Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10777

Candra Ibrahim Edukasi Bahaya Kabar Hoaks

0

batampos.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Candra Ibrahim, hadir di tengah-tengah warga Kavling Bengkong Nusantara, Bengkong Sadai.

Candra hadir dalam kegiatan bakti sosial pelayanan kesehatan masyarakat sunat massal gratis yang diselenggarakan oleh Pelopor Pergerakan Pewarna Publik Wajah Bangsa (P4WB) di SD Batam Madani, Minggu (22/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Candra mengapresiasi kegiatan bakti sosial P4WB. Diakuinya, tidak semua orang bisa melakukan kegiatan sosial ini setiap tahunnya.

Sebabnya, butuh kerja keras dan niat yang tulus sehingga kegiatan bakti sosial ini bisa terselenggara dengan baik.

”Di PWI kita juga punya yang namanya PWI Peduli yang juga konsen di bidang sosial. Mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja sama dengan P4WB,” kata Candra.

Selain itu, kapasitasnya sebagai ketua PWI Kepri juga menjadi tanggung jawab dirinya untuk menyampaikan kepada masyarakat, terkhusus warga Bengkong Nusantara tentang bahaya hoaks.

Banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang dahsyatnya dampak serta bahaya dari hoaks.

Direktur Utama Batam pos, Candra Ibrahim (kaos biru) memeriksakan kesehatannya di kegiatan Pelopor Pergerakan Pewarna Publik Wajah Bangsa (P4WB) di SD Batam Madani, Minggu (22/12/2019). Foto: Rengga/batampos.co.id

”Kita hari ini dihadapkan persoalan banyaknya hoaks yang beredar. Dimana jika tidak ditanggapi dengan benar akan merusak dan memecah belah bangsa,” tuturnya.

Direktur Utama Batam Pos itu juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bermedsos.

Hendaknya memilih dulu informasi yang didapat sebelum dibagikan. Hendaknya informasi yang dibagikan dicek dulu kebenarannya. Hal ini karena banyak muncul hoaks di masyarakat.

”Tidak semua berita harus di-share. Sedikit saja keraguan di hati ibu-ibu, simpan saja dan jangan di-share,” jelasnya.

“Meskipun bukan kita yang membuat tapi karena share, kita bisa dilaporkan. Ingat ada undang-undang ITE, UU Pers dan UU Pidana. Intinya bijaklah bermedsos,” ucapnya.

Ketua Umum P4WB, Akhiruddin Syah Purba, mengatakan, P4WB sudah berjalan empat tahun.

Melalui media sosial, P4WB membangun sesuatu hal yang positif bagi masyarakat Batam.

”Ini tahun ke 4 bakti sosial kita ke masyarakat Batam dan alhamdulilah ada sekitar 50 anak-anak yang mengikuti sunat dan 104 warga melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Selama 4 tahun ini, P4WB konsen terhadap kegiatan sosial. Seperti kesehatan dan pendidikan.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemko Batam dan pihak lainnya yang telah mendukung kegiatan baksi sosial pelayanan kesehatan masyarakat sunat massal gratis ini.

”Kita berharap ke depan rutin dilakukan, sehingga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Akhiruddin.

Wali Kota Batam yang diwakili oleh Kesbangpol, Yazid, mengucapkan terima kasih atas kegiatan bakti sosial P4WB ini. Ia berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahunnya.(rng)

Putra Tidar Perkasa Gelar Operasi Lilin Tidar

0

batampos.co.id – PT Putra Tidar Perkasa mengelar Operasi Lilin Tidar sebagai persiapan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tidar 2019 diselenggarakan di lapangan Welcome To Batam dan dipimpin langsung Komisaris Utama PT Putra Tidar Perkasa, Mayjen TNI (Purn) Sudiyono, Sabtu (21/12/2019).

Mayjen TNI (Purn) Sudiyono, memberikan penyematan pita menjadi Tanda Operasi OPS Lilin Tidar 2019 dimulai.

“Operasi Lilin Tidar ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk kesiapan dalam pengamanan Natal 2019 dan tahun baru 2020” ujarnya.

Pada kegaitan tersebut dilakukan pemberian penghargaan kepada Satpam berprestasi yang telah berjasa dalam menangkap pencurian dan mencegah kebakaran di perusahaan.

Penghargaan diterima oleh chief dan anggota dari unit PT Ecogreen, PT Schneider dan PT. SCN.

“Satpam itu ditugaskan untuk mengamankan, selayaknya mendapatkan penghargaan ketika dapat menangkap pencurian yang telah mengurangi resiko kerugian di tempat kerjanya. Hal ini patut dicontoh oleh personil Satpam PTP lainnya,” tambahnya lagi.

