Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10955

Mandiri, Berani Ajukan Cerai

0

batampos.co.id – Tingginya angka perceraian yang datang dari gugatan pihak istri tak terlepas dari kondisi psikologis mereka. Tak hanya di Batam, fenomena ini juga marak terjadi di daerah lain di Indonesia.

“Pada prinsipnya, keberanian para wanita menggugat karena merasa sudah lebih man­diri secara ekonomi. Berbeda dengan wa­nita zaman dulu, yang bergantung hidup ke­pada prianya (suami),” ujar psikolog Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Riko Jaya Saputra.

Ketika prinsip itu tertanam, lanjutnya, maka jalan pintas melalui perceraian pun mudah dilakukan meski dipicu dengan alasan-alasan yang sederhana. Selain faktor ekonomi, gaya hidup juga bisa memicu para perempuan menggugat cerai suaminya.

Apalagi di era digital sekarang ini, siapa saja bebas dan mudah mengakses media sosial.
Riko menjelaskan, melalui media sosial, seseorang dapat dengan mudah menemukan teman lama, atau bahkan mantan pacar. Berangkat dari situ, para istri bisa terpengaruh untuk mengakhiri biduk rumah tangganya demi bisa kembali ke pelukan sang mantan.

ilustrasi

Kalau sudah begini, Riko menyarankan agar mereka konsultasi ke orang yang tepat. Baik psikolog maupun rohaniawan sehingga perceraian bisa dihindari.

“Sayangnya hal ini tidak menjadi habit di masyarakat kita, sehingga yang berkonsultasi tidaklah banyak,” sebutnya.

Selama 10 tahun ia bertugas di RSAB Batam sebagai psikolog, alumni UI ini mengaku pasien dalam kasus perceraian kebanyakan dari wanita (istri), yang sengaja datang berkonsultasi sendiri. Menurutnya, wanita dalam kondisi tertentu akan lebih gampang terbuka dan emosionalnya mudah terluapkan saat berbicara empat mata.

“Dalam kondisi itulah, pandangan dari psikolog-nya akan mudah dicerna. Setidaknya, untuk membantu agar rumah tangga tetap dapat dipertahankan, terutama yang sudah memiliki anak,” ungkap Riko.

Hal senada di sampaikan pengacara dari Ambrastha Waskitha Justice Lawfirm, Alfi Ramadania. Menurut dia, seorang istri berani menggugat cerai suaminya karena memiliki pendapatan yang lebih besar dari sang suami.

Baru-baru ini, ia menangani kasus di mana si istri penghasilannya lebih besar dari sang suami. Keduanya sama-sama bekerja. Si istri merasa bebas bergaul di lingkungan kerjanya, menjadi perempuan independen. Sementara si suami, karena penghasilannya lebih rendah dibandingkan istri, merasa rendah diri.

“Bukannya memperbaiki diri atau mengajak istri berbicara dari hati ke hati, malah sang suami mencari pelarian dengan mencari wanita idaman lain. Kalau ketahuan, ya istrinya mengajukan cerai,” katanya.

Menurut pengacara yang akrab disapa Nia ini, kalau pasangan suami istri saling terbuka, saling melengkapi mencari solusi atas hubungan rumah tangga yang mereka jalani, perceraian akan bisa dihindari.

“Komunikasi terbuka paling penting. Itu selalu saya tekankan,” ujar Sekretaris DPC Peradi Sai Batam ini.

Sementara psikolog anak RSAB Batam, Maryana, mengatakan perceraian akan selalu berdampak pada anak. Bahkan kerap menimbulkan trauma pada anak.

“Mau pada usia anak masih kecil atau anak sudah dewasa, tetap akan menimbulkan trauma itu,” ucap Maryana.

Sebagai orang tua, perceraian yang membutuhkan proses panjang itu dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi anak agar tidak mengalami trauma mendalam karena orang tuanya berpisah.

Edukasi itu dapat diterapkan dengan memberikan pemahaman dan pendekatan yang tepat sesuai usia anak, sehingga mudah dimengerti anak.

“Orang tua wajib untuk jujur kepada anak bahwa mereka bercerai. Anak tidak boleh dibohongi,” tegasnya. (nji)

Hanyut Sampai ke Malaysia, Nelayan Karimun Ditemukan Selamat

0

batampos.co.id – Informasi adanya nelayan yang hanyut hingga ke perairan Malaysia ini diinformasikan secara langsung oleh Tim SAR Tanjungpinang yang mendapat pemberitahuan dari otoritas Malaysia.

Ketika Istri Menggugat Cerai

0

batampos.co.id – Hari Kamis, 17 Juli 2008 menjadi hari bahagia LN, 40 dan suaminya BU, 43. Mereka dipersatukan menjadi pasangan suami istri di hadapan petugas agama maupun ke­luarga serta handai taulan. Hubungan mereka sebelum ke jenjang pernikahan itu awalnya ditentang kedua orang tua LN karena perbedaan etnis dan agama.

“Tapi namanya dulu sudah cinta. Pacarannya sudah lima tahun. Apa pun dulu saran orang tua saya anggap penghalang. Dan itu yang saya sesali sekarang,” ujarnya ketika ditemui di kawasan Batam Kota, Rabu (25/9) lalu.

Kala itu, LN memberi pandangan ke orang tuanya bahwa yang menjalani biduk rumah tangganya nanti adalah dia dan suaminya. Orang tua­nya pun luluh. LN me­mu­tuskan ber­pindah ke­­ya­kinan me­­ngikuti aga­­ma suami.

Empat tahun pertama, pernikahan mereka penuh kebahagiaan. Jarang ada riak dalam rumah tangga.

Baik LN dan suaminya punya pekerjaan masing-masing. Perekonomian mereka bisa dikatakan mapan. Memasuki tahun ke lima, LN dinyatakan hamil anak pertama.

Namun, saat hamil itu LN mencium gelagat aneh suaminya. Sang suami kerap pulang larut malam bahkan selalu beralasan ada tugas dari kantor ke luar negeri atau ke luar kota. Pekerjaan suaminya di bidang pemasaran chemical memang membuat ia sering bertugas ke luar Batam.

“Memang tugasnya sering ke luar kota. Tapi makin lama makin sering. Bisa sampai tiga kali seminggu. Biasanya hanya dua sampai tiga hari, ini kadang sampai tujuh hari,” ungkapnya.

