Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11438

Gereja Dibom, 207 Meninggal

0

batampos.co.id – Gereja St Anthony luluh lantak. Hampir seluruh genting jatuh. Puing-puing berserakan di lantai bercampur dengan genangan darah. Tempat ibadah tersebut menjadi sasaran pertama ledakan di Sri Lanka, Minggu (21/4).

Mereka yang selamat hanya bisa memandang dengan ngeri dan pasrah. Jemaat yang kehilangan nyawa ditutup kain seada­nya sem­bari menunggu paramedis tiba. ”Saya melihat tumpukan orang di lantai yang bermandikan darah dan jelaga,” ungkap Yasmin Chiristina Rodrigo, jemaat yang selamat.

Korban jiwa cukup banyak ka­rena gereja sedang penuh dengan orang-orang yang menghadiri mi­sa Paskah. Perempuan 31 tahun itu duduk di deretan bangku ba­­gian tengah saat bom meledak.

Tubuhnya dipenuhi butiran debu dan batu bata yang hancur. Sesaat setelah ledakan, dia mendengar teriakan dan tangisan dari sisi belakang. Ruang misa dipenuhi bau benda terbakar. Orang-orang lantas berebut keluar ruangan.

Ledakan di Gereja St Anthony itu hanyalah pembuka. Masih ada tujuh ledakan lain di berbagai lokasi. Setiap ledakan berjarak sekitar 30 menit hingga sejam. Tiga di antaranya terjadi di hotel mewah di Kolombo. Yaitu, Cinnamon Grand, Shangri-La, dan Kingsbury.

Tiga hotel tersebut dikenal sebagai jujukan tamu asing. Total 207 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Salah seorang petinggi di Cinnamon Grand mengungkapkan, pengebom di hotel tersebut adalah warga Sri Lanka bernama Azzam. Dia menginap di hotel tersebut sejak Sabtu (20/4). Saat kejadian, dia tengah mengantre makan pagi di restoran Taprobane di hotel tersebut. Tak ada yang mencurigakan dari penampilannya. Sebab, dia juga membawa piring untuk mengambil makanan seperti tamu lainnya. Tapi, begitu gilirannya akan tiba, dia meledakkan diri di restoran yang sedang penuh oleh pengunjung itu.

”Salah seorang manajer kami yang bertugas menyambut tamu tewas di lokasi kejadian,” ujarnya seperti dikutip Gulf News.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada kelompok yang mengklaim sebagai pelaku. Namun, berdasar dokumen yang dilihat AFP, Kepala Kepolisian Nasional Sri Lanka Pujuth Jayasundara sudah memperingatkan para pejabat penegak hukum akan kemungkinan serangan bom bunuh diri di gereja dan Komisi Tinggi India di Kolombo yang dilakukan National Thowheeth Jama’ath (NTJ). Peringatan itu dilontarkan sepuluh hari sebelum kejadian berdasar laporan badan intelijen asing. Namun, sepertinya polisi gagal menindaklanjuti informasi tersebut.

Bom terakhir meledak di sebuah rumah di Mahawila Gardens, Dematagoda. Ledakan terjadi saat polisi menggerebek rumah tersebut. Imbasnya, tiga polisi dilaporkan tewas. Sebagian lainnya luka-luka. Jumlah terduga pelaku yang ditangkap masih simpang siur. Yaitu, 3 hingga 7 orang.

”Ini adalah tindakan pengecut,” ujar Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menanggapi serangan bertubi-tubi tersebut. Pemerintah Sri Lanka langsung memberlakukan jam malam agar penduduk tak berkeliaran. Sampai situasi benar-benar aman, jam malam tidak akan dicabut. Mereka yang akan bepergian dengan pesawat dan sudah punya tiket diminta untuk datang ke bandara empat jam sebelum jadwal boarding. Pemeriksaan ketat dilakukan bagi mereka yang keluar masuk negara tersebut.

Beberapa media sosial seperti Facebook dan WhatsApp juga diblokir sementara. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks. Blokir akan dibuka begitu situasi sudah tenang.

Uskup Agung Kolombo Kardinal Malcolm Ranjith juga memberitahukan kepada semua umat Nasrani di negara tersebut bahwa semua misa Paskah yang digelar sore dan malam hari dibatalkan. Belasungkawa dan kecaman juga dilontarkan beberapa pemimpin negara lain.

