Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10926

Istri Selingkuh, Suami Dapat Rp 10 Miliar

0

KEVIN Howard mungkin sangat sedih setelah bercerai dari istri yang sudah hidup bersamanya selama 12 tahun. Apalagi, penyebab perpisahan itu adalah pria simpanan si istri. Meski demikian, dompet Kevin kini makin tebal. Betapa tidak, pria asal North Carolina, AS, tersebut berhasil menggugat selingkuhan istrinya itu dengan pasal penga­singan kasih sayang.

Aturan yang hanya berlaku di beberapa negara bagian AS tersebut melarang seseorang mengganggu pernikahan orang lain. Pengadilan memutuskan bahwa selingkuhan istrinya itu harus membayar USD 750 ribu alias Rp 10,6 miliar kepada Kevin.

”Saya per­caya kesucian pernikahan. Biar keluarga lain melihat apa konsekuensi jika mengganggu janji suci tersebut,” ujar Howard kepada CNN. (bil/c10/oni)

Tol Laut Belum Efektif Tekan Harga

0

batampos.co.id – Tol laut dinilai belum maksimal dalam menekan disparitas harga meski sudah berjalan lima tahun. Harga komoditas di daerah, terutama di wilayah timur Indonesia, masih mahal. Karena itu, dibutuhkan pembenahan secara menyeluruh, baik dari pengangkutan, pelabuhan, transportasi laut, maupun pengiriman komoditas ke pasar setelah sampai di daratan.

Ketua DPP Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, biaya logistik dari industri pelayaran hanya menyumbang sekitar 19 persen. Sisanya disumbang biaya gudang, penumpukan barang di pelabuhan, dan ekspedisi. Biaya yang dihabiskan untuk pelayaran sudah sangat murah. Namun, masyarakat masih ku­rang mendapat keuntu­ngan dengan adanya tol laut.

”Yang diuntungkan dari tol laut adalah ekspedisi. Misalnya, yang biasanya bayar Rp 20 juta, mereka bayar hanya Rp 8 juta. Seharusnya kan masyarakat yang diuntungkan, tapi ekspedisinya yang makin kaya. Ini perlu dievaluasi,” ka­tanya di Surabaya, Kamis (3/10).

Dia juga meminta dalam penentuan rute tol laut, perusahaan pelayaran swasta lebih diberikan kesempatan. Selama ini terjadi tumpang-tindih antara kapal yang digunakan untuk tol laut dan kapal nasional.

”Kami minta rute (pelayaran) yang dibuka ditawarkan dulu kepada kami, setelah itu baru tawarkan pada Pelni dan BUMN lainnya,” tegasnya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan Wisnu Handoko mengungkapkan, pihaknya akan lebih memerinci agar tidak ada yang tumpang-tindih.

”Bagaimana program tol laut ini tidak boleh mematikan perusahaan swasta. Ini nanti kami atur,” katanya.

Tahun depan pemerintah membuka 22 rute tol laut dan 113 rute kapal perintis. Pemerintah akan membuka le­lang kepada pelayaran swasta untuk menggarap pro­yek rute itu kepada perusaha­an swasta. Kemudian, sisa­nya digarap BUMN. Dengan demikian, bisnis perusahaan pelayaran swasta tidak mati.

Sementara itu, laju urbanisasi di Indonesia ternyata masih berada dalam level yang rendah. World Bank menyebutkan, Indonesia belum mendapatkan banyak manfaat dari urbanisasi. Sebab, setiap perpindahan 1 persen, penduduk Indonesia dari desa ke kota besar hanya menaikkan 1,4 persen PDB per kapita. Jumlah itu terbilang kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Tiongkok, misalnya, mampu mendorong 3 persen PDB per kapita dari persentase pertumbuhan urbanisasi 1 persen. Negara-negara di Asia Timur dan Pasifik lainnya berkontribusi hingga 2,7 persen terhadap PDB per kapita. (rin/dee/c12/oki)

BPS: November dan Desember Kemungkinan Terjadi Inflasi

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mengingatkan para pemangku kepentingan untuk mengambil langkah dalam mengendalikan inflasi yang berpotensi terjadi pada bulan November dan Desember 2019 di Kota Batam.