Komisaris Utama PT Putra Tidar Perkasa, Mayjen TNI (Purn) Sudiyono, menyalami personel Satpam PT Putra Tidar Perkasa setelah menyematkan pita tanda Operasi Lilin Tidar. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Selain itu, Sudiyono juga menyematkan sabuk putih dan kenaikan sabuk kepada personil Satpam yang tergabung dalam Doojo Macan Tidar.

Penyematan sabuk putih diterima oleh Yanterima Zai, kenaikan sabuk kuning diterima oleh Muhammad Yaqub dan kenaikan sabuk hijau diterima oleh Suprianto.

Dalam proses ujian kenaikan sabuk tersebut dilaksanakan bulan oktober 2019 lalu. Sudiyono, menekankan, seluruh jajaran manajemen dan personil PT Putra Tidar Perkasa selalu menyiapkan dan mengasah diri.

Serta meningkatkan kemampuan serta berdedikasi dalam setiap pelaksanaan tugas yang diemban.

“Pada saat bergantian tahun baru tentu pengamanan perlu ditingkatkan dan jangan sampai lengah,” katanya.

Ia meminta seluruh personel Satpam yang tergabung di PT Putra Tidar Perkasa, melakukan upaya-upaya guna mengantisipasi tindak kejahatan di wilayah kerja masing-masing.

“Kenali kerawanan sekecil apa pun sehingga lingkungan kerja kita tetap aman. Tidak hanya itu, pelayanan prima perlu juga kita tinggalkan dalam melayani tamu” katanya.

Bila terdapat hal yang mencurigakan sekecil apapun lanjutnya, segera berkoordinasi dengan personel lainnya.

Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan, siaga dan pelayanan selama perayaan Natal dan tahun baru 2020.

Operasi Lilin tidar lanjutnya akan dilaksanakan selama 12 hari. Mulai Senin (23/12/2019) hingga, Kamis (2/1/2020).

“Lebih dari seribu personel yang tersebar di 100 perusahaan yang berada di Batam, Bintan, Karimun, Bangka Belitung, Medan, Kalimantan Timur dan Jawa Timur ikut serta dalam operasi ini,” jelasnya.

Serta dibantu juga dengan peralatan pendukung seperti satuan Pengendali Huru Hara (PHH) dan kendaraan Unit Reaksi Cepat (URC) PT PTP yang siap berpatroli.

“Kegiatan ini kami lakukan setiap tahunnya untuk memberikan pelayanan maksimal bagi perusahaan pengguna,” jelasnya.

Putra Tidar Perkasa kata dia, berupaya untuk terus membangun rasa aman dan kepercayaan kepada para pengguna jasa dengan menyalurkan tenaga-tenaga yang jujur, tangguh, handal, disiplin dan memiliki etika yang baik.

“Selain itu juga membantu peran kepolisian secara terbatas di lingkungan kerjanya,” jelasnya.(iwa)

Polresta Barelang Amankan 72 Pembalap Liar

0

batampos.co.id – Unit Pengurai Massa (Raimas) Direktorat Sabhara Polda Kepri bersama Satuan Sabhara Polresta Barelang mengamankan 72 pembalap liar, Minggu (22/12/2019) dini hari.

Dari kegiatan ini, polisi juga turut mengamankan 48 unit motor. Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Firdaus, mengatakan, kegiatan ini termasuk Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

Dimana, pihaknya menyisir jalan di sekitar Perumahan Anggrek Sari atau kawasan Simpang Kara Batam Center hingga pukul 04.00 WIB dini hari.

“Kegiatan ini untuk menjaga situasi Kamtibmas (Keamanan dan ketertiban masyarakat) yang kondusif,” jelasnya, Minggu (22/12).

Sasarannya yaitu pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kejahatan jalanan, narkoba, senjata api (senpi), senjata tajam (sajam), premanisme dan balap liar.

Dia menjelaskan, selain mengamankan motor dan pembalap liar, pihaknya turut membubarkan penonton atau remaja yang kerap nongkrong melihat aksi tersebut.

“Rata-rata yang terlibat balap liar ini masih remaja,” paparnya.

Karena itu pihaknya memberikan pengarahan dan bimbingan agar perbuatannya tidak diulangi.

Unit Raimas Direktorat Sabhara Polda Kepri bersama Satuan Sabhara Polresta Barelang mengamankan 72 pembalap liar. Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

“Termasuk berkoordinasi dengan orang tuanya. Untuk motor, kita juga lakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan kendaraan,” kata Firdaus.

Dengan banyaknya ditemukan aksi balap liar ini, pihaknya mengimbau kepada para orang tua untuk bertindak tegas dengan tidak membiarkan anak-anak pulang larut malam.

