Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11419

Asal Berjanji, Banyak Caleg Tak Paham Tugas dan Fungsi DPRD

0

batampos.co.id – Sebanyak 691 caleg akan bertarung memperebutkan 50 kursi di DPRD Batam dalam Pemilu 2019 yang digelar pada 17 April nanti. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian konstituennya.

Sayang, tak sedikit caleg yang ternyata belum paham soal tugas dan fungsi sebagai anggota legislatif sehingga janji-janji yang ditebar kepada calon pemilih cenderung menyesatkan. Mayoritas janji yang disampaikan justru merupakan wilayah kerja eksekutif atau pemerintah kota. Misalnya, menurunkan harga bahan pokok, menaikkan upah pekerja, penambahan sarana pendidikan, dan layanan kesehatan gratis.

Jhonson Fidoli Sibuea, calon anggota DPRD Batam dari Partai Demokrat, mengakui saat ini banyak caleg yang tidak paham mengenai lembaga DPRD. Bahkan fungsi dan wewenang DPRD terkadang tidak dimengerti. Ini yang membuat caleg saat bersosialisasi terkadang menyampaikan visi misi tidak sesuai dengan fungsi DPRD.

“Tak usah menyebut nama ya. Yang jelas setahu saya, itu juga banyak. Ada yang berjanji akan memperjuangkan sesuatu, padahal itu kewenangan dari eksekutif,” katanya.

Jhonson mengatakan, seharusnya menjadi caleg DPRD harus mengetahui fungsi DPRD. Yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Menurutnya, dengan ketiga fungsi tersebut, sangat memungkinkan seorang anggota dewan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat atau konstituennya.

Jhonson sendiri mengaku, jika kelak terpilih jadi wakil rakyat, ia akan berjuang melalui Komisi III. Pilihan ini, menurut dia, sejalan dengan pengalamannya sebagai seorang kontraktor.

Jika duduk di komisi yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan lingkungan tersebut, ia yakin akan semakin banyak hal yang bisa ia lakukan untuk masyarakat. Tentunya dengan usulan-usulan yang akan disampaikan kepada eksekutif maupun kepada pihak swasta.

“Jujur saja, seperti masalah air saat ini. Warga sangat menderita karena tidak lancarnya aliran air. Demikian dengan infrastruktur lainnya,” katanya.

Ia berharap akan masuk menjadi anggota badan anggaran DPRD. “Saya ingin mengawal anggaran yang benar-benar sangat mendesak untuk rakyat. Saya akan bersuara untuk itu,” tambahnya.

Menurutnya, dengan masuk di badan anggaran, maka akan memudahkannya untuk berdiskusi dengan anggota DPRD lainnya yang satu visi dan misi dengannya. Sebab selama melakukan sosialisasi, ia mengaku mendapat banyak sekali masukan dan keluhan dari masyarakat.

“Ketika bertemu dengan masyarakat banyak yang mengeluh. Dan saya ingin menyampaikan keluhan tersebut ke eksekutif,” ujarnya.

Hal yang berbeda disampaikan Caleg Perindo dari Dapil Lubukbaja dan Batam Kota, Fandy Iood. Ia mengaku tertarik menjadi anggota DPRD karena melihat banyaknya pengangguran di Batam. Investasi di Batam juga dinilai kurang maksimal. Menurut dia, penanaman modal yang masuk ke Batam selama ini lebih banyak karena limpahan dari negara tetangga.

“Saya 11 tahun jadi karyawan. Jadi yang saya lihat, bukan kegagalan SDM mengenai Batam. Potensi di Batam ini sangat luar biasa. Tapi Batam ini seolah-olah tidak bisa bersaing. Jadi pastinya ada something wrong di sini,” katanya.

Faktor lain yang mendorongnya adalah adanya oknum DPRD yang bekerja bukan untuk Batam secara keseluruhan tetapi lebih ke kepentingan oknum itu sendiri. Apabila ia terpilih nantinya, ia berharap akan duduk di komisi yang membidangi hukum. Tetapi sayang, ketika ditanya komisi yang membidangi hukum, Fandy sempat keliru.

“Kalau tak salah Komisi IV. Oh bukan ya, Komisi I ya,” katanya.

