Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10922

Hujan, Begini Penampakan Jodoh dan Batuampar

0

batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Batam dua hari belaka­ngan ini memicu banjir di beberapa titik di wilayah Batuampar dan Jodoh.

Selasa (22/10/2019) pagi, air hujan yang tak tertampung di drainase di Mel­cem, Sengkuang, meluap hing­ga merendam puluhan rumah warga.

Sementara, pada Rabu (23/10/2019) sore, drainase di sepanjang ruas Jalan Yos Sudarso, mulai dari SPBU Persero hingga ke depan kantor BCA Jodoh, juga tak mampu menampung debit air hujan hingga meluap ke badan jalan setinggi 50 sentimeter.

Pantauan Batam Pos, jalan utama tersebut tampak seperti sungai besar. Banjir di badan jalan utama ini menyebabkan macet.

Banyak kendaraan roda dua mogok. Para pengendara terpaksa mendorong kendaraannya ke tempat yang lebih tinggi.

Pengendara roda empat juga banyak yang ragu melintas di ruas jalan ini karena khawatir terjebak banjir.

Banjir merendam ruas Jalan Yos Sudarso di Batuampar, Rabu (23/10), setelah hujan deras mengguyur Batam sejak siang. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Batam memperbaiki kondisi drainase di wilayah tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Genangan air ini bukan pertama kali. Sudah sering terjadi, khususnya saat hujan lebat,” ujar Rangga, salah satu pengguna jalan yang melintas di ruas jalan yang tergenang air itu.

Pria yang bekerja di Pelabuhan Batuampar tersebut mengatakan, banyaknya sampah menjadi penyebab banjir. Drainase menjadi dangkal dan tersumbat sehingga air hujan mengalir di badan jalan.

Belum lagi drainase di kawasan itu banyak yang tertutup beton. Sampah yang menyumbat drainase juga terlihat di depan Tanjungpantun, Jodoh.

Akibatnya, jika hujan deras sebentar saja, air langsung meluap ke badan jalan.

“Tinggi air di atas mata kaki orang dewasa,” ujar Anwar, pedagang di Tanjungpantun, Rabu (23/10).

Di lokasi lainnya, tepatnya di Tanjungsengkuang, Batuampar, puluhan rumah terendam banjir akibat saluran drainase terlalu sempit dan tidak bisa menahan derasnya arus air ketika hujan deras dan air pasang.

“Lokasi ini sudah jadi langganan banjir,” kata Fitriati, warga Melcem, Tanjungsengkuang, yang rumahnya terendam banjir.(zis,mib,eja,yui)

Hemat Anggaran, Kegiatan Seremonial OPD Dipangkas

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam akan tetap memangkas anggaran yang bukan prioritas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kegiatan seremonial akan diminimalisir. Pemangkasan sejumlah anggaran ini masih bisa dilakukan saat pembahasan APBD 2020.

”Anggaran seremonial harus dipangkas. Saya belum tahu kegiatan seremonial apa saja yang akan ada di setiap OPD. Tetapi yang jelas harus dipangkas,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, di kantornya, Senin (22/10/2019).

Demikian halnya dengan pertemuan di hotel-hotel mewah harus dihindari. Ini untuk menghemat dan menempatkan anggaran dengan benar.

ilustrasi

”Kita akan kritisi. Semua anggaran di OPD masih bisa bergeser karena belum adanya kesepakatan di pembahasan KUA-PPAS. Jadi, ada celahnya untuk menggeser pagu di setiap OPD,” Katanya.

Menurut Aman, nilai anggaran untuk pendidikan dan kesehatan harus ditambah. Dimana saat ini sebagian besar adalah untuk belanja tidak langsung.

”Di semua OPD, pagu anggarannya masih bisa berubah. Tergantung pembahasan nanti. Dan kita akan memangkas yang tidak menjadi prioritas,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Mulia Rindo Purba, anggota Komisi II DPRD Kota Batam.

Menurutnya, sejumlah anggaran harus diperkuat di beberapa OPD. Salah satunya adalah penguatan pedagang kecil atau UMKM.

