batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam mengeluarkan rute pawai malam takbiran Idulfitri 1440 hijriah. Dari maket yang diperoleh batampos.co.id, peserta pawai akan berkumpul di Ruko Palm Spring, tepatnya di dealer Daihatsu.
Dari titik start peserta pawai akan berjalan menuju fly over Laluan Madani ke Simpang Indomobil dan Polsek Lubukbaja.
Rute pawai malam takbiran Idulfitri 1140 Hijriah di Kota Batam.
Dari lokasi tersebut, pawai akan bergerak menuju Simpang Martabak Har menuju Simpang Mc Donald, Hotel Pacipic, Harbour Bay dan Polsek Batuampar.
Peserta pawai kemudian bergerak menuju Simpang Kodim 0316, Simpang Kuda, Simpang BNI kemudian ke Bundaran Madani. Para peserta menyelesaikan pawainya di Masjid Raya Batam Centre.(esa)
batampos.cop.id – Empat BUMN, yakni PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) dan PT Balai Pustaka (Persero) menyelenggarakan bakti sosial Ramadan bertema ‘One Nation On Vision One Family to Excellence’ di Bali, Jumat (24/5) lalu.
Kegiatan ini bagian menyemarakkan bulan suci Ramadan 1440 H. Selain itu, kegiatan ini merupakan perwujudan dari semangat program “BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2019” di Provinsi Bali.Rangkaian kegiatan antara lain pembagian 1.000 Alquran yang acara seremonialnya secara resmi disalurkan oleh perwakilan PGN didampingi oleh perwakilan mitra Kimia Farma, Hotel Indonesia Natour, dan Balai Pustaka bertempat di Mesjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali.
Bantuan ini sendiri merupakan bagian dari 34.000 Al Quran yang disalurkan di 34 provinsi oleh BUMN pada waktu yang bersamaan dan menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility ”BUMN Hadir Untuk Negeri’’ yang telah digulirkan sejak tahun 2015 lalu.
Program “BUMN Hadir Untuk Negeri” bertujuan menciptakan kondisi dan mendorong agar BUMN di Indonesia dapat memberikan sumbangan yang terbaik bagi negeri dan rakyat Indonesia. Diprakarsai oleh Kementerian BUMN dan difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan BUMN, program ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menumbuhkan dan memupuk rasa kebanggaan berbangsa dan bertanah air kepada seluruh masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Sejauh ini keberadaan program “BUMN Hadir Untuk Negeri” telah menjadi aksi nyata BUMN untuk ikut serta membangun kesejahteraan dan juga berperan dalam pemerataan hasil pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan rangkaian program “BUMN Hadir Untuk Negeri” di tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian Peringatan 21 tahun Kementerian BUMN yang mengambil tema “One Nation One Vision One Family Excellence”, yang diselenggarakan dalam periode bulan Februari–Mei 2019.
PGN yang menjadi PIC untuk kegiatan di Provinsi Bali, bersama Co-PIC, yaitu Kimia Farma, Hotel Indonesia Natour dan Balai Pustaka merasa gembira dapat mendukung program “BUMN Hadir Untuk Negeri” dengan menjalankan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1440 H di Provinsi Bali.
Seperti diutarakan oleh Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, PGN mendapatkan amanah untuk menjalankan program BUMN Hadir Untuk Negeri dengan salah satu rangkaian kegiatannya Safari Ramadan 1440 H yang menyalurkan 1.000 Alquran di Provinsi Bali.
Dimana bantuan ini melengkapi 34.000 Alquran yang disalurkan di 34 provinsi oleh BUMN secara serentak pada Jumat (24/5) lalu.
”Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi umat muslim Bali dan semoga keberadaan BUMN dapat semakin maju dan berkembang sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Harapannya, bantuan penyaluran Alquran kelak membentuk karakter masyarakat khususnya kaum muslim Indonesia agar menjadi insan yang menjunjung nilai spiritual dalam bermasyarakat sehingga dengan karakter keimanan individu yang kuat dapat membentuk karakter masyarakat terbaik.
