MANTAN Raja Malaysia, Sultan Muhammad V bersama Miss Moscow 2015, Oksana Voevodina ketika masih berstatus suami istri. foto: the sun
batampos.co.id – Perceraian mantan raja Malaysia, Sultan Muhammad V dengan mantan istrinya Rihanna Petra atau Oksana Voevedina memasuki babak baru. Perceraian itu menyisakan tuntutan dari sang mantan istri yang meminta dana cukup besar dari sang sultan tersebut.
Sumber Istana Kesultanan Kelantan, seperti dilansir dari Dailymail.co.uk pada Jumat (4/10/2019) lalu mengungkapkan, Miss Moscow 2015 yang hanya satu tahun dipersunting Raja Kelantan tersebut membuat tuntutan tak masuk akal. Seperti meminta satu rumah tinggal di apartemen mewah di Moskow senilai Rp 21 miliar (1,2 juta poundsterling), satu rumah di London, hingga biaya bulanan anaknya yang baru lahir senilai Rp 419 juta (24 ribu poundsterling) setiap bulannya.
Mendengar permintaan itu, Sultan Muhammad V pun mengungkapkan kekagetannya. ”Dia pikir saya ini siapa? Bill Gates,” ujarnya seperti disampaikan sumber istana kerajaan.
Seperti diketahui, saat pernikahan beda usia 23 tahun ini, sang Sultan Kelantan sebelumnya sudah memberikan mantan istrinya cincin pernikahan senilai Rp 4 miliar. Tak hanya itu, masa-masa pacaran mereka, mantan putri kecantikan Rusia tersebut juga dihadiahi mobil Porsche Cayenne senilai Rp 2 miliar. Pesta pernikahan mereka dilaksanakan mewah dan meriah di dua negara.
Puncak masalah adalah saat sebuah foto mesra antara Oksana dan seorang aktor, Elisey Polischuk tersebar di media usai perceraian mere-ka. Dalam gambar tersebut, Oksana terlihat berlibur di kawasan pantai dan laut bersama Elisey. Ditambah tuntutannya yang tak masuk akal. Hal ini membuat keprihatinan di tengah masyarakat Malaysia yang masih memegang erat budaya ketimuran. (cha)
batampos.co.id – Pemerintahan Singapura dan Kesultanan Brunei Darussalam kembali memperkuat hubungan bilateral, khususnya dalam bidang industri pangan dan juga pertanian. Sektor ini dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.
”Kerja sama ini, Brunei sedang melihat bagaimana Singapura dapat menumbuhkan area pertumbuhan ekspor dalam bidang ketahanan pangan. Saya kira kerja sama ini sangat baik bagi dua negara untuk mengatasi masalah agrikultur yang tengah kita hadapi sekarang,” ujar Menteri Koordinator dan Keamanan Nasional Teo Chee Hean seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (4/10/2019) lalu.
Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Masagos Zulkifli mengatakan, Singapura dan Brunei akan membahas lebih lanjut kerja sama agrikultur pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN yang akan berlangsung minggu depan.
“Kita harus melihat sinergi antara kedua negara; kami memiliki teknologi dan akses ke pasar; mereka memiliki tanah dan pasokan ener-gi yang baik. Ini bisa menjadi kolaborasi yang luar biasa dan saling melengkapi, ”kata Masagos.
Singapura dan Brunei mengumumkan, mereka akan membentuk kelompok kerja bersama untuk mendorong kerja sama pertanian-pangan dan akuakultur. Kelompok kerja akan melaporkan perkembangannya ke panel menteri bersama, yang mencakup Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing dan Menteri Sumber Daya dan Pariwisata Primer Brunai Darussalam Ali Apong.
Selama beberapa tahun terakhir, sektor pertanian Brunei telah tumbuh dengan mantap, dimana pemerintah menjanjikan lebih banyak dukungan bagi petani dan membuka lebih banyak lahan pertanian.
F-Masri/The Scoop Putra Mahkota Kesultanan Brunei Darussalam, HRH H Al-Muhtadee Bilah (kanan) saat bersalama dengan Menteri Senior sekaligus Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura, Teo Chee Hean (kiri) saat pertemuan di Bandar Seri Begawan, Rabu (2/10) lalu. Dalam pertemuan ini, mereka membahas kerjasama dua negara di bidang industri pangan.