Presiden AS Donald Trump menyebut pengeboman itu sebagai serangan teroris yang mengerikan. Mantan Presiden AS Barack Obama menyebutnya sebagai serangan terhadap kemanusiaan. Kecaman juga dilontarkan PM India Narendra Modi, PM Australia Scott Morrison, dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern.

”Saya berdoa untuk semua yang terluka dan menderita akibat kejadian tragis itu,” ujar Paus Fransiskus dalam misa Paskah di St Peter’s Square Vatikan. Dia mengecam serangan tersebut. (sha/c10/oni)

Keseruan Coloring Contest Batam Pos

0

batampos.co.id – Peringatan Hari Kartini yang digelar Event Organizer (EO) Batam Pos di Mall Botania 2 (MB 2) Batam Center, Minggu (21/4), berlangsung seru. Ratusan peserta terdiri dari ibu dan anak ambil bagian dalam Coloring Contest Mom & Kids, yang tampak kompak mewarnai lembaran kertas bertemakan Kartini.

”Menarik ya, karena momennya pas (Hari Kartini) dan acaranya juga tepat dengan mengajak anak dan ibu ikut lomba mewarnai bersama,” kata Habib Tutasmiyah, ibu dari Nizar Ar Rasyid yang menjadi salah satu peserta di kategori B.

Kekompakan antara ibu dan anak itupun membawa mereka menjadi peraih juara I di kategori B untuk usia 7-9 tahun atau tingkat SD kelas 1-3.

”Anak memang sudah biasa ikut lomba mewarnai sendiri, sehingga saya jadi sedikit canggung karena anak saya lebih jago daripada saya,” ujar Tutasmiyah yang mengaku bangga.

Tak berbeda yang diungkapkan peraih juara I kategori A, Dian Handini yang mendampingi putrinya Nayla QH.

”Senang sekali bisa mewarnai bersama dengan anak dan bisa kompak menghasilkan gambar yang memuaskan. Semoga kegiatan serupa bisa sering-sering digelar,” tutur Dian.

Diketahui, dalam dua kategori lomba mewarnai itu diikuti 130 peserta ibu dan anak. Peserta diberi waktu 90 menit, dan dipilih dari masing-masing kategori untuk juara 1-3 dan harapan 1-3.

”Para pemenang mendapat bingkisan, sertifikat, piala, serta uang tunai,” terang PIC Acara Coloring Contest Mom & Kids Levina Desianty.

Di samping semangat dan keseruan para peserta, dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan hiburan nyanyian oleh Riyanti Damanik, 10, dan Arrul Erwandy, 14. Di usia keduanya yang masih belia, Riyanti dan Arrul sama-sama mampu mencuri perhatian pengunjung mal yang memamerkan suara emasnya.

Manager EO Batam Pos Herman Mangundap menambahkan, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan masyarakat Batam yang juga para pembaca Batam Pos, serta pihak sponsorship dari ATB, Capella Honda, dan Mall Botania 2.

”Kami akan terus menyelenggarakan event-event yang fantastis. Untuk itu diharapkan masyarakat Batam khususnya, dapat terus menjadikan Batam Pos sebagai referensi terpercaya, sekaligus untuk mengetahui info lengkap seputar event yang akan kami laksanakan selanjutnya,” ucap Herman. (nji)

Wisata Hemat di Perkotaan

0
Sejumlah turis asal Singapur asyik berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya bergerak pulih, tak harus mengurangi kesempatan untuk mengisi waktu luang dengan berwisata. Masih banyak tempat menarik di Batam, yang bisa menjadi momen seru-seruan menikmati wisata nan hemat biaya.

Jika kawasan wisata Batam banyak berada di area tepian atau pinggiran, sehingga cukup memakan biaya untuk transportasi, tidak ada salahnya memilih yang berada di sekitar wilayah perkotaan seperti Batam Center dan Nagoya.

Bersebelahan dengan Mega Wisata Ocarina Batam Center, pinggiran pantai yang menjadi tepian jalan raya Pasir Putih bisa menjadi salah satu pilihan. Meskipun tidak serupa pantai wisata, tepian pantai yang berada di tengah pusat kota ini juga memiliki pemandangan cukup apik.

”Nyaman. Angin sepoi-sepoi, melihat ’Welcome to Batam’ dari kejauhan dan kapal feri Batam-Singapura-Batam. Kadang bisa lihat nelayan mancing juga,” ungkap Rosi, salah satu pengunjung.