Selain itu, diharapkan setiap orang tua tidak memberikan izin untuk mengendarai motor saat malam hari.

“Mereka (anak-anak) belum cukup umur untuk mengendarai motor, apalagi pulang larut malam,” paparnya.

“Yang kita inginkan mereka menjadi generasi penerus bangsa ini,” kata Firdaus lagi.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Mujiyono, menegaskan, akan membubarkan perkumpulan serta lokasi balapan liar yang ada di Batam.

Aktivitas ini tak hanya membahayakan untuk pengendaranya, bahkan turut mengancam nyawa pengguna jalan lainnya.

“Dimana saja lokasi balap liar ini, akan kita sapu bersih,” kata Mujiyono.

Dia mengatakan, untuk menindak aktivitas tersebut, sudah memerintahkan anggota khusus untuk berpatroli rutin dan mengecek lokasi yang dianggap rawan digunakan sebagai trek balapan liar.

Selain itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi jika menemukan aktivitas balap liar tersebut.

“Kalau lihat, langsung laporkan saja ke kita. Kita inginkan jalanan Batam ini aman selalu,” kata mantan Direktur Binmas Polda Kalbar tersebut.(opi)

Curi ATM dan Kuras Tabungan Rekannya, Wanita ini Dituntut 30 Bulan Penjara 

0

batampos.co.id – Terdakwa SC, wanita yang nekat menguras uang puluhan juta dari ATM milik rekan kerjanya, dituntut 2 tahun dan 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, pekan lalu.

Menurut JPU, Yan Elhaz, dalam amar tuntutannya, terdakwa SC terbukti melanggar pasal 362 KUHPidana Juncto Pasal 64 KUHPidana.

”Menuntut, menyatakan terdakwa (menyebut nama lengkap) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan dikurangkan selama Terdakwa berada dalam masa tahanan,” kata Yan.

Mendengar dirinya dituntut 2,6 tahun, terdakwa SC langsung mengajukan nota pembelaan (Pledoi) untuk memohon keringanan hukuman.

”Yang mulia majelis hakim, saya mohon keringanan hukuman. Saya sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini,” ujarnya.

SC saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, pekan lalu. Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

“Selain itu, saya masih mempunyai anak yang masih kecil sehingga masih membutuhkan kehadiran saya di tengah keluarga,” kata terdakwa lagi.

Usai mendengar pembacaan tuntutan dari JPU dan Pledoi dari terdakwa, Ketua majelis Hakim, Jasael dengan anggota Efrida Yanti dan Muhammad Chandra kembali menunda persidangan dan akan dilanjutkan dengan pembacaan putusan pada sidang yang akan datang.

”Berhubung majelis hakim belum bermusyawarah, pembacaan putusan akan kita gelar pada persidangan akan datang,” ujar Jasael.

Diungkapkan JPU pada persidangan lalu, terdakwa SC ditangkap oleh Satreskrim Polresta Barelang di Ruli Tanjunguma, atas tindak pidana pencurian ATM milik rekan kerjanya di dalam loker penitipan barang karyawan M-One KTV Harbourbay, Batuampar.

”Terdakwa mengambil ATM milik Natali, rekan kerjanya di M One KTV Harbour Bay. ATM tersebut diambil dari dalam tas yang tersimpan di loker tempat penitipan barang karyawan,” kata Yan.

Setelah mencuri ATM, terdakwa kemudian menguras seluruh uang yang ada di dalam ATM tersebut. Dimana, terdakwa melakukan transaksi tunai maupun transfer di beberapa tempat.

Korban Natali yang dihadirkan sebagai saksi pada saat persidangan menerangkan bahwa, awalnya dia tidak menyadari kalau ATM nya telah diambil oleh terdakwa.

Ia baru mengetahui bahwa uang tabungannya sudah habis saat hendak mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung halaman.

Natali menjelaskan, setelah mengetahui ATM tidak ada di dalam tas, Ia kemudian meminta rekaman CCTV di tempat kerjanya. Dari rekaman CCTV diketahui bahwa ATM miliknya telah dicuri oleh terdakwa.(gie)

Pak Wali Kota, Titik Banjir Bertambah Lokasinya Depan Nagoya Hill

0

batampos.co.id – Upaya Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Air (DBM-SDA) untuk mengurangi titik banjir di Batam belum maksimal.

Pasalnya, beberapa titik banjir baru malah muncul di jalan protokol dan pusat kota.

Seperti, banjir dan genangan air usai hujan deras yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, depan Nagoya Hill, Lubukbaja, Sabtu (21/12/2019) sore lalu.

Genangan air setinggi lutut orang dewasa menggenangi ruas jalan utama tersebut.