Menurut Biro Pusat Statistik Brunei, pada 2017, hasil pertanian bruto negara itu mencapai 379,65 juta dolar Singapura, naik dari 291,67 juta dolar Singapura pada 2013. Dengan kelimpahan tanah dan sumber daya alam, negara ini juga menarik lebih banyak investor asing. Di antaranya, perusahaan perikanan Taiwan, Golden Corporation, mendirikan kantor pusat operasionalnya di Brunei pada 2011, menginvestasikan lebih dari 50 juta dolar Singapura untuk mengembangkan bisnis akuakulturnya.
Perusahaan membuka pabrik pengolahan makanan laut pertamanya di Brunei pada 2012, dengan hasil tahunan sekitar 400 ton udang dan 800 ton ikan. Sejak itu, perusahaan telah melihat permintaan untuk produknya berkembang pesat. Tahun lalu, pabrik itu memproses sekitar 1.000 ton udang biru dan 2.000 ton ikan dan mengekspor hampir 80 persennya ke negara-negara termasuk Tiongkok dan Thailand.
”Brunei sebenarnya sangat cocok untuk budidaya dan juga tangkapan laut karena merupakan negara yang sangat bersih, lingkungannya sangat baik untuk industri ini,” kata Richard Chuang, pendiri dan direktur pengelola Golden Corporation.
”Tetapi bagian terpenting adalah pemerintah melakukan diversifikasi dari minyak dan gas dan sangat mendukung industri ini, mereka menyediakan lahan dan infrastruktur yang sangat bagus,” katanya.
Hingga saat ini, perusahaan telah mengakuisisi total 600 hektar lahan di Brunei, dan memiliki rencana untuk ekspansi di masa depan.
Sementara itu, beberapa perusahaan akuakultur Singapura mencoba mengekspansi bisnis mereka ke Brunei Salah satunya, Barramundi Asia akan mengembangkan peternakan ikan seluas 6.000 ha di Brunei, dan mengekspor sekitar 40.000 ton ikan ke Singapura.
Apollo Aquaculture juga akan mendirikan pertanian berteknologi tinggi di Brunei, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun depan. (cha)
KOMISARIS Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Michelle Bachelet melakukan kunjungan kerja selama tiga hari ke Malaysia. Kunjungan itu telah dilakukan mulai Kamis (3/10) lalu hingga Minggu (6/10) hari ini. Ini menjadi kunjungan perdana Michelle ke Malaysia, juga ke Asia Tenggara.
Kunjungan ini atas unda-ngan Menteri Luar Negeri, YB Dato ’Saifuddin bin Abdullah, selama pertemuan mereka di sela-sela Dewan Hak Asasi Manusia pada 26 Februari 2019 lalu di Jenewa.Kunjungan Michelle Bachelet menandai tonggak bersejarah karena dia adalah Komisaris Tinggi pertama yang mengunjungi Malaysia.
Kunjungan ini menandakan pengakuan atas pencapaian dan upaya Malaysia dalam meningkatkan standar Hak Asasi Manusia di negara itu sejak pergantian pemerintah pada Mei 2018.Malaysia juga merupakan tujuan pertamanya di Asia Tenggara sejak mulai menjabat pada September 2018.
Michelle Bachelet
Selama kunjungan Komisaris Tinggi akan bertemu Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri di Departemen Perdana Menteri (Agama), Menteri di Departemen Perdana Menteri (Kesatuan Nasional dan Kesejahteraan Sosial) dan Wakil Menteri dari Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Masyarakat.
Selain itu, Komisaris Tinggi juga akan bertemu dengan perwakilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (SUHAKAM) dan organisasi masyarakat sipil serta akan mengunjungi salah satu Pusat Pembelajaran Alternatif (ALC) di Kajang, Selangor. (ant)
Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/ batampos.co.id
batampos.co.id – Setelah perampingan deputi di Badan Pengusahaan (BP) Batam, sejumlah divisi kerja akan ditata ulang sesuai dengan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BP Batam yang baru.
