Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11439

Minat Pemilih pada Pemungutan Suara Ulang Menurun, Demikian Penilaian Wakil Walikota Batam

0
Wakil Walikota hadir di TPS 43 Jodoh.
Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad turut meninjau lokasi pemilihan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 043 Seijodoh, Batuampar, Sabtu (27/4).

Amsakar memastikan proses penyelenggaraan PSU berjalan dengan baik. Walaupun antusias pemilih di PSU sedikit menurun bila dibandingkan dengan Pemilu 17 April lalu.

Selain itu semua penyelenggara hadir untuk memantau jalannya PSU ini. Mereka memastikan jalannya PSU berjalan dengan baik. Menurutnya sampai selesai nanti semua lancar.

“Terima kasih kepada penyelenggara. Semua turun semua bekerja untuk kelancaran jalannya PSU,” sebutnya.

Semua pihak bahu membahu agar pemilu presiden dan legislatif berjalan dengan baik hingga penetapan di tingkat KPU Batam 22 Mei mendatang.

“Saya kira itu yang menjadi perhatian semua pihak saat ini. Semoga tidak ada kendala ke depannya dan pemilu di Batam bisa damai tidak ada konflik dan lainnya,” tutup Amsakar. (yui)

Kapolda Kepri Tinjau Pemungutan Suara Ulang di Batam

0
Kapolda Kepri berfoto bersama Wakapolda dan perangkat penyelenggara Pemilu.
Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budi Revianto meninjau lokasi pemilihan suara ulang (PSU) di TPS 043 Seijodoh, Batuampar.

Andap mengatakan ada 24 PSU yang diselenggarakan di Kepri saat ini. Ia meminta kepada petugas untuk memastikan pemilih benar-benar memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilihnya.

“Jangan ada pelanggaran dan pastikan mereka benar-benar sesuai dengan data pemilih yang sudag dikeluarkan KPU Batam,” kata dia.

Saat ini kondisi tetap kondusif mengingatkan kepada penyelenggara untuk memastikan logistik PSU tersedia dan cukup. Secara keseluruhan semua PSU dijaga oleh kepolisian.

“Kami memantau jalannya PSU. Pokoknya jangan ada yang terjadi pelanggaran hingga proses Penghitungan berjalan sesuai dengan jadwal,” ujarnya.

Andap juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan juga TNI serta Polri karena sudah mengawal jalannya pemilihan 17 April lalu hingga PSU hari ini.

“Terima kasih buat panitia. Jangan lupa jaga kesehata selama menjalankan tugas,” tutupnya. (yui)

Ratusan Warga Ikut Pemungutan Suara Ulang di TPS 043 Seijodoh

0
Susana pemungutan suara ulang di TPS 43, Jodoh, Batam.
Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Pagi ini, ratusan pemilih yang tergabung dalam tempat pemungutan suara (TPS) 043 Seijodoh, Batuampar mengikuti pemilihan suara ulang (PSU), Sabtu (27/4/2019).

Pemilihan ulang dimulai pukul 07.00 WIB sesuai dengan jadwal yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam, Syahrul Huda mengatakan PSU ini dilakukan karena ada pelanggaran waktu pelaksanaan 17 April lalu.

” Saat pemilihan ada pemilih luar Batam yang tidak mengantongi A5 namun tetap memilih,” kata dia saat meninjau lokasi pemilihan.

PSU ini juga dikawal petugas kepolisian dari jajaran Polda Kepri. Proses pemilihan ulang terlihat sepi dari pemilih. Hingga dua jam pasca dibuka pemilihan baru lima pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Di TPS ada tiga bilik suara yang yang disediakan untuk pemilih. PSU ini lanjutnya hanya untuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden yang dilakukan pemilihan ulang.

Sementara itu di lokasi satu per satu pemilih mulai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya.

Farida salah seorang pemilih yang ikut dalam PSU ini mengatakan tetap memilih seperti di pemilu kemarin. “Ini kan lagi jualan. Jadi mampir sebentar,” kata perempuan yang berprofesi sebagai sales minuman ini. (yui)

Sikap PLN Batam terhadap Keluhan Pelanggan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Bright PLN Batam mencoba bersikap pragmatis menanggapi beragam komplain dari masyarakat dan pengelola kawasan industri. Komplain-komplain tersebut bukanlah sebuah beban tapi sebuah tantangan yang harus dihadapi untuk menjadi lebih baik.

