Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11539

Barang Bukti Senilai Rp 5 M Dimusnahkan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam memusnahkan barang bukti yang disita sejak 2017 hingga 2018 di halaman kantor Kejari Batam, Kamis (7/2). Barang bukti yang dimusnahkan tersebut bernilai Rp 5 miliar.

Barang bukti yang dimusnahkan dari 345 perkara tersebut terdiri dari sabu dan heroin seberat 4.313,26 gram, ekstasi, pil dekstro, dan erimin 5 sebanyak 7.387,5 butir, daun ganja kering seberat 857,28 gram, obat tanpa izin edar 32.971 pieces, kosmetik tanpa izin edar 90.409 pieces, handphone dan aksesorisnya 4.642 unit, mesin permainan tujuh unit, minuman beralkohol 97 botol, dan barang bukti temuan sebanyak 20 dus.

Pemusnahan dilakukan dengan cara yang berbeda-beda sesuai bentuk barang. Untuk barang bukti jenis narkoba dan obat-obatan terlarang dilakukan dengan cara dibakar dengan mesin incinerator milik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. Sementara barang lainnya seperti kosmetik, minuman beralkohol dimusnahkan dengan digiling menggunakan alat berat.

“Jadi ada ribuan barang dimusnahkan dengan nilai hampir Rp 5 miliar,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri Edy Birton usai pemusnahan kemarin.

Dia mengatakan ribuan barang tersebut sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah), sehingga harus dimusnahkan agar barang bukti terhindar dari penyalahgunaan. “Kita lakukan sesuai prosedur,” katanya.

Sedangkan Kajari Batam Dedi Tri Haryadi mengatakan ribuan barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan Kejari Batam selama dua tahun, yakni 2017 dan 2018. “Kita musnahkan karena sudah inkrah,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar yang turut hadir mengapresiasi pemusnahan barang bukti oleh Kejari Batam. Menurut dia, sebagai pintu masuk utama berbagai barang, termasuk barang ilegal dan obat terlarang, kondisi itu harus menjadi perhatian.

“Batam salah satu pintu masuk barang terlarang dan ilegal. Sehingga ini menjadi kewajiban bersama agar kita bisa menekan angka kejahatan dan pelanggaran di Batam,” ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB itu, turut disaksikan Ketua Pengadilan Negeri Batam, BNN Batam, Kepala Rutan, Kepala Lapas, Ketua Komisi I DPRD Batam, Kepala Disperindag, pegawai dan staf Kejari Batam, serta tamu undangan lainnya. (yun)

Polisi Amankan 39 TKI Ilegal, dan Tangkap 4 Tekong

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jajaran Ditreskrimsus Polda Kepri mengamankan 39 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal, serta empat orang yang diduga sebagai tekong, Kamis (7/2). Puluhan TKI ilegal tersebut rencananya akan diberangkatkan melalui PelabuhanFerry Internasional Batam Center dengan tujuan Johor Bahru, Malaysia.

Dari hasil penyelidikan jajaran Ditreskrimsus, semua TKI ilegal tersebut memegang paspor pelancong.

“39 pekerja migran ilegal ini terdiri dari 17 wanita dan 22 laki-laki,” sebut Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, kemarin.

Erlangga mengatakan dari penyelidikan sementara yang dilakukan jajaran Ditreskrimsus Polda Kepri, seluruh TKI tersebut membuat paspor di daerah asalnya. Lalu para TKI berkoordinasi dengan calo pemberangkatan TKI ilegal di Batam, dengan biaya pemberangkatan sekitar Rp 5 juta hingga Rp 9 juta.

“Modusnya itu dengan menggunakan visa pelancong. Seolah-olah ingin berwisata ke Malaysia, namun sebenarnya akan bekerja,” jelasnya.

Para calon TKI ilegal ini kebanyakan berasal dari Jawa Timur, seperti Surabaya. Sebelum diberangkatkan, para TKI ilegal ini ditampung di salah satu ruko di kawasan Batam Center.

