Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10927

Buruh Unjukrasa, Ini Tuntutannya

0

batampos.co.id – Ribuan buruh dari beberapa serikat pekerja Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Batam. Sebelum menuju kantor Wali Kota para buruh berkumpul di kawasan Panbil, Muka Kuning.

Koordinator Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam,  Suprapto, mengatakan, pada aksi kali ini ada beberapa tuntutan yang akan mereka sampaikan.

Para buruh berkumpul di kawasan Panbil sebelum menuju Kantor Wali Kota Batam. Foto; Azis Maulana/batampos.co.id

“Ada beberapa tutuntan kami ke pemerintah terkait persolan perburuhan, yang menurut kami, hingga detik ini belum terselesaikan dengan baik,” katanya, Rabu (2/10/2019).

Berikut tiga tuntutan yang akan disampaikan para buruh hari ini:

  1. Menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
  2. Menolak revisi undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
  3. Menolak upah murah atau cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.(cr1)

Mau Investasi dan Buka Usaha, Summerland Nongsa Pilihannya

0

batampos.co.id – Anda yang ingin memiliki usaha namun masih bingung menentukan lokasinya, Summerland Nongsa bisa menjadi salah satu pilihan terbaik.

Marketing Manager Summerland Nongsa, Adi Wijaya, mengatakan, selain membangun perumahan, perusahaannya juga akan mendirikan rumah toko (ruko) dua lantai.

“Di sini nantinya akan kita bangun pasar dan plaza juga,” katanya kepada batampos.co.id, Rabu (2/9/2019).

Kata dia, ruko dua lantai tersebut memiliki luas tanah dan bangunan 132/76 m2. Tidak hanya untuk membuka usaha, ruko Summerland Nongsa juga bisa menjadi investasi Anda dibidang properti.

“Lokasinya tepat di pinggir jalan simpang tiga Batubesar dan berdekatan dengan resort serta daerah industri,” jelasnya.

Maket ruko Summerland Nongsa. Foto: PT Duta Bangun Sejati untuk batampos.co.id

Tidak hanya itu, ruko Summerland Nongsa juga berdekatan dengan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Kurang lebih 15 sampai 20 menit saja dari lokasi ruko kita ke Bandara Hang Nadim,” paparnya.

Ruko yang dibangun PT Duta Bangun Sejati itu dibanderol dengan harga Rp 800 jutaan. Cara memiliki ruko ini juga cukup mudah.

Anda bisa mendapatkannya dengan membayar angsuran Rp 15 juta per bulan sampai lunas atau bisa juga melalui KPR.

“Harga belum termasuk biaya AJB, SHGB dan BPHTB,” jelasnya lagi.

Penasaran dengan spesifikasi dan keunggulan lainnya dari ruko Summerland Nongsa?

Anda bisa datang langsung ke lokasi atau menghubungi marketing Summerland Nongsa di 0852-7473-6445, 0813-7144-0106, 0812-7631-2947, 0823-2856-9998.(gga)

KM Kelud Hentikan Pelayaran

0

batampos.co.id – KM Kelud akan menghentikan layanan pelayaran dari Batam menuju Belawan dan Tanjungpriok mulai 4-21 Oktober mendatang.

Kepala Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawadi mengatakan mengatakan penghentian layanan ini karena KM Kelud akan menjalani proses docking di Galangan Panjang, Lampung.

“Proses docking akan dilakukan kurang lebih 20 hari,” kata Dicky, Selasa (1/10/2019).

Ia menyebutkan tidak ada kapal pengganti yang akan beroperasi selama KM Kelud menjalani perawatan. Untuk itu bagi calon penumpang tujuan Belawan, Medan bisa menggunakan pesawat.

“Sedangkan untuk mereka yang ke Tanjungpriok bisa melalui Kijang,” sebutnya.

Dicky menambahkan docking merupakan persiapan untuk menghadapi mudik natal Desember nanti. Saat ini jumlah penumpang kapal terbilang sepi. Untuk itu PT Pelni memilih untuk melakukan perawatan kapal.