Bahkan, genangan air juga sampai hingga ke Kompleks Wijaya Kusuma dan masuk ke dalam ruko.

Tak hanya itu, arus lalu lintas juga sempat tersendat lantaran dua jalur tersebut tergenang air.

Pengendara menerobos banjir yang menggenangi Jalan Imam Bonjol, Nagoya, usai diguyur hujan, Sabtu (21/12) sore. Drainase sempit diindikasi jadi penyebab air meluap ke badan jalan. Foto: Yulianti/batampos.co.id

Sebagian pengendara motor bahkan tak berani menerobos genangan air. Drainase yang sempit jadi penyebab utama air meluber ke jalan raya.

Sukma, warga setempat mengatakan, hujan sebentar saja, air sudah meluber ke badan jalan.

”Kemarin memang hujannya deras sekali, dua jalur tergenang air semua, bahkan air juga sampai masuk ke ruko warga,” katanya, Minggu (22/12).

Di ruas jalan lain seperti Jalan Sriwijaya tepatnya di depan SPBU Pelita, juga menjadi langganan banjir.

Penyebabnya masih sama, yakni drainase sempit yang tak mampu menampung air.

Kepala DBM SDA Kota Batam, Yumasnur, mengatakan pihaknya akan turun mengecek langsung ke lokasi banjir tersebut.

”Biasanya itu karena sumbatan sampah (di drainase, red),” ujar dia, Minggu (22/12).(une)

Siaga saat Libur dan Musim Utara

0
Tim SAR Natuna siap memberikan pelayanan kepada masyarakat saat berlibur di tempat wisata.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

batampos.co.id – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna, Mexianus Bekabel, mengatakan tim SAR Natuna melakukan siaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat saat libur akhir tahun.

Kesiagaan tim SAR, katanya, pada titik rawan, pada objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat di hari libur Tahun Baru maupun Natal. Titik yang disiagakan personel SAR diantaranya, Bandara RSA Ranai, Pantai Tanjung, Pantai Batu Kasah, Pelabuhan Binjai, dan Pelabuhan Tanjung Payung Penagi.

”Untuk Natuna dan Anambas ada sejumlah titik-titik yang disiagakan tim SAR terpadu bersama TNI-POLRI, Pemerintah, dan organisasi lainnya jelang Nataru ini,” ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Dikatakannya, perlengkapan dukungan operasional alat utama, pihaknya menyiapkan 1 unit kendaraan dmax rescue, 1 unit kendaraan rescue-car tipe 1, 2 unit RIB, kapal KN Sasikirana, 6 unit rubber boat.

”Kesiagaan di masa libur ini kapal KN Sasikirana disiagakan ketika dibutuhkan termasuk seluruh personel,” ujarnya.

Mexi mengatakan, kesiagaan tim SAR ini bersamaan masuknya musim angin Utara wilayah Natuna dan sekitarnya, sehingga kecelakaan laut maupun di pantai sangat rawan. Tim SAR juga melakukan patroli terhadap kawasan yang dinilai rentan banjir maupun kecelakaan di laut.

Ia menambahkan, pihaknya mengantisipasi kondisi alam dan cuaca buruk akhir- akhir ini. Potensi rawan sewaktu-waktu bisa saja terjadi, sehingga penyebaran tim harus menjawab response time yang cepat dan benar.

”Selain disiagakan di pos-pos terpadu, SAR juga menyiapkan personel 24 jam dititik rawan kecelakaan,” pungkasnya.(arn)

Profesional Tak Cukup, Penemu, barulah Paten

0

Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa. (Albert Einstein)

Dua raksasa telepon pintar dunia pernah terlibat perang selama 7 tahun. Apple dan Samsung saling claim pembajakan Hak Paten hingga meja hijau. Salah satu perseteruan bahkan sempat bergulir hingga ke pengadilan Internasional.

Bermula dari Apple yang menuding Samsung mencuri property intelektual mereka pada tahun 2011. Menurut dokumen Apple, ada beberapa paten teknis dan desain iPhone yang dicaplok Samsung tanpa izin. Ini bukan pertama kalinya Samsung dan Apple berseteru masalah Paten. Keduanya sering saling claim, ketika merasa penemuan mereka digunakan oleh lawan bisnisnya.

Kenapa Apple dan Samsung demikian ngotot memperjuangkan Paten mereka?
Paten atas penemuan ternyata mempunyai daya ungkit luar biasa terhadap kemajuan maupun nilai jual. Bahkan terhadap peningkatan branding perusahaan. Seperti kita tahu, Samsung dan Apple adalah penguasa pasar di dunia telepon pintar.