“Kegiatan pembagian Alquran ini juga diharapkan agar masyarakat muslim yang ada di Indonesia semakin mencintai Alquran dan menumbuhkan rasa kecintaan masyarakat dalam membaca Alquran yang sekarang ini tengah digalakkan oleh pemerintah,” ujar Rachmat.
Sebagai informasi, program “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang dijalankan tahun 2019 ini mencakup 6 kegiatan yaitu, Siswa Mengenal Nusantara (Peringatan Hari Kemerdekaan RI), Upacara HUT Kemerdekaan RI, Safari Ramadan, Mudik Gratis, Peringatan Natal dan Tahun Baru, serta Peringatan HUT Kementerian BUMN ke-21. Khusus untuk kegiatan Safari Ramadan di Bali, selain bantuan pembagian Alquran, juga akan dilakukan santuan bagi 1.000 anak yatim dan bantuan untuk 10 panti asuhan, pondok pesatren dan payasan posial. (*)
batampos.co.id -Tahun ini merupakan tahun ke lima BPJS Kesehatan berdiri. Namun dapat dipastikan lembaga tersebut mengalami defisit. Salah satu sumbernya karena iuran tidak sama dengan iuran yang dihitung secara aktuaris. Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pun telah melakukan rapat untuk menghitung nilai aktuaris yang baru.
Pada awal terbentuknya BPJS Kesehatan, DJSN sudah mengusulkan standar iuran untuk mereka yang kelas 3 maupun peserta penerima bantuan iuran (PBI) sebesar Rp 36.000.
Namun hingga kini nilai tersebut tidak dipatuhi pemerintah. Di tahun ini saja iuran PBI masih Rp 23.000. Padahal jumlah peserta sudah dinaikan menjadi 98 juta orang. Anggota DJSN Ahmad Ansyori mengatakan bahwa sudah tiga kali DJSN melakukan rapat untuk membahas besaran iuran.
Hari ini rencananya akam dilakukan rapat kembali untuk membahas berapa kenaikan yang terjadi. Namun sudah ada wacana, iuran harus naik menjadi Rp 38.000 untuk peserta PBI.
”Namun ini masih tentatif,” ungkapnya, Minggu (26/5).
Menurutnya, untuk iuran PBI memang harus ada kenaikan. Sebab, iuran yang ditetapkan sekarang tidak relevan lagi. Sebelumnya, Kepala Humas BPJS Kesehatan Pusat M Iqbal Anas membeberkan iuran yang lebih kecil daripada klaim akan akan menimbulkan kerugian bagi BPJS Kesehatan. Untuk menanggulangi hal ini, dia menyarankan agar jumlah iuran peserta diperbaiki.
”BPJS Kesehatan juga akan mendorong kepatuhan untuk membayar iuran,” ungkapnya.
Selama ini memang tidak ada aturan untuk memberikan sanksi bagi mereka yang tidak tertib iuran. Yang selama ini dilakukan hanya mencabut kepesertaannya. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab ada masyarakat yang mogok tidak membayar iuran.
Untuk menanggulangi kekurangan pembiayaan, pemerintah menyuntikkan dana talangan namun sebelumnya dilakukan audit. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah dua tahun ini melakukan audit. Rencananya hari ini hasil audit akan dibeberkan di hadapan DPR.Namun hal ini dinilai tidak menyelesaikan masalah.
”Permasalahan utama adalah besaran iurannya. Ini solusi fundamental,” ucap Asisten Deputi Direksi Bidang Data Based Nuik Mubaraq. Setelah besaran iuran ini sesuai dengan saran DJSN maka langkah selanjutnya adalah mendorong peserta agar patuh membayar iuran. (lyn)
batampos.co.id – Pembangunan Jembatan Batam Bintan masih membutuhkan waktu yang panjang untuk terealisasi. Pasalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) masih menunggu dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS) dari Pemerintah Provinsi Kepri.
“Ini prosesnya panjang dan bertahap karena melewati dua pulau. Jadi harus ada FS dulu dari pemerintah daerah,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional 1 (satker PJN 1) Kepri dari Kemenpupera, Endry Z Jamal di Gedung Marketing Centre BP Batam, Senin (27/5/2019).