“Jadi nanti pas mudik kapal sudah ready. Apalagi selama peak season,” ujarnya.

Kapal masih akan beroperasi, Rabu (2/10) besok untuk mengangkut penumpang terakhir tujuan Belawan. Setelah itu kapal langsung menuju galangan untuk docking.

“Jadi masih ada keberangkatan besok (hari ini, red). Mudah-mudahan proses docking lancar jadi akhir Oktober sudah mulai beroperasi kembali,” tutupnya. (yui)

Batam Open Marching Band Championship 2019

0

batampos.co.id – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Batam bekerja sama dengan Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Batam menggelar kejuaraan bertajuk Batam Open Marching Band Championship 2019. Kejuaraan ini akan dilaksanakan di Dataran Engku Putri, 10-13 Oktober mendatang.

Kepala Dispora Batam Hendriana Gustini menuturkan maksud kejuaraan ini digelar untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda. Terutama dalam bidang olahraga dan seni secara lebih terarah. Selain itu agar lebih terprogram dan berkesinambungan memberikan ruang kreativitas bagi gene-rasi muda khususnya pelajar.

”Ini agar generasi muda terhindar dari kegiatan negatif seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba,” beber Hendriana, Minggu (29/9).

Ia juga menjelaskan tujuan digelarnya kejuaraan ini untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian bersaing dalam satu kompetisi. ”Tentunya menjunjung tinggi sportivitas dalam pencapaian prestasi. Juga untuk meningkatkan kualitas sesuai standar mutu nasional,” tegasnya.

ilustrasi

Tak hanya itu, kejuaraan ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan marching band di Batam. ”Memasyarakatkan marching band agar dapat diterima oleh masyarakat luas sebagai sebuah kegiatan yang konstruktif, edukatif, dan rekreatif,” tambahnya.

Kejuaraan ini diperuntukkan bagi umum dan sekolah se-Kota Batam dan Kepri. Dibagi menjadi tiga kategori besar, yakni Divisi Junior Band (SD sederajat), Divisi Senior Band (SMP dan SMA sederajat), dan divisi umum.

Divisi junior band terbagi menjadi lima nomor, yaitu lomba unjuk gelar (display non brass), junior individual mayoret (paramanandi), junior individual field commander (gitapati), colorguard contest, dan drum battle. Sedangkan divisi senior band juga terbagi menjadi lima nomor seba-gaimana divisi junior band.

Untuk divisi umum hanya mempertandingkan satu nomor saja, yakni lomba unjuk gelar (display non brass). ”Kejuaraan ini memperebutkan total hadiah Rp 41,5 juta yang terbagi 11 nomor bagi pemenang pertama hingga ketiga,” ungkapnya.

Sebanyak 20 tim telah memastikan sebagai peserta. Ini tertuang saat technical meeting, Sabtu (28/9) lalu.

”Kejuaraan marching band ini dipastikan menarik dan kompe­titif. Apalagi pesertanya tak hanya dari Batam saja. Tetapi juga ada dari Bintan, Tanjungpinang, dan Lingga,” tutupnya. (yan)

Gas Naik, Pengaruhi Pasokan Listrik Batam

0

batampos.co.id – Biaya operasional bright PLN Batam melonjak drastis seiring dengan tingginya kenaikan harga gas yang telah ditetapkan pemerintah pusat pada Juli 2019 lalu.

Hal tersebut tentu saja mempengaruhi operasional bright PLN Batam dalam pemenuhan kebutuhan listrik di Kota Batam.

”Apabila tidak ada penyesuaian, kenaikan harga gas akan mempengaruhi keberlangsungan pasokan listrik di Batam. Hal ini mengingat Biaya Pokok Produksi (BPP) bright PLN Batam sudah di atas harga jual,” ujar Corporate Secretary bright PLN Batam Denny Hendri Wijaya, belum lama ini.