”Selama ini UMKM sa-ngat kecil anggarannya. Ini harus didorong terus agar pelaku UMKM semakin kuat,” jelasnya.

“Perekonomian Indonesia ini juga sangat besar peranan dari pelaku UMKM,” katanya lagi.

Terkait pemangkasan anggaran-anggaran seremonial, Mulia Rindo mendukung. Menurutnya, kegiatan-kegiatan prioritas harus diutamakan.

”Harus dipangkas kegiatan kegiatan yang kurang menyen-tuh memasyarakat. Seremonial memang harus dikurangi,” paparnya.

“Tetapi justru menambah kegiatan yang langsung menyen-tuh ke masyarakat,” tambahnya.(ian)

FIFA Tetapkan Indonesia sebagai Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 pada 2021

0

batampos.co.id – Impian Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola FIFA akhirnya terwujud. Indonesia resmi ditunjuk oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Kepastian ini diinformasikan induk sepak bola Indonesia, PSSI dalam laman resminya.

“Segala puji kepada Tuhan dengan segala kuasa-Nya. Berkat doa dan usaha kita semua, Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021!” tulis PSSI di akun media sosialnya.

Sebelumnya, Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021, September lalu. Indonesia bersaing dengan negara-negara sepak bola lainnya. Meliputi Brasil, Peru, Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Hebatnya, Indonesia terpilih setelah mengungguli dua pesaing beratnya yaitu Brasil dan Peru. Padahal dalam sejarah sepak bola, kedua negara Amerika Latin tersebut jauh lebih senior.

Pengumuman ini sendiri dilakukan dalam rapat Dewan FIFA yang digelar di Shanghai, Tiongkok, Kamis (24/10/2019) siang WIB. Pengumuman tersebut disampaikan langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino.

“Selamat untuk Indonesia,” kata orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tersebut.

Pihak PSSI lantas menyambut baik atas penetapan ini.

“Alhamdulillah kerja keras kita membuahkan hasil. Presentasi kita dinilai dan diterima baik oleh FIFA,” kata Ratu Tisha Destria selaku Sekjen PSSI dalam keterangan resminya.

Atas keberhasilan ini, lanjut Tisha, PSSI mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo. Lantaran dianggap memberikan dukungan penuh kepada PSSI. Apresiasi juga untuk jajaran kementerian terkait dan kepala daerah yang berkomitmen untuk membantu PSSI mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021.

Tisha menyebut, bagi sepak bola Indonesia keputusan ini merupakan momen bersejarah.

“Setelah beberapa kali mendapatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola Asia, kali ini PSSI naik level dengan mendapatkan kepercayaan keluarga sepak bola internasional setelah ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” ujar Tisha.

Indonesia pun menjadi negara kedua di kawasan Asia Tenggara yang menggelar Piala Dunia U-20. Sebelumnya Malaysia pernah menjadi ‘host’ pada 1997 saat nama turnamen masih Kejuaraan Dunia Pemuda FIFA.

Sebagai tuan rumah, Indonesia juga berhak tampil langsung di Piala Dunia U-20 tahun 2021. Itu akan menjadi penampilan perdana timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 sepanjang sejarah.

Adapun timnas yang disiapkan untuk mengikuti turnamen tersebut adalah timnas U-19 yang kini dilatih oleh Fakhri Husaini. Artinya, timnas U-19 tidak perlu lagi harus lolos dan melaju ke semifinal Piala Asia U-19 2020 untuk melangkah ke Piala Dunia U-20 2021.

Adapun sebagai tuan rumah kelak, Indonesia menyiapkan sepuluh stadion. Meliputi

  • Gelora Bung Karno (Jakarta)
  • Pakansari (Bogor)
  • Manahan (Solo)
  • I Wayan Dipta (Bali)
  • Mandala Krida (Yogyakarta)
  • Jakabaring (Palembang)
  • Wibawa Mukti (Cikarang)
  • Patriot (Bekasi)
  • Jalak Harupat (Bandung)
  • Gelora Bung Tomo (Surabaya). (luk)

6 Sekolah Baru di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri akan membangun enam sekolah baru di Batam. Empat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan dua Sekolah menengah Kejuruan (SMK).