Meski pun mencium gelagat aneh sang suami, LN tak pernah menyampaikannya. Semua kecurigaannya ia simpan dalam hati. Hingga akhirnya, saat anaknya sudah lahir dan berusia satu tahun, kabar perselingkuhan sang suami terdengar ke telinganya.

“Saya down. Benar-benar bikin stres dan menguras air mata. Saat dia pulang ke rumah, saya tanyakan, apa jawabnya? ‘Memang kenapa kalau saya selingkuh’. Kalau tak ingat anak yang masih kecil, saya pasti sudah tinggalkan dia,” ungkapnya.

LN terus berjuang supaya kehidupan rumah tangganya terselamatkan. Bahkan, ia sempat memutuskan mengundurkan diri dari tempat kerjanya supaya fokus mengurus anak dan di rumah. Ia berharap kelakuan sang suami bisa berubah. Namun ternyata, suaminya itu makin sering main gila.

Puncak kekecewaan LN terjadi pada awal 2018 lalu. Kala itu, ia memergoki sang suami berada di sebuah hotel di Nagoya, Batam, bersama seorang gadis belia.

Sang suami berdalih dekat dengan si gadis karena berasal dari almamater yang sama. Keduanya berkenalan dari medis sosial, Facebook.

“Masih 17 tahun, ya Allah,” ujarnya.

Tak menunggu waktu lama, LN pun langsung mengajukan cerai. Rumah tangga yang selama ini ia pertahankan harus hancur karena perselingkuhan suaminya. Proses cerainya pun memakan waktu yang lama, karena suaminya ngotot tak mau bercerai.

“Saya tetap pada keputusan cerai, nggak ada jalan damai,” ungkapnya.

Melalui putusan Pengadilan Agama (PA) Batam, LN pun akhirnya resmi menyandang status janda dengan satu anak. Hak asuh sepenuhnya di tangannya karena anaknya masih di bawah umur.

“Saya menuntut hak asuh anak, harta gono-gini juga serta rumah tinggal kami juga dijual,” tegasnya.

Pengacara Alfi Ramadania dari Ambrastha Waskitha Justice Lawfirm, ketika ditemui di kantornya di Komplek PT Hupseng Development Block A Nomor 16 Batam Center menyebutkan, kasus-kasus perceraian dengan latar belakang masalah seperti itu kerap terjadi di Batam.

“Kalau tidak masalah ekonomi ya masalah pria idaman lain (PIL) atau pun wanita idaman lain (WIL). Banyak seperti itu terjadi di Batam. Biasanya saling terkait,” ujar pengacara yang akrab disapa Nia ini, Jumat (27/9) lalu.

Sejak tahun 2000, Nia sudah banyak bergelut menangani kasus perceraian di Batam. Umumnya, yang menjadi faktor perceraian tertinggi di kota ini adalah ekonomi, perselingkuhan (PIL/WIL), ketidakjujuran dalam berumah tangga, serta intervensi pihak ketiga baik orang tua, sahabat, atau teman.

“Intervensi pihak ketiga ini terdengar sepele tapi ini bahaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nia mengungkapkan, dalam sebulan ia bisa menangani empat sampai lima kasus perceraian. Angka ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

ilustrasi

“Mengapa sekarang istri lebih banyak menggugat? Karena secara hukum, masing-masing orang, baik pria dan wanita diberi hak mengajukan didasari permasalahan keluarga. Itu dilegalkan oleh undang-undang,” tegas Nia.

Misalnya, bagi pasangan suami istri muslim, suami tak menafkahi istri selama tiga bulan berturut-turut, istri dapat mengajukan cerai ke Pengadilan Agama. Demikian juga bagi non muslim, seorang istri bisa mengajukan perceraian ke Pengadilan Negeri dengan didasari ketidakharmonisan dalam rumah tangga.

“Nah, ketidakharmonisan itu dalam bentuk apa? Ya, yang tadi, faktor ekonomi dan lain sebagainya itu,” ujar Perempuan lulusan magister hukum dari Universitas Internasional Batam ini.

Berdasarkan data di Pengadilan Agama (PA) Batam, hingga Agustus 2019 tercatat ada 1.379 kasus cerai yang ditangani. Dari jumlah itu, sebanyak 1.039 kasus atau sekitar 75 persennya merupakan cerai yang diajukan pihak istri. Sedangkan sisanya, yakni sebanyak 340 kasus merupakan cerai talak atau cerai yang diajukan pihak suami.

Humas PA Batam, Barmawi, mengungkapkan angka perceraian di Batam termasuk yang paling tinggi di wilayah Riau-Kepri. Selain karena faktor ekonomi dan perselingkuhan, juga ada faktor baru lainnya.

“Berbagai persoalan menjadi faktor penyebabnya, termasuk peran media sosial yang kian merajalela dan kebablasan, turut menjadi penyumbang penyebab perceraian itu sendiri,” ujarnya ketika ditemui di Sekupang, Jumat (27/9) lalu.

Barmawi mengatakan, penanganan satu kasus cerai biasanya memakan hingga 1,5 bulan. Hal ini apabila semua proses dan kedua pasangan yang akan menjalani sidang hadir dan tidak ada masalah.

Namun, jika ada keberatan dan pasangan meminta waktu untuk menunda persidangan, putusan akan membutuhkan waktu lebih lama hingga dua bulan lebih.

“Tidak bisa dipastikan. Itu tergantung dari pasangan yang akan bercerai,” sebutnya.

Menurutnya, Pengadilan Agama menyiapkan proses mediasi untuk pasangan yang mengajukan cerai. Selama ini peran mediasi cukup berhasil dalam mencegah perceraian.

“Lumayan. Kalau persoalan masih baru dan setelah diberikan masukan akhirnya mereka membatalkan rencana cerai,” ujarnya.

Barmawi menambahkan, semua sidang perceraian di Pengadilan Agama digelar tertutup demi melindung privasi pasangan yang mengajukan cerai.

“Tertutup semua. Jadi tidak bisa diungkapkan ke publik,” sebutnya.

Ia menyebutkan selama 2018 terdapat sisa perkara tahun 2017 sebanyak 311 kasus ditambah total pengajuan perceraian mencapai 1.929 kasus cerai dan talak. Sedangkan yang dikabulkan sebanyak 1.629 dan tidak jadi bercerai 363 pasangan.