”Ini (SOTK, red) harus diselesaikan dalam dua minggu. Nanti bagian humas dan promosi akan pindah ke kedeputian 1 yang membidangi urusan rumah tangga BP Batam,” kata Wakil Kepala BP Batam Purwianto, Sabtu (5/10).
Pada awalnya, Direktorat Promosi dan Humas berada di kedeputian lima yang membidangi perizinan dan investasi. Tapi karena adanya perampingan, maka jabatan deputi lima dihilangkan dan tugasnya dipindahkan ke deputi lainnya.
”Sedangkan Direktorat Lalu Lintas Barang pindah ke kedeputian tiga. Karena di deputi 3 itu bagian fasilitas,” kata Pur lagi. Pur mengungkapkan, bahwa draf SOTK sudah dirampungkan. Namun sebelum disahkan, maka harus dilihat dulu oleh Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
”Kemudian dicek juga Deputi 4 Shahril Japarin karena perubahan SOTK ini bertujuan untuk mendorong perkembangan ekonomi. Baru setelah itu disahkan lewat Peraturan Kepala (Perka) BP Batam,” tuturnya.
Dewan Kawasan sendiri memberikan waktu dua pekan kepada Rudi dan para deputinya untuk menyusun SOTK baru. (leo)
batampos.co.id – Terminal Pelni di Pelabuhan Batuampar akan segera dipindahkan kembali ke Pelabuhan Sekupang. Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan selesai sebelum Natal dan Tahun Baru.
“Terminal Pelni akan pindah dari Batuampar ke Sekupang. Akhir tahun ini akan selesai,” kata Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Sabtu (5/10/2019).
Pur, sapaan akrabnya, mengaku bahwa BP Batam telah berkomunikasi dengan Pelni.
“Komunikasi kami bagus dengan Pelni. Maka kami realistis akhir tahun ini sudah selesai,” ungkapnya.
Untuk perbaikan gudang di Pelabuhan Sekupang sendiri, anggarannya tengah diproses.
“Ini akan diselesaikan karena masyarakat membutuhkannya sesegera mungkin,” paparnya.
Selain hari besar, faktor lainnya karena Pelabuhan Batuampar akan memasuki masa revitalisasi, dimana perbaikan akan menyentuh dermaga Pelni yang ada di dermaga utara pelabuhan bongkar muat tersebut.
Calon penumpang Kapal Pelni, KM Kelud tujuan Batam-Belawan menaiki kapal di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. PT Pelni menerapkan penjualan tiket secara online. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Pelabuhan Batuampar akan diperbaiki, jadi dermaga Pelni harus balik ke Sekupang dulu,” kata Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam Nasrul Amri Latif, belum lama ini.
Kata dia, langkah pertama yang akan dilakukan BP Batam sebelum pemindahan dermaga Pelni adalah memperlebar alur putar untuk Kapal Kelud.
Pelebaran alur putar ini untuk memudahkan kapal-kapal Pelni seperti Sinabung dan Kelud untuk melakukan manuver.
“Terus kedua, memperbaiki gudang yang dipersiapkan sebagai terminal nanti. Itu akan dilakukan oleh Persero,” jelasnya.
Pihaknya berharap mulai bulan depan, sudah ada progres perbaikan gudang oleh Persero. Pasalnya proses perbaikan ini berlomba dengan waktu. (leo)
batampos.co.id – Hanya berselang beberapa hari setelah menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak Rp 47 kilogram, Tim Satgas F1QR (Fleet One Quick Response) TNI AL dari Koarmada I kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bibit lobster atau baby lobster sebanyak 75.353 ekor senilai Rp 11,4 miliar.
”Baby lobster itu hendak diselundupkan ke Singapura,” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Arsyad Abdullah saat ekspos di Mako Lanal Batam, Sabtu (5/10/2019).
Arsyad menjelaskan, upaya penegahan TNI AL atau Tim Satgas F1QR yang terdiri dari tim gabungan Guskamla Koarmada I, Lantamal IV, dan Lanal Batam, bermula dari informasi yang diperoleh dari lapangan.
Dari info tersebut, tim satgas gabungan F1QR langsung bergerak menuju titik sasaran dan langsung menyekat serta membagi sektor yang hendak digunakan sebagai jalur penyelundupan bibit lobster, Jumat (4/10/2019).