Secara teknis kata dia, Kemenpupera pernah meninjau lokasi rencana pembangunan jembatan ini, baik di Batam maupun Bintan. Dari peninjauan didapati bahwa ada sejumlah titik, kedalaman lautnya mencapai 40 meter.
Maket dari jembatan Batam-Bintan.
Menurutnya, jika dihitung dari anggaran maka pemasangan tiang pancang di tingkat kedalaman tersebut membutuhkan biaya yang besar. Endry menyebut sebelumnya sudah ada Detail Engineering Desaign (DED) yang dipersiapkan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Namun, pihaknya melihat masih ada beberapa bagian yang harus direvisi. Ditambah lagi, ide percepatan pembangunan jembatan ini digesa oleh Pemprov Kepri. Sehingga Kemenpupera tetap menunggu FS dari Pemprov Kepri.
“Prosesnya panjang, FS harus disiapkan Pemda setempat (Pemprov Kepri). Baru kemudian membahas perubahan rute jembatan. Kami dari Kemenpupera akan terus koordinasi dengan Pemda untuk percepatan proses,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yakin bahwa Jembatan Batam Bintan akan mulai dibangun pada 2020 mendatang. Apalagi beberapa waktu lalu Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum sudah turun ke titik-titik yang menjadi lokasi tapak pembangunan Jembatan Babin.
Lebih lanjut katanya, dengan adanya jembatan tersebut maka akan menjadikan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri lebih kompetitif. Karena berada di segi tiga Sijori, jembatan itu akan memancing semakin banyaknya investasi yang masuk ke Kepri. Dan ini juga akan memudahkan pengusaha nantinya dalam berinvestasi.
“Misalnya nanti masalah lahan, maka akan banyak pilihan. Kalau memang di Batam sudah tidak ada lahan untuk berinvestasi, maka bisa di pulau Bintan,” tutup Nurdin Basirun.(leo)
batampos.co.id – Tak hanya di darat, Polda Kepri juga membagikan takjil di laut. Seperti yang dilakukan Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kepri di perairan Belakangpadang atau Pulau Penawar Rindu, Kota Batam, Minggu (26/5/2019).
Personel Ditpolair Polda Kepri mendatangi boat-boat pancung dan memberikan makanan berbuka kepada para penumpang.
Tidak hanya mendatangi kapal penumpang, personel Ditpolair juga merapatkan kapal mereka ke beberapa kapal pemancing dan kapal tagboat.
Direktur Polisi Perairan Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta (berkacamata), mendampingi personelnya yang membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar pulau Belakangpadang. Foto: Juanda/batampos.co.id
Direktur Polisi Perairan Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta, mengatakan, selain berbagi takjil, pihaknya juga membagikan pesan-pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta keselamatan di laut. Baca Juga: Polisi Bagikan 1000 Paket Takjil dan Nasi Kotak
“Kegiatan pembagian takjil ini bentuk silaturahmi Ditpolair Polda Kepri dengan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, ada 400 paket takjil kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan 50 personel dan mengerahkan lima kapal.
“Kami juga ingin masyarakat mengantisipasi perubahan cuaca mendadak,” tuturnya. Ia juga berharap masyarakat yang beraktivitas di laut membekali diri, dengan selalu memperbaharui informasi cuaca melalui sarana-sarana yang ada.
“Bisa cek ke laman-laman BMKG. Pastikan cuacanya aman, kalau tidak aman. Jangan berlayar dulu,” pungkasnya.(ska)
batampos.co.id – Kurir sabu memanfaatkan keramaian jelang mudik, untuk membawa keluar barang haram itu dari Kota Batam. Seperti yang terjadi pada Sabtu (25/5/2019), petugas Avsec Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali mengamankan kurir sabu asal Aceh, berinisial Ar.
“Modusnya, membawa sabu yang disembunyikan di selakangannya. Sabu yang dibawanya seberat 505 gram,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Senin (27/5).
Suwarso mengatakan, penangkapan pria 28 tahun itu dilakukan di Security Check Point pertama. Saat barang bawaannya diperiksa, petugas tidak menemukan kejanggalan. Namun saat Ar masuk ke terminal keberangkatan Hang Nadim melalui pintu walkthought, alarm pintu langsung berbunyi.