“Jadi memang ada sisa tahun sebelumnya yang belum selesai maka dilanjutkan tahun berikutnya,” ucap dia.

Sedangkan untuk 2019 ini sisa tahun lalu sebanyak 235 kasus, total pengajuan baru sebanyak 1.554 dan yang dikabulkan sebanyak 1.286 serta yang tidak jadi bercerai 91 pasangan.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Batam, BU Dermawan, mengatakan untuk menuju jenjang pernikahan ada beberapa tahap yang harus dilakukan pasangan. Pertama, kedua pasangan harus menyerahkan identitas diri lengkap serta surat pengantar dari lurah setempat.

Setelah itu, pasangan menjalani bimbingan jelang pernikahan. Selama tahap ini pasangan calon penganting akan diberikan ilmu serta penjelasan mengenai pernikahan dan kewajiban suami dan istri. “Kalau semua syarat sudah dipenuhi dan bersedia ikut bimbingan semua bisa diproses,” sebutnya.

Ia menyebutkan, setiap bulannya rata-rata terdapat 700 pasangan yang mengajukan pernikahan di satu kantor KUA di Batam. Dalam sebulan, ada sekitar 8 ribu pasangan yang menikah di Batam.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri (PN) Batam, Taufik Nainggolan menyebutkan, ada 307 perkara perceraian yang ditangani Batam dalam dua tahun terakhir. Tahun 2018 ada 189 perkara. Sementara Januari-Agustus tahun ini ada 118 perkara.

“Setiap minggunya ada 5 sampai 10 sidang perceraian,” ujar Taufik.

Taufik mengakui, kasus perceraian di Batam cukup tinggi. Pemicunya beragam. Mulai dari percekcokan karena masalah ekonomi, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Banyak faktor sebenarnya. Pertengkaran terus menerus bisa terjadi misalnya karena masalah pindah agama. Nah di Batam, ini lagi tren. Istri pindah ke agama A ataupun sebaliknya. Enggak cocok lagi, cerai,” kata hakim di PN Batam ini. (cha/yui/une)

Kampung Tanjunguma Berpelangi, Destinasi Wisata yang Mulai Dilupakan

0

batampos.co.id – Masih ingat dengan Kampung Tanjunguma Berpelangi yang diresmikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam pada 2018 silam?

Lihatlah kondisinya saat ini. Kampung yang berada di Kecamatan Lubukbaja itu saat ini seakan dilupakan.

Padahal saat pertama kali diresmikan banyak wisatawan yang meringankan kakinya ke kampung tua itu.

Tapi kini, jangankan wisawatan asing, wisatawan nusantarapun bahkan warga Kota Batam sendiri lupa dengan objek wisata yang satu ini.

Dua anak di Tanjunguma bermain di atas perahu yang menjadi ikon Kampung Tanjunguma Berpelangi. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Warga Tanjunguma, Syarifah, menjelaskan, Kampung Tanjunguma Berpelangi ini didisign dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Namun kenyataannya, satu tahun berjalan, kampung ini sepi dari kunjungan wisatawan.

“Dulu ketika kampung pelangi ini baru jadi, banyak wisatawan asing khususnya dari Tiongkok dan Singapura yang berkunjung, tapi sekarnag sudah tidak ada lagi,” ujarnya saat ditemui batampos.co.id, Sabtu (28/9/2019).

Syarifah menjelaskan, di kampung tersebut ada sekitar 100 rumah warga yang dicat dengan aneka warna.

Rumah warga Tanjunguma yang dicat aneka warna oleh pemerintah pada 2018 silam. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Beberapa rumah bahkan memiliki disign animasi dari tokoh marvel. Salah satunya spiderman.

Kini kata Syarifah, beberapa area yang di cat dengan aneka warna sudah mulai memudar. Sehingga tidak menarik dipandang maata.

Satu harapan Syarifah, pemerintah baik itu BP Batam atau Pemko Batam dapat segera membenahi kampung mereka tersebut.

Rumah warga di Kampungtua Tanjunguma dicat dengan aneka warna untuk menarik para wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

Serta kembali mempromosikan Kampung Tanjunguma Berpelangi sebagai objek wisata. Sehingga dapat kembali mengairahkan perekonomian di kawasan tersebut.

“Saya berharap kampung kami ini diperhatikan kembali agar Kampung ini ramai kembali seperti pertama kali dibuat menjadi Kampung Tanjunguma Berpelangi,” ujarnya.(nto)

Visi Tanpa Aksi Adalah Mimpi

0

Amat Victoria Curam – Persiapan adalah dasar kemenangan (Pribahasa Latin)

Indonesia beruntung punya pemimpin seperti Soekarno di era awal berdirinya bangsa ini. Terlepas dari pandangan dan sikap politiknya, kita harus mengakui bahwa Soekarno adalah orang yang visioner. Kemampuannya untuk melihat melampaui jamannya patut mendapat rasa hormat.

Beliau berhasil meletakan dasar-dasar konstruksi yang kokoh bagi negeri ini. Sangking kokohnya, pondasi itu mampu menjawab tantangan jaman. Relevan digunakan, bahkan ketika era saat ini sudah berubah jauh dibanding era beliau. Tidak hanya di sisi ideologi. Tapi juga pembangunan infrastruktur.

Warisan-warisan infrastruktur yang digagas dan dibangun di era bung Karno masih saja mampu membuat kita bangga hingga hari ini.

Indonesia sudah punya stadion olahraga sekelas Gelora Bung Karno (GBK) tahun 1962. Kapasitasnya mencapai 110 ribu orang. Merupakan salah satu yang terbesar di Dunia saat itu. Saingannya hanya stadion di negara-negara maju. Padahal saat itu Indonesia masih sangat muda. Sekitar 18 tahun.

Tapi tahukah Anda jika pembangunan GBK menuai kritik tajam?
Megahnya GBK kala itu dianggap sebagai pemborosan. Wajar saja, karena rakyat saat itu juga masih banyak yang belum sejahtera. Bahkan banyak yang bilang pembangunan GBK adalah ambisi Soekarno untuk memenuhi hasratnya agar bisa pamer kepada dunia.

Apa benar?

