Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10841

Kepala Dinas Pendidikan: Tak Ada Lagi Guru di Batam Berijazah SMA

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam memastikan tidak ada lagi guru yang berijazah SMA yang mengajar di lingkungan Pemko Batam.

”Kalau yang baru tak ada lagi. Namun, kalau yang lama masih ada dan mereka tengah menyelesaikan pendidikannya sekarang,” kata Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, Selasa (26/11/2019).

Ia menjelaskan, untuk tenaga guru honorer yang ada saat ini, hampir 99 persen merupakan sarjana pendidikan.

Kecuali, pengajar yang di hinterland, memang masih ada yang SMA, tapi tengah dalam menyelesaikan pendidikan jenjang selanjutnya.

Peningkatan jenjang tenaga pengajar ini memang dibutuhkan seiring dengan kemajuan teknologi dan sistem pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, kesiapan tenaga guru menjadi faktor kemajuan sektor pendidikan di Batam.

Suasana belajar mengajar di SMP Negeri 9 Kota Batam. Dinas Pendidikan Kota Batam menyatakan saat ini sudah tidak ada lagi guru berijazah SMA di Kota Batam. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

”Semua ditingkatkan. Kurikulum hingga metode ajar. Apalagi, ada wacana perubahan kurikulum yang meminta penuntasan Bahasa Inggris di SD. Untuk ini, tentu guru harus siap,” terangnya.

Untuk menunjang itu semua, Pemko Batam juga mengusulkan peningkatan kesejahteraan tenaga guru, khususnya honorer.

Tahun depan, guru akan mendapatkan kenaikan gaji sesuai dengan ijazah pendidikannya.
Selain itu, guru juga mendapat gaji ke-13 sebagai bentuk penghargaan dan diharapkan bisa menjadi pemacu semangat dalam mengajar.

”Jadi bertahap, Pemko mencoba meningkatkan kesejahteraan guru. Mudah-mudahan ke depan ada lagi bentuk perhatian terhadap tenaga pengajar ini,” harapnya.

Berdasarkan data, saat ini terdapat sedikitnya dua ribu tenaga honorer guru yang ada di lingkungan Pemko Batam.

Jumlah ini bisa bertambah seiring pembangunan unit sekolah baru (USB) yang akan dibangun tahun depan.(yui)

KPPAD Kepri Lakukan Ini Kepada Dua Siswa SMPN 21 yang Tidak Mau Hormat Bendera dan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

0

batampos.co.id – Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, dua siswa SMPN 21 Batam yang dikeluarkan dari sekolahnya, akan kembali mengenyam pendidikan di Kelompok Belajar (Kejar) Paket B di bawah pengawasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.

Dua orang siswa tersebut akhirnya dikeluarkan dari sekolah setelah dimediasi berbagai pihak, akibat tidak mau hormat bendera merah putih, mengucapkan Pancasila, serta tidak bisa mengikuti pelajaran pendidikan agama Kristen.

”Makanya diambil jalan tengah, mereka mengikuti Kejar Paket B saja. Tidak ada upacara bendera di sana,” kata Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial, Selasa (26/11/2019).

Menurut Erry, sesuai penuturan yang disampaikan padanya, kedua anak itu masuk dalam aliran atau sekte Yehuwa dan tidak mempercayai agama Kristen yang ada.

Padahal, kedua anak ini sempat diarahkan untuk bisa belajar agama Kristen.

”Merekanya tidak mau, makanya saat pertemuan diadakan Senin (25/11/2019) lalu itu melibatkan pembina agama Kristen juga dan berbagai instansi,” ucapnya.

Pintu gerbang SMPN 21 Batam di Sagulung tak ditutup rapat, Selasa (26/11). Dua siswa yang dikeluarkan dari sekolah tersebut karena tak mau hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, dianjurkan mengambil Kejar Paket B. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Erry mengatakan, kedua anak tersebut bukan saudara kandung. Tapi, hanya berada dalam satu komunitas yang sama.

”Dulunya ada empat orang yang tergabung dalam sekte tersebut. Tapi yang bertahan dua anak ini,” ungkapnya.