Ia mengaku hendak masuk ke Komisi I karena memang ingin memperjuangkan investasi dan ketenagakerjaan dari sisi hukumnya. Tetapi kemudian, ketika ditanya mengenai jumlah komisi DPRD Kota Batam, Fandy juga tidak bisa menjawab dengan tepat. Seharusnya ada empat komisi, tetapi ia menjawab enam komisi.

“Kalau sekarang ini ada 50 orang anggota dewan. Saat ini ada sampai Komisi VI,” katanya.

Sementara itu, caleg petahana dari Fraksi Gerindra Werton Panggabean mengatakan, untuk menjadi anggota DPRD memang harus mengerti mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) anggota dewan. Caleg harus mempelajari lembaga DPRD.

“Jadi ini supaya tidak salah memberikan janji-janji dan perjuangan kepada masyarakat,” katanya.

ilustrasi

Menurutnya, saat ini tidak sedikit caleg yang menyampaikan janji yang bukan menjadi tupoksi DPRD. “Itu pasti ada. Mungkin banyak. Nah, inilah yang harus kita perhatikan sebagai caleg,” katanya.

Werton mengaku tetap maju menjadi caleg karena memang sudah mencintai politik. Termasuk untuk meneruskan perjuangan yang belum semuanya ia selesaikan.
Pada Pemilu 2019 ini, tak sedikit politikus muda lintas partai bermunculan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Batam. Mereka berebut menarik suara lewat janji-janji kepada calon konstituen.

Caleg muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Eko Fitriandi, salah satunya. Ia menyebutkan, dunia perpolitikan baginya adalah hal baru. Ia mulai aktif gabung ke partai sejak 2018.

Pria kelahiran Tanjungpinang, 30 tahun lalu ini menyebutkan, ia dulunya bekerja sebagai penyuluh perikanan di Dinas Perikanan Provinsi Kepri. Minimnya perhatian pemerintah terhadap nelayan menjadi salah satu alasan kuat baginya untuk mencoba peruntungan di dunia politik.

“Dengan latar belakang ilmu kelautan dan perikanan di Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan (STP) Jakarta serta pengalaman di lapangan, saya ingin memperjuangkan nelayan,” katanya.

Diakuinya, saat ini minim aspirasi wakil rakyat di DPRD yang memihak nelayan. Padahal, potensi perikanan dan kelautan di Kepri sangat besar. Namun sangat disayangkan, sangat sedikit wakil rakyat yang menaruh perhatian pada potensi itu.

“Keberpihakan terhadap nelayan sangat minim,” ucapnya.

Selain itu, Eko melihat anggaran yang diperuntukkan nelayan baik itu dalam bentuk pembinaan dan bantuan pendanaan masih jauh dari kata cukup. Padahal, kata dia, bila itu dimanfaatkn tentu jadi potensi besar bagi perikanan Kepri.

Bukankah ini tugas eksekutif? Caleg PKS Dapil Kepri 5 ini mengakui banyak keluhan nelayan yang ia dengar selama turun ke konstituen. Mulai dari minimnya bantuan pemerintah untuk alat tangkap, pelantar yang tidak layak, serta konservasi karang dan bakau yang kurang. Begitu juga dengan keluhan minimnya listrik dan air bersih di beberapa pulau hinterland.

“Kondisi ini mereka rasakan bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia menyebutkan, keberpihakan aspirasi ini, bukan cuma tugas eksekutif tapi juga legislatif.

“Saat duduk nanti, saya mau di Komisi II yang membawahi bidang perikanan dan UMKM,” ujarnya.

Demikian halnya Joni Angkadjaya. Caleg dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Caleg DPRD Batam dari daerah pemilihan Batam Kota dan Lubukbaja ini mengaku bersosialisasi dengan masyarakat bukan hal yang baru. Bahkan sebelum bergabung dengan partai politik, tepatnya sewaktu masih di Organisasi Barisan Muda Tionghoa Indonesia.

“Jadi kalau kampanye terbuka dari bulan Agustus 2018 lalu. Tapi kalau turun ke masyarakat sudah lama. Dan kita paham betul apa yang dibutuhkan masyarakat Batam umumnya,” kata Joni.