“Ini semua bukanlah untuk kejayaanku, semua ini dibangun demi kejayaan bangsa. Supaya bangsaku dihargai oleh seluruh dunia.” Itulah pembelaan Bung Karno yang dia tulis dalam kritik buku biografinya. Judulnya, Penyambung Lidah Rakyat.

Pembelaan ini kelak terbukti lewat berbagai warisan GBK selama lebih dari setengah abad. Indonesia selalu saja banjir pujian setelah berhasil menggelar event akbar berskala internasional di GBK.

Masih segar diingatan kita, bagaimana Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari berbagai negara-negara besar di dunia setelah sukses menggelar perhelatan Asian Games 2018 lalu. Opening dan Closing Ceremony yang digelar di GBK mengundang decak kagum dunia.

GBK Sekali lagi menjadi arena Indonesia menunjukkan kebolehannya kepada dunia. Sekali lagi, Indoneisa bisa membusungkan dada. Seperti kata Bung Karno, bangsanya dihargai dunia. Berkali-kali.

Bisa Anda bayangkan jika saat itu Bung Karno tak jadi membangun GBK? Bagaimana jika dia lebih mendengar kritik, ketimbang mengeksekusi gagasannya yang visioner itu?

Namun setelah era tersebut, apakah ada pembangunan yang dipersiapkan untuk menjawab tantangan puluhan tahun kedepan?
Ada. Tapi tidak banyak. Beberapa generasi berikutnya, Indonesia disibukkan dengan membuat perencanaan-perencanaan yang hebat. Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa perencanaan Mass Rapid Transit (MRT) di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1985. Era Presiden Soeharto.

Sudah lama ternyata ya?

Tapi apa yang terjadi? Semua mandek sampai batas perencanaan. Eksekusinya selalu saja gagal. Terlalu banyak pertimbangan. Terlalu banyak mengukur untung rugi. Terlalu banyak mengukur faktor resiko. Dan sebagainya. Akhirnya tidak pernah terealisasi.

Berbeda sekali kan dengan Soekarno? Yang mempersiapkan rencana dengan detil, kemudian berani mengeksekusi. Kalau Anda kebanyakan pertimbangan, rencana apapun tidak akan sampai pada tataran implementasi. Itu kelemahan terbesar Indonesia.

Apa gunanya rencana yang hebat tanpa eksekusi?

Rencana hebat Anda hanya akan jadi omong kosong bila tidak dieksekusi. Lebih baik bila Anda merealisasikan sesuatu tanpa perencanaan – meskipun barangkali tidak sempurna, ketimbang punya rencana hebat tapi tak dieksekusi.

Saya bukan sedang mengatakan bahwa sebaiknya Anda mengeksekusi sesuatu tanpa rencana. Tidak. Tapi Saya hanya ingin membandingkan bahwa perencanaan yang baik baru punya nilai tambah besar bila Anda mengeksekusinya.

Nyatanya, eksekusi proyek MRT baru dilakukan empat sampai lima tahun belakangan. Ini kemajuan besar. Akhirnya ada yang berani merealisasikan perencanaan puluhan tahun.

Andai kata Indonesia lebih berani mengeksekusi rencana pembangunan MRT sejak dulu, mungkin masalah transportasi umum yang ada sekarang bisa diminimalisir.

Batam sedikit lebih unik. Kota ini dibangun dengan perencanaan visioner. Batam tidak diproyeksi menyaingi kota lain di dalam negeri. Tidak. Tapi untuk bersaing dengan sebuah negara dengan pertumbuhan ekonomi paling maju di kawasan ASEAN. Menyaingi Singapura.

Untuk itu, rancangan strategis pembangunan Batam disusun secara detil. Dukungan untuk mendongkrak daya saing Batam dilakukan dari berbagai sektor. Baik dari regulasi, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Salah satu yang membanggakan Batam adalah kehadiran Bandara Hang Nadim. Bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1984 dengan panjang landasan pacu 4.025 meter. Terpanjang di Indonesia, dan terpanjang kedua di ASEAN. Bandara Hang Nadim dapat menampung 18 pesawat berbadan lebar.

Kota mana di Indonesia yang punya Bandara sekelas Hang Nadim saat itu? Belum ada yang punya. Saat kota lain belum ada apa-apanya, Batam sudah ada apa-apanya.

Batam juga punya pelabuhan Batuampar. Dengan kapasitas mencapai 25 ribu DWT. Saat itu Pelabuhan Batuampar termasuk yang terbesar di Indonesia. Prestisius.

Tahun 1995, Batam sudah punya 5 bendungan berkapasitas 3.850 litar perdetik. Cadangan air ini bisa menjamin kebutuhan Batam untuk 25 tahun kedepan, dengan estimasi jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.

Saya rasa saat itu Batam mempersiapkan masa depannya dengan baik. Persiapan-persiapan itu membuat kota ini berdaya saing tinggi. Pertumbuhan ekonomi tumbuh pesat. Bahkan Batam salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi Nasional.

Namun celakanya, Batam gagal melakukan kontrol dan pemeliharaan. Contoh bendungan-bendungan yang ada di Batam.
Berapa besar uang yang sudah dikeluarkan untuk membangun bendungan-bendungan itu? Satu bendungan bisa ratusan miliar Rupiah. Tapi apakah bendungan-bendungan itu dipelihara dengan baik? Tidak.

Sejak pertama kali dibangun, belum ada bendungan yang pernah dikeruk. Padahal banyak bendungan yang sudah mengalami sedimentasi sangat parah. Akibatnya, daya tampungnya berkurang drastis. Contohnya saja Sei Harapan. Sekarang daya tampungnya turun 30 persen.

Jika tahun 1995 Batam mempersiapkan cadangan air baku untuk 25 tahun kedepan, sekarang malah hampir saja defisit air baku. Cadangan Batam tinggal 350 liter perdetik. Padahal pertumbuhan penduduknya pesat. Rata-rata 8 persen pertahun.

Bisa bertahan berapa lama cadangan air baku yang 350 liter per detik itu?

Mana tambahan cadangan air baku untuk 25 tahun mendatang? Belum ada.

Kita cenderung take it for granted. Membiarkan begitu saja. Toh sejauh ini tak ada masalah. Kita tak sadar, masalah itu tak muncul seketika. Nanti. Bertahun-tahun kemudian.