Karena lokasinya yang berada di pinggiran jalan, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya masuk. Cukup bayar parkir bagi pengguna kendaraan.

Wisata lainnya tanpa memerlukan biaya masuk, ada di Seraya Atas, Batuampar atau akrab disebut Bukit Cinta. Dari sana, Anda akan melihat pemandangan sebagian Kota Batam. Akan lebih seru saat malam hari, kala lampu bangunan dan kendaraan yang lalu lalang menyala.

Sejumlah warga saat menikmati permainan 360Madnes yang memacu undrenaline di Mega Wisata Ocarina. Mega wisata Ocarina menjadi tempat rekreasi untuk mengisi liburan baik bagi warga Batam maupun wisatawan.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sembari melihat pemandangan indah, Anda juga disuguhkan berbagai macam panganan, salah satunya jagung bakar. Tarno mengaku, dagangannya berupa panganan jagung kerap habis dibeli pengunjung.

”Ramai yang terus datang apalagi hari libur,” ujar pria 31 tahun itu.

Tidak ketinggalan lapangan di depan Welcome to Batam (WTB) yang kini diisi beragam kuliner kaki lima. Menariknya, sudah banyak juga permainan dan hiburan yang disediakan dengan harga yang tidak dipatok alias bayar seikhlasnya.

”Jajanan di sini (WTB) cukup variatif. Umumnya terjangkau semua. Setidaknya untuk wisata hemat cukup menarik karena ramai orang berkunjung hanya untuk duduk-duduk santai. Gak merasa sepi,” ucap pekerja swasta di Batam, Tia.

Dari tempat-tempat itu, masyarakat Batam bisa menikmati pemandangan kota dengan biaya terjangkau. Agar lebih menghemat, untuk konsumsi selama berwisata bisa dipersiapkan lebih dulu. (nji)

Kemendikbud Pastikan Server Aman

0
ilustrasi . f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ujian nasional (unas) jenjang SMP/MTs sederajat dimulai hari ini (22/4). Sinkronisasi server, download soal ujian, dan prasarana sudah rampung, kemarin. Upaya pengawasan ditingkatkan agar tidak terjadi gangguan dan kecurangan lagi.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Moch Abduh menuturkan, pihaknya menggunakan tiga tingkatan server untuk melancarkan UNBK. Server manajer dipegang oleh Puspendik. Kemudian, server admin dikelola Pusat Teknologi Infromasi dan Komunikasi (Pustekkom).

”Dalam mengelola server admin, kami melibatkan lima perguruan tinggi negeri ternama untuk server unas,” kata Abduh saat dihubungi, kemarin.

Yakni, Universitas Syah Kuala, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung untuk mengelola server UN wilayah barat. Universitas Gadjah Mada di wilayah tengah dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk wilayah timur.

Sedangkan, server pelaksana berada di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK. Setiap sekolah penyelenggara, lanjut Abduh, harus mempunyai server cadangan yang harus aktif.

Fungsinya, jika ada salah satu server mengalami gangguan, maka server cadangan langsung menggantikannya.

Help desk di tingkat provinsi hingga kota/kabupaten bersama teknisi dan proktor tingkat sekolah diminta lebih teliti dalam mempersiapkan server jelang ujian.

”Harapannya gangguan maupun virus terhadap server tidak terjadi,” terang pria asal Sidoarjo itu. (*)

PWI Soroti Lambannya Entri Data KPU

0

batampos.co.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari menegaskan, sebelum perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Untuk itu Atal mengimbau semua pihak, termasuk media massa, untuk bersabar dan tidak memperkeruh suasana yang menjadikan persatuan Indonesia menjadi rentan.

Atal yang juga Pemimpin Redaksi Suara Karya ini mengimbau tim sukses kedua psangan calon (paslon) mengawasi jalannya rekapitulasi perhitungan suara mulai dari tempat pemungutan suara (TPS), desa/kulurahan, kecamatan, hingga Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan KPU Pusat.

”Kami juga mengimbau media mengawasi perhitungan suara, pengawalan kertas suara, dan proses pembuatan berita acara,” kata Atal.  Yang lebih penting dari semua itu, menurut Atal, media massa sebaiknya menahan diri dalam pemberitaan sensasional.

Atal Depari

“Sebaiknya media tidak ikut memprovokasi massa,” kata Atal.

