Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11186

Telan Ratusan Kantong Kokain, Tewas

0

Udo N nekat. Pria asal Jepang itu menelan 246 kantong berisi kokain. Sialnya, sepertinya ada kantong kokain yang pecah ketika dia dalam penerbangan dari Mexico City, Meksiko, menuju Bandara Internasional Narita, Jepang, Jumat (24/5).

Pria 42 tahun itu lantas kejang-kejang. Pesawat mendarat darurat di Bandara Sonora, Meksiko, agar Udo mendapatkan pertolongan. Sayang, ketika pesawat mendarat, nyawa Udo sudah melayang.

’’Hasil otopsi menunjukkan bahwa Udo N. meninggal karena pembengkakan otak akibat overdosis.’’ Demikian bunyi pernyataan Kantor Kejaksaan Agung Sonora, Selasa (28/5).

ilustrasi

Tidak diketahui berapa berat kokain yang ditelan Udo. Namun, dilansir BBC, setiap kantong memiliki panjang 2,5 sentimeter dan lebar sekitar 1 sentimeter. Udo sebelumnya naik pesawat dari Bogota, Kolombia, menuju Meksiko. Sangat mungkin dia mendapatkan obat terlarang itu dari Bogota.

’’Jenazah penumpang (Udo, red) tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang bisa mengakibatkan kematian,’’ tutur Kantor Kejaksaan Agung Sonora. (sha/c20/dos)

Ganggu Proyek Jalan, Papan Reklame Segera Dibongkar

0

batampos.co.id – Seiring program pelebaran jalan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, papan-papan reklame yang berdiri di jalur proyek tersebut akan dibongkar.

”Pokoknya mana (papan reklame, red) yang menganggu proyek pemerintah kita bongkar. Jadi, ditumbangkan bukan digeser. Karena ini untuk kepentingan umum,” tegas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam Firmansyah, Selasa (28/5/2019).

Ditanya titik-titik mana saja yang menjadi target dibongkar? Ia memastikan akan disesuaikan dengan titik proyek pengerjaan jalan. Hanya saja, mantan Asisten Pemerintahan Pemko Batam itu mengaku tidak tahu berapa banyak papan yang akan dibongkar.

”Pendataan belum, tapi mana yang terkena dampak langsung dibongkar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Firmansyah memastikan tidak hanya papan reklame konvensional, jika ada papan bunga yang persis di atas lahan yang akan dipakai untuk pelebaran jalan juga akan dibongkar. Pihaknya juga telah menyampaikan imbauan sebelum aktivitas pembongkaran dilakukan.

”Pokoknya yang terdampak pelebaran, akan ditumbangkan. Kami juga sudah sampaikan pemberitahuan bahwa akan ada pembongkaran (papan reklame, red),” papar dia.

Sedangkan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam Yumasnur memaparkan, sejumlah ruas jalan yang akan dilebarkan tahun ini, seperti Jalan Simpang Kabil-Masjid Agung. Jalan depan Edukits, Simpang Patung Kuda-Bengkong.

Lalu, jalan dari depan Polsek Lubukbaja-Simpang Baloi, simpang depan Polsek Lubukbaja-Simpang Apartemen Harmoni. Kemudian jalan dari Simpang Baloi-Simpang Kampung Nelayan.

Selain itu, sebut Yumasnur, ada juga proyek pelebaran jalan yang baru, seperti depan Sekolah Yos Sudarso ke simpang dekat Arsikon.

”Ini dulu yang kami lebarkan karena masih satu jalur. Kalau ke arah Sekolah Global kami akan lakukan bertahap. Titik lain yang baru, yakni dari Simpang KDA ke arah Jalan Sudirman,” sebutnya.

Yumasnur menambahkan, selain pelebaran, jalan juga akan dilengkapi pedestarian, drainase, dan juga taman. Secara umum jika merujuk pada tahun anggaran tentu pengerjaan fisik harus rampung Desember atau akhir tahun ini.

”Itu secara umum. Nanti kita lihat lagi per paket masa kontraknya berbeda-beda. Tapi kami berharap walau tahun anggaran hingga Desember, kami ingin November sudah rampung,” pungkasnya. (iza)

PPDB SMA Tunggu Juknis Disdik Pemprov Kepri

0

batampos.co.id – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Batam, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Pihak sekolah berharap ada solusi tepat untuk mengatasi persoalan daya tampung sekolah negeri yang rutin terjadi setiap tahun ajaran baru.