Dulu Bandara Hang Nadim jadi kebanggaan. Hebat. Tapi sekarang Hang Nadim itu sudah tak ada apa-apanya dibanding Bandara di sejumlah kota. Coba lihat di Semarang, Kertajati, Medan, atau kota besar lainnya. Hang Nadim jadi kelihatan usang.

Batam perlu perencanaan masa depan yang luar biasa.

Perencanaan yang mampu memecahkan masalah secara holistik dan bersifat jangka panjang. Karena keberhasilan sebuah kota hanya bisa dicapai bila mampu melihat untuk jangka panjang. Kalau tidak, maka tak akan pernah berhasil.

Saya harus angkat topi dengan proyek pelebaran jalan yang gencar dilakukan belakangan ini. Semua jalan protokol sudah 2 jalur dan terdiri lebih dari 3 lajur. Itu luar biasa.

Inilah contoh proyek masa depan. Batam membangun sebelum terjadi musibah. Solusi sudah disiapkan sebelum masalahnya terjadi. Ketika macet terlalu parah. Belum banyak PKL tinggal di sepanjang sisi jalan, sehingga untuk melebarkan jalan saja sudah tak bisa.

Kita harus sadar, perencanaan yang matang tidak akan punya nilai tambah tanpa eksekusi. Tapi tidak berhenti sampai disitu. Anda juga harus melakukan kontrol. Tanpa proses eksekusi dan kontrol, Anda akan sulit maju, karena tak ada kesempatan untuk continuous improvement. Jadinya tak maju-maju.

Kamipun berupaya penuh menyusun persiapan-persiapan untuk mendukung Batam mencapai cita-citanya. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengeloalan air bersih, ATB mempersiapkan masterplan jangka panjang.

Untuk menjadikan ATB sebagai perusahaan air bersih terbaik di Indonesia itu sudah direncanakan lebih dari 20 tahun lalu.

Masterplan itu kami jalankan dengan komitmen dan konsisten. Jadi keberhasilan yang kami capai hari ini tak datang tiba-tiba. Tak ada yang namanya barang instan.

Kami mempersiapkan masterplan pengembangan jaringan secara detail. Kami memperhitungkan kebutuhan hingga 25 tahun kedepan. Tentunya perhitungan dilakukan dengan data yang akurat, sehingga risiko bisa ditekan sampai nilai minimal.

Sekarang panjang jaringan pipa ATB sudah mencapai lebih dari 4.000 Km. Bila dibentangkan, panjangnya 4 kali pulau Jawa. Jaringan pipa ini sudah mencapai sudut terjauh pulau Batam.

Melayani 99,8 persen pelanggan di pulau Batam. ATB merupakan perusahaan air bersih dengan coverage area tertinggi di Indonesia.

Rencana pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA) juga dilakukan dengan detil. Sesuai dengan kebutuhan pulau Batam. Saat ini ATB telah membangun 6 IPA di 5 waduk yang ada di Batam. Kapasitas produksinya mencapai 3.500 liter perdetik. Tumbuh hampir 4 kali lipat dibanding 24 tahun lalu.

Penggunaan dan pengembangan teknologi juga masuk dalam rencana induk yang disusun ATB lebih dari 20 tahun lalu. Padahal ketika itu belum ada contoh kasus perusahaan yang menggunakan teknologi informasi dalam pengelolaan air bersih.

Sekarang ATB jadi pionir inovasi berbasis teknologi informasi industri pengelolaan air bersih di Indonesia.

Tidak berhenti sampai di situ, kami terus menerus melakukan kontrol dan pengembangan. Data yang kami himpun melalui teknologi informasi dijadikan dasar untuk meningkatkan kualitas produksi dan layanan. Demikianlah kami melakukan pengembangan secara berkelanjutan.

Untuk menjadi pemenang, kita perlu persiapan dan perencanaan yang baik. Tapi lebih daripada itu, yang lebih penting adalah sebuah eksekusi dari rencana-rencana brilian tersebut. Selanjutnya, harus diimbangi dengan kontrol dan pengembangan yang tepat.

Jangan hanya bergerak reaktif. Ada masalah, baru bergerak. Persiapan jangka panjang adalah kunci keberhasilan Anda di masa mendatang. Lebih dari persiapan dan rencana, Anda juga harus berani mengeksekusi dan terus menerus melakukan kontrol.

Dengan kondisi lambat mengambil tindakan, dan tak mampu melakukan controlling, apa yang akan terjadi kemudian? Mari kita pikirkan. Salam Kopi Benny. (*)

 

Ir Benny Andrianto, MM
Presiden Direktur PT ATB

Gedung Putih Ikut Terseret, Dituding Bersekongkol Tutupi Skandal Trump

0

batampos.co.id – Sasaran kemarahan Partai Demokrat kini bukan hanya Presiden AS Donald Trump. Namun, juga pejabat-pejabat senior di Gedung Putih. Mereka mengibaratkan mereka bersekongkol untuk menutup aib dan pelanggaran kepala negara.
Semua tudingan tersebut berasal dari laporan whistle-blower yang akhirnya dirilis ke khalayak umum Kamis lalu (26/9). Menurut pelapor, petinggi di dalam kabinet Trump berusaha menutupi kasus hubungan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dari informasi yang dihimpun, banyak pejabat dan staf gedung putih yang berada di ruang rapat khusus kepresidenan pada insiden 25 Juli. Mereka mengira bahwa percakapan telepon Trump hanyalah seputar ucapan selamat atas kemenangan Partai Servant of the People dalam pemilu parlemen. Mereka kaget ketika Trump mengungkit masalah Hunter Biden dan menyebut nama Rudy Giuliani, pengacara pribadi Trump.

”Saya mendengar dari beberapa sumber bahwa pejabat tinggi Gedung Putih mencoba untuk mengunci semua laporan dan rekaman percakapan,” tulisnya.

Dokumen tersebut dipindah-kan dari server yang biasanya mendokumentasikan percakapan presiden menuju server tertutup. Server tersebut meru-pakan tempat penyimpanan dokumen-dokumen rahasia negara paling sensitif.

Presiden AS Donald Trump

Pelapor juga menceritakan peran Giuliani dalam kegiatan itu. Ternyata, mantan wali kota New York tersebut berhubungan langsung dengan beberapa pejabat Ukraina untuk menyelidiki borok Biden. Lingkaran Gedung Putih tahu tentang manuver tersebut.