Keduanya, kata Erry, terindikasi secara kasat mata. Sehingga, langkah tegas diambil pihak sekolah, setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi.

Erry mengatakan, dalam Undang-Undang Perlindu-ngan Anak, ada kewajiban yang harus dilakukan si anak.

Salah satunya mencintai Tanah Air, caranya melakukan hormat bendera saat upacara.

”Melafalkan Pancasila. Tapi mereka ini tidak mau melakukan hal tersebut. Kami sudah melakukan berbagai pendekatan, agar dipatuhi hal tersebut. Tapi mereka kukuh tidak mau melaksanakannya,” ujarnya.

Erry menuturkan, walaupun si anak kukuh dengan pendiriannya, tapi KPPAD tidak ingin hak-hak anak direnggut.

”Makanya opsinya itu ya tadi, mereka masuk kejar Paket B,” ucapnya.

Sepengetahuan Erry, sekte yang dianut kedua anak ini memiliki pengikut yang cukup banyak. Se-Batam saja, katanya, ada 200 orang anak, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

”Tapi yang kelihatan mencolok, kedua anak ini saja,” pungkasnya.(ska)

ACT Apresiasi Pengabdian Guru Prasejahtera Lewat Program “Sahabat Guru Indonesia”

0

Mengabdi menjadi guru terkadang bukanlah sebuah jalan mudah, terutama untuk para guru yang kondisi ekonominya terbatas. Misalnya saja guru honorer dan guru tahfiz yang penghasilannya masih di bawah UMR. Menurut Data Pokok Pendidikan Nasional (Dapodik) Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, ada 1.070.662 guru yang masih berstatus honorer dengan pendapatan di bawah UMR (rata-rata Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000 per bulan).

Fakta tersebut mendorong Aksi Cepat Tanggap menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, yakni program bantuan beaguru untuk guru prasejahtera, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Senin (25/11/2019).

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT menyampaikan tujuan utama program Sahabat Guru Indonesia adalah untuk memberikan kontribusi perbaikan pada permasalahan pendidikan di Indonesia. Salah satunya pada kesejahteraan ekonomi para guru.

”Program ini sebagai medium untuk menyemangati guru-guru prasejahtera dalam mengabdi. Guru merupakan elemen penting dalam menentukan kualitas pendidikan, peran guru merupakan peran sentral untuk membangun karakter anak bangsa. Kami ingin terus menebar manfaat dan menjadi jembatan dari jiwa-jiwa dermawan baik nasional maupun global untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami percaya barang siapa yang memberikan kemudahan (membantu) saudara yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat,” ungkapnya.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan menambahkan fakta bahwa guru di berbagai pelosok negeri banyak yang berpendapatan sangat kecil. “Masih tingginya jumlah guru berpenghasilan rendah seakan menjadi pekerjaan rumah bersama. Mereka yang telah mengabdikan diri untuk pendidikan negeri butuh perhatian lebih. Misalnya, salah satu guru di Sikakap digaji 500 ribu per bulan. Itu pun tak dibayar tiap bulan karena keadaan perekonomian sekolah yang tak menentu. Walau begitu, para pengabdi negeri ini tak kenal lelah membimbing penerus bangsanya,” ungkap Wahyu.

Melalui program Sahabat Guru Indonesia, para guru prasejahtera di Indonesia akan menerima beaguru untuk menunjang ekonomi mereka. Adapun kriteria guru yang menerima manfaat dari program ini adalah mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 1 juta (termasuk guru honorer dan guru tahfiz), berasal dari wilayah prasejahtera, dan memiliki dedikasi mengajar yang tinggi untuk siswa-siswanya.

Sementara itu, tantangan untuk terus memajukan pendidikan anak bangsa pun terus muncul. Misalnya saja, sulitnya akses menuju sekolah, fasilitas sekolah yang belum memadai, hingga minimnya pendapatan para guru. Salah satu cerita pengalaman menjadi guru honorer selama 10 tahun di MI Al-Huda Rancapinang, hadir dari seorang guru bernama M. Ramsudin Fajri.