Ia mengakui selama turun ke konstituen, keluhan infrastuktur paling banyak disuarakan masyarakat. Baik itu dalam bentuk pembangunan sekolah baru maupun fasilitas kesehatan. Selain itu, ia melihat pelayanan rumah sakit sangat perlu diperbaiki, khususnya memanusiakan pasien.

“Sekolah, fasilitas kesehatan, serta buruknya pelayanan rumah sakit paling banyak kita dengar dari warga. Kita tahu wali kota sudah mengarah ke sana dan ini perlu didukung dan dimaksimalkan,” kata pria kelahiran Rokan Hilir 1985 itu.

Apa poin janji kampanyenya kepada para konstituen? Joni berjanji akan melanjutkan apa yang telah ia lakukan selama ini dalam keterwakilan di parlemen. Berjuang membantu orang banyak melalui fungsi anggaran di DPRD. Joni juga mengaku akan memprioritaskan keterbukaan informasi yang selama ini dianggap hanya bisa dimanfaatkan oleh segelintir orang.

“Banyak masyarakat kita yang menengah ke bawah nyaris tak tersentuh karena tidak meratanya keterbukaan informasi ini. Baik itu menyangkut pendidikan maupun kesehatan,” ucap Joni.

Jika dipercaya masyarakat menjadi wakil di DPRD Batam, ia ingin duduk di Komisi IV sesuai latar belakangnya yang aktif di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. (ian/cha/rng)

Mbak Tutut: Masyarakat Harus Kawal Untuk Pastikan Pemilu Jujur

0
Mbak Tutut

Tokoh wanita kharismatik, Siti Hardiyanti Rukmana, putri pertama almarhum Presiden Soeharto, mengatakan masyarakat harus mengawal pemilihan umum (Pemilu) agar jika terjadi kecurangan bisa diatasi.

“Mahasiswa dan masyarakat Ponorogo diharapkan berpartisipasi mengawasi perhitungan suara,” kata Mbak Tutut, panggilan akrabnya, saat berbicara dalam Pengajian Ahad Pagi Masjid Al Manar di kompleks Universitas Muhamadiyah Ponorogo, Minggu 31 Maret 2019.

Caranya, masih menurut Mbak Tutut, foto suasana di TPS dan hasil perhitungan suara. Ia juga mengatakan pengawalan perlu agar tidak ada yang memainkan hasil perhitungan suara.

“Saya sampaikan imbauan ini karena peduli pada bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya di hadapan 1.500 peserta pengajian.

Pengajian Ahad Pagi Al Manar dihadiri mahasiswa dan warga sekitar. Acara rutin ini berlangsung pukul 06.00. Masyarakat dan mahasiswa memadati lapangan parkir di tengah kompleks Universitas Muhamadiyah Ponorogo sejak usai shalat subuh.

Sebelum Mbak Tutut berbicara, Ustad Haykal Hasan mengajak peserta pengajian mengingat kembali era kepemimpinan Pak Harto. “Kita pasti masih ingat dengan wajib belajar sembilan tahun, swasembada beras, ketahanan pangan, dan masih banyak lagi,” kata Ustad Haykal Hasan. “Keluarga Pak Harto berusaha melanjutkan perjuangan Pak Harto membangun Indonesia sebagai bangsa mandiri.”

Ustad Haykal Hasan masih ingat ketika jilbab dilarang di sekolah-sekolah. Umat Islam menyalahkan Pak Harto. Yang terjadi justru sebaliknya, putri pertama Pak Harto, yaitu Mbak Tutut, justru mengenakan jilbab.

Masjid Al Manar adalah satu dari 999 masjid yang dibangun Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila pimpinan almarhum Presiden Soeharto. Mbak Tutut sedikit bercerita bagaimana yayasan itu terbentuk, pendanaan, dan gagasan membangun masjid dari Sabang sampai Merauke.

Bukan kali pertama Mbak Tutut mengingatkan warga untuk mengawal Pemilu. Sebelumnya, dalan kunjungan ke Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, dan usai panen raya di Kediri, Mbak Tutut juga mengutarakan hal serupa. [*]

dr. Aad Harharah: Partai Berkarya akan Revitalisasi Posyandu

0

dr Aad Harharah MHA FS, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim) I, menolak disebut pengagum Orde Baru tapi bangga memperkenalkan diri sebagai orang yang ingin melanjutkan cita-cita almarhum Presiden Soeharto.