”Ini jelas upaya menutupi (kesalahan kepala negara, red),” ungkap Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi kepada Agence France-Presse.

Adam Schiff, ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan AS, ikut mencerca Director of National Intelligence Joseph Maguire dalam sesi kesaksian. Dia menganggap Maguire ikut menutupi pelanggaran presiden. Pasalnya, Maguire sempat menahan dokumen aduan dan percakapan saat diminta kong-res. Maguire menjelaskan bahwa dirinya harus berhati-hati menangani dokumen tersebut karena hak eksekutif presiden. Mantan petinggi Angkatan Laut AS itu juga menegaskan bahwa pengadu sudah bertindak sesuai prosedur.

”Saya yakin mereka bertindak atas niat yang mulia,” ungkap dia seperti dilansir New York Times.

Beberapa politikus Republik di Capitol Hill pun mulai mera-gukan kredibilitas Trump. Will Hurd mengatakan bahwa dokumen tersebut bisa jadi hanya secuplik dari masalah Gedung Putih yang diadukan namun tak sampai ke telinga publik. Dia pun meminta semua tuduhan bisa diselidiki.

Kubu Trump pun kacau. Me-nurut sumber terdekat, Trump terlihat tak fokus beberapa hari terakhir. Dia sempat meminta identitas whistle-blower dalam percakapan tertutup.

”Saya ingin tahu siapa orangnya dan siapa yang memberi informasi. Itu sama seperti mata-mata,” ungkap dia. (bil/c10/dos/***)

Shanghai Suguhkan Kombinasi Klasik dan Modern

0

SEBAGAI kota paling modern di daratan Tiongkok, Shanghai layak disejajarkan dengan kota-kota besar di benua Eropa dan Amerika. Infrastruktur, sistem transportasi, bandar udara, dan pelabuhan laut yang canggih membuat warga Shanghai begitu bangga pada kota mereka.

Simbol modernisasi Tiongkok bahkan tertancap megah di bumi Shanghai. Gedung tertinggi kedua di dunia, Shanghai Tower, adalah lambang kemajuan ekonomi Tiongkok. Shanghai Tower yang memiliki tinggi 632 meter berdiri di Pudong, sebuah kawasan bisnis modern yang dibangun Deng Xiaoping.

Deng adalah Bapak Reformasi Tiongkok, orang yang berjasa besar mengubah haluan ekonomi negara. Kendati secara politik berpaham komunis, namun di sektor ekonomi Tiongkok adalah negara penganut pasar bebas. Untuk yang ini, Deng dikenang dengan ucapannya yang sangat legendaris: kucing boleh hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus. Tiongkok yang komunis, tak mesti tertutup bagi modal asing. Ia boleh memilih sistem ekonomi apa saja, sepanjang bisa mensejahterakan rakyatnya. Sebab, kata Deng, ”menjadi kaya itu mulia.”

Di Shanghai pilihan Deng diuji dan dibuktikan. Kini kota berpenduduk 26 juta jiwa itu berubah jadi megapolitan yang memesona.

Sejak kawasan bisnis Pudong berkembang pesat, Shanghai seolah terbelah dalam dua wilayah. Pertama, Shanghai lama yang didominasi gedung-gedung tua berarsitektur Eropa peninggalan Inggris dan Prancis ketika menduduki Shanghai semasa perang candu. Wilayah kedua adalah Shanghai baru di Pudong yang dihuni bangunan-bangunan pencakar langit dengan arsitektur dan fasilitas terkini.

Kedua wilayah itu dipisahkan oleh Sungai Huang Pu, sungai yang jadi salah satu urat nadi perekonomian Shanghai, tempat hilir mudik kapal-kapal tanker raksasa dan pesiar mewah. Shanghai lama dan Shanghai baru dihubungkan oleh 16 terowongan yang dibangun di bawah Sungai Huang Pu. Keberadaan terowongan-terowongan ini jadi salah satu bukti canggihnya infrastruktur pub-lik di Shanghai.

Pemandangan Shanghai kala malam.
foto: M. Iqbal

Pemandangan Shanghai lama dan Shanghai baru yang dibelah Sungai Huang Pu dapat dilihat dengan jelas dari lantai paling atas Shanghai Tower. View menarik ini, jadi salah satu objek wisata andalan Kota Shanghai. Tiap hari, ribuan wisatawan domestik Tiongkok dan luar negeri antre untuk naik ke puncak Shanghai Tower. ”Mendaki” Shanghai Tower pengunjung sekaligus menempuh sebuah pengalaman baru yakni menaiki lift tercepat di dunia. Dengan kecepatan 73,8 km/jam, dari lantai dasar pengunjung bisa sampai ke lantai 118 hanya dalam waktu 35 detik.

Saat malam hari, pemandangan Shanghai lama dan Shanghai baru lebih menakjubkan lagi. Ini bisa dinikmati dengan mengarungi Sungai Huang Pu menggunakan feri dari dermaga di Shanghai lama. Kerlip cahaya dari gedung-gedung pencakar langit dan bangunan klasik di kedua sisi Shanghai tak pernah membosankan ditatap mata.

Menyusuri Shanghai lama dan Shanghai baru sama asyiknya. Kota ini sangat meng-hargai pejalan kaki dan pengguna sepeda. Hampir di semua ruas jalan tersedia jalur bagi pesepeda dan trotoar yang luas dan bersih bagi pejalan kaki. Nyamannya berjalan kaki sembari berbelanja barang-barang bermerek bisa dilakoni oleh wisatawan yang hobi shopping dengan menjelajahi Nanjing Road. Jalan sepanjang 5,6 kilometer dan lebar sekitar 50 meter ini didesain khusus untuk pejalan kaki. Kiri-kanannya berdiri mal dan toko-toko yang memajang beragam barang-barang mewah. Pengunjung bisa nyaman mengeksplor kawasan ini tanpa khawatir tertabrak kendaraan bermotor.

Ingin mencari oleh-oleh dan suvenir khas Shanghai yang lebih murah? Wisatawan bisa berburu di Pasar Cheng Huang Miao. Kaos i love Shanghai yang ikonik, gantungan kunci, tas, dompet, syal, dan aneka cendera mata dengan harga di bawah 100 yuan berlimpah di sini. Di kawasan ini biasanya sangat mudah berjumpa rombongan wisatawan asal Indonesia.