Barang bukti sabu seberat 505 gram yang disembunyinkan Ar di selangkangannya. Foto: Dokumentasi BUBU Hang Nadim untuk batampos.co.id
Petugas lantas melakukan pemeriksaan manual. Saat pemeriksaan, Ar sudah mulai melihat gelagat yang mencurigakan. “Pas diperiksa di bagian selangkangan, kami menemukan dua bungkus sabu,” papar Suwarso.
Sabu tersebut rencananya akan dibawa ke Bengkulu, dengan menggunakan pesawat Wings IW 1272. Kepada petugas Avsec, Ar Mengaku sabu itu didapatnya dari seseorang di kawasan Batuaji. Baca Juga: Lagi, Kurir Sabu Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam
“Dia (Ar) datang dari Medan, pada 24 Mei 2019 lalu dan mengaku baru pertama kali melakukan itu. Soal upah, dia menyebutkan baru akan menerima setelah sampai di Bengkulu,” tutur Suwaro lagi.
Saat ini lanjutnya, Ar telah diserahkan ke BNNP Kepri, guna penyelidikan lebih lanjut. Atas kejadian itu, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di Bandara Internasional Hang Nadim. Baca Juga: Dua Kurir Sabu Ditangkap, Sekali Kirim Diupah Rp 27 Juta
“Saat ini setiap SCP, telah ditempatkan 12 orang personel dan ditambah dengan personel yang patroli,” jelasnya.(ska)
batampos.co.id – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kota Batam mengelar buka puasa bersama lintas generasi Angkringan Onthel, Duta Mas, Kota Batam , Minggu (27/5/2019).
Ketua Panitia Buka Bersama Kagama, Eka Putri Wibowo, menuturkan, para alumni di Kota Batam saat ini ada 100 anggota. “Jumlah itu bisa bertambah lebih banyak lagi karena memang ada alumni UGM yang belum terdata, khususnya mereka yang baru lulus,” jelasnya.
Sekertaris Kagama Kota Batam, Sugeng, menuturkan, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi rutinitas Kagama di berbagai daerah, termasuk di Kota Batam.
Para alumni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kota Batam berfoto bersama seusai berbuka puasa bersama di Angkringan Onthel, Duta Mas. Foto: Bobi/batampos.co.id
Selain bersilahturahmi dan ajang mengenal rekan sesama Kagama, kegiatan itu juga menjadi pelepas rindu masa-masa kuliah yang tidak mugkin lagi diulang.
“Momen mengingat kembali masa-masa kuliah dulu selalu menyenangkan, terlebih jika dilakukan dengan rekan sesama alumni. Dalam acara tersebut kedatangan alumi UGM tertua, Suranto.
Suranto merupakan alumi UGM angkatan 66. Alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) itu mengaku sangat senang bisa berkumpul dan berbagi cerita bersama sesama anggota Kagama Batam.
Ia juga berpesan agar Kagama bisa terus menjaga silaturahmi, sehingga bisa bersama-sama berbuat untuk Kota Batam dan lingkungan sekitar.(bbi)
batampos.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk menelaah bisnis penerbangan di Tanah Air. Satgas ini, termasuk mendalami perihal kenaikan harga tiket pesawat, juga penerapan bagasi berbayar.
Komisioner KPPU Dinni Melanie mengatakan, untuk kenaikan tiket pesawat indikasi awalnya yakni adanya pembagian pasar antara dua grup maskapai besar. Grup pertama yakni Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya dan Nam Air, sementara grup lain yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air.
”Kami sinyalir, dimana mereka banyak menghapus jadwal yang sudah ada, misal dalam sehari ada lima kali (jadwal penerbangan) dikurangi menjadi empat kali. Untuk beberapa rute dilakukan juga oleh pihak pesaingnya (grup lain),” imbuh Dinni dalam forum jurnalis bersama komisioner KPPU dan Pimpinan KPPU Kanwil II, Jumat (24/5) sore.
Ia mengaku, pihaknya sangat fokus mendalami dugaan-dugaan tersebut. KPPU menilai kenaikan harga tiket cukup tinggi, bahkan dibanding dengan rute internasional sekalipun.
