itu dengan tindakan yang tegas,” tuturnya. (gie)

Panglima TNI Jamin Kepri Aman

0

batampos.co.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, dengan berdirinya Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I atau Kogabwilhan I di Tanjungpinang membuat keamanan Kepri lebih baik lagi, sehingga bisa memberi dampak baik bagi kegiatan dan pertumbuhan ekonomi.

“Dengan adanya Kogabwilhan ini keamanan kita makin kuat. Jadi, oknum siapapun yang bermain bisa langsung ditindak. Karena kekuatan dari Kogabwilhan adalah senua unsur yang tergelar,” kata Hadi Tjahjanto saat meninjau lokasi tanah hibah seluas 20 hektare untuk pembangunan Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) I di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/11/2019).

Kogabwilhan merupakan badan pelaksana tingkat pusat Markas Besar TNI. Satuan baru ini langsung berada di bawah komando Panglima TNI. Fungsi dan peran Kogabwilhan yakni mengintegrasikan berbagai pangkalan TNI.

Tanjungpinang dipilih sebagai markas Kogabwilhan I karena di wilayah Kepri terdapat basis-basis pertahanan TNI, seperti Pangkalan TNI AL (Lanal), Pangkalan Udara TNI AU (Lanud), dan Komando Resort Militer TNI AD (Korem).

Kogabwilhan I dipimpin Laksdya TNI Yudo Margono. Wilayah kerjanya mencakup Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Keberadaan Makogabwilhan I, menurut Hadi, sangat penting sebab di Kepri sering terjadi pelanggaran wilayah. Baik wilayah kelautan, udara maupun perbatasan.

Tidak hanya itu, kata dia, luasnya wilayan perairan Kepri juga jadi pemicu penyelundupan, termasuk narkoba.

Karena itu, Hadi Tjahjanto mengaku senang dengan segera berdirinya Makogabwilhan I di atas lahan yang dihibahkan Pemprov Kepri.

“Pertama, saya berterimakasih atas hibah sebidang tanah ini. Dengan ini stabilitas keamanan masyarakat Kepri akan lebih terjamin ke depannya.

Secara ekonomi, hal ini juga nantinya semoga berdampak terhadap iklim investasi di daerah serta perkembangan pariwisata,” kata Hadi.

Hadi juga mengapresiasi kekompakan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kepri.

“Jika Forkopimda sudah terjalin dengan baik, maka saya yakin AGHT (ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan ) tidak akan ada lagi di Kepri. Hal ini harus dipertahankan,” katanya.

Berdasarkan sejarah, dulunya di Tanjungpinang juga telah dibentuk Koordinator Wilayah Pertahanan (Korwilhan) I.
Dengan demikian, hadirnya Kogabwilhan I ini bukan hal baru, karena telah ada sejarahnya. Hanya namanya saja yang berbeda.

“Tanah ini kami terima. Jika statusnya sudah resmi dan bisa kami bangun. Awal tahun 2020 sudah kami mulai. Dan akhir tahun 2020 sudah bisa ditempati,” tegasnya.

Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto berharap dengan dibangunnya Makogabwilhan I ini menjadi langkah awal yang baik di Kepri. Masyarakat Kepri akan lebih aman dan nyaman.

“Jika daerah kita aman, maka investor akan lebih yakin dan percaya. Karena mereka akan lebih merasa aman dan nyaman berinves­tasi. Kunjungan pariwisata juga akan lebih meningkat,” kata Isdianto.

Isdianto menjelaskan, total lahan yang akan dihibahkan seluas 40 hektare. Namun, yang diserahkan pada kesempatan kemarin baru 20 hektare. Sisanya menyusul. (jpg)

Satu Pedagang Punya 7 Gudang di Pasar Induk Jodoh

0

batampos.co.id – Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantib) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari menegaskan, pedagang Pasar Induk Jodoh yang menolak untuk direlokasi sebagian besar mereka memiliki gudang di sana. Bahkan, ada satu pedagang punya tujuh gudang.

”Sebagai pelaksana di Pasar Induk Jodoh, saya paham runtutan dari awal hingga saat ini. Banyak di antara mereka (pedagang) yang menguasai gudang dan ada kepentingan bongkar bisnis di sana,” ungkap Imam, saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Batam, Senin (25/11/2019).

Diakuinya, Pemko Batam dari awal sudah melakukan pendekatan kepada pedagang. Mulai dari pertemuan hingga mencari solusi bersama agar pasar tersebut bisa dikosongkan. Namun begitu, tidak ada titik terang dan pedagang tetap ngotot dan besikeras tak mau meninggalkan lokasi tersebut.