Masing-masing tak ingin kompetitornya mengambil keuntungan lebih dengan mencontek temuan mereka. Pertaruhannya Mahal. Jadi, wajar bila Samsung dan Apple berjuang mati-matian. Karena hal itu menyangkut nilai pasar perusahaan.

Anda tahu berapa hak Paten yang telah dikantongi oleh masing-masing perusahaan raksasa ini?

Sekarang, Samsung memegang lebih dari 335.155 hak Paten dari 462.601 yang dimohonkan. Apple tak kalah menakjubkan. Dalam setahun saja, perusahaan besutan Steve Jobs ini bisa mengantongi lebih dari dua ribu hak Paten atas inovasinya.
Kebayang gak sih?

Jika perusahaan-perusahaan ini diakuisisi, maka nilainya akan sangat besar. Bukan hanya karena nilai bisnisnya yang menakjubkan, tapi Paten-paten yang mereka kantongi juga punya nilai tersendiri yang tak kalah besar.

Mematenkan penemuan atau inovasi memang telah menjadi semacam budaya di negara maju. Paten merupakan perlindungan hukum, sekaligus penghargaan moral terhadap penemuan atau kekayaan intelektual yang memberikan nilai manfaat dan nilai tambah pada kehidupan manusia.

Sayangnya, hal ini belum menjadi budaya di Indonesia. Kita bisa lihat dari jumlah Paten yang ada di negeri ini. Hingga tahun 2017, hanya ada 34 ribu Paten yang terdaftar di Indonesia. Ironisnya, 95 persen adalah milik warga negara asing!

Kita jarang sekali mendengar ada nama orang Indonesia yang menjadi pemegang Paten atas teknologi atau inovasi tertentu. Mungkin yang masih melekat dalam ingatan adalah Prof. Dr. Ir. Sedijatmo, penemu pondasi cakar ayam pada tahun 1961. Atau Ir. Ryantori yang mematenkan konstruksi sarang laba-laba. Serta segelintir nama lainnya.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Karena rata-rata penemu asal Indonesia bekerja dan mematenkan temuannya di luar negeri. Sebut saja seperti Prof. Nelson Tansu. Dia telah mengantongi delapan paten dalam bidang nanoteknologi dan optoelektronika dari kantor paten Amerika Serikat. Bukan Indonesia.

Demikian juga Legenda Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Beliau mengantongi sekitar 46 hak paten, termasuk teori keretakan pesawat yang membuatnya dijuluki Mr. Crack. Rata-rata temuannya itu dipatenkan ketika beliau bekerja di luar negeri.

Lalu, apa masalahnya? Mengapa Indonesia miskin penemuan yang dipatenkan? Padahal Negara ini kaya akan orang cerdas dan hebat?

Saya mengidentifikasi tiga masalah utama yang terlanjur tertanam di benak kita. Pertama, banyak yang menganggap bahwa penemuan adalah hal yang sulit. Sehingga harus dikerjakan oleh orang yang cerdas dan pintar. Yang kedua butuh duit dan waktu yang nggak sedikit buat penelitiannya.

Ketiga, walaupun mereka menemukan sebuah terobosan atau inovasi, kebanyakan tak menganggap Paten itu penting dan memberikan manfaat serta nilai tambah. Sehingga, mereka malas untuk mengurus Paten.

Kondisi ini diperparah dengan sikap kita yang kurang menghargai hak atas kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual dengan mudah dibajak dan dijual bebas dimana-mana. Inilah handycap yang harus diatasi.

Sebagai bangsa yang besar dan memiliki banyak orang cerdas dan hebat, sudah saatnya Indonesia memiliki mindset untuk berani dan bisa menjadi penemu. Itulah juga mengapa saya dan ATB berupaya keras untuk menemukan sesuatu yang baru dan inovatif, kemudian mendapatkan hak patennya.

ATB telah dikenal sebagai perusahaan pengelola air yang profesional dan efisien. Namun saya merasa, jadi profesional dan efisien saja tidak cukup. ATB harus mampu memberikan kontribusi lebih, dengan menemukan sesuatu yang baru dan inovatif untuk Indonesia.

Saya mencoba merumuskan metode khusus agar proses pelayanan air bisa dilakukan dengan efisien dan lebih baik. Metode ini kemudian dimanifestasikan dalam bentuk Integrated Operation System yang dashboard-nya bisa Anda lihat bebas di Mall Pelayanan Publik (MPP) Batam Centre.

Dashboard tersebut bisa memberikan banyak informasi. Mulai dari suplai air, kebocoran, tekanan air dan lain sebagainya. Sehingga monitoring dan kontrol terhadap semua flow pengelolaan air, dari hulu ke hilir, bisa dilihat dalam satu tampilan sederhana.