SMA-SMA negeri yang berada di Batuaji dan Sagulung misalnya. Masalah daya tampung selalu menjadi persoalan setiap PPDB, karena daya tampung sekolah tidak seimbang dengan jumlah calon siswa yang akan masuk.

Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dengan me-ngukur radius jarak rumah calon siswa dengan sekolah juga menjadi persoalan tersendiri. Pasalnya jumlah calon siswa dari sekitar lingkungan sekolah umumnya melebihi daya tampung sekolah di dua wilayah tersebut.

Misalnya, SMAN 5 Batam memprediksi ada sekitar 1.000-an calon siswa dari lingkungan sekitar yang akan mendaftar pada PPDB nanti. Prediksi ini berdasarkan jumlah rata-rata pendaftar tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Kepala SMAN 5 Batam Bahtiar, ini tentu akan bermasalah karena sistem zonasi yang diterapkan harus mengakomodir semua siswa di dekat lingkungan sekolah dengan radius sekian kilometer, sementara daya tampung sekolah hanya 360 orang saja.

”Inilah yang kami khawatirkan. Semoga ada juknis yang bisa meng-clear-kan kekhawatiran ini. Daya tampung kami hanya 10 lokal. Kalikan 36 per lokal, jadi hanya sekitar 360 siswa saja. Sedangkan peminat atau calon siswa bisa seribuan nanti,” kata Bahtiar, Selasa (28/5/2019).

Senada disampaikan Pelak-sana Tugas (Plt) Kepala SMAN 23 Batam di Batuaji Sarimin. Dia menyebutkan, ledakan calon siswa dipastikan terjadi di sekolah yang baru setahun berdiri itu. Itu karena SMAN 23 Batam satu-satunya SMAN di wilayah Kecamatan Batuaji.

Menurut dia, jika semua siswa lulusan SMP di Batuaji ingin melanjutkan pendidikan di SMAN, tentu sesuai zonasi akan memilih SMAN 23. Maka, sambungnya, ini jadi masalah serius nantinya, karena daya tampung sekolah belum bisa dipastikan. Sekolah hanya memiliki tiga lokal untuk menampung siswa baru nanti.

”Jadi, kita masih menunggu juknis juga. Mudah-mudah juknis-nya bisa memberikan solusi mengatasi daya tampung. Kita (SMAN 23 Batam, red) daya tampung hanya tiga lokal. Karena ruang lokal lainnya sudah dipakai siswa tahun ajaran pertama,” kata Sarimin, belum lama ini.

Untuk itu, lanjut Sarimin, pihaknya sangat berharap juknis dari Disdik nanti bisa mengantisipasi masalah daya tampung sekolah negeri di wilayah Batuaji, karena sekolah setingkat SMA negeri terbatas.

”Hanya SMAN 23 Batam satu-satunya di wilayah Kecamatan Batuaji,” sebutnya lagi. (eja)

Pegawai Pemko Libur 10 Hari

0

batampos.co.id – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menikmati libur panjang. Totalnya selama 10 hari.

Kepala Bagian Humas Pemko Batam Efrius menyampaikan, libur diawali Kamis (30/5) yang bertepatan Kenaikan Isa Al-Masih. Selanjutnya mulai Sabtu (1/6) hingga Minggu (9/6). Namun pada Sabtu (1/6) pegawai harus ikut apel bersama di Engkuputri Batam.

Sejatinya, jadwal cuti bersama telah Wali Kota Batam Muhammad Rudi tl tandatangani Surat Edaran Nomor 200 tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Batam pada Bulan Ramadan 1440 Hijriah / 2019 Masehi. Cuti bersama lebaran sejatinya dari 3 Juni hingga 7 Juni 2019.

“Mengingat jadwal libur yang panjang maka pegawai tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan diawal cuti bersama (sebelum lebaran) dan menyambung cuti bersama (setelah lebaran),” kata Rudi.

Namun ia menambahkan dikecualikan untuk cuti sakit, cuti melahirkan dan alasan penting dengan alasan musibah keluarga.

“Setiap pimpinan OPD harus melakukan pengawasan dan pembinaanbterhadapa pegawai di lingkungan OPD,” tambahnya.

Selanjutnya, hasil pengawasan dan pembinaan diminta untuk dikirim ke dirinya. Dengan tembusan ke Sekda Batam, Wakil Wali Kota hingga Inspektorat.

Sementara untuk layanan kesehatan di puskesmas dipastikan tetap buka selama liburan, dan dilaksanakan selama 24 jam perhari.