Pembangunan semua sekolah ini akan dilakukan bertahap.

”Rencana kita empat SMA yakni SMA 25, 26, 27 dan 28. Sementara SMK adalah SMK 9 dan SMK 10,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepri, M Dali, baru-baru ini.

Lokasi pembangunan enam sekolah ini belum bisa dipastikan. Masih akan dilakukan komunikasi dengan BP Batam dan Pemko Batam.

Tetapi pastinya terletak di daerah yang kekurangan sekolah dan berpenduduk padat.

”Belum tahu kita di mana akan dibangun. Kita masih akan terus berkomunikasi dengan pemerintah setempat,” jelasnya.

“Kita berharap ini akan mengurangi masalah PPDB setiap tahunnya,” tambahnya.

Siswa SMKN 6 Kota Batam melakukan praktek kerja di workshop sekolah. Disdik Kepri kembali akan membangun enam unit sekolah di Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Pembuatan Detail Enginering Design (DED) diharapkan akan bisa selesai di akhir tahun. Dan mudah-mudahan untuk pembangunan fisiknya segera dimulai.

”Kalau DED-nya sudah ada di anggaran perubahan. Dan di akhir tahun DED-nya mudah-mudahan sudah ada dan kita berharap ini akan segera selesai,” paparnya.

“Kalau untuk biaya, sudah pasti puluhan miliar untuk semua sekolah,” bebernya.

Sementara itu, anggota DPRD Kepri dari Dapil Batam, Onward Siahaan, mengatakan, anggaran untuk pendidikan memang menjadi prioritas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembangunan beberapa sekolah baru di Batam juga menjadi aspirasi dari masyarakat Batam. Dimana setiap tahun permasalahan PPDB selalu terjadi.

”Memang di Batam masih butuh banyak sekolah. Misalnya di daerah Batuaji, di sana sangat minim SMA Negeri,” jelasnya.

“Ini menyebabkan warga Batuaji selalu kesulitan dengan sistem rayon saat PPDB.” kata dia lagi.

Ia berharap dengan pem­bangunan beberapa sekolah baru, maka masalah PPDB pelan-pelan teratasi.

Politikus Gerindra itu berharap Pemko dan BP Batam segera berkomunikasi untuk tempat dan lokasi pembangunan sekolah tersebut.

”Kalau dibangun pasti akan dibangun. Tapi lebih cepat lebih baik. Dan mudah-mudahan PPDB akan semakin baik dari tahun ke tahun,” harapnya.(ian)

Di Usia 32 Tahun, Jubir Jokowi Maju Pilkada Batam

0

batampos.co.id – Kontestasi politik di Batam makin menarik. Para calon bermunculan. Bahkan, ada sosok anak muda dengan track record brilian digadang-gadang bakal maju dalam bursa Pilkada Batam.

Boleh dibilang, sosok satu ini adalah kandidat yang paling muda. Usianya baru 32 tahun. Menjadi satu-satunya calon termuda yang mewakili generasi milenial.

Dia adalah jebolan Master Public Administration di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura.

Rian Ernest Tanudjaja namanya. Meski terbilang muda, karier politik pria dari pasangan Jorg Cichosz dan almarhumah Levi Mulyati Tanudjaja ini terbilang moncer.

Baca juga: Rian Ernest, Kandidat dengan Followers Instagram Terbanyak di Pilkada Batam

Pria dengan darah Tarempa yang mengalir dari ibunya ini, adalah juru bicara tim kampanye Jokowi-Ma’ruf pada pemilihan presiden (pilpres). Wajah gantengnya kerap menghiasi program-program televisi nasional.

Rian Ernest Tanudjaja bersama Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Saat ditanya tentang keinginannya untuk maju di Pilwako Batam, Ernest bercerita bahwa ia ingin membuat perubahan-perubahan di Batam.