“Pada tahun 2009 saya mengajar dengan sukarela tanpa ada yang bayar satu rupiah pun. Tapi semua itu terus saya jalani tanpa terhenti ditengah jalan karena pada waktu itu sekolah kami belum mendapatkan izin operasional dari Departemen Agama Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 2010 sekolah kami baru mendapatkan izin operasional dari instansi terkait dengan jumlah murid sebanyak 21 orang dengan kondisi bangunan sekolah masih gubuk yang memiliki 2 ruang belajar dengan ukuran ruangan panjang 3×3 m2,” ungkap Fajri.

Semua operasional yang ada pun merupakan hasil jerih payah swadaya masyarakat. Pada tahun yang sama, para guru di sana baru mendapat gaji per bulan Rp 100.000 dan dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Sedangkan pada tahun 2013 sampai dengan saat ini, mereka mendapatkan gaji per bulan Rp 300.000 dan dibayarkan setiap 3 bulan sekali.
“Proses belajar mengajar terus berlangsung walaupun kami harus bergantian dengan guru lainnya demi bisa mencari nafkah buat istri dan anak-anak kami. Semua itu tetap tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap mengajar di sekolah karena saya yakin suatu saat Allah akan memberi kemudahan,” tambah Fajri.

Gaji yang sangat kecil ini sangat tak berbanding dengan kebutuhan sehari-hari yang diperlukan oleh keluarga guru. Oleh sebab itu, tak sedikit dari mereka yang harus bekerja lagi sepulang mengajar. Lukman misalnya, guru honorer di SMP Terbuka 17 Bekasi sepulang mengajar akan melanjutkan pekerjaan sebagai pengemas produk madu. Usaha ini ia lakukan demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kalau menggantungkan pemasukan dari mengajar saja tak cukup ya, tapi tak masalah. Saya mengabdikan diri sebagai guru, mengajarkan anak-anak yang sebagian besar datang dari keluarga perekonomian prasejahtera,” tutur Lukman.

*Dalam memperingati Hari Guru Nasional, masih banyaknya jumlah guru honorer prasejahtera menjadi refleksi bersama untuk pendidikan Indonesia.

“Program ini akan memberikan tunjangan kepada guru-guru dengan keterbatasan ekonomi di seluruh Indonesia, terlebih mereka yang masih berpenghasilan tak menentu dan rendah. Semoga program ini dapat menyemangati para guru dan pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih baik,” tutup Wahyu Novyan. [*]

Menjaga Sumber Air Baku untuk Keberlangsungan Masa Depan Batam

0

Ketersediaan air baku yang cukup di pulau Batam harus menjadi perhatian utama, hal tersebut dikarenakan air baku yang sangat terbatas. Pulau Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura tidak memiliki sumber air melimpah seperti kota-kota lain di Indonesia.

Air baku yang ada hanya mengandalkan curah hujan yang ditampung di lima waduk yang dibangun oleh Otorita Batam/BP Batam. Waduk Duriangkang jadi tulang punggung menopang 70 persen kebutuhan air bagi warga Batam. Terbatasnya sumber air baku membuat ATB bersama pemerintah melalui BP Batam sangat menjaga ketersediaan air baku.

“Sumber air yang ada saat ini patut kita jaga, karena kebutuhan air bersih hanya bersumber dari curah hujan yang ditampung dalam waduk. Menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) ikut berkontribusi untuk keberlangsungan masa depan Batam,” ungkap Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Selasa (26/11).

Maria menambahkan, lima waduk yang ada saat ini aktif digunakan sebagai sumber air baku. Keberadaan waduk di Batam tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan lain, apalagi dapat mempengaruhi kualitas air ataupun menggangu fungsi Catchment area

“Secara bersama-sama kita sebagai warga Batam harus lebih peduli menjaga waduk yang ada. Waduk merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat Batam. Partisipasi masyarakat juga diperlukan agar waduk yang ada bisa berfungsi dan selalu terjaga,” ucap Maria.

Kondisi Batam yang tidak memiliki sumber daya air yang melimpah, cukup rentan mengalami kekeringan. Waduk-waduk yang aktif saat ini bisa dilihat secara kasat mata, level permukaan air mulai mengalami penurunan, ketersediaan air bersih tetap harus sama-sama dijaga.