“Mereka (TKI ilegal, red) ini tidak langsung berangkat. Jadi diinapkan dulu di salah satu ruko kawasan Batam Center,” kata Erlangga lagi.

Erlangga menyebutkan, keempat orang lainnya yakni Alex alias Dharmawan, 44, Effendi, 42, dan Ahmadi Setiawan, 36, yang berperan sebagai calo pemberangkatan TKI ilegal. Sedangkan Mawardi Wasi berperan untuk memberangkatkan para TKI ilegal itu.

“Dari pengakuan para tersangka ada yang menyatakan sekali (memberangkatkan TKI ilegal, red), 4 kali, dan baru bermain selama empat bulan saja. Namun kita akan akan telusuri kebenarannya,” tuturnya.

Dari kasus ini, polisi juga mengamankan 2 unit minibus, 1 unit mobil Toyota Calya, 3 unit sepeda motor, puluhan paspor, dan uang belasan juta rupiah.

“Kami menjerat para pelaku menggunakan pasal 82 jo 69 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda Rp 15 milia,” terangnya. (ska)

Pemkab Natuna Beri Bantuan Benih Ikan Air Tawar

0
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyerahkan bantuan benih ikan lele kepada kelompok nelayan budidaya ikan air tawar.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna terus mengembangkan budidaya perikanan. Dukungan pengem-bangan tersebut dilakukan pemberdayaan kelompok nelayan melalui pemberian bantuan benih ikan.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, program bantuan benih ikan adalah prioritas andalan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk melakukan sinkronisasi program kementerian.

”Bantuan benih adalah program kreatif inovatif, sebagai langkah terobosan yakni memenuhi kebutuhan benih bermutu untuk pembudidaya ikan. Ini diharapkan terus meningkatkan produktivitas usaha masyarakat,” kata Hamid Rizal saat menyerahkan bantuan benih ikan di balai benih UPTD Perikanan di Teluk Baruk, Rabu (6/2/2019).

Pemberian benih ikan budidaya tersebut diterima oleh lima kelompok budidaya air tawar di Natuna. Benih yang diberikan berupa benih ikan lele. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat dengan memenuhi permintaan pasaran lokal sebagai langkah awal.

Dikatakan Hamid, Natuna memiliki potensi kelautan yang sangat besar, namun tidak boleh mengabaikan keberadaan potensi perikanan air tawar. Jika dikelola dan dibudidayakan dengan baik dan tekun serta mengikuti perkembangan teknologi, budidaya ikan air tawar mampu berkembang dengan baik.

Hamid menambahkan, undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang perubahan peralihan kewenangan kawasan kelautan yang beralih menjadi kawasan pengelolaan provinsi, maka sektor perikanan air tawar mampu menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemkab Natuna Zakimin mengatakan, pada tahun 2017 lalu, balai benih ikan Teluk Baruk mampu memproduksi benih ikan air tawar jenis lele untuk diserahkan kepada kelompok nelayan pembudidaya ikan air tawar di seluruh Kabupaten Natuna.

Menurutnya secara teknologi produksi ikan air tawar jauh lebih mudah dan lebih murah dari pada ikan air laut. Selain itu keberadaan balai benih juga sebagai sarana pelatihan bagi kelompok nelayan. (arn)

Kami Tidak Takut

0

batampos.co.id – Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung, Kamis (7/2/2019). Mereka lantas berbaris rapi, bergandengan tangan, la­lu mengitari bangunan, ke­tika seorang pegawai membe­ri komando dari atas podium.

Sejurus kemudian, formasi itu membentuk pagar hidup manusia yang mengelilingi gedung KPK. Mereka seolah saling terikat satu sama lain.

Sammbir berbaris dan bergandengan tangan, mereka juga mengusung poster bertuliskan Kami Tidak Takut.