Denny menyampaikan, kenaikan gas melalui Penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 287/12/MEM.M/2019 dinilai cukup tinggi.

”Harga semula USD 3,32 per MMBTU menjadi USD 6.9 per MMBTU,” sebutnya.

Karena tidak mendapatkan subsidi atau bantuan dana dari APBN, Denny berharap adanya bantuan dari pemangku kepentingan maupun pemerintah daerah setempat. Sehingga bright PLN Batam mendapat harga gas yang murah atau dapat diperjuangkan untuk bisa turun.

Petugas mengecek jaringan pipa salah satu pembangkit gas bright PLN Batam, beberapa waktu lalu.
f. humas pln batam

”Kami sadar tidak mungkin mengharapkan subsidi, jadi kami harus berusaha agar kelistrikan di Batam mampu memenuhi kebutuhan masya-rakat Batam yang terus tumbuh,” beber Denny.

Dalam kesempatan itu, Denny menjelaskan, PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam atau bright PLN Batam merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero). Sebagai unit mandiri, bright PLN Batam mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir. Sebagai Pemegang Izin Usaha Ketegalistrikan Untuk Umum (PIUKU), wilayah kerja PLN Batam meliputi Batam, Rempang, Galang, dan interkoneksi Batam – Bintan.

Sampai dengan pertengahan 2019, bright PLN Batam memiliki daya mampu kurang lebih 570 MW dengan beban puncak Batam-Bintan 480 MW. Dimana komposisi pemakaian energi primer tercatat sebesar 76 persen menggunakan bahan bakar gas, dan 24 menggunakan menggunakan bahan bakar batu bara.

“Dengan komposisi pemakaian energi primer tersebut, energi gas merupakan bahan bakar utama untuk ketersediaan dan kelancaran penyediaan energi listrik di Batam- Bintan,” kata Denny lagi.

Denny menyampaikan bahwa kepemilikannya bright PLN Batam didominasi PT PLN (Persero) dengan saham sebesar 99,99 persen dan pemegang saham lainya adalah dana pensiun PT PLN (Persero) sebesar 0,01 persen.

Sehingga dalam operasionalnya sejak didirikan, bright PLN Batam tidak pernah menggunakan subsidi anggaran dari APBN layaknya PT PLN Persero yang masih disubsidi pemerintah.

”Kami harus menghidupi perusahaan sendiri karena tidak tergantung dari pemerintah pusat melalui pendanaan APBN,” jelasnya. (hgt)

Disnaker Batam Bersiap Bahas UMK 2020

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam akan kembali membahas upah minimum kota (UMK) Batam tahun 2020 mendatang pada Oktober ini.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, pembahasan UMK masih menunggu angka persentase pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang akan dirilis Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

”Biasanya awal Oktober sudah turun suratnya. Setelah itu baru dilanjutkan pembahasan. Mungkin bisa minggu kedua atau ketiga Oktober,” kata Rudi, Senin (30/9/2019).

Rudi menyebutkan, pembahasan akan melibatkan anggota dewan pengupahan kota (DPK) Batam yaitu pengusaha dan serikat pekerja.

”Sampai saat ini belum ada pembicaraan dengan kedua pihak tersebut,” jelasnya.

ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

Untuk formula penghitungan besaran UMK tahun 2020 mendatang, sejauh ini belum ada perubahan dan masih berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan serta kalkulasi UMK tahun 2019 dengan angka inflasi nasional.

”Sejauh ini kami belum ada terima perubahan terkait formulanya,” ucapnya.

Rudi menjelaskan, UMK harus ditetapkan paling lambat 40 hari sebelum diberlakukan di awal tahun 2020 atau sekitar tanggal 21 November mendatang. Usulan dari pengusaha dan serikat pekerja akan dibahas bersama sebelum penetapan.

”Berapa angka yang disepakati akan dikirim ke gubernur untuk ditetapkan,” ungkap Rudi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan, rapat pembahasan akan digelar jika sudah ada ketetapan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional dari Kemenaker.