“Saat musim kemarau tentu mempengaruhi ketersediaan air waduk, sangat rentan terhadap kekeringan. Untuk itu, peran masyarakat menjaga DTA harus diperlukan, mari bersama-sama kita jaga sumber air kita,” pesan Maria.

Disisi lain, dari keterbatasan air baku yang tersedia, ATB sebagai operator pengelolaan air terus berinovasi mengelola air dengan seefisien mungkin.

“ATB juga berupaya melakukan pengelolaan dan pendistribusian air dengan efisien, melalui Smart Water Management System sebagai sistem pengelolaan air yang cerdas berbasis inovasi teknologi. ATB mampu menekan angka kehilangan air paling rendah di Indonesia yakni diangka 16,6 persen,” jelas Maria.

Masih berbekas diingatan saat Batam dilanda musim kemarau beberapa tahun silam, waduk mengalami kekeringan dan penggiliran air terpaksa dilakukan. Waduk Sei Harapan sudah dua kali mengalami penggiliran yakni tahun 2015 dan 2019.

“Jangan sampai waduk yang ada saat ini jadi terganggu, menjaga waduk yang ada dapat menyelamatkan air bersih untuk generasi mendatang,” harap Maria


Presiden Direktur ATB, Ir Benny Andrianto MM bersama Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan, Direktur Promosi dan Humas BP Batam Dendi Gustinandar dan tim saat melakukan penanaman pohon di DTA Waduk Sei Harapan.

ATB bersama Pemerintah dalam hal ini BP Batam dan Pemko Batam secara rutin melakukan program penghijauan melalui penanaman pohon. Melalui Festival Hijau ATB rutin menanam minimal 1000 pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) setiap tahun. Kontribusi elemen masyarakat yang terlibat turut serta menjaga sumber air untuk masa depan.

“Menjaga ketahanan penyediaan air di wilayah DTA melalui penanaman pohon merupakan upaya nyata yang terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar kuantitas, kualitas dan kontinuitas air baku yang ada bisa terjaga dengan baik,” ujar Binsar Tambunan, Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, pertengahan November lalu.

BP Batam bersama sejumlah perusahaan cukup aktif melakukan upaya konservasi di wilayah DTA sejumlah waduk di Batam, terutama di Waduk Duriangkang. BP Batam bahkan melakukan program pembersihan puluhan ton eceng gondok yang menutupi permukaan waduk terbesar di Batam tersebut.

Binsar menambahkan, ketersedian air bersih menjadi sangat penting. Menjaga DTA jadi sangat penting dilakukan, tidak hanya dari pemerintah, peran aktif masyarakat juga diperlukan karena waduk merupakan sumber air untuk bersama.

“Saya mengimbau kepada warga Batam untuk sama-sama menjaga DTA dan waduk yang ada. Sehingga keberlangsungan waduk dan kualitas air bersih bisa terjaga dan memenuhi kebutuhan masyarakat Batam,” pesannya. (*)

Bangun Kultur Hemat Air dan Cinta Lingkungan Sejak Dini Melalui ATB School Campaign

0
Pelajar dari sekolah di Batam saat berkunjung ke Instalasi pengolahan Air (IPA) milik ATB. Kegiatan edukasi dan wisata air ini rutin dilakukan untuk menanamkan budaya hemat air dan cinta lingkungan sejak dini, demi kelangsungan sumber daya air di Batam.

PT. Adhya Tirta Batam (ATB) secara konsisten melakukan program edukasi kepada pelajar di Kota Batam. Upaya ini dilakukan untuk membangun kultur hemat air dan cinta lingkungan sejak dini.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan, sebagai kota dengan sumber air terbatas, maka upaya pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesadaran penduduknya untuk memanfaatkan sumber daya air seefektif mungkin.

“Salah satu cara yang sangat penting dilakukan adalah membangun kultur tersebut sejak dini,” ujarnya.

Seperti diketahui, Batam adalah kota yang tidak diberkahi dengan sumber mata air alami. Kota industri ini hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di waduk-waduk yang dibangun pemerintah.