Apalagi katanya, sebagai mantan staf ahli hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dirinya sudah memiliki pengalaman dalam bekerja membenahi Jakarta dengan membuat perubahan-perubahan di Jakarta.

“Saya tertantang bagaimana menjadi pemimpin yang baik,” ujarnya saat ditanyai batampos.co.id, Kamis (24/10/2019).

“Saya punya tujuan cuma satu dan tidak muluk-muluk, bagaimana menjadi contoh, dan teladan ke depan serta membuat perubahan-perubahan yang berpihak kepada masyarakat, Batam” kata Ernest lagi.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan safari politik ke Batam. Serta menemui para tokoh masyarakat dan pemuda.

Dengan cara itu dirinya akan belanja masalah dan mengetahui dengan detail perubahan apa saja yang diimpikan masyarakat Kota Batam.

“Saya akan maju dari jalur independen,” jelasnya.(iwa)

Susun Kurikulum Bersama, PT SMOE Gandeng SMKN 6 Batam

0

batampos.co.id – PT SMOE yang berada di kawasan industri Kabil melakukan kerja sama dengan SMKN 6 Kota Batam.

Kerja sama tersebut guna meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Batam, Deden Suryana, mengatakan, kerja sama kali ini dilakukan dengan cara menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, dalam hal ini PT SMOE.

“Ini adalah kegiatan bersama industri dengan SMK dan diharapkan nantinya dapat memperoleh hasil kurikulum yang baik untuk industri,” jelasnya saat memberikan sambutan pada pembukaan workshop penyelerasan kurikulum SMKN 6 dengan PT SMOE, Kamis (24/10/2019).

Deden menjelaskan, hal itu nantinya dapat menjadi bekal pihaknya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri yang berasal dari lulusan SMKN 6.

Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Batam, Deden Suryana (kiri) dan QAQC Manager PT SMOE, Wong Wai Meng menandatangani kerja sama dalam penyusunan kurikulum bersama. Foto: Messa Haris/batampso.co.id

Menurutnya, SMKN 6 terpilih menjadi salah satu SMK Kawasan Industri pada 2016 lalu. Kata dia, ciri-ciri SMK Kawasan Industri yaitu berada di area industri dan adanya kerja sama dengan kurikulum.

“Agar proses berjalan baik dilakukan dengan cara mendatangkan guru tamu dari industri untuk mengajar di sekolah kita,” paparnya.

Guru tamu lanjutnya, tidak hanya dapat dilakukan oleh karyawan yang masih aktif. Tapi juga dapat dijalankan oleh karyawan yang purna tugas.

“Lokasi belajarnya bisa di PT SMOE atau SMKN 6 dan kami juga berharap guru-guru kami dapat magang di PT SMOE,” jelasnya.

Deden menjelaskan, dengan adanya pemagangan guru di industri, akan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik itu untuk memberikan materi pelajaran kepada siswa.

“Di SMKN 6 ada dua kelas industri. Pertama dengan Citra Tubindo di pemesinan, satu lagi dengan DSAW di pengelasan,” tuturnya.

Siswa SMKN 6 Kota Batam melakukan praktek kerja di workshop sekolah. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

Ia melanjutkan kerja sama dengan PT SMOE juga difokuskan di kompetensi teknik pengelasan.

HR Manager PT SMOE, Eldiansyah, menyambut baik program tersebut. Menurutnya sejak 2018 lalu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan SMKN 6.

“SMKN 6 juga sudah melakukan studi banding di sini,” jelasnya.

PT SMOE lanjutnya, memiliki sekitar 15 boot pengelasan dan saat ini ada siswa SMKN 6 yang melaksanakan praktek kerja industri (prakerin) di PT SMOE hingga November mendatang.

“Kita juga membuka lowongan untuk lulusan SMKN 6 di bagian pengelasan,” paparnya.

Kadisdik Kepri, Muhamad Dali, berharap kerja sama pihak industri dengan SMKN 6 terus bertambah. Tidak hanya di PT Citra Tubindo, DSAW dan SMOE saja.

“Jadi konsep kerja sama ini nantinya dapat melahirkan lulusan yang memiliki keahlian ganda,” paparnya.