“Untuk poli umum dan IGD. Melahirkan juga bisa. Petugas masuk sif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Didi Kusmarjadi.

Menurutnya, rumah sakit swasta maupun pemerintah juga tetap buka. Yang belum ia pastikan yakni klinik, apakah buka atau tidak. “Klinik belum tahu,” imbuhnya. (iza)

Lion Air ambah Dua Extraflight

0

batampos.co.id -Animo masyarakat mulai tinggi, untuk menggunakan transportasi udara. Terlihat dari beberapa rute, yang sudah penuh yakni Padang, Pekanbaru, Yogya, Semarang dan Bandung. Tingginya animo masyarakat ini, membuat maskapai mulai mengajukan penambahan penerbangan (extrafliht).

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso mengaku yang sudah mengajukan extraflight secara resmi baru Lion Air.

“Untuk tujuan Batam ke Jakarta. Lalu Semarang dan Yogyakarta yang mulai efektif sejak Selasa (28/5) lalu,” katanya, Rabu (29/5/2019).

Selain Lion Air. Maskapai Citilink juga berencanakan akan mengajukan extraflight rute Batam ke Jakarta. Namun, penambahan penerbangan ini sebatas lisan. “Secara resmi, atau tertulis. Katanya, besok (30/5/2019),” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Walaupun sudah animo masyarakat mulai banyak. Masih ada beberapa maskapai yang belum memaksimalkan penerbangannya yakni Garuda dan Lion Air. Sedangkan Citilink sudah memaksimalkan seluruh penerbangan yang mereka miliki.

“Biasanya Citilink itu ada pembatalan 4. Tapi sejak hari ini, sudah tak ada lagi. Lion Air dan Garuda masih ada,” ucapnya.

Dari pantauan Batam Pos di Bandara Internasional Hang Nadim, hampir setiap konter maskapai dipadati penumpang yang mengantri untuk cek in. Lorong-lorong bandara yang biasanya sepi, Rabu (29/5) lalu penuh disesaki penumpang yang hilir mudik.
Demi memaksimalkan pengawasan, pengamanan dan kenyamanan penumpang. Hang Nadim membuka dua pintu untuk masuk ke terminal keberangkatan.

Suwarso memperkirakan Rabu (29/8) dan Sabtu (1/6) menjadi puncak mudik. Namun saat puncak mudik itu diperkirakan penumpang yang keluar Batam, kurang lebih hanya dikisaran 8ribu orang.

“Tak banyak, seperti tahun lalu,” ungkapnya.

Dari data yang dimilikinya, Senin (27/5) penumpang yang berangkat dari Hang Nadim sebanyak 7.558 orang dan datang 4.790 orang. Lalu Selasa (28/5) penumpang yang berangkat sebanyak 7.615 orang dan datang 4.412 orang. Jumlah penumpang yang berangkat dan datang ini diperkirakan akan terus bertambah setiap harinya. (ska)

Terlibat Skandal Suap di Kementerian PUPR, Satu Keluarga Dipenjara

0

batampos.co.id – Keluarga terpidana kasus suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dijebloskan ke penjara secara bersamaan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/5). Eksekusi itu dilakukan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tiga di antara empat terpidana dieksekusi ke Lapas Klas II B Anak Wanita Ta­ngerang. Mereka adalah Lily Sundarsih, Irene Irma, dan Yu­liana Enganita Dibyo. Sedangkan satu terpidana, yakni Budi Suharto ditempatkan di Lapas Klas I Pria Tangerang.

Budi dan Lily merupakan sua­mi istri. Sedangkan Irene adalah anak mereka. Sementara Yulia­na merupakan pejabat di perusahaan Irene. Budi merupakan Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE). Sedangkan istrinya adalah Direktur PT WKE. Se­mentara anaknya, Irene adalah direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP). Kedua perusahaan itu milik keluarga Budi-Lily. Hakim telah menjatuhkan vo­nis terhadap empat orang tersebut dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan.

Mereka terbukti bersalah menyuap pejabat di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.

Total uang suap yang me-ngalir sebesar Rp 4,1 miliar, 38.000 dolar AS, dan 23.000 dolar Singapura.

Febri menerangkan, para terpidana itu akan menjalankan masa hukuman sesuai putusan pengadilan. Sementara terkait pokok perkara, pihaknya akan mencermati fakta-fakta hukum yang muncul di persidangan.