Namun di sisi lain, penggunaan air di Batam termasuk tinggi. Antara 180 liter hingga 200 liter perorang perharinya. Jumlah ini lebih besar dari standar kebutuhan sumber daya air yang layak menurut UNESCO, yang hanya 60 liter perorang perhari.

Tidak hanya mengenai konsumsi air, upaya edukasi yang dilakukan ATB juga menyasar kepada pemeliharaan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan Daerah Tangkapan Air (DTA). Seperti diketahui, menjaga DTA tetap steril dari upaya pengrusakan, baik langsung atau tidak langsung, menjadi kebutuhan vital bagi Batam.

“Jika DTA nya rusak, maka sumber air kita juga turut rusak,” jelasnya.

Karena itu, ATB gencar memberikan edukasi sejak dini. Membangun kesadaran publik mengenai pentingnya hemat air, dan menjaga kelestarian lingkungan melalui program ATB School Campaign dan Wisata Edukasi Air.

Sebagai generasi penerus selanjutnya, anak-anak dinilai perlu mendapatkan edukasi seputar kondisi sumber daya air di lingkungan. Agar kepekaan dan kepedulian terhadap alam sekitar bisa ditanamkan sejak kecil.

ATB School Campaign dan Wisata Edukasi Air merupakan bagian dari kegiatan ATB Peduli Pendidikan. Mengajarkan anak-anak usia sekolah mengenai kelestarian lingkungan dan penghematan air, tentu saja bukan perkara mudah.

ATB juga kerap dikunjungi oleh siswa sekolah dan komunitas warga sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan seputar teknis pengolahan air, manajemen pelayanan hingga penerapan teknologi.

ATB menyajikan pemaparan yang sederhana, menyenangkan, interaktif dan mudah dipahami melalui pemutaran video animasi dalam kegiatan ATB School Campaign.

Program Wisata Edukasi Air, cukup menarik untuk diikuti karena ATB akan memberikan pemaparan mengenai proses pengolahan air. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung prosesnya di lokasi Water Treatment Plan (WTP).

Melalui kedua program edukasi ini, diharapkan masyarakat bisa aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat penggunaan air bersih untuk masa depan Batam yang lebih baik. (Sarma Haratua Siregar/ Corporate Secretary)

Longsor di Bengkong Indah dan Sei Panas, Begini Kondisinya

0

batampos.co.id – Bencana longsor kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, menghancurkan dua rumah kos dan satu ruangan dapur di kawasan Bengkong Indah.

Pemilik rumah kos, Marni, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/11/2019) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Marni mengaku sudah melihat adanya retakan kecil di dinding rumah pada sore kemarin.

“Mulanya lantai keramik dapur saya retak kecil, tapi makin malam tambah melebar retaknya,” ujar Marni sambil menangis.

Marni mengaku, ia sampai tidak bisa tidur karena dihantui rasa takut akan terjadi sesuatu.

Karena itu, ia pun mondar mandir dari kamar ke dapur, dan telah menyuruh dua wanita yang tinggal di rumah kos tersebut untuk mengungsi ke sebelah rumah sementara waktu.

Marni juga sempat memindahkan beberapa barang sebelum longsor terjadi.

“Karena sudah melebar retaknya, saya pun berusaha memindahkan beberapa barang. Misalnya lemari yang ada di dapur saya pindahkan ke rumah di depan,” imbuhnya.

Sebelumnya, ia mengaku hendak memperbaiki keretakan tersebut. Selain itu, batu miring yang dibangunnya juga dinilai sudah bagus.

“Tapi Allah sudah berkehendak lain, kita mau gimana kan,” ucap Marni.

Sebelum longsor terjadi, ia mendengar ada bunyi yang menjadi pertanda dan diawali dengan bunyi batu-batu kecil berjatuhan dari rumah kos tersebut.

“Setelah bunyi tersebut, barulah kemudian semuanya ambruk, bunyinya besar banget kayak gempa besar gitu,” jelasnya.

Warga melihat rumah kos di Bengkong Indah yang hancur akibat longsor, Selasa (26/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

“Saya dan warga lainnya kaget dan ada beberapa barang yang enggak sempat diselamatkan, contohnya satu unit alat pemasak nasi seharga Rp 1 juta tidak diselamatkan,” tutur Marni.