Kata dia, dengan kerja sama tersebut nantinya para siswa SMKN 6 akan melakukan proses belajar mengajar di sekolah dan di industri.

“Berapa lama proses itu terngantung dari kesepakatan kedua belah pihak,” paparnya.

Selain itu ia juga menyebutkan di Kota Batam ada tiga SMK yang masuk dalam program revitalisasi SMK. Yaitu SMKN 1, SMKN 5 dan SMKN 6.

“Revitalisasi SMK ini sama tapi akan di mantapkan lagi dan menjadi pilot project dan sekolah-sekolah itu akan menjadi perhatian di 9 Provinsi di Indonesia, termasuk di Kepri,” tuturnya.(esa)

Mantap, Nelayan di Batam Dapat Kapal dan GPS

0

batampos.co.id – Nelayan akan mendapatkan tambahan bantuan berupa kapal hingga GPS untuk penunjang aktivitas melaut mereka. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Batam, Husnaini, Rabu (23/10/2019).

Ia mengatakan, bantuan merupakan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) yang diterima 2020 mendatang. Anggaran yang diterima Diskan naik hampir 100 persen jika dibandingkan tahun ini.

”Alhamdulillah, ada kenaikan anggaran yang kami terima. Jadi, bantuannya lebih tinggi nilainya dari tahun ini,” sebutnya.

Husnaini menyebutkan anggaran yang diterima tahun ini Rp 915 miliar. Bantuan akan diterima dalam bentuk barang sesuai dengan kebutuhan nelayan yang diusulkan.

”Sama dengan tahun lalu. Bantuan berupa alat bantu tangkap jadi tak dalam bentuk uang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bantuan akan diberikan kepada nelayan yang sudah terdaftar dan berada dalam binaan Diskan Batam.

Ilustrasi kapal nelayan. Dokumentasi batampos.co.id, 

Alat bantu tangkap berupa empat unit kapal 3GT. Masing-masing satu unit untuk Belakangpadang, Bulang, Galang, dan Sekupang.

”Serta kapal 4 GT untuk nelayan yang ada di Belakangpadang,” sebutnya.

Selanjutnya, 45 unit alat tangkap ramah lingkungan dengan rincian, lima unit untuk Kecamatan Sekupang, lima unit untuk Belakangpadang, 10 unit untuk Bulang, Galang dan Sagulung dengan jumlah yang sama.

Terakhir untuk Bengkong lima unit alat tangkap ramah lingku-ngan.

”Bantuan alat tangkap ini diharapkan bisa membantu nelayan dalam menjalankan aktivitasnya,” imbuh Husnaini.

Selain itu, ada juga bantuan berupa GPS. Alat ini akan membantu nelayan mendeteksi keberadaan ikan di laut.

Nantinya alat ini akan diberikan empat unit untuk Sekupang dan 10 untuk Bulang.

”Jadi, ada 14 unit GPS juga yang akan diberikan kepada nelayan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, untuk DAK ini rencananya akan kembali dibahas dalam rapat sinkronisasi bersama KKP 28-30 Oktober di Bogor.

”Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” harap dia.(yui)

HSBC Perkenalkan Premiere Next Gen

0

batampos.co.id – Bank HSBC Indonesia bertandang ke redaksi Batam Pos, Rabu (23/10/2019). Kunjungan bank berskala internasional ini dalam rangka memperkenalkan program baru yang disebut Premiere Next Gen.

Program ini khusus untuk pelajar-pelajar Indonesia yang bersekolah di luar negeri.
Kedatangan rombongan HSBC disambut oleh Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan; Manajer Iklan Batam Pos, Try Agus; dan Manajer Pemasaran Batam Pos, Herianton.

SVP & Head of Network Sales & Distribution Retail Banking and Wealth Management HSBC, Edhi Tjahja Negara, mengatakan, kunjungan kali sekaligus menjadi silaturahmi dengan Batam Pos. HSBC sudah berada di Batam sejak 1993.