”Ya, salah satunya karena itu (menguasai gudang, red),” bebernya.

Imam melanjutkan, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan kepada pihak swasta, agar mereka yang memiliki kontainer bisa ditampung di tempat relokasi. Bahkan pihak swasta menyanggupi kontainer mereka ditampung gratis selama enam bulan. Tetapi dengan syarat dibongkar sendiri. Sementara jika memakai tenaga orang, di lokasi itu juga telah disediakan tenaga bongkar muatan.

”Tapi lagi-lagi mereka (peda­gang) tak mau. Yang dulunya merasa raja kecil yang minum susu satu cangkir, sekarang harus berbagi dan ini yang membuat mereka enggan menerima solusi kami. Ini harus diluruskan,” tegas Imam.

Dilanjutkannya, gudang-gudang tersebut sudah dikuasai sejumlah pedagang hampir selama 12 tahun. Sementara bagi pedagang tak memiliki gudang sebagian besarnya sudah pindah dan bersedia direlokasi dari Pasar Induk.

”Sebetulnya mereka harusnya berterima kasih sudah menempati gudang ini sekian lama dan itu mau diperbaiki pemerintah untuk kepentingan yang lebih besar. Seharusnya mereka berpikir seperti itu,” sesal Imam.

Disinggung apa isi gudang tersebut, ia mengaku sebagiannya berisi pakaian bekas yang nanti akan dijual di Jodoh. Sebagian lain berisi bahan pokok seperti cabai, bawang, kentang, dan lain sebagainya. Satu pedagang di sana ada yang memiliki hingga tujuh gudang dan tak hanya ditempati, mereka juga menyewakan kepada pedagang lain bahkan ada juga dijadikan sebagai kos-kosan.

”Makanya kami maklum saja jika tidak akan menemukan titik terang selagi belum ada kesadaran dari para pedagang,” bebernya.

Ketua Tim Terpadu Pemko Batam, Yusfa Hendri, mengatakan revitalisasi pembangunan Pasar Induk Jodoh menjadi dasar pengosongan lahan. Proses tersebut sudah dilakukan sejak awal, bahwa untuk membangun pasar induk lahan tersebut harus dikososngkan karena pemerintah pusat akan segera membangun.

”Prosesnya sudah lama, pelaksanaan pembangunan sudah beberapa kali tertunda. Jadi kalau bicara gak ada komunikasi itu salah,” tegas Yusfa.

Hanya saja, sambungnya, yang menjadi persoalan saat ini harus bersama-sama dicari solusi terbaik. Semisal, lanjutnya, ketika ada pedagang yang tidak tertampung, pemerintah akan mencari solusi. Begitu juga dengan alasan biaya sewa yang mahal, akan diselesaikan.

”Tapi jangan rencana pembangunan pasar induk menjadi persoalan. Karena tim terpadu memiliki dasar dan legalitas yang sah,” tegas mantan Kadispar itu.

Sempat Ricuh

Sementara itu, suasana rapat RDP antara Pemko Batam dan pedagang Pasar Induk Jodoh di DPRD Batam kemarin sempat ricuh. Para pedagang menuntut haknya agar kembali bisa berjualan di pasar yang sebelumnya sudah digusur itu.

Suasana rapat dengar pendapat.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Seorang perwakilan pedagang, Naomi, langsung angkat bicara karena menurutnya pendataan yang dilakukan Pemko Batam tidak merata.

”Saya pedagang lama, tapi saya tidak didata,” klaimnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, ketika ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, tuntutan-tuntutan para pedagang telah dipenuhi Pemko Batam.

”Mereka (pedagang) minta lahan untuk lokasi bongkar muat kontainer sudah kami sediakan di belakang tempat penampungan sementara. Mereka juga minta lokasi untuk berjualan dan tidak dipungut biaya, kami juga sudah sediakan di TPS Pasar Induk Jodoh, Pasar TPID, Pasar Hang Tuah di Nongsa, dan Pasar Serumpun Seibeduk,” sebut Amsakar. (rng/zis)

Perpani Kepri Dibentuk Sepihak, Perpani Pengkot Batam Minta Cabut Surat Rekomendasi

0

batampos.co.id – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Pengurus Kota Batam meminta klarifikasi atas Penyusunan susunan kepengurusan Perpani Kepri secara sepihak setelah Musyawarah Provinsi Perpani Kepri yang digelar pada 14 September 2019 di hotel CK, Tanjungpinang.