Marni mengatakan, dua rumah dan satu dapur tersebut sudah dibangun sejak empat tahun yang lalu.

Untuk membangun batu miring saja, Marni mengaku menghabiskan dana Rp 40 juta, belum lagi barang dan biaya membangun rumah tersebut.

Total kerugian material yang dialami Marni diperkirakan mencapai ratusan juta, sedang-kan korban jiwa tidak ada.

Marni mengaku setelah kejadian, pagi harinya ia langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam.

Ia ingin melaporkan kejadian itu dan meminta bantuan untuk mengevakuasi beberapa barang yang tertimbun longsor, maupun parit yang juga ikut tertimbun puing bangunan bekas reruntuhan rumah kos tersebut.

Dinding penahan tanah yang roboh di Jalan Laksamana Bintan, Selasa (26/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampso.co.id 

“Saya sudah menghubungi BPBD sejak pagi, tapi belum ada respons hingga saat ini, warga sudah ada yang komplain soal parit yang di bawah rumah sudah banyak dipenuhi puing bangunan dan barang,” tutur Marni saat dijumpai di lokasi sekitar pukul 13.40 WIB.

Diketahui, beberapa hari terakhir, Batam terus diguyur hujan. Marni mengaku pada Senin (25/11/2019) malam, Bengkong Indah diguyur hujan.

Ia juga menyayangkan respon pemerintah yang kurang cepat tanggap terhadap kejadian yang menimpa dirinya.

“Padahal ini butuh tenaga, kalau tenaga manusia kan susah, kalau ada ekskavator kan mudah dan aksesnya juga ada kalau mau lewat sini,” tuturnya.

Rumah Marni tepat berada di bukit belakang Puskesmas Seipanas. Di kawasan tersebut, berdiri rumah-rumah di sepanjang bukit.

Marni mengaku ia masih takut akan potensi longsor susulan. Pantauan Batam Pos, tampak beberapa warga melihat ke lokasi kejadian dan membantu Marni membersihkan puing bangunan yang hancur.

Di lokasi lain, persisnya di Jalan Laksamana Bintan di depan Zia Hotel, Seipanas, juga terjadi longsor pada din­ding penahan tanah dengan jalan yang tengah dilebarkan.

Dinding setinggi sekitar dua meter lebih itu juga patah dan rubuh pada Senin (25/11).(mib)

PT Mateen Training & Konsultasi Penyedia Pelatihan Terakreditasi NEBOSH & IOSH

0

PT Mateen Training & Konsultasi merupakan pusat internasional untuk pelatihan kualitas, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini mencari untuk memperluas dan menjelajah ke industri lain juga. Tujuan utama didirikan Mateen Training & Consultancy Pte Ltd adalah untuk memberikan kekayaan pengetahuan di industri dan untuk sangat meningkatkan budaya keselamatan, pola pikir dan praktik operasional kerja yang aman dengan melakukan pelatihan, bimbingan, dan dukungan yang tepat untuk perusahaan dan individu. Dalam semua operasi bisnis, industri dan pekerjaan, karyawan, peralatan, dan pekerjaan material bersamaan dengan prosedur produk atau melakukan layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan klien.

PT Mateen Training & Konsultasi adalah penyedia pelatihan terakreditasi NEBOSH dan IOSH. Di mana, unggul di semua bidang untuk pelatihan keselamatan internasional dan memberikan solusi satu atap untuk layanan pelatihan di kawasan ini dan juga internasional.

Perusahaan ini telah menetapkan kantor cabang di Batam, Indonesia sebagai PT Mateen. Selain itu, juga memperluas ke Malaysia untuk mendirikan cabang Mateen Sdn BHD di Malaysia. PT Mateen telah bekerja dengan banyak klien besar dan perusahaan multinasional di Wilayah Asia Tenggara termasuk Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Di sana juga disiapkan Pelatihan Keselamatan Penerbangan di Dubai untuk mengeksplorasi peluang Timur Tengah yang terus berkembang dalam memberikan konsultasi dan pelatihan. PT Mateen juga memiliki pengalaman luas dalam keselamatan penerbangan dan aerodrome di industri penerbangan sesuai persyaratan dari ICAO dan IATA.