Aksi pagar hidup yang digelar kemarin itu adalah reaksi atas dugaan penganiayaan yang menimpa dua personel KPK. Yakni, M. Gilang W dan Ahmad Fajar. Ke­duanya diduga dipukuli ketika me­laksanakan tugas mengintai aktivitas pejabat Pemprov Papua di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (2/2) lalu. Hingga kini, kasus yang telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya itu belum terungkap pelakunya.

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, rantai manusia yang membentuk pagar hidup itu merupakan aksi solidaritas untuk dua petugas tersebut. Aksi itu sebagai simbol bahwa pegawai KPK akan saling melindungi satu sama lain ketika badai teror menerjang.

“Kami akan tetap saling melindungi sesama pegawai dalam rangka penangkapan para koruptor yang ada di negeri ini,” ujarnya.

Teror terhadap dua pegawai KPK itu, menurut Yudi, merupakan yang ke-10 selama empat tahun terakhir. Sebelumnya, pada Januari lalu teror juga menyasar dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif. Teror dilakukan dengan cara menaruh bom di rumah Agus dan melempar bom molotov ke rumah Laode. Sampai saat ini, pelaku teror belum terungkap.

“Kami mengutuk keras dan mengecam (penganiayaan, red) karena teman kami sedang melaksanakan tugas,” ungkap Yudi berapi-api.

Menurut dia, tidak sepantasnya pegawai KPK sebagai penegak hukum mendapat perlakuan semacam itu. Apalagi, sampai menderita luka retak di bagian hidung akibat pukulan keras.

Selain itu, Yudi juga menya-yangkan upaya mengaburkan fakta yang dilakukan sejumlah pihak terkait penganiayaan tersebut. Dia memastikan, penganiayaan itu benar terjadi. Pernyataan itu membantah pernyataan Pemprov Papua yang menyebut tidak terjadi pemukulan terhadap dua pegawai KPK.

“Kepolisian sudah masuk proses penyidikan, artinya benar terjadi peristiwa tindak pidana,” ungkapnya.

Yudi pun meminta pihak kepolisian memprioritaskan penanganan dugaan pemukulan tersebut. Dengan sesegera mungkin menangkap pelaku penganiayaan.(tyo/git)

Ribuan Jemaah Hadiri Pengajian UAS

0
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Ustaz Abdul Somad memberikan tausiah di hadapan ribuan umat muslim di Masjid Agung Batam, Kamis (7/2/2019).

batampos.co.id – Ribuan warga Batam memadati Masjid Agung Batam, Kamis (7/2). Jemaah yang didominasi ibu-ibu tersebut, hadir untuk mendengarkan langsung ceramah dari Ustaz Abdul Somad (UAS).

Antusiasme jemaah yang datang dari berbagai penjuru Kota Batam tersebut sangat tinggi untuk mengikuti pengajian dan wirid bersama UAS tersebut. Bahkan, jemaah yang tidak mendapatkan tempat rela berdiri dan berpanas-panas di bawah terik matahari demi ingin mendengarkan ceramah ustaz asal Riau tersebut.

Di tengah-tengah padatnya jemaah, Ustaz Somad yang mengenakan baju koko putih, lengkap dengan peci dan jas warna hitamnya menyapa jemaah kemudian disambut hangat jemaah yang sudah hadir sejak pagi.

Dalam ceramahnya kali ini, lulusan Universitas Al Azhar Kairo dan Darul Hadits Maroko, menceritakan keistimewaan Nabi Muhammad SAW dibanding Nabi Isa AS, atau Nabi Musa AS.

Dari keistimewaan Nabi Muhammad inilah yang me-ngalir kepada keistimewaan umatnya.

“Nabi Isa dan Musa tak sempat menjadi pemimpin, istimewanya Nabi Muhammad beliau sempat menjadi pemimpin. Oleh karena itu, umat Islam wajib menjadi pemimpin,” tuturnya.