Tim satgas kemudian menyisir perairan Selat Kelelawar hingga ke Perairan Pulau Tumbar. Dari penyisiran itulah tim mendeteksi pergerakan sebuah speedboat bermesin ganda dengan kapasitas masing-masing 200 PK.
F. Dalil Harahap/Batam Pos Dari kiri; Asintel Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Ari Aryono; Danguskamla Koarmada I Laksamana Pertama Yayan Sofiyan; Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Arsyad Abdullah; Kolonel Laut (P) Alan Dahlan; Kepala BKIPM Batam Agung Ges; dan PSDKP Batam menunjukkan bibit lobster saat ekspos di Lanal Batam, Sabtu (5/10).
Pengejaran langsung dilakukan begitu speedboat melaju dari arah Pulau Pasai menuju Pulau Teluk Bakau. Karena kapal patroli Tim Satgas F1QR kecepatannya hanya 80 PK, tim sempat kehilangan jejak karena speedboat penyelundup kecepatannya 200 PK.
Namun, Tim F1QR tetap menyusul speedboat penyelundup dengan menyisir jalur yang dilalui speedboat tadi. Penyisiran membuahkan hasil. Ternyata penyelundup membuang muatan ke sekitar bakau di jalur yang dilalui speedboat penyelundup.
”Coolbox berisi baby lobster yang dibuang itu masih mengambang sehingga bisa dilihat tim. Jadi, meski penyelundupnya kabur tim masih berhasil mengamankan baby lobster tadi,” ungkap Arsyad.
Dari hasil pemeriksaan, ada 14 kotak es dari styrofoam yang berisi bibit lobster dalam keadaan utuh, dan 6 kotak es styrofoam dalam kondisi bungkusan plastik bibit lobster sudah pecah.
Selanjutnya Satgas gabungan F1QR membawa 20 kotak es styrofoam berisi bibit lobster tersebut ke Lanal Batam untuk diproses lebih lanjut. Lanal Batam kemudian berkoordinasi dengan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) untuk dilakukan pencacahan bibit lobster di stasiun BKIPM Batam.
Dari hasil rincian, bibit lobster jenis pasir sebanyak 13 kotak berisi 73.630 ekor, jenis mutiara 1 kotak berisi 1.703 ekor.
”Dari estimasi jumlah baby lobster yang bisa diselamatkan itu 13 cool box atau 345 kantong baby lobster. Sedangkan jenis baby lobster mutiara sebanyak satu cool box atau 17 kantong baby lobster. Kalau ditotal atau dinominalkan jumlahnya nilainya mencapai Rp 11,4 miliar lebih,” terang Laksamana bintang 1 ini.
Sementara itu, Komandan Lanal Batam Kolonel pelaut Alan Dahlan menyebutkan, selama 10 bulan terakhir di 2019 ini, TNI AL sudah lima kali menggagalkan penyelundupan bibit lobster tujuan Singapura.
”Kalau ditotal itu, kami dari Lanal Batam mampu melakukan pencegahan penyelundupan baby lobster yang kalau ditotal nilainya mencapai Rp 120 miliar lebih atau mampu menggagalkan penyelundupan baby lobster sebanyak 790 ribu ekor lebih. Cukup besar kerugian negara berhasil kami cegah,” sebutnya.
Tangkapan sabu dan bibit lobster dalam dua hari yang berhasil dilakukan tim gabungan TNI AL ini menjadi kado ulang tahun ke-74 TNI .
”Ini hadiah HUT ke-74 TNI. Kami bangga dan bersyukur memiliki tim yang sangat teruji dan mampu menggagalkan penyelundupan yang bermuara pada pencegahan kerugian negara,” tegasnya. (gas)
batampos.co.id – Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Dit Reskrimsus Polda Kepri menggesa pemberkasan kasus dugaan korupsi Monumen Bahasa, Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Kasubdit III Tipidkor AKBP I Nyoman Dewa mengaku, pemberkasan kasus tersebut lagi persiapan untuk tahap I.
Berkas yang dikirim ke Kejati Kepri terkait tiga tersangka yang diamankan jajarannya adalah Arifin Nasir, mantan Kadis Pendidikan Provinsi Kepri, Yunus dan M Nasir.