Atal menyayangkan polemik seputar tudingan sekelompok orang bahwa kelompok lain tidak konstitusional (inkonstitusional) karena mendasarkan pada perhitungan data yang mereka lakukan sendiri. Padahal, kata Atal, perhitungan cepat pun pada dasarnya tak bisa dikatakan sebagai pilihan konstitusional.

“Yang benar-benar konstitusional itu tentu saja perhitungan riil (real count) yang dilakukan KPU. Jadi, sebaiknya memang semua pihak bersabar dan menahan diri sampai KPU selesai menghitung dan mengumumkan hasil riil Pilpres dan Pileg. Dan, KPU sendiri juga harus lebih cepat mengentri data. Masak sudah hari kelima yang dientri baru di bawah 10 persen,” kata dia.

Senada dengan Atal, Ketua Dewan Pakar Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu-PWI) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengimbau masyarakat dan organisasi pemantau pemilu terus mengawasi semua tahapan rekapitulasi perhitungan suara, baik Pilpres maupun Pileg.

”Kami juga meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) proaktif mengawasi kinerja penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat pusat sampai KPPS,” kata Ferry.

Tidak hanya itu, Mappilu yang memiliki pemantau di 17 provinsi  dan hampir 200 kabupaten/kota, menemukan beberapa kecurangan di berbagai tingkat. Karena itu Mappilu meminta DKPP bersikap tegas dengan memberikan sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Imbauan tersebut dikemukakan menyusul situasi yang memanas seiring perhitungan suara. Hasil hitung cepat (quick count) yang dirilis televisi memenangkan pasangan calon nomor satu. Di sisi lain, pasangan calon nomor dua melakukan perhitungan sendiri berbasis real count. (*)

Siswa SMPN 25 Batam Ujian di Sekolah Lain Sebab ……….

0

batampos.co.id – Tahun ini, siswa SMPN 25 Batam terpaksa harus mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) di sekolah lain. Ruangan di sekolah tersebut tidak mencukupi.

Sekretaris Penanggung Jawab UNKP SMPN 25 Batam Khoirul Anam mengatakan, jumlah peserta ujian di sekolah tersebut sebanyak 506 siswa. Membutuhkan 26 ruangan.

Sementara ruangan yang tersedia hanya 21 ruang. Sesuai dengan ketentuan, dalam satu ruangan maksimal 20 peserta ujian.

“Ini yang pertama kali, UNKP menumpang ke sekolah lain karena banyaknya peserta ujian. Jadi, ada lima ruangan yang kami pinjam. Jadi, total ada 86 siswa yang akan numpang di SMP IT Muhajirin, Sekupang,” kata dia, Sabtu (20/4).

Sesuai dengan jadwal, ujian UNKP diselenggarakan setelah (UNKP) usai. “SMP IT sudah UNBK jadi siswa bisa num-pang di sana,” tambahnya.

Dijadwalkan, ujian akan dimulai pukul 10.30-12.30 WIB. Ada empat mata ujian yang akan diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

”Nanti ada 52 pengawas silang yang akan mengawasi jalannya ujian,” imbuhnya.
Sementara Ketua Pelaksanaan UN Dinas Pendidikan Kota Batam Andi Agung mengatakan, kondisi sekolah memang tidak

bisa menampung seluruh peserta ujian. Sebab, satu ruangan hanya dibatasi 20 peserta.

”Pesertanya paling banyak. Ada 506 siswa, jadi pihak sekolah berusaha mencari solusi yaitu meminjam ruangan dari sekolah terdekat,” kata Andi.

Ia menjelaskan, SMPN 25 baru pertama kali menggelar UNKP di sekolah lain. Meskipun begitu ia berharap ujian berjalan dengan baik.

”Mudah-mudahan ujian lancar. Baik UNBK maupun UNKP dan siswa bisa mendapatkan nilai terbaik,” terangnya.

Tahun ini, UN tingkat SMP diikuti lebih dari 16 ribu peserta. Sebanyak 70 sekolah melaksanakan UNKP dan 105 sekolah UNBK. Untuk antisipasi kelancaran ujian, Disdik juga telah menyurati Bright PLN untuk tidak memadamkan listrik selama ujian berlangsung. Ujian akan digelar 22-25 April mendatang.