Dalam rangka safari dakwah di wilayah Kepri sekaligus memenuhi undangan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, kemarin Ustaz Somad menceritakan dengan menjadinya pemimpin dari umat Islam, muslim bisa saling membantu umat dengan kekuasaannya dan memberi kesejahteraan kepada umat.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa umat Muhammad adalah umat terbaik, terutama anak muda karena Nabi dikelilingi anak muda pada masa kepemimpinannya. Untuk itu, Ustaz Somad berharap anak muda turut berperan dalam membangun bangsa.

“Nabi Muhammad bersama anak-anak muda yang gagah perkasa, anak-anak milenial. Jadi anak-anak muda ini kita kasih motivasi. Sebab nantinya mereka yang akan menjadi wali kota, gubernur, tapi nanti, biarkan yang sekarang selesaikan dulu,” tuturnya.(yui)

AJI Serahkan Petisi Tolak Remisi

0

batampos.co.id – Merespons pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis Jawa Pos Radar Bali (grup Batam Pos) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Abdul Manan membuat petisi untuk menolak remisi tersebut.

Sejak kali pertama diunggah pada Minggu (27/1)  melalui laman change.org, sampai kemarin sore (7/2) petisi tersebut sudah ditangatangani lebih dari 46 ribu orang.

Menurut Abdul Manan, dukungan puluhan ribu orang lewat petisi tersebut menunjukan bahwa pemberian remisi untuk Susrama bukan hanya menjadi perhatian komunitas jurnalis. Melainkan turut menyita perhatian masyarakat luas.

”Dukungan yang disampaikan melalui petisi online di change.org adalah salah satu buktinya,” terang dia. Bukan hanya besar, angka tanda tangan turut menjadi tanda banyak pihak tidak sepakat dengan remisi tersebut.

Tidak cuma melalui remisi, masyarakat luas menunjukan ketidaksetujuan mereka lewat beragam aksi. Mulai dari media sosial sampai jalanan. Berdasar catatan AJI, demonstrasi memprotes remisi untuk Susrama sudah dilakukan sejak Kamis (24/1).

Total demonstransi berlangsung di 30 kota. Mulai dari Denpasar, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Bojonegoro, Palu, Makassar, sampai Ternate.

Selain itu, demonstransi juga berlangsung di Gorontalo, Manado, Kotamobagu, Mamuju, Majene, Mamasa, Tanjungpinang, Kendari, Banda Aceh, Lhokseumawe, Padang, Pekanbaru, Kepri, Bengkulu, Bandar Lampung, Jambi, Palembang, Mataram, juga Jakarta. Semua demons-trasi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap keppres nomor 29 tahun 2018.

F. MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
Massa Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) pers, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ) saat berunjuk rasa menolak remisi I Nyoman Susrama di depan Istana Presidan, Jakarta, Jumat (25/1/2019) lalu.

Melalui keppres itu, pemerintah meringankan hukuman Susrama bersama 114 narapidana lainnya. Khusus Susrama, vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan kepada dirinya berubah menjadi hukuman sementara. Itu yang membuat banyak orang bereaksi.

Bagaimana tidak? Prabangsa dibunuh oleh Susrama dengan cara-cara yang keji. Nyawanya dihabisi terkait pemberitaan kasus dugaan korupsi yang dia buat.

Lebih lanjut, Ketua Divisi Advokasi AJI Sasmito me-nyampaikan, petisi online itu bakal disampaikan kepada pemerintah. Tepatnya kepada Presiden Jokowi melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Mereka berharap besar petisi itu turut mendorong pencabutan remisi tersebut. ”Melihat banyak aksi protes dan besarnya dukungan me-lalui petisi online, sudah sepatutnya Presiden Joko Widodo mencabut remisi tersebut,” kata Sasmito.

Tidak hanya itu, Sasmito pun mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendorong pemerintah agar memproses sedikitnya delapan kasus dugaan pembunuhan terhadap jurnalis di Tanah Air. Menurut mereka, sampai saat ini delapan kasus tersebut tidak kunjung diproses. Sehingga para pelaku yang sudah menghilangkan nyawa para jurnalis tersebut tidak mendapat hukuman sebagai mana mestinya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kajian terhadap keppres yang memberikan remisi kepada Susrama masih dalam proses di Kementerian Hukum dan HAM.