”Hingga saat ini belum ada penambahan tersangka terkait kasus dugaan korupsi Monumen Bahasa, Pulau Penye-ngat. Masih tiga orang,” sebutnya, Jumat (4/10/2019) lalu.
Selain melengkapi pemberkasan terhadap ketiga tersangka dugaan korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat, jajarannya juga masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Ketiga tersangka sendiri juga telah diperiksa atau dimintai keterangan.
”Nanti setelah tahap II akan kami kabari,” katanya.
PROYEK Monumen Bahasa Melayu (MBM) Penyengat mangkrak sampai saat ini. Inilah yang membuat tiga tersangka ditahan Polda Kepri, satu di antaranya mantan Kadis Pendidikan Kepri, Arifin Nasir. foto: batampos.co.id / Jailani
Penetapan status tersangka tiga orang tersebut, telah dikeluarkan polisi sejak September lalu. Namun, penahanan ketiga tersangka tak serentak dilakukan.
Polisi awalnya menahan Yunus dan M Nasir pada Senin (23/9). Sedangkan Arifin Nasir ditahan paling belakang yakni pada Senin (30/9).
Tidak serentaknya penahanan sendiri dikarenakan Arifin Nasir harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga polisi menunggu Arifin Nasir sembuh, baru ditahan.
Nama ketiga tersangka telah masuk sejak Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dikirimkan polisi ke kejaksaan 24 Juni lalu. (ska)
batampos.co.id – Kios liar di Batam masih banyak berdiri di Batam. Beberapa di antaranya sudah memicu kemacetan karena berdiri di dekat lampu merah. Yang pernah diagendakan untuk dibongkar adalah kios liar yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Aviari seken Batuaji dan juga kios liar di Simpang Basecamp, Batuaji. Kedua titik kios ini berada di dekat jalan raya yang ramai dilalaui kendaraan.
”Kios liar Aviari seken ini mau dibongkar tapi tidak ada juga. Di sana sering mangkal mobil angkot, jadi sering macet,” kata Nimrot, warga Batuaji.
Di kios liar di RTH dekat pasar seken Aviari sudah banyak yang terisi meski masih ada beberapa yang masih kosong. Sebagian besar ditempati penjual pakaian dan makanan. Sedangkan di kios liar Simpang Basecamp sebagian besar masih kosong. Ada yang dijadikan bengkel dan juga menjual makanan.
Kios liar di simpang Barelang juga tak kunjung ditertibkan. Padahal kios tersebut membuat jalan semakin macet. Jalan trans Barelang tersebut sering dilewati bus atau kendaraan pariwisata.
ilustrasi foto: batampos.co.id / dalil harahap
”Jalan sempit di sini ditambah kalau ada parkir kendaraan di depan kios pasti akan sa-ngat macet,” kata seoarang warga.
Sebelumnya, Camat Batuaji Ridwan mengatakan bahwa kios liar di sana akan segera dibongkar. Bahkan ia sudah menyurati Satpol PP untuk melakukan pembongkaran.
”Kita sudah layangkan surat. Yang jelas memang bahwa di sana tidak boleh ada kios. Itu ruang terbuka hijau,” katanya.
Demikian halnya yang di-sampaikan Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batam Imam Tohari, bahwa di kedua titik tersebut memang tidak boleh ada kios liar. Apalagi saat ini sedang dibangun jalan jalur dua Batuaji-Sekupang, maka kios liar di Basecamp harus dibongkar.
”Kalau memang dibangun di RTH ya tidak bisa. Dan memang kalau sudah seperti itu harus dibongkar,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam Werton menga-takan bahwa penindakan terhadap kios liar ini tidak boleh tebang pilih. Dimana memang kios liar juga berdampak terhadap penyewaan ruko kosong yang dibangun oleh pengembang dengan membayar pajak ke pemerintah.