Shanghai tak hanya menyu-guhkan destinasi modern, pemerintah setempat juga mengelola objek wisata alam. Salah satu yang populer di kalangan pelancong adalah Batu Naga atau Shi Long. Lokasi ini terletak sekitar dua jam perjalanan dari pusat Kota Shanghai melintasi Jem-batan Dong Hai, sepanjang 32,5 kilometer. Jembatan lintas laut terpanjang di dunia ini terbentang di atas Laut Timur Tiongkok dan melewati Pelabuhan Shanghai, yang kini dinobatkan sebagai pelabuhan laut terbesar dunia dengan volume kargo 736 juta ton per tahun.

Jika perut lapar usai menyu-suri Shanghai, mencari makanan halal tidak terlalu sulit. Kini banyak restoran halal berdiri di berbagai pusat perbelanjaan di Shanghai. Atau jika mau lebih mudah, datang saja ke Zhejiang Road. Di sepanjang jalan ini berdiri restoran halal yang mayoritas dikelola oleh Muslim dari Zhinjiang. Menu utama semua restoran halal ini nyaris seragam: daging domba.

Pemerintah Tiongkok gencar mempromosikan keunggulan Shanghai ke luar negara mereka, tidak hanya sebagai daerah tujuan investasi tapi juga sebagai des-tinasi wisata unggulan. Berbagai fasilitas dan objek wisata baru terus dibangun. Perpaduan akar budaya yang kuat terjaga dengan kecanggihan teknologi adalah potret Shanghai hari ini. (bal)

Mahathir Sindir Dunia Terkait Kebakaran Hutan di Indonesia

0

batampos.co.id – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melemparkan kritik terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia selama sebulan terakhir ini. Menurutnya, negara-negara di dunia tak ada yang berani memprotes Indonesia terkait karhutla ini.

”Dunia tak bisa menekan Indonesia. Padahal kebakaran hutan ini berimbas ke negeri kami,” ungkap Mahathir di sela-sela menghadiri dialog antar pemimpin negara, World Leaders Form di Columbia University, New York, seperti dilansir dari New Strait Times, Jumat (27/9/2019) lalu.

Terkait penanganan karhutla ini, Mahathir juga membandingkan kebakaran hutan di Indonesia dengan kebakaran hutan di Amazon, Brazil.

” Presiden Brazil yang baru tak mempermasalahkan pembakaran hutan untuk pertanian dan tak ada yang bisa menghentikannya. Saya pikir, sistem dunia saat ini, tidak mengizinkan kita untuk mencampuri urusan dalam negeri di negara lain,” ungkapnya.

Pernyataan Mahathir ini merupakan dari respon pertanyaan terkait, apakah ada sanksi ekonomi atau sorotan komunitas internasional yang bertentangan dengan Indonesia dalam mengatasi masalah asap.

”Anda bisa menyalahkan Indonesia juga mengkritik mereka, tapi kebakaran itu akan tetap dan selalu ada,” ujarnya.

Sementara itu, terkait masalah iklim dan dampak kebakaran hutan di Indonesia yang berimbas ke dua negara tetangga, Gubernur Bank Sentral Malaysia, Nor Shamsiah Mohamad Yunus mewajibkan seluruh perbankan di Malaysia untuk membuat pemaparan dan laporan terhadap risiko iklim. Paparan ini nantinya akan dikumpulkan dan digunakan untuk menetapkan standar peraturan ekonomi di Asia Tenggara.

ilustrasi. Foto: dokumentasi batampos.co.id

Permintaan paparan risiko iklim ini, didasarkan atau bencana kabut asap yang terjadi baru-baru ini di Malaysia, juga di Singapura dan Indonesia akibat pembakaran hutan dan lahan menjadi pengingat betapa beratnya tantangan lingkungan yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara.

”Ini menghadirkan masalah ekonomi utama. Tentu saja berimplikasi langsung pada stabilitas keuangan kawasan. Karena alasan inilah, BNM bersama dengan bank sentral lainnya di dunia, kami wajib memberikan perhatian serius pada risiko iklim ini,” ujar Nor Shamsiah Mohamad Yunus dalam pidatonya di Konferensi Regional tentang perubahan iklim di Kuala Lumpur, Kamis (26/9/2019) lalu.

Terkait hal ini, Nor menyebutkan, persyaratan pelaporan baru untuk lembaga keuangan akan dimulai setelah mereka menyelesaikan klasifikasi aset hijau bersama Komisi Sekuritas Malaysia dan Bank Dunia.

”Kerangka kerja ini bertujuan mendukung keputusan dan analisis informasi tentang paparan risiko iklim dalam kegiatan pengumpulan dana, pinjaman dan investasi,” ungkapnya.

”Informasi yang dikumpulkan melalui proses ini akan digunakan oleh bank untuk mempertimbangkan perubahan pada standar kehati-hatian, untuk lebih mencerminkan risiko dari paparan terkait iklim,” tambahnya.

Nor menyebutkan, hal ini berlaku bukan hanya untuk bank saja, melainkan juga perusahaan asuransi, modal ventura hingga perusahaan ekuitas swasta.

Sementara itu, CIMB Group Holdings Bhd, pemberi pinjaman terbesar kedua di Malaysia berdasarkan aset, minggu ini bergabung dengan koalisi dari 130 bank di seluruh dunia, yang mewakili lebih dari 47 triliun dolar Amerika dalam aset, berkomitmen menyelaraskan bisnis mereka dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dan Kesepakatan Paris tentang Iklim Perubahan.

Dengan hal ini, CIMB menjadi satu-satunya perbankan dari Asia Tenggara yang menyusun prinsip-prinsip sebagai perbankan yang bertanggung jawab di bawah Inisiatif Keuangan Program Lingkungan AS.

Seperti diketahui, Badan Pembangunan PBB dalam sebuah laporan 2018 lalu mengemukakan, kerugian ekonomi akibat bencana di Asia dan Pasifik dapat melebihi 160 miliar dolar AS per tahun pada tahun 2030 mendatang. Wilayah ini mengalami lebih banyak bencana alam daripada yang lain, meskipun Malaysia sebagian besar selamat. Antara 2014 dan 2017, negara-negara di kawasan itu terkena dampak 55 kali gempa bumi, 217 badai dan topan, dan 236 kasus banjir parah. (cha)

Suap Jam Tangan Mewah Loloskan 1 MDB

0

batampos.co.id – Kasus korupsi skandal 1 MDB yang melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mendapatkan fakta baru. Fakta persidangan mengungkapkan, Razak pernah menerima jam tangan mewah dari pendiri Petro Saudi untuk meloloskan kesepakatan 1 MDB tersebut.