”Maka, ini jadi perhatian kami,” katanya.
Sayangnya, hingga kini pihak maskapai masih belum kooperatif untuk menghadiri panggilan dari penyidik KPPU. Dalam hal ini, ia akui pihak yang dipanggil memang punya hak tersebut. Namun, masing-masing maskapai sudah satu dan dua kali pemanggilan. Pemanggilan dibatasi dalam tiga kali panggilan, jika tidak lagi diindahkan, KPPU akan menghadirkan secara paksa.
”Kami minta bantuan penyidik dari kepolisian untuk menghadirkan mereka, jika masih tidak kooperatif. Kami panggil, mereka katakan tidak bisa, re-schedule, mereka katakan tidak bisa lagi,” papar dia.
Menurutnya, jika pihaknya sudah mendapati dua alat bukti yang cukup dan ada indikasi persaingan tidak sehat maka akan ditingkatkan menjadi tahap penanganan perkara yang akan ditangani majelis komisi yang berwenang menjatuhkan sanksi.
”Sanksinya, kalau ada perjanjian dilanggar, batalkan. Jika ada kegiatan yang dilarang, kami minta hentikan. Kami juga punya wewenang menjatuhkan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 25 miliar,” ucapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan indikasi rangkap jabatan beberapa direktur dan komisaris pada dua maskapai yang berbeda, yakni antara Garuda dan Sriwijaya.
Padahal, hal ini dilarang dan tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, tepatnya pada pasal 26 aturan tersebut.
”Inikan bisnisnya yang sama yang bergerak di (bisnis) penerbangan. kemungkinan harga tiket naik ini ada direksi dan komisaris yang rangkap jabatan ini juga,” terangnya.
Penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim melakukan check in di salah satu konter maskapai penerbangan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Selain masalah tiket, KPPU juga mendalami kebijakan bagasi berbayar. Ia mengaku masalah ini cukup kompleks, maka tim akan membagi tugas. Lainnya akan fokus pada tiket, lalu lainnya lagi akan fokus poda persoalan bagasi dan kargo.
”Terkait bagasi berbayar ini, kami sinyalir ada kaitannya dengan kargo. Mungkin mau meningkatkan pendapatan kargo, dikurangilah dari bagasi. Supaya tetap untung, pakailah bagasi berbayar,” imbuhnya.
Sementara itu sektor wisata Batam terpukul dengan kebijakan tiket mahal dan juga bagasi berbayar. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Provinsi Kepulauan Riau, Febriansyah.
”Kami sendiri menurun order beberapa bulan terakhir, dan bisa juga cek hotel tingkat huniannya turun banget,” kata dia.
Menyikapi ini, pelaku pariwisata sendiri mengaku terus mencari cara lain agar sektor pariwisata tetap baik, seperti terus menjaring wisatawan mancanegara. ”Kalau pelaku pariwisata akan tetap cari jalan, produk kami tak hanya tiket, memang yang domestik akan turun tapi kami akan tingkatkan yang wisman juga,” imbuhnya.
Namun demikian, ia mengaku hal ini mempengaruhi kunjungan wisatawan domestik. Menurutnya, tiket pesawat kini merupakan komponen yang memiliki pengaruh besar atas kegiatan perjalanan wisata domestik. Mengingat, mayoritas kota-kota di Kepri terpisah oleh lautan sehingga akses kapal dari pulau utama lain di Indonesia biasanya jadi pilihan wisatawan.
”Porsi paling besar saat ini biaya tiket ini,” imbuhnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi yang dialami pariwisata Batam dan Kepri tersebut.
”Harapan tentu, bagaimana tiket lebih terjangkau, tidak seperti sekarang,” tambahnya.
Bahkan, ia menilai mahalnya harga tiket merupakan kondisi yang tidak normal bagi pariwisata. Pihaknya sendiri di tingkat pusat telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun Indonesia National Air Carriers Association atau INACA yang merupakan sebuah Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia untuk membicarakan hal ini.
”Tapi belum ada titik temu,” kata dia.