”Kami datang mau sharing survey rutin mengenai perencanaan studi di luar negeri. Kami melihat bahwa animo pelajar di Batam untuk bersekolah di luar negeri sangat tinggi,” ucapnya.

Edhi kemudian melanjutkan bahwa perguruan tinggi yang menjadi destinasi pelajar di Batam rata-rata berada di Amerika, Inggris, Australia, Singapura, dan lain-lain.

Di negara-negara tersebut, HSBC memiliki cabang. Makanya untuk mendukung kebutuhan finansial dari pelajar-pelajar tersebut, HSBC memperkenalkan Premiere Next Gen.

Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan didamping Manajer Iklan Tri Agus dan Manajer  pemasaran Herianton memberikan penjelasan kepada SVP & Head Of Network Sales & Distributor Retail Banking and Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia, Edhi Tjahja Negara, Vice President Branch Manager PT Bank HSBC Indonesia Batam, Mujianto dan jajaran saat kunjungan ke Batam Pos, Rabu (23/10). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Syarat untuk mendapatkannya, jika orangtua dari si pelajar merupakan nasabah premiere di HSBC, maka secara otomatis anaknya yang bersekolah di luar negeri akan mendapat status premiere dengan segala fasilitasnya.

”Anaknya akan mendapat standar eksklusif yang sama seperti orangtuanya. Ini program yang sangat relevan karena kami sebagai penyedia layanan finansial ada di negara tujuan studi terfavorit,” ungkapnya.

Adapun keunggulan yang ditawarkan program ini yakni bebas biaya transaksi di seluruh ATM HSBC di seluruh dunia dan semua jaringan ATM di Indonesia dengan kartu debit VISA.

”Lalu, kemudahan transaksi di lebih dari 1 juta ATM VISA/PLUS, 6.500 ATM HSBC di seluruh dunia dan lebih dari 44 juta merchant berlogo VISA di seluruh dunia dan belanja online,” katanya lagi.

Kemudian, bebas biaya transfer real time hingga 100 ribu dolar Amerika per-hari ke 30-an negara untuk rekening sendiri dan ke semua bank di Indonesia melalui HSBC Internet Banking.

”Dan dalam kondisi darurat seperti kartunya hilang, dapatkan emergency cash hingga 10 ribu dolar Amerika setiap dua hari, sedangkan kartu penggantinya akan tersedia dalam dua hari kerja di seluruh cabang HSBC,” pungkasnya.(leo)

Info Terkini, Makanan dan Minuman Harus Tersertifikasi Halal

0

batampos.co.id – Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) mulai berlaku pada 17 Oktober 2019.

Di sana tertulis bahwa seluruh industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman (mamin) harus punya sertifikat halal.

Tapi, baru kira-kira 500 ribu di antara sekitar 1,6 juta IKM mamin yang sudah tersertifikasi halal.

Direktur IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kemenperin, Sri Yunianti, menyatakan, sertifikasi halal menjadi prioritas industrinya saat ini.

Untuk meningkatkan jumlah IKM mamin halal, dia menggandeng dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) di tiap daerah untuk memfasilitasi IKM dalam proses sertifikasi.

Dananya dari mana? Dari dana dekonsentrasi. Tahun ini Kementerian Perindus-trian menargetkan tambahan sekitar seribu IKM halal lewat dana dekonsentrasi tersebut.

Pelaku UMKM. Saat ini pemerintah menetapkan seluruh industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman (mamin) harus punya sertifikat halal. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

’’Tapi, di luar itu, tiap daerah pasti punya APBD untuk memfasilitasi sertifikasi. Jadi, kami yakin angkanya akan lebih besar lagi,’’ ujar Yuni, Rabu (23/10/2019).

Selama ini, menurut Yuni, IKM mamin enggan mengurus sertifikat halal karena terbentur biaya.

Biaya untuk mendapatkan sertifikat halal berkisar Rp 3 juta–Rp 5 juta. Besaran tersebut memberatkan para pelaku usaha kecil.

Karena itu, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kemenperin memohonkan kebijakan harga khusus ke Kementerian Agama.