”Masih dalam proses semuanya, dalam proses di dirjen juga di menkum HAM,” ujarnya usai menghadiri perayaan Imlek nasional di JIExpo.

Ketika didesak dengan pertanyaan, apakah hasil kajian Kemenkum HAM akan disampaikan pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya akhir pekan ini, Presiden Jokowi enggan memastikannya.

”Nanti kalau masuk ke saya akan segera di putuskan,” kata mantan wali kota Solo tersebut.(far/syn)

Tugboat dan Kapal Tanker Tabrakan di Selat Singapura

0

batampos.co.id – Kapal tunda (tugboat) Koi 3 yang mengangkut enam Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) bertabrakan dengan kapal tanker Shun Sheng di perairan Selat Singapura, Kamis (7/2). Empat ABK dinyatakan selamat, sedangkan dua lainnya masih hilang.

Kasi Operasi SAR Tanjungpinang Eko Suprianto menjelaskan, tugboat berbendera Sierra Leone tersebut awalnya bergerak dari Pasir Gudang, Malaysia menuju Tuas, Singapura. Tiba di perairan Selat Singapura, tugboat yang menarik tongkang bermuatan pasir tersebut bertabrakan dengan kapal tanker.

“Empat ABK selamat,” kata Eko.

Setelah mendapat informasi kecelakaan laut dari MPA Singapura, kata Eko, pihaknya langsung bergerak ke lokasi kejadian menggunakan kapal SAR Purworejo 101 dan unsur SAR lainnya yakni Lanal Batam dan personel Pos TNI Angkatan Laut Pulau Nipah.

SAR Tanjungpinang menurunkan 18 personel dan lima Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan.

Saat ini, kata Eko, tugboat berhasil ditarik oleh kapal SSI Olivia. Sedangkan tongkang bermuatan pasir, ditarik oleh kapal SSI Marina dan SSI Joen.

“Tugboat dan tongkang sudah berada di perairan Tuas, Singapura,” jelasnya.

Selanjutnya, proses pe­nye­laman dan penyelamatan dua ABK yang masih hilang, akan dilakukan oleh penyelam SAR Singapura.

“Operasi SAR di perbatasan Indonesia dinyatakan ditutup. Proses pencarian dilanjutkan oleh SAR Singapura,” kata Eko. (odi)

Mantan yang Melata

0

DIPUTUSKAN pacar dengan cara yang menyakitkan? Jangan marah, tapi balaslah. Caranya bisa dengan mengikuti kontes ular yang diadakan Wild Life Sydney Zoo dalam rangka Hari Kasih Sayang.

Pemenang kontes tersebut berhak menamai seekor ular cokelat dengan nama si mantan.

Sebelumnya, setiap peserta diminta menyumbang USD 1 (sekitar Rp 13.900) saja. Lalu, sebagaimana dilansir UPI, di situs kontes, peserta bisa menuliskan alasan nama mantan layak disematkan ke si hewan melata tersebut dalam 25 kata.

’’Tidak hanya berkesempatan menyematkan nama mantan ke ular, Anda juga bisa menerima sertifikat dan kesempatan mengunjungi ular tersebut secara gratis setiap hari selama setahun,’’ tulis situs resmi kontes tersebut.

Tuh, enak kan, sambil menyumbang bisa balas dendam. Bisa kapan saja dikunjungi pula. Melihatnya melata seraya tersenyum puas memanggil namanya. Entah itu John, Anggit, Faizan, atau lainnya. (c14/ttg)

Batam Pos Boyong Dua Medali

0

batampos.co.id – Harian Pagi Batam Pos berhasil menyabet dua penghargaan dalam Indonesia Print Media Awards (IPMA) dan Indonesia Young Readers Awards (IYRA) 2019 yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2).

Dua penghargaan tersebut masing-masing berupa medali perunggu.