“Memang PLN Batam tengah diuji karena gangguan pembangkit ini terjadi bersamaan di sejumlah lokasi. Belum pernah hal ini terjadi sebelumnya,” kata Vice President Public Relation Bright PLN Batam, Syamsul Bahri di Sukajadi, Batam, Jumat (26/4/2019).

Gangguan terjadi di enam lokasi, lima di Batam dan satu di Bintan. Gangguan terparah terjadi di PLTG Panaran dan PLTG Tanjunguncang.

“Turbinnya yang kena. Dan suku cadang harus didatangkan dari Skotlandia. Proses kedatangannya lumayan lama,” ungkapnya.

Keterlambatan kedatangan suku cadang untuk mesin PLTG Panaran ini terjadi karena perayaan Hari Paskah pada minggu lalu sehingga pengiriman pun libur hingga akhir pekan.

“Menurut informasi yang kami terima, mesin baru tiba di Singapura pada 29 April nanti dan sorenya sampai di Batam,” jelasnya.

Dengan masuknya suku cadang terbaru ini, maka PLN Batam akan mendapatkan daya listrik sebanyak 40 MW dari Panaran. Dengan kata lain, defisit daya sebanyak 23 MW bisa tertutupi sehingga pemadaman tidak akan terjadi lagi.

“Secara bersamaan dengan kerusakan mesin, banyak momen penting terjadi seperti pemilu dan ujian nasional. Industri juga harus kami jaga. Makanya kami dalam posisi serba sulit,” jelasnya.

PLN Batam harus membuat pilihan, sehingga pemilu dan ujian nasional menjadi prioritas.

“Agak serba salah memang. Tapi namanya juga layanan publik. Kami tidak bisa memuaskan semua pihak. Tapi segala daya upaya sudah dilakukan. Sekarang tinggal berdoa saja,” ucapnya.

Sebelumnnya, PLN sudah mengaktifkan seluruh pembangkit bertenaga diesel miliknya di Baloi, Sekupang dan Batuampar. Kemudian membeli daya sebanyak 3 MW dari Kawasan Industri Panbil dan menambah daya dari pembangkit di Bintan. Proses kedatangan mesin juga terus dipantau progresnya.

Mengenai jadwal pemadaman listrik yang tidak teratur di kawasan industri seperti di Kabil, Syamsul mengatakan hal tersebut terjadi karena perubahan cuaca.

“Jadwal berubah karena melihat situasi mesin. Misal kita umumkan pemadaman di industri, tapi cuaca mendukung maka kita tunda pemadamannya,” jelasnya.

Ia maklum dan menerima semua komplain dari pihak industri. Tapi Syamsul mengimbau agar kawasan industri juga mengaktifkan gensetnya.

“Pemadaman lampu di satu kawasan industri bisa menyelamatkan 10.000 rumah tangga dari pemadaman listrik,” katanya.

PLN berjanji akan segera menggesa perbaikan sistem agar tidak lagi terjadi pemadaman di Batam, apalagi dalam waktu dekat sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Syamsul juga mengungkapkan bahwa PLN juga tengah mengkaji pembangunan pembangkit baru. Kemungkinan besar lahannya di Bintan dan direncanakan paling cepat harus selesai pada tahun 2020.

Langkah ini diambil menyusul semakin meningkatnya kebutuhan listrik di Batam. Porsi listrik untuk industri saat ini mencapai 28,41 persen. Dan dalam setahun terakhir, permintaan pasokan listrik dari industri sudah meningkat hingga 30 MW.

“Kami cari lahan dulu. Dan dalam dua tahun, pembangkit baru akan masuk. Ini sudah direncanakan mengingat beban akan semakin tinggi. Peminat makin lama makin ramai. Apartemen Pollux itu contohnya kalau sudah jadi akan butuh 6 MW,” pungkasnya. (leo)

Cegah Terjadinya Gangguan, PGN Tingkatkan Pengawasan Patroli Rutin

0
 F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Demi menjaga keamanan jalur pipa gas ke konsumen, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) area Batam meningkatkan kinerja petugas patroli untuk melakukan kontrol ke semua titik lokasi pipa setiap hari.

Tim Patroli dari PT PGN Solution (PGASOL) ini bertugas untuk mengawasi dan mengontrol semua jalur pipa gas. Tidak hanya mengontrol kemungkinan terjadinya hambatan dan kerusakan, juga mengontrol proyek galian yang ada di sekitar area jalur pipa gas.