“Pak Harto punya banyak program brilian di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata dokter spesialis penerbangan dan olahraga itu. “Dua di antaranya wajib belajar sembilan tahun dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu),” kata lelaki yang biasa dipanggil Dr Alfatihah.

Posyandu berdiri di setiap desa dan dusun untuk melayani hak dasar masyarakat, terutama bayi dan anak, akan kesehatan. Kini, banyak Posyandu tak berfungsi dan hilang.

“Itu yang akan kita bangkitkan lagi,” kata caleg DPR RI yang sedang berkampanye di Surabaya dan Sidoarjo itu. “Kami akan merevitalisasi Posyandu dan mengaktifkannya sebagai garda depan kesehatan masyarakat.”

Program Pak Harto paling fenomenal adalah swasembada pangan dan sembilan bahan pokok (sembako) terjangkau. Pak Harto, katanya, menganak-emaskan petani dan nelayan, dan tak henti berupaya memakmurkan mereka.

“Itulah yang akan kembali diperjuangkan Partai Berkarya,” demikian Dr Al Fatihah.

Menjawab pertanyaan mengapa orang menyebutnya Dr Al Fatihah, Dr Aad mengatakan; “Sejak diangkat menjadi dokter, saya belum pernah menerima bayaran satu sen pun dari pasien. Saya hanya meminta pasien membacakan Al Fatihah untuk saya.”

Menurut Dr Al Fatihah, mungkin Allah Swt mengganti rezeki saya dengan yang lain. Ia bersyukur bisa menggratiskan pengobatan.

Dr Aad adalah saudara kandung dua legenda sepakbola Indonesia; Aun dan Sutan Harharah. Semula Dr Aad ingin mengikuti jejak dua kakaknya; menjadi pemain sepakbola. Namun, kedua orang tua memintanya menjadi dokter.

“Kalau saya teruskan bermain bola, mungkin saya lebih hebat dari Aun dan Sutan,” katanya seraya terkekeh.

dr Aad Harharah

Mengenai elektabilitasnya di Dapil I Jawa Timur, Dr Aad optimistis terpilih. Alasannya, dia berkampanye untuk Partai Berkarya sejak sembilan bulan lalu, atau sebelum ada pengumuman daftar calon sementara (DCS) legislatif.

“Kampanye saya bungkus dengan kegiatan organisasi Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM),” kata Dr Aad.

GMDM adalah organisasi masyarakat (ormas) di bidang pencegahan dan penyalahgunaan narkotika dan seks bebas. Dr Aad duduk di posisi penasehat di organisasi yang beroperasi di Jawa Timur.

Saat ini, GMDM beranggotakan 320 ribu orang di 12 kabupaten se Jawa Timur. Seluruh anggota GMDM membuat pernyataan dukungan bagi Dr Aad untuk menjadi calon legislatif mewakili masyarakat Jawa Timur. [*]

Blok D Alpha bakal Ditinggal

0

batampos.co.id – Blok D Alpha, yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Natuna, karena potensi kandungan minyak dan gas alamnya melimpah. Hal ini berdasarkan hasil penelitian perusahaan pemboran minyak. Namun kenyataannya, blok tersebut bakal ditinggal lantaran memiliki risiko tinggi untuk keamanan lingkungan jika dilakukan pengeboran.

Deputi Bisnis SKK Migas, Muhamad Atok Rochman, mengatakan blok tersebut diketahui memiliki risiko ekonomi yang cukup tinggi dengan keberadaan karbon dioksidanya mencapai 72 persen. Kandungan tersebut menyebabkan perusahaan ExxonMobil menghentikan investasi di blok D Alpha setelah melalui beberapa proses.

”Sampai sekarang belum ada perusahaan migas yang menyatakan siap untuk mengelola blok D Alpha Natuna. Pemerintah Indonesia masih membuka peluang bagi perusahaan migas yang bersedia mengeksplorasi blok D Alpha. Tapi siapa yang berani dengan risiko tinggi itu, nilai ekonomisnya tidak sebanding dengan risiko yang akan didapat,” katanya di Ranai Minggu (31/3).