’’Dulu sebelum penerapan UU JPH, sertifikasi halal itu sukarela alias tidak wajib. Tapi, sekarang semuanya wajib,’’ ungkap Yuni.

Mewajibkan seluruh produk mamin tersertifikasi halal, sebenarnya, berdampak positif bagi industri mamin itu sendiri.

Sebab, daya saing produk meningkat dan proses ekspor akan lebih mudah. Kepala Bidang Industri Agro Disperindag Jatim, Hery Wiriantoro, mengaku, siap membina para pelaku IKM mamin Jatim mulai hulu sampai hilir.

Sebab, kontribusi mamin terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim cukup besar. Yaitu, sekitar 32,06 persen.

’’Kami juga fokus mendorong agar IKM bersertifikat. Setiap tahun Disperindag Jatim selalu memfasilitasi mereka terkait peningkatan mutu standardisasi produk secara gratis,’’ terangnya.

Hery menargetkan, sampai akhir tahun, jumlah pelaku IKM Jatim yang punya sertifikat halal mencapai 20 persen dari total 800 ribu IKM mamin yang ada.

Dengan demikian, daya saing mereka di pasar bebas juga akan meningkat. (car/c22/hep/jpg)

Bukti Komitmen Bea Cukai Sulbagtara Lindungi Masyarakatnya

0

batampos.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara terus berkomitmen melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya dan pengamanan keuangan negara melalui penegakan hukum di bidang cukai.

Salah satunya adalah penyidikan atas penindakan 1.918 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau Miras impor ilegal dengan rincian 1.617 botol dilekati pita cukai palsu, 2 botol tidak dilekati pita cukai dan 299 botol dengan pita cukai asli, yang terdiri dari berbagai macam merek atas Tempat Penjualan Eceran (TPE) CV. Lim Jasa Entertain (Club Altitude), di Kawasan Megamas, JL. Laksda Jhon Lie Blok Smart Plus No. 1-7 dan 19/20, Manado.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, dalam penyidikan tersebut, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara telah menetapkan dua tersangka.

Yaitu RI selaku pemilik usaha Club Altitude dan MDRSS selaku manager operasional Club Altitude.

Perbuatan tersangka telah memenuhi unsur-unsur pidana yaitu Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dan/atau Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 54 subsider pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan perkiraan nilai barang yang dijual oleh tersangka dari barang bukti yang telah disita senilai Rp. 3.458.500.000 dan perhitungan nilai cukai atas barang bukti senilai Rp. 160.600.500. 

Personel Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara berfoto bersama di Rutan Klas IIA Mandao. BC Sulbagtara terus berkomitmen melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya dan pengamanan keuangan negara melalui penegakan hukum di bidang cukai. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Utara, Cerah Bangun, mengungkapkan, penindakan yang telah dilakukan oleh Bea Cukai tidak sekedar menghitung kerugian negara saja.

Namun utamanya untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal dan sekaligus dapat memberikan efek jera kepada oknum yang menyebarkan dan menjual minuman keras ilegal.

Penyidikan atas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, dan pada hari ini telah diserahkan tersangka beserta barang bukti ke kejaksaan (P-22).

”Penyidikan terhadap kasus ini serius dilakukan sampai ditetapkan tersangka dan sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaaan atau P-21 yang kemudian tersangka dan barang bukti diserahkan ke kejaksaan atau P-22.,” jelasnya.

“Ini bukti kerja sama yang baik dan merupakan sinergi positif dengan aparat penegak hukum lain dalam penyelesaian kasus-kasus hukum terkait pelanggaran kepabeanan dan cukai.” lanjutnya lagi.

Kata dia, penindakan yang dilakukan ini bukan menunjukkan kehebatan aparat pemerintah.

Namun menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan peredaran barang ilegal di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara.

“Sehingga besar harapan adanya peran aktif masyarakat untuk tidak membeli dan mengkonsumsi miras illegal namun justru memberikan informasi terkait minuman keras ilegal kepada Petugas Bea Cukai atau aparat hukum lainnya,” pungkas Cerah.(*)