“Jadi kalau ada jalur pipa PGN yang melalui jalur selokan, jembatan, atau sungai, kita tanam di bawah selokan atau sungai, maka ketika ada proyek galian atau pembangunan infrastruktur, tim kami selalu ada di lapangan untuk mengawasi jarak aman proyek dengan jalur pipa kita,” kata Kepala Proyek Operasi PGN Solution Area Batam, Usman.

Dalam setiap pengerjaan proyek galian yg dilakukan pihak lain, PGN selalu menghimbau jarak aman galian dari pipa gas existing.

“Instalasi pipa PGN, selalu kami pastikan aman dari ancaman, gangguan dan hambatan. Selanjutnya jika ada proyek galian di dekatnya, untuk mencegah terjadinya gangguan kami mengedukasi kontraktor bahwa ada jaringan pipa gas di sekitar galian,” ujar Usman.

Selain melakukan kontrol terhadap kondisi kehandalan pipa, PGN juga rutin melakukan kegiatan perawatan pipa setiap hari.

“Patroli kami lakukan di semua lokasi yang ada jaringan pipa PGN di batam, yaitu batu ampar, nagoya, batam center, kabil, muka kuning, batu aji sampai Tanjung Uncang. Selain mengawasi juga melakukan perawatan rutin,” ucapnya.

Perawatan yang dilakukan terhadap aset PGN dibagi menjadi dua, perawatan jaringan dan fasilitas. Perawatan jaringan yang dilakukan PGN, di antaranya penebasan tumbuhan keras yang di atas jalur pipa, edukasi terhadap aktifitas pihak lain yang membahayakan operasi jaringan, pengecekan marker post (rambu-rambu yang ada disepanjang jalur pipa), dan perawatan ringan lainnya.

“Perawatan tiap hari kami lakukan. Tapi untuk pengawasan perawatan di titik yang sama biasanya dilakukan seminggu sekali,” kata Usman.

Adapun pemeliharaan fasilitas berupa perawatan pencegahan dari karat dengan menggunakan sistem anoda korban yaitu pencegahan pipa dari korosif, pengecekan regulator station dan bak valve disepanjang jaringan.

“Perawatan ini kami lakukan secara menyeluruh tanpa mengistimewakan pipa jenis apapun, baik pipa gas di kawasan industri maupun rumah tangga. Karena baik pipa baja maupun pipa PE kalau ada kendala pasti mengganggu penyaluran gas, jadi kami terus berkomitmen untuk selalu menjaga agar jaringan pipa kami tetap handal” ujar Usman. (*)

PGN Selaku Subholding Gas Berkomitmen Memperkuat Bisnis Gas

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mempertahankan kinerja positif pada tahun lalu, baik dari sisi finansial maupun operasional. Karena itu, PGN selaku Subholding Gas terus berkomitmen memperkuat bisnis sektor gas di dalam negeri, sebagai langkah menapaki kompetisi di level lebih tinggi.

Saat ini, PGN mempunyai lini bisnis pipanisasi Gas, CNG, dan LNG. PGN hadir melalui produk antara lain Sinergi yang menyasar segmen pelanggan industri dan komersial, Gas Kita untuk pelanggan rumah tangga, Gas Link untuk pengguna CNG atau LNG, serta GasKu yang melayani sektor transportasi.

Pada tahun lalu, PGN mmencatatkan kinerja konsolidasi yang positif. Dari sisi pendapatan mencapai US$3,87 miliar, dengan EBITDA sebesar US$1,20 miliar.

Total aset yang dikelola PGN mencapai US$7,94 miliar. Dari kinerja konsolidasi secara operasional, pada sisi hulu PGN menorehkan catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 39.213 BOEPD, sedangkan pengelolaan bisnis hilir meliputi niaga gas sebesar 962 BBTUD, transmisi gas sebanyak 2.101 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya 210 BBTUD.

Pada 2018, PGN secara konsolidasian menghasilkan laba operasi sebesar US$645 juta, yang meningkat dibandingkan pada tahun 2017 yang sebesar US$515 juta. Hasil positif itu didorong peningkatan dari sisi pendapatan yang sebesar US$3,8 miliar, melejit dari posisi US$3,5 miliar pada periode sebelumnya.

Alhasil, posisi keuangan PGN pun kian kuat. Apalagi, laba bersih yang tercatat menembus angka US$305 juta, naik signifikan dibandingkan US$197 juta pada periode 2017.