Metode beserta Dashboard inilah yang kemudian mendapatkan Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada 31 Oktober 2019, dengan nomor Paten IDS000002635. Kini, ATB tak hanya perusahaan yang profesional dan efisien, tapi juga Penemu!

Apakah prosesnya mudah? Lumayan gampang, butuh sejumput ide, sesendok kejelian, secangkir ‘background’ pengetahuan dan yang paling penting adalah siapkan sekarung keuletan.

Satu lagi yang mengagetkan, ternyata pengajuan Paten oleh orang Indonesia adalah hal yang langka. Seperti yang sudah saya singgung di atas. Bahkan, konsultan yang membantu kami dalam mengurus paten sempat terheran-heran.

Mengapa?

Menurut mereka sangat sedikit orang Indonesia yang mengajukan proses Paten. Kebanyakan adalah orang asing. Konsultan tersebut jadi sangat kooperatif membantu saya dan tim, karena mereka senang ada orang Indonesia yang mengajukan Paten. Ooops, ternyata saya barang langka juga ya. Hehe.

Ini merupakan kebanggaan bagi saya dan tim. Karena saya bersama ATB adalah sedikit dari orang Indonesia yang mengajukan proses Paten. Saya mampu membuktikan, Bangsa Indonesia bisa menjadi penemu.

Tentu tujuan dari Paten ini adalah untuk membantu meningkatkan kualitas layanan air di Indonesia. Sebagaimana kita tahu, saat ini cakupan pelayanan air bersih di Indonesia baru mencapai 71 persen. Sekitar 18 persen diantaranya ada di dalam pipa. Rata-rata tingkat kebocoran air di Indonesia masih berada di angka 33 sampai 34 persen.

Hal inilah yang membuat kualitas layanan air di Indonesia menjadi tidak optimal. Pelanggan menikmati layanan air yang tidak maksimal. Air bocor menjadi terbuang sia-sia. Sehingga tarif yang dikenakan kepada pelanggan menjadi makin tidak terjangkau.

Paten yang saya temukan, diharapkan bisa diaplikasikan di semua Perusahaan Air Minum yang ada di Indonesia. Sehingga mereka memiliki kemampuan untuk melakukan kontrol dan monitor terhadap kualitas layanan.

Dengan memberikan layanan air yang baik, menjadi modal membangun generasi masa depan yang sehat dan cerdas.

Kita yakin banyak orang cerdas dan hebat di Indonesia. Banyak dari mereka bisa jadi inovator. Saya sudah membuktikan, bahwa saya yang tidak cukup cerdas dan hebatpun bisa mendapatkan paten. Kita harus berani mendapatkan paten, sehingga kita semakin diakui menjadi bangsa besar di Dunia.

Sebelum menutup tulisan Kopi Benny edisi ini, saya secara pribadi ingin mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru bagi pembaca setia Kopi Benny.

Saya juga mohon maaf, karena tulisan Kopi Benny akan break pada 30 Desember ini. Anda bisa menikmati lagi tulisan-tulisan Kopi Benny mulai 6 Januari 2020 mendatang.
Apakah Anda masih belum merasa tertantang untuk berinovasi dan mendapatkan Paten?

Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)

Pasangan Ini Menikah Dengan Mahar Produk Exchange Traded Fund

0

batampos.co.id – Sepasang kekasih di Klaten, Jawa Tengah Giri Wahyu Priambada dan Nurmelia Widiarini dengan khidmat melangsungkan pernikahan dengan mahar unik.

Yaitu berupa dua produk Exchange Traded Fund (ETF) di Pendopo Marsudi Utomo, Minggu (22/12/2019)

Keduanya berharap pernikahan dengan mahar produk dari Pasar Modal ini dapat menyebarkan manfaat berinvestasi di Pasar Modal dan mempopulerkan produk ETF.

Giri dan Nurmelia sendiri mulai mengenal pasar modal sejak 2013 saat keduanya menjadi mahasiswa melalui Galeri Investasi STIE YKPN.

“Saya memilih mahar ETF karena ETF merupakan instrumen investasi perpaduan antara saham dengan reksa dana yang cocok menurut kami,” ujar Giri.

Ia menjelaskan, perpaduan tersebut berupa reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Giri Wahyu Priambada dan Nurmelia Widiarini memperlihakn produk ETF yang menjadi mahar pernikahan mereka. Foto: Indopremier untuk batampos.co.id

Artinya lanjut dia, ETF dikelola Manajer Investasi secara profesional.

“Namun nilai dan rincian portofolionya kita tahu. Cocok dengan profil kami yang tidak bisa memantau pasar terus-menurus, namun bisa mengetahui isi portofolio reksa dana tersebut,” katanya.

Giri menjelaskan, pembeliannya mudah. Semudah membeli saham di aplikasi sekuritas.