”Kios liar itu tidak ada pajak-nya ke pemerintah. Tetapi terkadang mau disewakan sampai satu juta sebulan. Ini tidak fair bagi pemilik ruko yang punya legalitas lengkap dan jelas,” katanya. (ian)
batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam belum bisa merelokasi ratusan pedagang yang masih bertahan di lokasi Pasar Induk, Jodoh. Meski demikian dipastikan penertiban tidak akan ditunda, tetap dilakukan tahun ini
“Masih banyak yang bertahan. Ini masih kami dudukkan dulu solusinya agar mereka mau pindah,” kata Kepala Disperindag Batam Gustian Riau, Sabtu (5/10/2019).
Menurutnya, sejauh ini belum ada perubahan terkait rencana pembangunan tahun depan. Pasar sudah diberikan anggaran Rp 200 miliar untuk dibangun ulang oleh pemerintah pusat.
“Kami lagi berusaha juga agar mereka mau pindah. Kemarin saya sudah tinjau dan sudah diberikan surat peringatan namun mereka masih bertahan.”
Gustian menyebutkan, penertiban tetap dilaksanakan tahun ini. Pasar harus bersih dari pedagang agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar.
“Sebenarnya ini kan buat mereka juga. Namun, hal seperti ini sering terjadi. Mudah-mudahan mereka bisa paham dan bersedia segera pindah,” terangnya.
Ketua Tim Penertiban Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan, sejak dikeluarkannya surat penundaan penertiban, ia bersama tim belum ada pertemuan lagi untuk membahas kelanjutan terkait Pasar Induk.
“Masih ditunda berdasarkan surat terakhir. Kami sebagai tim penertiban tergantung Disperindag saja. Kalau sudah ada titik temu dengan pedagang kami turun,” kata Yusfa.
Menurutnya, sejauh ini belum ada informasi terbaru mengenai relokasi pedagang di Pasar Induk. Pihaknya selalu siap jika ada arahan untuk turun.
“Kami tidak ada keterlibatan dengan diskusi bersama pedagang atau pihak lainnya. Kami hanya tinggal turun saja ini. Kalau mereka sudah bilang turun maka kami akan langsung jalan, itu saja,” katanya. (yui)
batampos.co.id – Alhamdulillah. Ungkapan puji syukur itu langsung diucapkan 13 pendaki di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Sabtu (5/10/2019).
Belasan pendaki itu berhasil lolos dari maut. Mereka bisa dievakuasi tim rescue gabungan dari kepungan kebakaran di Gunung Raung. Dari 13 pendaki itu, tujuh di antaranya merupakan warga negara Singapore (Singapura).
Malam sebelumnya, jalur pendakian di lereng Gunung Raung masuk wilayah Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, terbakar hebat (4/10/2019).
Diduga api meluas dan merambat akibat banyaknya hotspot (titik api) yang muncul di hutan tersebut. Akibat kebakaran itu sebanyak 13 orang pendaki tidak dapat turun dari Gunung Raung. Mereka terjebak kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam langsung menurunkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polisi untuk mengevakuasi 13 pendaki tersebut.
Dari data yang didapat BPBD Banyuwangi, sebanyak 13 pendaki itu terdiri dari dua porter, dua guide, dua pendaki lokal, serta tujuh pendaki warga negara asing (WNA).
”Seluruh tim berangkat sekitar pukul 02.00 kemarin (5/10) untuk menjemput belasan pendaki tersebut,” jelas Eka.
Sementara itu, identitas para pendaki itu yakni Widi, 40, warga Kecamatan Kalibaru; Sam, 43, warga Kecamatan Kalibaru; Sinyo Gimbal, 30, warga Kecamatan Kalibaru; Ardi, 35, warga Kecamatan Kalibaru; Lutfi Sofian, 23, warga Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember; Jelisianus Jeremy, 35, warga Jalan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Selanjutnya, identitas pendaki asing antara lain Ng Hui-Lin, 23, warga Singapura; Koh Jun Wei, 25, warga Singapura; Shervon Ong, 24, warga Singapura; Teo Yi Xian, 24, warga Singapura; Pang Jia Hui, 25, warga Singapura; dan Beh Ing Tsyr, 23, warga Singapura.
”Informasi terakhir seluruh pendaki Gunung Raung selamat dan masih terjebak di camp 9 jalur pendakian Gunung Raung,” ujar Eka.