“Kalau melihat trennya, itu perlu hati-hati, bulan depan naik. Apalagi Desember, patut kita waspadai,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahayuddin, Kamis (3/10/2019).

ilustrasi

Menurutnya, tekanan inflasi di November dan Desember, kemungkinan disebabkan harga sembako yang melambung.

Serta adanya kenaikan harga tiket pesawat udara di musim libur Natal dan Tahun Baru.

“Dua yang pengaruh besar, bahan makanan sama transportasi,” tuturnya.(rng)

Pengguna Transportasi Udara di Kepri Turun 

0

batampos .co.id – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang pesawat di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2019 sebanyak 228.749 orang atau turun 1,19 persen dibandingkan bulan lalu yang mencapai 231.514 orang.

Jika dibandingkan dengan kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah penumpang yang datang ke Kepri juga mengalami penurunan sebesar 11,24 persen.

Kepala BPS Kepri, Zulkipli, mengatakan, selama Agustus 2019 ada 197.146 orang penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari bandara di Kepri.

Penumpang yang berangkat tersebut juga mengalami penurunan sebesar 0,29 persen dibandingkan dengan Juli 2019 yang mencapai 197.711 orang.

“Jumlah penumpang yang berangkat pada Agustus 2019 juga turun 14,68 persen jika dibandingkan Agustus 2018 yang capai 231.059 orang,” katanya, kemarin.

Sementara itu penumpang angkutan udara internasional yang datang ke Kepri pada Agustus 2019 mencapai 1.1819 orang.

Angka ini tercatat lebih tinggi 29,10 persen dibandingkan dengan keadaan bulan sebelumnya yang mencapai 1.409 orang.

Sementara itu, selama Agustus 2019 ada sebanyak 1.441 orang yang berangkat ke luar negeri melalui bandara di Kepri.

Ilustrasi. Foto: Yusuf Hidayat/batampos.co.id

Zulkipli menambahkan, jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat justru mengalami penurunan 89,01 persen dibandingkan Juli 2019 yang mencapai 13.114 orang.

Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu juga terjadi penurunan 81,18 persen dengan jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat pada Agustus 2018 mencapai 7.656 orang.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara di Kepri selama Agustus 2019 didominasi oleh penumpang penerbangan domestik yang datang yaitu sebesar 53,30 persen.

Sedangkan yang terendah adalah jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat yaitu sebesar 0,34 persen.

Penurunan juga terjadi pada bongkar bagasi dan barang angkutan udara domestik.

Tercatat pada bulan Agustus 2019, jumlah bongkar bagasi dan barang angkutan udara sebanyak 2.906,25 ton, atau mengalami penurunan sebesar 0,76 persen dibandingkan Juli 2019 yang jumlahnya 2.928,39 ton.

Sementara itu, jika dibandingkan Agustus 2018 yang mencapai 4.631,99 ton, bongkar bagasi dan barang angkutan udara domestik juga turun sebesar 37,26 persen.

“Jumlah muat bagasi dan barang angkutan udara domestik turun 0,53 persen dari 3.714,57 ton di Juli 2019 menjadi 3.694,81 ton pada Agustus 2019,” jelasnya.

Sementara itu, untuk angkutan udara internasional, selama Agustus 2019 bagasi dan barang yang dibongkar sebanyak 9,91 ton.

Angka ini naik 13,68 persen dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 8,71 ton.

Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, jumlah bongkar bagasi dan barang justru mengalami penurunan sebesar 66,50 persen atau turun dari 29,57 ton pada Agustus 2018 menjadi 9,91 ton pada Agustus 2019.

Selama Agustus 2019 tercatat sebanyak 8,89 ton bagasi dan barang yang dimuat pada penerbangan internasional.