Menurut Atok, blok D Alpha memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam upaya penggarapan, baik di tahap eksplorasi maupun eksploitasi untuk mendapatkan gas maupun minyak baku. Ditambah, kedalamannya mencapai ribuan meter. Sehingga biaya investasi cukup tinggi dengan segala risiko.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di blok D Alpha, selain kandugan CO2 pada kedalaman yang ribuan kaki tersebut juga terbentur pada bebatuan bumi. Sehingga dibutuhkan peralatan yang super canggih.

”Alasan lain menjadi kendala, perlu teknologi super canggih dan biaya investasi sangat tinggi. Makanya belum ada perusahaan migas mengekploitasi blok D alpha,” pungkasnya. (arn)

Bangun Menara Pandang dan Tangga Jembatan

0
foto: batampos.co.id / sapna

batampos.co.id – Pengembangan kawasan Jembatan Tengku Fisabilillah Batam atau Jembatan 1 Barelang ditargetkan akan dimulai Juni atau Juli mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, tahun ini merupakan pengembangan tahap ketiga dengan anggaran Rp 2,6 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengembangan tahap satu dan dua dilakukan pada 2017 dan 2018 lalu.

”Ada tiga hal yang utama kita akan kembangkan yakni penataan parkir, pembangunan menara pandang dan jalan setapak ke bawah (tangga) untuk pengunjung,” papar Ardiwinata, Minggu (31/3/2019).

Pembangunan menara pandang, sambung dia, bertujuan untuk memudahkan wisatawan menikmati keindahan pemandangan di sekitar jembatan dengan sudut pandang lebih luas. Rencananya, menara itu akan dibangun di sisi kanan sebelum Jembatan I Barelang dari arah Tembesi.

Ia menyampaikan, kini proyek tahap ketiga itu masuk tahap konsultan perencanaan yang ditargetkan April ini selesai. Setelahnya, akan dilakukan lelang proyek fisik.

”Karena butuh waktu proses lelangnya, maka target Juni atau Juli pengerjaannya,” imbuh dia.

Ia merinci, pengerjaan utama seperti pembangunan tangga atau undakan akan dibuat dengan mempertimbangkan kenyaman pengunjung, termasuk ramah bagi difabel.

”Kalau yang menara pandang tingginya sekitar 12 meter, pengunjung dapat melihat keindahan pantai dan pulau dari ketinggian,” ucap dia.

Sementara penataan parkir akan diprioritaskan untuk bus-bus pariwisata. Walau ke depan, ia mengatakan pengembangan ini dapat disinkronkan dengan upaya meminimalisir kegiatan parkir ilegal sekitar jembatan yang selama ini dikeluhkan warga.

”Ini semua dikembangkan untuk mendukung perke]mbangan pariwisata kita,” pungkasnya. (iza)

Kebut Penyelesaian e-KTP Warga, Buka Layanan Sabtu dan Minggu

0

batampos.co.id – Kecamatan Sagulung membuka layanan ekstra pada hari Sabtu dan Minggu untuk merampungkan proses pengurusan e-KTP ataupun berkas kependudukan lainnya. Masyarakat yang sebelumnya kewalahan mengurus dokumen saat hari kerja, dipersilakan datang pada hari Sabtu dan Minggu pagi sebab petugas kecamatan akan siaga hingga tengah hari.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, layanan ekstra ini dibuka mulai akhir pekan kemarin untuk mempercepat pengurusan berkas masyarakat.

”Seperti hari ini (kemarin), layanan tetap kami buka. Biar urusan lebih cepat,” kata Reza di kantor Camat Sagulung, Minggu (31/3/2019).

Layanan ekstra ini untuk mempercepat semua pengurusan berkas seperti perekaman dan pencetakan e-KTP, pengurusan akta dan berkas lainnya.

Seperti diketahui, berkas pengurusan e-KTP di Kecamatan Sagulung belum semuanya rampung. Ribuan warga masih antre untuk mendapatkan e-KTP. Terhambatnya pengurusan e-KTP ini tidak saja karena habisnya blanko, tapi juga karena masyarakat tak punya waktu untuk mengurus berkas kependudukan mereka.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, maka dibuka layanan ekstra di akhir pekan itu dengan harapan semua masyarakat yang wajib punya kartu identitas, bisa memiliki e-KTP sebelum pemilihan umum nanti.