Kinerja keuangan inipun diganjar penilaian yang stabil oleh berbagai lembaga pemeringkat utang. Secara keseluruhan, kondisi keuangan PGN masih dinilai stabil, tidak buruk selama tahun lalu.

Secara lebih detil, kinerja keuangan yang menghijau itu ditopang geliat operasional. PGN selama tahun lalu, berhasil meningkatkan volume distribusi gas, dari posisi 894 BBTUD, naik 8% menjadi 962 BBTUD pada 2018.

Sedangkan untuk transmisi gas, PGN mencetak volume sebesar 2.101 MMSCFD, lebih besar dibandingkan 2.078 MMSCFD volume transmisi gas pada 2017.

Hal inipun menggambarkan pertumbuhan signifikan sisi operasional PGN, mengingat pada periode 2016-2017, kenaikan kinerja operasional sangat tipis.

Peningkatan operasi bisnis tersebut, tak lepas dari ekspansi pelayanan yang digarap PGN. Hingga tahun lalu, tercatat jumlah pelanggan distribusi gas mencapai 325.914, naik dari posisi 299.766 pada 2017, terlebih lagi adanya lompatan kenaikan jumlah pelanggan sejak 2014 yang hanya sebesar 96.049.

Kondisi yang kian berkembang itu, mendorong PGN untuk melakukan beragam inovasi. Hal tersebut, sebagaimana disinggung Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama guna memberikan layanan prima kepada pelanggan eksisting, serta menjadi modal dalam menarik minat konsumen yang lebih luas lagi.

Saat ini saja, tegas Rachmat, PGN telah merencanakan pengembangan infrastruktur gas yang pada 2019, ditarget mencapai 109 kilometer untuk distribusi. “Untuk penguatan pelayanan tersebut, kami juga terus melakukan pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur, lebih dari 90% jaringan pipa gas PGN dijamin mempunyai kualitas baik hingga masa 30 tahun,” tegas Rachmat.

Terkait ekspansi layanan konsumen, Rachmat meyakini PGN bisa menjangkau target yang telah ditetapkan. Terlebih lagi, sejauh ini PGN mempunyai portofolio sumber daya manusia yang mumpuni di bidang bisnis gas.

Tak hanya itu, mengingat adanya tantangan demografi, Rachmat memaparkan selain berkualitas, SDM yang dimiliki perusahaan juga ditopang generasi milenial. Jumlah generasi milenial tersebut, singgungnya, saat ini mayoritas. “Dengan begitu, inovasi layanan, pengembangan produk, serta invensi yang sesuai dengan tantangan zaman, akan bisa diatasi PGN,” tambah Rachmat.

Adapun misi sosial yang diemban setiap perusahaan negara, juga telah banyak dilakukan PGN. Perusahaan mempunyai ragam aksi sosial dalam program bina lingkungan, seperti penyediaan sarana ibadah, pendidikan, bantuan bencana alam, ataupun kesehatan.

Selama tahun lalu, nilai CSR yang telah disalurkan PGN mencapai Rp 85,92 miliar. “Lewat program sosial itu, segala keberhasilan PGN bisa memberikan efek kepada masyarakat luas,” tukas Rachmat.

Dalam RUPS Tahunan 2019 pada hari ini, pemegang saham juga menyepakati pergantian pengurus perusahaan. Pergantian terjadi pada susunan Direksi dan Komisaris. Rapat memutuskan menambah 1 Direksi dan mengganti 1 Komisaris, serta menambah 1 Komisaris.

Adapun Pertamina selaku pemegang surat kuasa dari Kementerian BUMN atas PT PGN Tbk mengusulkan pergantian Komisaris atas nama Hambra menjadi Lucky Alfirman, dan menambah Mas’ud Khamid dalam jajaran Dewan Komisaris PGN. Sementara itu, jajaran Direksi PGN saat ini dilengkapi dengan masuknya Syahrial Mukhtar menjadi Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis.