Dilansir dari The Star, Kamis (26/9) lalu, pendiri PetroSaudi International (PSI) Tarek Obaid memberikan arloji kepada Abdul Razak dalam pertemuan antara PSI dan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di salah satu hotel mewah di London, Inggris.

Mantan chief executive officer 1MDB, Datuk Shahrol Azral Ibrahim Halmi mengungkapkan hal ini saat memberikan keterangan persidangan sebagai saksi di hadapan jaksa penuntut utama Datuk Seri Gopal Sri Ram.

Shahrol yang menjadi saksi ke sembilan dalam kasus mega korupsi Malaysia ini mengungkapkan, arloji itu diberikan Tarek kepada Najib di Four Seasons Hotel London, 16 Mei 2011 lalu.

”Apa yang Anda ingat terkait pertemuan itu di Four Seasons London dengan terdakwa (najib,red),” tanya jaksa.

”Saat itu Tarek memberikan arloji. Terlihat sangat mahal dan Najib menerimanya,” ungkapnya.

Najib Razak

Shahrol mengatakan, selain Najib, Tarek, dirinya dan anggota dewan direksi 1MDB lainnya, yang juga hadir dalam pertemuan itu adalah Low Taek Jho, lebih dikenal sebagai Jho Low, dan kepala eksekutif PSI Patrick Mahony.

”Pertemuan itu juga membahas potensi investasi Arab Saudi di Malaysia, termasuk kemungkinan pemerintah Saudi membiayai pembangunan kapal angkatan laut,” jelasnya.

Datuk Shahrol Azral Ibrahim Halmi, 49 tahun, memberi tahu Pengadilan Tinggi bahwa Datuk Seri Najib Razak menyetujui 1Malaysia Development Berhad (1MDB) mengajukan pinjaman RM 3 miliar (Rp 10,2 triliun) dari Organisasi Jaminan Sosial (SOCSO) untuk dipinjamkan ke PetroSaudi International Limited.

Dia mengatakan Najib telah setuju untuk 1MDB meminjamkan US$ 750 juta (Rp 10,7 triliun) kepada PSI, sebagai imbalannya, 1MDB mendapatkan pinjaman RM 3 miliar (Rp 10,2 triliun) dari Socso.

Najib Razak, 66, menghadapi total 25 dakwaan, empat diantaranya karena menyalahgunakan kekuasaan, membawa keuntungan finansial pribadi hingga merugikan Malaysia RM 2,3 miliar atau Rp 7,8 triliun, dan 21 dakwaan untuk pencucian uang yang melibatkan jumlah uang yang sama. Ia terancam penjara 20 tahun dan denda lima kali jumlah gratifikasi atau sebesar RM 10 ribu atau Rp 34 juta bila terbukti bersalah dalam skandal 1MDB. (cha)

e-Commerce mulai Menghantui Bisnis Dalam negeri

0

batampos.co.id – Beberapa sektor industri dalam negeri sedang menghadapi tantangan yang berat. Terutama, dalam menghadapi serbuan barang impor yang kian hari kian mudah masuk ke Indonesia.

Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Nasional (IISIA) Silmy Karim mengatakan, pengawasan tata niaga impor seperti verifikasi surveyor di pelabuhan dibutuhkan untuk memastikan kesesuaian produk baja impor dengan izin yang dikeluarkan. Sebelumnya, Bank Dunia menuliskan dalam laporannya bahwa inspeksi baja impor menghambat pertumbuhan dan investasi di Indonesia, sebab prosesnya terlalu lama.

Menurut Silmy, jika izin importasi itu dihilangkan maka industri dalam negerilah yang terkena dampaknya.

”Impor produk baja yang masuk ke Indonesia menjadi tidak terkontrol dan tidak terpelihara keseimbangannya antara supply dan demand,” kata Silmy dalam

keterangannya, Sabtu (28/9). Di samping itu, Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah dite-rapkan saat ini tetap perlu ditaati. Sebab jika SNI itu diperlonggar seperti usulan Bank Dunia, maka Indonesia akan semakin dibanjiri barang impor.

Dampak lain yang ditakutkan adalah bangkrutnya perusahaan baja dalam negeri jika tidak ada perlindungan dari pemerintah dalam upaya menekan impor.

”Di antaranya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, mempercepat deindustrialisasi, membesarnya defisit neraca perdagangan, menurunnya penerimaan pajak dan menurunnya minat investasi di sektor industri baja,” imbuh Silmy.

Rata-rata impor besi dan baja tahun lalu mencapai 7,6 juta ton. Impor komoditas dan barang berbahan baja ini merupakan yang terbesar ke-3 dari total impor Indonesia. Jumlahnya sekitar 6,45 per-sen atau senilai USD 10,25 miliar.

ilustrasi

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menambahkan, industri ritel dalam negeri pun juga sedang dalam keadaan sulit. Besarnya impor barang dari luar negeri karena pertumbuhan e-commerce membuat barang dagangan dalam negeri kurang dilirik.

Peritel juga berhadapan dengan pelaku bisnis jasa titipan (jastip) yang banyak menawarkan jasanya melalui media sosial. Padahal di dalam negeri, para peritel patuh membayar pajak, menginvestasikan toko dan jaringan, serta patuh pada standar kualitas barang yang dijual.

Sementara pelaku jastip banyak yang tidak patuh pada aturan. Mereka juga menghindari membayar bea masuk dengan cara mengakali berbelanja lewat perseorangan setelah menggelar pre order.

”Kami juga jual barang impor, tapi kan taat pajak. Ya akhirnya barang impor jastip itu harga barangnya lebih murah karena tidak taat aturan pajak impor,” ujarnya.

Tutum pun berharap pemerintah serius menindak pelaku jastip yang nakal. Hal ini untuk menjaga keberlangsungan industry ritel dalam negeri di tengah perubahan gaya hidup dan konsumsi masyarakat yang semakin bebas untuk mendapatkan barang dari luar negeri. (rin)