”Mesin pencetak e-KTP dan petugas selalu standby. Kalau yang sibuk kerja di hari kerja, bisa urus saat akhir pekan seperti ini. Kita permudah dengan layanan ekstra ini,” kata Reza.

Dengan adanya layanan ini, Reza berharap agar warga bisa manfaatkan dengan baik. Pengurusan berkas kependudukan jangan dilakukan saat sudah terdesak, tapi dilengkapi jauh-jauh hari sebelumnya.

”Jika mau mengurus administrasi kependudukan ataupun berkas penting lainnya, maka segeralah urus. Jangan membiasakan mengurus berkas di saat butuh saja. Selagi ada kesempatan bagus seperti ini silakan urus,” imbaunya. (eja)

Kampanye PDIP: Jangan Sampai Golput

0
Suasana kampanye PDI Perjuangan.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Ribuan kader dan Simpatisan PDI Perjuangan mengikuti kampanye atau rapat akbar di lapangan sepakbola Legenda, Senin (1/4) kemarin. Dalam rapat akbar tersebut panitia dan DPD PDI Perjuangan meminta agar semua warga dan kader untuk menggunakan hak pilihnya 17 April mendatang.

“Saya minta semua simpatisan yang ada di sini untuk datang ke TPS 17 April mendatang. Sebagai warga negara yang baik, harus menggunakan hak pilih. Jangan sampai golput,” kata ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepri, Soerya Respationo.

Soerya juga meminta agar setiap pendukung dan simpatisan PDI Perjuangan untuk sama-sama mengawal NKRI. Menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, siapapun yang berniat mengganti Pancasila harus dilawan.

“Pancasila dan NKRI harga mati. Siapapun yang mencoba mengganggu pancasila akan kita lawan. Dan ingat apapun ceritanya, kita semua harus mememangkan bapak Jokowi-Maruf Amin” katanya.

Pada kesempatan itu, Soerya bersama wakil gubernur Kepri yang juga dewan pertimbangan PDI Perjuangan Isdianto dan ketua DPC PDI Perjuangan Jamsir memberikan simulasi pencoblosan yang baik dan benar saat Pemilu 17 April mendatang.

“Intinya semua harus mencoblos. Dan ingat terserah siapa pun yang dipilih baik di tingkat kota, Provinsi dan DPR RI. Tetapi yang jelas harus dari PDI Perjuangan,” katanya.

Sementara itu, Tumbur M Sihaloho, anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kepada semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk beramai-ramai datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. “Jangan sampai golput. Kita gunakan hak suara kita. Dengan ke TPS berarti kita akan menentukan masa depan negeri ini lima tahun kedepan,” katanya.

Tumbur yakin, dalam Pemilu nantinya, PDI Perjuangan akan tetap menjadi yang terbesar di Batam. Pimpinan DPRD tidak boleh lepas dari partai berlambang banteng tersebut.

“Selain itu, kita harus berjuang bersama untuk kemenangan pak Jokowi dan Makruf Amin di Batam,” katanya. (Ian)

UNBK di SMA Negeri 10 Batam Berjalan Lancar, padahal saat Simulasi …

0

batampos.co.id – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sesi pertama di SMAN 10 Kota Batam berjalan lancar. 39 Siswa berhasil menyelesaikan ujian Bahasa Indonesia tanpa kendala berarti.

Kondisi tersebut sangat disyukuri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Batam Heni Aprianie. Sebab lancarnya pelaksanaan UNBK sesi pertama tidak didapat dengan mudah. Pihak sekolah harus menunggu hingga detik-detik terakhir sampai persiapan UNBK berjalan maksimal. Terutama menyangkut koneksi internet yang menjadi syarat utama pelaksanaan UNBK.

Dalam dua kali simulasi UNBK sebelumnya, jaringan internet menjadi kendala utama sekolah yang terletak di di Kecamatan Galang tersebut. Kondisi ini memaksa Heni bolak-balik melaporkan masalah kepada penyedia server.