Untuk itu, susunan pengurus perusahaan saat ini menjadi berikut:

Jajaran Direksi:
Direktur Utama : Gigih Prakoso
Direktur Infrastruktur & Teknologi : Dilo Seno Widagdo
Direktur Komersial : Danny Praditya
Direktur Keuangan : Said Reza Pahlevy
Direktur SDM & Umum : Desima Equalita Siahaan
Direktur Strategi&Pengembangan Bisnis: Syahrial Mukhtar

Jajaran Komisaris:
Komisaris Utama : Ign Wiratmaja Puja
Komisaris : Lucky Alfirman
Komisaris : Mohamad Ikhsan
Komisaris Independen :Paiman Rahardjo
Komisaris Independen : Kiswodarmawan
Komisaris : Mas’ud Khamid

Pasokan Terbatas, Harga Cabai Tak Stabil

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Menjelang memasuki bulan suci Ramadan, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti cabai semakin tak terkendali dan terus merangkak naik di sejumlah pasar-pasar tradisional di wilayah Batuaji dan Sagulung.

Pantauan kemarin (25/4), harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Aviari, Batuaji sudah menembus Rp 80 ribu per kilogram (kg). Sedangkan cabai rawit hijau keriting dijual Rp 70 ribu, bahkan tiga hari lalu sempat menembus Rp 90 ribu kg. Selain itu, harga cabai merah di kisaran Rp 48 ribu per kg, sedangkan cabai hijau dijual Rp 38 ribu per kg.

Sarma, 44, pedagang sayuran di di Pasar Aviari mengatakan, harga cabai rawit merah atau yang lebih dikenal cabai setan ini, tidak pasti. Kadang naik dan kadang turun. Tapi untuk beberapa hari terakhir ini kecenderungannya harga lebih sering naik.

”Harga lebih sering naik ketimbang turun. Pasalnya pasokan cabai ini dikirim dari luar Batam. Belum lagi para tengkulak yang mengambil untung banyak,” ujarnya, Kamis (25/4).

Harga yang tak kunjung stabil ini, juga memengaruhi daya beli masyarakat. Saat ini, konsumen hanya membeli per ons saja. ”Untuk satu ons cabai rawit merah saya jual Rp 8 ribu. Sedangkan pedagang rumah makan bisa membeli 2 sampai 3 ons,” lanjutnya.

Senada juga diutarakan peda-gang lainnya, Mela. Dia menyebutkan harga jenis cabai rawit merah dan jenis cabai lainnya dan seminggu ini tidak menentu. Sebab pasokan semakin berkurang. Bahkan, kata dia, persediaan di kiosnya hanya 5 kg, itu juga diperoleh dari tengkulak dan pasar lainnya.

”Pasokan tak terlalu banyak, tadi malam cuma dapat 5 kilogram. Hal seperti ini sering terjadi tiap tahunnya menjelang bulan puasa,” ujar Mela, Pedagang lainnya

Sementara itu, di Pasar Basah Sagulung, harga daging ayam segar berkisar Rp 38 ribu -Rp 40 ribu per kg, dan daging ayam es dibanderol Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu per kg. Fikar, pedagang daging ayam di pasar ini mengakui pasokan dari peternak lokal di Barelang masih belum mencukupi, yakni hanya sekitar 40 sampai 50 kg saja. (cr1)

40 JCH Batam Batal Berangkat

0

batampos.co.id – Sebanyak 40 jemaah calon haji (JCH) Kota Batam batal berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini ke Tanah Suci. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam Amanuddin, Kamis (25/4/2019).

Batalnya JCH tersebut disebabkan berbagai faktor, di antaranya meninggal dunia, sakit hingga belum bisa berangkat karena faktor lainnya seperti urusan kerjaan.

”Mereka konfirmasi ke kami (Kemenang Kota Batam, red). Kami juga sudah laporkan ke pusat dan Kanwil (Kantor Wilayah) soal pembatalan ini. Jadi, ke 40 JCH itu batal dan akan diganti dengan yang baru,” jelasnya.

Ia menyebutkan proses pergantian JCH ini akan dilakukan oleh pusat dan Kanwil Kemenag Kepri. Pergantian nanti akan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti lama waktu menunggu keberangkatan, ataupun usia JCH.

”Biasanya diprioritaskan untuk mereka. Tapi semua nama-nama pendaftar haji sudah masuk di sistem. Nanti tinggal di proses saja. Kami menunggu dari mereka saja,” ujar Amanuddin.

Pergantian, lanjutnya, juga bisa dialihkan kepada anggota keluarga yang lain. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, se-perti dokumen keluarga. Hal ini berfungsi sebagai alat penunjang pengalihan keberangkatan.

”Kemarin kan ada juga yang meninggal dan digantikan suaminya. JCH pengganti ini harus melengkapi dokumen tersebut agar bisa diproses,” terangnya.