Terpisah, Wakil Kurikulum SMPN 11 Batuaji, Nurliana Mente mengatakan, pelaksanaan UNBK di SMPN 11 sudah memasuki tahun ketiga di sekolahnya. Pada tahun ini fasilitas komputer belum mencukupi sehingga pihak sekolah mendapat bantuan laptop dari siswa kelas VII dan VIII. Total terdapat 120 perangkat komputer dan laptop yang siap digunakan dalam UNBK Senin mendatang.

”Dari simulasi semua berjalan lancar mulai dari sistem server dan sebagainya. Namun, dari perangkat komputer kita dapat bantuan dari siswa juga, dan ada cadangan 30 unit,” katanya, Sabtu (20/4).

Peserta ujian di sekolah tersebut berjumlah 446 siswa. ”Peserta ujian dibagi menjadi tiga sesi, dimana satu ruangan diisi 20 siswa dan pengawas ujian,” ujarnya.

Terkait pemadaman listrik beberapa hari terakhir, pihak sekolah sudah mengantisipasi dengan menyurati pihak PLN Batam demi kelancaran ujian. ”Berharap listrik tidak padam selama ujian, karena persiapan kita sudah matang,” terangnya.

Sementara itu, di SMPN 47 Batam, pelaksanaan ujian tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya,masih menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Wakil Kurikulum SMPN 47 Dahti Isnel mengatakan, untuk tahun ini masih menggunakan UNKP, sebab fasilitas untuk perangkat komputer dan server belum memadai

”Tahun ini kita masih tetap melaksanakan UNKP sama seperti tahun lalu, sebab sistem jaringan server dan perangkat komputer kita masih belum memadai,”katanya. (*)

SWRO Tak Cukupi Warga Belakangpadang

0

batampos.co.id – Krisis air bersih di Kecamatan Belakangpadang belum bisa teratasi secara maksimal. Meskipun Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) sudah kembali bekerja ternyata belum sanggup memenuhi kebutuhan air.

“Yang harus dilayani itu hampir dua ribu pelanggan. Dengan kondisi waduk kering dan SWRO baru aktif tentu belum bisa maksimal. Jadi, mohon warga bersabar,” kata Unit Pelaksana Tugas (UPT) SWRO Dian Efsa, Sabtu (20/4).

Saat ini produksi SWRO hanya 8 kubik per jam. Jumlah produksi ini lebih rendah sebelum perbaikan sistem yang mencapai dua kali lipat. Untuk solusinya petugas harus menggilir pendistribusian air untuk warga.

“Hanya seperlima kami bisa penuhi dari kebutuhan warga. Setiap hari kebutuhan warga itu mencapai seribu ribu kubik. Sebanyak 800 kubik dari 200 kubik dari SWRO,” terangnya.

Untuk produksi air saat ini SWRO tidak bisa beroperasi selama 24 jam penuh. Oleh karena itu produksi air juga tidak maksimal. Solusi lainnya, petugas berusaha mengolah air bersih dari debit air yang tersedia di Dam Belakangpadang.

“Meskipun tidak banyak, tapi kami tetap berusaha memenuhi kebutuhan air mere-ka. Pendistribusian air juga akan digilir,” lanjutnya.

Ia meminta kepada warga tidak menggunakan pompa air. Kondisi air yang terbatas belum bisa memenuhi semua kebutuhan.

“Kami turun terus untuk memastikan jangan ada warga yang pakai pompa. Nanti kasihan warga yang lain masih banyak yang butuh, sedangkan air terbatas,” imbaunya.

Kondisi waduk saat ini, hampir semua waduk mengalami kekeringan. Musim kemarau yang sudah berlangsung selama enam bulan membuat debit air tidak bertambah, sedangkan kebutuhan setiap hari ada.

“Semua sudah mulai mengering. Kondisi ini karena faktor alam,” sebutnya.

Camat Belakangpadang Yudi Admajianto mengatakan, krisis air memang sudah terjadi beberapa bulan ini. Kondisi waduk yang menjadi salah satu sumber air bagi warga saat ini sudah kering.

“Warga harus antre ambil air ke dam. Karena untuk sa-luran dari SWRO baru juga pulih,” sebutnya.

Tidak sedikit dari warga yang berusaha untuk mendapatkan air bersih dari Batam.

“Mereka kadang beli dari luar. Karena air ini kebutuhan utama. Mau gak mau harus mereka penuhi. Musim kemarau jadi debit air di dam tidak ada bertambah sedang-kan kebutuhan ada terus,” lanjutnya.