Menurutnya, formula penghitungan UMK masih sama, sesuai dengan PP 78/2015.

”Kami juga menunggu dua angka itu, baru pembahasan bersama DPK,” sebutnya. (yui)

218 Tenant Ramaikan Batam Great Sale 2019

0
KEPALA Dinas Parawisata Kota Batam Ardiwinata (tengah) bersama undangan membuka Batam Great Sale 2019 di Grand Batam Mall, Selasa (1/10).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Batam Great Sale 2019 resmi dibuka, Selasa (1/10). Sebanyak 218 tenant yang ada di sembilan pusat pembelanjaan turut andil dalam kegiatan ini. Program yang akan digelar selama Oktober ini menawarkan diskon hingga 70 persen.

Sembilan pusat pembelanjaan yang ikut meramaikan Batam Great Sale (BGS) 2019 antara lain Mall Botania 2, DC Mall, Nagoya Hill, Kepri Mall, BCS Mall, Mega Mall, Bayfront Mall, Grand Batam Mall, dan Panbil Mall.

“Tidak hanya tenant fashion dan makanan, tapi juga mebel, alat olahraga hingga spa,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata saat peluncuran kegiatan ini di Grand Batam Mall, Selasa (1/10) sore.

Menurut dia, kegiatan ini akan diadakan secara rutin setiap tahun. Tujuannya untuk menunjang pariwisata Batam dengan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berbelanja di Batam.

“Batam ini rata-rata sebulan dikunjungi 150 ribu wisman. Dengan kegiatan ini kami harap khusus di Oktober naik 70 persen atau menjadi 250 ribu kunjungan,” terangnya.

Salah satu ritel yang bergabung yakni Hypermart di Mall Botania 2. Supermarket tersebut menawarkan promo berbeda setiap harinya.

Ke depan, Ardi berjanji akan mengemas kegiatan ini semakin baik. Termasuk mengupayakan peningkatan partisipasi pusat pembelanjaan

“Kalau mau bergabung kami persilakan. Kegiatan ini bertujuan agar perputaran ekonomi lebih baik. Tenant ramai, aktivitas jual belinya meningkat, dan dapat menarik wisatawan,” imbuhnya. (iza)

Tata Tertib DPRD Batam Segera Ditetapkan

0

batampos.co.id – Tata tertib (Tatib) DPRD Kota Batam saat ini masih dalam tahap evaluasi di Provinsi Kepri. Namun, dalam tatib tersebut, tidak mengatur frekuensi atau kuantitas kehadiran anggota DPRD Kota Batam baik kehadiran saat sidang paripurna maupun dalam rapat-rapat lainnya dalam satu tahun.

“Kalau itu tidak ada diatur. Karena memang dalam kunjungan kita ke beberapa daerah pun memang tidak ada yang mengatur hal seperti itu,” kata Ketua Pansus Tatib DPRD Batam, Aman, Selasa (1/10/2019).

Aman mengatakan, terkait kehadiran saat paripurna yang diatur adalah masalah jumlah kehadiran secara fisik dan yang menandatangani daftar hadir saat paripurna. Dan ini sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu.

d“Misalnya, kalau untuk paripurna bisa dimulai kalau jumlah anggota dewan yang hadir setengah ditambah satu dari jumlah anggota dewan. Atau harus dihadiri 2/3 dari jumlah anggota dewan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam kunjungan ke sejumlah daerah beberapa waktu lalu, ada beberapa tata tertib yang ditam-bah. Salah satunya adalah harmonisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan DPRD pasca pengesahan APBD.

“Jadi misalnya, kalau pun APBD sudah disahkan, dan untuk penggunaan anggaran di OPD ini harus tetap berkoordinasi dengan DPRD. Ini untuk fungsi kontrol,” katanya.