“Terutama jika terdapat petunjuk awal adanya pelaku lain yang terlibat,” jelasnya.
Sejauh ini, KPK belum menetapkan tersangka baru dalam skandal suap yang merugikan banyak pihak itu. Pun, dari fakta-fakta yang diperoleh, KPK memastikan bakal terus menelusuri keterlibatan pihak lain itu. Khususnya terhadap pejabat Kementerian PUPR yang diduga menikmati aliran suap.

“Korupsi proyek penyediaan air minum ini sangat merugikan kepentingan masyarakat secara luas,” imbuh dia. (tyo)

Jelang Puncak Arus Mudik, Maskapai Turunkan Harga Tiket

0

batampos.co.id – Jelang puncak arus mudik Lebaran 2019, pemerintah kembali menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat untuk kelas ekonomi. Sehingga harga tiket pesawat mengalami penurunan antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Calon penumpang ditemui di Bandara Hang Nadim Batam, Rio Putra, mengaku pilih mudik ke Pekanbaru dengan pesawat. Sebab harga tiket pesawat Batam-Pekanbaru saat ini hanya Rp 688 ribu. Sementara harga tiket kapal rute Batam-Dumai ada di kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Bedanya cuma Rp 200 ribuan saja. Makanya salah memilih naik pesawat saja. Lebih cepat sampai rumah,” ungkap Rio.

Turunnya harga tiket pesawat ini merupakan momen yang sangat ditunggu Rio. Sebab sebelumnya ia nyaris batal mudik Lebaran karena mahalnya harga tiket pesawat.

Karenanya, ia mengaku sudah membeli tiket balik ke Batam mumpung harganya lebih murah dari sebelumnya.

“Kalau tak beli tiket PP sekalian takut kehabisan juga,” katanya.

Penurunan harga tiket ini diamini Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso. Turunnya harga tiket ini membuat animo masyarakat mudik dengan pesawat samakin tinggi. Sehingga sejumlah maskapai mengajukan penambahan jadwal penerbangan (extra flight).

“Extra flight yang sudah jalan itu ada dua rute, yakni Batam ke Semarang dan Batam ke Yogyakarta,” kata Suwarso, Kamis (30/5/2019).

Sejumlah pesawat berbagai maskapai parkir di Bandara Hang Nadim Batam, Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Beberapa maskapai tidak hanya memaksimalkan seluruh jadwal atau slot penerbangan yang dimilikinya. Tapi juga mengerahkan beberapa pesawat dengan kapasitas jumbo. Maskapai Lion Air, misalnya. Maskapai ini melayani rute Batam ke Jakarta dengan menggunakan pesawat jenis Airbus A 330.

Pesawat ini, kata Suwarso, memiliki kapasitas 440 kursi penumpang. Selama ini Lion Air melayani rute tersebut dengan pesawat tipe Boeing 738 yang hanya memiliki kapasitas 178 kursi.

“Jumlah pemudik melebihi perkiraan kami,” tuturnya.

Suwarso mengatakan bahwa jumlah penumpang yang berangkat setiap harinya meningkat. Ia mencatat Senin (27/5) penumpang yang berangkat dari Hang Nadim sebanyak 7.558 orang dan datang 4.790 orang. Lalu Selasa (28/5) penumpang yang berangkat sebanyak 7.615 orang dan datang 4.412 orang. Rabu (29/5) penumpang berangkat tercatat sebanyak 9.063 orang dan datang 6.320 orang. (*)

BP Batam Tambah Fasilitas untuk Pemudik

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Pengelola Pelabuhan Batam langsung menindaklanjuti arahan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerjanya di Pelabuhan Batuampar, Sabtu (25/5/2019) lalu.

Yakni, dengan meningkatkan fasilitas pendukung demi kenyamanan penumpang saat mudik Lebaran.

General Manager bagian Komersial dan Pengembangan Usaha Badan Pengelola Pelabuhan Batam Djohan Effendy mengatakan, Pelabuhan Batuampar adalah pelabuhan kargo, bukan pelabuhan penumpang sehingga fasilitas yang disediakan memang terbatas.

“Untuk itu kami sudah menyiapkan berbagai fasilitas dan pelayanan tambahan guna menunjang kenyamanan para pengguna jasa Kapal Pelni,” ujar Djohan di sela kegiatan sinergi BUMN yang menggelar kegiatan ‘Mudik Bareng’ dengan tujuan Batam-Belawan di Pelabuhan Batuampar, Rabu (29/5) siang.