“Pun dengan harga yang relatif terjangkau,” timpal mempelai perempuan Nurmelia Widiarini.

Adapun dua produk ETF yang dijadikan mahar, yakni 22 Lot R-LQ45X.

Karena keduanya ingin mendapat return persis dengan Indeks LQ45 yang berisi 45 saham terliquid.

Serta 12 Lot XIIF karena berisi saham sektor keuangan yang diyakini akan mempunyai daya tahan lebih di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global dibanding saham sektor lain.

Kedua ETF ini, dibeli di aplikasi IPOT milik IndoPremier Sekuritas.

Keputusan menikah dengan mahar ETF ini, mendapat apresiasi dari Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi.

Ia menegaskan banyaknya milenial yang sadar berinvestasi dan menjadikannya sebagai gaya hidup.

Ini lanjutnya membuktikan kalau literasi dan inklusi keuangan terus meningkat.

“Tren milenial berinvestasi ini membuat BEI akan terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” jelasnya.

Ia menambahkan ETF disebut juga sebagai reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia layaknya saham.

Investor kata dia, dapat melihat detail saham apa saja yang dibeli oleh ETF, serta sangat terjangkau bagi milenial. Karena beberapa ETF dapat dibeli mulai dari Rp 10 ribu.

Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur.

Menurutnya, ETF sangat menarik bagi milenial. Karena pada dasarnya dapat dipilih berdasarkan profil investor masing-masing.

“Jika ada investor dengan kriteria syariah maka dapat memilih XIJI atau XSSI. Jika investor menginginkan ETF yang menginvestasikan di perusahaan yang gemar membagi dividen maka dapat memilih XIHD atau XPDV dan masih ada banyak lagi jenis ETF,” tegasnya.

Ia lantas mengajak milenial untuk senantiasa mempersiapkan masa depan dengan menyisihkan uang atau gaji setiap bulan untuk berinvestasi.

Serta tidak belaku konsumtif secara berlebihan dan menempatkan investasinya di tempat yang benar.

Seperti ETF, bukan di investasi bodong. Sementara itu, Direktur Utama IndoPremier Sekuritas, Moleonoto The menegaskan, IndoPremier sebagai Dealer Partisipan teraktif terus mendorong regulator dan pelaku pasar untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk ETF yang kekinian.

Karena produk ini nyata-nyata diminati investor retail dan institusional.

Karakteristik ETF yang likuid, transparan, diversifikasi otomatis, dan tingkat risikonya yang lebih moderat dibadingkan berinvestasi langsung di saham maupun surat utang menjadi daya pikatnya bagi investor, tak terkecuali bagi kalangan milenial.

“Pada Giri dan Nurmelia yang telah memilih ETF sebagai mahar pernikahan, selamat menempuh hidup baru,” jelasnya.

“Semoga cinta dan kebahagiaan selalu tumbuh dan mengisi hari-hari kalian seperti halnya portofolio yang akan terus tumbuh hingga kalian berdua  bisa bercerita kepada anak cucu tentang nikmat dan manfaat investasi ETF,” pungkasnya.(*)

Batam Butuh Pelabuhan Kargo Modern

0

batampos.co.id – Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Daniel Burhanuddin, menilai, untuk memajukan ekonomi Batam menjadi lebih baik, maka Batam butuh pelabuhan transhipment berkapasitas besar dan modern.

“Jika tidak, eknomi Batam akan sama saja dari tahun ke tahun. Tak ada lonjakan berarti,” ujar Burhanuddin, saat tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam di Sekolah Mondial, Kamis (19/12) lalu. Kegiatan ini dihadiri sejumlah akademisi di Batam.

Daniel mengatakan, posisi geografis Batam yang terletak di Selat Malaka perlu diperhitungkan untuk jangka panjang. Karena terletak dijalur distribusi internasional maka sangat diperlukan peranan pelabuhan.

“Karena pada dasarnya pelabuhan adalah pintu gerbang kegiatan perekonomian, penunjang kegiatan industri dan perdagangan,” ujar Daniel.

Pulau Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, lanjut Daniel, diperlukan terobosan baru dalam pengelolaan yang bertaraf internasional. Apala-gi kondisi saat ini untuk angkutan peti kemas, Batam masih tergantung dengan Singapura sehingga biaya pengapalan lebih mahal.

“Dengan membangun Batam sebagai pelabuhan transhipment sebagai skala prioritas, pembangunan Kepri, pembuat kebijakan telah menunjukkan nasionalismenya. Selain itu perlu juga membentuk Badan Usaha Pelabuhan yang berbadan hukum,” katanya.