Selain itu, ada beberapa perubahan lain seperti keanggotaan Pansus dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi. “Jadi, ada beberapa perubahan dan sekarang masih evaluasi di provinsi, mudah-mudahan segera ditetapkan,” katanya.

Seorang anggota DPRD Kota Batam yang enggan namanya disebutkan mengatakan, untuk kehadiran anggota DPRD di kantor DPRD Batam selama ini memang tidak menjadi perhatian serius. Dimana, selain berkantor di DPRD, banyak anggota dewan yang bersosialisasi dengan konstituen di jam kerja.

“Jadi sebagai wakil rakyat bukan hanya di kantor saja. Bahkan harusnya lebih lama bersama warga dan menjaring aspirasi,” ujarnya. (ian)

KPU Batam Terima Dana Hibah Rp 21,9 Miliar 

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam sebagai penyelenggara Pilkada 2020 mendapat dana hibah dari Pemko Batam sebesar Rp 21,9 miliar.

Anggaran hibah untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batam ini dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani Walikota dan Ketua KPU Kota Batam di kantor wali kota Batam, Selasa (1/10/2019).

Anggota KPU Kota Batam, Zaki Setiawan, mengatakan, anggaran hibah untuk Pilkada 2020 ini sudah melalui pembahasan bersama antara KPU Kota Batam dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam.

Besaran hibah mencapai Rp 21.913.865.000 yang bersumber dari APBD 2019 dan 2020. Rinciannya, dari APBD 2019 sebesar Rp333.928.000 dan APBD 2020 sebesar Rp 21.579.937.000.

Ilustrasi surat suara. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Pencairan anggaran bertahap. Untuk anggaran 2019 pencairannya maksimal 14 hari setelah penandatanganan NPHD,” kata Zaki.

Sementara itu untuk anggaran 2020 pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama minimal 40 persen dicairkan paling lambat 14 hari kerja setelah penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Kemudian tahap kedua minimal 50 persen dicairkan paling lambat empat bulan sebelum hari pemungutan suara dan tahap ketiga 10 persen dicairkan paling lambat satu bulan sebelum hari pemungutan suara.

Besaran hibah ini menyusut dari usulan KPU Kota Batam kepada Pemko Batam sebelumnya, sekitar Rp27 miliar.

Penyebabnya, adanya pemangkasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam terhadap kebutuhan pendanaan kegiatan pemilihan, baik terkait standar kebutuhan maupun standar satuan harga.

“Kami berharap pemangkasan usulan anggaran Pilkada ini tidak berimbas terhadap potensi menurunnya kualitas dan menghambat penyelenggaraan tahapan Pilkada 2020 di Kota Batam,” tuturnya.

Zaki menjelaskan, Pilkada Serentak 2020 akan digelar pada 23 September 2020. Tahapan pemilihan akan dimulai pada 1 November 2019 dengan sosialisasi pilkada kepada masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 1 Januari sampai 21 Maret 2020.

Sejak tahapan tersebut, KPU Kota Batam sudah membutuhkan anggaran, baik biaya sosialisasi maupun untuk honorarium penyelenggara tingkat PPK dan PPS.

“Sesuai ketentuan, pendanaan kegiatan Pilkada ini dibebankan pada APBD,” ujarnya.(rng)

Eceng Gondok Isna Tembus Pasar Amerika

0

Tanaman eceng gondok yang menjamur di Dam Duriangkang mengusik hati Isna. Setiap kali melintasi Dam Duriangkang, dirinya kerap berbicara sendiri. Apa yang bisa dihasilkannya dari tanaman dengan mana latin eichhornia crassipes itu.

Dhiyanto, Batam

Puluhan kilo eceng gondok menyesaki halaman rumah Isna yang berada di Bukit Ayu Lestari Blok B1 Nomor 8, Sei Beduk, Kota Batam.

Tanaman yang dianggap gulma oleh kebanyakan masyarakat itu justru memiliki nilai jual tinggi setelah “disulapnya” menjadi aneka barang.