Jumlah tersebut turun 96,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah muat bagasi dan barang penerbangan internasional pada Agustus 2019 juga mengalami penurunan sebesar 92,97 persen jika dibandingkan Agustus 2018.(rng)

HUT ke 74, TNI Akan Lakukan Ini di Depan Presiden

0

batampos.co.id – Perayaan ultah Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 74 akan digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Kabid Penum Puspen TNI Kolonel Taibur Rahman mengungkapkan, akan ada defile pasukan dan beragam atraksi pada acara yang bakal dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

“Kekuatan pasukan parade berjumlah 6.806 personel,” katanya di sela geladi bersih HUT Ke-74 TNI di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Kamis (3/10/2019).

Ilustrasi Prajurit TNI. Foto: Jawa Pos

Taibur memerinci, setiap kesatuan di TNI mengirimkan 60 personelnya. Selain itu juga ada 971 taruna Akademi TNI yang akan tergabung dalam Brigade Upacara II.

Selanjutnya ada Brigade Upacara III yang berisi 971 personel gabungan. Adapun Brigade Upacara IV terdiri dari 971 personel Kopassus, Kostrad dan Kodam Jaya.

“Brigade Upacara V atau TNI AL sebanyak 971 personel. Brigade Upacara VI atau TNI AU sebanyak 971 personel. Brigade Upacara VII atau gabungan sebanyak 971 personel,” jelas dia.(tan/jpnn)

Kakak Babak Belur Dibogem Adik Sendiri

0

batampos.co.id – I Wayan Pica, 48 babak belur setelah “dibogem” adik kandungnya sendiri I Putu Jati, 32.

Wayan Pica, bukan hanya pukulan tangan kosong, korban juga  dikepruk  gagang cangkul pada Senin (1/10/2019) malam.

Peristiwa ini terjadi selepas keduanya menggelar pesta minuman keras (miras). Belum diketahui pasti apa sebab keduanya bersitegang hingga berujung penganiayaan.

Namun informasi di kepolisian menyebut, keduanya sempat cekcok sampai-sampai pelaku membabi buta memukul kakak kandungnya hingga pingsan.

Kapolsek Selat, AKP Gede Sunjaya Wirya, kejadian ini dilaporkan oleh istri korban Ni Wayan Armini, 46, usai mendapat kabar dari sang mertua. Armini yang pikirannya dalam keadaan kalut langsung menemui Pica.

Korban saat itu sedang berkumpul bersama pelaku di rumah I Ketut S, 79. Mereka tak berdua.

Ilustrasi

Ada pemilik rumah dan seorang lagi bernama Jro Mangku A. Mereka sama-sama petani yang memang sering berkomunikasi intens setiap hari.

Lanjut ke awal, Armini yang dapat kabar buruk tentang suaminya langsung bergegas ke TKP sambil histeris.

Pica ditemukan tergeletak tak sadar diri dengan wajah berlumur darah di halaman rumah Ketut S.

Wajah Pica babak belur. Bibir bagian atas robek, pipi kiri dan kanan luka dan bengkak. Mirisnya lagi, gagang yang dipakai pelaku bertindak beringas sampai patah.

“Korban lalu diajak ke Puskesmas Selat,” sambung Sunjaya Wirya seperti dikutip Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (2/10/2019).

Menurut saksi, kata AKP Gede Wirya, pelaku menggunakan gagang cangkul untuk menghabisi korban. Korban pingsan setelah dapat beberapa kali pukulan.

Meski begitu, mereka yang menyaksikan kejadian berdarah itu tidak tahu persis akar masalahnya.

“Yang jelas saksi melihat keduanya sempat cekcok dan diduga mabuk,” ungkap Kapolsek seraya mengatakan kasus tersebut tengah ditangani di Polsek Selat. Sementara korban sudah mendapat perawatan intensif.(jpg)

10 Komoditas Dorong Deflasi di Kota Batam

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik Kota Batam mencatat pada September 2019, kota industri tersebut kembali mengalami deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Rahayuddin, mengatakan, pada September lalu Kota Batam mengalami deflasi 0,55 persen.

Tren ini lanjutnya terjadi di 64 dari 82 kota yang disurvei indeks harga konsumennya.

“September sama seperti Agustus, rata-rata harga turun, sama dengan tahun lalu,” jelasnya, Kamis (3/10/2019).