Fasilitas itu di antaranya menyiapkan tenda dan beberapa unit toilet portable di luar pelabuhan, penambahan beberapa unit AC portable di dalam pelabuhan, fasilitas ibadah, serta fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Rumah Sakit BP Batam berupa ambulans bersama tim medis yang standby dari pagi hingga selesai kegiatan mudik. Kemudian ada fasilitas Customs Immigration Quarantine (CIQ) yang membantu kelancaran arus mudiLebaran. (leo)

Komen Anggota DPRD Batam tentang PPDB

0

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini mendapatkan beragam pendapat dari beberapa anggota DPRD Batam Komisi IV.

Seperti misalnya anggota DPRD Batam dari Komisi IV, Aman. Ia menegaskan bahwa sistem yang diterapkan dalam PPDB tahun ini, jauh lebih baik dan lebih memenuhi unsur merata dan adil dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih menggunakan acuan nilai atau prestasi akademik.

“Kenapa bisa saya katakan tahun ini PPDB jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya? Karena berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tahun ini PPDB semua sekolah diwajibkan menerapkan sistem zonasi total atau zonasi murni. Artinya siapa yang tinggal paling dekat area sekolah, itulah yang berhak terlebih dahulu diterima di sekolah tersebut, tanpa melihat nilai kelulusan. Urusan nilai atau acuan jalur prestasi itu hanya 10 persen saja, bobotnya masih kalah dengan calon peserta didik baru yang tinggal di dekat sekolah,” ujar Aman, Jumat (31/5)

Soal acuan prestasi akademik atau nilai kelulusan, boleh saja, lanjutnya peserta didik baru mencoba mendaftar di sekolah yang dituju meski tak masuk zonasi. Namun peserta didik baru tadi harus dimasukkan kategori yang 10 persen jalur prestasi, atau intinya prioritasnya nomor 2 setelah peserta didik baru yang tinggal dekat sekolah.

“Intinya semua sekolah wajib terapkan sistem zonasi dalam PPDB tahun ini. Jangan sampai ada lagi alasan nilainya kalah tinggi lantas tak diterima atau ditolak untuk masuk ke sekolah yang dituju, meski calon peserta didik baru tadi tinggalnya dekat sekolah. Tergeser oleh calon peserta didik baru yang nilainya tinggi namun tak masuk zonasi sekolah yang dituju. Itu sudah melangkahi Permendikbud,” tegasnya.

Penerapan sistem zonasi total atau zonasi murni dalam PPDB tahun ini, lanjut Aman, akan mampu menjadikan kualitas sekolah di Batam merata. Artinya di tiap sekolah tersebut ada yang kemampuan siswanya bagus, ada yang sedang dan ada yang minus.

“Jadi tak semuanya siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih, hanya bersekolah di satu sekolah saja yang diinginkan atau yang diminati masyarakat seperti misalnya kalau SMA di Batam ini hanya di SMA 3 dan 1 yang memiliki nilai akademik di atas rata-rata atau SMP 3 dan 6. Semua sekolah nantinya merata kemampuan akademik calon peserta didik barunya, tak ada diskriminasi,” teranngya.

Aman juga menyoroti PPDB sistem online yang tiap tahun selalu bermasalah di servernya yang susah diakses malimurid karena selalu macet atau ngadat. Ia meminta Pemko Batam dalam hal ini Disdik Batam harusnya bisa belajar dari kesalahan tiap tahunnya untuk memperbaiki diri terkait server yang akan digunakan dalam pendaftaran online siswa baru.

Ratusan orangtua calon siswa SMPN 47 Kota Batam menunggu haisl PPDB buah hatinya di depan gerbang sekolah. Foto: Eja/batampos.co.id

“Ini tiap pendaftaran siswa baru, selalu saja server ngadat lah, inilah, itulah, masak tak bisa sih belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. Server yang sudah terbukti bermasalah selalu saja digunakan dan dipertahankan. Waktunya berbenah masa depan pendidikan di Batam. Kalau seperti itu terus tiap tahunnya masalahnya, kapan dunia pendidikan di Batam akan mampu bersaing dengan luar daerah Kepri,” ujarnya.

Sementara sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho melihat sistem PPDB yang digunakan di Batam tahun ini yang menggunakan acuan zonasi, salah kaprah.