“Dalam simulasi, kami terganggu sinyal. Kami terus koordinasi dan mereka (penyedia server) juga. Alhamdulilah, mereka menanggapi dengan baik. Sampai Sabtu (30/3), ada petugas yang masih memasang alat untuk sekolah kami,” kata Heni ketika ditemui di SMAN 10 Batam, Senin (1/4).

Sebelumnya, SMAN 10 Batam sudah mendapatkan tantangan dengan wafatnya sang kepala sekolah Rofiuddin pada Oktober 2018. Seluruh guru sangat terpukul dan sempat berhenti memikirkan menggelar UNBK.

Suasana di SMAN 10 Batam saat berlangsugnya UNBK. (Bobi Bani/JawaPos.com)

Bahkan sekitar sebulan sebelum Rofiuddin meninggal, pihak sekolah sudah tidak fokus lagi. Karena memang segala kebijakan yang akan dibuat harus tertunda. Menunggu kondisi Rofiuddin kembali pulih.

“Kami tidak bisa berjalan juga. Karena memang keputusan belum bisa diambil. Ternyata beliau (Rofiuddin) meninggal. Semuanya jadi kacau,” ungkap perempuan dengan tahi lalat di pipi kanan itu.

Hingga akhirnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Kepulauan Riau (Kepri) memberikan arahan. Heni diminta untuk menjadi Plt Kepala SMAN 10 Batam. Dia pun memilih untuk melanjutkan perjuangan yang telah direncanakan Rofiuddin.

Dalam prosesnya, SMAN 10 Batam harus mempersiapkan segala kebutuhan menggelar UNBK dengan waktu yang tergolong singkat. Karena memang persiapan mengalami perlambatan dengan kondisi internal sekolah yang masih berkabung.

Namun dengan dukungan semua pihak utamanya semua guru di sekolah, membuat upaya untuk menghadirkan UNBK pertama bisa terus dilakukan. “Kami ini modal nekat. Memang dari awal, kami sudah punya keinginan mencoba. Kami coba tantang diri kami,” tegas Heni.

Dengan segala keterbatasan yang ada, pihak sekolah bisa menghadirkan satu ruang ujian UNBK dengan 39 unit komputer. Pengadaan komputer berkat bantuan dari Dispendik Kepri sebanyak 15 unit. Kemudian 15 unit komputer milik sekolah juga dioptimalkan. Sisanya merupakan hasil koordinasi dengan orang tua siswa.

Heni mengaku tidak mematok target muluk-muluk dalam UNBK. Dapat berhasil melewati nilai minimal rata-rata yang ditentukan pusat, sudah menjadi hasil yang menggembirakan buat mereka.

“Kami tidak berani menargetkan tinggi. Karena memang tantangan kami di sini berbeda. Kami masih berusaha untuk mengajak anak-anak untuk terus meningkatkan semangat belajar. Rata-rata di atas lima sudah cukup,” tutur Heni.

UNBK di SMAN 10 Batam diikuti 100 siswa. Mereka terbagi dalam dua jurusan. IPA sebanyak 27 siswa dan IPS sebanyak 73 siswa.

Salah satu siswa Muhammad Rizki mengaku sudah mempersiapkan diri dari beberapa hari sebelumnya. Ia juga bisa mengerjakan ujian di sesi pertama dengan lancar. Meskipun hasilnya belum diketahui. (bbi/jpc)

Merga Silima Dukung Djasarmen Purba

0
Kiri ke kanan: Setia Putra Tarigan, Ketua Merga Silima Daud Sembiring, Djasarmen Purba beserta Istri dan Sastra Sinulingga, usai deklarasi.. Foto. immanuel sebayang / batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 76 organisasi suku Karo (perkumpulan desa, marga, STM, Korcam) se-Barelang, di bawah naungan Merga Silima, sepakat memberikan dukungan kepada Caleg DPR RI no 3 dari Partai Nasdem Djasarmen Purba, Minggu (31/3) di rumah makan Family Joint, Batuaji.

Dalam acara yang dihadiri puluhan masyarakat Karo, Ketua Merga Silima Daud Sembiring, menjelaskan sosok Djasarmen Purba memiliki kedekatan emosional dengan suku Karo di Batam. Bahkan Djasarmen Purba kerap terlibat langsung dalam berbagai event yang digelar suku Karo di Batam.