Cabai menjadi salah satu pendorong deflasi di Kota Batam pada September 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kata dia, inflasi September 2019 dibanding September 2018 tercatat 2,84 persen. Sementara inflasi tahun kalender sebesar 0,96 persen, jauh di bawah nasional yang sudah menyentuh 2,20 persen.

“Di bulan September biasanya produksi bahan makanan melimpah, stok banyak, jadi harga di pasar turun,” jelasnya.

“Dari tim pengendali inflasi daerah (TPID) juga rutin operasi pasar, jadi inflasi bisa ditekan,” terangnya lagi.

Berikut komoditi yang mendorong deflasi di Kota Batam:

  1. Cabai Merah.
  2. Tiket Pesawat.
  3. Cabai Rawit.
  4. Telur Ayam Ras.
  5. Daging Ayam Ras.
  6. Bawang Merah.
  7. Tomat Sayur.
  8. Cabai Hijau.
  9. Tomat Buah.
  10. Bawang Putih.(rng)

YIACI: SKM Bukan Diperuntukkan Bagi Balita

0

batampos.co.id – Stunting atau kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya masih menjadi persoalan yang harus ditangani pemerintah.

Di Provinsi Kepri sendiri, penanganan gizi buruk termasuk bagus dengan angka kurang dari 13 persen.

Sementara di Batam memiliki prevalensi stunting sebanyak 23,5 persen. Di semester pertama 2019, penderita stunting di Batam meningkat di angka 5,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,35 persen. Penyebabnya adalah kurangnya asupan nutrisi anak.

Selain itu, faktor geografi terhadap layanan kesehatan serta rendahnya pengetahuan ibu menjadi pemicu meningkatkan stunting anak.

Dari peningkatan itulah Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), bersama pengurus pusat muslimat NU menjalin kerjasama edukasi bijak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi.

Ilustrasi Susu Kental Manis (SKM). (Pixabay)

Ketua Harian YIACI, Arif Hidayat, mengatakan, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham dalam memberikan nutrisi kepada anaknya.

Seperti misalnya memberikan anak untuk mengkonsumsi susu kental manis (SKM). Padahal kata dia, dalam produk SKM tak ada sama sekali kandungan susu sapi.

“Yang ada hanya krimer dan gula saja. Itu salah satu kebiasaan masyarakat atau orangtua masih ada memberikan balitanya SKM sebagai pengganti asi,” katanya, Kamis (3/10/2019).

“SKM bukan diperuntukkan bagi balita,” katanya lagi.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama termakan iklan yang menyesatkan terkait SKM.

“Karena itu perlu pengawasan terhadap promosi dan penggunaan SKM oleh masyarakat,” paparnya.

“Kita (YAICI) ingin mengedukasi dengan melakukan intervensi langsung kepada masyarakat bahwa SKM itu tidak baik untuk balita dan bisa menyebabkan diabetes, gizi buruk dan juga stunting,” jelasnya.(gas)

Ekspor Komoditas Pertanian Kepri Meningkat 38,8 Persen

0

batampos.co.id – Ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Kepri melalui unit pelaksana teknis karantina Batam pada triwulan ke tiga tahun ini menunjukkan peningkatan baik di negara asia maupun eropa.

Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat, Ali Jamil, mengatakan, frekuensi ekspor komoditas pertanian melalui Provinsi Kepri meningkat 38,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama.

“Tahun sebelumnya ekspor komoditi pertanian melaui Provinsi Kepri 1.515 kali. Sedangkan tahun ini 2.102 kali,” ujarnya, saat melepas ekspor pertanian berupa tembakau di PT Alcotraindo di kawasan industri Sarana Industrial Point, Kamis (3/10/2019).

Pihaknya mengapresiasi kinerja ekspor produk pertanian dari Kota Batam. Terlebih kata dia, yang diekspor bukanlah produk mentah, tapi produk olahan.

“Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah,” katanya lagi.

Sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor, pihaknya memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian berupa surat keterangan baik bagi tumbuhan maupun hewan.