“Boleh saja zonasi diterapkan, tapi harus melihat dahulu lah, apakah sekolah di Batam ini sudah merata di tiap kecamatan yang ada? Misalnya saja di Batuampar lah, kan sekolah SMA minim sekali jumlahnya, bahkan bisa dikatakan belum ada. Kalau zonasi diterapkan murni dan total 100 persen, peserta didik baru yang dari Batuampar tak akan bisa bersekolah ke SMA negeri karena di zonasinya tak terdapat SMA negeri,” ujarnya.

Udin menilai sistem zonasi di Batam ini belum layak untuk diterapkan. Sebab infrastruktur gedung sekolah sendiri masih terdapat ketimpangan atau belum merata. Ada satu kecamatan yang jumlah sekolah negerinya baik itu SMP maupun SMA sangat banyak, ada yang hanya satu dan bahkan ada kecamatan yang tak ada sama sekali sekolah negerinya.

“Intinya berikan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan sekolah negeri di Batam. Tetap berikan kuota bagi masyarakat kurang mampu dan tetaplah sekolah membuka jalur prestasi akademik,” tegasnya.

Soal server pendaftaran online PPDB yang selalu macet dan bermasalah tiap hendak diakses walimurid dalam mendaftarkan anaknya, Udin menegaskan itu kesalahan murni Pemko Batam yang tak mau memperbaiki diri dan belajar dari kesalahan sebelumnya tiap datang PPDB.

“Saya justru mencurigai server yang selalu macet dalam PPDB itu memang disengaja agar ada celah jalur khusus atau jatah anak pejabat masuk sekolah negeri yang diminatinya. Bisa juga dijadikan peluang untuk mengeruk keuntungan finansial dengan menawarkan kursi bagi siswa yang orangtuanya kaya. Kenapa saya berfikir negatif seperti itu? Sebab tiap tahu permasalahannya tiap PPDB selalu saja sama, server ngadat. Teknologi atau jaringan itu kan bisa diperbaiki, bisa ditingkatkan kapasitasnya agar tak lagi macet saat diakses orangtua walimurid,” terangnya.

Udin berharap, usai libur Idulfitri, agar server pendaftaran online itu segera dibenahi agar bisa diakses orangtua walimurid dan transparansi itu bisa diakses masyarakat seperti misalnya soal kuota penerimaan tiap sekolah negeri. (gas)

Periksa Kembali Rumah Sebelum Mudik

0

batampos.co.id – Arus mudik Lebaran di Batam semakin terlihat di jalur pelabuhan maupun di bandara. Demi menjaga keamanan dan kelancaran saat mudik Lebaran, Kapolresta Barelang Kombes Hengki memberikan beberapa tips aman kepada masyarakat Kota Batam dalam melakukan perjalanan.

“Tips mudik dari kita, sebelum berangkat dan dalam perjalanan itu selalu hubungi keluarga yang dituju dan selalu informasikan posisi kita,” kata Hengki.

Hal ini dilakukan agar keluarga yang sedang menunggu di kampung untuk tidak khawatir dan selalu mengetahui keberadaan pemudik.

Kemudian, untuk mudik yang menggunakan kendaraan, pemudik diharapkan untuk selalu mengecek kelengkapan kendaraan. Baik itu lampu rem, tekanan angin dan lainnya. Jika dalam perjalanan itu pemudik merasa lelah atau mengantuk, pemudik diminta untuk beristirahat.

“Tentunya kalau mau istirahat itu ditempat yang nyaman dan aman. Hindari istirahat di tepi jalan,” tuturnya.

ilustrasi

Sementara, untuk yang mudik dengan gunakan kapal laut yang memakan waktu lama, para pemudik diminta untuk tidak menerima makanan maupun minuman dari seseorang yang baru dikenal. Hal ini untuk menghindari pemudik yang menjadi korban pembiusan.

“Kasus ini sudah sangat sering terjadi. Hampir setiap tahun diberbagai daerah ada korban pembiusan. Untuk itu, kita harus tetap waspada, terutama terhadap orang yang baru kita kenal,” bebernya.

Dan yang terakhir, Kapolres meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lagi rumah yang akan ditinggalkan. Ia meminta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan kunci ganda ke pintu rumah maupun memasang kunci ganda kendaraan yang ditinggalkan.

“Kabel listrik dan colokan listrik jangan lupa dimatikan semua. Tak kalah penting juga, regulator gas harap dilepas untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Hengki.

Ia menambahkan, kepada pemudik juga diharapkan untuk melapor kepada perangkat Rt maupun tetangga sebelum berangkat. Selain itu, pemudik juga diharapkan melapor kepada pihak kepolisian agar dilakukan patroli rutin ke rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya. (gie)