Kepada batampos.co.id, Isna menuturkan, sebelum menjadi pengrajin anyaman eceng gondok, ia berkreasi dengan membuat sepatu dari benang wol.

Ia mengatakan terjun menjadi pengrajin eceng gondok sejak 2017 lalu. Dengan modal awal Rp 500 ribu.

Dari kemampuannya itu pula, akhirnya ibu rumah tangga itu mengubah eceng gondok menjadi berbagai barang berguna. Seperti topi, tempat tisu, keranjang, tas, hingga kursi.

Isna mengatakan, untuk menghasilkan barang yang berkualitas, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terhadap eceng gondok.

Salah satunya adalah tahap pengeringan. Eceng gondok yang baru diambil dijemur dengan durasi empat hingga lima hari. Dengan catatan cuaca benar-benar panas.

Namun jika musim penghujan, waktu pengeringan bisa lebih lama yaitu delapan hingga sembilan jam.

“Setelah dijemur eceng gondok akan berubah warna dari hijau menjadi coklat. Untuk mengambil eceng gondok ini saya dibantu pak Sugeng Kasi di Dekranasda Kota Batam” jelasnya, Senin (30/9/2019).

Isna (kanan) bersama rekannya memperlihatkan hasil kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Setelah itu kata dia, barulah “benang” eceng gondok dapat dirajut sesuai dengan yang dinginkan.

Dengan kepiawaiannya itu, Isna kini dapat membuat sekitar 100 hingga 150 produk setiap bulannya.

“Saya dibantu sama ibu-ibu di sekitar rumah untuk membuat kerajinan tangan dari eceng gondok,” jelasnya.

Kata dia, benda-benda yang dibuatnya dari eceng gondok tidak jauh beda dengan daerah lainnya. Hanya saja eceng gondok hasil karyanya memiliki rajutan yang menjadi ciir khas Kota Batam.

Kata Isna, perawatan benda-benda berbahan dasar eceng gondok sangat mudah. Hal utama yang dilakukan agar benda tersebut awet adalah menyimpan atau meletakkannya di tempat yang kering.

“Kalau kotor cukup di lap saja dengan kain basah,” jelasnya. Isna menjelaskan dengan perawatan seperti itu benda-benda yang terbuat dari eceng gondok bisa bertahan hingga dua tahun lebih.

Keranjang dari olahan eceng gondok yang dimanfaatkan menjadi tempat tidur kucing. Foto: istimewa untuk batampos.co.id

Menurutnya kerajinan yang dibuatnya itu dibanderol dengan harga mulai Rp 25 ribu hingga Rp 15 juta.

Dari usahanya itu, Isna kini dapat mengantongi omset Rp 9 juta hingga Rp 12 juta per bulan.

Menembus Pasar Internasional

Ternyata Isna tidak hanya memasarkan produk-produknya di dalam negeri saja. Tapi juga ke negara tetangga, Singapura dan ke negara adidaya, Amerika Serikat.

Isna menjelaskan untuk memasarkan produknya tersebut, ia dibantu rekannya yang berada di kedua negara itu.

Katanya masyarakat di dua negara itu sangat senang dengan barang-barang yang terbuat dari alam atau yang dikenal dengan sebutan back to nature.

Sugeng (kiri), Isna (tengah) dan Lurah Seibeduk, Heryawan, berfoto bersama saat mengikuti pameran beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 40 komunitas pengrajin eceng gondong di Kota Batam.

Lurah Sei Beduk, Heryawan, mengatakan, sangat bangga dengan hasil karya warganya tersebut.

Selain itu, ia mengapresiasi usaha yang dirintis Isna. Karena selain dapat memperkenalkan Kota Batam dengan produknya, Isna sedikit banyaknya dapat memberikan sedikit lapangan kerja untuk ibu-ibu rumah tangga di sekitar perumahannya.

“Pemerintah akan terus mendukung usaha-usaha dari pelaku UMKM speeri ibu Isna ini,” ujarnya.