Kepala Badan Karantina Pertanian Pusat, Ali Jamil, bersalaman dengan salah seorang eksportir pertanian Kota Batam. Foto: Humas Balai Karantina Batam untuk batampos.co.id

Guna mempercepat proses ekspor, rangkaian tindakan pemeriksaan karantina, dilakukan di gudang pemilik.

Selain untuk mempercepat waktu arus barang saat di pengiriman, pemeriksaan bisa lebih efektif dan akurat karena dilakukan sebelum produk dikemas.

Menurutnya, upaya percepatan layanan ke proses ekspor terbukti membuahkan hasil. Hal ini terlihat selain dari peningkatan frekuensi eksportasi, beberapa tolok ukur capaian ekspor juga mengalami peningkatan.

Seperti jumlah eksportir komoditas pertanian yang meningkat dari 408 pelaku pada tahun lalu, kini menjadi 447 pelaku atau naik sekitar 9,6 persen.

Dari sisi keberagaman produk juga mengalami peningkatan sebesar 24,1 persen dari 224 komoditas, menjadi 278 produk.

Sedangkan tonase ekspor komoditas pertanian dari Kepri yang disertifikasi Karantina Batam juga meningkat 4,5 persen. Atau sebanyak 438,5 ton hingga periode September 2019, setara dengan Rp 13,4 triliun.

Ali mengimbau kepada pemerintah daerah agar mulai mengembangkan dan menarik investor untuk bisa membantu pengolahan komoditas pertanian yang setidaknya dari barang mentah diolah ke setengah jadi.

“Seperti misalnya serabut kelapa yang diekspor, ini merupakan satu kemajuan,” jelasnya.

“Dulunya eksportir hanya tahu mengekspor bahan mentah atau kelapa bulat, tapi saat ini sudah mengalami kemajuan dengan mengekspor dagingnya sendiri, serabutnya sendiri yang mampu mendongkrak nilai tambah,” terangnya.(gas)

Polisi Kejar Orangtua Pembuang Bayi di Sagulung 

0

batampos.co.id – Warga Kampung Wali Melayu RT 3/RW 1, Seibinti,Sagulung, dikejutkan penemuan bayi berumur tiga bulan di bawah alat berat yang tak jauh dari pemukiman warga.

Bayi itu pertama kali ditemukan oleh Randy, Selasa (1/10/2019) lalu.

“Saya mendengar suara tangisan bayi, kemudian balik berlari ke rumah,” jelasnya.

Sesampainya di rumah, pelajar SMP itu langsung ditanyai oleh orangtuanya.

“Saya bilang saya takut ke warung, soalnya tadi dengar suara bayi dekat beko,” paparnya.

Mendengar jawaban anaknya, orangtua Randy lantas mendekati lokasi yang disebut buah hatinya.

Ternyata yang disampaikan Randy benar. Seorang bayi terlihat di dalam kardus.

Bayi yang ditemukan di Sagulung, saat ini berada di Yayasan Uswatun Hasanah. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Pimpinan Yayasan Uswatun Hasanah, Marmansyah, membenarkan jika ada bayi yang ditemukan di dalam kardus roti dan dibawa ke panti asuhan yang dipimpinnya.

Bayi tersebut lantas dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji.

Sesampainya di RSUD bayi yang diperkirakan berumur kurang lebih 3 bulan itu langsung mendapatkan perawatan medis.

“Kata dokter kondisi fisik bayi sehat, namun mengalami kelainan berupa hidrosefalus,” jelasnya.

Menurutnya, bayi tersebut harus diserahkan terlebih dahulu ke Dinas Sosial Batam dan jika mendapatkan izin baru bisa dirawat pihak yayasan.

“Bayinya sekarang udah sama kita, kita bawa ke panti. Tapi nanti kita akan coba minta arahan dari Dinsos dulu akan penanganan bayi ini,” jelasnya lagi.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Rifi, menyebutkan, pihaknya masih melidik dan mengumpulkan keterangan dari dua saksi.

“Laporan atas penemuan bayi tersebut sudah kita terima dan kami masih lidik siapa orang tuanya,” ujarnya.(cr1)