“Pak Djasarmen Purba bukan orang baru di Batam. Beliau termasuk tokoh masyarakat yang selama ini berbaur dengan berbagai suku, khususnya suku Karo dalam pembangunan Kota Batam dan Kepri,” jelasnya.

“Karena itu, mari kita tunjukkan komitmen orang Karo di Batam, dengan cara memberikan dukungan kepada Djasarmen Purba, 17 April mendatang,” tegas pengusaha baja tersebut.

Menanggapi dukungan tersebut, Caleg DPR RI no 3 dari Partai Nasdem Djasarmen Purba, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Karo se-Barelang. “Ini merupakan momen yang saya nantikan,” ujarnya.

Dikisahkannya, sekitar tahun 80-an, Djasarmen Purba bersama beberapa orang Karo seperti Ketua Merga Silima Daud Sembiring, Gembira Ginting, Rustam Efendi Bangun, Gading Barus, Marxius Manis Sembiring, Bca Sitepu, Agustinus Ginting, Balandua Sebayang, dan lainnya, turut membangun Kota Batam lewat paguyuban Batak dan Karo.

“Mereka ini teman seperjuangan. Kalau orang Medan bilang, kedan sayalah,” jelas Djasarmen lantas tersenyum.

Karena itu Djasarmen merasa dirinya merupakan bagian orang Karo di Batam, dan harus didukung dalam misinya membawa suara masyarakat Kepri lewat jalur legislatif.

“Terimakasih banyak, mejuah-juah kita kerina”, ujarnya dalam bahasa Karo.

Turut hadir dalam acara deklarasi tersebut Rustam Efendi Bangun, Agustinus Ginting, perwakilan dukungan atasnama Ikwan tama Sinulingga, Rejeki Barus, Petra Tarigan, dan pengurus Merga Silima lainnya.

Di akhir acara, Ketua Merga Silima Daud Sembiring, mengatakan, untuk mensukseskan misi tersebut, pihaknya akan melayangkan surat himbauan kepada organisasi Karo yang ada di Batam.

“Secepatnya kita akan layangkan surat himbauan kepada paguyuban suku Karo yang ada di Batam, guna memenangkan pak Djasarmen. Ini merupakan peryataan sikap kita bersama,” tegasnya. (wel)

Jaringan 4G di Pesisir Batam

0

batampos.co.id – Warga di pesisir Batam sudah mendapatkan sinyal optimal sejak beberapa waktu belakangan. Kondisi ini sangat disyukuri warga. Sebab sudah lama mereka menantikan hadirnya sinyal untuk menunjang komunikasi.

Seperti halnya diungkapkan Kristianus Puho, 30, warga Kampung Dapur Tiga, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini di kampungnya sudah terjangkau sinyal 4G dari salah satu provider. Fasilitas tersebut membuatnya bisa berkomunikasi dengan lancar. Bahkan bisa bermain game online layaknya di kota-kota.

“Bisa main game sekarang, sudah lancar sinyal,” kata Kristianus, Senin (1/4/2019) seperti dilansir oleh jawapos.com.

Kristianus mengungkapkan, membaiknya sinyal jaringan telekomonukasi sudah berlangsung sekitar dua minggu. Sejak itu, warga Kampung Daur Tiga tidak lagi mengeluh dan kesulitan mencari daerah dengan sinyal kuat.

Sebelumnya jangankan mendapatkan sinyal 4G, sinyal untuk layanan telepon saja sulit. Hal ini menjadi kendala bagi warga saat menghubungi kerabat yang berada di daerah lain. “Dulu harus cari daerah tinggi. Kalau ada perlu, malam harus keluar buat menelepon. Sekarang dari rumah saja,” ungkap Kristianus.

Hal senada disampaikan guru SMAN 10 Batam Kristin Nainggolan. Kemudahan sinyal telekomunikasi membuat pihaknya dapat menggelar UNBK untuk pertama kalinya bisa berjalan lancar. Padahal sebelumnya, kondisi sinyal cukup mengganggu kelancaran simulasi UNBK.

“Kemarin dua kali simulasi UNBK, sinyal agak terkendala di sini,” imbuh Kristin. (*)