Visi dari PT Mateen adalah menjadi pemimpin dunia dalam menyediakan solusi dan pelatihan konsultasi terpadu untuk meningkatkan kompetensi individu maupun perusahaan. Sementara misinya adalah untuk mendapatkan pengakuan global dan internasional atas layanan konsultasi dan pelatihan.

Kredential, Keahlian, dan Track Record

Latar belakang industri dan keahlian materi pelajaran PT Mateen Training & Konsultasi memiliki kumpulan pelatih dan konsultan yang sangat berpengalaman dari berbagai industri yang berkontribusi pada pengetahuan yang baik, dengan lebih dari 40 tahun galangan kapal, konstruksi, minyak dan gas, pabrik kimia, proyek mega otoritas lokal, penerbangan dan pengalaman aerodrome serta lembaga pendidikan tersier.

Spesialisasi dan keahlian PT Mateen untuk klien adalah dalam penyediaan pelatihan, pekerjaan konsultasi, penyesuaian dan pengembangan kurikulum kursus, pengaturan dan peninjauan Sistem Manajemen ISO, pengiriman Kursus Konversi ISO, revisi dan transisi ISO, Keselamatan Berbasis Perilaku (BBS) pelaksanaan program, konsultasi dan pelatihan Program Budaya Keselamatan, Program Intervensi Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan & Kualitas (SHEQ), seperti inspeksi dan audit yang disesuaikan di tempat dengan solusi yang kuat untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja, dampak lingkungan dan risiko kualitas.

Juga menyediakan pelatihan intensif dalam NEBOSH dan IOSH untuk semua pelatihan terakreditasi.

Pengalaman bertahun-tahun dalam menawarkan pelatihan dan konsultasi yang relevan PT Mateen Training & Konsultasi menawarkan berbagai pelatihan dalam fakultas kualitas, keselamatan, dan pelatihan khusus lingkungan dan in-house secara global dan regional bagi klien untuk meningkatkan tenaga kerja mereka ke tingkat keselamatan, lingkungan, dan kesadaran kualitas selanjutnya dengan kompetensi yang relevan.

PT Mateen juga menyediakan konsultasi untuk pengembangan Sistem Manajemen yaitu ISO45001 / OHSAS18001, ISO9001 dan ISO 14001 dan memberikan konsultasi sertifikat sebelumnya. Tim PT Mateen terdiri dari petugas Ex-MOM (Kementerian Tenaga Kerja) dengan penghargaan layanan yang panjang selama lebih dari 15 tahun dan seorang mantan MOM yang menjadi ujung tombak tim investigasi MOM untuk semua kasus sektor industri. (*)

Kakek Ini Dituntut 2,9 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Sr, kakek 61 tahun yang diduga mengintip tetangganya saat sedang mandi dan dituntut 2 tahun 9 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Rosmalina.

Sang jaksa menilai terdakwa telah terbukti melanggar pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiyaan.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun 9 bulan kepada terdakwa,” ujar Rosmalina, Selasa (26/11/2019).

Menanggapi tuntutan itu, kakek 9 cucu ini meminta keringanan hukuman lantaran masih memiliki keluarga.

Sementara itu, Sr mengamuk dan menganiaya tetangganya, Yp bermula saat Yp melihat Sr sedang mengendap-endap mengintip tetangganya yang sedang mandi di Batu Besar, Nongsa pada 3 September 2019 lalu.

ilustrasi

Merasa curiga, Yp langsung meneriaki Sr. Sr kemudian kabur ke rumahnya. Namun tak lama kemudian, istri Sr menemui Yp hingga terjadi cek-cok mulut.

Tak tinggal diam, Sr pun ikut-ikutan. Hingga akhirnya ia emosi dan melayangkan sabit ke korban yang mengakibatkan tangan kirinya robek.

Usai kejadian itu, Yp kemudian melaporkan ke Polsek Nongsa dan Sr pun didakwa pasal penganiyaan.

Menurut Yp, kakek yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu memang kerap mengintip tetangga terutama ibu-ibu yang tengah mandi.