Penghargaan medali perunggu IPMA 2019 diberikan kepada Batam Pos untuk desain sampul depan Batam Pos edisi Senin, 8 Oktober 2018. Pada edisi tersebut, Batam Pos menampilkan liputan khusus (Lipsus) tentang predator anak yang dilengkapi dengan grafis pendukung.

Sementara penghargaan medali perunggu IYRA 2019 diberikan kepada Batam Pos untuk desain halaman rubrik Zetizen edisi Kamis, 1 Maret 2018. Pada edisi itu, rubrik Zetizen mengangkat tema komedi bisu ala Charlie Chaplin atau Mr Bean (Rowan Atkinson).

Kedua penghargaan itu diterima Pemimpin Redaksi (Pemred) Batam Pos Muhammad Iqbal dalam acara Awarding Night SPS Satu Dekade IPMA di Surabaya, Kamis (7/2) malam.

Penghargaan diserah­kan oleh Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang baru saja terpilih, Alwi Hamu.

Iqbal mengatakan, capaian ini menandakan produk-produk jurnalistik Batam Pos telah memenuhi standar kua­litas yang baik.

“Namun demikian, redaksi Batam Pos bertekad terus memperbaiki karya-karya jurnalistik yang disajikan kepada pembaca,” kata Iqbal, tadi malam.

Pria berkacamata ini menambahkan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kinerja tim redaksi, khususnya tim layout dan desain grafis. Ia berharap capaian ini mam­pu menjadi pelecut bagi tim redaksi Batam Pos untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik dan desain koran yang lebih baik lagi.

“Tahun depan harus lebih baik lagi,” katanya.(*)

Mappilu Kepri Dilantik Sempena HPN

0

batampos.co.id – Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Propinsi Kepri resmi dikukuhkan. Pengukuhan Mappilu Kepri dikukuhkan bersama pengurus daerah Mappilu lainnya di Indonesia dan dilantik secara resmi oleh Ketua Mappilu PWI Pusat Firdaus, di Hotel Surabaya Suite, Kamis (7/2/2019).

Mappilu PWI yang dilantik dari Mappilu PWI provinsi Aceh hingga Mappilu PWI Papua. Setelah dilantik Mappilu PWI sudah dapat bekerja dan berkordinasi terkait teknis pemantauan di daerah masing masing.

Pelantikan yang bersamaan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya Jatim, dihadiri Dewan Pakar Mappilu PWI Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang juga mantan komisioner KPU RI.

Pada kesempatan tersebut Firdaus mengatakan, Mappilu PWI adalah lembaga yang dibentuk PWI Pusat guna mengimplementasikan peran tugas PWI dalam tanggung jawab kebangsaan.

“PWI juga sudah sepatutnya berperan dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas dan bermartabat,” ujar Firdaus dalam sambutan seusai pelantikan.

Diterangkan Firdaus, dengan resminya dilantik Mappilu PWI se-Indonesia, sudah bisa melakukan tugas pemantauan di daerah dari seluruh tahapan pemilu yang saat ini sudah memasuki tahap kampanye.

Firdaus berharap agar PWI di daerah berperan aktif untuk memberikan kontrol dalam pelaksanaan pemilu , sehingga pemilu benar benar jurdil dan berkualitas.

Sementara itu, Dewan Pakar Mappilu PWI Ferry menjelaskan, Mappilu PWI sangat strategis dalam mengontrol pelaksanaan Pemilu di Indonesia.

“Ada beberapa isu strategis yang dihadapi sekarang , yang sebenarnya bisa menjadi bahan dalam melakukan tugas memantau Pemilu 2019,” tutur Ferry.

Kekuatan Mappilu PWI, lanjutnya, karena man power atau yang bertugas memantau juga berprofesi wartawan, dengan demikian menjadi inheren yang juga melaksanakan tugas jurnalistik.

Ferry yakin Mappilu PWI menjadi kekuatan yang dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian pemilu berkualitas dan bermartabat.(spt)