“Penyusunan susunan kepengurusan Perpani Kepri secara sepihak oleh Ketum terpilih yakni Abdul Razak tanpa melibatkan formatur yang dipilih saat Musprov, melanggar amanah musprov dan Anggaran rumah tangga Perpani,” ujar Ketua Perpani Kota Batam, Dede Herman, saat konferensi pers, Minggu (24/11/2019).

Dia mengatakan, Pengkot Perpani Batam dan Pengkab Karimun telah melayangkan surat mosi tidak percaya kepada PP Perpani untuk kepengurusan yang dibentuk sepihak itu.

“Ini direspon PP Perpani dengan permintaan klarifikasi kepada ketum terpilih dengan masa waktu 14 hari dan sampai hari ini belum pernah kami lihat bentuk klarifikasinya,” katanya.

Tidak hanya itu, Pengkot Perpani Batam dan Pengkab Karimun telah melayangkan surat permohonan pencabutan rekomendasi penerbitan SK Perpani Kepri yang diterbitkan KONI Kepri.

Alasannya karena formatur yang dipilih saat Musprov tidak pernah menandatangani dan mengetahui susunan kepengurusan yang dibuat sepihak dan tidak melibatkan Tim formatur.

Pihaknya juga menyayangkan sikap KONI Kepri, yang tidak menarik surat rekom yang telah diterbitkan dan malah mengeluarkan surat klarifikasi yang ditandatangani oleh Wakil 3 Sekretaris KONI Kepri.

Ketua Pengkot Persatuan Panahan Indonesia Kota Batam Dede Herman bersama pengurus memberikan di Kepri Mall, Minggu (24/11/2019). Foto; Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kata dia, nama wakil sekretaris 3 KONI Kepri masuk dalam susunan Kepengurusan Perpani Provinsi Kepri yang dipermasalahkan dan seolah KONI Kepri menjadi pihak penjawab permintaan klarifikasi yang diminta PP Perpani kepada ketua umum Perpani Kepri terpilih.

“Perpani Batam akan melayangkan surat protes kepada Ketua Umum KONI Kepri atas surat klarifikasi yang keluarkan KONI Kepri yang hanya ditandatangani oleh Wakil 3 Sekretarisnya,” ucapnya.

“Daftar absen yang dimakud hanya daftar hadir sekali untuk membicarakan secara umum rencana rapat rapat selanjutnya yang ternyata tidak ada dilaksanakan,” sambungnya.

Ia juga meminta KONI Kepri mengusut dan menyelidiki kelengkapan persyaratan dokumen Surat Berita Acara Penyusunan Susunan Kepengurusan yang dijadikan lampiran permohonan saudara Abdul Razak untuk mendapatkan Rekom KONI Kepri.

Karena formatur terpilih dalam Musprov tidak pernah menandatanganinya dan jika ada dugaan pemalsuan tandatangan akan diproses secara perdata dan pidana.

“Meminta Pengurus inti KONI Kepri segera mencabut surat Rekom KONI Kepri atas susunan kepengurusan Perpani Kepri yang menyalahi aturan organisasi Perpani,” tambahnya.

Pihaknya berharap, KONI Kepri juga tak sembarangan mengeluarkan rekom tanpa melihat kelengkapan berkas pemohon yang dalam hal ini pemohon adalah pengurus Perpani Kepri yang dipermasalahkan dan juga menjabat sebagai pengurus KONI Kepri.

“Ini bertujuan agar ada pembenahan juga buat KONI ke depan agar berhati-hati dengan mengeluarkan rekom untuk penerbitan SK dari Pengurus Pusat Cabor,” paparnya.

Ketua Perpani Kepri, Abdul Razak, mengatakan semua tahapan dalam musyawarah provinsi (musprov) dan penyusunan kepengurusan telah melalui aturan yang berlaku.
“Jika tidak bagaimana mungkin pengurus Perpani Kepri bisa dilantik oleh PP Perpani,” ujarnya.
Terkait dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KONI Kepri, Razak mengatakan, jika hal tersebut sudah memenuhi aturan.
“Sudah sesuai dengan AD/ART yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga meminta jika seharusnya pembinaan atlet menjadi fokus pengurus pengcab kabupaten/kota.
“Marilah berfikir ke depan, pembinaan atlet menjadi yang utama,” ajaknya.
“Demi kemajuan pembinaan atlet panah di Kepri maka kita harus berpikiran maju. Tidak lagi menengok ke belakang, karena target kita atlet panahan Kepri lolos PON 2024,” janji Razak. (une/yan)