Aksi tak terpuji terdakwa juga diakui oleh istri Yp. Ia pernah menjadi korban kejahilan terdakwa.

Saat ia sedang mandi, tiba-tiba ia melihat terdakwa tengah berada di atap rumahnya. Sontak kejadian itu membuatnya syok dan trauma.

“Waktu itu rumah kami berdempetan,” ucap istri Yp saat persidangan sebelumnya.(une)

Perusahaan Korea Niat Kembangkan Nikel, Jadikan Indonesia sebagai Pembuat Baterai Terbesar di Dunia

0

batampos.co.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan Korea Selatan berniat mengembangkan nikel di Indonesia.

“Terutama nikel untuk dijadikan sebagai produsen baterai terbesar di dunia,” ujar Bahlil.

jawapos.com memberitakan hal ini. Sayang tidak disebut perusahaan mana yang ingin mengembangkan nikel di tanah air.

Bahlil menuturkan ada tiga perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) siap menanamkan sekitar USD 8,8 miliar atau Rp 123,2 triliun (kurs 14.000) di Indonesia, pada tahun depan.

Ketiga korporasi kakap tersebut yakni Hyundai, Lotte Corporation, serta Posco.

Bahlil Lahadalia memaparkan, Hyundai akan menanamkan investasi sekitar USD 1,5-1,6 miliar, terbagi dalam dua tahap.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (Antara Photo)

Sementara Lotte akan merealisasikan investasi sektiar USD 3,5-4,2 miliar.

“Lalu Posco juga akan meningatkan investasinya, bekerja sama dengan PT Krakatau Steel kurang lebih USD 2,9-3 miliar dolar AS,” ucap Bahlil dilansir dari Antara, Selasa (26/11).

Dalam lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama rombongan ke Korsel, diselenggarakan acara Launch Meeting antara Presiden dan 10 CEO perusahaan besar Korsel, Senin (25/11). Kesepuluh korporasi tersebut yakni

  1. Lotte
  2. Posco
  3. Hankook Technology Group
  4. SK E&C
  5. CJ Group
  6. LG Chem
  7. GS Global
  8. Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering
  9. Doosan Corporation
  10. The Korea Exim Bank (Kexim).

Bahlil mengatakan perusahaan-perusahaan ini telah beroperasi di Indonesia. Namun, mereka akan meningkatkan investasinya di Indonesia.

Kunjungan kerja pemerintah ke Korsel kali ini tak lain bertujuan meningkatkan investasi yagn sudah ada di Indonesia. Selain itu juga membahas potensi dalam pengelolaan sumber daya alam.

. (*)

Pak Ciputra Wafat di Singapura

0
Pendiri Ciputra Group Ir Ciputra (kedua dari kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menhub Budi Karya Sumadi saat meresmikan Perumahan Citra Maja Raya, Sabtu (18/11/2017). Ciputra meninggal dunia di Singapura pada Rabu (27/11/2019) dini hari dalam usia 88 tahun (Istimewa)

batampos.co.id – Pendiri Ciputra Group, Ciputra, meninggal dunia di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura pada, Rabu (27/11) pukul 01.05 waktu Singapura. Ciputra yang akran disapa Pak Ci, berpulang dalam usia 88 tahun.

Humas Universitas Ciputra, Erlita Tania mengonfirmasi kabar meninggalnya Ciputra. Dr. Ir. Ciputra yang lahir pada 24 Agustus 1931 sebelumnya dirawat di ruang pneumonia atau ruangan untuk merawat pasien penyakit infeksi paru-paru yang biasanya dialami oleh orang usia lanjut.

“Iya benar,” terangnya kepada JawaPos.com, Jakarta, Rabu (27/11).

Diinformasikan bahwa jenazah akan tiba di Jakarta pada Jumat (29/11). Sedangkan pemakaman rencananya akan dilakukan pada Rabu (4/12) atau Kamis (5/12) pekan depan.

Pemakaman pengusaha yang terkenal dengan bisnis propertinya ini akan dilaksanakan di desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selama hidupnya, Ciputra juga berkecimpung di dunia media dengan menjadi pemegang saham di Jawa Pos dan Tempo. (*)