Selain itu, Daniel juga berharap BP Batam membentuk tim yang terdiri BP Batam dan pihak swasta untuk mewujudkan pelabuhan transhipment dan Badan Hukum Pelabuhan.

“Namun demikian, masih ada tantangan dari pihak luar yang sering menghalang-halangi keinginan ini,” tutupnya.

Siap Bangun Teminal Kargo Internasional

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengaku tengah menyusun rencana pembangunan bandara bertaraf internasional. Tak hanya bandara, terminal kargonya pun bertaraf internasional.

“Anggarannya memang sangat banyak, namun itu akan dilakukan bertahap,” ujar Rudi.
Dikatakannya, terminal kargo internasional harus segera dibangun. Mengingat biaya kargo ke Batam sangat mahal.

“Kargo Batam masih lewat Singapura, dulu. Makanya biaya kargo mahal sesampainya di sini,” terang Rudi.

Menurut dia, jika sudah ada terminal kargo internasional, dipastikan dapat meringankan beban pengusaha di Batam. Selain itu akan banyak pemasukan untuk Batam.

“Ini pendapatan besar untuk Batam, makanya saya sema-ngat untuk membangun,” imbuh dia.

Tak hanya bandara, jalur laut perdagangan Batam juga akan diperhatikan. Salah satunya dengan memperbaiki kondisi Pelabuhan Batuampar. Mengingat pelabuhan itu sudah sangat tua.

“Pelabuhan itu sudah berusia 48 tahun. Dari dulu sampai sekarang belum ada perubahan. Makanya kita perbaiki biar lebih bagus,” ujar Rudi.

Ia berharap jalur kargo dan pelabuhan bisa menambah pundi-pundi pendapatan untuk Kota Batam. Sehingga Batam bisa mengejar ketertinggalan dari negara lainnya. (yui/she)

Tendangan Perdana, Candra dan Camat Seibeduk Buka Turnamen Sepakbola Pemuda Kampung Bagan Cup 2019

0

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (Kepri) Candra Ibrahim bersama Camat Seibeduk Ghufron secara resmi membuka Open Turnamen Sepakbola Persatuan Pemuda Kampung Bagan (PPKB) Cup di Lapangan Raja Muhammad, Minggu (22/12) sore.

Pembukaan turnamen 2019 yang ditaja oleh Persatuan Pemuda Kampung Bagan tersebut ditandai dengan tendangan pertama oleh Camat Seibeduk Ghufron dan Candra Ibrahim.

Dalam sambutannya, Candra memberikan apresiasi kepada Persatuan Pemuda Kampung Bagan atas terselenggaranya, open turmanen sepakbola 2019 Pemuda Kampung Bagan.

“Sebagai ketua PWI dan Direktur Utama Batam Pos, Kami melihat ini kemajuan di Kampung Bagan. Harapannya ke depan kita bisa bekerja sama dalam menyelenggarakan acara,” katanya.

Sementara itu Camat Seibeduk Ghufron berharap melalui kegiatan turnamen ini dapat menangkalkan atau mengurangi pengaruh negatif terhadap generasi pemuda. Ia juga berpesan untuk selalu menjaga sportifitas.

Tendangan perdana oleh Candra Ibrahim
foto: batampos.co.id / rengga

“Kami dari OPD Seibeduk memberikan support kepada panitia. Mudah-mudahan kedepan generasi kita menjadi generasi yang sehat dan menjadi pemimpin kota Batam,” katanya.

Selain itu lewat kegiatan ini ia berharap bisa memperkukuh tali persaudaraan dan silaturahmi antara warga dan masyarakat. Kampung Bagan tambahnya, harus memiliki icon sehingga ke depan kampung ini menjadi lebih maju, khususnya dari segi olahraga.

“Semoga apa yang menjadi niat kita bersama bisa bermanfaat bagi anak-anak kita. Dan semoga turnamen sepak bola kita ini bisa tetap dipertahankan,” ungkap Ghufron.

Di tempat yang sama ketua panitia pelaksana acara Yusmadi Yusuf mengatakan, Open Turnamen Sepakbola Persatuan Pemuda Kampung Bagan Cup akan dihelat selama 45 hari. Akan ada 86 tim yang akan berjuang menjadi yang terbaik di dalam turnamen ini.

“Ada 86 tim baik di hinterland maupun klub-klub yang ada di kota Batam,” katanya.

Pertandingan sendiri akan menggunakan sistem gugur. Dimana tim yang akan gugur dan tim yang menang akan maju di babak berikutnya. “Kegiatan ini merupakan event tahunan kami. Kami berharap ini nantinya akan menjadi piala bergilir,” tambah Yusuf.

Pertandingan perdana sendiri dibuka oleh kesebelasan Piayu Laut berhadapan dengan tim Puma. (rng)