Padahal sumbangsih ekonomi dari wisatawan domestik tidak bisa dianggap remeh. Ungkapan ini sebanding dengan data kunjungan wisatawan domestik tahun 2018 lalu yang mencapai 9 juta dan tahun ini ditargetkan 11 juta. Ia mencontohkan, dari segi oleh-oleh wisatawan domestik lebih banyak dibanding wisatawan mancanegara.
”Justru yang banyak nilai ekonominya buat masyarakat Batam, harus diakui ya domestik. Domestik itu belanja oleh-oleh lebih banyak. Kalau yang wisman memang ada tapi tak sebanyak orang kita, enggak ada budaya oleh-oleh mereka kan. Sektor oleh-oleh sekarang turun juga kan, bisa di cek,” papar dia.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam sendiri, secara khusus telah bersurat ke pusat meminta penurunan tiket pesawat dan peninjauan kembali bagasi berbayar. Walaupun, hingga kini kebijakan bagasi berbayar masih terus ada dan tiket tak turun seperti yang diharapkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan, pihaknya dalam hal ini hanya berusaha menyampaikan, dan keputusana tetap dari pusat.
”Kami akan konsolidasi lagi,” kata dia.
Terkait kunjungan wisatawan domestik di tengah tingginya harga tiket. Pihaknya mengaku tetap optimistis masih akan mencapai target 11 juta tahun ini.
”Kami sih tetap optimistis, cuma satu sisi transportasi memang hal utama terkait kunjungan,” pungkasnya. (iza)
batampos.co.id – United Bikers Club (UBC) Kota Batam melakukan kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada anak panti asuhan Assakinah Annaura, Minggu (26/5/2019).
Ketua Umum UBC Kota BATAM, Welyandi Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan dari komunitas yang dipimpinannya.
“Kegiatan sosial kali ini kita mengangkat tema “Indahnya Berbagi Keceriaan Dengan Sesama” dan diharapkan bisa memberikan rasa bahagia serta bisa menciptakan kasih sayang kepada anak-anak panti asuhan di sini (Assakinah Annaura),” katanya.
Ketua Umum Komunitas UBC Kota Batam, Welyandi Putra memberikan bantuan sembako kepada pengurus panti asuhan Assakinah Annaura yang berada di Bengkong Polisi. Foto: UBC Kota Batam untuk batampos.co.id
Menurutnya dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit kebahagian kepada anak-anak panti asuhan yang berada di Bengkong Polisi tersebut.
“Selain memberikan bantuan sembako kita juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim di panti asuhan tersebut dan ini merupakan bentuk kepedulian UBC BATAM terhadap anak-anak yatim dan juga rasa syukur kepada tuhan atas karunianya dan belajar untuk menjadi pribadi yang ikhlas,” jelasnya.
Welyandi menambahkan, komunitas UBD yang didirikan pada 15 Agustus 2015 tersebut kerap melaksanakan kegiatan positif. Kegiatan itu lanjutnya diharapkan bisa menjadi contoh baik bagi komunitas motor lainnya.
“Kami berharap, dengan kegiatan ini kami bisa menjadi lebih dekat dengan lingkungan sekitar, dan lebih memahami bahwa masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita semua,” paparnya.
Saat ini kata dia, UBC BATAM terbagi menjadi dua komunitas, yaitu UBC BATAM dan UBC MATIC BATAM. UBC BATAM lanjutnya saat ini beranggotakan 30 orang. Awal berdiri lanjutnya, UBC hanya satu komunitas.
Namun seiring berjalannya waktu banyak dari rekan-rekannya yang memiliki kendaraan matic ingin ikut bergabung. “Maka dari itu, kita mencoba untuk memberikan wadah kepada mereka dengan membentuk UBC MATIC BATAM ini ” jelasnya.
UBC BATAM kata dia, juga berencana untuk mengembangkan komunitas motor dengan varian yang berbeda. “Memang ada rencana kedepannya, untuk UBC membuat varian dari MOTOR CUSTOM. Ya semoga saja ini bisa terlaksana dengan baik,” harapnya.(gun)
batampos.co.id – ”Benar, seperti tahun-tahun sebelumnya, kita persiapkan dua kapal tujuan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebab, rata-rata warga Selatpanjang yang merantau biasanya pulang mudik menjelang tiga atau dua hari Lebaran,’’