ATB mulai mematikan produksi air di Waduk Sei Harapan, mulai Sabtu (20/4) pukul 00.00. Sehingga rationing atau penggiliran air mulai diberlakukan semalam.

(yui)

Waduk Belakangpadang Kering

0

batampos.co.id – Musim kemarau beberapa bulan belakangan membuat seluruh waduk atau dam di Kecamatan Belakangpadang kering. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli dari luar pulau.

Menurut Faizal, warga Belakangpadang, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Belum lagi, warga yang berlangganan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) juga tidak mendapatkan pasokan air karena kerusakan sistem pada pengolahan air laut menjadi tawar itu.

”Sudah lama juga tak berfungsi. Mereka (petugas SWRO) bilang ada kerusakan makanya tidak bisa melayani air bersih warga,” ujarnya, Jumat (19/4)

Ia mengatakan, saat ini kondisi waduk yang ada di Kecamatan Belakangpadang juga kering. Kondisi ini membuat warga harus mencari air bersih di luar pulau.

Camat Belakangpadang Yudi Admaji mengakui kondisi cuaca yang kemarau membuat air di waduk mengering. Saat ini warga masih mengantre mengambil air dari waduk. ”Sebagian membeli dari luar Batam juga,” terangnya.

Informasinya, kata Yudi, SWRO sudah selesai diperbaiki, sehingga warga sudah bisa menikmati air bersih.

”Sudah loading dua hari ini. Semoga bisa membantu masyarakat,” tambahnya.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Dian Efsa menga-takan, selama enam bulan terakhir hujan tidak pernah turun sehingga berdampak terhadap debit air di waduk.

”Ini kondisi alam. Musim kemarau ini membuat air di waduk kering,” sebutnya.

Mengenai gangguan pasokan air dari SWRO, Dian menga-takan, beberapa waktu lalu memang ada gangguan pada sistem pengoperasian SWRO. Karena bangunan belum dise-rahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam, jadi tidak bisa memperbaiki.

”Dua hari ini mereka sudah datang setelah kami surati. Alhamdulillah, air sudah mengalir meskipun digilir karena produksi air bersih belum maksimal karena pengoperasian manual,” jelasnya.

Karena itu, sambungnya, warga diharapkan bersabar karena kurangnya pasokan air ini. Untuk kondisi waduk yang mengering, hingga saat ini pihaknya masih berusaha untuk memanfaatkan sisa-sisa air waduk.

”Setiap hari kami pompa dan kami olah. Pasokan yang tidak banyak inilah yang dimanfaatkan warga. Dan itu gratis karena warga harus mengambil sendiri dekat waduk,” terangnya.

Menurutnya kondisi ini hampir terjadi di seluruh Batam. Seperti Dam Seiharapan yang sekarang juga telah melakukan rationing karena berkurangnya debit air.

”Di Batam saja seperti itu, apalagi kami kondisi waduknya yang kecil ini. Mudah-mudah yang sudah kami lakukan ini bisa sedikit membantu kebutuhan warga meskipun belum maksimal,” tutupnya. (*)

 

Menteri Susi Kejar 7 Kapal Tiongkok di Natuna

0

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun langsung dalam operasi pemberantasan illegal fishing di Laut Natuna. Bersama KRI Usman Harun milik TNI Angkatan Laut, ia terlibat pengejaran terhadap tujuh kapal asing berbendera Tiongkok di Laut Natuna, Jumat (19/4/2019).

Dalam rangkaian operasi bersama KRI Usman Harun itu, Susi mengunjungi Pulau Laut dan Pulau Sekatung. Dua pulau tersebut merupakan bagian dari kepulauan terluar Indonesia. Saat tiba di sana, menteri 54 tahun itu disambut oleh Satgas Perbatasan.

Tak lama berselang, radar KRI Usman Harun mendeteksi keberadaan tujuh kapal ikan asing berbendera Tiongkok. Pengejaran pun dilakukan. Saat diperiksa, kapal-kapal asal Negeri Panda itu sedang dalam pelayaran menuju Mozambik.

”Seluruh alat tangkap tersimpan di dalam palka. Tidak ditemukan hasil tangkapan. Sehingga, tidak terdapat bukti untuk menduga kapal-kapal tersebut melakukan illegal fishing di perairan Indonesia,” ucap Susi.

Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan menyebutkan, setiap kapal ikan asing yang tidak memiliki izin, dilarang menangkap ikan di Indonesia dan wajib menyimpan alat tangkap di palka. Jika dilanggar, maka akan mendapat sanksi pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp 20 miliar. Selama di atas KRI yang mulai beroperasi Juni 2001 itu, perempuan asal Pangandaran itu mengapresiasi kerja cepat dan tanggap Satgas Perbatasan.

”Saya bangga atas kerja keras para petugas di laut dengan berani menangkap kapal asing ilegal. Walaupun medan dan tantangan yang dihadapi juga tidak mudah,” ungkap Susi.

Dia menegaskan, akan terus bekerja sama untuk memberantas penangkapan ikan ilegal.

Tujuannya sederhana, agar nelayan Indonesia sejahtera. Bisa terus mendapat ikan saat melaut. Sehingga, perekonomian bisa terus berjalan.

Laut Natuna memang menjadi salah satu perhatian Menteri Susi. Sebab laut Natuna merupakan salah satu perairan yang rawan terjadi penangkapan ikan ilegal. Khususnya oleh kapal asing. Sebab, lokasinya yang berdekatan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Berdasarkan data KKP, Laut Natuna bagian utara memiliki volume produksi tangkapan ikan mencapai 98.119,6 ton per tahun. Dengan komoditas utama ikan napoleon, kerapu, tongkol, dan lobster.  Per Januari 2019, ada 38 kapal penangkap ikan ilegal diamankan. Rinciannya, 13 kapal berbendera Malaysia, 15 kapal milik Vietnam, dan 10 kapal sisanya milik nelayan lokal.

Tak jarang kapal laut lokal digunakan sebagai umpan. Kapal-kapal nelayan tersebut menangkap ikan di laut Indonesia. Setelah itu, hasil tangkapan tersebut dibawa ke laut lepas untuk dipindah-kan ke kapal asing.(han)

BP Batam Minta Moratorium Impor Plastik Dibuka

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ribut-ribut soal industri plastik yang melanggar aturan di Batam belum lama ini sangat mengkhawa-tirkan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala BP Batam Eddy Putra Irawadi mengatakan, banyak investasi plastik yang sudah eksis di Batam, dan ia sangat menyayangkan kasus yang muncul karena mengganggu dunia usaha di Batam.

”Kasus limbah plastik sangat disayangkan. Kami sangat konsen soal ini karena menyangkut kepastian usaha,” katanya, Jumat (19/4/2019).

Ia memahami bahwa sekarang pemerintah pusat tengah berupaya mengurangi jumlah penggunaan plastik di Indonesia.

”Memang itu kebijakan nasional. Karena nanti bisa seperti Bantar Gebang. Dari pemerintah pusat itu minta supaya limbah plastik dikurangi,” ucapnya.

Namun, pada kenyataannya Batam sudah memiliki puluhan industri plastik baik yang eksis maupun perusahaan baru. Semuanya memiliki izin yang jelas untuk berusaha di Batam dan karena kebijakan pemerintah, mereka pun mempertanyakan kepastian berusahanya.

”Saya sudah minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perdagangan agar moratorium pemasukan plastik dibuka,” ucapnya.

Karena moratorium tersebut, pengusaha plastik yang sudah resmi mendapat izin menjadi terganggu usahanya. Eddy menyarankan agar pemerintah pusat segera membuat kebijakan yang menentukan jenis-jenis plastik yang boleh diimpor ke Indonesia untuk menjamin kepastian usaha.

”Plastik ini macam-macam. HS (harmonized system) code-nya sama tapi jenis beda. Ada yang masuk B3 dan ada juga non-B3. Luas kategorinya. Ada juga scrap dan barang recycle, harus dipilah mana yang boleh diolah dan tidak boleh diolah,” paparnya.

Edy mengatakan pihaknya hanya berusaha untuk menjaga konsistensi berusaha, karena sebelumnya memang perusahaan-perusahaan plastik telah mengurus perizinan sesuai prosedur.

Namun, ia menghargai upaya Pemko Batam yang berusaha menjaga amanah dari pemerintah pusat. Tapi pada kenyataannya, Pemko yang mengeluarkan izin usaha dan industri dan BP yang mengeluarkan izin pemasukan barang.

”Mereka menjaga kewena-ngannya, kita apresiasi itu. Tapi kalau bisa ke depan, tentukan mana plastik yang boleh masuk supaya ada kepastian,” harapnya. (leo)