Tujuh WN Singapura dievakuasi tim penyelamat setelah terjebak api dari kebakaran hutan di jalur pendakian Gunung Raung, Bayuwangi, Sabtu (5/10). Kanan, tampak api membakar hutan Gunung Raung.
Dia menyebut, dari pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ada sebanyak 11 titik api yang menyebar di lereng Gunung Raung. Namun, api yang membakar lereng gunung itu sudah padam sejak dini hari kemarin (5/4). Akan tetapi dampaknya, asap pekat masih menyelimuti lereng gunung itu.
”Asap akibat terbakarnya hutan itu mengarah ke barat,” jelasnya.
Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabbar menyebut, 13 pendaki yang diduga terjebak dalam kebakaran tersebut sudah diterima polisi malam itu. Wilayah yang terbakar di sekitar Pos 7, masuk wilayah Kabupaten Bondowoso. Api diketahui membakar hutan di wilayah tersebut sekitar pukul 12.30 pada Jumat lalu (4/10).
Jabbar menambahkan, belasan pendaki itu masuk atau naik ke puncak Gunung Raung melalui jalur di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.
”Kami masih melakukan investigasi. Kami tetap pantau meski wilayah tersebut masuk Kabupaten Bondowoso,” terangnya.
Sementara itu, kebakaran hutan di Gunung Raung juga tampak dari beberapa wilayah. Jumat malam lalu, warga menyaksikan kobaran api kejauhan di wilayah Kecamatan Songgon, Kecamatan Sempu, Kecamatan Genteng, Kecamatan Glenmore, dan Kecamatan Kalibaru. Puncak Gunung Raung terlihat memerah.
”Sejak malam kemarin, puncak gunung terlihat memerah. Bahkan tidak hanya satu titik api saja, api menyebar membakar lereng gunung itu,” papar Jabbar.
Karena itu, Kapolsek Jabbar mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh berita hoaks yang beredar di media sosial terkait isu erupsi Gunung Raung. Sebab, banyak beredar video dan foto saat gunung itu menyemburkan larva pada pertengahan tahun 2015 silam. Sehingga kabar hoaks itu menghebohkan masyarakat sekitar.
”Gunung Raung tidak erupsi, hanya sebagian hutannya terbakar akibat banyaknya titik api yang muncul. Warga diharapkan untuk tenang dan tidak panik terkait kejadian itu,” tegasnya.
Secara terpisah, Koordinator Pos Siaga SAR Banyuwangi Rizky Putra Buana menyebut, tim gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 13 pendaki Gunung Raung. Kondisi ke 13 orang pendaki itu tampak lemas karena kelelahan. Beberapa pendaki juga mengalami luka lecet di kaki.
Rizky menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas medis dari puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi para pendaki tersebut.
”Seluruh pendaki berhasil dievakuasi dan diturunkan sekitar pukul 10.36 kemarin (5/10). Mereka terjebak di camp 9 selama delapan jam,” pungkasnya.
Seorang pendaki asal Singa-pura, Teo Yi Xian membenar-kan mereka terjebak kebakaran saat berada di jalur pendakian.
”Saya bahagia. Senang karena terselamatkan,” ujar Teo seperti dilansir dari kantor berita Antara, kemarin.
Dia mengungkapkan, saat di jalur pendakian, api sudah mengepung mereka. Meski lemas dan sempat mengalami sesak napas, namun mereka kembali ceria saat tiba di Sekretariat Pos Pendakian Gunung Raung di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.
Kondisi mereka mengenaskan. Penuh dengan debu dan menghitam karena terkena abu gunung Raung yang terbakar. ”Kita menerjang api untuk bertahan selamat. Memang sangat penas, tapi bersyukur, kami selamat.” jelas Teo.
Usai pendataan pengunjung yang selamat, ke 13 pendaki ini langsung dibawa ke Puskesmas Kalibaru untuk mendapatkan perawatan. Beberapa pendaki mengalami luka melepuh di kaki, hingga mengalami luka bakar di wajah karena terpercik api mene-robos jalur yang terbakar.
Berdasarkan keterangan siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan di Gunung Raung mulai terdeteksi pada Jumat (4/10) pukul 18.00 WIB. Setelah itu, BNPB mengirim tim sebanyak 25 orang untuk membantu proses evakuasi. (kri/bay/antara)