Amanuddin mengungkapkan, untuk proses pergantian terbilang cukup mudah karena calon jemaah haji sudah ada di sistem. Saat ini pihaknya menunggu putusan terkait kuota penambahan dari pusat dan Kanwil Kepri.

”Ada penambahan 10 ribu JCH. Nah, kami masih menunggu Batam dapat berapa kuota yang baru ini,” lanjutnya.

Kuota tambahan ini akan difokuskan pada lansia (lanjut usia). Mengingat waktu keberangkatan yang semakin dekat, JCH tambahan ini berkemungkinan diberangkatkan di kelompok terbang (kloter) terakhir nanti.

”Juli sudah berangkat kloter pertama. Mungkin yang tambahan ini menyusul dan menyesuaikan nanti,” imbuhnya.

Tahun ini, Batam mendapatkan kuota 574 JCH untuk dibe-rangkatkan Juli mendatang. Saat ini, proses persiapan keberangkatan sudah masuk pelunasan biaya haji tahap dua.

JCH juga sudah merampungkan proses rekam biometrik sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi. (she)

Tarif PPJU Kota Batam Naik Mulai Mei

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tarif Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sejatinya sudah naik sejak April lalu. Namun, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, tarif baru PPJU baru akan diterapkan pada Mei mendatang.

”Belum naik. Nanti Mei baru diterapkan,” ujar Rudi usai membuka Gempita Hardiknas 2019 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (25/4/2019).

Dia mengatakan, jika kenaikan tarif PPJU sudah diterapkan, berarti sudah masuk ke kas daerah. Untuk itu, pihaknya akan memeriksa penerimaan dari April ini.

”Kalau ada naik, kami minta lihat, saya akan panggil PLN, ini sudah dinaikkan, mana untuk daerah,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam Raja Azmansyah me-ngatakan bahwa sejauh ini belum ada pemberitahuan dari PLN mengenai kenaikan tarif PPJU.

Ia juga sudah memastikan dengan melakukan pembayaran listrik rumahnya, dan tidak ada tertera kenaikan. ”Kemarin saya bayar, memang agak naik, tapi bukan karena PPJU. Cuman beban pemakaian yang tinggi,” sebutnya.

Pihaknya menargetkan kenaikan PPJU ini dilakukan mulai Mei mendatang, dan sistemnya sudah diselesaikan oleh bright PLN Batam. ”Tinggal terapkan saja, sosialisasi ke masyarakat juga sudah, karena kita harus jalankan sesuai amanat perda (peraturan daerah),” terangnya.

Kenaikan tarif PPJU bervariatif. Untuk perumahan hanya naik satu persen, dari sebe-lumnya 6 persen naik menjadi 7 persen. Sedangkan untuk kategori bisnis akan naik dua persen, dari sebelumnya 6 persen menjadi 8 persen. (une)

Daya Tampung Sekolah Negeri di Batam Minim

0
Seorang guru SD 002 Batam kota mengabsen murid kelas I saat masuk pada hari kedua masuk sekolah, selasa (17/7). Selama tiga hari murid baru ini belum ada proses belajar mengajar masih proses pengenalan sekolah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengakui daya tampung sekolah negeri masih menjadi masalah setiap tahun. Itu dikarenakan jumlah kuota sekolah negeri terbatas, sementara jumlah anak yang ingin masuk sekolah negeri cukup banyak.

”Seperti biasa, kami tak bisa menampung karena memang jumlahnya (sekolah negeri, red) terbatas,” ujar Rudi di Batam Center, Rabu (24/4) lalu.

Meski begitu, Rudi masih memikirkan cara agar permasalahan yang sama tak kembali terjadi di tahun ajaran 2019/2020. Ia pun sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mencari jalan keluar terbaik.

”Saya sudah minta Hendri (Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan, red), mudah-mudahan ada jalan keluar,” terangnya.

Diakuinya, memang sejumlah warga enggan menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta karena tingginya biaya pendidikan di sana. Padahal, menurutnya, setiap bulan Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah memberi insentif kepada guru-guru swasta.

”Kami sudah beri insetif setiap bulan, tapi tetap masih banyak sekolah swasta de-ngan biaya selangit,” jelas Rudi.

Harusnya, lanjut Rudi, sekolah swasta bisa membantu pendidikan di Batam, dengan tidak membebani biaya pendidikan yang tinggi.

”Kalau bisa agak disetarakan, agar masyarakat tak fokus ke sekolah negeri saja,” imbuhnya.

(she)